0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
146 tayangan3 halaman

Arsitektur Barat Dan Filasafatnya (Ringkasan Wastu Citra) - Fariable

Diunggah oleh

Carent Chia
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
146 tayangan3 halaman

Arsitektur Barat Dan Filasafatnya (Ringkasan Wastu Citra) - Fariable

Diunggah oleh

Carent Chia
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Home Penulis e-mail Follow

fariable
2a+t=57-65

Me and the Beautiful World


The world is changed.. I feel it in the water.. I feel it in the earth.. I
smell it in the air.. Much that once was is lost.. For none now live who
remember it.. (Dalam The Lord of the Rings)

DESAIN BANGUNAN MODERN BANGUNAN KUNO TEORI MATERIAL SKETCH UP APLIKASI

Arsitektur Alamat Bangunan Kuno di


Arsitektur Barat
Barat dan
dan Filasafatnya
Filasafatnya (Ringkasan
(Ringkasan Wastu
Wastu Semarang
Citra)
Citra) Download Paper dan Software
Poster Tugas Sejarah Arsitektur
Semarang Dalam Kenangan
Sketsa Wajah Mahasiswa
sedetik di bulan
Going Back to Jupiter

Kategori

Masyrakat Barat, pada masa sebelum dan selama abad pertengahan, menghayati karya Blogumulus
arsitektur dengan mental spiritualitas keagamaan dan mitolgis. Mereka beranggapan
bahwa arsitektur berfungsi sebagai media penghadiran simbol makrokosmos ke dalam
mikrokosmos. Sejak abad pertengahan hingga menjelang perang dunia II, masyarakat Daftar Artikel
Barat mengambil norma-norma Yunani dan Hibrani sebagai landasan kebudayaannya.
► 2019 ( 1 )
► 2013 ( 18 )
Pada pertengahan abad ke-19, di dunia barat terjadi perubahan besar dalam dunia
arsitektur. Untuk memenuhi tuntutan revolusi teknologi dan industri yang sedang ► 2012 ( 23 )
berkembang pesat, mereka mencoba keluar dari kaidah dan tradisi yang telah tertanam ► 2011 ( 80 )
kuat pada masa sebelumnya. Pada saat itu (zaman yang disebut sebagai zaman ▼ 2010 ( 83 )
mempesona tanpa tanggung jawab dan puas-diri penuh akal), mereka kehabisan ide dan ► Desember ( 7 )
konsep baru untuk memperoleh pemecahan masalah yang sedang mereka alami hingga ► November ( 10 )
akhirnya kehilangan identitas diri warisan leluhurmya. ► Oktober ( 8 )
Kemudian mereka mencoba menciptakan suatu gaya baru yang disebut Art Nouveau (juga ► September ( 16 )
disebut Jugendstil atau Secession) yang ternyata hanya mampu memberi dekorasi dalam
▼ Agustus ( 5 )
bangunan dan tidak membentuk gaya bangunan yang sepenuhnya baru.
Tema Windows - The Lord of the
Karena Art Nouveau tidak mampu memberi suasana baru dalam dunia arsitektur, mereka
Rings
mulai mempelajari kembali gaya arsitektur masa lampau yang gemilang. Akhirnya mereka
Serat Kaca Komposit
terinspirasi karya-karya arsitektur masa lampau dan melakukan penjiplakan tanpa
berpikir panjang yang disebut eklektisisme. Eklektisisme (eclecticismus) adalah suatu Semarang Dalam kenangan
semangat menjiplak serba campur-aduk; gado-gado dari semua unsur saja yang kebetulan Arsitektur Barat dan
disenangi, tanpa refleksi, tanpa prinsip; secara liar. Filasafatnya (Ringkasan
Bangsa barat beranggapan bahwa manusia yang berbudaya ditafsir sebagai mahkluk yang Wastu...
selalu tertempatkan dalam suatu realita yang terus berlaku terhadap manusia. Sekalipun Sketsa Wajah Mahasiswa
dunia diakui sebagai syarat atau modal agar manusaia dapat hidup, namun sekaligus Arsitektur Fakultas Teknik ...
dianggap sebagai belenggu yang menekankan kecemasan dalam manusia terhadap yang ► Juli ( 13 )
tidak / belum diketahui olehnya. ► Juni ( 14 )
Karena hal di atas, maka arsitektur diartikan sebagai “melawan sesuatu lingkungan ► Mei ( 10 )
terhadap sesuatu, atas pembebasan dari sesuatu”. Dalam Grand Larousse Encyclopedie
(1960) disebutkan bahwa “Tugas arsitektur yag paling pertama ialah memenuhi
kebutuhan-kebutuhan material: memberi perumahan bagi berbagai aktifitas manusia”. Diskusi Terbaru
(pada akhir abad ke-19, arsitek Eropa baru mulai memikirkan perumahan rakyat dan
berusaha menyelidiki bagaimana perumahan rakyat dapat berguna bagi masyarakat
Like 0 Tweet t
(sebelumnya, arsitek hanya menaruh minat pada istana raja, tempat ibadah, kuil agung,
