Anda di halaman 1dari 12

JIMFE (Jurnal Ilmiah Manajemen Fakultas Ekonomi) Vol. 5 No. 2, Des. 2019, Hal.

85-96
https://journal.unpak.ac.id/index.php/jimfe P-ISSN: 2502-1400, E-ISSN: 2502-5678

KEWIRAUSAHAAN, INOVASI TEKNOLOGI, DAN


KEUNGGULAN BERSAING PADA USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH
(UMKM) MAKANAN DI KECAMATAN CIBINONG

Luhung Bagas Prayogo¹, Suharyati², M.B Nani Ariani³


1,2,3
Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta
Email: lprayogo20@gmail.com, yatididi01@gmail.com, nani.upnvj@gmail.com

KETERANGAN ARTIKEL ABSTRACT


Riwayat Artikel This research is a quantitative research that aims to
Diterima: 24 November 2019 determine the effect of entrepreneurship and technological
Direvisi: 10 Desember 2019 innovation on the competitive advantage of food MSMEs in Cibinong
Disetujui: 28 Desember 2019 Subdistrict. The population used for this research is the businessmen
MSMEs food entreprises at Cibinong Subdistrict. The number of
Klasifikasi JEL sample which is taken was 50 respondents. The sampling technique
M2, M21 for this research is purposive sampling method. The analysis
technique used is Partial Least Square with 5% significance. The
Keywords: entrepreneurship, results of the testing are obtained (1) there is a significant effect of
technological innovation, entrepreneurship on competitive advantage, (2) there is a significant
competitive advantage influence of technological innovation on competitive advantage

ABSTRAK
Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bertujuan
untuk mengetahui pengaruh kewirausahaan dan inovasi teknologi
terhadap keunggulan bersaing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
(UMKM) makanan di Kecamatan Cibinong. Populasi yang
digunakan untuk penelitian ini adalah pelaku UMKM makanan di
Kecamatan Cibinong. Jumlah sampel yang diambil adalah 50
responden. Teknik pengambilan sampel untuk penelitian ini
menggunakan metode purposive sampling. Teknik analisis yang
digunakan adalah Partial Least Square dengan signifikansi 5%. Hasil
Kata kunci: kewirausahaan, pengujian diperoleh (1) terdapat pengaruh kewirausahaan yang
inovasi teknologi, signifikan terhadap keunggulan bersaing, (2) terdapat pengaruh
keunggulan kompetitif inovasi teknologi yang signifikan terhadap keunggulan bersaing.

PENDAHULUAN (BPS) Kabupaten Bogor, mencatat bahwa


Pertumbuhan ekonomi pada suatu pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bogor
wilayah menunjukkan proses perubahan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Hal
kondisi perekonomian menuju keadaan yang tersebut dapat dilihat pada grafik di bawah ini.
lebih baik. Berdasarkan Badan Pusat Statistik

85
Luhung Bagas Prayogo: Pengaruh Kewirausahaan …

Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten

6,2 6,2
5 6,1 1
6,1 9
6,2 6
6,1
6,0 1
6,1
7
5

6,1
2014 2015 2016 2017
2018 Gambar 2. Grafik Jumlah UMKM Kabupaten
Gambar 1. Grafik Pertumbuhan Ekonomi Bogor 2014 s/d 2018
Kabupaten Bogor 2014 s/d 2018 Sumber: dinas koperasi dan UMKM kabupaten
Sumber: Badan Pusat Statistik Kabupaten bogor, data diolah
Bogor, data diolah
Berdasarkan data grafik yang dihimpun
Dari Gambar 1 menandakan dari Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten
perekonomian di Kabupaten Bogor semakin Bogor tahun 2014 s/d 2018, dapat diketahui
membaik setiap tahunnya. Pertumbuhan bahwa jumlah UMKM di Kabupaten Bogor
perekonomian pada Kabupaten Bogor salah setiap tahunnya selalu meningkat. Pada tahun
satunya disumbangkan oleh sektor UMKM, 2014 jumlah UMKM di Kabupaten Bogor
dengan kontribusi sebesar 28,45 persen sebesar 13.574 unit usaha, pada tahun 2015
terhadap Produk Domestik Regional Bruto mengalami peningkatan sebesar 463 unit
(PDRB) (megapolitan.antaranews.com, 2019). usaha menjadi 14.037 unit usaha, pada tahun
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) 2016 mengalami peningkatan sebesar 6.130
merupakan salah satu industri yang dapat unit usaha menjadi 20.167 unit usaha, pada
berkembang dan konsisten dalam tahun 2017 mengalami peningkatan sebesar
perekonomian nasional. UMKM menjadi 2.778 unit usaha menjadi 22.945 unit usaha,
wadah yang baik bagi penciptaan lapangan pada tahun 2018 mengalami peningkatan
pekerjaan yang produktif. UMKM merupakan sebesar 1.001 unit usaha menjadi 23.946 unit
usaha yang tidak membutuhkan persyaratan usaha. Salah satu Kecamatan yang mengalami
tertentu seperti tingkat pendidikan, keahlian peningkatan jumlah UMKM di Kabupaten
(keterampilan) pekerja, dan penggunaan Bogor adalah Kecamatan Cibinong, berikut ini
modal usaha relatif sedikit serta teknologi yang merupakan grafik jumlah UMKM Kecamatan
digunakan cenderung sederhana. Cibinong periode 2014 s/d 2018:
Berikut ini merupakan grafik mengenai
pertumbuhan jumlah UMKM yang ada di
Kabupaten Bogor pada tahun 2014 s/d 2018:

