Anda di halaman 1dari 7

Gambaran Infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) Pada Pekerja Salon

Di Kecamatan Kandangan dengan Metode Rapid Tes

Mina Baity(1), Muhammad Nazarudin(1), Putri Meranti Yasida Oktavia(1)

Akademi Analis Kesehatan Borneo Lestari Banjarbaru


JL. Kelapa Sawit 8 Bumi Berkat No. 1
Telp. (0511) 7672224 Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714
Email : minabaity@gmail.com

ABSTRAK

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menyebabkan


penyakit Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). HIV menyerang sistem
kekebalan tubuh dan merusak bagian dari sistem itu, yaitu jenis sel darah putih
yang disebut T lymphocyte atau T cell. Populasi pada penelitian ini ada 32 pekerja
salon dan sampel diambil dengan teknik total sampling yang berjumlah 32 orang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran infeksi HIV pada pekerja
salon. Metode penelitian ini yaitu survey deskriptif yang akan menggambarkan
suatu keadaan dengan pendekatan cross sectional diamati berdasarkan fakta yang
ditemukan mengenai hasil pemeriksaan HIV pada pekerja salon dengan prinsip
sampel serum atau plasma yang diteteskan pada reagen rapid tes tersebut akan
bereaksi dengan partikel yang telah dilapisi antigen. Campuran reaksi tersebut
akan bergerak melawati membran sampai berikatan dengan antibodi spesifik pada
garis T yang selanjutnya akan menghasilkan garis warna. Hasil pemeriksaan
infeksi HIV diketahui 2 orang reaktif infeksi HIV (7%) dan yang non reaktif ada
28 orang (93%), dari rentang umur para pekerja salon dari hasil responden
terbanyak pada kelompok 23 – 38 tahun sebanyak 18 orang (60%). Kesimpulan
dari penelitian ini diantaranya menunjukkan hasil 2 reaktif dan 28 non reaktif.
Dengan adanya penelitian ini diharapkan bagi masyarakat agar lebih
memperhatikan dengan perubahan perilaku berisiko ke perilaku yang sehat guna
menghilangkan stigma dan diskriminasi sehingga penanggulangan HIV/AIDS
dapat berjalan optimal dan dapat bekerja sama dengan pemerintah setempat.

Kata Kunci : HIV, Pekerja Salon, Rapid Tes

(1)
Akademi Analis Kesehatan Borneo Lestari Banjarbaru
Picture of HIV Infection (Human Deficiency Virus) In Beautyshop In
Kecamatan Kandangan By Rapid Test Method

Mina Baity(1), Muhammad Nazarudin(1), Putri Meranti Yasida Oktavia(1)

Akademi Analis Kesehatan Borneo Lestari Banjarbaru


JL. Kelapa Sawit 8 Bumi Berkat No. 1
Telp. (0511) Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714
Email : minabaity@gmail.com

ABSTRACT

Human Immunodeficiency Virus (HIV) is a virus that causes the disease


Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). HIV attacks the immune system
and damages part of the system, a type of white blood cell called T lymphocyte or
T cell. The population in this study were 32 beautyshop and the samples were
taken with total sampling technique which amounted to 32 people. This study
aims to determine the picture of HIV infection in beautyshop. The method of this
research is descriptive survey that will describe a situation with cross sectional
approach observed based on facts found on the results of HIV testing on
beautyshop with the principle of serum or plasma samples dripped on reagents
rapid test will react with antigen-coated particles. The reaction mixture will move
across the membrane until it binds to the specific antibody on the T line which in
turn produces a color line. Results of HIV infection were known to be 2 people
reactive HIV infection (7%) and non reactive there were 28 people (93%), from
the beautyshop age range of the respondents most in the group of 23-38 years as
many as 18 people (60%). The conclusions of this study show 2 reactive and 28
non reactive results. With this research is expected for the community to be more
concerned with changes in risk behavior to a healthy behavior to eliminate stigma
and discrimination so that HIV / AIDS control can run optimally and can work
together with the local government.

