Anda di halaman 1dari 30

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN DIMENSIA

Disusun untuk Memenuhi Tugas Laporan Individu Praktek Profesi Ners Departemen
Gerontik Di Ruang Aglonema UPT PSTW Blitar

Oleh:
Nama :Arista Jawamara
NIM : 200714901289

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


STIKES WIDYAGAMA HUSADA
MALANG
2021
FORMAT PENGKAJIAN LANSIA
ADAPTASI TEORI MODEL CAROL A MILLER

Nama wisma : Tanggal Pengkajian :15-02-2021

1. IDENTITAS :
KLIEN
Nama : Ny M...........................................................................................................................
Umur : 82 th
Agama : .Islam..................................................................................................................................
Alamat asal : Kec. Wlingi Kab. Blitar
Tanggal : 11-01-2021 Lama Tinggal di Panti ...........5 tahun
datang
2. DATA :
KELUARGA
Nama : ..................................................................................................................................
Hubungan : .................................................................................................................................
Pekerjaan : .................................................................................................................................
Alamat : ..................................................................Telp : ...................................................
3. STATUS KESEHATAN SEKARANG :
Keluhan utama: Klien mengatakan mudah lupa akan peristiwa yang baru saja terjadi

Pengetahuan, usaha yang dilakukan untuk mengatasi keluhan:

Obat-obatan:-

4. AGE RELATED CHANGES (PERUBAHAN TERKAIT PROSES MENUA) :

FUNGSI FISIOLOGIS

1. Kondisi Umum
Ya Tidak
Kelelahan : √
Perubahan BB : √
Perubahan nafsu makan : √
Masalah tidur : √
Kemampuan ADL : √
KETERANGAN : Dalam batas norma
2 Integumen
.
Ya Tidak
Lesi / luka : √
Pruritus : √
Perubahan : √
pigmen
Memar : √
Pola : √
penyembuhan
lesi
KETERANGAN : Dalam batas normal
3. Hematopoetic
Ya Tidak
Perdarahan abnormal : √
Pembengkakan kel. : √

limfe

Anemia :
KETERANGAN : Dalam batas normal
4 Kepala
.
Ya Tidak
Sakit kepala : √
Pusing : √
Gatal pada kulit kepala : √
KETERANGAN : .Dalam batas normal

5 Mata
.
Ya Tidak
Perubahan : √

penglihatan
Pakai kacamata : √
Kekeringan mata : √
Nyeri : √
Gatal : √
Photobobia : √
Diplopia : √
Riwayat infeksi : √
KETERANGAN : Dalam batas normal
6. Telinga
Ya Tidak
Penurunan pendengaran : √
Discharge : √
Tinitus : √
Vertigo : √
Alat bantu dengar : √
Riwayat infeksi : √
Kebiasaan membersihkan telinga :
Dampak pada ADL : Tidak ada
KETERANGAN : Klien mengalami penurunan pendengaran
7. Hidung sinus
Ya Tidak
Rhinorrhea : √
Discharge : √
Epistaksis : √
Obstruksi : √
Snoring : √
Alergi : √
Riwayat infeksi : √
KETERANGAN : Dalam batas normal
8. Mulut, tenggorokan
Ya Tidak
Nyeri telan : √
Kesulitan menelan : √
Lesi : √
Perdarahan gusi : √
Caries : √
Perubahan rasa : √
Gigi palsu : √
Riwayat Infeksi : √
Pola sikat gigi : -
KETERANGAN : Dalam batas normal

9 Leher
.
Ya Tidak
Kekakuan : √
Nyeri tekan : √
Massa : √
KETERANGAN : Dalam batas normal
10. Pernafasan
Ya Tidak
Batuk : √
Nafas pendek : √
Hemoptisis : √
Wheezing : √
Asma : √
KETERANGAN : Dalam batas normal

11. Kardiovaskuler
Ya Tidak
Chest pain : √
Palpitasi : √
Dipsnoe : √
Paroximal nocturnal : √
Orthopnea : √
Murmur : √
Edema : √
KETERANGAN : Dalam batas normal .
12. Gastrointestinal
Ya Tidak
Disphagia : √
Nausea / vomiting : √
Hemateemesis : √
Perubahan nafsu makan : √
Massa : √
Jaundice : √
Perubahan pola BAB : √
Melena : √
Hemorrhoid :
Pola BAB : Pasien BAB 1xsehari
KETERANGAN : Dalam batas normal .