86
JIMFE (Jurnal Ilmiah Manajemen Fakultas Ekonomi) Vol. 5 No. 2, Des. 2019, Hal. 85-96
https://journal.unpak.ac.id/index.php/jimfe P-ISSN: 2502-1400, E-ISSN: 2502-5678

memenangkan persaingan. Keinginan


berwirausaha biasanya muncul karena
kegemaran terhadap jenis usaha, memiliki
impian personal, serta keinginan untuk
meningkatkan pendapatan.
Kewirausahaan adalah suatu usaha
memenangkan persaingan dengan cara
meningkatkan keunggulan dari hasil
penciptaan nilai tambah dengan
mengkombinasikan sumber daya-sumber daya
yang ada melalui suatu cara yang baru dan
berbeda dari yang sebelumnya.
Gambar 3. Grafik Jumlah UMKM Kecamatan Selain kewirausahaan ada faktor lain
Cibinong 2014 s/d 2018 yang dapat mempengaruhi keunggulan
Sumber: dinas koperasi dan umkm kabupaten bersaing salah satunya adalah inovasi
bogor, data diolah teknologi. Inovasi teknologi merupakan inovasi
yang dilakukan oleh pelaku usaha dengan
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan menyesuaikan terhadap adanya perubahan
UMKM Kabupaten Bogor terlihat jumlah teknologi yang terjadi dalam lingkungan bisnis.
UMKM di Kecamatan Cibinong setiap tahunnya Inovasi ini umumnya terjadi karena adanya
mengalami peningkatan. Pada tahun 2014 penemuan ilmiah dan kemajuan teknologi yang
jumlah UMKM di Kecamatan Cibinong semakin berkembang. Beberapa penelitian
sebanyak 520 unit usaha, pada tahun 2015 telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh
meningkat 22 unit usaha menjadi 542 unit Kewirausahaan dan Inovasi Teknologi
usaha, pada tahun 2016 meningkat 267 unit Terhadap Keunggulan Bersaing. Paulus dan
usaha menjadi 809 unit usaha, pada tahun Wardhani (2014) dalam penelitiannya
2017 meningkat 37 unit usaha menjadi 846 unit menyatakan bahawa ada pengaruh signifikan
usaha, pada tahun 2018 meningkat 58 unit antara variabel Kewirausahaan dan Inovasi
usaha menjadi 904 unit usaha. terhadap Keunggulan Bersaing. Hal tersebut
Jumlah UMKM yang terus meningkat sama dengan hasil penelitian dari Muthaher &
mengakibatkan persaingan antar pelaku usaha Assegaf (2014) dalam penelitiannya
semakin kompetitif. Hal tersebut terjadi karena menyatakan bahwa variabel inovasi teknologi
adanya kesadaran masyarakat tentang berpengaruh secara signifikan terhadap
berwirausaha. Para pelaku UMKM dituntut keunggulan bersaing. Hal tersebut sama
untuk memiliki strategi yang mampu dengan hasil penelitian dari Aziz dan Samad
menangkap peluang dan lebih inovatif dalam (2015) dalam penelitiannya menyatakan
menciptakan serta memasarkan produknya. bahwa variabel innovation berpengaruh secara
Dengan semakin berkembangnya suatu bidang signifikan terhadap competitive advantage.
usaha maka akan banyak usaha sejenis yang Yuliana, dkk (2016) juga menyatakan bahwa
bermunculan, hal ini juga terjadi pada industri variabel innovation berpengaruh signifikan
makanan dan minuman yang mengakibatkan terhadap competitive advantage. Namun hasil
persaingan bisnis yang semakin kompetitif. penelitian Djodjobo & Tawas (2014) dalam
Setiap pelaku bisnis pasti memiliki strategi yang penelitiannya menyatakan bahwa variabel
berbeda dalam mencapai keunggulan bersaing. Kewirausahaan tidak berpengaruh signifikan
Keunggulan bersaing merupakan penciptaan terhadap Keunggulan Bersaing. Demikian juga
sistem yang mempunyai keunggulan untuk dengan penelitian Chandra, Soegiono, &

