Anda di halaman 1dari 30

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN RI

No : HK.01/07/MENKES/278/2020
TENTANG
PEMBERIAN INSENTIF DAN SANTUNAN
KEMATIAN BAGI TENAGA KESEHATAN
YANG MENANGANI COVID-19

Badan PPSDM Kesehatan – Kemenkes RI


Jakarta, 1 Mei 2020
Ingat !!!

Menyenangkan banyak orang adalah baik …..tetapi lebih baik


lagi kalau para pengambil keputusan selamat
Keputusan Menteri Kesehatan RI
Nomor: HK.01/07/MENKES/278/2020

Pemberian Insentif dan Santunan Kematian Bagi


Tenaga Kesehatan yang Menangani COVID-19
ditetapkan pada tanggal 27 April 2020

Insentif dan santunan kematian bagi Pedoman dalam pemberian insentif


tenaga kesehatan yang menangani dan santunan kematian bagi tenaga
COVID-19 diberikan terhitung mulai kesehatan yang menangani COVID-19
Maret 2020 s/d Mei 2020, dan dapat tercantum dalam lampiran yang
diperpanjang sesuai dengan ketentuan merupakan bagian yang tidak
peraturan perundang-undangan terpisahkan dari Keputusan Menteri ini
KRITERIA
 Kriteria Fasilitas Pelayanan Kesehatan

2
dan Institusi Kesehatan
 Kriteria Tenaga Kesehatan Penerima
Insentif dan Santunan Kematian
Kriteria Fasyankes dan Institusi Kesehatan I

01 RUMAH SAKIT
1. RS yang Khusus Menangani COVID-19
02 KKP 03 BTKL / BBTKL-PP
• Balai Teknik Kesehatan
Kantor Kesehatan Pelabuhan
seperti RSPI Prof. dr. Sulianti Saroso, RSUP
(KKP) yang telah ditetapkan oleh Lingkungan (BTKL) dan Balai
Persahabatan, RS Wisma Atlet, dan RS Khusus
Infeksi COVID-19 Pulau Galang Pemerintah Pusat yang Besar Teknik Kesehatan
• Area Kerja : Ruang Isolasi COVID-19, melakukan evakuasi pasien Lingkungan dan Pengendalian
Ruang HCU/ICU/ICCU COVID-19, Ruang Penyakit (BBTKL-PP)
terduga COVID-19, melakukan
IGD, Ruang Rawat Inap, Instalasi Farmasi,
• BTKL/ BBTKL-PP yang melakukan
dan Ruang Lain yang digunakan untuk screening, serta melakukan
pemeriksan spesimen dan
pelayanan COVID-19. pengamatan dan penelusuran
pengamatan dan penelusuran
kasus COVID-19 di lapangan
2. RS milik Pemerintah Pusat termasuk RS kasus COVID-19 di lapangan
milik TNI/POLRI atau Pemerintah Daerah,
serta rumah sakit milik swasta yang
ditetapkan oleh Pemerintah Pusat atau Pemda
• Area Kerja : Ruang Isolasi COVID-19,
Ruang HCU/ICU/ICCU COVID-19 dan
Ruang IGD Triase
Kriteria Fasyankes dan Institusi Kesehatan II

04 DINAS KESEHATAN 05 PUSKESMAS 06 LAB KES


Laboratorium yang telah
Pusat Kesehatan Masyarakat
• Dinas Kesehatan Provinsi
yang menangani pasien ditetapkan oleh Kementerian
dan Dinas Kesehatan
serta melakukan Kesehatan yang melakukan
Kabupaten / Kota
pengamatan dan pemeriksaan spesimen
• Dinas Kesehatan yang
penelusuran kasus COVID- COVID-19
melakukan pengamatan
19 di lapangan
dan penelusuran kasus
COVID-19 di lapangan
Kriteria Tenaga Kesehatan 1

