Anda di halaman 1dari 42

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Konsep penentuan harga produk alternatif yang disebut variable costing, atau
lebih dikenal dengan nama direct costing. Jika metode penentuan harga pokok
produksi ini digunakan oleh perusahan yang produksinya berdasarkan pesanan, maka
sistem akuntansi biaya harus dirancang sedemikian rupa sehingga perhitungan biaya
produksiberdasarkn pesanan, dapat menghasilkan informasi harga pokok produk per
satuan produk yang dipesan sesuai dengan konsep harga pokok produksi menurut
metode variable costing. Begitu pula jika penentuan harga pokok produksi ini
digunakan oleh perusahaan yang produksinya berdasarkan produksi massa, maka
sistem akuntansi biaya harus dirancang sedemikian rupa sehingga perhitungan biaya
produksi dapat menghasilkan informasi harga pokok produksi per satuan produk yang
dihasilkan selama periode akuntansi tertentu sesuai dengan konsep harga pokok
produksi menurut metode variable costing. Dalam pembahasan ini perekayasaan
informasi harga pokok produksi menurut metode variable costing dalam perusahaan
yang menggunakan metode harga pokok pesanan dan yang menggunakan metode
harga pokok proses.

B. Tujuan
Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :
- Memberikan informasi tentang variable costing dengan metode harga pokok
pesanan.
- Memberikan pengetahuan mengenai variable costing dengan metode harga
pokok proses.
- Memberikan pengetahuan untuk perhitungan, rekening yang digunakan dalam
metode harga pokok pesanan dan metode harga pokok proses.

1
BAB II

PEMBAHASAN

1. VARIABLE COSTING DENGAN METODE HARGA POKOK PESANAN

Dalam metode pokok pesanan, biaya produksi dikumpulkan per pesenan


dengan menggunakan kartu harga pokok yang merupakan rincian rekening kontrol
Barang Dalam Proses di dalam buku besar. Berdasarkan biaya produksi variable yang
dikumpilkan dalam kartu harga pokok produk ini, harga pokok produk jadi dan
produk dalam proses dihitung dan dicatat.

 Rekening Kontrol yang digunakan


Rekening kontrol dalam buku besar yang perlu dibentuk menampung biaya
produksi dan biaya nonproduksi dalam metode variable costing dengan menggunakan
metode harga pokok pesanan adalah :
a. Barang Dalam Proses-Biaya Bahan Baku
b. Barang Dalam Proses-Biaya Tenaga Kerja Langsung
c. Barang Dalam Proses-Biaya Overhead pabrik
d. Biaya Overhead pabrik Sesungguhnya
e. Biaya Overhead pabrik Variable Sesungguhnya
f. Biaya Overhead pabrik Tetap Sesungguhnya
g. Biaya Overhead pabrik Variable yang Dibebankan
h. Biaya Pemasaran
i. Biaya Administrasi dan Umum
j. Biaya Pemasaran Variable
k. Biaya Pemasaran Tetap
l. Biaya Administrasi dan Umum Variable
m. Biaya Administrasi dan Umum Tetap

2
Karena variable costing menghendakin biaya diklasifikasikan berdasarkan
perilakunya dalam hubungan dengan perubahan volume kegiatan, maka akuntansi
biaya produksi dan nonproduksi dilakukan sebagai berikut:

1. Biaya produksi variable, seperti biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja
langsung, dicatat langsung pada saat terjadinya dengan mendebit rekening
barang dalam proses, dan kedalam kartu harga pokok pesanan yang
bersangkutan.
2. Biaya overhead pabrik variable dibebankan kepada pesanan tertentu
berdasarkan tarif yang ditentukan di muka dengan mendebit rekening barang
dalam proses-biaya overhead pabrik, dan ke dalam kartu harga pokok pesanan
yang bersangkutan.
3. Biaya overhead pabrik yang sesungguhny terjadi dicatat dengan pertama kali
mendebit rekening biaya overhead pabrik sesungguhnya. Pada akhir bulan,
biaya overhed pabrik yang sesungguhnya terjadi, yang didebitkan ke dalam
rekening biaya overhead pabrik sesungguhnya, dianalisis untuk menentukan
biaya overhead pabrik variabel dan biaya overhead pabrik tetap. Teknik
analisis yang digunakan dapat berupa analisis statistik. Hasil analisis terhadap
rekening biaya overhead pabrik sesungguhnya tersebut digunakan untuk
membuat jurnal berikut ini :
Biaya overhead pabrik variable sesungguhnya xx
Biaya overhead pabrik tetap sesungguhnya xx
Biaya overhead pabrik sesungguhnya xx
4. Biaya overhead pabrik variable yang dibebankan kepada produk selama
periode akuntansi tertentu ditutup ke rekening biaya overhead pabrik variable
sesungguhnya untuk menghitung pembebanan lebih atau kurang biaya
overhead pabrik variable.

3
5. Biaya pemasaran dan biaya administrasi dan umum juga perlu dipisahkan
menurut perilaku biaya tersebut dalam hubungannya dengan perubahan
volume kegiatan. Biaya pemasaran dan biaya administrasi dan umum yang
sesungguhnya terjadi pertama kali dicatat ke dalam rekening kontrol biaya
pemasaran atau biaya administrasi dan umum.

Aliran biaya produksi dan biaya nonproduksi dalam metode variable costing
dengan metode harga pokok pesanan melalui berbagai rekening kontrol.

Persedian BDP-Biaya HPP HPP Rugi Laba

Bahan Bahan Baku

Gaji dan BDP-biaya

upah Tenaga kerja

langsung

Berbagai BOP BOP variable BOP variable BDP-BOP persediaan

Rekening yg sesung- sesungguhnya yg dibebankan variabel produk dlm

Dikredit gunhya proses

BOP tetap sesungguhnya

Biaya pemasaran Biaya pemasaran variable

Biaya pemasaran tetap

Biaya adm. & Biaya adm.&

Umum Umum variable

Biaya adm. & BOP=biaya overhead pabrik

Umum tetap BDP=barang dalam prose

4
 Contoh variable costing dengan metode harga pokok pesanan

Contoh 1

PT eliona berusaha dalam bisnis percetakan. Proses produksix dilaksanakan


berdasarkan pesanan dari langganan. Metode penentuan harga pokok produksi yang
digunakan adalah metode variable costing, karena menurut pertimbangan manajemen
puncak informasi biaya yang dilaksanakan oleh metode penentuan haraga pokok
produksi ini saat bermamfaat untuk perencanaan dan pengambilan keputusan jangka
pendek.

Pada awal bulan januari20X1, persedian produk dalam proses PT eliona adalah Rp
847.500 disajikan dalam gambar.

Haraga pokok produk dalam proses awal

Pesanan Pesanan Pesanan Total


#101 #102 #103

Biaya bahan baku Rp 150.000 Rp 125.000 Rp 115.000 Rp 365.000


BTKL 130.000 100.000 75.000 330.000
Biaya Ov. Pbrk. Vrbl 65.000 50.000 37.500 152.500

Biaya total Rp 345.000 Rp 275.000 Rp 227.500 Rp 847.500

Dalam bulan januari 20X1, perusahan melakukan teransaksi sebagai berikut :

1. Pemakaian bahan baku dan bahan penolong untuk menyesaikan produk


yang masih dalam proses pada awal bulan dan pengolahan pesanan #104
yang diterima dalam bulan januari 20X1 adalah sebagai berikut :

5
Pesanan #101 Rp50.000
Pesanan #102 40.000
Pesanan #103 20.000
Pesanan #104 130.000

Jumlah Rp 240.000

Pemaikan bahan penolong selama bulan januari 20X1 berjumlah Rp 25.000.


Biaya ini berperilaku tetap.

2. Menurut kartu jam kerja, jumlah jam kerja yang dikomsumsi untuk
mengerjakan berbagai pesanan yang diproduksi dalam bulan januari 20X1
disajikan dalam gambar.