Keywords: HIV, Beautyshop, Rapid Tests

(1)
Health Analyst Academy of Borneo Lestari Banjarbaru
PENDAHULUAN bergaulnya yang menyimpang.
Latar Belakang Berdasarkan dari perilaku dan cara
Human Immunodeficiency Virus bergaul mereka yang seperti itu,
(HIV) adalah virus yang maka peneliti merasa tertarik untuk
menyebabkan penyakit Acquired melakukan penelitian di Kecamatan
Immunodeficiency Syndrome (AIDS). Kandangan karena ada beberapa
HIV menyerang sistem kekebalan informasi bahwa di Kecamatan
tubuh dan merusak bagian dari Kandangan ada beberapa salon
sistem itu, yaitu jenis sel darah putih yang terpapar virus HIV/AIDS. Dari
yang disebut T lymphocyte atau T hasil data Dinas Kesehatan tahun
cell atau dalam bahasa Indonesia, 2014 orang – orang dengan
sel limfosit T (KEMENPPPA, 2016). HIV/AIDS (ODHA) di Kabupaten
Menurut Centers for Disease Hulu Sungai Selatan khususnya para
Control and Prevention (CDC) tahun pekerja salon ada 18% yang
2010 terjadi peningkatan penularan terinfeksi HIV/AIDS. Perbedaan dari
HIV pada kelompok gay sebesar penelitian sebelumnya yang
20% bila dibandingkan tahun 2008. dilakukan oleh Dinas Kesehatan di
Selaras dengan kejadian di Amerika, Kabupaten Hulu Sungai Selatan
peningkatan penularan HIV di yaitu penelitian ini hanya ingin
komunitas LGBT di Indonesia juga melihat gambaran hasil reaktif dan
menunjukan peningkatan yang non reaktif infeksi HIV pada pekerja
cukup bermakna. Data Komisi salon di Kecamatan Kandangan
Penanggulangan AIDS (KPA) dengan metode rapid tes.
Nasional menunjukan peningkatan
jumlah penderita HIV di kelompok Rumusan Masalah
homoseksual dari 6% (2008) menjadi Berdasarkan latar belakang
8% (2010) dan terus menjadi 12% diatas dapat dirumuskan masalah
(2014). Data KPA menunjukan dalam penelitian ini “Bagaimana
jumlah orang dengan HIV/AIDS gambaran infeksi HIV pada pekerja
(ODHA) kelompok wanita pekerja salon di Kecamatan Kandangan ?”.
seksual komersial (PSK) sebesar 8- Tujuan
9% (angka ini relative tetap/tidak 1. Tujuan Umum
naik) (KPAN, 2009). Untuk mengetahui gambaran
Penularan HIV/AIDS bukan infeksi HIV pada pekerja salon.
hanya lewat hubungan seksual,
jarum suntik, air susu ibu yang 2. Tujuan Khusus
terinfeksi HIV tetapi juga bisa melalui a. Untuk mengetahui jumlah hasil
alat salon seperti alat cukur, gunting pemeriksaan HIV reaktif dan non
rambut, alat manicure pedicure reaktif pada pekerja salon di
karena dari orang yang sudah Kecamatan Kandangan.
terinfeksi HIV/AIDS dan memakai b. Untuk mengetahui persentasi hasil
alat yang sama. Selama ini penulis pemeriksaan HIV pada pekerja
mengamati pada salon-salon di salon di Kecamatan Kandangan.
daerah kecamatan Kandangan di c. Untuk menggambarkan responden
Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang mengalami infeksi HIV.
bahwa ada beberapa dari pekerja
salon terutama pada pegawai salon METODE PENELITIAN
laki-laki yang berperilaku kemayu. Jenis Penelitian
Sedangkan pegawai salon pada Penelitian ini merupakan metode
perempuan ada beberapa yang cara survey deskriptif yang akan
menggambarkan suatu keadaan
dengan pendekatan cross sectional diri ke Rumah Sakit atau
diamati berdasarkan fakta yang Puskesmas, apakah pekerja salon
ditemukan mengenai hasil memiliki tatto, apakah pekerja salon
pemeriksaan HIV pada pekerja pernah menggunakan alat suntik
salon. secara bersamaan, apakah pekerja
salon melakukan hubungan seksual
Populasi dan Sampel Penelitian dengan bergonta – ganti pasangan,
1.Populasi apakah anda menggunakan alat
Populasi pada penelitian ini cukur, gunting, menicure pedicure
adalah ada 16 salon yang berisi secara bersamaan, apakah alat –
masing-masing 2 pekerja yang alat tersebut pernah disterilisasi,
berjumlah 32 pekerja salon. apakah anda pernah transfusi darah.
2.Sampel
Sampel di ambil dengan teknik 3. Alur kerja penelitian
total sampling artinya sampel a. Pengambilan sampel
ditambah seluruh populasi yang Pengambilan sampel dilakukan
berjumlah 32 orang. dengan cara langsung kepada
pasien bagian lengan pada vena
Bahan Penelitian Mediana Cubital.
Bahan yang digunakan dalam b. Prosedur Pemeriksaan
penelitian ini adalah : Rapid tes HIV terdapat cara kerja
a. Sampel serum atau plasma pada sebagai berikut
orang pekerja salon 1. Rapid tes HIV diletakkan ke
dalam suhu rungan sebelum
Instrumen Penelitian digunakan.
Peralatan atau instrument yang 2. Diteteskan serum/plasma atau
digunakan dalam penelitian ini darah 1-2 tetes pada rapid tes
adalah: menggunakan pipet ke dalam
a. Alat sampling : torniquit, spuit, lubang sampel
kapas kering, kapas basah, 3. Diteteskan 1 tetes larutan buffer
hepapix, (untuk sampel serum dan
b. Alat pemeriksaan berupa rapid tes plasma) atau 2 tetes larutan
HIV buffer (untuk sampel darah)

