Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN KASUS

ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA TN. S


DENGAN MASALAH UTAMA RESIKO PERILAKU KEKERASAN
DI RUANG DAHLIA RUMAH SAKIT JIWA MUTIARA SUKMA NTB

1. Biodata
a. Identitas klien
Nama : Tn. S
Umur : 45 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Alamat : Labu api
Informan : Klien
Ruang rawat : Melati
Diagnos medis : Skizofrenia
Tanggal pengkajian : 26 Januari 2021
b. Identitas penanggung jawab
Nama : Tn. S
Umur : 22 tahun
Alamat : Labu api
Pendidikan : SMA

2. Alasan Masuk
Sebelum dirawat di RSJ, klien di rumah suka marah-marah dan menghancurkan
barang-barang yang ada di rumah, sering teriak-teriak, susah tidur dan hampir
melukai istrinya.
Masalah keperawatan : Resiko Perilaku Kekerasan
- Saat dikaji
Klien berbicara dengan nada tinggi, tatapan mata tajam dan tidak mau terbuka.
Klien tampak kotor dan berantakan.
Masalah keperawatan : Resiko Perilaku Kekerasan dan Defisit Perawatan Diri
3. Faktor Predisposisi
a. Pernah mengalami gangguan jiwa masa lalu
Klien mengatakan masuk ke RSJ sudah 4 kali dengan keluhan yang sama,
terakhir 1 tahun yang lalu.
Masalah keperawatan : Respon pasca trauma
b. Pengobatan sebelumnya
Klien mengatakan rutin melakukan kontrol tetapi pernah menalami putus obat
sekitar 2 bulan yang lalu.
Masalah keperawatan : Perubahan pertumbuhan dan perkembangan
c. Pengalaman yang tidak menyenangkan sebelumnya
Klien mengatakan tidak memiliki kenangan yang tidak menyenangkan.
Masalah keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan
d. Anggota keluarga yang pernah mengalami gangguan jiwa
Klien mengatakan tidak ada anggota keluarga yang pernah mengalami
gangguan jiwa.
Masalah keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan
e. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan yang pernah dialami oleh
klien
Klien mengatakan tidak pernah mengalami pengalaman yang tidak
menyenangkan.
Masalah kepeawatan : Tidak ada masalah keperawatan

4. Pemeriksaan Fisik
a. Tanda-tanda vital
TD : 140/80 mmHg RR : 22x/menit
N : 80x/menit S : 36o C
b. Ukur
BB : 67 Kg
TB : 171 cm
c. Keluhan fisik : Klien mengatakan tidak ada keluhan.
5. Psikososial
a. Genogram

Keterangan :
: Laki-laki
: Perempuan
: Meninggal
: Garis pernikahan
: Garis keturunan
: Tinggal serumah
: Klien

b. Konsep diri
1) Gambaran diri : Klien mengatakan tidak sakit dan klien merasa nyaman
dengan selurah anggota tubuh nya.
2) Identitas diri : Klien mengatakan anak pertama dari 2 bersaudara mampu
menyebutkan nama dan alamat.
3) Peran diri : Klien mengatakan didalam keluarga berperan sebagai kepala
keluarga dan mengejakan tugas untuk menafkahi keluarga nya.
4) Ideal diri : Klien mengatakan yakin untuk sembuh dan ingin bertemu
dengan istri anaknya.
5) Harga diri : Klien mengatakan jarang mau berinteraksi denga orang baru
karena merasa malu.
Masalah keperawatan : Harga Diri Rendah
c. Hubungan sosial
1) Orang yang berarti : Klien mengatakan orang yang paling berarti adalah
keluarganya.
2) Peran dalam masyarakat : Klien mengatakan tidak suka berinteraksi dengan
orang lain
3) Hambatan berhubungan dengan orang lain : Klien mengatakan sering
dijauhi oleh orang sekitar rumah nya.
Masalah keperawatan : Harga Diri Rendah

6. Spiritual
a. Nilai dan keyakinan : Klien mengatakan dirinya beragama islam.
b. Kegiatan ibadah : Klien mengatakan selama dirawat tidak pernah melaksanakan
sholat.
Masalah keperawatan : Distress Spiritual

