Anda di halaman 1dari 6

BIAYA YANG HARUS DITAMBAHKAN

Komisi dan jasa perantara

Komisi dan jasa perantara (kecuai komisi pembelian) harus ditambahkan ke harga yang sebenarnya atau
seharusnya dibayar jika komisi dan jasa perantara tersebut belum termasuk ke harga yang disepakati.
Komisi adalah imbalan finansial yang diberikan kepada suatu pihak atas jasanya mewakili penjual atau
pembeli dalam suatu transaksi.
Komisi pembelian adalah imbalan finansial yang diberikan kepada suatu pihak yang mewakili pembeli
(buying agent) dalam suatu transaksi.
Jasa perantara adalah imbalan finansial yang diberikan kepada suatu pihak yang berfungsi sebagai
perantara (intermediary) yang bertugas mempertemukan penjual dan pembeli dalam suatu transaksi.
Untuk menentukan apakah suatu pihak bertindak sebagai wakil penjual (selling agent), wakil pembeli
(buying agent) atau perantara (intermediary) harus dilihat fungsi pihak tersebut dalam transaksi
perdagangan bertindak mewakili kepentingan siapa.
Contoh :
Importir P membeli satu unit barang X dari Eksportir S. Jual beli barang dilakukan melalui perwakilan
pembeli (Mr C) dan perwakilan penjual (Mr D). Harga barang CIF USD 10,000,- Pada Sales Contract
disebutkan bahwa Importir wajib membayar komisi untuk Mr C dan Mr D masing-masing sebesar USD
1,000.-
Sesuai ketentuan, komisi untuk Mr D ditambahkan ke nilai transaksi sedangkan komisi untuk Mr C tidak
ditambahkan ke dalam nilai transaksi karena termasuk komisi pembelian.
Nilai transaksi atas barang tersebut adalah = 10,000 + 1,000 = CIF USD 11,000.-

Biaya pengemasan

Biaya pengemasan harus ditambahkan jika belum termasuk dalam harga yang disepakati. Kemasan dapat
berupa botol atau kemasan plastik khusus. Mungkin timbul pertanyaan kok bisa harga barang belum
termasuk biaya mengemasnya. Dalam dunia perdagangan hal ini sangat mungkin terjadi. Jika ada
perhatikan di mini market di sekitar anda cukup banyak barang-barang manufaktur yang dikemas
menggunakan merek mini market bersangkutan, sehingga harga barang yang dibeli mini market dari
produsennya tidak meliputi biaya pengemasan.
Contoh :
Importir A membeli air mineral Ph 8 dari Eksportir D sebanyak 1000 liter dengan harga CIF USD 0.5 / liter.
Total harga yang disepakati adalah CIF USD 500.- Importir meminta agar barang dikemas per liter dengan
pengemas khusus yang menjadi satu kesatuan dengan barangnya, dimana harga per kemasan adalah USD
1,- sehingga total biaya kemasan adalah USD 1,000.-. Biaya kemasan khusus ini diluar harga yang
disepakati. Dalam kasus ini, biaya kemasan harus ditambahkan sehingga nilai pabean wajib diberitahukan
adalah = 500 + 1,000 = USD 1,500.-

Biaya pengepakan

Sebagaimana biaya pengemasan, biaya pengepakan juga harus ditambahkan jika belum termasuk dalam
harga disepakati. Biaya pengepakan adalah segala biaya yang dikeluarkan untuk mengepak barang dalam
bentuk sedemikian rupa untuk pengiriman barang (ekspor). Biaya pengepakan ini meliputi upah tenaga
kerja maupun material pengepakan.
Jenis pengepakan yang masuk dalam kategori ini adalah case, crate, coil, drum, tin, bag, skid, bobbin dan
pengepakan lainya. Pengemasan atau pengepakan yang merupakan bagian dari sarana transportasi yang
dapat dipakai berulang-ulang, misalnya peti kemas 20 atau 40 kaki, palet kargo pesawat/kapal laut, drum
yang setelah dikosongkan dikirim kembali keluar negeri (returnable package) tidak termasuk dalam
kategori pengemasan atau pengepakan tersebut diatas.
Contoh :
PT AAA di Jakarta membeli sebuah mesin dari WTF Co di Hongkong dengan harga disepakati sebesar CIF
USD 10,000,- Importir meminta agar mesin dipacking secara khusus dimana biaya pengepakan sebesar USD
200,-. Biaya pengepakan khusus ini diluar harga yang disepakati.
Dalam kasus ini, nilai pabean wajib diberitahukan adalah 10,000 + 200 = USD 10,200.-