Lokasi Penelitian 4. Tunggu selama 10-30 menit


Penelitian ini di lakukan di dan baca hasilnya.
Koperasi Kesehatan Kandangan
pada tanggal 21 Maret hingga 26 Cara Pengolahan dan Analisis
April 2017. Data
1. Pengolahan Data
Prosedur Pengambilan dan
Pengumpulan Data Pengolahan data yang diperoleh
1. Data Primer dari penelitian ini adalah dengan
Data yang diambil merupakan langkah sebagai berikut :
primer dari hasil pemeriksaan HIV. a. Editing Data
2.Data Sekunder Editing data adalah memeriksa
Data yang diambil merupakan kembali apakah isian dalam
sekunder dari hasil kuisioner yang kuesioner sudah lengkap dan
berisi pertanyaan seputar lama sampel telah sesuai, editing data
bekerja pekerja salon, seberapa dilakukan ditempat pengumpulan
sering pekerja salon memeriksakan data, sehingga jika ada kekurangan
dapat segera dikonfirmasi pada 24 HSS/2017/24 Non Reaktif
responden yang bersangkutan. 25 HSS/2017/25 Non Reaktif
b. Pemberian Kode (Coding) 26 HSS/2017/26 Non Reaktif
Coding adalah kegiatan memberi 27 HSS/2017/27 Non Reaktif
kode pada variabel coding penelitian 28 HSS/2017/28 Non Reaktif
pada variabel indefendent, jika 29 HSS/2017/29 Non Reaktif
terdapat reaktif HIV diberi kode satu 30 HSS/2017/30 Non Reaktif
dan jika non reaktif HIV diberi kode
dua. Setelah dilakukan pemeriksaan
c. Penyusunan Data (Tabulating) HIV pada pekerja salon di
Tabulating data adalah berupa Kecamatan Kandangan April 2017
tabulasi data secara manual yang yang dilakukan di Koperasi
bertujuan untuk meringkas dan Kesehatan HSS sebanyak 30
menyajikan data yang di peroleh ke sampel. Setelah dilakukan
dalam tabel. pemeriksaan dari 30 sampel tersebut
2. Analisis Data didapatkan hasil 2 reaktif virus HIV.
Data yang terkumpul di
tabulasikan di olah secara manual PEMBAHASAN
dan hasilnya disajikan dalam bentuk Hasil penelitian ini dilakukan
tabel distribusi frekuensi selanjutnya pemeriksaan HIV terhadap 30
diuraikan secara deskriptif. sampel pada pekerja salon di
Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
ANALISIS HASIL PENELITIAN Penelitian ini dilakukan pada bulan
Hasil Pemeriksaan HIV April 2017 di Koperasi Kesehatan.
Berdasarkan hasil penelitian ini
No Kode Hasil
diketahui sebanyak 7% menunjukkan
Sampel Pemeriksaan
hasil reaktif dan 93% non reaktif.
1 HSS/2017/01 Non Reaktif
Dari 2 orang reaktif tersebut berjenis
2 HSS/2017/02 Non Reaktif kelamin laki-laki 1 orang dan 1 orang
3 HSS/2017/03 Non Reaktif perempuan. Yang berjenis kelamin
4 HSS/2017/04 Non Reaktif berumur 35 tahun bekerja disalon