Jenis Profesi Tenaga Kesehatan di RS


Tenaga Kesehatan

• Tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan di Ruang Isolasi


Dokter spesialis, dokter, COVID-19 termasuk HCU/ ICU/ ICCU COVID-19, IGD dan ruang
dokter gigi, bidan, perawat, lain yang digunakan untuk pelayanan COVID-19.
dan tenaga medis lainnya • Jenis dan jumlah nakes yang bekerja di RSPI Prof. dr. Sulianti Saroso
yang terlibat langsung &RSUP Persahabatan ditetapkan melalui SK Pimpinan RS yang
dalam menangani pasien diterbitkan tiap bulan
COVID-19 pada Fasyankes • Jenis dan jumlah nakes yang bekerja di RS Wisma Atlet dan RS
atau Institusi Kesehatan Khusus Infeksi COVID-19 Pulau Galang ditetapkan oleh Kementerian
Kesehatan.
• Jenis dan jumlah nakes yang bekerja di RS Rujukan COVID-19
lainnya ditetapkan melalui SK Pimpinan RS.
• Sesuai dengan beban kerja dengan mempertimbangkan jumlah
kasus COVID-19 yang ditangani.
PEMBAYARAN
INSENTIF
Mekanisme Pembayaran Insentif dan

3
Santunan Kematian
Insentif Tenaga Kesehatan

BESARAN INSENTIF SETINGGI-TINGGINYA

a. Dokter spesialis Rp15.000.000,00/OB


b. Dokter Umum/Dokter Gigi Rp10.000.000,00/OB
c. Perawat dan Bidan Rp 7.500.000,00/OB
d. Tenaga Medis Lainnya Rp 5.000.000,00/OB

Insentif untuk tenaga kesehatan di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP),


Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) dan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan
dan Pengendalian Penyakit (BBTKL-PP),
Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota, Puskesmas dan Laboratorium yang
ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan setinggi-setingginya sebesar
Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah) setara dengan besaran insentif tenaga medis lainnya
Prosedur Pengusulan Insentif
Fasyankes dan Institusi Kesehatan Milik Pemerintah Pusat dan Daerah
Ditujukan ke e-mail:
bppsdmkcovid19@gmail.com atau
ppsdmkcovid19@yahoo.com dalam format *pdf

Daerah
No Lampiran Pusat
Provinsi Kab/Kota *
1 Surat tugas dr pimpinan disertai nominal yang diusulkan   
2 Hasil verifikasi tingkat fasyankes atau institusi kesehatan   
3 Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas (SPMT)   
4 Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) dari pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan   
atau institusi kesehatan/Kuasa Pengguna Anggaran (KPA)
5 SK Tim Verifikator yang ditetapkan oleh pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan atau institusi   
kesehatan
6 Nomor rekening fasilitas pelayanan kesehatan atau institusi kesehatan pada Bank Pemerintah 
dan alamat e-mail resmi fasilitas pelayanan kesehatan atau institusi kesehatan

* Usulan pembayaran insentif tenaga kesehatan yang bertugas pada Dinkes Kab/Kota diverifikasi oleh Dinkes Provinsi sebelum
disampaikan kepada Kepala Badan PPSDM Kesehatan Kementerian Kesehatan
Periode Pembayaran Insentif
Usulan pembayaran insentif diterima oleh Tim Verifikator Pusat sebelum tanggal 10 setiap bulannya.
Ketentuan ini tidak berlaku bagi pelaksanaan pembayaran insentif tenaga kesehatan sebelum pedoman ini
ditetapkan

Verifikasi Usulan Pembayaran Insentif


Petugas verifikasi usulan pembayaran insentif meliputi Tim Verifikator Pusat dan Tim Verifikator Daerah.
Tim Verifikator Pusat merupakan Tim Verifikasi Kementerian Kesehatan yang ditetapkan oleh Sekretaris
Jenderal Kemenkes RI, paling sedikit terdiri atas:

1. Sekretariat Jenderal; 4. Ditjen P2P;


2. Ditjen Yankes; 5. Badan PPSDM Kesehatan;
3. Ditjen Kesmas; 6. Badan Litbangkes.

Dalam melaksanakan tugasnya Tim Verifikator Pusat menggunakan instrumen verifikasi


sesuai dengan Format 1 yang terlampir pada Lampiran Keputusan Menteri Kesehatan ini
Santunan Kematian