Assist

Assist harus ditambahkan ke harga yang sebenarnya atau seharusnya dibayar jika assist tersebut belum
termasuk ke harga yang disepakati.
Assist adalah nilai dari barang dan jasa yang dipasok secara langsung atau tidak langsung oleh pembeli
dengan cuma-cuma atau dengan harga yang diturunkan, untuk kepentingan produksi dan penjualan untuk
ekspor barang impor yang bersangkutan, sepanjang nilai tersebut belum termasuk dalam harga yang
sebenarnya dibayar atau seharusnya dibayar. Pengertian produksi disini dapat berupa ditanam, dibuat
atau ditambang.
Assist dapat berupa nilai dari :

1. Material, komponen, bagian dan barang-barang sejenis yang terkandung dalam barang impor, misalnya
: material kayu, baja dalam lembaran, plastik, kain tekstil; komponen : sakelar pemutus arus, kapasitor,
engsel pintu.
2. Peralatan, cetakan dan barang-barang sejenis yang digunakan untuk pembuatan barang impor,
misalnya :
▪ peralatan : mesin jahit, mesin penggulung benang, atau alat pertukangan,
▪ cetakan : cetakan untuk membuat barang dari plastik atau karet.
3. Material yang digunakan dalam pembuatan barang impor, misalnya:
▪ zat kimia sebagai katalisator;
▪ bahan bakar minyak untuk pengujian kendaraan.
4. Teknik, pengembangan, karya seni, desain, perencanaan-perencanaan dan sket-sket yang dilakukan
dimana saja di luar daerah pabean dan diperlukan untuk pembuatan barang impor, misalnya :
▪ teknik : production engineering, technical and engineering study ofthe project;
▪ pengembangan : conceptional formulation, testing product alternatives dan construction of
prototypes;
▪ karya seni : architectural drawings;
▪ desain : blueprints;
▪ perencanaan-perencanaan : plans for furnace system ;
▪ sket-sket : sketches for the construction of tanks.

Contoh :

Importir C membeli mesin X dari Eksportir E dengan harga CIF USD 10,000.- Pembeli memasok kepada
penjual secara cuma-cuma sebagian komponen mesin untuk pembuatan mesin X dari luar daerah pabean
seharga USD 500.

Bantuan cuma-cuma sebesar USD 500 tersebut adalah assist yang harus ditambahkan ke nilai transaksi
sehingga nilai pabean yang harus diberitahukan sebesar USD 10,500.-
Royalti dan biaya lisensi

Royalti dan lisensi adalah pembayaran berkaitan Hak Atas Kekayaaan Intelektual (HAKI), antara lain
berupa hak atas merek, hak cipta atau hak paten (didalam barang impor terdapat proses kerja yang
dipatenkan). Royalti dan lisensi ditambahkan sepanjang belum termasuk dalam harga sebenarnya dibayar
atau seharusnya dibayar.
Persyaratan royalti dan biaya lisensi harus ditambahkan adalah:

