Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

“Apliaksi Sistem Informasi dan Teknologi di Kesehatan dan Keperawatan


Berbasis Bukti Ilmiah”

KELOMPOK IV

1. Ns. Adep Junika, S.Kep 2021312027


2. Ns.Addinul Fitri,S.Kep 2021312033
3. Ns. Desti Kurnia Utami, S.Kep 2021312026
4. Ns. Intan Yullya Kardila,S.Kep 2021312025
5. Ns. Mistati Novitasari, S. Kep 2021312029
6. Ns. Nia Mitra Agustin, S.Kep 2021312019
7. Ns. Orien Permana, S.Kep 2021312031
8. Ns. Tri wahyuni, S.Kep 2021312020
9. Ns. Yaumil Fajri, S.Kep 2021312032

PROGRAM STUDI MAGISTER KEPERAWATAN


FAKULTAS KEPERAWATAN
TAHUN 2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat ALLAH SWT Yang Maha Esa
karenaberkat limpahan rahmat dan karunia-nya sehingga kami dapat menyusun
makalah ini tepat pada waktunya. Makalah ini membahas tentangpengaruh
kepemimpinan dalam kelompok sebagai landasan utama bahan pembelajaran pada
mata kuliah sistem informasi manajemen.
Dalam penyusunan makalah ini, kami banyak mendapat tantangan dan
hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan ini bisa teratasi.
Oleh karena itu, kelompok mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
telah membantu dalam menyusun makalah ini. Semogabantuannya mendapat
balasan yang setimpal dari Allah SWT.

Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita semua.
Terutama bagi teman-teman yang ingin membahas secara rinci tentang isi makalah
ini sehingga menjadi lebih baik lagi.

Padang, Desember 2020

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA
PENGANTAR
..........................................................................................................................
......................................................................................................................... i

DAFTAR
ISI
..........................................................................................................................
........................................................................................................................ ii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
.......................................................................................................
..................................................................................................... 1
B. Tujuan
.......................................................................................................
..................................................................................................... 2

BAB II KRITIK JURNAL


A. Tentang
Penelitian
......................................................................................................
.................................................................................................... 3
B. Tujuan
......................................................................................................
.................................................................................................... 3
C. Kerangka Pikir dan
Teori
......................................................................................................
.................................................................................................... 3
D. Metode
Penelitian
......................................................................................................
.................................................................................................... 5
E. Hasil
Penelitian
......................................................................................................
.................................................................................................... 5
F. Rencana dan Ide Bagi Peneliti
Selanjutnya

ii
......................................................................................................
.................................................................................................... 6

BAB III ANALISA JURNAL


A. Analisa Penerapan Topik
Artikel
......................................................................................................
.................................................................................................... 7

BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan
.......................................................................................................
................................................................................................... 11
B. Saran
.......................................................................................................
................................................................................................... 11
DAFTAR
PUSTAKA
..........................................................................................................................
...................................................................................................................... 12
LAMPIRAN

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Teknologi dan sistem informasi yang canggih sangat dibutuhkan dalam

berbagai bidang, khususnya dalam dunia kesehatan dan keperawatan. Seperti yang

telah diketahui, pengelolaan data dalam pendokumentasian data pasien masih ada

beberapa rumah sakit yang melakukan secara manual. Dalam penanganan beberapa

penyakitpun terkadang juga mengalami permasalahan atau kesulitan yang menjadi

tantangan di masa sekarang.

Dalam dunia kesehatan, teknologi dan sistem informasi yang canggih sangat

diperlukan untuk mempermudah dokumentasi, penanganan dari perawat atau dokter

kepada pasien, dan dapat mempermudah saat kunjungan kepada klien, serta alat

untuk penanganan pada penyakit tertentu. Teknologi dan sistem informasi modern

sangat diperlukan dalam berbagai bidang demi mempermudah aktivitas, pekerjaan,

serta dibutuhkan juga dalam dunia kesehatan dan keperawatan, khususnya di

Indonesia.

Di era teknologi informasi dan era keterbukaan ini, masyarakat mempunyai


kebebasan untuk mengemukakan pendapatnya, sehingga apabila masyarakat
mendapatkan pelayanan kesehatan yang tidak bermutu maka masyarakat berhak
menuntut pada pemberi pelayanan kesehatan. Namun kondisi keterbukaan pada
masyarakat saat ini sepertinya belum didukung dengan kesiapan pelayanan
kesehatan, salah satunya dalam memenuhi ketersediaan alat dokumentasi yang cepat
dan modern dipelayanan kesehatan, khususnya rumah sakit. Perkembangan teknologi
informasi dan komunikasi dewasa ini di Indonesia belum secara luas dimanfaatkan
dengan baik oleh perawat khususnya di pelayanan rumah sakit, terutama pelayanan
keperawatan.

