Anda di halaman 1dari 27

Model Persediaan

untuk Independent
Demand
Kelompok 9
Anggota Kelompok :
1. Dima Bayu (12010117110070)
2. Bella Parawangsa N (12010117130166)
3. Alya Hasna F (12010117130198)
4. Nabilah Afra A (12010117140151)
Model Persediaan

● Model-model pengendalian persediaan berasumsi bahwa


permintaan untuk barang independen dari atau dependen pada
permintaan barang lainnya.
● Contohnya, permintaan untuk lemari es independen terhadap
permintaan alat untuk memanggang roti. Namun demikian,
permintaan komponen dari alat untuk memanggang roti dependen
terhadap permintaan alat untuk memanggang roti.
MODEL MODEL PERSEDIAAN UNTUK
INDEPENDENT DEMAND

● Empat metode persediaan yang menjawab dua pertanyaan penting kapan


harus memesan dan berapa pesanan yang harus dipesan. Berikut adalah
model permintaan Independent Demand:

1. Model Kuantitas Ekonomis (EOQ)

2. Model Kuantitas Pesanan Produksi (POQ)

3. Model diskon Kuantitas

4. Model Probabilitas
Economic Order Quantity (EOQ)

Economic Order Quantity (EOQ) adalah salah satu teknik pengedalian yang paling
tua dan paling dikenal secara luas.
Model EOQ didasarkan pada asumsi-asumsi berikut:
1. Permintaan diketahui, tetap dan bebas
2. Lead time/waktu tunggu diketahui dan konstan
3. Penerimaan persediaan bersifat seketika dan lengkap
4. Diskon karena kuantitas tidak memungkinkan
5. Biaya variabel yang ada hanya biaya pemesanan dan biaya penyimpanan
6. Kosongnya persediaan dapat dihindari sepenuhnya jika pemesanan dilakukan
pada waktu yang tepat
● Meminimalkan biaya

Jika jumlah biaya pemesanan dan biaya penyimpa- nan diminimalkan maka biaya
total menjadi minimal.

Dengan model EOQ, kuantitas pesanan yang optimum akan terjadi pada saat biaya
pemesanan sama dengan biaya penyimpanan.
Reorder Point (ROP)
Keputusan kapan waktu utk memesan
dikenal dengan istilah Reorder Point
(ROP). ROP adalah tingkat persediaan
dimana pemesanan harus dilakukan.
Production Order Quantity (POQ)
Production Order Quantity (POQ) dapat dibedakan dalam 2 situasi
yaitu :
● Ketika Persedaan secara terus menerus mengalir atau menumpuk
setelah jangka waktu tertentu setelah sebuah pemesanan
dilakukan
● Saat unit diproduksi dan dijual secara bersamaan
Dalam model ini kuantitas optimumdidapat jika biaya pemesanan
sama dengan biaya penyimpanan
POQ

Ket :
D : Permintaan Tahunan
S : Biaya pesanan utk setiap pesanan
H : Biaya penimpanan utk Setiap Pesanan
Q : jml barang pd setiap pesanan
Q*: Jumlah barang optimum
d : tingkat permintaan harian
p : tingkat produksi harian
Contoh Soal
Diketahui : D = 1.000 unit
S = $10
H = $0,5 per unit per tahun
p = 8 unit per hari
d = 4 unit per hari
Ditanya : kuantitas optimum (Q*)
Jawab :

Jadi untuk mencapai biaya yang optimum


maka jumlah barang yang harus dipesan
untuk setiap pemesanan adlaah 283 unit
Model Diskon Kuantitas

Quantity discount secara sederhana merupakan harga yang dikurangi karena


sebuah barang dibeli dalam jumlah yang besar. Penentuan kuantitas suatu
pesanan bahkan dengan diskon yang terbesar sekalipun mungkin tidak
meminimalkan biaya persediaan total.
Memang dengan bertambahnya diskon karena kuantitas biaya produk
menjadi turun tetapi biaya penyimpanan akan meningkat karena jumlah
pesanan yang lebih besar.
Seperti model model persediaan yang sudah dibahas, tujuan keseluruhannya
adalah untuk meminimalkan total biaya.
Untuk menentukan kuantitas yang akan meminimalkan biaya persediaan tahunan total, di
model ini terdapat 4 langkah yaitu :

1. Untuk pesanan setiap diskon yang ditawarkan, hitunglah sebuah nilai untuk ukuran
pesanan yang optimal dengan menggunakan rumus

