Anda di halaman 1dari 13

UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN PASSING

BAWAH BOLAVOLI MENGGUNAKAN METODE BERMAIN


UNTUK SISWA KELAS VI SD NEGERI POLOWIJEN 02
KECAMATAN BLIMBING KOTA MALANG
Farizal Fetrianto
Sulistyorini
Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang
e-mail: farizalfetrianto@gmail.com

Abstract: The research objective of this class action is to improve the skills of passing
under volleyball in teaching Physical Education, Sport and Health at the sixth grade
elementary school Polowijen 02 Blimbing district of Malang by using the method of
play. This research is a classroom action research with qualitative descriptive approach.
This classroom action research was done using two cycles and each cycle consists of
four phases: (1) planning, (2) implementation, (3) observation (observation), and (4)
reflection. Subjects in this study were 30 six graders Polowijen 02 Blimbing district
Negeri Malang. The results showed an increase in students' skills in doing passing down
after learning by using the method of play. Classroom action research was conducted in
two cycles, ie three meetings in cycles 1 and one meeting in cycle 2. The success rate of
students in cycle 1 meeting 1, 2, and 3 is 66.4%; 79.8%; 90% and in cycle 2 as much as
90.3%. The conclusion is to use the method of learning can play in improving the skills
of passing under six graders Polowijen 02 Blimbing district Negeri Malang.

Keywords: under pass, play method

Abstrak: Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan keterampilan
passing bawah bolavoli dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan
Kesehatan di kelas VI SD Negeri Polowijen 02 Kecamatan Blimbing Kota Malang
dengan menggunakan metode bermain. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan
kelas dengan pendekatan deskriftif kulitatif. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan
dengan menggunakan dua siklus dan setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1)
perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan (observasi), dan (4) refleksi. Subjek
dalam penelitian ini adalah 30 siswa kelas VI SD Negeri Polowijen 02 Kecamatan
Blimbing Kota Malang. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan keterampilan
siswa dalam melakukan passing bawah setelah dilakukan pembelajaran dengan
menggunakan metode bermain. Penelitian tindakan kelas dilakukan dalam dua siklus,
yaitu tiga pertemuan di siklus 1 dan satu pertemuan di siklus 2. Tingkat keberhasilan
siswa pada siklus 1 pertemuan 1, 2, dan 3 yaitu 66,4%; 79,8%; 90% dan pada siklus 2
sebanyak 90,3%. Kesimpulannya adalah dengan penggunaan metode bermain dalam
pembelajaran dapat meningkatkan keterampilan passing bawah siswa kelas VI SD
Negeri Polowijen 02 Kecamatan Blimbing Kota Malang.

Kata kunci: passing bawah, metode bermain

Pendidikan berperan penting untuk mengantarkan ke arah kehidupan yang


meningkatkan sumber daya manusia lebih baik sesuai dengan yang dicita-
yang berdaya saing tinggi. Peran citakan. Sebagai bagian dari keseluruhan
pendidikan dan ilmu pengetahuan sangat sistem pendidikan, maka sekolah
penting untuk mewujudkan kehidupan dihadapkan pada tugas yang penting
yang cerdas, dinamis dan demokratis. dalam meningkatkan kecerdasan dan
Sekolah merupakan lembaga pendidikan kualitas kehidupan manusia seutuhnya.
formal dalam masyarakat yang akan

50
51 Jurnal Kepelatihan Olahraga, Vol 1 No 1 Oktober 2016

Selain itu, sekolah juga merupakan membuat anak sibuk. Tetapi pendidikan
tempat terjadinya proses pembelajaran. jasmani adalah bagian penting dari
“Pembelajaran pada hakikatnya pendidikan. Melalui pendidikan jasmani
merupakan suatu proses interaksi antara yang diarahkan dengan baik, anak akan
guru dengan siswa, baik interaksi mengembangkan keterampilan yang
langsung seperti kegiatan tatap muka berguna bagi pengisian waktu senggang,
maupun secara tidak langsung” terlibat dalam aktivitas yang kondusif
(Rosdiani, 2012:16). Dengan kata lain, untuk mengembangkan hidup sehat,
guru merupakan orang yang berperan berkembang secara sosial, dan
penting terhadap kesuksesan hasil belajar menyumbang pada kesehatan fisik dan
siswa. Dimyati dan Mudjiono (2006:288) mentalnya
menyatakan bahwa peran guru dalam Jadi Pendidikan Jasmani Olahraga,
pembelajaran adalah merancang kegiatan dan Kesehatan merupakan bagian penting
pembelajaran yang efektif dan membantu dalam proses pendidikan. Melalui
pebelajar mencapai tujuan yang pendidikan jasmani, anak dapat
ditetapkan. Oleh karena itu, guru harus mengembangkan keterampilan sosial,
mampu memprogram pembelajaran yang fisik, dan mentalnya. Mata pelajaran
sesuai dengan karakteristik siswa serta pendidikan jasmani, olahraga dan
sarana dan prasarana yang ada di sekolah. kesehatan untuk jenjang SD/MI terdiri
Ada beberapa mata pelajaran yang dari tujuh ruang lingkup, meliputi: (1)
harus ditempuh oleh siswa dalam proses permainan dan olahraga, (2) aktivitas
belajar mengajar di sekolah salah satunya pengembangan, (3) aktivitas senam, (4)
adalah mata pelajaran pendidikan aktivitas ritmik, (5) aktivitas air, (6)
jasmani, olahraga dan kesehatan. Badan pendidikan luar kelas, dan (7) kesehatan
Standar Nasional Pendidikan (2006:702) (BSNP, 2006:703-704). Pada aspek
menyatakan bahwa: Pendidikan jasmani permainan dan olahraga, bolavoli
merupakan bagian integral dari merupakan salah satu sub pokok materi
pendidikan secara keseluruhan, bertujuan pendidikan jasmani, olahraga dan
untuk mengembangkan aspek kebugaran kesehatan yang diajarkan di sekolah
jasmani, keterampilan gerak, dasar (SD) kelas VI.
keterampilan berfikir kritis, keterampilan Pembelajaran pendidikan Jasmani,
sosial, penalaran, stabilitas emosional, Olahraga dan Kesehatan memiliki
tindakan moral, aspek pola hidup sehat beberapa Standar Kompetensi (SK) dan
dan pengenalan lingkungan hidup bersih Kompetensi Dasar (KD) yang harus
melalui aktivitas jasmani, olahraga dan dikuasi siswa. SK dan KD tersebut
kesehatan terpilih dan dirancangkan tercantum dalam Kurikulum Tingkat
secara sistematis dalam rangka mencapai Satuan Pendidikan (KTSP). SK dan KD
tujuan pendidikan nasional. Rosdiani bertujuan untuk mengukur kemampuan
(2012:23-24) menyatakan bahwa: siswa dalam suatu proses pembelajaran.
Pendidikan jasmani merupakan bagian SK dan KD yang harus dikuasai oleh
penting dari proses pendidikan. Artinya, siswa dalam mata pelajaran Pendidikan
pendidikan jasmani bukan hanya Jasmani, Olaharaga, dan Kesehatan di
dekorasi atau ornamen yang ditempelkan Sekolah Dasar (SD) kelas VI akan
pada program sekolah sebagai alat untuk disajikan sebagai berikut.
Fetrianto & Sulistyorini, Upaya Meningkatkan Keterampilan 52

