Anda di halaman 1dari 9

CRITICAL BOOK REVIEW

“JENIS-JENIS SUMBER DANA BANK”

DOSEN PENGAMPU : DITA EKA PERTIWI SIRAIT

DISUSUN OLEH :

ERIKA NADILLAH YUSDA

7182144006

PENDIDIKAN ADMINISTRASI PERKANTRAN


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2020
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan
taufik dan hidayahnya, sehingga saya dapat menyelesaikan tugas Critical Book review
materi Perbankan ini dengan baik. Meskipun di dalam nya masih terdapat banyak kesalahan
atau pun kekurangan. Dan tak lupa pula saya berterima kasih kepada Ibu DITA EKA
PERTIWI SIRAIT selaku dosen pengampu mata kuliah Perbankan di Fakultas Ekonomi
Universitas Negeri Medan yang telah memberikan tugas ini kepada saya.

Saya sangat berharap tugas ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasanserta
pengetahuan saya mengenai masalah – masalah dalam hal Perbankan ini. Saya juga
menyadari dalam Tugas CBR ini masih terdapat kesalahan dan kekurangan serta jauh dari
kata sempurna. Oleh sebab itu, saya sangat harapkan adanya kritik yang
membangun,sarandan usulan demi perbaikan tugas yang akan kami perbuat di masa yang
akan datang.

Semoga tugas CBR yang sederhana ini dapat di pahami oleh siapa pun yang akan
membacanya. Sekian laporan yang telah di susun dapat berguna bagi saya sendiri maupun
orang lain yang akan membacanya. Sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan
kata – kata yang kurang berkenan dan saya memohon kritik dan saran yang membangun dari
Ibu demi perbaikan tugas ini di masa yang akan datang.

Medan, 23 Oktober 2020

Penyusun
DAFTAR ISI

Kata Pengantar……………………………………………………………………………...

Daftar Isi……………………………………………………………………………………….

BAB I PENDAHULUAN

A. Rasionalisasi pentingnya CBR……………………………………………..............…


B. Tujuan penulisan CBR………………………………………………………………...
C. Manfaat CBR…………………………………………………….…………….……..

BAB II ISI BUKU

A. Identitas Buku……………….............……………………………………………….
B. Ringkasan isi buku........................................................................................................

BAB III PEMBAHASAN

A. Kelebihan buku.............................................................................................................
B. Kekurangan buku..........................................................................................................

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan...................................................................................................................
B. Saran.............................................................................................................................
BAB I

PENDAHULUAN

A. Rasionalisasi Pentingnya CBR


Critical Book Review merupakan kegiatan penugasan untuk mendeskripsikan dan
menganalisis buku yang memuat poin-poin penting sebagai ringkasan buku. Hasil dari
penugasan ini dapat menjadi suatu bentuk karya ilmiah mahasiswa sehingga jenis penugasan
ini secara tidak langsung mampu melatih kemampuan mahasiswa membuat karya ilmiah.
Dengan diadakannya penugasan ini mampu melatih mahasiswa untuk berpikir kritis.
Sehingga penugasan ini sangat penting untuk mahasiswa.
Karena pentingnya kritik buku di kalangan mahasiswa maka dengan ini penulis
melakukan kritik buku yang bertema “Perbankan”. Adapun alasan penulis mangkritik buku
ini adalah untuk memenuhi tugas yang disepakati pada kontrak perkuliahan mata kuliah
Perbankan dan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menambah wawasan, serta
untuk menjelaskan kekurangan dan kelebihan buku ini agar lebih baik lagi kedepannya.