1
Dengan demikian sangat dibutuhkan dibangunnya pengemabngan sistem

informasi kesehatan yang terintegrasi baik di dalam sektor kesehatan (antar program

dan antar jenjang), dan di luar sektor kesehatan, yaitu dengan sistem jaringan

informasi pemerintah daerah dan jaringan informasi di pusat.

B. Tujuan

1. Tujuan Umum

Tujuan umum makalah ini adalah untuk mendapatkan gambaran Apliaksi


System Informasi dan Teknologi di Kesehatan dan Keperawatan Berbasis Bukti
Ilmiah.

2. Tujuan Khusus

a. Untuk mempelajari kritik evidence based terkait sistem informasi.


b. Untuk melakukan analisa jurnal penelitian terkait sistem informasi
manajemen di bidang kesehatan.

2
BAB II
KRITISI ARTIKEL JURNAL

A. Tentang Penelitian yang Bersangkutan


1. Judul jurnal adalah “Evaluasi Penerapan SIMRS Menggunakan Metode Hot-Fit
di RSUD Dr.Soedirman Kebumen.
2. Penulis jurnal adalah Prih Diantono Abda’u, Wing Wahyu Winarno dam Henderi
dan tahun terbit jurnal adalah tahun 2018.
3. Pada jurnal ini, penulis ingin melakukan evaluasi penerapan sistem inforamsi
(SIMRS) RSUD Dr.Soedirman Kebumen dengan Menggunakan metode HOT-
Fit ditinjau dari persepsi pengguna akhir. Dimana, penerapan SIMRS di RSUD
Dr.Soedirman Kebumen belum pernah dilakukan evaluasi sehingga pada
penelitian ini perlunya dilakukan evaluasi penerapan SIMRS di RSUD
Dr.Soedirman Kebumen.

B. Tujuan yang Hendak dicapai


1. Evaluasi Penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) di
RSUD Dr.Soedirman Kebumen ini bertujuan untuk mengetahui faktor apakah
yang berpengaruh paling besar terhadap keberhasilan SIMRS.
2. Hasil evaluasi dapat digunakan sebagai acuan untuk memperbaiki atau
menyempurnakan SIMRS serta mengembangkan potensi yang masih ada,
sehingga dapat bermanfaat bagi RSUD Dr.Soedirman Kebumen dalam
meningkatkan kinerja dalam pelayanan rumah sakit kearah lebih baik, serta dapat
mendukung tujuan, visi dan misi organisasi.
3. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kauntitatif.

C. Kerangka Pemikiran dan Teori yang Mendukung Penelitian


1. Evaluasi penerapan SIM dilakukan dengan metode HOT-Fit. Metode HOT-Fit
merupakan salah satu kerangka teori yang digunakan untuk evaluasi sistem
informasi dalam bidang pelayanan kesehatan. Metode HOT-Fit juga ditujukan
pada komponen inti dalam sistem informasi yaitu human (manusia), organization
(organisasi), technology (teknologi) dan kesesuaian hubungan diantara ketiga
komponen tersebut.

3
2. Adapun hipotesis dalam jurnal ini adalah sebagai berikut :
a. Adanya hubungan yang searah (positif) anatara kualitas sistem (KS) terhadap
penggunaan sistem (PS).
b. Adanya hubungan yang searah (positif) antara kulaitas sistem (KS) terhadap
kepuasan pengguna.
c. Adanya hubungan tidak searah (negatif) anatara kualitas informasi terhadap
kepuasan pengguna.
d. Adanya hubungan yang searah (positif) anatara kulaitas pelayanan dan
kepuasan pengguna.
e. Adanya hubungan tidak searah (negatif) anatara kepuasan pengguna terhadap
penggunaan sistem.
f. Adanya hubungan tidak searah (negatif) antara sistem operasi dengan
kepuasan pengguna.
g. Adanya hubungan yang searah (positif) antara kepuasan pengguna terhadap
net benefit.
h. Adanya hubungan tidak searah (negatif) antara kondisi fasilitas terhadap net
benefit.
i. Adanya hubungan tidak searah (negative) antara dukungan pimpinan
terhadap penggunaan sistem.
3. Keterangan :
: Variabel Independen
: Variabel Dependen
: Berpengaruh terhadap