5 HSS/2017/05 Non Reaktif sdh lebih dari 5 tahun, tidak memiliki
6 HSS/2017/06 Non Reaktif tatto dan mengaku melakukan
7 HSS/2017/07 Non Reaktif berhubungan seksual dengan
8 HSS/2017/08 Non Reaktif bergonta-ganti pasangan.
9 HSS/2017/09 Reaktif Sedangkan yang berjenis kelamin
10 HSS/2017/10 Non Reaktif perempuan berumur 27 tahun
11 HSS/2017/11 Non Reaktif bekerja disalon baru kurang dari satu
12 HSS/2017/12 Non Reaktif tahun tidak memiliki tatto dan
13 HSS/2017/13 Non Reaktif mengaku melakukan hubungan
14 HSS/2017/14 Reaktif seksual dengan bergonta-ganti
15 HSS/2017/15 Non Reaktif pasangan, jadi tidak menutup
16 HSS/2017/16 Non Reaktif kemungkinan untuk terinfeksinya
17 HSS/2017/17 Non Reaktif virus HIV.
18 HSS/2017/18 Non Reaktif
19 HSS/2017/19 Non Reaktif PENUTUPAN
20 HSS/2017/20 Non Reaktif Kesimpulan
21 HSS/2017/21 Non Reaktif 1. Hasil gambaran dari infeksi HIV
22 HSS/2017/22 Non Reaktif pada pekerja salon di Kecamatan
23 HSS/2017/23 Non Reaktif Kandangan diantaranya
menunjukkan hasil 2 reaktif dan
28 non reaktif. Ucapan Terima Kasih
2. Berdasarkan persentasi dari hasil 1. Ibu Putri Kartika Sari M.Si, selaku
pemeriksaan HIV pada pekerja Direktur Akademi Analis
salon di Kecamatan Kandangan Kesehatan Borneo Lestari.
didapat sebanyak 2 sampel (7%) 2. Bapak Muhammad Nazarudin
menunjukkan hasil reaktif dan 28 S.ST, M.Imun selaku pembimbing
sampel (93%) non reaktif. utama Karya Tulis Ilmiah yang
3. Hasil gambaran dari responden dengan kesungguhan hati dan
yang mengalami infeksi HIV yaitu penuh kesabaran memberikan
berjenis kelamin laki-laki 1 orang bimbingan serta pengarahan
dan 1 orang perempuan. Yang sehingga Karya Tulis Ilmiah ini
berjenis kelamin berumur 35 dapat diselesaikan.
tahun bekerja disalon sdh lebih 3. Ibu Putri Meranti Yasida Oktavia
dari 5 tahun, tidak memiliki tatto S.ST selaku pembimbing II yang
dan mengaku melakukan telah memberi masukan dan
berhubungan seksual dengan saran kepada penulis sehingga
bergonta-ganti pasangan. Karya Tulis Ilmiah ini dapat
Sedangkan yang berjenis kelamin diselesaikan.
perempuan berumur 27 tahun 4. Bapak Drs. Jasmadi Joko Kartiko
bekerja disalon baru kurang dari M.S, Apt selaku penguji Karya
satu tahun tidak memiliki tatto dan Tulis Ilmiah atas saran dan
mengaku melakukan hubungan masukannya.
seksual dengan bergonta-ganti 5. Kepada para responden yang
pasangan. sudah bersedia meluangkan
waktunya untuk bersedia menjadi
Saran responden penelitian.
1. Bagi Masyarakat