Tabel 1 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Siswa SD Kelas VI


Kelas VI Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
Semester 1 1. Mempraktikkan berbagai gerak dasar 1.2 Mempraktikkan gerak dasar salah satu
permainan dan olahraga dengan permaian bola besar dengan
peraturan yang dimodifikasi, dan koordinasi dan kontrol yang baik
nilai-nilai yang terkandung di dengan peraturan yang dimodifikasi,
dalamnya serta nilai kerjasama, sportivitas, dan
kejujuran**)
(sumber: BSNP, 2006:723)

Pada jenjang pendidikan sekolah kesehatan di SD Negeri Polowijen 02


dasar bemain merupakan medium yang Kecamatan Blimbing Kota Malang
tepat dalam pengajaran. Furqon (2006:2) menunjukkan bahwa (1) kurikulum yang
menyatakan “Bermain adalah aktivitas digunakan di sekolah adalah kurikulum
yang menyenangkan, serius dan sukarela, 2006 dan kurikulum 2013. Kurikulum
di mana anak berada dalam dunia yang 2006 digunakan untuk siswa kelas III dan
tidak nyata atau sesungguhnya”. Dengan kelas VI sedangkan kurikulum 2013
kata lain, bermain merupakan media digunakan untuk siswa kelas I, II, IV dan
yang paling tepat bagi guru untuk V; (2) materi yang diajarkan pada siswa
memberikan materi yang bersifat serius kelas 6 adalah aktivitas kebugaran
namun tetap mengindahkan aktivitas jasmani, permainan bola kecil, permainan
yang menyenangkan. Furqon (2006:8) bola besar, dan atletik; (3) terkait dengan
menyatakan “Dengan bermain anak aktivitas kebugaran jasmani yang
menemukan bagaimana menyesuaikan diajarkan adalah kecepatan dan
dengan dunianya, bagaimana mengatasi kelincahan; (4) terkait dengan aktivitas
aktivitas kehidupan, bagaimana permainan bola kecil yang diajarkan
mengatasi keterampilan, bagaimana adalah kasti dan lempar tangkap bola; (5)
menguasai keterampilan baru dan terkait dengan aktivitas bola besar yang
bagaimana mendapatkan kepercayaan diajarkan pada siswa kelas VI adalah
dalam dirinya karena bermanfaat bagi bolavoli, sepak bola dan basket; (6)
anak”. Jadi dengan bermain, anak dapat terkait dengan aktivitas atletik yang
mengeksploitasi dan bereksperimen diajarkan adalah lompat jauh; mengenai
dengan dunia yang mengintarinya dan sarana dan prasarana yang ada di sekolah
mampu beradaptasi dengan dunia luar meliputi: (1) kun 16 buah; (2) tongkat
serta memecahkan berbagai tantangan. pemukul kasti; (3) net bolavoli; (4)
Hasil wawancara dengan guru bolavoli 3 buah; (5) bola sepak 4 buah;
pendidikan jasmani, olahraga dan dan (6) bola basket 4 buah.

Tabel 2 Nilai Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Kelas V dari
30 siswa
No. Materi SKM Nilai
1. Kelincahan 70 81
2. Kecepatan 70 82,3
3. Basket 70 80
4. Bolavoli 70 68,5
5. Sepakbola 70 77,8
6. Lompat jauh 70 78,7

Berdasarkan hasil penilaian yang nilai rata rata dari 30 siswa adalah 82,3;
dilakukan guru Pendidikan Jasmani, (3) pada materi bola basket nilai rata-rata
Olahraga, dan Kesehatan ketika siswa dari 30 siswa adalah 80; (4) pada materi
berada di kelas 5 yaitu (1) pada materi bolavoli nilai rata-rata dari 30 siswa
kelincahan nilai rata-rata dari 30 siswa adalah 68,5; (5) pada materi sepak bola
adalah 81; (2) pada materi kecepatan nilai rata rata dari 30 siswa adalah 77,8;
53 Jurnal Kepelatihan Olahraga, Vol 1 No 1 Oktober 2016

dan (6) pada materi lompat jauh nilai bahwa nilai yang dicapai siswa pada
rata-rata dari 30 siswa adalah 78,7. Nilai materi bolavoli belum memenuhi Standar
minimal yang harus dicapai oleh siswa Kompetensi Minimum (SKM).
adalah 70 sehingga dapat disimpulkan

Tabel 3 Data Hasil Observasi Awal Teknik Dasar Passing Bawah Bolavoli Siswa Kelas VI
( )
Teknik Sikap Sikap Sikap Perkenaan Skor
Kaki Badan Tangan Bola maksimal
Jumlah 40 52 45 53 90
Persentase 44,4% 57,8% 50% 58,9%