13. Perkemihan
Ya Tidak
Dysuria : √
Frekuensi : 3x sehari
Hesitancy : √
Urgency : √
Hematuria : √
Poliuria : √
Oliguria : √
Nocturia : √
Inkontinensia : √
Nyeri berkemih : √
Pola BAK : BAK 2 kali sehari
KETERANGAN : Dalam batas normal .
14. Reproduksi (laki-laki)
Ya Tidak
Lesi :
Disharge :
Testiculer pain :
Testiculer massa :
Perubahan gairah sex :
Impotensi :

Reproduksi (perempuan)
Lesi : √
Discharge : √
Postcoital bleeding : √
Nyeri pelvis : √
Prolap : √
Riwayat menstruasi : Pasien monopouse
Aktifitas seksual : √
Pap smear : √
KETERANGAN : ...........................................................................................................
Dalam batas normal
15. Muskuloskeletal
Ya Tidak
Nyeri Sendi : √
Bengkak : √
Kaku sendi : √
Deformitas : √
Spasme : √
Kram : √
Kelemahan otot : √
Masalah gaya berjalan : √
Nyeri punggung : √
Pola latihan : Pasien bangun dari tempat tidur secara mandiri

Dampak ADL : Pasien melakukan ADL mandiri


KETERANGAN : Dalam batas normal

16. Persyarafan
Ya Tidak
Headache : √
Seizures : √
Syncope : √
Tic/tremor : √
Paralysis : √
Paresis : √
Masalah memori : √
KETERANGAN : Dalam batas normal
5 POTENSI PERTUMBUHAN PSIKOSOSIAL DAN SPIRITUAL :
.
Psikososial YA Tidak
Cemas : √
Depresi : √
Ketakutan : √
Insomnia :√
Kesulitan dalam mengambil : √
keputusan
Kesulitan konsentrasi : √
Mekanisme koping : Pasien sering bercerita dengan teman sekamar
Persepsi tentang kematian :Klien mengatakan telah siap apabila harus menghadapi
kematian, karena memang usianya sudah tua

Dampak padaADL : Tidak ada


Spiritual
 Aktivitas ibadah : Rutin, sesuai agama dan kepercayaannya

 Hambatan : kesulitan ketika harus mensucikan diri


KETERANGAN :Klien tidak memiliki masalah dalam spiritual
6 LINGKUNGAN
.
 Kamar : Kamar bersih, pencahayaan baik
 Kamar mandi : Kamar mandi bersih, terdapat pegangan dan keset lantai
 Dalam rumah.wisma : Wisma bersi, lantai kering, setiap tama nada pegangan
 Luar rumah : Teras bersih, lantai tidak licin, sekeliling ruangan ada pegangan

7. 7. NEGATIVE FUNCTIONAL CONSEQUENCES

1. Kemampuan ADL
Tingkat kemandirian dalam kehidupan sehari-hari (Indeks Barthel)

No. Fungsi Skor Keterangan Nilai


Skor
1 Mengendalikan rangsang 0 Tak terkendali/tak teratur (perlu pencahar) 2
pembuangan tinja 1 Kadang-kadang tak terkendali (1x seminggu)
2 Terkendali teratur

2 Mengendalikan rangsang 0 Tak terkendali atau pakai kateter 2


berkemih 1 Kadang-kadang tak terkendali (hanya 1x/ 24 jam)
2 Mandiri

3 Membersihkan diri (seka 0 Butuh pertolongan orang lain 2


muka, sisir rambut, sikat gigi) 1 Mandiri

4 Penggunaan jamban, masuk 0 Tergantung pertolongan orang lain 2


dan keluar (melepaskan, 1 Perlu pertolongan pada beberapa kegiatan tetapi
memakai celana, dapat mengerjakan sendiri beberapa kegiatan yang
membersihkan, menyiram) lain
2 Mandiri

