Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH SISTEM KOMUNIKASI SATELIT

JUDUL PROGRAM
GPS NETWORK SATELLITE

Disusun Oleh :
1. Bella Roikhatul Jannah 1431130035
2. Edwin Setiyawan 14311300xx
3. Erick Viandhika 14311300xx
4. Fuad Isma’il 1431130085
5. Lazuardi Surya K. 14311300xx
6. Lukman Jepri Anasa 14311300xx

POLITEKNIK NEGERI MALANG


MALANG
2016
BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Teknologi sudah berkembang dengan pesat, di era tahun 2016
ini masyarakat tidak bisa bisa lepas dari tekologi. Tekenbologi sudah
menjadi bagian dari kehidupan yang ada pada diri masyarakat saat
ini apalagi pada anak-anak muda jaman sekarang, sudah tidak bisa
lepas dari yang namanya teknologo. Salah satu perkembangan dari
teknologi adalah GPS atau singkatan dari Global Position System
adalah sebuah sistem satelit dimana kita bisa mengetahui posisi
kita dimana saja dengan bantuan satelit selama menjangkau sinyal
satelit tersebut. Saat ini sistem dari GPS dapat diakses dengan
gratis selama memiliki alatnya. Salah satu contoh nya adalah GPS
tracker yang berfungsi untuk mengetahui lokasi.
GPS bisa dibilang merupakan e-map, yaitu peta digital yang mudah diakses.
Hanya dengan mengetikkan tujuan kita, secara otomatis GPS akan mencari rute
terdekat untuk sampai ke tujuan. Jauh lebih efisien dibanding bertanya secara manual
kepada penduduk atau orang sekitar. Hebatnya lagi jika kita begerak ke arah yang
salah, maka GPS akan secara cepat mengarahkan ulang rute ke tujuan kita sehinga
sangat berguna dan memudahkan. Selain itu, GPS juga dapat memberikan informasi
tentang kendala yang ada di rute kita seperti: kecelakaan, masalah lalu lintas, dll
sehingga kita dapat menempuh rute alternatif lainnya.
Saat ini aplikasi untuk menggunakan layanan dari GPS sudah banyak beredar
secara gratis didalam jaringan internet dan bagi pengguna smartphnone, merka dapat
menjadikan smartphone mereka sebgai penunjuk jalan denga aplikasi GPS ini

2. Tujuan
1) Apa itu GPS?
2) Bagaimana Cara Kerja GPS?
3) Apasaja Fungsi dari GPS?
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Global Positioning System (GPS)

Global Positioning System (GPS) adalah suatu sistem navigasi yang


memanfaatkan satelit. Penerima GPS memperoleh sinyal dari
beberapa satelit yang mengorbit bumi. Satelit yang mengitari bumi
pada orbit pendek ini terdiri dari 24 susunan satelit, dengan 21 satelit
aktif dan 3 buah satelit sebagai cadangan. Dengan susunan orbit
tertentu, maka satelit GPS bisa diterima di seluruh permukaan bumi
dengan penampakan antara 4 sampai 8 buah satelit. GPS dapat
memberikan informasi posisi dan waktu dengan ketelitian sangat
tinggi.

Nama lengkap GPS adalah NAVSTAR GPS (Navigational satellite


Timing and Ranging Global Positioning System), namun lebih sering
dikenal sebagai GPS. GPS mulai diaktifkan untuk umum pada 17 Juli
1995.

Sedangkan, Assisted-Global Positioning System (A-GPS) merupakan


penyempurnaan dari GPS sebagai satelit penentu posisi di belahan
bumi.Satelit GPS yang dimiliki bumi mempunyai konstelasi 24 satelit
dalam enam orbit yang mendekati lingkaran, setiap orbit ditempati
oleh 4 buah satelit dengan interval antara yang tidak sama. Orbit
satelit GPS berinklinasi 550° terhadap bidang equator dengan
ketinggian rata-rata dari permukaan bumi sekitar 20.200 km.

