Anda di halaman 1dari 7

PENGOLAHAN DAN

HANDOUT PENYAJIAN
MAKANAN

XII TATA BOGA


SEMESTER 5

HIDANGAN SOTO DAN SUP


INDONESIA
A. Hidangan Soto dan Sup Indonesia
1. Pengertian Sup dan Soto Indonesia
a. Soto
Dalam hidangan Indonesia kita kenal jenis-jenis soto yang sekaligus
merupakan sup khas Indonesia. Jenis-jenis soto tersebut menggunakan bumbu-bumbu
dan bahan yang beragam, yang antara daerah yang satu dengan daerah lainnya
berbeda. Soto merupakan jenis sajian sup yang sarat sumber protein dan kalori.
Soto / sroto / coto adalah : hidangan khas Indonesia yang terbuat dari kaldu
daging, yang berisi campuran daging atau ikan yang direbus bersama sayuran,
dedaunan dan aneka rempah sehingga menghasilkan aroma yang khas dan
menggugah selera.
Daging yang biasa digunakan adalah daging sapi, ayam, kambing bahkan kuda
( untuk daerah – daerah tertentu ). Berba- gai daerah di Indonesia memiliki jenis soto
tersendiri, dengan kandungan isi, bumbu dan pelengkap yang khas sesuai kon disi,
situasi dan tradisi daerahnya. Penamaan soto pada umumnya disesuaikan dengan
nama daerah setempat seperti : Soto Kediri, soto Kudus, soto Madura, Soto betawi,
dll. Ada pula yang menamai soto dengan bahan dasar yang digunakan seperti : Soto
ayam, soto kambing, soto babat,dll.
Soto di Indonesia, masing-masing mempunyai cara penyajian dan pelengkap
yang berbeda-beda. Soto bisa dihidangkan dengan berbagai macam lauk, misalnya
kerupuk, perkedel, emping melinjo, sambal, saus kacang, dan lain lain. Dan juga pula
dengan tambahan lainnya seperti sate telur pindang, sate kerang, jeruk limau, koya
(campuran tumpukan kerupuk dengan bawang putih) dll. Makanan pokok orang
Indonesia adalah nasi, sehingga soto biasanya dihidangkan dengan nasi sebagai menu
utama.
Namun, ada perbedaan dalam hal menu utama nasi tersebut. Kebanyakan soto
dihidangkan secara terpisah dengan nasi, seperti Soto Betawi, Soto Padang, dan lain-
lain. Namun, ada juga yang dihidangkan bersama dengan nasi atau soto campur nasi,
misalnya Soto Kudus. Selain itu, ada juga soto yang dihidangkan dengan lontong atau
nasi yang sudah dimasak dengan dibungkus daun pisang, misalnya Coto Makassar.
Kemudian, ada juga yang memakai mie, dan bukan nasi sebagai menu pokoknya,
misalnya Soto Mie Bogor.
b. Teknik Pembuatan Kaldu untuk Soto
Pembuatan kaldu untuk soto pada dasarnya tidak berbeda dengan pembuatan
kaldu untuk sup. Akan tetapi bisa pula kaldu dibuat dengan merebus langsung air
bersama-sama dengan daging atau ayam yang digunakan sebagai isi dan setelah
daging atau ayam lunak dikeluarkan dari kaldu. Selanjutnya kaldu
dibumbui. Sebelum kaldu dibumbui sebaiknya disaring terlebih dahulu supaya serbuk
atau potongan tulang tidak terbawa.
c. Teknik membumbui soto
Bumbu soto sangat beragam tergantung jenisnya. Ada soto yang hanya
dibumbui dengan bawang putih, salam, lengkuas dan serai. Ada pula yang
ditambahkan bumbu halus antara lain : bawang merah, bawang putih, kemiri dan
kunyit. Beberapa jenis soto mengharuskan bumbunya ditumis terlebih dahulu
sebelum dimasukkan ke dalam keladu, tetapi ada pula yang langsung dimasukkan
dalam kaldu tanpa ditumis. Merebus bumbu dalam kaldu harus cukup lama agar
supaya bumbu betul-betul meresap. Sebaiknya gunakan api kecil selama bumbu
direbus dalam kaldu.
d. Pelengkap soto
Soto biasanya disajikan dengan dilengkapi sambal, kecap dan irisan jeruk
nipis. Beberapa jenis soto dilengkapi lagi dengan irisan tomat, perkedel kentang,
perkedel singkong, kripik kentang dan krupuk. Selain itu soto biasanya soto juga
disajikan bersama nasi atau lontong, ketupat tergantung kebiasaan pada masing-
masing daerah.
e. Penyajian soto
Soto disajikan dalam keadaan panas. Penyajian soto bisa secara terpisah yaitu
kuah dan sayuran pada mangkuk dan nasi/lontong/ketupat ditempatkan pada piring
tersendiri. Bisa juga kuah, sayuran dan nasi/lontong/ketupat dicampur jadi
satu. Selanjutnya ditaburi irisan daun bawang, seledri dan bawang goreng
f. Suhu Penyajian soto
Soto dapat disajikan panas atau dingin. Soto panas dapat disajikan pada suhu
antara 70-80°C. sedangkan soto dingin pada suhu 5-7 °C
g. Porsi penyajian soto
Penyajian soto sebagai appetizer dengan porsi 2-2½ dl, sedangkan sebagai