Keterangan:
1. = banyak siswa
2. Sikap kaki = Mempunyai 3 indikator untuk dinilai
3. Sikap Badan = Mempunyai 3 indikator untuk dinilai
4. Sikap Tangan = Mempunyai 3 indikator untuk dinilai
5. Perkenaan Bola = Mempunyai 3 indikator untuk dinilai

Tabel 1.3 menunjukkan tingkat sudah disusun dalam bentuk kegiatan


keberhasilan siswa dalam melakukan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan
passing bawah bolavoli. Data tersebut pembelajaran” (Asim, dkk, 2012:7).
diperoleh peniliti dari hasil tes passing Furqon (2006:2) menyatakan bahwa
bawah bolavoli berpasangan terhadap 30 “Bermain adalah aktivitas yang
siswa kelas VI pada tanggal 30 Agustus menyenangkan, serius, dan sukarela, di
2014 dengan menggunakan 12 indikator mana anak berada dalam dunia yang
keberhasilan dalam melakukan passing tidak nyata atau sesungguhnya”.
bawah. Dari hasil observasi tersebut Widijoto (2006:6) menyatakan
didapatkan: (1) tingkat keberhasilan bahwa metode bermain adalah cara
siswa pada sub variabel sikap kaki adalah mengajar menggunakan permainan,
44,4%; (2) tingkat keberhasilan siswa tujuannya agar siswa memahami manfaat
pada sub variabel sikap badan adalah teknik permainan tertentu dengan cara
57,8%; (3) tingkat keberhasilan siswa mengenalkan situasi permainan tertentu
pada sub variabel sikap tangan adalah terlebih dahulu kepada anak.
50%; dan (4) tingkat keberhasilan siswa Berdasarkan pendapat para ahli di
pada sub variabel perkenaan bola adalah atas dapat disimpulkan bahwa metode
58,9%. Dari penjelasan tersebut, bermain adalah suatu cara yang
diperlukan suatu upaya untuk digunakan untuk mengimplementasikan
meningkatkan pembelajaran agar siswa kegiatan yang menyenangkan bersama
mampu melakukan passing bawah teman yang mempunyai karakteristik
bolavoli dengan benar, sesuai dengan bebas, sukarela, dan tanpa paksaan.
indikator keberhasilan, serta mampu Metode permainan yang digunakan
mencapai nilai maksimal yang telah dalam pembelajaran pendidikan jasmani
ditentukan oleh sekolah. Berdasarkan di SD Negeri Polowijen 02 Kecamatan
latar belakang yang telah diuraikan, maka Blimbing Kota Malang ini terdiri dari 6
dilakukan penelitian dengan judul macam model permainan yang bertujuan
“Upaya Meningkatkan Keterampilan untuk meningkatkan keterampilan
Passing Bawah Bolavoli Menggunakan passing bawah bolavoli. Metode
Metode Bermain untuk Siswa Kelas VI permainan yang digunakan diberikan
SD Negeri Polowijen 02 Kecamatan semenarik mungkin agar siswa tertarik
Blimbing Kota Malang”. dalam melakukan pembelajaran passing
“Metode dapat diartikan sebagai bawah bolavoli menggunakan metode
cara yang digunakan untuk permainan
mengimplementasikan rencana yang
Fetrianto & Sulistyorini, Upaya Meningkatkan Keterampilan 54

Dari uraian di atas, peneliti 2. Lempar Tangkap Bola Formasi


memberikan 6 metode permainan dalam Bintang
pembelajaran pendidikan jasmani di SD a. Tujuan Permainan
Negeri Polowijen 02 Kecamatan Permainan ini mempunyai tujuan
Blimbing Kota Malang yaitu sebagai melatih siswa untuk menerapkan
berikut: gerakkan passing bawah sesuai dengan
1. Permainan Lempar Tangkap Bola teknik yang benar. Bola dalam keadaan
Formasi Lurus yang lurus atau searah.
a. Tujuan permainan b. Karakteristik permainan
Permainan ini mempunyai tujuan Karakteristik Permainan Tangkap
melatih siswa untuk menerapkan Bola Formasi Bintang adalah melempar
gerakkan passing bawah sesuai dengan bola dengan lengan lurus, cara
teknik yang benar yaitu arah lemparan melemparnya dari bawah ke atas
bola harus teratur dari bawah ke atas dengan sudut maksimal antara badan
pada saat memberikan bola itu kepada dengan lengan 90o, dan arah
orang lain. lemparannya ke samping.
b. Karakteristik permainan c. Peraturan Permainan
Karakteristik Permainan Lempar Dalam permainan ini akan terdapat
Tangkap Bola Formasi Lurus adalah 5 kelompok yang akan berbaris
melempar bola dengan lengan lurus, berhadapan membentuk bintang
cara melemparnya dari bawah ke atas (segilima) dengan jarak antar kelompok
dengan sudut maksimal antara badan yaitu 4-5 meter. Setiap kelompok akan
dan lengan 90o dan arah lemparan lurus. membawa satu bola, lalu dilemparkan
c. Peraturan Permainan ke barisan sebelah kiri dari barisannya
Siswa dibagi menjadi beberapa dengan cara seperti melakukan passing
kelompok, masing-masing kelompok bawah yaitu dari bawah ke atas. Orang
dibagi menjadi 10 orang dan saling yang diberi umpan adalah orang nomor
berhadapan. Jarak antar regu dalam satu 2 dari depan dikarenakan orang yang
kelompok 3-4 meter. Masing-masing mengumpan adalah orang pertama.
kelompok diberi satu bola oleh guru, Setelah melempar lalu berlari ke arah
selanjutnya siswa yang berada pada kelompok sebelah kirinya di barisan
posisi paling depan melemparkan bola paling belakang.
ke siswa yang berada di hadapannya. 3. Permainan Estafet Sentuh Bola
Aturan dalam meleparkan bola yaitu a. Tujuan Permainan
posisi kaki harus ditekuk, tangan harus Untuk melatih siswa dalam
lurus dan cara melemparnya dari bawah menentukan perkenaan bola yang benar
ke atas seperti orang yang sedang pada saat melakukan passing bawah.
melakukan passing bawah. Setelah b. Karakteristik Permainan
melempar bola siswa berlari ke barisan Karakteristik Permainan Estafet
paling belakang lewat sebelah kanan Sentuh Bola adalah berlari menjemput
temannya. Pada saat urutan ganjil siswa bola, melakukan passing yang benar
harus menyebutkan nama siswa yang pada saat impact bola ke tangan yaitu
diberikan atau diberi umpan olehnya. lengan tangan bawah.
Hukuman bagi kelompok yang kalah c. Peraturan Permainan
dalam artian paling banyak kesalahan Permainan estafet sentuh bola ini
tidak menyebutkan nama siswa yang akan dibentuk 5 kelompok. Setiap
berikan umpan ketika pelempar berada kelompok menunjuk satu orang untuk
pada posisi nomer ganjil maka diberi memegang bola, sedangkan kelompok
hukuman berjoget. yang lain akan berbaris berhadapan
dengan pemegang bola dalam jarak 10
meter. Cara bermain adalah siswa yang
berbaris akan saling berlomba untuk
menyentuh bola yang dipegang oleh
55 Jurnal Kepelatihan Olahraga, Vol 1 No 1 Oktober 2016