Metode Advanced Positioning yang terdapat pada A-GPS merupakan


metode penentuan posisi yang paling tinggi akurasinya dibandingkan
metode deteksi posisi lainnya seperti misalnya Time Difference Of
Arrival (TDOA), maupun Enhanced Observed Time Difference (E-OTD)
sehingga A-GPS jauh lebih efisien dan efektif dalam mengakses
informasi dari satelit karena tidak perlu mencari data satu persatu dari
ke-24 satelit yang ada, namun A-GPS telah mengetahui sasaran
(satelit) mana yang dibutuhkan atau dituju.

2.2 Sejarah GPS

Amerika Serikat merupakan negara pencetus dan pemrakarsa GPS.


Pada dasarnya, bentuk sistem teknologi GPS sama dengan sistem
navigasi radio pangkalan pusat, seperti LORAN dan Decca Navigator
yang dikembangkan pada tahun 1940-an dan digunakan selama
Perang Dunia II. Inspirasi pembuatan sistem GPS sebenarnya datang
dari Uni Soviet yang pada saat itu, tahun 1957, meluncurkan satelit
pertama mereka, Sputnik.

Sebuah tim ilmuwan AS yang dipimpin oleh Dr. Richard B. Kershner


saat itu memonitor transmisi radio Sputnik. Mereka menemukan
bahwa Efek Doppler berpengaruh pada transmisi radio, di mana sinyal
frekuensi yang ditransmisi Sputnik sangat tinggi saat baru diluncurkan
dan semakin rendah seiring dengan satelit menjauhi bumi. Mereka
menyadari bahwa dengan mengetahui letak bujur lokasi mereka
dengan tepat di peta dunia, mereka mampu melacak posisi satelit
tersebut mengorbit berdasarkan tolak ukur penyimpangan Efek
Doppler.

Transit, satelit sistem navigasi pertama yang digunakan oleh Angkatan


Laut AS sukses diujicobakan pertama kali pada tahun 1960. Sistem
yang menggunakan kumpulan dari lima satelit ini mampu menentukan
posisi sekali tiap jamnya. Pada tahun 1967, AL AS mengembangkan
satelit Timation yang membuktikan kemampuannya dengan
menetapkan waktu yang akurat di angkasa, merupakan teknologi
acuan sistem GPS. Tahun 1970-an, Sistem Navigasi Omega pangkalan
pusat, berdasarkan pembandingan fase sinyal, menjadi sistem
navigasi radio pertama yang meliputi seluruh dunia.
Satelit percobaan pertama Block-I GPS diluncurkan pada Februari
1978. Satelit-satelit GPS pertama kali dibuat oleh Rockwell
International (sekarang merupakan bagian dari Boeing) dan sekarang
dibuat oleh Lockheed Martin (IIR/IIR-M) dan Boeing (IIF).

Timeline:

 Pada tahun 1972, Holloman AFB AS melakukan perbandingan


pengujian dua prototipe penerima GPS di atas White Sand Missile
Range, menggunakan satelit tiruan pangkalan pusat.

 Tahun 1978, satelit percobaan pertama Block-I GPS diluncurkan.

 Tahun 1983, setelah pesawat interseptor Rusia menembak pesawat


terbang sipil KAL 007 di wilayah udara terlarang Rusia, yang
membunuh 269 orang dalam peristiwa tersebut, presiden AS
Ronald Reagan mengumumkan bahwa sistem GPS akan dapat
digunakan oleh rakyat sipil begitu sistem itu selesai dibuat.

 Tahun 1985, sepuluh satelit percobaan Block-I GPS tambahan


diluncurkan untuk memvalidasi konsep tersebut.

 Pada 14 Februari 1989, satelit modern Block-II pertama


diluncurkan.

 Tahun 1992, Space Wing kedua, yang pada dasarnya mengontrol


sistem, di-nonaktifkan dan diganti dengan Space Wing ke-50.

 Pada Desember 1993 sistem GPS mampu beroperasi untuk


pertama kalinya.

 Pada 17 Januari 1994, konstelasi komplit 24 satelit telah mengorbit.