5 Makan 0 Tidak mampu 2


1 Perlu ditolong memotong makanan
2 Mandiri
6 Berubah sikap dari berbaring 0 Tidak mampu 3
ke duduk 1 Perlu banyak bantuan untuk bisa duduk (2 orang)
2 Bantuan minimal 1 orang
3 Mandiri
7 Berpindah / berjalan 0 Tidak mampu 3
1 Bisa (pindah) dengan kursi roda
2 Berjalan dengan bantuan 1 orang
3 Mandiri

8 Memakai baju 0 Tergantung orang lain 1


1 Sebagian di bantu (misalnya mengancing baju)
2 Mandiri

9 Naik turun tangga 0 Tidak mampu 1


1 Butuh pertolongan
2 Mandiri

10 Mandi 0 Tergantung orang lain 2


1 Mandiri

TOTAL SKOR 20

Keterangan 20 : Mandiri
12-19: Ketergantungan
ringan
9-11: Ketergantungan
sedang
5-8 : Ketergantungan berat

0-4 : Ketergantungan total

2. Aspek Kognitif

MMSE (Mini Mental Status Exam)


No Aspek Nilai Nilai Kriteria
Kognitif maksimal Klien
1 Orientasi 5 Menyebutkan dengan benar :
Tahun : ....... Hari :.......Bulan : .......Musin :
.............
Tanggal :
2 Orientasi 5 Dimana sekarang kita berada ?
Negara: ……. Panti : ……. Propinsi: …….
Wisma : ………Kota : …………….
3 Registrasi 3 Sebutkan 3 nama obyek (misal : kursi, meja,
kertas), kemudian ditanyakan kepada klien,
menjawab :
1) Kursi 2). Meja 3). Kertas
4 Perhatiandankalkulasi 5 Meminta klien berhitung mulai dari 100
kemudia kurangi 7 sampai 5 tingkat.
Jawaban :
1). 2). 3). 4). 5).
5 Mengingat 3 Minta klien untuk mengulangi ketiga obyek
pada poin ke- 2 (tiap poin nilai 1)
6 Bahasa 9 Menanyakan pada klien tentang benda (sambil
menunjukan benda tersebut).
1). ...................................
2). ...................................
3). Minta klien untuk mengulangi kata berikut :
“ tidak ada, dan, jika, atau tetapi )
Klien menjawab :

Minta klien untuk mengikuti perintah berikut


yang terdiri 3 langkah.
4). Ambil kertas ditangan anda
5). Lipat dua
6). Taruh dilantai.
Perintahkan pada klien untuk hal berikut (bila
aktifitas sesuai perintah nilai satu poin.
7). “Tutup mata anda”
8). Perintahkan kepada klien untuk menulis
kalimat dan
9). Menyalin gambar 2 segi lima yang saling
bertumpuk

Total nilai 30

Interpretasi hasil :
24 – 30 : tidak ada gangguan kognitif
18 – 23 : gangguan kognitif sedang
0 - 17 : gangguan kognitif berat
Kesimpulan: Tidak terkaji
3. Tes Keseimbangan
Time Up Go Test
No. Tanggal Pemeriksaan Hasil TUG (detik)
1 Tidak terkakji Tidak terkaji