• Besaran santunan kematian Dokumen yang dibutuhkan :


sebesar Rp300.000.000 (tiga 1. SK/ Surat Tugas yang menyatakan tenaga kesehatan yang wafat
ratus juta rupiah) diberikan merupakan tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan
COVID-19;
kepada tenaga kesehatan yang
2. Hasil laboratorium atau rapid test yang menyatakan bahwa
meninggal dalam memberikan yang bersangkutan positif COVID-19;
pelayanan kesehatan 3. Surat keterangan kematian dari pihak yang berwenang;
dikarenakan paparan COVID- 4. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) tenaga kesehatan dan
19 saat bertugas. ahli waris serta Kartu Keluarga (KK);
5. Surat keterangan ahli waris dari lurah/kepala desa;
• Mekanisme pembayaran
6. Fotokopi buku rekening bank ahli waris;
santunan kematian sama 7. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang dibuat
dengan mekanisme oleh pimpinan fasilitas pelayanan Kesehatan atau pimpinan
pembayaran insentif, dimulai institusi kesehatan dengan dibubuhi materai 6000;
dari proses usulan 8. Surat usulan dari pimpinan fasilitas pelayanan Kesehatan atau
pimpinan institusi kesehatan ke verifikator secara berjenjang.
pembayaran, verifikasi usulan,
Tim verifikator pusat menyampaikan hasil verifikasi kepada
dan pembayaran santunan. Kepala Badan PPSDM Kesehatan.
Kebutuhan Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit Rujukan Covid-19
Berdasarkan Jumlah Pasien.  Tabel 1.

 Pasien Ruang  Dokter  Tenaga Kesehatan


No  Dokter  Perawat/ Bidan
Isolasi/ HCU/ ICU Spesialis Lainnya

1 0 - 10 1-5 1-5 30 - 40

2 11 - 20 6 - 10 6 - 10 41 - 60
Analis Lab,
3 21 - 30 11 - 15 11 - 15 61 - 90 Radiografer, Farmasi,
Elektro Medis , Dll :
4 31 - 40 16 - 20 16 - 20 91 - 120
Sesuai kebutuhan
5 41 - 50 21 - 25 21 - 25 121 - 150

6 51 - 100 26 - 50 26 - 50 151 - 300

Jenis dan Jumlah tenaga di IGD/ triage


disesuaikan dengan kebutuhan
Kebutuhan Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit Khusus Covid-19
Berdasarkan Jumlah Pasien  Tabel 2,

 Pasien Ruang Isolasi/  Dokter  Tenaga Kesehatan


No  Dokter  Perawat/ Bidan
HCU/ ICU/ Rawat Inap Spesialis Lainnya
1 0 - 10 1-5 1-5 30 - 40

2 11 - 20 6 - 10 6 - 10 41 - 60
Analis Lab,
3 21 - 30 11 - 15 11 - 15 61 - 90 Radiografer, Farmasi,
Elektro Medis , Dll :
4 31 - 40 16 - 20 16 - 20 91 - 120
Sesuai kebutuhan
5 41 - 50 21 - 25 21 - 25 121 - 150

6 51 - 100 26 - 50 26 - 50 151 - 300

7 101 - 1000 51 - 150 51 - 150 301 - 2000

Jenis dan Jumlah tenaga di IGD dan ruangan lain,


disesuaikan dengan kebutuhan
Kebutuhan Tenaga Kesehatan di Dinas Kesehatan Provinsi dan
Kabupaten/Kota.  Tabel 3.

 Tenaga Surveilans dan Nakes Lainnya


Kategori Jumlah Kasus ODP dan PDP
Kab/ Kota Provinsi

Kategori 1 < 500 4–6 4–6

Kategori 2 500 - 1000 7 – 10 7 – 10

Kategori 3 > 1000 11 - 20 11 - 20


Kebutuhan Tenaga Kesehatan di Puskesmas
Tabel 4.

Jumlah
Kategori Jumlah Kasus ODP, PDP, Screening
Nakes

<100
Kategori 1 4-6

100 - 200
Kategori 2 7 – 10

>200
Kategori 3 10 - 20
Kebutuhan Tenaga Kesehatan di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP)
Tabel 5.