 Kemampuan untuk beroperasi penuh dideklarasikan oleh NAVSTAR


pada April 1995.
 Tahun 1996, menyadari pentingnya GPS bagi rakyat sipil, presiden
AS Bill Clinton mengeluarkan kebijakan langsung yang menyatakan
GPS sebagai dual-use system dan mendirikan Interagency GPS
Executive Board untuk mengatur penggunaannya sebagai aset
negara.

 Tahun 1998, Wakil Presiden AS Al Gore mengumumkan rencana


untuk mengupgrade GPS dengan dua sinyal sipil untuk
mempertinggi keakuratan dan keandalan pengguna, terutama
dengan respek terhadap faktor keselamatan penerbangan.

 Pada 2 mei 2000, “Selective Availability” tidak dilanjutkan sebagai


hasil dari Peraturan Pemerintah tahun 1996, memungkinkan
pengguna untuk menerima sinyal tidak bertingkat secara global.

 Tahun 2004, pemerintah AS menandatangani sebuah perjanjian


bersejarah dengan Komunitas Eropa membangun kerjasama dalam
bidang GPS dan rencana sistem Galileo Eropa.

 Tahun 2004, presiden AS George W. Bush memperbaharui


kebijakan nasional, menggantikan lembaga eksekutif dengan
National Space-Based Positioning, Navigation, and Timing
Executive Committee.

 November 2004, QUALCOMM mengumumkan keberhasilan menguji


aplikasi bantuan sistem GPS pada telepon genggam.

 2005, satlelit GPS pertama yang dimodernisasi diluncurkan dan


mulai mentransmisikan sinyal sipil kedua (L2C) untuk
meningkatkan manfaatnya bagi pengguna.

 Peluncuran terbaru pada 17 Oktober 2007. Satelit GPS tertua yang


masih beroperasi diluncurkan pada 4 Juli 1991 dan mulai
dioperasikan pada 30 Agustus 1991.
 14 September 2007, peraturan tentang Sistem Pengendalian
Segmen Pusat yang telah usang digantikan dengan Rencana
Evolusi Arsitektur yang baru.

2.3 Cara Kerja GPS

Perangkat GPS menerima sinyal dari satelit dan kemudian


melakukan perhitungan sehingga pada tampilan umumnya kita dapat
mengetahui posisi (dalam lintang dan bujur), kecepatan, dan waktu.
Disamping itu juga informasi tambahan seperti jarak, dan waktu
tempuh. Posisi yang ditampilkan merupakan sistem referensi geodetik
WGS-84 dan waktu merupakan referensi USNO (U.S. Naval
Observatory Time).
Ilmuwan mengembangkan suatu konfigurasi untuk sistem GPS yang
dapat menjangkau secara global dengan menggunakan sedikitnya 21
satelit pada medium earth orbit (MEO).

 21 satelit yang aktif dan 3 satelit cadangan.

 Enam bidang orbit. Ketinggian: 20,200 km. Period: 11 jam 58


menit. Kemiringan: 530

 Empat satelit per pesawat.

 Lima stasiun pengawasan

Pada awalnya, peneliti berpendapat bahwa sebuah konfigurasi garis


edar bumi geostationary (GEO) berada pada 36,000 km. Namun hal ini
dibantah karena pendapat tersebut berarti satelit-satelit akan
memerlukan pemancar yang lebih kuat dan sarana peluncuran yang
lebih tangguh. Selain itu, GEO akan memberikan jangkauan daerah
kutub yang lemah. Bahkan konfigurasi test pendahuluan menunjukan
bahwa pesawat – pesawat peluncur berada pada kemiringan 630. 24
satelit-satelit GPS yang baru berada pada konfigurasi Block II, dan
telah diluncurkan antara tahun 1989 dan 1994.