main course dengan porsi 3-3½ dl.
h. Kriteria soto :
1. Berkuah kaldu/santan
2. Perbandingan anta isi dengan kuah adalah 1 : 2
3. Kaya dari segi aroma, rasa dan penampilan
4. Temperatur penyajian panas
i. Macam-macam soto berdasarkan pada bahan pengisi
1) Soto Ayam, bahan pengisi yaitu daging ayam. Contoh: Soto Kudus, Soto
Blora, Soto Banjar, Soto Kediri, Soto Lamongan, Soto Ambengan,Soto
Banjarmasin, Soto Banten,Soto Jakarta, Soto Kedu Jawa Tengah, Soto
Madura,Soto Medan, Soto Sokaraja, Soto Tasikmalaya, Soto Ayam Bangkok
Semarang, Soto Banymas, Soto Kediri, Soto Jember, Soto Magetan, Soto
malang, Soto mahakam, Soto Pamekasn, Soto Sroto Sukaraja, Soto Tegal,
Soto Timlo Solo, Soto Kriyik Purbalingga.
2) Soto Daging Sapi/ Kambing, bahan pengisi yaitu daging sapi atau kambing.
Contoh: Coto Makassar, Soto Bandung, Soto Padang, Soto Madura, Soto
Aceh, Soto Betawi, Soto Grombyang Pemalang, Soto Goyang Lidah
Pekanbaru, Soto Iga Lombok, Soto KUali Solo, Soto Kuning Bogor, Soto
mi Bogor, Soto padang, Soto Pekalongan, Soto Sulung Jawa Timur, Soto
Tangkar Jawa Barat, Soto kambing Betawi, Soto Kambing Ngelo Malang
3) Soto Udang, bahan pengisi yaitu udang. Contoh: Soto bakso udang, Soto mi
udang, Soto Tenggiri Jambi, Soto Udang
4) Soto Sayuran, bahan pengisi yaitu aneka sayuran. Contoh: Soto Sayuran,
Soto Bongko Sumedang
2. Klasifikasi Soto Indonesia
1. SOTO CAIR, merupakan soto jernih, tidak mengandung bahan pengental,
memakai kaldu ( ayam, sapi, ikan,dll ), sayuran / bahan isi, bumbu dan rempah
serta garnish, seperti : soto ayam, soto bandung, dll
2. SOTO KENTAL adalah soto yang menggunakan bahan pengental seperti ,
santan, kemiri, tepung – tepungan, be ras, kentang atau bahan sayuran yang banyak
mengandung zat tepung, seperti : soto betawi, dll
3. SOTO REGIONAL adalah soto khas daerah yang kemudian diperkenalkan
kepada dunia luas sehingga menjadi ba gian dari pada soto nasional yang dapat
dijumpai dalam daftar menu dibeberapa restoran seperti : soto Bandung, soto
Banjar
3. Sup Indonesia
Pada hidangan Indonesia sup memiliki pengertian yaitu : merupakan makanan
cair yang terbuat dari kaldu daging ( sapi, ayam, ikan, dll ) dan ditambah dengan bahan
– bahan lain yang beraroma ( bumbu & rempah ) serta isian ( baik berupa sayuran /
daging dari kaldu itu sendiri ). Nama sup terkadang diambil dari bahan pokok yang
digunakan seperti sup / sop ayam, sup ikan, sup sayuran, dll.
Sup pada menu Indonesia merupakan pelengkap dari hidangan keluarga (
pelengkap susunan menu 4 sehat 5 sempurna ) atau pelengkap menu utama. Seiring
dengan perkembangan jaman, saat ini sup dapat merupakan hidangan yang berdiri
sendiri / merupakan hidangan yang berkaitan dengan giliran makan / atau sebagai
appetizer baik pada susunan menu continental atau Indonesia.
a. Komposisi bahan yang digunakan dalam pembuat sup Indonesia :
1. Bahan Utama adalah kaldu yang dapat mempengaruhi kualitas sup / sop yang
dihasilkan
2. Bahan isian adalah isi dari sup itu sendiri, dapat berupa sayuran, daging, atau
kombinasi keduanya
3. Bahan pemberi rasa / aroma adalah bumbu dan rempah yang digunakan ( baik
basah atau kering )
4. Bahan pelengkap / garnish seperti irisan seledri, irisan daun bawang /
bawang pre, irisan bawang goreng, tomat,dll
b. Kriteria sup yaitu
a. Sup harus jernih
b. Kuah sup dapat menggunakan kaldu dan air
c. Sup tidak berlemak
d. Kaya dari segi rasa, aroma dan penampilan
e. Temperature panas.
c. Macam-macam sup berdasarkan pada bahan pengisi
a. Sup Ayam, bahan pengisi yaitu daging ayam. Contoh: Sup Ayam, Sup Bakso
ayam, Sup Ceker Ayam, Sup Kimlo, Sup Mi Ayam
b. Sup Daging Sapi/ Kambing, bahan pengisi yaitu daging sapi atau kambing.
Contoh: Sup Brongkos, Sup buntut, Sup iga, Sup Kailan, Sup Kaki Sapi, Sup
Kikil, Sup Lidah, Sup Makasar, Sup Kaki Kambing, Sup Jeroan Kambing,
c. Sup Udang, bahan pengisi yaitu udang. Contoh: Sup bola – bola Udang, Sup
Tahu Kuah Pedas, Sup Udang santan, Sup Udang Kacang polong
d. Sup Sayuran, bahan pengisi yaitu aneka sayuran. Contoh: Sup Bening, Sup
sayuran, Sup telur puyuh, Sup tahu tomat, Sup bayam
e. Sup Ikan, bahan pengisi yaitu ikan. Contoh : Sup bola-bola Ikan, Sup
Gurame, Sup ikan patin, Sup ikan tuna, Sup Kepala Ikan, Sup ikan Dori, Sup
Ikan Kakap