Data biaya tenaga kerja bulan januari 20X1

Nomor pesanan Jam tenaga kerja langsung Upah langsung

Pesanan #101 75 jam Rp 75.000


Pesanan #102 30 jam 30.000
Pesanan #103 55 jam 55.000
Pesanan #104 100 jam 100.000

Jmlh BTKL Rp 260.000

By. Tnga. Krja. Tdk. lnsg 30.000


By. Tnga. pesanan 125.000
By. Tnga. Adm. & umum 140.000

6
Jmlh by. Tenaga kerja Rp 575.000

Catatan

a. Biaya tenaga kerja tidak langsung adalah berprilaku tetap


b. Biaya tenaga kerja di fungsi pemasaran dan fungsi administrasi dan umum di
persilahkan menurut prilakunya sebagai berikut

Variabel Tetap

By. Tenaga kerja pemasaran Rp 75.000 Rp 50.000


By. Tenaga kerja adm. & umum 100.000 40.000

Total biaya Rp 175.000 Rp 90.000


c. Tarif pembebanan biaya overhead pabrik kepada produk di tentukan anggaran
sebesar Rp500 per jam tenega kerja langsung.
d. Biaya overhed pabrik yang sesungguhnya terjadi,(kecuali biaya bahan pe
nolong sebesar Rp25.000 dan biaya tenaga kerja tidak langsung pabrik sebesar
Rp50.000) adalah sebesar Rp192.000. biaya overhead pabrik ini terdiri dari
biaya overhead pabrik variabel sebesar Rp 142.000 dan biaya overhead pabrik
tetap sebesar Rp 50.000
e. Pesanan nomor 101, 102, dan 103 telah selesai di produksi dalam bulan
januari 20X1 pesanan nomor 101 dan 102 di serahkan kepada pemesan
dengan harga jual.

Pesanan #101 Rp. 750.000


Pesanan #102 650.000

Jumlah Rp 1.400.000

7
Pesanan nomor 103 pada akhir bulan januari 20X1 masih disimpan digudang
sebagai produk jadi, sedangkan pesanan #104 masih dalam pengolahan.

 Akuntansi variable costing dengan metode harga pokok pesanan

Akuntansi biaya produksi dan nonproduksi dalam metode variable costing


dibagi menjadi tahap berikut ini :

1. Pencatatan pemakaian bahan baku dan bahan penolong.


2. Pencatatan biaya tenaga kerja langsung.
3. Pencatatan pembebanan biaya overhead pabrik variabel kepada produk.
4. Pencatatan biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi.
5. Pemiashan biaya overhead pabrik sesungguhnya ke dalam biaya variabel dan
biaya tetap.
6. Pencatatan harga pokok produk jadi.
7. Penutupan rekening biaya overhead pabrik variabel yang Dibebankan ke
rekening biaya overhead variabel sesungguhnya.
8. Pencatatan biaya komersil.
9. Pencatatan penyerahan produk kepada pemesanan.

Pencatatan Pemakain Bahan Baku dan Bahan Penolong


Pemakaian bahan baku selama bulan januari tersebut di catat dengan jurnal sebagai
berikut.
Barang Dalam Proses Biaya Bahan Baku Rp 240.000
Persedian bahan Rp 240.000
Pemakaian bahan penolong di catat dengan jurnal sebagai berikut
Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp 25.000
Persediaan bahan Rp 25.000

Pencatatn Biaya Tenaga Kerja Langsug

8
Pencatatan biaya tenaga kerja yang di keluarkan dalam bulan januari 20X1
adalah sebagai berikut :

Barang dalam proses biaya Tng. Kerja Langsung Rp 260.000

Biaya overhead pabrik sesungguhnya 50.000

Biaya pemasaran 125.000

Biaya administrasi dan umum 140.000

Gaji dan upah Rp 475.000

Pencatatan pembebanan biaya overhead pabrik variable kepada produk

Pembebanan biaya overhead pabrik variable kepada produk didasarkan pada


tarif biaya overhead pabrik yang dihitung pada saat pembuatan anggaran sebesar Rp
500 per jam tenaga kerja langsung.