Rata-rata Waktu TUG Tidak terkaji

Interpretasi hasil Tidak terkaji

Interpretasi hasil:
Apabila hasil pemeriksaan TUG menunjukan hasil berikut:
>13,5 detik Resiko tinggi jatuh
>24 detik Diperkirakan jatuh dalam kurun waktu 6
bulan
>30 detik Diperkirakan membutuhkan bantuan dalam
mobilisasi dan melakukan ADL
(Bohannon: 2006; Shumway-Cook,Brauer & Woolacott: 2000; Kristensen, Foss & Kehlet:
2007: Podsiadlo & Richardson:1991)
4. Kecemasan, GDS
Pengkajian Depresi
No Jawaban
Pertanyaan
. Ya Tdk Hasil
1. Anda puas dengan kehidupan anda saat ini 0 1 1
2. Anda merasa bosan dengan berbagai aktifitas dan kesenangan 1 0 0
3. Anda merasa bahwa hidup anda hampa / kosong 1 0 0
4. Anda sering merasa bosan 1 0 1
5. Anda memiliki motivasi yang baik sepanjang waktu 0 1 1
8. Anda takut ada sesuatu yang buruk terjadi pada Anda 1 0 1
7. Anda lebih merasa bahagia di sepanjang waktu 0 1 0
8. Anda sering merasakan butuh bantuan 1 0 1
9. Anda lebih senang tinggal dirumah daripada keluar melakukan 1 0 0
sesuatu hal
10. Anda merasa memiliki banyak masalah dengan ingatan anda 1 0 1
11. Anda menemukan bahwa hidup ini sangat luar biasa 0 1 1
12. Anda tidak tertarik dengan jalan hidup Anda 1 0 0
13. Anda merasa diri anda sangat energik / bersemangat 0 1 1
14. Anda merasa tidak punya harapan 1 0 0
15. Anda berfikir bahwa orang lain lebih baik dari diri anda 1 0 0
Jumlah 8
(Geriatric Depressoion Scale (Short Form) dari Yesafage (1983) dalam Gerontological
Nursing, 2006)
Interpretasi :
Jika Diperoleh skore 5 atau lebih, maka diindikasikan depresi

5. Status Nutrisi

Pengkajian determinan nutrisi pada lansia:


No Indikators score Pemeriksaan
.
1. Menderita sakit atau kondisi yang mengakibatkan perubahan jumlah 2 2
dan jenis makanan yang dikonsumsi
2. Makan kurang dari 2 kali dalam sehari 3 2

3. Makan sedikit buah, sayur atau olahan susu 2 2


4. Mempunyai tiga atau lebih kebiasaan minum minuman beralkohol 2 0
setiap harinya
5. Mempunyai masalah dengan mulut atau giginya sehingga tidak dapat 2 0
makan makanan yang keras
6. Tidak selalu mempunyai cukup uang untuk membeli makanan / selalu 4
kehabisan jatah makanan
7. Lebih sering makan sendirian 1 0

8. Mempunyai keharusan menjalankan terapi minum obat 3 kali atau lebih 1 0


setiap harinya
9. Mengalami penurunan berat badan 5 Kg dalam enam bulan terakhir 2 2
10. Tidak selalu mempunyai kemampuan fisik yang cukup untuk belanja, 2 2
memasak/mengambil makanan atau makan sendiri
Total score 10
(American Dietetic Association and National Council on the Aging, dalam Introductory
Gerontological Nursing, 2001)

Interpretasi:
0 – 2 : Good
3 – 5 : Moderate nutritional risk
6≥ : High nutritional risk
(Yang di centang aja yang dijumlah)

(Yang di centang aja yang dijumlah)

6. Hasil pemeriksaan Diagnostik


No Jenis pemeriksaan Tanggal Hasil
Diagnostik Pemeriksaan
Tidak terkaji
7. Fungsi sosial lansia

APGAR KELUARGA DENGAN LANSIA

Alat Skrining yang dapat digunakan untuk mengkaji fungsi sosial lansia

No. URAIAN FUNGSI SKOR


1. Saya puas bahwa saya dapat kembali pada keluarga (teman- ADAPTATION 1
teman)saya untuk membantu pada waktu sesuatu menyusahkan
saya
2. Saya puas dengan cara keluarga (teman-teman)saya PARTNERSHIP 1
membicarakan sesuatu dengan saya dan mengungkapkan masalah
3. dengan saya
Saya puas dengan cara keluarga (teman-teman) saya menerima GROWTH 1
dan mendukung keinginan saya untuk melakukan aktivitas / arah
4. baru
Saya puas dengan cara keluarga (teman-teman) saya AFFECTION 2
mengekspresikan afek dan berespon terhadap emosi-emosi
saya seperti marah, sedih/mencintai