87
Luhung Bagas Prayogo: Pengaruh Kewirausahaan …

Sugiarto (2016) dalam penelitiannya Keunggulan Bersaing


menyatakan bahwan variabel Teknologi tidak Wilantara & Susilawati (2016)
berpengaruh signifikan terhadap Keunggulan menyatakan bahwa keunggulan bersaing
Bersaing. merupakan hasil dari implementasi strategi
Berdasarkan fenomena yang telah yang memanfaatkan berbagai sumber daya
dijabarkan dan diperkuat dengan adanya gap yang dimiliki unit usaha. Modal intelektual,
research dari penelitian terdahulu maka khususnya kreativitas merupakan sumber
penulis terdorong untuk melihat lebih dalam keunggulan bersaing. Hasan (2014)
dan mencoba untuk melakukan kembali menyatakan bahwa keunggulan bersaing
penelitian dengan objek dan tempat yang merupakan penciptaan sistem yang
berbeda, yaitu UMKM Makanan yang berada di mempunyai keunggulan untuk memenang-kan
Kecamatan Cibinong. persaingan. Hal ini dicapai untuk menciptakan
nilai bagi pelanggan dengan cara efisiensi dan
KAJIAN LITERATUR DAN PENGEMBANGAN berkelanjutan. Sedangkan menurut Porter
HIPOTESIS dalam Wilantara & Susilawati (2016)
Pemasaran keunggulan bersaing memberikan kontribusi
American Marketing Association dalam besar untuk perencanaan dan manajemen
Kotler & Keller (2016) menyatakan bahwa strategik. Porter berpendapat, bahwa
pemasaran adalah kegiatan, serangkaian perusahaan yang memiliki keunggulan
lembaga dan proses untuk menciptakan, kompetitif senantiasa memiliki kemampuan
mengkomunikasikan, menyampaikan, bertukar dalam memahami perubahan struktur pasar
penawaran yang memiliki nilai bagi pelanggan dan mampu memilih strategi pemasaran yang
mitra klien, dan masyarakat pada umumnya. efektif.
Kotler & Keller (2016) menyatakan bahwa
pemasaran adalah tentang mendefinisikan dan Kewirausahaan
memenuhi kebutuhan manusia dan sosial. Zakiyudin (2016) menyatakan bahwa
Salah satu definisi pemasaran terpendek dan kewirausahaan adalah suatu usaha
terbaik adalah memenuhi kebutuhan secara memenangkan persaingan dengan cara
menguntungkan. Manajemen pemasaran meningkatkan keunggulan dari hasil
adalah sebagai seni dan sains untuk memilih penciptaan nilai tambah dengan
pasar sasaran dan mendapatkan, memelihara, mengkombinasikan sumber daya-sumber daya
dan menumbuhkan pelanggan melalui yang ada melalui suatu cara yang baru dan
penciptaan, penyampaian dan berbeda dari yang sebelumnya. Menurut
pengomunikasian nilai pelanggan yang Suryana & Bayu (2013) menyatakan bahwa
superior. kewirausahaan merupakan semangat, perilaku,
dan kemampuan untuk memberikan
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tanggapan yang positif terhadap peluang
Tambunan (2012), Usaha Mikro, Kecil, memperoleh keuntungan untuk diri sendiri
dan Menengah (UMKM) adalah unit usaha dan/atau pelayanan yang lebih baik pada
produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan pelanggan atau masyarakat dengan selalu
oleh perorangan atau badan usaha di semua berusaha mencari dan melayani langganan
sektor ekonomi. Pada prinsipnya, pembedaan lebih banyak dan lebih baik, serta menciptakan
antara usaha mikro, usaha kecil, usaha dan menyediakan produk yang lebih
menegah, dan usaha besar umumnya bermanfaat dan menerapkan cara kerja yang
didasarkan pada nilai aset awal (tidak termasuk lebih efisien melalui keberanian mengambil
tanah dan bangunan), omset rata-rata risiko, kreativitas, dan inovasi. Menurut
pertahun, atau jumlah pekerja tetap. Robbins & Coulter menyatakan bahwa (2016)

88
JIMFE (Jurnal Ilmiah Manajemen Fakultas Ekonomi) Vol. 5 No. 2, Des. 2019, Hal. 85-96
https://journal.unpak.ac.id/index.php/jimfe P-ISSN: 2502-1400, E-ISSN: 2502-5678