dan sebagainya)).
Home Penulis e-mail Follow Tweets by @fariable
Dalam menyusun dan merencanakan struktur serta estetikanya, Arsitek Barat akan
melihat, menganalisa, dan menyusun konsep arsitektural terlebih dulu. Estetika yang Faril Lukman
muncul adalah hubungan-hubungan yang kontrapoler, yakni suatu hubungan yang saling @fariable
berlawanan. Sebagai contoh adalah hubungan yang terjadi antara unsur vertikal dengan Gempita Sesi Prakarya -
unsur horizontal, kebekuan statika dengan gelora dinamika; yang meski berlawanan tetapi Membuat Awan
akan membentuk suatu keindahan estetis tersendiri. [Link]/BL4id_RUBo4 via
@YouTube
Dasar estetika tersebut berasal dari penghayatan dan sikap masyarakat barat terhadap
materi dan fenomena yang sedang terjadi.
Dalam zaman Renaissance, tafsiran “melawan alam” belum ada. Bagi mereka pada masa YouTube @YouTube
tersebut, yang ada adalah pendapat “seni itu bebas dari alam, bukan tentangan terhadap
alam; tetapi sebuah dunia yang berbentuk di samping alam”. Pada masa sebelumnya lagi,
ada anggapan bahwa seni adalah sabda dan citra di dalam manusia yang diproyeksikan ke
dan di dalam meteri. Seperti ungkapan seorang pujangga Italia yang bernama Dante:
“Seni terdapat dalam tiga unsur; dalam jiwa seniman, di dalam alat, dan di dalam materi
yang berkat seni mendapat bentuknya”.
Pada abad ke-20, sekitar masa perang dunia I, masyarakat barat yang masih menganut
eklektisisme mulai menemukan konsep dan bentuk yang independen dan meyakinkan;
mengekspresikan jiwa manusia yang sangat mendambakan teknologi. Mereka
memasukkan kemungkinan-kemungkinan dunia industri (teknologi) ke dalam bentuk dan
Jun 13, 2020
wujud arsitektur. Ciri khas pada masa ini adalah penghayatan rasionalisme dalam bentuk-
bentuk yang murni dan abstrak. Rasionalisme tampak jelas dalam pengetrapan arsitektur
yang harus mengikuti kaidah-kaidah rasio hingga muncul pendapat “form follows Faril Lukman
@fariable
function” yang begitu terkenal. Sebagai contoh, arsitek-barat berpendapat bahwa rumah
menyerupai mesin yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Karena Gempita Sesi Prakarya -
itu, rumah harus mampu menyediakan ruang yang dapat digunakan untuk memenuhi Membuat Matahari
[Link]/tqhx4bplLpc via
semua aktifitas yang dilakukan penghuninya.
Meski berdasar rasio, aspek estetika tidak lalu dilupakan, akan tetapi muncul dalam Embed View on Twitter
bentuk “estetika yang memberi kebahagiaan rasio”. Garis-garis lurus dan bidang-bidang
geometris yang terjalin dalam bentuk-bentuk matematika (sangat terukur dan teratur)
menjadi estetika yang sangat dikagumi. Kemurnian, kebeningan, dan kepolosan menjadi
ideal umum pada kurun waktu tahun ‘60 sampai ‘70-an.
Menjelang tahun 70-an, arstektur-barat mengalami kelesuan lagi karena kemunduran
kepercayaan diri mereka setelah kekalahan USA (kiblat masyarakat barat) di Vietnam
serta kejutan krisis minyak dan resesi ekonomi. Karena hal tersebut, masyarakat mulai
mencari inspirasi dari kebudayaan lokal lama. Paham “vernakular” (pribumi setempat)
mulai marak lagi dalam dunia asitektur.
Sampai saaat ini, dalam dunia arsitektur belum mampu menonjolkam ekspresi lain di luar
prinsip yang dirintis oleh arsitek tahun 50-an. Pengembangan masih dalam sisi
formalisme dan penyempurnaan teknik serta penggunaan bahan bangunan.
Dari keterangan di atas, tampaklah bahwa konsep arsitektur di Eropa dan jiwa yang
meresapi wujud karya dan struktur arsitektural di Barat tidak pernah berkesinambungan
satu-sama watak. Tugas bagi kita, arsitek Indonesia, sebagai perintis yang mengemban
karya demi suatu Indonesia baru. Kita harus mampu menyaring nilai-nilai kebenaran dari
bangsa lain di segala zaman, yang mempengaruhi kita, untuk membentuk identitas dan
kepribadian diri kita.
Paham vernakular merupakan kesempatan bagi arsitek Indonesia untuk mengembangkan
arsitektur khas Indonesia secara konsisten dan penuh makna karena arsitektur tidak
hanya mengolah masalah teknis saja, tetapi juga berkecimpung dalam dunia makna yang
terdalam.
* * * * * * * * *