1. Dibayar oleh pembeli secara langsung atau tidak langsung.

2. Merupakan persyaratan penjualan barang impor.

3. Berkaitan dengan barang impor (pembayaran atas hak untuk memproduksi ulang tidak ditambahkan)

Contoh:
Importir F membeli 8.000 keping DVD film dari Eksportir S di luar negeri dengan kondisi:
• harga CIF USD 10 per keping, total harga CIF USD 80,000.-
• F diwajibkan membayar biaya royalti kepada pemilik hak royalti sebesar USD 1.4 per keping DVD yang
terjual. Total royalti jika semua DVD terjual adalah sebesar 1,4 x 8.000 = USD 11,200.-
Dalam kasus tersebut biaya royalti wajib ditambahkan pada nilai transaksi karena memenuhi ketiga
persyaratan royalti.
Penting diketahui bahwa pada praktiknya penghitungan biaya royalti tidaklah mudah karena pada
umumnya biaya royalti ditentukan setelah barang diimpor. Dalam kondisi tersebut agar nilai pabean dapat
menggunakan nilai transaksi maka importir dapat memperkirakan besarnya royalti yang harus
ditambahkan pada harga yang seharusnya dibayar pada saat pengajuan PIB dimana mekanisme ini disebut
dengan deklarasi inisatif atau voluntary declaration (VD).
Dalam hal Importir melakukan deklarasi inisiatif, importir harus memberitahukan:
a) barang yang diimpor yang mengandung Royalti;
b) perkiraan nilai royalti; dan
c) tanggal penyelesaian (settlement date) pembayaran royalti, untuk dicantumkan dalam PIB.
Tanggal penyelesaian (settlement date) atas perkiraan biaya royalti yang ditambahkan paling lama 1 (satu)
tahun terhitung sejak tanggal pendaftaran PIB. Dalam hal terdapat kekurangan pembayaran bea masuk dan
PDRI atas perkiraan tersebut harus diselesaikan dalam waktu 7 hari sejak tanggal settlement date. Importir
tidak dikenakan sanksi administrasi berupa denda atas kekurangan bea masuk atas nilai pabean yang
menggunakan Voluntary Declaration.
Pada kasus diatas importir dapat memperkirakan dengan data yang terukur misalnya perkiraan royalti
sebesar USD 10,000.- Dengan demikian nilai transaksi dengan menambahkan biaya royalti dengan
menggunakan VD adalah 80,000 + 10,000 = USD 90,000.-
Berikut ini gambaran pengisiannya dalam PIB.

Pada gambar sebelah kiri layar utama modul PIB kolom VD diklik, kemudian pada menu edit harga (F9) bagian kanan atas diisi harga CIF dan biaya tambahan,
selanjutnya pada detil harga (F4) diisi detil VD berupa royalti (ROY) dengan tanggal jatuh temponya.
Proceed

Proceeds adalah nilai dari bagian pendapatan yang diperoleh pembeli atas penjualan kembali, pemanfaatan
atau pemakaian barang impor yang kemudian diserahkan secara langsung atau tidak langsung kepada
penjual. Pada umumnya proceeds diberlakukan oleh penjual apabila barang tersebut mempunyai posisi
tawar yang sangat tinggi.
Contoh :
R membeli 100 unit barang X dari V diluar negeri dengan kondisi sebagai berikut :

- harga per unit CIF USD 1,000.- total harga CIF USD 100,000.-

- R wajib menyerahkan proceeds sebesar USD 20.- atas setiap penjualan barang X. Pembayaran
dilakukan 6 bulan setelah tanggal importasi. Total proceed jika semua barang terjual adalah = 20 x
100 = USD 2,000.-
Dalam contoh ini terdapat proceeds yang harus ditambahkan pada nilai transaksi. Sebagaimana
royalti, proceed juga tidak dapat dipastikan berapa besarnya saat impor dilakukan, maka agar nilai pabean
dapat menggunakan nilai transaksi, untuk barang yang terdapat proceed importir dapat menggunakan
mekanisme voluntary declaration (deklarasi inisatif). Ketentuan tentang deklarasi inisiatif atas proceed dan
cara pengisiannya di PIB sama dengan deklarasi inisiatif atas royalti.
Pada kasus diatas importir dapat memperkirakan dengan data yang terukur misalnya perkiraan proceed
sebesar USD 1,500.- Dengan demikian nilai transaksi dimana terdapat biaya proceed dengan menggunakan
VD adalah = 100,000 + 1,500 = USD 101,500.-
Selain berkaitan dengan royalti dan proceed, transaksi impor yang juga dapat menggunakan
mekanisme deklarasi inisatif adalah pembelian barang impor berdasarkan harga futures. Harga Futures
adalah harga yang seharusnya dibayar pada transaksi jual beli berdasarkan harga komoditas, sebagai
contoh bahan bakar minyak (BBM).
Dalam hal Importir melakukan deklarasi inisiatif untuk harga futures importir harus memberitahukan
barang yang diimpor dengan harga futures, perkiraan harga futures, dan tanggal penyelesaian (settlement
date) harga futures untuk dicantumkan dalam PIB. Tanggal penyelesaian harga futures paling lama 45 hari
terhitung sejak tanggal pendaftaran PIB. Dalam hal terdapat kekurangan pembayaran bea masuk dan PDRI
atas perkiraan tersebut harus diselesaikan dalam waktu 7 hari sejak tanggal settlement date. Importir tidak
dikenakan sanksi administrasi berupa denda atas kekurangan bea masuk atas nilai pabean yang
menggunakan Voluntary Declaration.