menyatakan bahwa kewirausahaan H1: Kewirausahaan berpengaruh positif


(entrepreneurship) adalah proses memulai terhadap Keunggulan Bersaing UMKM
bisnis baru, umumnya timbul sebagai respons Makanan.
terhadap peluang. Wirausahawan mengejar H2: Inovasi Teknologi berpengaruh positif
peluang dengan mengubah, merevolusi, terhadap Keunggulan Bersaing UMKM
mentransformasi-kan, atau memperkenalkan Makanan.
produk atau layanan baru.
METODE PENELITIAN
Inovasi Teknologi Definisi Operasional
Anggiani (2018) menyatakan bahwa Definisi operasional variabel penelitian
inovasi merupakan perkembangan ekonomi ini adalah:
dari usaha manapun. Ketika teknologi Kewirausahaan (X1)
mengalami perubahan, produk-produk lama Kewirausahaan memiliki pengukuran yang
mengalami penurunan penjualan dan industri- diperoleh atas jawaban responden terhadap
industri lama mengalami pengurangan. Inovasi kuesioner yang diukur dengan skala likert
terjadi bila ide dan kreativitas berhasil menjadi melalui indikator: keberanian menghadapi
suatu yang bermanfaat baik berupa produk, risiko, proaktif.
jasa, atau sistem. Nasution & Kartajaya (2018)
menyatakan bahwa inovasi merupakan Inovasi Teknologi (X2)
kelanjutan dari penemuan (invention) dan Inovasi Teknologi memiliki pengukuran yang
kegiatan inovasi merupakan penciptaan nilai diperoleh atas jawaban responden terhadap
(creation of velue) yang melibatkan kuesioner yang diukur dengan skala likert
peningkatan teknologi. Dalam penciptaan nilai melalui indikator: pengembangan produk,
tersebut, inovasi harus secara signifikan pengembangan produksi, sistem pengiriman.
mampu memberikan nilai tambah
kesejahteraan, yang direpresentasikan pada Keunggulan Bersaing (Y)
layak jual (diterima pasar) atau tidaknya Keunggulan bersaing memiliki pengukuran
produk/jasa inovatif tersebut. Suryana (2013) yang diperoleh atas jawaban responden
menyatakan bahwa inovasi merupakan kreasi terhadap kuesioner yang diukur dengan skala
yang lebih baik atau lebih efektif tentang likert melalui indikator: harga, kualitas produk,
produk, proses, pelayanan, teknologi, atau ide- menyenangkan konsumen, keistimewaan
ide yang telah tersedia untuk keperluan pasar, layanan, keunikan produk.
pemerintah, dan masyarakat. Sedangkan
menurut Anggiani (2018) Inovasi teknologi Populasi dan Sampel
merupakan inovasi yang dilakukan oleh pelaku Populasi dalam penelitian ini adalah
usaha dengan menyesuaikan terhadap adanya pelaku UMKM di Kecamatan Cibinong. Dalam
perubahan teknologi yang terjadi dalam penelitian ini metode pengambilan sampel
lingkungan bisnis. Inovasi ini umumnya terjadi yang digunakan adalah teknik nonprobability
karen adanya penemuan ilmiah dan kemajuan sampling dengan jenis purposive sampling.
teknologi yang semakin berkembang. Adapun kriteria sampel yang digunakan dalam
mengambil sampel yang akan di teliti antara
Hipotesis lain: pertama, pelaku usaha UMKM industri
Hipotesis dalam penelitian ini dapat makanan ringan. Kedua, lokasi usaha di wilayah
disusun hipotesis sebagai berikut: Kecamatan Cibinong. Ketiga, usaha sudah
beroperasi lebih dari 1 tahun.
Ferdinand (2014) mengatakan bahwa

89
Luhung Bagas Prayogo: Pengaruh Kewirausahaan …

ukuran sampel yang lebih besar dari 30 dan suatu daerah. Salah satu faktor pendorong
kurang dari 500 sudah memadai bagi pertumbuhan ekonomi di suatu daerah dengan
kebanyakan penelitian. Dalam penelitian adanya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
multivariate (termasuk yang menggunakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)
analisis regresi multivariat), besarnya sampel memiliki peranan besar dalam perekonomian
ditentukan sebanyak 25 kali variabel rakyat di Kecamatan Cibinong. Keberadaan
independen. UMKM selama ini menjadi sumber nafkah
Berdasarkan ketentuan tersebut, maka masyarakat dan mampu menyerap banyak
besarnya jumlah anggota sampel yang tenaga kerja hal tersebut sekaligus mengurangi
digunakan adalah 25 X 2 = 50 responden. jumlah pengangguran di Kecamatan Cibinong.
Sehingga jumlah sampel yang diambil adalah UMKM merupakan usaha yang tidak
50 responden pelaku usaha makanan di membutuhkan persyaratan tertentu seperti
Kecamatan Cibinong. tingkat pendidikan, keahlian (keterampilan),
dan penggunaan modal usaha yang relatif
Teknik Analisis Data dan Uji Hipotesis sedikit.
Analisis data pada penelitian ini Jumlah pelaku bisnis UMKM di
menggunakan metode partial least square Kecamatan Cibinong mengalami pertumbuhan
(PLS). Cara Kerja PLS menurut Ghozali (2014,) yang sangat signifikan setiap tahunnya. Pada
menyatakan bahwa tujuan PLS adalah saat ini jumlah UMKM di kecamatan cibinong
membantu penelitian untuk mendapatkan nilai yang terdaftar di Dinas Koperasi dan UMKM
variabel laten untuk tujuan prediksi. Uji Kabupaten Bogor terdapat 904 unit UMKM
Koefisien Regresi Parsial (Uji t), Menurut yang merupakan gabungan dari keseluruhan
Ghozali (2016) uji statistik t pada dasarnya jenis sektor usaha, seperti makanan dan
menunjukan seberapa jauh pengaruh suatu minuman, handkraf, konveksi, dan meubel.
variabel penjelas/independen secara individual Banyaknya pelaku usaha dalam jenis usaha
dalam menerangkan variasi dependen. Uji yang sama membuat para pelaku usaha saling
Koefesien Determinasi (R²), menurut Ghozali berlomba-lomba dalam merebut pangsa pasar.
(2016) menyatakan bahwa Koefisien Salah satu usaha yang berkembang saat ini
determinasi (R²), pada intinya mengukur adalah usaha bidang kuliner. Usaha dalam
seberapa jauh kemampuan variabel bebas bidang kuliner kini mengalami perberkembang
dalam menerangkan variasi variabel dependen. yang cukup signifikan. Usaha kuliner
mempunyai beraneka ragam jenis, seperti
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN makanan berat dan makanan ringan. Makanan
Deskripsi Objek Penelitian berat atau biasa disebut makanan menu utama
Cibinong merupakan salah satu dari 40 adalah makanan yang membuat perut kita
kecamatan yang berada di Kabubupaten Bogor kenyang seperti nasi dan lauknya, gado-gado,
Provinsi Jawa Barat. Kecamatan Cibinong bakso, mie ayam, dan lain sebagainya.
memiliki luas wilayah sebesar 43,36 kilometer Sedangkan makanan ringan adalah makanan
persegi, dengan luas wilayah seluas itu yang bukan merupakan menu utama, makanan
Kecamatan Cibinong memiliki 12 kelurahan dan ringan biasa disebut cemilan atau kudapan
memiliki penduduk berjumlah 427.14 juta jiwa untuk mengganjal perut sementara waktu,
(2017). Kecamatan Cibinong merupakan pusat seperti keripik, snack, kue basah atau kering,
pemerintahan Kabupaten Bogor. Sebagai pusat dan lain sebagainya. Saat ini sudah banyak
pemerintahan, Kecamatan Cibinong memiliki makanan ringan yang beredar di Kecamatan
peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi Cibinong yang mempunyai bentuk, rasa,
di Kabupaten Bogor. Banyak faktor yang pengemasan, dan tampilan yang berbeda-beda
mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di yang dibuat semenarik mungkin untuk menarik