5. Saya puas dengan cara teman-teman saya dan saya RESOLVE 2


meneyediakan waktu bersama-sama
Kategori Skor: TOTAL 7

Pertanyaan-pertanyaan yang dijawab:

1). Selalu : skore 2 2). Kadang-kadang : 1

3). Hampir tidak pernah : skore 0

Intepretasi:

< 3 = Disfungsi berat


B.4ANALISA DATA
- 6 = Disfungsi sedang
No. Analisa Data Etiologi Masalah Keperawatan

1. DS : Gangguan peredaran darah di Gangguan Memori


- klien mengatakan mudah lupa akan otak, radang, faktor usia, dll
berhubungan dengan
peristiwa yang baru saja terjadi
Kerusakan sel otak ketidakmampuan
DO: untuk mengingat
- Pasien sering mengulang –ngulang
Hilangnya memori/ingatan jangka
cerita yang sama karena lupa telah (SDKI, 0062)
pendek
menceritakannya
- TTV: 100/70
- N:70 x/menit
Perubahan proses pikir
- S: 36,2◦C
- RR: 20x/menit
Gangguan Memori
DAFTAR PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN
Nama: Ny. M

No reg:

No. Daftar Diagnosa


1. Gangguan Memori berhubungan dengan ketidakmampuan
untuk mengingat (SDKI, 0062)

2. Gangguan Pola Tidur berhubungan dengan perubahan pada


sensori dan tekanan psikologis (SDKI, 0055)
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

NAMA : Ny. M TANGGAL PENGKAJIAN :15-02-2021

NO REG : DIAGNOSA MEDIS : DIMENSIA

No TGL DIAGNOSA TUJUAN KRITERIA HASIL INTERVENSI RASIONAL


KEPERWATAN
1 15- Gangguan Memori Setelah dilakukan SLKI:Memori (L. 09079) Intervensi Keperawatan : 1. memberikan dasar
No Indikator 1 2 3 4 5 SIKI (Latihan Memori untuk evaluasi yang
02- berhubungan dengan tindakan keperawatan 1.06188) akan datang dan
2021 ketidakmampuan untuk 1 Verbalisasi a. Observasi mempengaruhi
selama 2x24 jam  Identifikasi masalah pilihan terhadap
pengalaman
mengingat (SDKI, diharapkan lupa memori yang dialami intervensi.
 Identifikasi kesalahan 2. kebisingan ,
0062) Kemampuan dalam terhadap orientasi keramaia, merupakan
2 SVerbalisasi
mudah lupa  Monitor prilaku dan sensori yang
mengingat klien perubahan memori berlebihan yang
Keterangan penilaian : selama terapi meningkatkan
teratasi. b. Terapeutik ganguan neuron.
1. Meningkat
2. Cukup Meningkat  Rencanakan metode 3. pendekatan yang
3. Sedang mengajar sesuai terburu buru dapat
4. Cukup Menurun kemampuan pasien mengancam pasien
5. Menurun  Stimulasi memori bingung yang
dengan mengulang mengalami persepsi.
pikiran yang terakhir 4. Nama merupakan
kali diucapkan, jika bentuk identitas dan
perlu menimbulkan
 Koreksi kesalahan pergerakan terhadap
orientasi realita dan individu.
 Fasilitasi mengingat 5. Peningkatan
kembali pengalaman kemungkinan
masa lalu, jika perlu pemahaman.
 Fasilitasi tugas 6. Sesuai dengan
pembelajaran ( mis berkembangnya
mengingat informasi penyakit ,pusat
verbal dan gambar) komunikasi dalam
 Fasilitasi kemampuan otak mungkin saja
konsentrasi (mis terganggu yang
bermain kartu menghilangkan
pasangan), jika perlu kemampuan individu
 Stimulasi pada proses
menggunakan memori penerimaan pasien.
pada peristiwa yang 7. Provokasi
baru terjadi (mis menurunkan harga
bertanya kemana saja diri dan mungkin
ia pergi akhir – akhir diartikan sebagai satu
ini) jika perlu ancaman yang
c. Edukasi mencetus agitasi.
 Jelaskan tujuan dan 8. Tertawa dapat
prosedur latihan membantu dalam
 Ajarkan teknik komunikasi dan
memori yang tepat ( membantu
mis imajinasi visual, meningkatkan
perangkat mnemonic, kestabilan emosi.
permainan memori, 9. Memotivasi pasien
isyarat memori , dalam cara yang akan
teknik asosiasi, menguatkan
membuat daftar kegundaanya dan
computer, dan papan kesenangan diri dan
nama) merangsang realita.
d. Kolaborasi 10. Dapat menurunkan
Rujuk pada terapi okupasi, kegelisaan dan
memberikan pilihan
jika perlu
terhadap aktivitas
yang dapat
menyenangkan.
11. Kekurangan tidur
dapat menggangu
proses pikir.
12. Dapat meningkatkan
kesadaran mental
13. Meningkatkan
kemampuan otak
untuk melakukan
metabolisme glukosa
dan menggunakan
oksigen.
14. Untuk memperlambat
berkembannya
gangguan keadaan
kognisi secara
sederhana
IMPLEMENTASI KEPERAWATAN