Konfigurasi ini menunjukan bahwa enam pesawat berada pada


kemiringan 550. Berada pada posisi garis bujur yang sama yaitu pada
600 garis bujur, kemiringan ini memberikan jangkauan global terbaik,
termasuk daerah kutub. Satelit-satelit bahkan dibagi menjadi empat
generasi: II, IIA, IIR dan IIF. Perbedaan-perbedaan yang utama ada
pada ketelitian dan jumlah maksimum hari tanpa kontak dari stasiun
pemantauan dan kendali.
Stasiun pengawasan mengirimkan data yang baru dan telah diperbaiki
kepada masing-masing satelit setiap empat jam. Data ini mencakup
koreksi terhadap waktu dan posisi yang tepat dari satelit tersebut dan
satelit-satelit GPS lainnya yang berada di dalam orbit. Data terbaru
mengenai posisi satelit dapat ditentukan dengan melakukan
pengukuran GPS terhadap ground antenna di lokasi yang telah
diketahui. Stasiun pengawasan ditempatkan di dekat garis katulistiwa
untuk mengurangi efek ionospheric.

2.4 Fungsi GPS


1. Menghitung jarak dan arah dari lokasi tempat kita berada.
2. Satu unit GPS dapat menyimpan dalam memory lokasi di mana kita
berada saat ini.
3. Setiap lokasi dapat diberi nama atau nomor dan tanggal dan waktu.
4. Mengingat lokasi yang pernah kita simpan.
5. Mengarahkan kita dari satu lokasi ke lokasi lain dengan simbol
berupa grafik.
6. Menyimpan rute perjalanan kita dan mengantar kita kembali
dengan rute yang sama.
7. Berfungsi sebagai kompas yang dapat menuntun kita ke arah yang
tepat.
8. Dapat digunakan sebagai penunjuk arah di kapal, mobil dengan
menggunakan daya sebesar 12 volt.
9. Beberapa GPS dapat menunjukkan peta jalan-jalan utama, sungai-
sungai.
10. Beberapa GPS juga dapat menampilkan kekuatan baterai,
posisi satelit, kekuatan sinyal.

2.5 Aplikasi GPS


Aplikasi GPS sangat beragam dan tidak terbatas pada hal-hal yang
berhubungan dengan penentuan posisi saja. DI udara, GPS digunakan
sebagai salah satu alternatif peralatan navigasi pesawat terbang.
Dibandingakan dengan peralatan navigasi lain, penerima GPS paling
mudah digunakan karena langsung memberikan posisi pesawat
sehingga sangat cepat menjadi popular. Dengan menggunakaan
beberapa penerima GPS, orientasi kemiringan pesawat tanoa awak
dan rudal-rudal jarak jauh.
Di laut, kapal-kapal juga senang menggunakan GPS karena alas an
kemudahan penggunaannya. IMO (International Maritime
Organization) bahakan menganjurkan pemakaian AIS (Automatic
Identification System), yaitu alat penerima GPS yang secara periodik
mengirimkan posisi kapal. GPS juga digunakan untuk mempelajari
kebiasaan migrasi satwa laut.
Penerima GPS yang tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran
membuat penggunaannya di darat juga beragam. Mulai dari penerima
GPS handled untuk perjalanan lintas alam seharga sekitar Rp 1 juta
sampai penerima GPS untuk memantau perjalanan truk-truk kontainer
dan kereta api. GPS juga digunakan membuat petaa dan membantu
bermain golf. Jam satelit GPS yang sangat presisi juga banyak
dimanfaatkan, di antaranya sinkronisasi antar BTS/menara pada
jaringan telepo selular.
Beberapa tahun belakangan GPS bahkan dimanfaatkan juga di
angkasa luar untuk mendapatkan posisi satelit lainnya. Akan tetapi,
aplikasi yang paling kreatif menurut penulis adalah menggunakan GPS
sebagai GPS. Sinyal GPS yang memantul dari suatu obyek digunakan
untuk menghitung posisi obyek tersebut. GPS GPS lebih murah dari
GPS biasa karena tidak perlu tenaga listrik besar untuk transmisi sinyal
GPS dan untuk keperluan militer punya keuntungan tidak bisa
diketahui posisinya dari transmisi sinyal GPS-karena GPS tidak
mentramisikan sinyal sendiri.

2.6 Kegunaan GPS

1. Militer

GPS digunakan untuk keperluan perang, seperti menuntun arah


bom, atau mengetahui posisi pasukan berada. Dengan cara ini maka
kita bisa mengetahui mana teman, mana lawan untuk menghindari
salah target ataupun menentukan pergerakan pasukan.