Bagi masyarakat agar lebih REFERENSI
memperhatikan dengan Abdul, K. H. 2007. Tangan
perubahan perilaku berisiko ke Kuasadalam Kelamin Telaah
perilaku yang sehat guna Homoseks, Pekerja Seks dan
menghilangkan stigma dan Seks Bebas di Indonesia.
diskriminasi sehingga Yogyakarta : Insist Press.
penanggulangan HIV/AIDS dapat
berjalan optimal dan dapat BASHH. 2006. Clinical Governance
bekerja sama dengan pemerintah Committee. Guidance on the
setempat. appropriate use of HIV Point
2. Bagi Intansi Terkait of Care Tests. BASHH.
Untuk melakukan pemeriksaan
kesehatan rutin dan penyuluhan Centers for Disease Control and
bagi pekerja salon agar Prevention (CDC). 2010.
menghindari penularan penyakit. STD Trends in the United
3. Bagi Penelitian Lebih Lanjut State : 2010 National Data
Untuk menambahkan for Gonorrhea, Chlamydia,
pengetahuan di harapkan untuk and Syphilis. 22 November
meneruskan penelitian ini dengan 2010.
metode yang berbeda agar uji
tambahan yang lebih spesifik. Gallant, J. 2010. 100 Tanya-Jawab
Mengenai HIV dan AIDS.
Terjemahan : Alexander
Sindoro. Kembang Utara- Tingkat Penalaran Moral.
Jakarta Barat : PT Indeks. Tidak diterbitkan (Skripsi).
Universitas Muhammadiyah
Gandasoebrata, R. 2013. Penuntun Surakarta.
Laboratorium Klinik. Jakarta
: Dian Rakyat. Rokhmah, D. 2013. Pengetahuan
dan Sikap ODHA (Orang
Gerungan, 2004. Psikolog Sosial. Dengan HIV dan AIDS)
Bandung : Rafika Aditama. Tentang HIV dan AIDS dan
Pencegahannya. Jurnal
Hardjoeno, 2007. Interpretasi Hasil IKESMA Vol. 9 Nomor 2
Tes Laboratorium September 2013 Hal. 136.
Diagnostik. Cetakan 5.
Makassar : Hasanudin
University Press. Suswardana, Y.A. 2007. Infeksi
Menular Seksual pada
Hawari, D. 2009. Pendekatan Komunitas Waria di
Psikolog pada Yogyakarta : Kajian
Homoseksual. Jakarta : Terhadap Berbagai
FKUI. Faktor Risiko Tingginya
Prevalensi HIV. Jurnal
Kementrian Pemberdayaan Kedokteran Indonesia
Perempuan dan Medika Volume 7 (33) :
Perlindungan Anak. 2016. 89-93.
Kasus HIV/AIDS Di
Indonesia Meroket.
http://www.kemenpppa.go.id
/. Diakses tanggal 29
Februari 2016.

Komisi Penanggulangan AIDS


Nasional. 2009. Situasi HIV
dan AIDS di Indonesia.
Jakarta.

Oetomo, D. 2003. Memberi Suara


pada yang Bisu. Yogyakarta
: Pustaka Marwa. Cetakan
ke-2.

Owen, S.M. 2008. Alternative


Algorithms for Human
Immunodeficiency Virus
Infection Diagnosis Using
Test That Are Licensed in
the United States. J Clin
Microbiol 46:1588-1595.

Ramadhani, R. 2011. Sikap remaja


Terhadap Perilaku Seksual
Pranikah ditinjau dari