NAMA KLIEN : NY. M

NO. REG :

No TGL DIAGNOSA JAM IMPLEMENTASI RESPON TTD


KEPERWATAN
1 15- Gangguan Memori 11:00 a. Observasi
 Mengidentifikasi masalah memori yang dialami
02- berhubungan dengan  Mengidentifikasi kesalahan terhadap orientasi
2021 ketidakmampuan untuk  Memonitor prilaku dan perubahan memori selama
terapi
mengingat (SDKI, 0062) b. Terapeutik
 Merencanakan metode mengajar sesuai kemampuan
pasien
 Menstimulasi memori dengan mengulang pikiran
yang terakhir kali diucapkan, jika perlu
 Mengoreksi kesalahan orientasi
 Memfasilitasi mengingat kembali pengalaman masa
lalu, jika perlu
 Memfasilitasi tugas pembelajaran ( mis mengingat
informasi verbal dan gambar)
 Memfasilitasi kemampuan konsentrasi (mis bermain
kartu pasangan), jika perlu
 Menstimulasi menggunakan memori pada peristiwa
yang baru terjadi (mis bertanya kemana saja ia pergi
akhir – akhir ini) jika perlu
c. Edukasi
 Menjelaskan tujuan dan prosedur latihan
 Mengjarkan teknik memori yang tepat ( mis
imajinasi visual, perangkat mnemonic, permainan
memori, isyarat memori , teknik asosiasi, membuat
daftar computer, dan papan nama)
d. Kolaborasi
Merujuk pada terapi okupasi, jika perlu
EVALUASI KEPERAWATAN

NAMA KLIEN : NY. M

NO REG:

NO TGL DIAGNOSA JAM EVALUASI TTD


KEPERAWATAN
1 15-02-2021 Gangguan Memori 11:00 S: Pasien mengatakan mudah lupa akan peristiwa
berhubungan dengan yang baru saja terjadi, dan tidak dapat mengenali
ketidakmampuan untuk orang, tepat dan waktu
mengingat (SDKI, 0062) O:
- Pasien kehilangan kemampuanya untuk
mengenali wajah, tempat dan objek yang sudah
dikenalinya.
- pasien sering mengulang-ngulang cerita yang
sama, karena lupa telah menceritakanya
- TTV: 100/70
- N:70 x/menit
- S: 36,2◦C
- RR: 20x/menit
A: Masalah belum teratasi
P: lanjutkan intervensi
CATATAN PERKEMBANGAN

NAMA KLIEN : NY. M

NO REG:

N NO TGL S O A P I E
O .
DX
1 1 15- Pasien mengatakan - Pasien Gangguan Memori SLKI:Memori (L. 09079) a. Observasi S: Pasien
N Indikator 1 2 3 4 5  Mengidentifikasi
02- mudah lupa akan kehilangan berhubungan mengatakan
o masalah memori
2021 peristiwa yang baru kemampuanya dengan . yang dialami mudah lupa
untuk mengenali  Mengidentifikasi
saja terjadi, dan ketidakmampuan 1 Verbalisa akan peristiwa
wajah, tempat kesalahan
tidak dapat untuk mengingat si yang baru saja
terhadap
dan objek yang pengala
orientasi
mengenali orang, (SDKI, 0062) man lupa terjadi, dan
sudah
tepat dan waktu  Memonitor tidak dapat
dikenalinya. 2 SVerbali prilaku dan
sasi perubahan mengenali
- pasien sering mudah memori selama
mengulang- lupa terapi
orang, tepat
ngulang cerita dan waktu
Keterangan penilaian : b. Terapeutik
yang sama, 1. Meningkat  Merencanakan O:
2. Cukup Meningkat metode mengajar
karena lupa 3. Sedang - kehilangan
sesuai kemampuan
telah 4. Cukup Menurun pasien kemampuan
5. Menurun
menceritakanya ya untuk
 Menstimulasi
- TTV: 100/70 memori dengan mengenali
- N:70 x/menit mengulang pikiran
yang terakhir kali wajah,
- S: 36,2◦C
diucapkan, jika
- RR: 20x/menit perlu tempat dan

 Mengoreksi objek yang


kesalahan orientasi sudah
 Memfasilitasi dikenalinya.
mengingat kembali - Pasien
pengalaman masa
lalu, jika perlu sering
mengulang-
 Memfasilitasi
tugas pembelajaran ngulang
( mis mengingat cerita yang
informasi verbal
dan gambar) sama,
karena lupa
 Memfasilitasi
kemampuan telah
konsentrasi (mis
menceritaka
bermain kartu
pasangan), jika nya
perlu
- TTV: 100/70
 Menstimulasi - N:70 x/menit
menggunakan
memori pada - S: 36,2◦C
peristiwa yang
- RR: 20x/menit
baru terjadi (mis
bertanya kemana
saja ia pergi akhir A:Masalah
– akhir ini) jika belum teratasi
perlu
P:lanjutkan
c. Edukasi
intervensi
 Menjelaskan
tujuan dan
prosedur latihan

 Mengjarkan
teknik memori
yang tepat ( mis
imajinasi visual,
perangkat
mnemonic,
permainan
memori, isyarat
memori , teknik
asosiasi, membuat
daftar computer,
dan papan nama)

d. Kolaborasi

Merujuk pada terapi


okupasi, jika perlu
CATATAN PERKEMBANGAN

NAMA KLIEN : NY. M

NO REG:

N NO TGL S O A P I E
O .
DX
2 1 16- Pasien mengatakan - Pasien Gangguan Memori SLKI:Memori (L. 09079) a. Observasi S:Pasien
N Indikator 1 2 3 4 5  Mengidentifikasi
02- mudah lupa akan kehilangan berhubungan mengatakan
o masalah memori
2021 peristiwa yang baru kemampuanya dengan . yang dialami mudah lupa
untuk mengenali  Mengidentifikasi
saja terjadi, dan ketidakmampuan 1 Verbalisa akan peristiwa
wajah, tempat kesalahan
tidak dapat untuk mengingat si yang baru saja
terhadap
dan objek yang pengala
orientasi
mengenali orang, (SDKI, 0062) man lupa terjadi, dan
sudah
tepat dan waktu  Memonitor tidak dapat
dikenalinya. 2 SVerbali prilaku dan
sasi perubahan mengenali
- pasien sering mudah memori selama
mengulang- lupa terapi
orang, tepat
ngulang cerita dan waktu
Keterangan penilaian : b. Terapeutik
yang sama, 6. Meningkat  Merencanakan O:
7. Cukup Meningkat metode mengajar
karena lupa 8. Sedang - kehilangan
sesuai kemampuan
telah 9. Cukup Menurun pasien kemampuan
10.Menurun
menceritakanya ya untuk
 Menstimulasi
- TTV: 120/90 memori dengan mengenali
- N:89 x/menit mengulang pikiran
yang terakhir kali wajah,
- S: 36,1◦C
diucapkan, jika
- RR: 24x/menit perlu tempat dan