4
D. Metode Penelitian
a. Pada penelitian ini yang menjadi objek dan bahan penelitian adalah pengguna
alat Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) di RSUD Dr.Soedirman
Kebumen.
b. Penelitian ini menggunakan metode model HOT-Fit yang dikembangkan oleh
Yusof et all dengan beberapa modifikasi untuk menilai keberhasilan penerapan
sistem informasi manajemen kepegawaian. Salah satunya dengan menghilangkan
vaariabel lingkungan organisasi. Karena variabel tersebut dinilai terlalu luas
sehingga peneliti mengganti variabel lingkungan organisasi dengan kondisi
fasilitas dan dukungan pimpinan.
c. Telah ditentukan bahwa tiga varabel dependen yaitu penggunaan sistem (PS),
kepuasan pengguna (KP) serta net benefit (NB)yang dipengaruhi oleh enam
variabel independen yaitu kualitas sistem (KS), kualitas informasi (KI), kualitas
layanan (KL), struktur organisasi (SO), kondisi fasilitas (KF) serta dukungan
pimpinan (DP).

E. Hasil Penelitian
Berdasarkan dari hasil analisis data statistik dan pembahasan mengenai
evaluasi SIMRS di RSUD Dr.Soedirman Kebumen dapat diambil kesimpulan yaitu :
1. Kesuksesan dalam penerapan SIMRS RSUD Dr.Soedirman Kebumen
dipengaruhi oleh faktor kualitas sistem, kualitas layanan, penggunaan sistem,
kepuasan pengguna dan manfaat. Kepuasan pengguna merupakan variabel yang
memberikan pengaruh paling besar.
2. Manfaat dipengaruhi secara langsung oleh kepuasan pengguna, hal ini berarti
semakin tinggi manfaat yang dirasakan oleh pengguna dalam menggunakan
SIMRS maka semakin tinggi juga kepuasan pengguna dalam menggunakan
SIMRS.
3. Adanya faktor-faktor yang belum berpengaruh seperti kualitas informasi, struktur
organisasi, kondisi fasilitas dan dukungan pemimpin.

5
F. Rencana dan Ide Bagi Peneliti Selanjutnya
Untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat meminimalisir kelemahan
dalam penelitian ini seperti penelitian ini hanya berdasar pada persepsi penggunaan
SIMRS. Serta disarankan untuk mencoba menambahkan variabel-variabel yang
lainnya atau bahkan mengurangi beberapa variabel yang dianggap tidak memberikan
pengaruh pada penelitian.

6
BAB III
ANALISIS

A. Analisis Penerapan Topik Artikel yang Dikritisi di Pelayanan Kesehatan di


Indonesia
SIMRS adalah sistem yang mampu melakukan integrasi dan komunikasi aliran
informasi baik di dalam maupun diluar rumah sakit. Sistem informasi ini meliputi:
sistem rekam medis elektronik, sistem informasi laboratorium, sistem informasi
radiologi (pencitraan medis), sistem informasi farmasi, dan sistem informasi
keperawatan. Sistem ini juga memiliki dua fungsi utama yaitu untuk keperluan
manajemen dan pengolahan data pasien. Dari sisi manajemen, sistem ini memiliki
peranan dalam mengatur data keuangan, material dan teknis, sistem kepegawaian,
pembayaran (tagihan) ke pasien, dan perencanaan strategi. Dari sisi pasien berfungsi
untuk mengelola data pasien masuk dan pasien keluar serta mengelola data medis
pasien yang meliputi perawatan, diagnosis, dan terapi. Evaluasi suatu sistem
informasi merupakan usaha nyata untuk mengetahui kondisi sebenarnya suatu
penyelenggaraan sistem informasi. Evaluasi sistem informasi adalah suatu kegiatan
untuk mengukur atau menggali segala attribute dari sistem (dalam perencanaan,
pengembangan, pengimplementasi atau pengoperasian). Evaluasi SIM adalah
mendefinisikan seberapa baik SIM dapat beroperasi pada organisasi yang
menerapkannya untuk memperbaiki prestasi dimasa mendatang. Evaluasi yang akan
dilakukan terkait dengan penerimaan sistem oleh pengguna akhir.
Dalam penelitian ini, peneliti akan melakukan evaluasi penerapan sistem
informasi (SIMRS) RSUD Dr. Soedirman Kebumen dengan menggunakan metode
HOT-Fit ditinjau dari persepsi pengguna akhir. Dimana, penerapan SIMRS di RSUD
Dr. Soedirman Kebumen belum pernah dilakukan evaluasi sehingga pada penelitian
ini perluya dilakukan evaluasi penerapan SIMRS di RSUD Dr. Soedirman Kebumen.
Metode HOT-Fit merupakan salah satu kerangka teori yang digunakan untuk
evaluasi sistem informasi dalam bidang pelayanan kesehatan. Metode HOT-Fit juga
ditujukan pada komponen inti dalam sistem informasi yaitu Human (Manusia),
Organization (Organisasi), Technology (Teknologi) dan kesesuaian hubungan
diantara ketiga komponen tersebut.