B. Peralatan
Adapun perlengkapan memasak yang digunakan untuk membuat hidangan sup dan soto
Indonesia antara lain :

No. Nama Alat Kegunaan Gambar

Stock Pot Panci yang dilengkapai dengan


tutup . biasanya digunakan untuk
membuat kaldu atau untuk memasak
1
soup atau soto dalan jumlah banyak.
Ukurannya bervariasi, mulai dari 10
ltr – 60 lt

Sauce Pot Panci untuk memasak sauce,


merebus daging, sayuran dan soup

Sauce pan Pan yang lebih dalam, berdinding


dan bertutup sering digunakan
3
untuk memasak soup, saus atau
merebus sayuran
Ladle/Sendok Unruk menyendok cairan seperti
bertangkai panjang kaldi soto dan sup
4
C. MASAKAN BERKUAH
Masakan berkuah dalam hidangan indonesia sering juga disebut dengan sayur.
Masakan berkuah dibagi ke dalam 2:
a. Berdasarakn jenis kuahnya
1) Berkuah santan, Contoh: Lodeh,
2) Tidak bersantan,Contoh: sayur asem, sayur Bening

b. Berdasarkan isinya
1) Isi ayam, contoh: Laksa, kalio ayam, gulai ayam, opor, kari ayam
2) Isi daging, contoh: gulai, empal gentong, angeun lada banten, bakso, Brongkos,
Kaledo, Kari, kerengsengan, pallu bas, rawon, serosup Bali, Bulhar, Rabeg
3) Isi Ikan, contoh: gulai kepala ikan
4) Isi Tahu dan tempe, besengek
c. Berdasarkan rasanya
1) Pedas, contoh: Sayur Asem Pedas, satur tempe tahu cabe hijau
2) Tidak Pedas: Sayur sop, sayur asem, sayur Bening