2. Navigasi
GPS banyak juga digunakan sebagai alat navigasi seperti kompas.
Beberapa jenis kendaraan telah dilengkapi dengan GPS untuk alat
bantu navigasi. Dengan menambahkan peta, maka bisa digunakan
untuk memandu pengendara sehingga pengendara bisa mengetahui
jalur mana yang sebaiknya dipilih untuk mencapai tujuan yang
diinginkan.

3. Sistem Informasi Geografis Untuk keperluan Sistem Informasi


Geografis, GPS sering juga diikutsertakan dalam pembuatan peta,
seperti mengukur jarak perbatasan, ataupun sebagai referensi
pengukuran.

4. Pelacak kendaraan

Kegunaan lain GPS adalah sebagai pelacak kendaraan. Dengan


bantuan GPS, pemilik kendaraan/pengelola armada bisa mengetahui
ada di mana saja kendaraannya/aset bergeraknya berada saat ini.

5. Pemantau Gempa
Bahkan saat ini, GPS dengan ketelitian tinggi bisa digunakan untuk
memantau pergerakan tanah, yang ordenya hanya milimeter dalam
setahun. Pemantauan pergerakan tanah berguna untuk
memperkirakan terjadinya gempa, baik pergerakan vulkanik
ataupun tektonik.

6. Navigasi Pesawat Terbang

Kebanyakan sistem penerbangan menggunakan alat GPS biasa


dalam penerbangan, kecuali ketika mendarat dan lepas landas,
sama seperti alat elektronik lain. Larangan penggunaan GPS
disebabkan adanya isu keselamatan, yaitu tidak ingin penumpang
memetakan posisinya. Sebaliknya, sebagian penerbangan juga
memasukkan GPS ke dalam sistem hiburan penerbangan. Dengan
pengamatan GPS, maka informasi posisi 3D, kecepatan dan
percepatan pesawat terbang dapat ditentukan secara teliti. Di
samping itu GPS juga dapat digunakan sebagai sistem navigasi
pesawat terbang pada saat survey dengan metode real time DGPS
(Differential Global Positioning System).

7. Penangkapan Ikan di Perairan Luas

Trimble memperkenalkan penerima GPS pertama di dunia untuk


navigasi laut pada tahun 1985. Dan seperti yang mungkin kita duga,
menavigasikan perairan dunia menjadi lebih tepat daripada
sebelumnya. Saat ini alat penerima Trimble dapat ditemukan di
perahu-pearhu di seluruh dunia, mulai dari perahu nelayan, kapal
kargo pengantar barang, sampai kapal-kapal pesiar mewah. Sebuah
perusahaan penangkapan ikan asal Selandia Baru menggunakan
GPS supaya mereka dapat kembali ke wilayah terbaik untuk
menangkap ikan tanpa perlu tersesat sebelumnya.
2.7 Konsep GPS

Hubungan mendasar antara satelit dan receiver digambarkan dalam


lima langkah-langkah di bawah ini :

1. Receiver menerima sinyal dari satelit GPS.

2. Hal tersebut menentukan perbedaan antara waktu yang ada


dengan waktu yang disampaikan melalui frekuensi yang ada.

3. Sinyal yang dikirimkan juga menghitung jarak satelit dari receiver,


dengan memperhitungkan bahwa sinyal tersebut dikirim dengan
kecepatan cahaya.

4. Receiver menerima sinyal dari dua satelit yang lain, dan kembali
menghitung jarak dari mereka.

5. Dengan mengetahui jarak nya dari tiga lokasi yang berbeda,


receiver mentrianggulir (triangulation) posisi nya.

GPS memiliki dua tingkat ketelitian:

1) Sistem posisi standar (standard positioning system / SPS)

SPS merupakan yang disediakan untuk umum (sipil). Tingkat akurasi


yang dihasilkan adalah 100 m untuk posisi horisontal dan 150 meter
untuk posisi vertikal.