7
Dasar pemikiran model HOT-Fit ini berasal dari model evaluasi sistem inforamsi
DeLone Mclean. Model evaluasi ini memperjelas semua komponen yang terdapat dalam
sistem informasi itu sendiri, yaitu human yang menilai sistem informasi dari sisi penggunaan
(sysem use) yangberhubungan dengan siapa yang menggunakan, pelatihan, pengalaman,
penegetahuan, harapan, sikap menerima dan menolak sistem. Organization yang menilai
sebuah sistem dari struktur organisasi dan lingkungan organisasi berhubungan dengan
perencanan, manajemen, pengendalian sistem, dukungan manajemen, pembiayaan.
Technology yang menilai dari sisi kualitas sistem, kualitas informasi dan kualitas layanan.
Kerangka kerja HOT Fit mencakup :

Model Human-Organization-Technology

Komponen Manusia (Human) menilai sistem informasi dari sisi penggunaan


sistem (system use) pada frekwensi dan luasnya fungsi dan penyelidikan sistem
informasi. System use juga berhubungan dengan siapa yang menggunakan (who use
it), tingkat penggunanya (level of user), pelatihan, pengetahuan, harapan dan sikap
menerima (acceptance) atau menolak (resistance) sistem. Komponen ini juga
menilai sistem dari aspek kepuasan pengguna (user satisfaction). Kepuasan
pengguna adalah keseluruhan evaluasi dari pengalaman pengguna dalam
menggunakan sistem informasi dan dampak potensial dari sistem informasi. User
satisfaction dapat dihubungkan dengan persepsi manfaat (usefulness) dan sikap
pengguna terhadap sistem informasi yang dipengaruhi oleh karakteristik personal.
Komponen Organisasi menilai sistem dari aspek struktur organisasi dan
lingkungan organisasi. Struktur organisasi terdiri dari tipe, kultur, politik, hierarki,
perencanaan dan pengendalian sistem, strategi , manajemen dan komunikasi.

8
Kepemimpinan, dukungan dari top manajemen dan dukungan staf merupakan bagian
yang penting dalam mengukur keberhasilan sistem. Sedangkan lingkungan
organisasi terdiri dari sumber pembiayaan, pemerintahan, politik, kompetisi,
hubungan interorganisasional dan komunikasi.
Komponen teknologi terdiri dari kualitas sistem (system quality), kualitas
informasi (information quality) dan kualitas layanan (service quality). Kualitas
sistem dalam sistem informasi di institusi pelayanan kesehatan menyangkut
keterkaitan fitur dalam sistem termasuk performa sistem dan user interface.
Kemudahan penggunaan (ease of use), kemudahan untuk dipelajari (ease of
learning), response time, usefulness, ketersediaan, fleksibilitas, dan sekuritas
merupakan variabel atau faktor yang dapat dinilai dari kualitas sistem. Kualitas
informasi berfokus pada informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi termasuk
rekam medis pasien, laporan dan peresepan. Kriteria yang dapat digunakan untuk
menilai kualitas informasi antara lain adalah kelengkapan, keakuratan, ketepatan
waktu, ketersediaan, relevansi, konsistensi, dan data entry. Sedangkan kualitas
layanan berfokus pada keseluruhan dukungan yang diterima oleh service
provider sistem atau teknologi. Service quality dapat dinilai dengan kecepatan
respon, jaminan, empati dan tindak lanjut layanan.
Berdasarkan dari hasil analisis data statistik dan pembahasan mengenai
evaluasi SIMRS di RSUD Dr.Soedirman Kebumen dapat diambil kesimpulan yaitu:
1. Kesuksesan dalam penerapan SIMRS RSUD Dr.Soedirman Kebumen
dipengaruhi oleh faktor kualitas sistem, kualitas layanan, penggunaan sistem,
kepuasan pengguna dan manfaat. Kepuasan pengguna merupakan variabel yang
memberikan pengaruh paling besar.
2. Manfaat dipengaruhi secara langsung oleh kepuasan pengguna, hal ini berarti
semakin tinggi manfaat yang dirasakan oleh pengguna dalam menggunakan
SIMRS maka semakin tinggi juga kepuasan pengguna dalam menggunakan
SIMRS.
3. Adanya faktor-faktor yang belum berpengaruh seperti kualitas informasi, struktur
organisasi, kondisi fasilitas dan dukungan pemimpin.