No Jumlah Kasus  Nakes

1 KKP Kelas I 21 – 30

2 KKP Kelas II 15 - 20

3 KKP Kelas III 10 – 15

Keterangan :
Jumlah tenaga kesehatan yang dibutuhkan di KKP merujuk kepada jumlah kasus yang meliputi :
1. Evakuasi pasien terduga Covid-19
2. Pengamatan langsung penumpang pesawat/kapal (screening)
3. Pengamatan dan penelusuran kasus di lapangan
Kebutuhan Tenaga Kesehatan di Laboratorium
Tabel 6
Dokter, Ahli Biomedis,
No Jumlah Pemeriksaan Spesimen
ATLM, Nakes Lainnya

1 < 50 1–5

2 50 - 100 6 – 10

3 101 - 150 11 – 20

4 151 - 200 21 – 40

Keterangan :
Jumlah tenaga kesehatan yang dibutuhkan di Laboratorium merujuk kepada jumlah spesimen yang
diperiksa
Kebutuhan Tenaga Kesehatan di BTKL/ BBTKL-PP
Tabel 7
.
ATLM, Tenaga Surveilance,
No Jumlah Kasus
dan Nakes Lainnya

1 <25 1–5

2 25 – 50 6 – 10

3 > 50 11 – 15

Keterangan :
Jumlah tenaga kesehatan yang dibutuhkan di BTKL / BBTKL-PP merujuk kepada jumlah kasus
yang meliputi :
1. Pemeriksaan spesimen
2. Pengamatan dan penelusuran kasus di lapangan
2
Mekanisme Usulan dan Verifikasi Pembayaran Verifikator Pusat
1 3 untuk Satker/UPT
Satker /UPT Pusat
Pusat 2
Verifikator Pusat
1
2 3 untuk Satker
Satker Kab/Kota Dinkes Daerah
RSUD, Swasta Kab/Kota
4 3
Dinkes 1 2 Badan
Kab/Kota sbg Dinkes
PPSDMK PPK Transfer
Satker Propinsi
5 ke Staker
1 4
Satker Dinkes 5
Propinsi, RS
SWASTA Rekomendasi
Satker
pembayaran ke
1 Kemenkeu
Transfer Ke
RSDC 19 WA 4 masing2 Nakes
RSDC P Galang
6
dll
PPK Transfer Kemenkeu
Transfer ke 7
Nakes
Daerah 
Alur /mekanisme dimulai dari nomor 1 , 2 …dst sesuai warna nya Satker
Mekanisme Pembayaran Santunan Kematian