2) Sistem posisi presisi (precision positioning system / PPS)

PPS digunakan oleh Departemen Pertahanan AS dan tidak


disediakan untuk umum.
Penerima GPS menghitung posisinya dengan mengukur jarak antara
posisinya dan tiga atau lebih satelit GPS lainnya. Masing-masing satelit
memiliki jam atom dan secara berkesinambungan mengirimkan pesan-
pesan yang memuat waktu dan lokasi yang tepat. Penerima
menggunakan jamnya untuk menetapkan dengan seksama waktu
penerimaan setiap pesan. Hal itu membuat jarak dengan setiap satelit
sejak pergerakan sinyal bergerak dengan kecepatan mendekati
kecepatan cahaya. Dengan mengetahui jaraknya dengan sedikitnya
tiga satelit dan posisi satelit tersebut, penerima menghitung posisinya
menggunakan trilaterasi. Kenyataannya, penerima-penerima tersebut
biasanya tidak memiliki ketepatan waktu yang akurat, tetapi melacak
empat satelit atau lebih sehingga memungkinkan mereka untuk
menetapkan baik lokasi maupun waktu yang akurat.

Untuk mengetahui posisi dari GPS, diperlukan minimal 3 satelit.


Pengukuran posisi GPS didasarkan oleh sistem pengukuran
matematika yang disebut dengan Triliterasi. Yaitu pengukuran suatu
titik dengan bantuan 3 titik acu. Misalnya anda berada di suatu kota A
(disini kota kita anggap sebagai titik), tetapi anda tidak mengetahui
dimana anda berada. Untuk mengetahui keberadaan anda, anda
bertanya kepada seseorang, dan orang tersebut menjawab bahwa
anda 2 km dari kota B.

Jawaban ini tidak memuaskan anda karena anda tidak tahu apakah
anda di sebelah selatan, utara, barat, atau timur kota B. Kemudian
anda bertanya kepada orang ke-2 dan mendapat jawaban bahwa anda
berada 5 km dari kota C. Dengan jawaban ini anda sudah dapat
membayangkan dimana posisi anda, hanya ada kemungkinan 2 titik
berbeda yang berpotongan antara lingkaran dengan radius kota A
dengan kota B dan lingkaran dengan radius kota A dengan kota C.
Untuk lebih memperjelas lagi anda mumerlukan orang ke-3, misalnya
anda berada di 1 km dari kota D.
Dengan demikian anda mendapatkan perpotongan antara lingkaran
dengan radius jarak kota A ke kota B, lingkaran antara kota A dan kota
C, dan lingkaran antara kota A dan kota D. Dalam GPS kota A adalah
alat penerima GPS, kota B, C, dan D adalah Satelit. Beberapa fungsi
dari GPS adalah : 1. Untuk melakukan navigasi terhadap kapal laut dan
pesawat terbang. 2. Untuk menentukan jarak-jarak tertentu 3. Untuk
melakukan suatu penemuan di bidang geografi 4. dll.

2.8 Era GPS

3.6.1 GPS merupakan Era Telekomunikasi

Sejak dahulu kala, manusia telah mencoba untuk mencari


tahu cara diandalkan untuk tahu di mana mereka berada, dan
membimbing mereka ke mana mereka ingin pergi dan kembali
lagi. Pelaut mengikuti garis pantai untuk menjaga mereka dari
tersesat. Mereka menemukan, ketika mereka berlayar keluar ke
laut terbuka, bahwa mereka bisa menggunakan posisi bintang-
bintang untuk memetakan program mereka.

Perkembangan utama dalam navigasi awal adalah kompas


dan sextant. Jarum kompas selalu menunjuk ke arah utara. Jadi,
bahkan jika mereka tidak tahu di mana mereka berada,
setidaknya mereka tahu ke arah mana mereka bepergian. Sekstan
mengukur sudut yang tepat dari bintang, bulan dan matahari di
atas cakrawala dengan menggunakan cermin disesuaikan.
Sekstan awal hanya bisa mengukur garis lintang dan pelaut masih
belum mampu bekerja keluar bujur mereka.