Freight

Freight adalah biaya transportasi barang ke tempat impor (pelabuhan tujuan) di daerah pabean,
yaitu biaya transportasi yang sebenarnya dibayar atau yang seharusnya dibayar. Freight pada umumnya
tercantum pada dokumen pengangkutan, seperti bill of Lading (BL) atau airway bill (AWB).
Apabila biaya transportasi belum termasuk dalam nilai transaksi dan bukti nyata atau data yang
obyektif dan terukur mengenai besaran biaya transportasi tidak tersedia, dan digunakan angkutan laut
maka besaran biaya transportasi yang digunakan dalam penentuan nilai pabean ditentukan dengan cara
sebagai berikut :
1. 5 % dari Free On Board (FOB) untuk barang yang berasal dari negara ASEAN,

2. 10 % dari FOB untuk barang yang berasal dari Asia non ASEAN dan Australia,

3. 15 % dari FOB untuk barang yang berasal dari negara selain butir 1) dan 2).
Apabila pengangkutan melalui udara, biaya transportasi untuk penentuan nilai pabean ditentukan
berdasarkan tarif standar International Air Transport Association (IATA).
Contoh :
P membeli 1 unit mesin X dari W China dengan kondisi sebagai berikut :

- harga per unit FOB USD 10,000.-

- BL yang terlampir tidak mencantumkan freight yang harus dibayar dan importir tidak dapat
menunjukkan biaya yang sebenarnya dibayar.
Dalam kasus ini maka freight ditentukan sebesar 10% dari FOB, sehingga didapatkan biaya transportasi
sebesar USD 1,000. Biaya transportasi sebesar USD 1000 yang ditambahkan ke FOB sebesar USD 10.000
menjadi nilai CFR sebesar USD 11,000.- Ingat, untuk mendapatkan nilai pabean terminologi barang dalam
kondisi CIF, sehingga Insurance juga harus dicari dan ditambahkan dalam pemberitahuan nilai pabean.

Inland Freight dan Cargo Handling

Biaya pemuatan, pembongkaran dan penanganan (handling charges) adalah segala biaya yang berkaitan
dengan pengangkutan barang ke tempat impor di daerah pabean yang belum termasuk dalam biaya
transportasi (freight). Biaya-biaya ini terjadi sebelum barang dalam kondisi dimuat di kapal (on board)
Sehingga dalam konteks Incoterm biaya-biaya ini terjadi sebelum terminologi FOB.
Contoh :
P membeli 1 unit mesin Y dari W China dengan kondisi sebagai berikut :

- harga per unit Ex-work USD 10,000.-

- berdasarkan bukti pembayaran diketahui total biaya pengangkutan dari gudang penjual hingga barang
diangkut ke kapal (on board) sebesar USD 750.-
Dalam kasus ini maka biaya sebesar USD 750 harus ditambahkan ke nilai Ex-work sehingga nilai dalam
kondisi FOB sebesar USD 10,750.- , Ingat, untuk mendapatkan nilai pabean terminologi barang dalam
kondisi CIF, sehingga Freight dan Insurance juga harus dicari dan ditambahkan sesuai ketentuan yang
berlaku.

Biaya Asuransi

Biaya asuransi adalah biaya penjaminan pengangkutan barang dari tempat ekspor di luar negeri ke tempat
impor di daerah pabean. Dalam hal biaya asuransi belum termasuk dalam nilai transaksi dan bukti nyata
atau data yang obyektif dan terukur mengenai besaran biaya asuransi tidak tersedia, maka besaran biaya
asuransi yang digunakan dalam penentuan nilai pabean dihitung 0,5 % (nol koma lima persen) dari nilai
Cost and Freight (CFR).
Dalam hal biaya asuransi ditutup di dalam daerah pabean berdasarkan bukti nyata atau data yang obyektif
dan terukur, maka besaran nilai asuransi untuk menentukan nilai pabean dianggap nol. Untuk kepentingan
penetapan nilai pabean, tanggal dokumen asuransi harus sebelum atau selambat-lambatnya pada saat
tanggal pengiriman barang impor.
Contoh :
P membeli 1 unit mesin Z dari W China dengan kondisi sebagai berikut :

- harga per unit CFR USD 10,000.-

- polis asuransi tidak terlampir


Dalam kasus ini maka biaya asuransi sebesar 0,5% x 10,000 = 50. Nilai 50 ini ditambahkan ke nilai CFR
sehingga nilai pabean dalam kondisi CIF sebesar USD 10,050.- ,