B. Tujuan penulisan CBR


 Penyelesaian tugas mata kuliah Perbankan
 Menambah pengetahuan tentang mata kuliah Perbankan
 Meningkatkan pola pikir supaya berpikir kritis
 Menguatkan daya ingat tentang mata kuliah Perbankan

C. Manfaat CBR
 Untuk memenuhi tugas mata kuliah Perbankan
 Untuk menambah pengetahuan tentang Perbankan khususnya mengenai Pph Pasal 22
BAB II

ISI BUKU

A. Identitas Buku
 Judul Buku : Manajemen Perbankan
 Penulis : Hery,S.E.,M.Si.,CRP.,RSA.,CFRM.,CIISA.,CIFRS
 Penerbit : PT GRAMEDIA
 Kota Terbit : Jakarta
 Tahun Terbit : 2019
 Jumlah Halaman : 302 Halaman

B. Ringkasan Isi Buku

JENIS-JENIS SUMBER DANA BANK

a. Dana yang bersumber dari bank itu sendiri

Perolehan dana dari sumber bank itu sendiri (modal sendiri) maksudnya adalah dana yang
diperoleh dari dana bank salah satu jenis dana yang bersumber dari bank itu sendiri adalah
modal setor dari para pemegang saham. Dana sendiri adalah dana yang berasal dari para
pemegang saham bank atau pemilik saham.
Adapun pencarian dana yang bersumber dari bank itu sendiri terdiri dari:

1. Setoran modal dari pemegang saham yaitu merupakan modal dari para pemegang
saham lama atau pemgang saham yang baru. Dana yang disetor secara efektif oleh
para pemegang saham pada waktu bank berdiri. Pada umumnya modal setoran
pertama dari pemilik bank sebagian digunakan untuk sarana perkantoran, pengadaan
peralatan kantor dan promosi untuk menarik minat masyarakat.
2. Cadangan laba, yaitu merupakan laba yang setiap tahun di cadangkan oleh bank dan
sementara waktu belum digunakan. Cadangan laba yaitu sebagian dari laba bank yang
disisihkan dalam bentuk cadangan modal dan cadangan lainnya yang akan
dipergunakan untuk menutupi timbulnya resiko di kemudian hari. Cadangan ini dapat
diperbesar apabila bagian untuk cadangan tersebut ditingkatkan atau bank mampu
meningkatkan labanya.
3. Laba bank yang belum di bagi, merupakan laba tahun berjalan tapi belum dibagikan
kepada para pemegang saham.

Semakin besar modal yang dimiliki oleh suatu bank, berarti kepercayaan masyarakat
bertambah baik dan bank tersebut akan diakui oleh bank-bank lain baik di dalam maupun di
luar negeri sebagai bank yang posisinya kuat.

b. Dana yang bersumber dari masyarakat luas

Sumber dana ini merupakan sumber dana terpenting bagi kegiatan operasi bank dan
merupakan ukuran keberhasilan bank jika mampu membiayai operasinya dari sumber dana
ini. Adapun Dana masyarakat adalah dana-dana yang berasal dari masyarakat, baik
perorangan maupun badan usaha, yang diperoleh dari bank dengan menggunakan berbagai
instrumen produk simpanan yang dimiliki oleh bank.
Untuk memperoleh dana dari masyarakat luas bank dapat menggunakan tiga macam jenis
simpanan (rekening). Masing-masing jenis simpanan memiliki keunggulan tersendiri,
sehingga bank harus pandai dalam menyiasati pemilihan sumber dana. Sumber dana yang
dimaksud adalah:

1. Simpanan Giro (Demand Deposit)

Secara umum giro adalah simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya dapat
dilakukan setiap saat dengan mempergunakan cek, surat perintah pembayaran, lainnya, atau
dengan cara pemindahbukuan.

Sedangkan menurut Pasal 1 butir 6 UU No. 10 Tahun 1998 yang dimaksud dengan giro
adalah simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek,
bilyet giro, sarana perintah pembayaran lainnya atau dengan pemindahbukuan.

Atau dengan kata lain giro adalah suatu istilah perbankan untuk suatu cara pembayaran yang
hampir merupakan kebalikan dari sistem cek. Suatu cek diberikan kepada pihak penerima
pembayaran (payee) yang menyimpannya di bank mereka, sedangkan giro diberikan oleh
pihak pembayar (payer) ke banknya, yang selanjutnya akan mentransfer dana kepada bank
pihak penerima, langsung ke akun mereka.

