Anda di halaman 1dari 15

ANATOMI DAUN

LAPORAN PRAKTIKUM

disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Anatomi Tumbuhan
Dosen pengampu:
Dr. Amprasto, M.Si
Dr. Hj. Sri Anggraeni, M.S

oleh:
Kelas A/2016
Kelompok 2

Andini Muliani (1600003)


Fitria Oktafianti (1603548)
Muthia Dina Chairunnisa (1605978)
Pelita Sukma Febrina (1603953)

DEPARTEMEN PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
2018
A. Judul
Anatomi Daun

B. Waktu dan Tempat Pelaksanaan


Hari, Tanggal : Selasa, 15 Mei 2018
Waktu : 09.30-12.00 WIB
Tempat : Laboratorium Struktur Tumbuhan FPMIPA UPI

C. Tujuan
1. Mempelajari struktur umum daun monokotil.
2. Mempelajari struktur umum daun dikotil.
3. Mempelajari struktur umum daun pinus.

D. Landasan Teori
Satu daun tunggal terbagi menjadi helai daun (lamina), tangkai daun
(petiolus), dan pelepah daun (vagina). Anatomi jaringan pembuluh daun sangat
mirip dengan keadaan pada batang. Salah satu sifat penting untuk membedakan
daun dari batang ialah pertumbuhan apeks yang segera terhenti. Seperti pada
organ lain pada daun terdapat sistem dermal, sistem jaringan dasar, dan jaringan
pembuluh. (Tim Dosen Biologi UPI, 2018)
Anatomi daun dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
1. Epidermis
Epidermis merupakan lapisan terluar daun, ada epidermis atas dan
epidermis bawah, untuk mencegah penguapan yang terlalu besar, lapisan
epidermis dilapisi oleh lapisan kutikula. Pada epidermis terdapat stoma atau
mulut daun, stoma berguna untuk tempat berlangsungnya pertukaran gas dari
dan ke luar tubuh tumbuhan. (Hidayat, 1995).
2. Parenkim/Mesofil
Parenkim daun terdiri dari 2 lapisan sel, yakni palisade (jaringan
pagar) dan spons (jaringan bunga karang), keduanya mengandung
kloroplast. Jaringan pagar sel-selnya rapat sedang jaringan bunga karang
sel-selnya agak renggang, sehingga masih terdapat ruang-ruang antar sel.
Kegiatan fotosintesis lebih aktif pada jaringan pagar karena kloroplastnya
lebih banyak daripada jaringan bunga karang. (Hidayat, 1995).
3. Jaringan Pembuluh
Jaringan pembuluh terletak pada jaringan spons. Jaringan pembuluh
pada daun merupakan kelanjutan dari jaringan pembuluh pada batang. Ada
dua jenis pembuluh yaitu Pembuluh Kayu (xylem) yang berperan untuk
mengangkut air dan mineral yang diserap akar dari tanah menuju daun dan
Pembuluh Tapis (floem) yang berperan untuk mengangkut hasil fotosintesis
ke seluruh bagian tumbuhan. Pada tumbuhan dikotil, terdapat kambium yang
membatasi pembuluh kayu dan pembuluh tapis. Tapi pada tumbuhan
monokotil, tidak terdapat kambium yang membatasi pembuluh kayu dan
pembuluh tapis. Akibat adanya kambium, memungkinkan batang tumbuhan
dikotil bertambah lebar dan terbentuknya lingkaran tahun pada batang.
(Agustina, 2010).

E. Alat dan Bahan


Tabel 1. Alat yang Digunakan dalam Praktikum Anatomi Daun
No. Nama Alat Jumlah
1. Mikroskop 2 set
2. Object glass 10 buah
3. Cover glass 10 buah
4. Silet 2 buah
5. Jarum pentul Secukupnya
6. Tissue Secukupnya
7. Aquades Secukupnya
8. Anilin sulfat Secukupnya
9. Pipet tetes 1 buah

Tabel 2. Bahan yang Digunakan dalam Praktikum Anatomi Daun


No. Nama Bahan Jumlah
1. Preparat awetan daun Zea mays 1 buah
2. Preparan awetan daun Ficus sp 1 buah
3. Preparat awetan daun Nerium 1 buah
oleander
4. Preparat awetan Leaf Three Types 1buah
5. Preparat sayatan melintang daun 1 buah
Pinus (sayatan segar)
F. Langkah Kerja

Preparat awetan
Alat dan Bahan yang Preparat awetan
sayatan melintang daun
akan digunakan sayatan melintang daun
diletakkan di meja
dipersiapakan. diamati di mikroskop.
objek.

Jurnal praktikum diisi Hasil pengamatan


dan laporan praktikum didokumentasikan dan
dibuat. dicatat.