teman yang di depan. Cara memegang 5. Permainan Bola Keranjang


bola yaitu dengan cara menjulurkan a. Tujuan Permainan
tangannya. Pelari akan menuju bola dan Untuk melatih siswa dalam
menyentuh bola dengan cara yang sama melakukan passing bawah bolavoli agar
seperti melakukan passing bawah tepat sasaran.
bolavoli. Cara menyentuh bola seperti b. Karakteristik Permainan
pada Gambar 2.8 setiap orang dalam Karakteristik Permainan Bola
kelompok akan menyentuh semua, Keranjang adalah melakukan passing
setelah semua menyentuh maka baris bawah dengan diberikan sasaran.
pertama akan berlari menggantikan c. Peraturan Permainan
pemegang bola dan pemegang bola Siswa dibagi menjadi 5 kelompok
menjadi urutan paling terakhir, begitu sama rata. Seorang siswa dari masing-
seterusnya. Kelompok yang kalah akan masing kelompok berada di depan
diberi hukuman berlari mengelilingi sebagai keranjang. Orang yang bertugas
lapangan 1 kali. sebagai keranjang membuat kedua
4. Permainan Estafet Menghimpit Bola tangannya membentuk lingkaran di
a. Tujuan Permainan depan dada. Selain itu, orang yang
Untuk melatih posisi kaki dan bertugas menjadi keranjang sekaligus
tangan yang benar dalam melakukan bertugas menjadi pengumpan. Jadi
passing bawah bolavoli. urutannya setelah siswa mengumpan
b. Karakteristik Permainan bola ke temannya, siswa tersebut
Karakteristik Permainan Estafet membentuk kedua tanggannya menjadi
Menghimpit Bola adalah berjalan keranjang. Siswa yang lain bersiap
dengan menghimpit bola di antara dada melakukan passing bawah dan
dan kedua lengan. Permainan ini memasukkan bola ke dalam keranjang
diberikan dengan maksud ketika dan menunggu bola yang dilempar dari
melakukan passing bawah, salah satu siswa yang berada di depan. Setelah
kaki selalu berada di depan. selesai menjadi keranjang siswa
c. Peraturan Permainan tersebut berlari ke barisan paling
Siswa dibagi menjadi 5 kelompok belakang. Siswa yang melakukan
sama rata, kemudian masing-masing passing bawah berganti peran menjadi
kelompok mendapatkan satu bola. keranjang dan begitu seterusnya.
Kedua lengan diluruskan seperti Kelompok yang paling banyak
melakukan passing bawah bolavoli memasukkan bola kedalam keranjang
kemudian bola diletakkan di antara adalah pemenangnya. Jarak antara
dada dan kedua lengan. Jarak antara keranjang dan pelaku passing bawah
start dan finish 10 meter. Kemudian adalah 3 meter.
siswa berjalan jongkok dari posisi awal 6. Permainan Raja dan Pasukan
ke posisi finish. Setelah sampai di finish a. Tujuan Permainan
siswa meleparkan bola ke temannya Permainan ini bertujuan
yang ada di posisi start dan siswa yang membiasakan diri untuk melakukan
berada di posisi start melakukan seperti passing bawah dengan keadaan bola
yang dilakukan oleh temannya yang arahnya tidak selalu dari depan.
sebelumnya. Kelompok yang bisa b. Karakteristik Permainan
mencapai finish paling cepat maka akan Karakteristik Permainan Raja dan
dinyatakan menang dan kelompok yang Pasukan adalah melakukan passing
mencapai finish paling akhir dinyatakan bawah dengan arah yang tidak
kalah. Kelompok yang kalah dalam beraturan dan mengumpan dengan arah
artian paling akhir mencapai finish akan yang tidak selalu lurus.
mendapatkan hukuman berjoget. c. Peraturan Permainan
Siswa dibagi menjadi 5 kelompok
dan masing-masing kelompok terdiri
dari 6 orang. Seorang dari masing-
Fetrianto & Sulistyorini, Upaya Meningkatkan Keterampilan 56