7. Status Mental
a. Penampilan : Klien tampak tidak rapi, rambut acak-acakan, kuku panjang dan
kotor.
Masalah keperawatan : Defisit Perawatan Diri
b. Pembicaraan : Klien berbicara dengan nada yang tinggi dan cepat.
Masalah keperawatan : Kerusakan Komunikasi Verbal
c. Aktivitas motorik : Klien tampak gelisah dan cemas dan tegang.
Masalah keperawatan : Intoleransi Aktivitas
d. Alam perasaan : Klien mengatakan kadang merasa ketakutan karena melihat
bayangan-bayangan putih dan kecil yang selalu menghantuinya.
Masalah keperawatan : Halusinasi Pengelihatan.
e. Afek : Klien tampak labil (emosi cepat berubah-ubah) ketika ditanya.
f. Interaksi selama wawancara : Klien tidak kooperatif dan hanya mampu
menjawab sebagian pertanyaan yang diberikan oleh perawat.
Masalah keperawatan : Koping individu tidak efektif.
g. Persepsi : Klien mengatakan sering melihat bayangan-bayangan putih dan
muncul disaat klien merasa gelisah.
Masalah keperawatan : Halusinasi pengelihatan.
h. Proses pikir : Pada saat berinteraksi, klien sering mengulang pembicaraan
(perseferasi).
Masalah keperawatan : Perubahan proses pikir.
i. Isi pikir : Klien merasa dirinya sebagai Tuhan yang dapat menyembuhkan
orang lain.
Masalah keperawatan : Waham kebesaran.
j. Memori : Klien mengatakan tidak mengenal kejadian 1 minggu yang lalu dan
hanya mengingat nama dan alamat.
Masalah keperawatan : Perubahan proses pikir
k. Tingkat konsentrasi dan berhitung : Klien tidak mampu konsentrasi saat
perawat memberikan pertanyaan tetapi klien mampu berhitung dari 1 sampai
10. Klien sering meminta perawat untuk mengulang pertanyaan yang
disampaikan.
Masalah keperawatan : Perubahan proses pikir
l. Kemampuan penilaian : Kemampuan penilaian ringan, klien mampu
mengambil keputusan sederhana dengan bantuan perawat seperti merapikan
tempat tidur.
Masalah keperawatan : Perubahan proses pikir

8. Kebutuhan Dasar
a. Makan
Klien mengatakan makan 3 kali sehari dan makan secara mandiri.
b. BAK/BAB
Klien mengatakan BAK/BAB di kamar mandi dan dibersihkan secara mandiri.
c. Mandi
Klien mengatakan kadang mandi 2 kali sehari dan terkadang tidak pernah
mandi.
d. Berpakain/Berhias
Klien memakai pakaian kurang rapi dan rambut berantakan.
Masalah keperawatan : Defisit perawatan diri
e. Istirahat dan tidur
Klien mengatakan jarang tidur siang dan susah tidur di malam hari. Klien
mengatakan sebelum tidur ia tidak pernah menyikat gigi dan mencuci muka.
Masalah keperawatan : Defisit perawatan diri.
f. Penggunaan obat
Klien mengatakan rutin minum obat karena selalu diawasi oleh perawat.
g. Pemeliharaan kesehatan
Pemeliharaan kesehatan dilakukan keluarga terhadap klien dengan cara
merawat keluarganya di RS supaya mendapatkan perawatan dan pengobatan
yang sesuai denga keluhan yang dirasakan.
h. Kegiatan didalam rumah : Klien mengatakan kegiatan di rumah adalah
mencari nafkah untuk keluarganya.
i. Kegiatan diluar rumah : Klien mengatakan kadang mengikuti kegiatan di
masyarakat, salah satunya ikut bergotong royong dengan tetangga.
j. Mekanisme koping : Klien hanya mampu berbicara ketika diajak interaksi dan
klien melakukan aktivitas sesuia dengan keinginan sendiri.
k. Pengetahuan kurang tentang :
- Klien tidak tahu obat-obat yang selalu dikonsumsi setiap harinya.
- Klien tidak mengetahui penyebab penyakit yang dideritanya.

9. Analisa Data
No Data Masalah
1 Ds : Klien mengatakan pernah melempar Resiko Perilaku Kekerasan
barang-barang yang ada di rumah, dan
hampir melukai orang-orang rumah.
Do :
- Klien berbicara dengan nada yang
tinggi.
- Klien mondar-mandir dan gelisah.
- Kadang-kadang klien teriak.
2 Ds : Klien mengatakan melihat bayangan Gangguan Persepsi Sensori :
putih yang tak jelas dan muncul saat Halusinasi Pengelihatan
klien mulai gelisah.
Do :
- Klien senyum-senyum sendiri.
- Klien kadang berbicara sendiri.
- Klien tampak gelisah.
3 Ds : Klien mengatakan tidak mau mandi. Defisit Perawatan Diri
Do :
- Kuku klien tampak panjang dan kotor.
- Rambut klien tampak berantakan dan
pakaian terlihat tidak rapi.