90
JIMFE (Jurnal Ilmiah Manajemen Fakultas Ekonomi) Vol. 5 No. 2, Des. 2019, Hal. 85-96
https://journal.unpak.ac.id/index.php/jimfe P-ISSN: 2502-1400, E-ISSN: 2502-5678

perhatian konsumen. sebanyak 0 orang (0%).


Pada saat terjun langsung ke lapangan
banyak UMKM yang sudah tidak aktif maupun Model Pengukuran (Outer Model)
pindah ke wilayah lain, sehingga dapat Hasil uji validitas diskriminan dengan
disimpulkan bahwa jumlah UMKM di menggunakan SmartPLS 3.0. Diagram jalur
Kecamatan Cibinong tidak sampai 904 unit yang terbentuk adalah sebagai berikut:
yang benar-benar aktif. Pada penelitian ini
sampel yang digunakan sebanyak 50
responden dengan kriteria UMKM bergerak di
bidang usaha makanan ringan. Pemilihan
responden dengan kategori makanan ringan
karena pada wilayah Kecamatan Cibinong
banyak usaha bergerak dibidang makanan
ringan.
Pada saat turun ke lapangan untuk
melakukan penyebaran kuesioner, cukup
banyak yang tidak ingin untuk dijadikan sampel Gambar 4. Nilai Loading Faktor Outer Model
dalam penelitian ini sehingga cukup
menyulitkan dalam mendapatkan responden,
selain itu cukup banyak juga responden yang
tidak mau mengisi kuesioner sendiri sehingga
peneliti harus membantunya dalam
membacakan pertanyaan serta pilihan pada
jawaban kuesioner tersebut.

Deskripsi Data Responden


Untuk memberikan gambarkan deskripsi
data responden menurut usia dan jenis
kelamin. Maka di dalam penelitian ini penulis
mengambil responden pada pelaku usaha Gambar 5. Nilai Loading Faktor Outer Model
UMKM makanan di Kecamatan Cibinong setelah Reestimasi
dengan jumlah 50 orang.
Pertama, responden berdasarkan Berdasarkan hasil dari perhitungan ulang
tingkatan usia dikelompokan menjadi 4 atau re-estimasi, dapat disimpulkan bahwa
kategori yaitu: usia 21-27 tahun sebanyak 17 semua instrument dari indikator mengenai
orang (34%), usia 28-34 tahun sebanyak 21 variabel telah memenuhi syarat dan
orang (42%), usia 34-40 tahun sebanyak 7 dinyatakan valid karena semua nilai korelasi
orang (14%) dan di atas 40 tahun sebanyak 5 memiliki nilai factor loading >0,50
orang (10%). Kedua, responden berdasarkan
jenis kelamin laki-laki sebanyak 17 orang (34%), Uji Hipotesis
responden berjenis kelamin perempuan Tabel 1. Average Variance Extracted (AVE)
sebanyak 33 orang (66%). Ketiga, responden Average Variance
berdasarkan omset penjualan dibawah Extracted (AVE)
Rp100.000.000 pertahun sebanyak 50 orang Kewirausahaan (X1) 0,519
(100%), responden yang memiliki omset Inovasi Teknologi (X2) 0,516
penjualan diatas Rp100.000.000 pertahun
Keunggulan Bersaing (Y) 0,590