Gambar 1. Langkah kerja pengamatan preparat awetan

Alat dan Bahan yang Bahan disayat secara Bahan yang telah
akan digunakan melintang setipis disayat diletakan
dipersiapakan. mungkin. pada object glass.

Bahan yang sudah disayat


Bahan diamati di
Jurnal praktikum diisi tipis, ditetesi dengan
bawah mikroskop
dan laporan Aquades sebagai reagen,
dan
praktikum dibuat. kemudian tutup
didokumentasikan.
menggunakan cover glass.

Gambar 2. Langkah kerja pengamatan awetan segar


G. Hasil Pengamatan
Tabel 3. Hasil Pengamatan dalam praktikum Daun
No Nama Preparat Gambar Pengamatan Gambar Referensi Keterangan
1. A : Epidermis atas
A B : Xilem
C : Floem
D : Stoma
E : Epidermis bawah
C
Preparat Awetan Sayatan Melintang
Daun Zea mays

E
Gambar 1. Sayatan Melintang Daun Zea Gambar 6. Sayatan Melintang Daun
mays Zea mays
(Dokumentasi kelompok 2, 2018) (Larekylew, 2018)

2. A A : Epidermis
Gambar 12. Sayatan Daun Durian B : Jaringan Palisade
F C : Jaringan spons
B D : Xilem
C
Preparat Awetan Sayatan Melintang E : Floem
Daun Ficus sp F : Kutikula
D G : Epidermi bawah
E
G
Gambar 1. Sayatan Melintang Daun
Ficus sp
(Dokumentasi kelompok 2, 2018) Gambar 7. Sayatan Daun Ficus sp
(Kumar, 2014)
No Nama Preparat Gambar Pengamatan Gambar Referensi Keterangan
3. A : Epidermis
A B : Kutikula
B
C : Stoma
D : Endodermis
E E : Hypodermis
Preparat Sayatan Melintang daun Pinus

C D
Gambar 3. Sayatan Melintang Daun Gambar 8. Sayatan Daun Pinus
Pinus (Palmieri, 2010)
(Dokumentasi kelompok 2, 2018)

4. A : Epidermis atas
B : Parenkim
C : Kutikula
D : Floem
E : Xilem
F : Epidermis bawah
Preparat Sayatan melintang daun
G : Stoma
Nerium oleander
H : Palisade
I : Spons
G
Gambar 4. Sayatan Melintang daun Gambar 9. Sayatan Daun Nerium
Nerium (Botanical 8, 2017)
(Dokumentasi kelompok 2, 2018)
No Nama Preparat Gambar Pengamatan Gambar Referensi Keterangan
5. A : Epidermis
B : Sel Kipas
A C : Xilem
D : Floem