masing kelompok di depan sebagai raja lainnya tidak akan dapat digunakan
atau pelempar, sedangkan yang lain dengan sempurna sehingga permainan
berdiri berjajar di depan raja sebagai menjadi kurang menarik (Roesdiyanto,
pasukan. Tugas pasukan adalah 1991:17).
melakukan passing bawah. Jarak antara Kesimpulan dari pendapat para ahli
raja dan pasukan adalah 3 meter. Raja mengenai pengertian passing bawah
mengumpan bola kepada pasukannya adalah cara memainkan bola dengan cara
dan pasukan mengembalikan bola kedua pergelangan dirapatkan dengan
dengan passing bawah. Apabila maksud mengoper bola kepada teman
pasukan tidak dapat mengembalikan ketika bola datang di depan atau samping
bola dengan baik maka ia menempati badan yang berada di lapangannya
posisi sebagai raja dan apabila raja sendiri.
melakukan kesalahan memberikan bola Dalam tahapan melakukan passing
kepada pasukan, maka raja menempati bawah ada empat sikap yang dapat
posisi pasukan yang terakhir dan posisi digunakan dalam passing bawah
satu menggantikan sebagai raja. Posisi dikelompokkan dalam empat garis besar.
awal pasukan di hitung dari posisi Tahapan tersebut meliputi sikap kaki,
paling kanan dari pasukan itu. sikap badan, sikap tangan, dan perkenaan
Bolavoli dimainkan oleh dua tim bola. Dalam sikap kaki menurut
dan masing-masing tim beranggotakan 6 Sugiyono (1997:52) “berdiri tegak
orang dan dalam suatu lapangan dengan kaki kangkang selebar bahu, atau
berukuran 30 kaki persegi (9 meter lebih lebar sedikit, posisi lutut sedikit
persegi) bagi setiap tim dan keduanya ditekuk.”
terpisah oleh sebuah net (Viera dan Dalam sikap tangan, kedua lengan
Ferguson, 2004:2). dirapatkan di depan badan, dengan kedua
Dalam bermain bolavoli, sesorang lengan dijulurkan lurus ke bawah, siku
tidak cukup hanya bermain dengan asal jangan ditekuk (sudut antara lengan
main tanpa memperhatikan teknik yang dengan badan ± 450)”; jemari tangan
benar karena teknik yang benar dapat berpaut dan saling mengengam dengan
menunjang keberhasilan dalam suatu posisi ibu jari menghadap ke atas;
permaianan bolavoli. “Permainan ini ayunkan kedua lengan yang telah
akan berjalan dengan baik apabila setiap diluruskan dari arah bawah ke atas depan
pemain minimal telah menguasai teknik (Sugiyono, 1997:52-53). Tahap
dasar bermain bolavoli” (Sugiyono, selanjutnya adalah sikap badan, menurut
1997:42). “Dalam permainan bolavoli Durrwachter (1967:53) badan agak
ada beberapa bentuk teknik dasar yang condong kedepan, tubuh agak
harus dikuasai. Teknik-teknik dalam membungkuk dan pandangan kedepan.
permainan bolavoli terdiri atas service, Sedangkan tahap perkenaan bola adalah
passing bawah, passing atas, block dan tahap ketika bola menyentuh lengan
smash”(Ahmadi, 2007:20) untuk menghasilkan pukulan atau
Passing bawah merupakan suatu passing.
teknik dasar dalam permainan bolavoli
yang sangat penting. Hal ini sesuai METODE
dengan yang dikemukakan oleh Penelitian ini bertujuan untuk
Sugiyono (1997:52) “passing bawah mengetahui bagaimana meningkatan
akan dilakukan oleh seorang pemain keterampilan passing bawah bolavoli
apabila bola yang datang jatuh berada di menggunakan metode bermain untuk
depan atau samping badan setinggi perut siswa kelas VI SD Negeri Polowijen 02
ke bawah”. Passing bawah merupakan Kecamatan Blimbing Kota Malang.
teknik yang harus dikuasai dengan baik Sesuai dengan tujuan penelitian maka
oleh setiap pemain, tanpa menguasai pendekatan yang digunakan adalah
teknik passing bawah permainan bolavoli penelitian tindakan kelas. Dalam
tidak akan berjalan dengan lancar, teknik penelitian tindakan kelas atau yang lebih
57 Jurnal Kepelatihan Olahraga, Vol 1 No 1 Oktober 2016

dikenal dengan classroom action siswa terdiri dari 19 siswa putra dan 11
research (CAR) adalah penelitian yang siswa putri.
dilakukan secara bersiklus. Setiap siklus Data hasil penelitian diperoleh
terdiri atas: perencanaan, tindakan, berdasarkan hasil observasi yang
observasi, dan refleksi. Hasil dilakukan oleh peneliti dengan
pembelajaran dan hasil refleksi menggunakan lembar observasi. Data ini
digunakan sebagai dasar untuk perbaikan berupa data deskriptif kualitatif, peneliti
pada siklus selanjutnya. memberikan nilai 1 untuk gerakan yang
Dalam penelitian ini peneliti bekerja benar dan nilai 0 untuk gerakan yang
sama dengan guru pendidikan jasmani di tidak sesuai dengan indikator sikap kaki,
lapangan sangat dibutuhkan. Guru sikap tangan, sikap badan, dan perkenaan
pendidikan jasmani yaitu Bondan bola. Prosedur penelitian yang dilakukan
Ariasyahrakasuci S.Pd bertindak sebagai adalah (1) Perencanaan tindakan, (2)
guru pratikan untuk menyampaikan Pelaksanaan tindakan, (3) Observasi
materi selama penelitian berlangsung, tindakan, dan (4) Refleksi.
sedangkan peneliti, seorang mahasiswa
PJK UM, dan 2 Mahasiswa PJK UM HASIL
bertindak sebagai pengamat (observer). Berdasarkan data hasil observasi
Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri awal pada penelitian tindakan kelas yang
Polowijen 02 Kecamatan Blimbing Kota dilakukan di SD Negeri Polowijen 02
Malang, dilaksanakan pada tahun ajaran diperoleh data yang kurang memenuhi
2014-2015. standart kompetensi minimum sehingga
Subjek dalam penelitian ini adalah dilakukan penelitian pada siklus 1 dan 2
siswa kelas VI SD Negeri Polowijen 02 yang dilaksanakan pada tanggal 27
Kecamatan Blimbing Kota Malang tahun September sampai dengan 18 Oktober
ajaran 2014-2015, dengan jumlah 30 2014. Kesimpulan hasil dari siklus 1
pertemuan 1,2 dan 3 dan siklus 2
pertemuan 1 dipaparkan pada Tabel 1.4

Tabel 4 Ringkasan Hasil Penelitian Siklus 1 dan Siklus 2


Tahapan Sikap Sikap Sikap Perkenaan
Kaki Badan Tangan Bola
Skor Benar Benar Benar Benar
Observasi awal 57,8% 44,4% 50% 58,9%
Siklus 1
Pertemuan 1 66,7% 58,5% 68,2% 72,2%
Pertemuan 2 80,7% 76,7% 78,2% 83,7%
Pertemuan 3 90,7% 91,9% 90% 87,4%
Siklus 2
Pertemuan 1 90,7% 92,6% 90,4% 87,4%