91
Luhung Bagas Prayogo: Pengaruh Kewirausahaan …

inovasi teknologi (X2) terhadap keunggulan


Sumber: Hasil Output Smart-PLS 3.0 bersaing (Y). Untuk mencari nilai t tabel dilihat
Tabel 1 di atas menunjukkan nilai Average dari taraf signifikansi 0,05 dimana df = jumlah
Variance Extracted (AVE) di atas 0,5 untuk sampel – jumlah variabel. Maka diketahui t
semua variabel yang terdapat pada model tabel = 2,012 yang diperoleh dari rumus df= N-
penelitian Maka dapat disimpulkan bahwa K atau df= 50-3= 47, kemudian dihubungkan
variabel kewirausahaan, inovasi teknologi, dan dengan derajat kepercayaan 95% dan derajat
keunggulan bersaing adalah valid. kesalahan 5% atau 0,05. Berdasarkan hasil
pengolahan data untuk uji signifikansi (Uji t)
Uji Reliabilitas pada software Smart-PLS 3.0, diperoleh hasil
Hasil output Smart-PLS 3.0 didapatkan sebagai berikut:
nilai Composite Reliability dan Cronbach’s
Alpha masing-masing variabel konstruk sebagai Tabel 3. Hasil Nilai Koefisiensi Analisis Jalur
berikut: Original T Statistik P
Sample (O) (|O/STDEV|) Values
Tabel 2. Uji Reliabilitas Kewirausahaan (X1)-
>Keunggulan Bersaing (Y) 0,508 4,312 0,000
Composite Cronbach’s Inovasi Teknologi(X2)-
Reliability Alpha >Keunggulan Bersaing (Y) 0,473 4,665 0,000
Kewirausahaan (X1) 0,896 0,868
Inovasi Teknologi (X2) 0,895 0,865
Sumber: Hasil Output Smart-PLS 3.0
Keunggulan Bersaing (Y) 0,928 0,912
Hasil pengujian pengaruh variabel
Sumber: Hasil Output Smart-PLS 3.0 kewirausahaan terhadap keunggulan bersaing
menunjukan nilai korelasi sebesar 0,508 artinya
Pada Tabel 2 di atas, hasil output variabel kewirausahaan memiliki hubungan
composite reliability menunjukkan bahwa nilai yang positif terhadap keunggulan bersaing.
composite reliability untuk semua variabel Dan memiliki nilai thitung 4,312 > ttabel 2,012 serta
adalah di atas 0,7 yang menunjukkan bahwa nilai signifikan sebesar 0,00 < 0,05. Hal ini
semua variabel pada model yang diestimasi menunjukan hasil bahwa kewirausahaan
memenuhi kriteria. berpengaruh positif secara signifikan terhadap
Uji reliabilitas juga bisa diperkuat oleh keunggulan bersaing.
hasil Cronbach’s Alpha, di mana pada Tabel 2 di Hasil pengujian pengaruh variabel inovasi
atas hasil output Cronbach’s Alpha pada teknologi terhadap keunggulan bersaing
masing-masing variabel memiliki nilai > 0,7. Hal menunjukan nilai korelasi sebesar 0,473 artinya
ini menunjukkan bahwa semua variabel variabel inovasi teknologi memiliki hubungan
memiliki tingkat sangat reliabel terhadap yang positif terhadap keunggulan bersaing.
masing-masing konstruknya karena memiliki Dan memiliki nilai thitung 4,665 > ttabel 2,012 serta
nilai > 0,80 – 1,00 pada tabel tingkat reliabilitas. nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05. Hal ini
menunjukkan hasil bahwa inovasi teknologi
Uji t-Statistik berpengaruh positif secara signifikan terhadap
Uji t statistik atau uji parsial pada dasarnya keunggulan bersaing.
digunakan untuk mengetahui ada atau
tidaknya pengaruh variabel R Square
penjelas/independen terhadap variabel R Square menggambarkan kemampuan
terikat/dependen. Pada penelitian ini adalah model menjelaskan variasi yang terjadi dalam
untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh variabel dependen. Hasil output software
signifikan antara kewirausahaan (X1) dan Smart-PLS 3.0 terkait uji R Square diperoleh

92
JIMFE (Jurnal Ilmiah Manajemen Fakultas Ekonomi) Vol. 5 No. 2, Des. 2019, Hal. 85-96
https://journal.unpak.ac.id/index.php/jimfe P-ISSN: 2502-1400, E-ISSN: 2502-5678