C B
Preparat awetan Leaf Three Tyipes
D

Gambar 5. Preparat awetan Leaf Three Gambar 10. Leaf Three Types
types (Marwa, 2017)
(Dokumentasi kelompok 2, 2018)
H. Pembahasan
1. Preparat Daun Zea mays
Pada pengamatan yang dilakukan pada daun jagung ini terlihat
jaringan pembuluhnya yang berjejer pada satu garis, hal ini dikarenakan
jagung merupakan salah satu tumbuhan monokotil yang mempunyai daun
menyirip, stomata pada daun jagung pun posisinya berada pada satu garis.
Pada daun jagung juga terlihat epidermis atas, lapisan mesofil
yang tidak bisa dibedakan antara palisade dan sponsnya karena tumbuhan
ini tumbuhan monokotil, dan selanjutnya ada epidermis bawah.
2. Preparat Daun Ficus
Pada pengamatan yang dilakukan pada daun Ficus terlihat
jaringan pembuluh yang cukup besar daripada daerah sekelilingnya dan
jaringan pembuluh tersebut terlihat berada di bagian tengah. Bagian tengah
ini apabila dilihat secara umum merupakan ibu tulang daun dari daun
tersebut.
Sedangkan di bagian lamina atau helai daunnya, dapat dilihat
adanya epidermis atas, lapisan mesofil yang terdiri dari palisade dan spons
dan memiliki kloroplas di dalamnya, lalu dapat juga dilihat epidermis
bagian bawah, kutikula, dan stomata yang bertipe kriptofor karena posisi
stomata pada spesies ini terletak dibawah sel-sel epidermis lainnya.
Adanya kutikula dan posisi stomata yang berada dibawah sel-sel
epidermis yang lain ini menandakan bahwa perkembangan daun Ficus ini
disesuaikan dengan lingkungan tempatnya berada, yaitu di tempat kering.
Ficus harus melakukan upaya untuk mengurangi penguapan salah satunya
dengan dibentuk kutikula pada lapisan daun dan posisi stomata yang berada
di bawah sel-sel epidermis lainnya.
Ficus ini dapat dikelompokkan dilihat dari anatominya yaitu
dengan terlihat adanya jaringan pembuluh yang besar dan posisi jaringan
pembuluh yang berada di tengah dapat diartikan bahwa tumbuhan ini
merupakan tumbuhan dikotil.
3. Preparat Daun Nerium
Pada pengamatan yang diamati dari preparat awetan daun Nerium
ini terlihat juga jaringan pembuluh yang berada di tengah dan berukuran
besar. Pada laminanya terlihat ada lapisan epidermis, lapisan mesofil yang
terdiri dari palisade dan bunga karang atau spons yang mempunyai
kloroplas didalamnya, lalu ada lapisan epidermis bawah yang mempunyai
stomata bertipe kriptofor.
Nerium juga merupakan salah satu tumbuhan xerofit atau
tumbuhan yang hidup di tempat kering, maka dari itu Nerium juga memiliki
ciri-ciri tumbuhan xerofit salah satunya yaitu memiliki kutikula pada
lapisan atas daunnya, dan memiliki stomata bertipe kriptofor.
4. Preparat Daun Menggulung
Pada pengamatan yang dilakukan pada preparat daun
menggulung dapat terlihat ada bagian epidermis, sklerenkim, sel kipas,
jaringan pembuluh, dan lapisan mesofil. Daun yang menggulung ini
dikarenakan menyesuaikan dengan kondisi lingkungan, daun akan
menggulung apabila lingkungannya kering dan tumbuhan tersebut
kekurangan air. Daun yang menggulung ini dikarenakan adanya sel kipas
yang berfungsi sebagai pengatur menggulung atau tidaknya daun.
5. Preparat Daun Pinus
Pada pengamatan yang dilakukan pada preparat segar daun pinus
dapat dilihat juga adanya kutikula pada lapisan atasnya, lalu ada epidermis
atas, lalu ada lapisan mesofil, epidermis bawah, dan memiliki stomata yang
bertipe kriptofor.
Pohon pinus juga merupakan tumbuhan xerofit atau yang hidup
di tempat kering. Ciri-ciri tumbuhan xerofit juga ada pada struktur daun
pinus ini, contohnya adanya kutikula dan stomata yang bertipe kriptofor
yang berfungsi untuk mengurangi penguapan pada tumbuhan tersebut.
I. Hasil Diskusi
Pertanyaan 12.1 (Ficus sp.)
1. Bagaimana letak xilem dan floem pada ibu tulang daun?
Jawaban :
Letak xilem dan floem pada ibu tulang daun terlihat berkumpul dan
melingkar di bagian tengah ibu tulang daun.
2. Apakah sistolit itu?
Jawaban :
Sel-sel berukuran besar yang mengalami penebalan ke arah lumen sel.
3. Berapakah lapisan hipodermis yang Anda temukan?
Jawaban :
Hipodermis atas dua lapis dan hipodermis bawah satu lapis.

Pertanyaan 12.2 (Zea mays)


1. Dapatkah Anda menemukan jaringan tiang pada mesofil?
Jawaban :
Jaringan tiang pada daun jagung tidak dapat ditemukan karena tidak terjadi
diferensiasi.
2. Bagaimana letak ikatan pembuluhnya?
Jawaban :
Letak ikatan pembuluh sejajar.
3. Bagaimana letak stomata pada jagung ini, termasuk tipe apa?
Jawaban :
Letak stomata sejajar dengan epidermis tipe fanerofor.
4. Dimanakah Anda dapat menemukan selubung berkas pengangkut dan
sklerenkim?
Jawaban :
Selubung berkas pengangkut dan sklerenkim ditemukan di jaringan
pembuluh.
5. Setelah Anda mengamati kedua preparat di atas, bagaimanakah kesimpulan
Anda tentang daun monokotil dan dikotil?
Jawaban :
Pada mesofil daun monokotil tidak mengalami diferensiasi sedangkan pada
mesofil daun dikotil mengalami diferensiasi, sehingga dapat dibedakan
antara jaringan palisade dan jaringan spons.

Pertanyaan 12.3 (Leaf Three Types)


1. Bagaimanakah mesofil pada daun ini, apakah terjadi diferensiasi?
Jawaban :
Tidak terjadi diferensiasi.
2. Dapatkah Anda menemukan hipodermis? Jika menemukan, berupa jaringan
apakah hipodermis tersebut?
Jawaban :
Ya hipodemis ditemukan, berupa jaringan sklerenkim.