1. Untuk setiap diskon, jika kuantitas terlalu rendah untuk memenuhi persyaratan
diskon, maka dilakukan penyesuaian kuantitas pesanan ke kuantitas yang paling
rendah yang akan memenuhi untuk diskon tersebut
2. Dengan menggunakan persamaan biaya total, hitunglah biaya total untuk setiap
kuantitas yang telah ditentukan pada langkah 1 dan 2
3. Pilih kuantitas yang memiliki biaya total terendah, sebgaimana yang telah dihitung
pada langkah ke 3, yang akan menjadi kuantitas yang meminimalkan biaya
persediaan total
Contoh soal
Model-Model Probabilistik
● Model Statistik yang dapat digunakan ketika permintaan produk/variabel lainnya tidak diketahui,
tetapi dapat ditentukan dengan menggunakan distribusi probabilitas. Atau penyesuaian karena
permintaan dan waktu tunggu tidak selalu diketahui dan bersifat konstan.
● Tingkat Pelayanan, service level. Probabilitas dimana permintaan tidak akan lebih besar dari
penawaran selama waktu tunggu. Pelengkap dari probabilitas kehabisan persediaan. Misalnya,
apabila probabilitas kehabisan persediaan adalah 0.05; maka tingkat pelayanannya adalah 0.95
● Permintaan yang tidak pasti meningkatkan kemungkinan kosongnya persediaan. Salah satu metode
untuk mengurangi kosongnya persediaan adalah menyimpan unit tambahan dalam persediaan
(safety stock)
Jumlah persediaan pengaman
bergantung pada biaya yang terjadi
karena kosongnya persediaan dan
biaya menyimpan persediaan
tambahan.

Titik Pemesanan Ulang Disertakan persediaan


pengaman (ss)

ROP = d x L ROP= d x L x ss

d; permintaan harian
L; waktu tunggu pesanan, atau
jumlah hari kerja yang dibutuhkan
untuk mengantarkan sebuah
pesanan

Biaya kehabisan persediaan tahunan = Jumlah kekurangan unitnya untuk setiap


tingkat permintaan
Contoh Soal;
● DR optical telah menentukan titik pemesanan ulang untuk frame kacamatan 50 unit. Biaya
penyimpanan per unit/tahun Rp. 5.000,- dan biaya kehabisan stok adalah Rp. 40.000-,/Unit. Toko
tersebut memiliki kemungkinan sebagai berikut untuk persediaan permintaan sepanjang periode
pemesanan ulang. Dengan jumlah pesanan optimal per tahun 6. Berapa banyak persediaaan
pengaman yang seharusnya dipertahankan oleh Perusahaan?
● Perusahaan telah mengalami probabilitas permintaan sebagai berikut:

Jumlah Unit Probabilitas


30 0,20
40 0,20
50 (ROP) 0,30
60 0,20
70 0,10
1,00
Perhitungan;
Diketahui:
● ROP; 50 Unit
● Biaya simpan; 5.000/unit
● Biaya kehabisan stok; 40.000/unit

Stok Biaya Biaya Kehabisan Stok Biaya Total


Pen SImpan
gam
an

20 (20)(5.000)= 0 Rp. 100.000-,


Rp. 100.000 Stok pengaman yang biaya
totalnya paling rendah
10 (10)(5.000)= (10)(0,1)(40.000)(6)= Rp. Rp. 290.000-,
adalah 20 unit maka
Rp. 50.000 240.000-,
ROP yang baru =
0 0 (10)(0,2)(40.000)(6) + Rp. 960.000-, ROP lama + 20 = 50 + 20 =
(20)(0,1)(40.000)(6) = Rp. 70 Unit
960.000-,
Contoh Soal
Jika suatu perusahaan mempunyai permintaan rata-rata selama pemesanan ulang adalah 350 unit
permintaan terdistribusi secara normal, standar deviasinya sebesar 10 unit kehabisan stok diperkirakan
5% dari waktu yang ada. Berapa stok pengaman yang harus dipertahankan?

Diketahui; μ = permintaan rata-rata (350)


σ = standar deviasi (10)
Z = jumlah standar deviasi normal
Stok Pengaman = x – μ
Karena Z = x – μ
σ
Z = x – 350 / 10
Maka stok pengaman = Z σ

Maka, Z = 1,65 sesuai dengan table distribusi normal untuk tingkatpemenuhan permintaan 95%.
Sehingga 1.65 = stok pengaman/ σ

Stok pengaman= (1,65) (10) = 16.5


ROP = 350 + 16,5 = 366,5 atau dibulatkan menjadi 267 unit
Model-model Probabilistik
Lainnya
● Jika data pada waktu tunggu tidak diketahui, rumus-rumus terscbut tidak
dapat digunakan. Walaupun demikian, ada tiga model yang dapat
digunakan. Kita perlu menentukan model yang harus digunakan untuk tiga
situasi :
1. Permintaannya variabel dan waktu tunggunya konstan
 Waktu tunggu bervariasi dan permintaan konstan

• Permintaan dan waktu tunggunya bervariasi


Model Periode Tunggal
● Sistem untuk memesan barang-barang dengan nilai yang kecil atau tidak memiliki nilai
pada akhir periode penjualan
THANK YOU!!