Karena ini bertekad untuk menjadi masalah yang cukup


serius, pada abad ketujuh belas, Inggris membentuk sekelompok
ilmuwan terkenal yang disebut Board of Longitude. Mereka
menawarkan hadiah uang tunai yang cukup besar untuk setiap
orang yang bisa menemukan cara untuk bekerja di luar garis
bujur kapal dalam waktu tiga puluh mil laut. Pada tahun 1761,
seorang pria bernama John Harrison mengembangkan arloji
disebut kronometer a. Penemuan ini hilang atau diperoleh hanya
sekitar satu hari detik. Sextants dan kronometer digunakan
bersama-sama untuk menyediakan wisatawan dengan lintang dan
bujur mereka.

Radio berbasis sistem navigasi yang dikembangkan pada awal


abad kedua puluh, dan digunakan dalam Perang Dunia II. Karena
teknologi canggih ini, baik kapal dan pesawat terbang yang
digunakan tanah berbasis radio sistem navigasi. Kerugian dari
menggunakan sistem yang menggunakan gelombang radio yang
dihasilkan tanah, adalah bahwa pilihan harus dibuat antara sistem
frekuensi tinggi yang akurat, namun tidak mencakup wilayah yang
luas, dan sistem frekuensi rendah yang mencakup wilayah yang
luas, tetapi tidak sangat akurat.

Ketika Sputnik diluncurkan ke ruang angkasa oleh Rusia pada


tanggal 4 Oktober tahun 1957 menjadi diketahui bahwa “bintang
buatan” dapat digunakan untuk navigasi. Malam setelah peneliti
peluncuran dari Massachusetts Institute of Technology
menentukan orbit satelit Rusia dengan mencatat bahwa sinyal
radio Sputnik meningkat saat mendekati dan menurun saat
meninggalkan. Jadi fakta bahwa posisi satelit dapat dilacak dari
tanah adalah langkah pertama dalam mengakui bahwa
keberadaan subjek di tanah dapat ditentukan dengan
menggunakan sinyal radio dari satelit.

Angkatan Laut Amerika Serikat bereksperimen dengan


navigasi satelit. Pada pertengahan enam puluhan ada Sistem
Transit yang dikembangkan untuk kapal selam yang membawa
rudal nuklir Polaris. Sistem ini memiliki enam satelit yang
mengitari bumi dalam orbit kutub. Dalam mengukur pergeseran
Doppler dari sinyal radio kapal selam bisa menemukan posisinya
dalam lima belas menit.

Global Positioning System, GPS sekarang dikenal dirancang


dan dibangun dan dioperasikan dan dipelihara oleh Departemen
Pertahanan AS. Dulu dikenal sebagai Positioning System Navstar
Global dan pertama kali brainstorming di Pentagon pada tahun
1973 ketika mereka sedang mencari sistem satelit yang error-
bukti. Pada tahun 1978 operasional pertama GPS satelit
diluncurkan. Pada pertengahan 1990-an sistem itu beroperasi
penuh dengan 24 satelit.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
GPS adalah salah satu sitem satelit yang dapat mengetahui posisi di
permukaan bumi. Dan saat ini GPS telah berkembang kedalam aplikasi
yang bermacam-macam sesuai dari kebtuhan yang ada contohnya
navigasi, melacak seseorang, pembuatan peta, mengetahui letak
geografis dan sebaginya. sistem GPS telah banyak membantu dalam
kehidupan masyarakat modern, apalagi dalam sistem kerja navigasi
yang memanfaatkan sistem GPS ini. Satelit yang masuk dalam sistem
yang ada dibumi biasanya minimal ada tiga satelit agar sistem GPS
dapat berkerja dan memberikan informasi yang akurat. Satelit – satelit
yang ada di angkasa ada sekitar 21 satelit GPS sehingga dapat
menkover seluruh permukaan bumi yang ada.

3.2 Saran
Penggunaan GPS sebaiknya digunakan secara seperlunya dan
sewajarnya agar tidak mengangu aktifitas orang lain dan dapat
berguna untuk masyarakat sekitar