Pertanyaan 12.4 (Nerium oleander)


1. Berapa lapis sel epidermis atas dan bawah?
Jawaban :
Sel epidermis atas dan bawah ada satu lapis. Hipodermis terdiri dari
hipodemis atas dua lapis dan hipodermis bawah satu lapis.
2. Di bagian mana Anda menemukan jaringan tiang? Berapa lapis jumlahnya?
Jawaban :
Jaringan tiang ditemukan di bagian atas (adaksial) dan ditemukan sejumlah
dua lapis.
3. Dinamakan apa daun seperti itu?
Jawaban :
Daun dorsiventral atau daun bermuka dua (bifasial), karena pada bagian atas
(abaksial) ditemukan adanya jaringan tiang dan pada bagian bawah
(abaksial) ditemukan adanya jaringan bunga karang.
4. Bagaimana letak stomata pada daun ini, dan termasuk pada tipe apa?
Jawaban :
Letak stomata menjorok ke dalam atau lebih rendah dari epidermis sehingga
memiliki tipe kriptofor.
Pertanyaan 12.5 (Pinus sp.)
1. Bagaimanakah keadaan sel-sel mesofil? Apakah Anda menemukan jaringan
tiang?
Jawaban :
Keadaan sel-sel mesofil terlihat bergerigi. Tidak ditemukan jaringan tiang,
karena mesofilnya tidak mengalami deferensiasi.
2. Berapa jumlah ikatan pembuluh pada preparat daun pinus?
Jawaban :
Ikatan pembuluh pada preparat daun pinus berjumlah satu buah.
3. Bagaimana letak stomatanya?
Jawaban :
Letak stomata lebih rendah dari epidermis atau kriptofor dan tersebar di
semua bagian daun.

J. Kesimpulan
1. Struktur daun dikotil:
a. Daun dikotil mengalami diferensiasi.
b. Jaringan epidermis, terdiri dari satu lapis sel kecuali tanaman Ficus
letaknya menyusun lapisan permukaan atas dan bawah daun.
c. Stomata melapisi permukaan atas dan bawah daun.
d. Mesofil terletak diantara lapisan epidermis atas dan bawah.
e. Jaringan kutikula merupakan penebalan dari zat kutin letaknya melapisi
permukaan atas dan bawah daun.
f. Urat daun terletak pada helai daun.
2. Struktur daun monokotil:
a. Daun monokotil tidak mengalami diferensiasi.
b. Epidermis terletak pada lapisan permukaan atas dan bawah daun.
c. Kutikula terletak pada lapisan permukaan atas dan bawah daun.
d. Stomata terletak berderet di antara urat daun.
e. Mesofil terletak pada cekungan di antara urat daun.
f. Urat daun terletak pada helai daun.
3. Struktur umum daun pinus:
a. Keadaan sel-sel mesofil terlihat bergerigi.
b. Tidak ditemukan jaringan tiang.
c. Ikatan pembuluh pada daun pinus berjumlah satu buah.
d. Letak stomata lebih rendah dari epidermis (kriptofor) dan tersebar di
semua bagian daun.
DAFTAR PUSTAKA

Agustina, Tri Wahyu. (2010). Materi Pokok Ajar Anatomi Tumbuhan. Bandung:
UIN Sunan Gunung Djati.

Hidayat, Estiti B. (1995). Anatomi Tumbuhan Berbiji. Bandung: Penerbit ITB.

Tim Dosen Biologi UPI. (2018). Buku Petunjuk Praktikum Anatomi Tumbuhan.
Bandung: Departemen Pendidikan Biologi FPMIPA UPI.
DAFTAR PUSTAKA GAMBAR
Gambar 6. Sayatan Daun Zea mays
Larekylew. (2018). Sayatan Melintang Daun Zea mays. [Online]. Diakses dari :
http://iarekylew00t.me/anatomy-of-zea-mays-leaf/anatomy-of-zea-mays-
leaf-internal-structure-with-diagram/. (17 Mei 2018).
Gambar 7. Sayatan Daun Ficus
Kumar,S. (2014). Sayatan Daun Ficus. [Online]. Diakses dari :
http://www.biologydiscussion.com/leaf/internal-structure-leaf/internal-
structure-of-leaf-with-diagram/14002. (17 Mei 2018)
Gambar 8. Sayatan Daun Pinus
Palmieri,M. (2010). Sayatan Daun Pinus. [Online]. Diakses dari :
http://www.users.miamioh.edu/smithhn/xerophytic_adaptations.htm. (17
Mei 2018).
Gambar 9. Sayatan Melintang Daun Nerium aliander
Botancialclub. (2017). Sayatan Melintang Daun Nerium. [Online]. Diakses dari :
https://web.facebook.com/pg/dr.botanicalclub/posts/. (17 Mei 2018).
Gambar 10. Preparat Leaf Three Types
Marwa, A. (2017). Preparat Leaf Three Types. [Online]. Diakses dari :
https://www.slideshare.net/MarwaFayed1/all-leaf-75385132. (17 Mei
2018).