Berdasarkan hasil dari penelitian model HOT Fit model dapat dijadikan
kerangka acuan penelitian kuantitatif, meskipun demikian tetap perlu tambahan

9
pengukuran dari model-model penerapan SIM RS. Menurut Lee dan Lings (2008),
Model Delone dan McLean (2003) hanya mendeskripsikan hubungan antara variabel
input, proses, dan output, tetapi tidak menjelaskan bagaimana fenomena tersebut
terjadi satu sama lain. Model HOT fit menjelaskan secara komprehensif berupa
interpretasi komleksitas, hubungan timbal balik antara orang, organisasi, proses, dan
teknologi.

BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan

10
Evaluasi suatu sistem informasi merupakan usaha nyata untuk mengetahui kondisi
sebenarnya suatu penyelenggaraan sistem informasi. Evaluasi sistem informasi adalah
suatu kegiatan untuk mengukur atau menggali segala attribute dari sistem (dalam
perencanaan, pengembangan, pengimplementasi atau pengoperasian). Evaluasi SIM
adalah mendefinisikan seberapa baik SIM dapat beroperasi pada organisasi yang
menerapkannya untuk memperbaiki prestasi dimasa mendatang. Evaluasi yang akan
dilakukan terkait dengan penerimaan sistem oleh pengguna akhir.
Berdasarkan hasil dari penelitian model HOT Fit model dapat dijadikan
kerangka acuan penelitian kuantitatif, meskipun demikian tetap perlu tambahan
pengukuran dari model-model penerapan SIM RS. Menurut Lee dan Lings
(2008), Model Delone dan McLean (2003) hanya mendeskripsikan hubungan
antara variabel input, proses, dan output, tetapi tidak menjelaskan bagaimana
fenomena tersebut terjadi satu sama lain. Model HOT fit menjelaskan secara
komprehensif berupa interpretasi komleksitas, hubungan timbal balik antara
orang, organisasi, proses, dan teknologi.

B. Saran
Perlunya penelitian yang lebih lanjut mengenai faktor-faktor lain yang
mempengaruhi SIMRS dalam meningkatkan kualitas sebuah sistem informasi. Untuk
penelitian selanjutnya diharapkan dapat meminimalisir kelemahan dalam penelitian ini
seperti misal penelitian ini hanya berdasar pada persepsi dari pengguna SIMRS. Serta
disarankan untuk mencoba menambahkan variabel-variabel yang lainnya atau bahkan
mengurangi beberapa variabel yang dianggap tidak memberikan pengaruh pada
penelitian ini.

DAFTAR PUSTAKA

Diantono P, Winarno WW. Evaluasi Penerapan SIMRS Mengg nakan Metode Hot-Fit

11
Di RSUD Dr . Soedirman Kebumen. 2018;2(1):46–56.

Hariningsih E. Kajian Teori Model Penelitian Untuk Menilai Kesuksesan.


2014;II(1):14–23.

Hannah, K. J., & Ball, M. J. (2006). Health informatics Series. Farming for Health:
Green-care farming across Europe and the United States of America (Vol. 13).
https://doi.org/10.1007/978-1-4612-1470-0

Mastrian, Kathleen. (2018). Nursing Informatics and the Foundation of Knowledge.


editing by McGoningle (4th ed). Burlington, MA : Johnes & Barlett Learning.

Mulyani, Sri. (2016). Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit : Analasis dan
Perencanaan. Bandung : Abdi Sistematika.

Ratulangi US a M, Studi P, Informatika T, Teknik F, Ratulangi US, Kampus J, et al.


Evaluasi Implementasi Sistem E-Learning Menggunakan Model Evaluasi HOT
FIT Studi Kasus UNIVERSITAS SAM RATULANGI. E-journal Tek Inform.
2014;4(2):1–6.

12