Mencermati Tabel 1.4 diketahui 50% meningkat menjadi 90,4%; dan


jumlah persentase gerakan yang benar aspek perkenaan bola dari 58,9%
dari observasi awal, siklus 1 sampai meningkat menjadi 87,4%.
siklus 2 mengalami peningkatan, tingkat
keberhasilan mulai dari aspek sikap kaki Siklus 1
dari 57,8% meningkat menjadi 90,7%; Berdasarkan data observasi pada
aspek sikap badan dari 44,4% meningkat pertemuan pertama diperoleh data seperti
menjadi 92,6%; aspek sikap tangan dari pada Tabel 1.5.
Fetrianto & Sulistyorini, Upaya Meningkatkan Keterampilan 58

Tabel 5 Persentase Hasil Penilaian Keterampilan Passing Bawah Pertemuan Pertama Siklus
1
Tahapan Sikap Sikap Sikap Perkenaan
Kaki Badan Tangan Bola
Persentase 66,7% 58,5% 68,2% 72,2%

Dari hasil pengamatan pada setiap tahap yaitu sikap kaki, sikap
pertemuan pertama siklus 1, diperoleh badan, sikap tangan dan perkenaan bola.
hasil analisis sebagai berikut: siswa Peningkatan pada masing masing tahap
sudah melakukan sikap kaki yang benar masih belum memenuhi kriteria yaitu
dengan nilai 66,7%, pada sikap badan 75% sehingga perlu dilanjutkan pada
mendapat nilai sebanyak 58,5%, pada pertemuan kedua. Tabel 1.6
sikap tangan mendapatkan nilai sebanyak menunjukkan hasil observasi
68,2%, sedangkan pada perkenaan bola keterampilan passing bawah pada
sebanyak 74%. Terjadi peningkatan pada pertemuan kedua.

Tabel 6 Persentase Hasil Penilaian Keterampilan Passing Bawah Pertemuan Kedua Siklus 1
Tahapan Sikap Sikap Sikap Perkenaan
Kaki Badan Tangan Bola
Persentase 80,7% 76,7% 78,2% 83,7%

Dari hasil pengamatan pada perkenaan bola. Peningkatan pada


pertemuan kedua siklus 1, diperoleh hasil masing-masing tahap sudah memenuhi
analisis sebagai berikut: siswa sudah kriteria yaitu di atas 75% namun
melakukan sikap kaki dengan benar berdasarkan saran dari guru Pendidikan
mendapatkan nilai sebanyak 80,7%, pada Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan nilai
sikap badan mendapat nilai sebanyak siswa masih dapat meningkat sehingga
76,7%, pada sikap tangan mendapatkan perlu dilanjutkan pada pertemuan ketiga.
nilai sebanyak 78,2%, sedangkan pada Hasil observasi keterampilan passing
perkenaan bola sebanyak 83,7%. Terjadi bawah pada pertemuan ketiga
peningkatan pada setiap tahap yaitu sikap ditunjukkan pada Tabel 1.7
kaki, sikap badan, sikap tangan dan

Tabel 7 Persentase Hasil Penilaian Keterampilan Passing Bawah Pertemuan Ketiga Siklus 1
Tahapan Sikap Sikap Sikap Perkenaan
Kaki Badan Tangan Bola
Persentase 90,7% 91,9% 90% 87,4%

Dari hasil pengamatan pada Peningkatan pada masing-masing tahap


pertemuan ketiga siklus 1, diperoleh sudah memenuhi kriteria yaitu di atas
hasil analisis sebagai berikut: siswa 75% namun berdasarkan saran dari guru
sudah melakukan sikap kaki dengan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan
benar mendapatkan nilai sebanyak Kesehatan nilai siswa masih dapat
90,7%, pada sikap badan mendapat nilai meningkat sehingga perlu dilanjutkan
sebanyak 91,9%, pada sikap tangan pada siklus 2.
mendapatkan nilai sebanyak 90%,
sedangkan pada perkenaan bola Siklus 2
sebanyak 87,4%. Terjadi peningkatan Berdasarkan data observasi pada
pada setiap tahap yaitu sikap kaki, sikap pertemuan pertama siklus ke 2 diperoleh
badan, sikap tangan dan perkenaan bola. data seperti pada Tabel 1.8
59 Jurnal Kepelatihan Olahraga, Vol 1 No 1 Oktober 2016

Tabel 8 Persentase Hasil Penilaian Keterampilan Passing Bawah Pertemuan Pertama Siklus
2
Tahapan Sikap Sikap Sikap Perkenaan
Kaki Badan Tangan Bola
Persentase 90,7% 92,6% 90,4% 87,4%