10. Daftar Masalah Keperawatan


1. Resiko Perilaku Kekerasan
2. Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi Pengelihatan
3. Defisit Perawatan Diri
4. Waham Kebesaran
5. Kurang pengetahuan

11. PohonMasalah

Resiko Menciderai Diri Sendiri

Resiko Prilaku Kekerasan

Harga Diri Rendah Defisit Perawatan Diri

Halusinasi Penglihatan

Koping Maladaptif

12. Prioritas Masalah Keperawatan

- Resiko prilaku kekerasan


13. Intervensi Keperawatan
N Hari/ Dx Tujuan Kriteria Hasil Intervensi Keperawatan
o Tanggal Keperawatan
1. Resiko Tum : Setelah dilakukan 3x - Beri salam
Perilaku Mampu pertemuan kepada klien
Kekerasan mengontrol Diharapkan : - Perkenalkan
-
prilaku kekerasan Klien mampu diri sambil berjabat tangan
menjawab salam - Jelaskan
Tuk 1 : Membina - Klien mau tujuan
hubungan saling berjabat tangan
percaya
- Lakukan
- Klien mau
kontrak singkat tapi sering
menyebut nama
- Klien mampu
mengingat lawan
bicara

Tuk 2 : Setelah dilakukan 3 kali


Klien mampu pertemuan
mengontrol diharapkan : - Beri kesempatan klien
prilaku - Klien untuk mengungkapkan
kekerasan secara dapat mengungkap perasaan
fisik kan perasaan - Bantu klien
- Klien dapat mengungkapkan penyebab
mengungkap kan marah yang dirasakan
penyebab marah dari
orang lain,
lingkungan (diri
sendiri)

Tuk 3 : Setelah dilakukan 3 kali


Klien dapat pertemuan diharapkan
mengidentifikasi - - Anjurkan klien
Klien dapat
masalah prilaku mengungkapkan apa yang
mengungkapkan
kekerasan dirasakan saat marah
perasaan saat merasa
- Observasi tanda
jengkel
prilaku kekerasan
- Klien dapat
simpulkan tanda marah
menyimpulkan
yang dirasa
tanda marah atau
jengkel

Tuk 4 : Setelah di lakukan 3


Klien dapat kali pertemuan
mengidentifikasi diharapkan: - Anjurkan klien
PK yang biasa - Klien mampu mengungkapkan PK yang
dilakukan mengungkapkan PK biasa dilakukan
yang biasa - Diskusikan dengan
dilakukan klien untuk menyelesaikan
- Klien dapat masalah dengan benar
mengetahuicara
mengatasi masalah
dengan benar