1 2
Verifikator Pusat
Satker /UPT
untuk Satker/UPT
Pusat, TNI Polri
Pusat

3
4
1 2 Badan PPK Transfer
Satker di Dinkes
PPSDMK Ke Ahli Waris
Kab.Kota Propinsi
5
2
1 4
3
Satker di Dinkes Verifikator Pusat
Propinsi Propinsi untuk Satker Daerah
SATKER
SATKER dibawah Ka. BADAN PPSDMK
Dinkes Kab.Kota Surat Usulan dr pimpinan Satker
Surat Usulan dr pimpinan Satker disertai Jumlah SDM sesuai
disertai Jumlah SDM sesuai Jenisnya, dan Jumlah Kasus serta
Jenisnya, dan Jumlah Kasus serta nominal yang diusulkan
nominal yang diusulkan Diverifikasi dan Hasil Verifikasi Tk Satker
Surat Pernyataan Melaksanakan divalidasi
Surat Pernyataan Melaksanakan
Tugas (SPMT) Verifikator TK Tugas (SPMT)
Surat Pernyataan Tanggung Satker
Surat Pernyataan Tanggung Jawab
Jawab Mutlak (SPTJM) dari
Mutlak (SPTJM) dari pimpinan
pimpinan fasilitas pelayanan
fasilitas pelayanan kesehatan atau
kesehatan atau institusi
institusi kesehatan/Kuasa Pengguna
kesehatan/Kuasa Pengguna
Anggaran (KPA)
Anggaran (KPA)
SK Tim Verifikator yang ditetapkan SK Tim Verifikator yang ditetapkan
oleh pimpinan fasilitas pelayanan oleh pimpinan fasilitas pelayanan
kesehatan atau institusi kesehatan kesehatan atau institusi kesehatan
Nomor rekening fasilitas pelayanan Verifikator
kesehatan atau institusi kesehatan Dinkes Kab/Kota Nomor rekening fasilitas pelayanan
pada Bank Pemerintah dan alamat kesehatan atau institusi kesehatan
e-mail resmi fasilitas pelayanan pada Bank Pemerintah dan alamat e-
kesehatan atau institusi kesehatan mail resmi fasilitas pelayanan
kesehatan atau institusi kesehatan
SATKER
Dinkes Kab.Kota Ka. BADAN PPSDMK
sebagai Satker Surat Usulan dr pimpinan Satker
Surat Usulan dr pimpinan Satker disertai Jumlah SDM sesuai
disertai Jumlah SDM sesuai Jenisnya, dan Jumlah Kasus serta
Jenisnya, dan Jumlah Kasus serta nominal yang diusulkan
nominal yang diusulkan Diverifikasi dan Hasil Verifikasi Tk Dinkes Kab/Kota
Surat Pernyataan Melaksanakan divalidasi Verifikator dan Propinsi
Tugas (SPMT) TK Dinkes Kab.Kota Surat Pernyataan Melaksanakan
Surat Pernyataan Tanggung Tugas (SPMT)
Jawab Mutlak (SPTJM) dari Surat Pernyataan Tanggung Jawab
pimpinan fasilitas pelayanan Mutlak (SPTJM) dari pimpinan
kesehatan atau institusi fasilitas pelayanan kesehatan atau
kesehatan/Kuasa Pengguna institusi kesehatan/Kuasa Pengguna
Anggaran (KPA) Anggaran (KPA)
SK Tim Verifikator yang ditetapkan
oleh pimpinan fasilitas pelayanan SK Tim Verifikator yang ditetapkan
kesehatan atau institusi kesehatan oleh pimpinan fasilitas pelayanan
Nomor rekening fasilitas pelayanan Verifikator kesehatan atau institusi kesehatan
kesehatan atau institusi kesehatan Dinkes Provinsi
Nomor rekening fasilitas pelayanan
pada Bank Pemerintah dan alamat
kesehatan atau institusi kesehatan
e-mail resmi fasilitas pelayanan
pada Bank Pemerintah dan alamat e-
kesehatan atau institusi kesehatan
mail resmi fasilitas pelayanan
kesehatan atau institusi kesehatan
SATKER
SATKER Dinkes Ka. BADAN PPSDMK
Provinsi, RSUD Surat Usulan dr pimpinan Satker
Surat Usulan dr pimpinan Satker disertai Jumlah SDM sesuai
disertai Jumlah SDM sesuai Jenisnya, dan Jumlah Kasus serta
Jenisnya, dan Jumlah Kasus serta nominal yang diusulkan
nominal yang diusulkan Hasil Verifikasi Tk Satker Propinsi
Surat Pernyataan Melaksanakan
Surat Pernyataan Melaksanakan
Tugas (SPMT)
Tugas (SPMT)
Surat Pernyataan Tanggung
Surat Pernyataan Tanggung Jawab
Jawab Mutlak (SPTJM) dari
Verifikator TK Mutlak (SPTJM) dari pimpinan
pimpinan fasilitas pelayanan
kesehatan atau institusi Satker Provinsi fasilitas pelayanan kesehatan atau
kesehatan/Kuasa Pengguna untuk institusi kesehatan/Kuasa Pengguna
diverifikasi dan Anggaran (KPA)
Anggaran (KPA)
SK Tim Verifikator yang ditetapkan divalidasi SK Tim Verifikator yang ditetapkan
oleh pimpinan fasilitas pelayanan oleh pimpinan fasilitas pelayanan
kesehatan atau institusi kesehatan kesehatan atau institusi kesehatan
Nomor rekening fasilitas pelayanan
kesehatan atau institusi kesehatan Nomor rekening fasilitas pelayanan
pada Bank Pemerintah dan alamat kesehatan atau institusi kesehatan
e-mail resmi fasilitas pelayanan pada Bank Pemerintah dan alamat e-
kesehatan atau institusi kesehatan mail resmi fasilitas pelayanan
kesehatan atau institusi kesehatan
RRDC 19 WA
Relawan Non SK Kabadan PPSDMK
Ka. BADAN PPSDMK
Surat Usulan dr Pimpinan RSDC 19
Surat Usulan dr pimpinan Satker
WA disertai Jumlah SDM sesuai
disertai Jumlah SDM sesuai
Jenisnya, dan Jumlah Kasus serta
Jenisnya, dan Jumlah Kasus serta
nominal yang diusulkan
nominal yang diusulkan
Surat Pernyataan Melaksanakan
Hasil Verifikasi Tk RSDC 19 WA
Tugas (SPMT)
Surat Pernyataan Melaksanakan
Surat Pernyataan Tanggung
Tugas (SPMT)
Jawab Mutlak (SPTJM) dari
Verifikator TK Surat Pernyataan Tanggung Jawab
pimpinan RSDC 19 WA
RSDC 19 WA Mutlak (SPTJM) dari pimpinan
SK Tim Verifikator yang ditetapkan fasilitas RSDC 19 WA
oleh pimpinan RSDC 19 WA
SK Tim Verifikator yang ditetapkan
Nomor rekening masing masing oleh pimpinan RSDC 19 WA
nakes
Nomor rekening masing2 nakes
•Perhitungan Kebutuhan Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit

 Pasien yang dirawat dlm


satu Bulan bulan = Jml Nakes yang dibutuhkan
X  Maksimal Kebutuhan
 Maksimal Pasien Yang Nakes
dirawat sesua standart
Contoh :

Jumlah pasien yang dirawat di Rumah Sakit A sebanyak 27 orang selama bulan Maret 2020
maka perhitungan tenaga kesehatan yang dibutuhkan sebagai berikut :
(Merujuk Tabel 1)

•Kebutuhan Dokter Spesialis


27 Orang Pasien
----------------------- x 15 Dokter Spesialis = 13,5 atau Maksimal 14 Dokter Spesialis
30 Orang Pasien
•Kebutuhan Dokter umum
27 Orang Pasien
----------------------- x 15 Dokter Umum = 13,5 atau Maksimal 14 Dokter Umum
30 Orang Pasien
•Kebutuhan Tenaga Perawat
27 Orang Pasien
----------------------- x 90 Perawat = 81 perawat
•rang Pasien
Perhitungan Kebutuhan Nakes
Pada Dinas Kesehatan Propinsi/ Kabupaten/ Kota

 Pasien ODP dan PDP dalam


satu bulan
---------------------------------------------- x  Maksimal Kebutuhan Nakes =  Nakes Yang
 Batas Tertinggi pasien ODP dan PDP

Contoh :

Jumlah Kasus ODP dan PDP yang terdapat di Kabupaten A sebanyak 715 selama
bulan MAret 2020 orang maka kebutuhan nakes nya sebagai berikut
(Merujuk Tabel 3)

715 orang ODP dan PDP


---------------------------------- x 10 orang nakes = 7,15 orang atau 8 orang nakes
1000 orang ODP dan PDP
Perhitungan Kebutuhan Nakes
Di Pusat Kesehatan Masyarakat

 Kasus ODP, PDP, Screening


dlm satu bulan
----------------------------------------- X  Maksimal Kebutuhan Nakes =  Nakes Yang dibutuhkan
 Batas Tertinggi Kasus
ODP, PDP, Screening

Contoh :

Pada Pusat Kesehatan Masyarakat C di Kabupaten B jumlah Kasus ODP, PDP, Screening
sebanyak 194 Orang selama Bulan Maret 2020, maka jumlah tenaga kesehatan yang dibutuhkan adlah
sebagai berikut : (Merujuk Pada Tabel 4)

194 kasuas PDO, ODP dan


Screeing
----------------------------------------- X 10 orang nakes = 9,7 nakes atau 10 orang nakes
200 orang ODP dan PDP
CARA PERHITUNGAN PEMBAYARAN INSENTIF BAGI TENAGA KESEHATAN

Contoh :
Dokter C bertugas selama 20 hari , dan Perawat A bertugas selama 12 hari telah memberikan pelayanan
penanganan pasien Covi-19 di RS A, maka kepada yang bersangkutan akan diberikan insentif sebesar :

Lama Penugasan
--------------------------- X Jmlh Maksimal Insentif Perbulan = Jumlah Insentif yang diterima
22 hr

Besaran Insentif Dokter C


20 hr penugasan
-------------------------- X Rp.10. 00.000,00 = Rp.9.090.000,00
22 hr
Maka kepada Dokter diberikan insentif sebesar Rp.9.090.000,00

Besaran Insentif Perawat A


12 hr penugasan
------------------------ x Rp.7.500.000,00 = Rp.4.090.000,00
22 hr
Maka selanjutnya kepada Perawat A tersebut diberikan insentif sebesar Rp.4.090.000,00