Dari hasil pengamatan pada dan aspek kognitif dan (6) dalam rubrik
pertemuan pertama siklus 2, diperoleh penilaian tidak ada aspek psikomotor.
hasil analisis sebagai berikut. (1) siswa Melihat hasil pengamatan peneliti
yang sudah melakukan sikap kaki dengan saat observasi awal yaitu (1) tingkat
benar mendapat nilai sebanyak 90,7%; keberhasilan yang dicapai siswa kelas VI
(2) sikap badan mendapat nilai sebanyak dalam sikap kaki sebesar 57,8%
92,6%; (3) sikap tangan mendapat nilai sedangkan persentase keberhasilan yang
sebanyak 90,4%; dan (4) perkenaan bola belum tercapai sebanyak 42,2%; (2)
mendapat nilai sebanyak 87,4%. Pada tingkat keberhasilan yang dicapai siswa
sikap kaki dan perkenaan bola tidak kelas VI pada sikap tangan sebesar
terjadi peningkatan namun terjadi sedikit 44,4%, sedangkan persentase
peningkatan pada sikap badan dan sikap keberhasilan yang belum tercapai
tangan. Sikap badan meningkat 0,7% dan sebanyak 55,6%; (3) tingkat keberhasilan
pada sikap tangan meningkat 0,4%. Oleh yang dicapai siswa kelas VI pada sikap
karena itu, guru Pendidikan Jasmani, badan sebesar 50%, sedangkan
Olahraga, dan Kesehatan bersama-sama persentase keberhasilan yang belum
dengan observer sepakat untuk tercapai sebanyak 50%; dan (4) tingkat
menghentikan penelitian. keberhasilan yang dicapai siswa kelas VI
pada perkenaan bola sebesar 58,9%,
PEMBAHASAN sedangkan persentase keberhasilan yang
Berdasarkan hasil wawancara belum tercapai sebesar 41,1%.
dengan guru pendidikan Jasmani, Melihat fakta tersebut peneliti
Olahraga, dan Kesehatan, peneliti menemukan metode yang digunakan
memperoleh temuan-temuan sebagai kurang tepat dalam pembelajaran.
berikut: (1) kurikulum yang digunakan Menurut Asim, dkk (2012:7) menyatakan
untuk kelas VI adalah kurikulum 2006, bahwa “Metode dapat diartikan sebagai
(2) metode yang digunakan dalam cara yang digunakan untuk
pembelajaran bolavoli adalah metode mengimplementasikan rencana yang
komando dan latihan/drill, (3) sarana dan sudah disusun dalam bentuk kegiatan
prasarana yang digunakan dalam nyata dan praktis untuk mencapai tujuan
pembelajaran bolavoli yaitu memiliki 2 pembelajaran”. Adanya metode yang
buah net dan 3 buah bolavoli dengan sesuai akan menentukan kebehasilan
prasarana yang digunakan adalah pembelajaran itu sendiri. Menurut Furqon
halaman sekolah. (2006:2) “Bermain adalah aktivitas yang
Berdasarkan kajian RPP awal yang menyenangkan, serius, dan sukarela, di
digunakan oleh guru pendidikan Jasmani, mana anak berada dalam dunia yang
Olahraga, dan Kesehatan memperoleh tidak nyata atau sesungguhnya”. Dari
temuan-temuan sebagai berikut: (1) pernyataan tersebut dapat disimpulkan
materi yang dijelaskan dalam RPP bahwa metode yang tepat untuk
kurang jelas, (2) guru mengajar digunakan dalam pembelajaran anak
menggunakan metode latihan/dill passing kelas VI adalah menggunakan metode
bawah, (3) materi ajar yang digunakan bermain. Dengan bermain sambil belajar
ada 3 macam, (4) pada materi inti ada maka anak akan lebih bisa menerima
dua materi drill yang diajarkan dengan materi yang diberikan guru daripada
durasi panjang yaitu 30 menit, (5) rubrik menggunakan metode drill yang dapat
penilaian yang diukur adalah aspek afeksi membuat anak menjadi jenuh.
Fetrianto & Sulistyorini, Upaya Meningkatkan Keterampilan 60

Pada siklus 1, terjadi peningkatan yang Berdasarkan data yang telah


sangat pesat dari keterampilan passing dikumpulkan, terjadi peningkatan pada
bawah bolavoli pada siswa. Terbukti semua aspek yang meliputi sikap kaki,
sebelum diterapkan metode bermain sikap badan, sikap tangan, dan perkenaan
tingkat kesalahan masih cenderung bola.
banyak yaitu pada semua indikator siswa Pada siklus 1 sudah terlihat adanya
tidak memenuhi kriteria yang telah peningkatan keterampilan siswa dalam
dipatokan oleh guru. melakukan passing bawah. Peningkatan
Mencermati hal tersebut, yang terjadi pada sikap kaki dari 57,8%
peningkatan keterampilan pembelajaran meningkat 32,9% menjadi 90,7%; pada
passing bawah bolavoli siswa sikap badan dari 50% meningkat 41,9%
dipengaruhi oleh metode yang digunakan menjadi 91,9%; pada sikap tangan dari
dalam pembelajaran. Metode yang 44,4% meningkat 45,6% menjadi 90%;
digunakan yaitu bermain karena metode dan pada perkenaan bola dari 58,9%
ini sesuai untuk pembelajaran teknik meningkat 28,5% menjadi 87,4%. Secara
dasar passing bawah untuk anak kelas VI keseluruhan, tingkat keberhasilan siswa
karena sifat dasar anak adalah bermain dalam melakukan passing bawah
sesuai dengan teori yang diungkapkan meningkat dari 52,7% menjadi 90%.
oleh Hurlock (1990:320) menyatakan Setelah dilakukan siklus 1, tingkat
“bermain adalah kegiatan yang dilakukan keberhasilan siswa dalam melakukan
untuk kesenangan yang ditimbulkannya, keterampilan passing bawah telah
tanpa memikirkan hasil akhir”. memenuhi Standar Kompetensi
Harisenjaya (1996:1) mendefinisikan Minimum (SKM) namun berdasarkan
“bermain adalah bergerak sambil bersuka saran dari guru Pendidikan Jasmani,
ria atau bersenang-senang”. Selain itu, Olahraga, dan Kesehatan, kemampuan
Widijoto (2006:6) menyatakan bahwa siswa masih bisa meningkat sehingga
metode bermain adalah cara mengajar dilanjutkan ke siklus 2 dengan
menggunakan permainan, tujuannya agar melakukan sedikit perubahan pada
siswa memahami manfaat teknik pembelajaran. Terdapat beberapa
permainan tertentu dengan cara permainan yang diubah. Selain itu,
mengenalkan situasi permainan tertentu pemanasan dan pendinginan juga dibuat
terlebih dahulu kepada anak. lebih bervariasi.
Penggunaan metode permainan Permainan yang digunakan di dalam
membuat siswa dapat bermain sambil pembelajaran pada siklus 2 adalah lempar
belajar. Permainan-permainan yang tangkap bola formasi bintang, permainan
digunakan dalam pembelajaran passing estafet menghimpit bola, permainan bola
bawah bolavoli adalah (1) permainan keranjang, serta permainan raja dan
lempar tangkap bola formasi lurus; (2) pasukan. Permainan pada siklus 2 lebih
lempar tangkap bola formasi bintang; (3) difokuskan pada perkenaan bola karena
permainan estafet sentuh bola; (4) peningkatan nilai pada aspek tersebut
permainan estafet menghimpit bola; (5) paling kecil dibandingkan ketiga aspek
permainan bola keranjang; serta (6) yang lain.
permainan raja dan pasukan. Ditinjau dari aktivitas pembelajaran,
Berdasarkan hasil observasi aktivitas semua siswa datang tepat waktu,
pembelajaran pada siklus 1 terdapat 18 semangat mengikuti pembelajaran, dan
siswa yang tidak benar dalam melakukan mematuhi perintah guru. Hanya 3 siswa
gerakan passing bawah pada pertemuan yang masih tampak kesulitan dalam
pertama. Pada pertemuan kedua, 9 siswa memasukkan bola. Nilai keterampilan
kesulitan melakukan passing bawah siswa dalam melakukan passing bawah
dengan diarahkan pada sasaran dan pada relatif tetap dibandingkan dengn nilai
pertemuan ketiga hanya terdapat 3 siswa pada siklus 1 pertemuan 3. Sikap kaki,
kesulitan melakukan passing bawah sikap tangan, dan perkenaan bola tidak
dengan diarahkan pada sasaran. mengalami perubahan nilai. Sikap badan
61 Jurnal Kepelatihan Olahraga, Vol 1 No 1 Oktober 2016