2. Simpanan Tabungan

Tabungan dapat diartikan sebagai simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya dapat
dilakukan menurut syarat-syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan
cek, bilyet giro, dan/atau alat lain yang dipersamakan dengan itu (Pasal 1 butir 9 UU No.
10/1998)

Ada juga pendapat yang mengatakan tabungan adalah sebagian pendapatan masyarakat yang
tidak dibelanjakan disimpan sebagai cadangan guna berjaga-jaga dalam jangka pendek.

Faktor-faktor tingkat Tabungan, antara lain:

 Tinggi rendahnya pendapatan masyarakat


 Tinggi rendahnya suku bunga bank
 adanya tingkat kepercayaan terhadap bank

3. Simpanan Deposito

Simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan
perjanjian nasabah dengan bank (Pasal 1 butir 7 UU No. 10/1998).

Jenis jasa tabungan yang biasa ditawarkan oleh bank kepada masyarakat ini biasanya
memiliki jangka waktu tertentu di mana uang di dalamnya tidak boleh ditarik nasabah. Bunga
deposito biasanya lebih tinggi daripada bunga tabungan biasa.

4. Sertipikat Deposito
Simpanan dalam bentuk deposito yang sertifikat bukti penyimpanannya dapat
dipindahtangankan (Pasal 1 butir 8) sedangkan dalam pengertian lain dikatakan bahwa
setipikat deposito adalah simpanan berjangka atas pembawa atau atas tunjuk, yang dengan
izin Bank Indonesia dikeluarkan oleh bank sebagai bukti simpanan yang dapat
diperjualbelikan atau dipindahtangankan kepada pihak lain.

Perbedaan Deposito Berjangka dan Sertipikat Deposito

1. Bunga sertifikat deposito bisa diperhitungkan dimuka.


2. Sertifikat deposito diterbitkan atas tunjuk, sedang deposito diterbitkan atas nama. Jadi
pemegang sertifikat deposito siapapun dia, dapat mencairkan dana dalam sertifikat
deposito tersebut.
3. Sertifikat deposito dapat diperjualbelikan dan dipindah tangankan.
4. Sertifikat deposito tidak dapat diperpanjang secara otomatis.

Keuntungan Sertipikat Deposito :

1. Perhitungan bunga dimuka, sehingga bunga yang anda peroleh dapat diinvestasikan
lagi di tempat lain
2. Tingkat suku bunga yang menarik, biasanya lebih tinggi daripada deposito biasa
3. Dapat dipergunakan sebagai jaminan kredit dan dapat diperjual belikan secara bebas.
4. Dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.

Kerugian Sertipikat Deposito :

1. Bila dana dicairkan sebelum jatuh tempo, maka akan kena penalti sejumlah tertentu.
2. Bila sertifikat deposito hilang, maka penemunya bisa mencairkannya dengan mudah

c. Dana yang bersumber dari lembaga lain

Dalam praktiknya sumber dana ini merupakan tambahan jika bank mengalami kesulitan
dalam pencarian sumber dana sendiri dan masyarakat. Dana yang diperoleh dari sumber ini
digunakan untuk membiayai atau membayar transaksi-transaksi tertentu. Perolehan dana dari
sumber ini antara lain dapat diperoleh dari:

1. Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI)

BLBI adalah dana yang dikucurkan Bank Indonesia ke bank-bank yang mengalami kesulitan
likuiditas dalamoperasinya sehari-hari. Kesulitan likuiditas ini terjadi karena penarikan dana
secara tiba-tiba dan besar-besaran oleh nasabah, sementara bank tersebut tidak siap melayani
kejadian tersebut.

Dalam pengertian lain dikatakan bahwa BLBI adalah fasilitas yang diberikan oleh Bank
Indonesia kepada perbankan , untuk menjaga kestabilan sistem pembayaran dan sector
perbankan, agar tidak terganggu adanya ketidakseimbangan (ketidakseimbangan) likuiditas
antara penerimaan dana pada bank-bank.