Tuk 5 :
Klien dapat Setelah dilakukan 3 kali
mengidentifikasi interaksi diharapkan
dampak PK - Klien dpat - Diskusikan dengan
mengetahui dampak klien dampak PK yang
PK yang dilakukan. dilakukan
- Diskusikan bersama
klien dampak PK yang
dilakukan
2. Halusinasi Tum: Setelah dilakukan 3x - Sapa klien
Klien tidak pertemuan diharapkan dengan ramah baik
mencederai diri - Ekpresi wajah verbal/non verbal
sendiri orang bersahabat - Perkenalkan
lain dan - Menunjukan diri dengan baik
lingkungan rasa senang - Tanyakan
- Ada kontak nama lengkap dan nama
Tuk1 : mata panggilan yang di sukai
Klien dapat - Mau berjabat - Jelaskan
membina tangan dan tujuan interaksi
hubungan saling menjawab salam Tunjukan sikap
percaya - Mau duduk empati
berdampingan Berikan perhatian
dengan perawat pada klien dan perhatikan
- Mau kebutuhan dasar klien
mengutarakan
masalah yang
Tuk 2: dihadapi
Klien dapat
mengenal
halusinasi Setelah dilakukan 3x - Adakan kontak
pertemuan diharapkan singkat tapi sering dengan
- Klien dapat klien
menyebut waktu, isi, - Bantu klien
frekuensi, timbulnya mengenal halusinasinya
halusinasi - Diskusikan
- Klien dapat dengan klien situasi yang
mengungkapkan bisa menimbulkan
perasaan terhadap halusinasinya
Tuk 3 : halusinasinya - Diskusikan
Klien dapat dengan klien apa yang
mengontrol dirasakan
halusinasinya Setelah dilakukan 3x
pertemuan diharapkan:
- Klien dapat - Identifikasi bersama
menyebutkan cara klien yang dilakukan
tindakan yang biasa jika terjadi halusinasi
dilakukan jika - Diskusikan cara baru
halusinasi datang untuk
- Klien dapat memutus/mengontrol
menyebutkan cara halusinasi
baru - Bantu klien memilih
- Klien dapat cara mengontrol
memilih cara halusinasinya
Tuk 4: mengatasi masalah
Klien dapat
dukungan dari
keluarga dalam Setelah dilakukan 3x
mengontrol pertemuan diharapkan
halusinasinya - Klien dapat
membina hubungan - Anjurkan klien
saling percaya memberi tahu keluarga
dengan perawat dan jika mengalami halusinasi
keluarga - Jelaskan kepeda
- Keluarga keluarga yang berkaitan
mengetahui dengan halusinasinya
pengertian, tanda
gejala kegiatan
untuk kontrol
Tuk 5: halusinasinya
Klien dapat
memanfaatkan
obat dengan Setelah dilakukan 3x
baik pertemuan diharapkan
- Klien dapat
informasi tentang - Diskusikan dengan
efek samping obat klien dan keluarga tentang
- Klien dan dosis, frekuensi dan
keluarga dapat manfaat obat
menyebutkan - Anjurkan klien
manfaat, dosis dan meminta sendiri obat
efek obat kepada perawat
- Klien dapat - Bantu klien
mendemonstrasikan menggunakan obat prinsip
cara penggunaan yang benar
obat
3. Defisit Tum : Setelah dilakukan 3x - Berikan kepada klien
Perawatan Diri Klien dapat pertemuan diharapkan - Perkenalkan diri dengan
memenuhi - Wajah baik
kebutuhan bersahabat - Tanyakan nama panjang
perawatan diri tersenyum dan nama panggilan yang
Tuk 1: - Mau berkenalan disukai
Klien dapat - Ada kontak - Jelaskan tujuan interaksi
membina mata dan menerima - Perhatikan kebutuhan
kehadiran perawat dasar klien
- Mau
menceritakan
Tuk 2: masala yang - Identifikasi penyebab
Klien dihadapi klien tidak merawat diri
mengetahui Setelah dilakukan 3x - Jelaskan manfaat merawat
pentingnya DPD pertemuan diharapkan diri
- Klien - Jelaskan cara merawat diri
menyebutkan dengan baik
penyebab tidak - Diskusikan dengan klien
perawatan diri gangguan yang timbul jika
- Tanda-tanda perawatan diri tidak
bersih dan rapi perhatikan
- Gangguan yang
dialami jika
perawatan diri tidak
Tuk 3: diperhatikan - Anjurkan klien mandi
Klien - Anjurkan dan ajarkan
mengetahui cara klien cara menikat gigi
melakukan Setelah dilakukan 3x yang benar
perawatan diri pertemuan diharapkan - Diskusikan frekuensi
- Klien keramas, berhias, dan lain-
mengetahui lain.
frekuesni mandi
- Klien
mengetahui
frekuensi gosok gigi
- Klien
mengetahui
frekuensi keramas
- Klien
mengetahui
frekuensi ganti
pakaian
- Klien
mengetahui
frekuensi berhias

14. Implementasi dan Evaluasi Keperawatan


No DX. Waktu Data Evaluasi
keperawatan
1. Resiko Selasa, DS : S:
Perilaku 26-01-2021 - Klien menceritakan pernah Klien masih
Kekerasan melempar barang-barang menunjukan sikap
yang ada dirumah marah dilihat dari afek
DO : dan nada bicara
- Tatapan mata tajam
- Afek labil O:
- Berbicara dengan nada tinggi K/U baik, emosi belum
stabil, adl : baik makan
Kemampuan : (1), diberikan obat oral :
- Klien mampu membina despridon 2x2 mg,
hubungan saling percaya lorazepam 1x1 mg.
dengan perawat TTV = TD : 130/90
- Klien mampu mengontrol mmHg, N : 88x/menit
perilaku kekerasan. RR : 20x/menit
S : 36oC

Tindakan keperawatan : A:
- Membina hubungan saling Resiko Perilaku
percaya Kekerasan masih ada
- Membantu klien
mengungkapkan perasaan P:
- Membantu klien Latih klie nmengganti
mengungkapkan penyebab PK dengan teknik nafas
marah atau jengkel. dalam.
2 Resiko Rabu, DS : S:
Perilaku 27-01-2021 - Klien mengatakan masih Klien sudah lebih tenang
Kekerasan merasa marah
DO : O:
- Tatapan mata tajam Klien mampu
- Afek labil mengetahui PK dengan
- Nada berbicara tinggi teknik nafas dalam , dan
pukul bantal atau kasur
Tindakan Lanjutan : K/U: baik, kesadaran
- Latih klien mengontrol compos metis, makan
perilaku kekerasan dengan (+)
nafas dalam. Obat : deperidon 3x3
mg
Kemampuan : Lorozepan 1x1 mg
- Klien mampu mengontrol TTV =
perilaku kekerasan dengan N : 88x/menit
melakukan teknik nafas dalam TD : 120/ 80 mmHg.

Tindakan Keperawatan : A : Resiko Perilaku


- Latih klien mengontrol Kekerasan masih ada
perilaku kekerasan dengan
memukul bantal atau kasur P:
Evaluasi sejauh mana
teknik nafas dalam dan
teknik pukul bantal atau
kasur dapat dilakukan.