nilai R Square keunggulan bersaing sebesar maka akan terciptanya keunggulan terhadap
0,796. Hal ini menunjukkan bahwa kontribusi produk tersebut.
variabel kewirausahaan dan inovasi teknologi Dapat disimpulkan hasil penelitian ini
terhadap keunggulan bersaing sebesar 79,6% sesuai dengan hipotesis yang telah diusulkan
dan sisanya sebesar 20,4% dipengaruhi oleh peneliti bahwa kewirausahaan berpengaruh
variabel lain, seperti orientasi pasar, orientasi signifikan terhadap keunggulan bersaing. Hasil
pelanggan, dan lain sebagainya di luar penelitian ini sejalan dengan Paulus &
penelitian ini. Wardhani (2018) yang menyatakan bahwa
kewirausahaan berpengaruh signifikan
Q-Square terhadap keunggulan bersaing. Hal tersebut
Untuk menguji model struktural (inner sama dengan hasil penelitian dari Djodjobo &
model) penelitian juga dapat melalui uji Q- Tawas (2014) yang menyatakan bahwa
Square predictive relevance yang digunakan kewirausahaan berpengaruh signifikan
untuk mengukur seberapa baik nilai observasi terhadap keunggulan bersaing.
dihasilkan oleh model dan juga estimasi
parameternya. Maka dapat dilihat nilai Q2 Pengaruh Inovasi Teknologi terhadap
dalam penelitian ini adalah Q2 = 1 – (1 – R12) = Keunggulan Bersaing
0,796. Hal ini sesuai dengan ketentuan bahwa Berdasarkan hasil penelitian ini, bahwa
besaran Q2 memiliki nilai rentang 0 < Q2 < 1, di pengujian hipotesis menunjukan nilai korelasi
mana semakin mendekati 1 berarti model sebesar 0,473 dan uji t-statistik menunjukan
semakin baik. Sehingga 0 < 0,796 < 1, dapat nilai thitung 4,665 > ttabel 2,012 serta nilai
disimpulkan bahwa model penelitian ini adalah signifikan sebesar 0,000 < 0,050 yang artinya
baik. bahwa inovasi teknologi berpengaruh secara
signifikan terhadap keunggulan bersaing.
Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa
Dari hasil penelitian mengenai kontribusi terbesar pada inovasi teknologi yaitu
kewirausahaan dan inovasi teknologi terhadap berada pada pemanfaatan media sosial untuk
keunggulan bersaing dengan menggunakan melakukan promosi penjualan, sehingga
metode Partial Least Square (PLS) dengan dengan aktifnya para pelaku usaha dalam
Software Smart-PLS 3.0 diperoleh hasil sebagai menggunakan dan memanfaatkan media sosial
berikut: membuat konsumen semakin mengenal dan
Pengaruh Kewirausahaan Terhadap tertarik pada produk makanan ringan produk
Keunggulan Bersaing UMKM.
Berdasarkan hasil penelitian ini, bahwa Dapat disimpulkan hasil penelitian ini
pengujian hipotesis menunjukan nilai korelasi sesuai dengan hipotesis yang telah diusulkan
sebesar 0,508 dan uji t-statistik menunjukan peneliti bahwa inovasi teknologi berpengaruh
nilai thitung 4,312 > ttabel 2,012 serta nilai terhadap keunggulan bersaing. Hasil penelitian
signifikan sebesar 0,000 < 0,050 yang artinya ini sejalan dengan Muthaher & Assegaf (2014)
bahwa kewirausahaan berpengaruh secara menyatakan bahwa inovasi teknologi
positif terhadap keunggulan bersaing. berpengaruh signifikan terhadap keunggulan
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa bersaing.
kontribusi terbesar pada kewirausahaan yaitu
pada pekanya pelaku usaha terhadap PENUTUP
perubahan permintaan konsumen sehingga Berdasarkan hasil serangkaian penelitian
membuat konsumen merasa terpenuhi serta uji hipotesis yang telah dilakukan melalui
kebutuhan dan keinginannya. Dari hal tersebut analisis Partial Least Square (PLS) mengenai