Dalam BLBI sendiri terdapat 5 fasilitas dengan ketentuan-ketentuan yang berbeda sebagai
berikut.
1. Fasilitas yang diberikan untuk mempertahankan kestabilan sistem pembayaran, yaitu
bila terjadi mismatch antara penerimaan dan penarikan dana, baik dalam jangka
pendek maupun jangka panjang. Fasilitas untuk jangka pendek dikenal
dengan Fasilitas Diskonto I, sedangkan fasilitas jangka panjang disebut
dengan Fasilitas Diskonto II.
2. Fasilitas dalam rangka operasi pasar terbuka (OPT) sejalan dengan program moneter
(SBPU) lelang dan bilateral.
3. Fasilitas dalam rangka penyehatan bank atau kredit likuiditas darurat dan kredit
subordinasi.
4. Fasilitas untuk mempertahankan kestabilan sistem perbankan dan sistem pembayaran
sehubungan dengan rush atau penarikan dana secara besar-besaran (penarikan
cadangan wajib dan saldo negatif atau saldo debet (overdraft) rekening bank di Bank
Indonesia.
5. Fasilitas untuk mempertahankan kepercayaan kepada perbankan Indonesia (dana
talangan untuk membayar kewajiban luar negeri dan dalam rangka penjaminan oleh
pemerintah).

2.  Pinjaman Antar Bank (Call Money)

Dana talangan atau tambahan yang bersumber dari lembaga keuangan bank. Call
Money diartikan sebagai dana dalam rupiah yang dipinjamkan oleh bak dari bank lainnya
paling lama 7 (tujuh) hari yang setiap waktu dapat ditarik kembali oleh bank yang
meminjamkan tanpa dikenakan suatu pembebanan. Ini adalah instrument atau sarana yang
paling mudah digunakan oleh bank-bank yang membutuhkan tambahan dana dalam kegiatan
operasionalnya, baik dalam keadaan darurat atau mendesak maupun dalam keadaan biasa.

3. Pinjaman Dari Bank-Bank Luar Negeri

Keseluruhan dana yang diperoleh dari pinjaman luar negeri baik yang berasal dari lembaga
keuangan bank atau lembaga keuangan bukan bank yang menimbulkan kewajiban bagi bank
penerima pinjaman untuk mengembalikan dana pinjaman tersebut kepada pihak pemberi
pinjaman dalam jangka waktu tertentu.

4. Surat Berharga Pasar Uang (SBPU)

Dalam hal ini pihak perbankan menerbitkan SPBU kemudian diperjual belikan kepada pihak
yang berminat, baik perusahaan keuangan maupun nonkeuangan. SPBU diterbitkan dan
ditawarkan dengan tingkat suku bunga sehingga masyarakat tertarik untuk membelinya.
BAB III

PEMBAHASAN

A. Kelebihan Buku
1. Buku tersebut menyertakan contoh soal dan penyelesaian mengenai materi yang
telah dijelaskan
2. Buku tersebut tidak terlalu tebal, sehingga tidak membuat kita keberatan saat
membawanya
3. Terdapat latihan pada akhir bab ataupun setelah materi selesai/habis
4. Penulisan materi rapi sehingga pembaca tidak mudah bosan dalam membacanya

B. Kekurangan Buku
1. Tidak semua materi disertakan dengan contoh perhitungan
2. Sebagian dari penyelesaian contoh soal, sulit dipahami/dimengerti

BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Pajak penghasilan pasal 22 adalah pajak yang dipungut oleh bendaharawan
pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, instansi atau lembaga-
lembaga Negara lain, berkenaan dengan pembayaran atas penyeraham barang, dan
badan-badan tertentu baik badan pemerintah maupun swasta berkenaan dengan
kegiatan usaha dibidang lain.

B. Saran
Ada baiknya jika penulis menggunakan bahasa yang mudah untuk pembaca pahami.
Serta dalam skema atau pola yang terdapat didalam buku akan lebih mudah untuk
pembaca mengerti apabila terdapat penjelasan disertai contoh yang lebih rinci
mengenai hal terkait, disertai dengan latihan soal. Dalam menulis sebuah buku
ataupun modal perlu memperhatikan tata letaknya agar dibuat lebih rapid dan lebih
menarik.