Disusun oleh:
Septia Faril Lukman
Mahasiswa Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro
e-mail: unfinished_tales@[Link]
Sumber:
Mangunwijaya, Y.B. Wastu Citra
Description: Arsitektur Barat dan Filasafatnya (Ringkasan Wastu Citra) Rating: 4.5
Reviewer: Faril ItemReviewed: Arsitektur Barat dan Filasafatnya (Ringkasan Wastu Citra)

.:: Artikel menarik lainnya ::.


teori arsitektur
Aliran Dalam Langgam Arsitektur Post Modern
Bentuk Ruang Pertunjukan (Teori)
Alun-alun di Jawa Pada Zaman Kolonial Belanda
Alun-alun di Jawa Pada Zaman Pra Kolonial Belanda
8 Elemen Perancangan KotaLike 0
(Hamid Shirvani) Tweet t
Rumah Mungil yang Sehat
Tata Letak MediaHome
Iklan Penulis e-mail Follow
Jembatan Penyeberangan Orang (Teori)
Zebra Cross - Jalur Penyeberangan Jalan
Opini Tentang Pelaksanaan K3 Dalam Proyek Pembangunan
Rumah Bergaya Arsitektur Jengki - Langgam Arsitektur Asli Dari Indonesia

oleh Faril pada hari Kamis, Agustus 19, 2010 0 diskusi


Kategori: teori arsitektur

0 Komentar fariable 🔒 Kebijakan Privasi Disqus 


1 Masuk

 Rekomendasikan t Tweet f Bagikan Urut dari yang Terlama

Mulai berdiskusi...

MASUK DENGAN ATAU DAFTAR DISQUS ?

Nama

Jadi yang pertama berkomentar.

✉ Langganan
Artikel berikutnyad»Pasang Disqus di websitemuTambahkan
Kembali ke fariable DisqusTambahkan
« Artikel sebelumnya

© 2010-2013 fariable. If you found the variable, you'll find the answer.
Original templates created by Templates Block , edited by Faril.

Like 0 Tweet t

Anda mungkin juga menyukai