93
Luhung Bagas Prayogo: Pengaruh Kewirausahaan …

pengaruh kewirausahaan dan inovasi teknologi Cibinong


terhadap keunggulan bersaing UMKM Djodjobo, C. V., & Tawas, H. N. (2014).
makanan di Kecamatan Cibinong, maka dapat Pengaruh Kewirausahaan, Inovasi
disimpulkan bahwa pertama, variabel Produk, Dan Keunggulan Bersaing
kewirausahaan berpengaruh signifikan Terhadap Kinerja Pemasaran Usaha Nasi
terhadap keunggulan bersaing UMKM Kuning Di Kota Manado. Jurnal EMBA, 2.
makanan di Kecamatan Cibinong. Artinya, para Echdar, S. (2013). Manajemen
pelaku usaha peka terhadap perubahan Entrepreneurship Kiat Sukses Menjadi
permintaan konsumen sehingga konsumen Wirausaha.
merasa terpenuhi kebutuhan dan Yogyakarta: CV Andi Offset.
keinginannya. Kedua, variabel inovasi teknologi Ferdinand, A. (2014). Metode Penelitian
berpengaruh signifikan terhadap keunggulan Manajemen (5 ed.). Semarang: Badan
bersaing UMKM makanan di Kecamatan Penerbit Universitas Diponogoro.
Cibinong. Artinya, dengan pemanfaatan media Ghozali, I. (2014). Structural Equation Modeling
sosial untuk melakukan promosi penjualan Metode Alternatif Dengan Partial Least
membuat konsumen semakin mengenal Squares (PLS). Semarang: Badan Penerbit
produk dan tertarik pada produk tersebut. Universitas Diponogoro.
Ghozali, I. (2016). Aplikasi Analisis Multivariate
REFERENSI Dengan Program IBM SPSS23.
Anggiani, S. (2018). Kewirausahaan: Pola Pikir, Semarang: Badan Penerbit Universitas
Pengetahuan, Keterampilan (2 ed.). Diponogoro.
Jakarta: Prenadamedia Group. Hasan, S. (2014). Manajemen Strategik (1 ed.).
Anwar, M. (2014). Pengantar Kewirausahaan Jakarta: Global Future Institute. Hendro.
Teori Dan Aplikasi (1 ed.). Jakarta, (2011). Dasar-Dasar Kewirausahaan:
Prenadamedia Group. Panduan Bagi Mahasiswa Untuk
Aziz, N. N., & Samad, S. (2016). Innovation and Mengenal, Memahami, Dan Memasuki
Competitive Advantage: Moderating Dunia Bisnis. Jakarta: Erlangga.
Effects of Firm Age in Foods Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing
Manufacturing SMEs in Malaysia. 256- Management (15th ed.). Harlow:
266. Pearson Education Limited.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Bogor. (2019). Kurniawan. (2014). Total Marketing.
Data Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Yogyakarta: Kobis.
Bogor Muthaher, O., & Assegaf, M. (2014). Model
Chandra, A., Soegiono, & Sugiarto. (2016). Pengembangan Inovasi Teknologi Dan
Analisis Pengaruh Teknologi Dan Rantai Kelembagaan Kemitraan Rantai Pasok
Nilai Dalam Pencapaian Keunggulan Guna Meningkatkan Daya Saing UKM.
Bersaing Berkelanjutan Dalam Upaya EKOBIS, 62-73.
Peningkatan Kinerja Usaha Di Industri Nasution, A. H., & Kartajaya, H. (2014). Inovasi
Kulit Manding Yogyakarta. Diponegoro (1 ed.). Yogyakarta: CV Andi Offset.
Journal Of Management, 1-12. Paulus, L. B., & Wardhani, Z. K. (2018).
Dhewanto, W., Mulyaningsih, H. D., Keunggulan Bersaing Usaha Cake Dan
Permatasari, A., Anggadwita, G., & Bakery: Peran Orientasi Pasar, Orientasi
Ameka, (2014). Manajemen Inovasi Kewirausahaan, Dan Inovasi Produk.
Peluang Sukses Menghadapi Jurnal Manajemen.
Perubahan, Yogyakarta: CV Andi Offset. Pearce, J. A., & Robinson, R. B. (2013). Strategic
Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bogor. Management: Formulation,
(2019). Data Jumlah UKM Kecamatan Implementation, And Control (12 ed.).

94
JIMFE (Jurnal Ilmiah Manajemen Fakultas Ekonomi) Vol. 5 No. 2, Des. 2019, Hal. 85-96
https://journal.unpak.ac.id/index.php/jimfe P-ISSN: 2502-1400, E-ISSN: 2502-5678

(N. P. Sari, Penerj.) Jakarta: Salemba Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D.


Empat. Bandung: Alfabeta.
Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bogor Suryana. (2013). Ekonomi Kreatif (Ekonomi
meningkat. Diakses pada 25 Februari Baru: Mengubah Ide dan Menciptakan
2019, dari Peluang). Jakarta: Salemba Empat.
https://megapolitan.antaranews.com/b Suryana, Y., & Bayu, K. (2013). Kewirausahaan
erita/49194/pertumbuhan-ekonomi- Pendekatan Karakteristik Wirausaha
kabupaten-bogor-meningkat Sukses (2 ed.). Jakarta: Kencana Prenada
Quantananda, E., & Haryadi, B. (2015). Media Grup.
Pengaruh Orientasi Kewirausahaan Pada Tambunan, T. (2012). Usaha Mikro Kecil dan
Perusahaan Makanan Dan Minuman Di Menengah Di Indonesia (1 ed.). Jakarta:
Surabaya. AGORA, 3. LP3ES.
Robbins, S. P., & Coulter, M. (2016). Wilantara, R. F., & Susilawati. (2016). Strategi &
Manajemen (13 ed.). (B. Sabran, & D. B. Kebijakan Pengembangan UMKM (1
Putera, Penerj.) Jakarta: Erlangga. ed.). Bandung: PT Refika Aditama.
Sarjono, H., & Julianta, W. (2011). SPSS VS Lisrel Yuliana, A., Mahfudnurnajamuddin, Sufri, &
Sebuah Pengantar Aplikasi Untuk Riset. Serang, S. (2017). Influence Of Product
Jakarta: Salemba Empat. Innovation To The Advantages Of
Setiawan, H. (2012). Pengaruh Orientasi Pasar, Competitive In SME Processing Seawed
Orientasi Teknologi Dan Inovasi Produk Through Performance, Marketing In
Terhadap Keungguan Bersaing Usaha West Beach Area, South Sulawesi
Songket Skala Kecil Di Kota Palembang. Provinc. International Journal Of Science
Jurnal Orasi Bisnis(ISSN: 2085-1375). And Research (IJSR).Vol 7 No 4 Hal 795.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian

95
Luhung Bagas Prayogo: Pengaruh Kewirausahaan …

96