mengalami peningkatan nilai, namun pembelajaran Pendidikan Jasmani,


persentasenya sangat kecil yaitu sebesar Olahraga, dan Kesehatan pada standar
0,7%. Secara keseluruhan, tingkat kompetensi yang lainnya.
keberhasilan siswa dalam melakukan
passing bawah pada siklus 2 sebesar 90,3 DAFTAR RUJUKAN
% dan telah memenuhi Standar Ahmadi, N. 2007. Panduan Olahraga
Kompetensi Minimum (SKM). Bolavoli. Surakarta: Era Pustaka
Utama
PENUTUP Asim, dkk. 2012. Modul Pengembangan
Kesimpulan Model Pembelajaran Penjaskes SD.
Penelitian tindakan kelas dilakukan Malang: Kemendikbud.
pada siswa kelas VI SD Negeri BSNP. 2006. Standar Isi Sekolah
Polowijen 02 Kecamatan Blimbing Kota Menengah Atas/ Sekolah Menengah
Malang dengan menggunakan metode Kejuruan. Jakarta: Depdikbud.
bermain. Permainan yang digunakan Dimyati & Mudjiono. 2006. Belajar dan
dalam pembelajaran yaitu: (1) permainan Pembelajaran. Jakarta: Rineka
lempar tangkap bola formasi lurus; (2) Cipta.
lempar tangkap bola formasi bintang; (3) Durrwachter, G. 1967. Bola Volley
permainan estafet sentuh bola; (4) Belajar dan Berlatih Sambil
permainan estafet menghimpit bola; (5) Bermain. Terjemahan Agus Setiadi.
permainan bola keranjang; serta (6) 1982. Jakarta: PT. Gramedia.
permainan raja dan pasukan. Furqon, M. H. 2006. Mendidik Anak
Berdasarkan data hasil penelitian dengan Bermain. Surakarta:
yang dilakukan pada siklus 1 dan 2, Universitas Sebelas Maret.
terjadi peningkatan keterampilan siswa Harisenjaya, R.S. 1996. Panduan Teknik
dalam melakukan passing bawah. Olahraga Permainan Tanpa Alat.
Tingkat keberhasilan siswa meningkat Bandung: PT. Refika Aditama.
dari 52,7% menjadi 90,3%. Dengan Hurlock, B. 1990. Perkembangan Anak.
demikian dapat disimpulkan bahwa Terjemahan Tjundrosa dan
penggunaan metode bermain dapat Muslichah Zarkasih, dan Agus
meningkatkan kemampuan siswa kelas Dharma. Jakarta: Penerbi Erlangga.
VI SD Negeri Polowijen 02 Kecamatan Rosdiani, D. 2012. Model Pembelajaran
Blimbing Kota Malang dalam melakukan Langsung dalam Pendidikan
passing bawah bolavoli. Jasmani dan Kesehatan (Ridwan,
Ed.). Bandung: Alfabeta.
Saran Roesdiyanto. 1991. Pengajaran Teknik
Dari temuan-temuan masalah dan dan Taktik Bermain. Malang: IKIP
hasil penelitian yang telah dilakukan Malang.
pada siswa kelas VI SD Negeri Sugiyono, I. 1997. Sejarah, Teknik,
Polowijen 02 Kecamatan Blimbing Kota Strategi, dan Metode Permainan
Malang, disampaikan saran-saran yaitu Bolavoli. Malang: Departemen
(1) Tingkat keberhasilan siswa dalam Pendidikan dan Kebudayaan Institut
melakukan keterampilan passing bawah Keguruan dan Ilmu Pendidikan
permainan bolavoli sebanyak 90,3%, Malang Bagian Proyek Operasi dan
sebaiknya dilanjutkan untuk Perawatan Fasilitas Proyek IKIP
meningkatkan keterampilan passing Malang.
bawah agar menjadi lebih baik lagi; (2) Tim Universitas Negeri Malang. 2010.
Penerapan pembelajaran dengan Pedoman Penulisan Karya Ilmiah.
menggunakan permainan sudah terbukti Malang:Universitas Negeri Malang.
mampu meningkatkan keterampilan Viera, L & Fergusson, J. 2004.
siswa dalam melakukan passing bawah Bolavoli Tingkat Pemula (Monti).
bolavoli. Sebaiknya, metode bermain Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
juga digunakan dalam proses
Fetrianto & Sulistyorini, Upaya Meningkatkan Keterampilan 62

Widijoto, H. 2006. Buku Petunjuk Teknis UPT Program Pengalaman


Praktik Pengalaman Lapangan. Lapangan.
Malang: Universitas Negeri Malang

Anda mungkin juga menyukai