 Mengoreksi objek yang


kesalahan orientasi sudah
 Memfasilitasi dikenalinya.
mengingat kembali - Pasien
pengalaman masa
lalu, jika perlu sering
mengulang-
 Memfasilitasi
tugas pembelajaran ngulang
( mis mengingat cerita yang
informasi verbal
dan gambar) sama,
karena lupa
 Memfasilitasi
kemampuan telah
konsentrasi (mis
menceritaka
bermain kartu
pasangan), jika nya
perlu
- TTV: 100/70
 Menstimulasi - N:70 x/menit
menggunakan
memori pada - S: 36,2◦C
peristiwa yang
- RR: 20x/menit
baru terjadi (mis
bertanya kemana
saja ia pergi akhir A:Masalah
– akhir ini) jika belum teratasi
perlu
P:lanjutkan
c. Edukasi
intervensi
 Menjelaskan
tujuan dan
prosedur latihan

 Mengjarkan
teknik memori
yang tepat ( mis
imajinasi visual,
perangkat
mnemonic,
permainan
memori, isyarat
memori , teknik
asosiasi, membuat
daftar computer,
dan papan nama)

d. Kolaborasi

Merujuk pada terapi


okupasi, jika perlu
CATATAN PERKEMBANGAN

NAMA KLIEN : NY. M

NO REG:

N NO TGL S O A P I E
O .
DX
3 1 15- Pasien mengatakan - Pasien Gangguan Memori SLKI:Memori (L. 09079) a. Observasi S:Pasien
N Indikator 1 2 3 4 5  Mengidentifikasi
02- mudah lupa akan kehilangan berhubungan mengatakan
o masalah memori
2021 peristiwa yang baru kemampuanya dengan . yang dialami mudah lupa
untuk mengenali  Mengidentifikasi
saja terjadi, dan ketidakmampuan 1 Verbalisa akan peristiwa
wajah, tempat kesalahan
tidak dapat untuk mengingat si yang baru saja
terhadap
dan objek yang pengala
orientasi
mengenali orang, (SDKI, 0062) man lupa terjadi, dan
sudah
tepat dan waktu  Memonitor tidak dapat
dikenalinya. 2 SVerbali prilaku dan
sasi perubahan mengenali
- pasien sering mudah memori selama
mengulang- lupa terapi
orang, tepat
ngulang cerita dan waktu
Keterangan penilaian : b. Terapeutik
yang sama, 1. Meningkat  Merencanakan O:
2. Cukup Meningkat metode mengajar
karena lupa 3. Sedang - kehilangan
sesuai kemampuan
4. Cukup Menurun
telah 5. Menurun pasien kemampuan
menceritakanya ya untuk
 Menstimulasi
- TTV: 120/80 memori dengan mengenali
- N:82 x/menit mengulang pikiran
yang terakhir kali wajah,
- S: 36◦C
diucapkan, jika
- RR: 24x/menit perlu tempat dan

 Mengoreksi objek yang


kesalahan orientasi sudah
 Memfasilitasi dikenalinya.
mengingat kembali - Pasien
pengalaman masa
lalu, jika perlu sering
mengulang-
 Memfasilitasi
tugas pembelajaran ngulang
( mis mengingat cerita yang
informasi verbal
dan gambar) sama,
karena lupa
 Memfasilitasi
kemampuan telah
konsentrasi (mis
menceritaka
bermain kartu
pasangan), jika nya
perlu
- TTV: 100/70
 Menstimulasi - N:70 x/menit
menggunakan
memori pada - S: 36,2◦C
peristiwa yang
- RR: 20x/menit
baru terjadi (mis
bertanya kemana
saja ia pergi akhir A:Masalah
– akhir ini) jika belum teratasi
perlu
P:lanjutkan
c. Edukasi
intervensi
 Menjelaskan
tujuan dan
prosedur latihan

 Mengjarkan
teknik memori
yang tepat ( mis
imajinasi visual,
perangkat
mnemonic,
permainan
memori, isyarat
memori , teknik
asosiasi, membuat
daftar computer,
dan papan nama)

d. Kolaborasi

Merujuk pada terapi


okupasi, jika perlu