Pembebanan biaya overhead pabrik variabel kepada tiap pesanan adalah sebagai
berikut :

Pesanan Jam tenaga kerja Tarif Total biaya Ov. Pabrik


variable yang dibebankan
kepada produk
Pesanan #101 75 jam Rp 500 Rp 37.500
Pesanan #102 30 jam 500 15.000
Pesanan #103 55 jam 500 27.000
Pesanan #104 100 jam 500 50.000

Jmlh by. tnga lnsng Rp 130.000

9
Pembebanan biaya overhead pabrik variabel kepada produk tersebut dicatat dengan
jurnal sebagai berikut:

Barang dalam proses biaya Ov. Pabrik variabel Rp 130.000

Biaya overhead pabrik variabel yang dibebankan Rp 130.000

Pencatatn biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi

Pencatatn biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi selain biaya bahan
penolong dan biaya tenaga kerja tidak langsung dicatat sebagai berikut:

Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp 192.000

Berbagai rekening yang dikredit Rp 192.000

Pencatatan pemisahan biaya overhead pabrik sesungguhnya ke dalam biaya


variable dan biaya tetap.

Pencatatan pemisahan biaya overhead pabrik sesungguhnya ke dalam biaya variable


dan biaya tetap jurnalnya sebagai berikut:

Biaya overhead pabrik variabel sesungguhnya Rp 130.000

Biaya overhead tetap sesungguhnya Rp 125.000

Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp 255.000

Berdasarkan data pemakaian bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung yang
terjadi, biaya prokduksi untuk tiap pesanan di catat dalam kartu harga pokok tiap
pesanan seperti disajikan.

10
Kartu harga pokok pesanan #101

Pesanan #101

Keterangan Biaya bahan Biaya tenaga Biaya overhead Total


baku kerja langsung pabrik var.

Saldo awal Rp 150.000 Rp 130.000 Rp 65.000 Rp 345.000


Januari 50.000 75.000 37.500 165.000
Jumlah Rp 200.000 Rp 205.000 Rp 102.000 Rp 507.000

Kartu harga pokok pesanan #102

Pesanan #102

Keterangan Biaya bahan Biaya tenaga Biaya overhead Total


baku kerja langsung pabrik var.

Saldo awal Rp 125.000 Rp 100.000 Rp 50.000 Rp 275.000


Januari 40.000 30.000 15.000 85.000
Jumlah Rp 165.000 Rp 130.000 Rp 65.000 Rp 365.000
Kartu harga pokok pesanan #103

Pesanan #103

Keterangan Biaya bahan Biaya tenaga Biaya overhead Total


baku kerja langsung pabrik var.
saldo awal Rp 115.000 Rp 75.000 Rp 37.500 Rp 227.500

11
januari 20.000 55.000 27.500 102.000

jumlah Rp 135.000 Rp 130.000 Rp 65.5000 Rp 330.000


Kartu harga pokok pesanan #104

Pesanan #104

Keterangan Biaya bahan Biaya tenaga Biaya overhead total


baku kerja langsung pabrik var.
Saldo awal Rp 0 Rp 0 Rp 0 Rp 0
Januari 130.000 100.000 50.000 280.000

Jumlah Rp 130.000 Rp 100.000 Rp 50.000 Rp 280.000


Pencatatan haraga pokok jadi

Pesanan yang dapat diseleaikan oleh PT Eliona dalam bulan januari 20X1 adalah
sebagai berikut:

Total biaya produksi

Pesanan #101 Rp 507.000

Pesanan #102 360.000

Pesanan #103 330.000

Jumlah Rp 1.197.000

Harga pokok pesanan yang telah selesai dalam bulan januari 20X1 tersebut dicatat
sebagai berikut:

Persedian Rp 1.197.000

Barang dalam proses-biaya bahan baku Rp 500.000

Barang dalam proses-biaya tenaga kerja langsung 465.000

12
Barang dalam proses-biaya biaya overhead pabrik var. 323.000

Jurnal tersebut dibuat berdasarkan rincian harga pokok tiap pesanan yang telah selesai
diproduksi berikut ini:

Keterangan Biaya bahan Biaya tenaga Biaya overhead total


baku kerja langsung pabrik var.
Pesanan #101 Rp 200.000 Rp 205.000 Rp 102. 500 Rp 507.000
Pesanan #102 165.000 130.000 65.000 360.000
Pesanan #103 135.000 130.000 65.000 330.000

Jumlah Rp 500.000 Rp 465.000 Rp 323.500 Rp 1.197.000

Pencatatan penutupan rekening biaya overhead pabrik variable yang


dibebankan

Pencatatan penutupan rekening biaya overhead pabrik variable yang dibebankan


dicatat dengan jurnal sebagai berikut:

Biaya overhead pabrik yang dibebankan Rp 130.000

Pembebanan lebih atau kurang biaya Ov. Pabrik 12.000

Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp 142.000

Pada akhir tahun rekening pembebanan lebih atau kurang biaya overhead pabrik
tersebut ditutup ke rekening harga pokok penjualan dengan jurnal sebagai berikut:

Haraga pokok penjualan Rp 12.000

Pembebanan lebih atau kurang biaya Ov. Pabrik Rp 12.000

13
Pencatatn biaya komersial

Biaya nonproduksi yang terjadi dalam bulan januari 20X1 dicatat dengan jurnal
sebagai berikut:

Biaya pemasaran Rp 125.000

Biaya administrasi dan umum 140.000

Bebagai rekening yang dikredit Rp 265.000

Pemisahan biaya nonproduksi menurut prilakunya dicatat dengan jurnal

Biaya pemasaran varibale Rp 75.000

Biaya pemasaran tetap 50.000

Biaya administrasi dan umum variable 100.000

Biaya administrasi dan umum tetap 40.000

Biaya pemasaran Rp 125.000

Biaya administrasi dan umum 140.000

Pencatatan penyerahan produk kepada pemesan

Pesanan yang sekesaikan diproduksi dan kemudian diserahkan kepada pemesan


dalam bulan januari 20X1 adalah sebagai berikut:

Haraga pokok Harga jual

Pesanan #102 Rp 507.500 Rp 750.000

Pesanan #103 360.000 650.000

14
Jumlah Rp 867.500 Rp 1.400.000

Hasil penjualan pesanan yang diserahkan kepada pemesan tersebut dicatat sebagai
berikut:

Kas atau piutang Rp. 1.400.000

Hasil penjualan Rp 1.400.000

Haraga pokok pesanan yang diserahkan kepada pemesan tersebut dicatat sebagai
berikut:

Harga pokok penjualan Rp 867.500

Persedian produk jadi Rp 867.500

Penyajian laporan rugi laba variable costing

PT Eliona

Laporan rugi laba untuk bulan yang berakhir tanggal 31 januari 20X1

Hasil penjualan Rp 1.400.000

Harga pokok penjualan:

Persediaan produk dalam proses awal Rp 847.500

Biaya produksi:

Biaya bahan baku 240.000

Biaya tenaga kerja langsung 260.000

Biaya overhead pabrik variable 130.000

15
Harga pokok produk yang diproduksi Rp 1.477.500

Persediaan akhir produk dalam proses 280.000

Harga pokok produk tersedia terjual Rp 1.197.500

Persediaan akhir produk jadi 330.000

Harga pokok penjualan variable Rp 867.500

Pembebanan biaya overhead pabrik kurang 12.000

Biaya pemesana variable 75.000

Biaya administrasi dan umum variabel 100.000

Biaya variable Rp 1.054.500

Biaya konstribusi Rp 345.000

Biaya tetap

Biaya overhead pabrik tetap Rp 125.000

Biaya pemasaran tetap 50.000

Biaya administrasi dan umum tetap 40.000

Total biaya tetap Rp 215.000

Laba bersih Rp 130.000

2. VARIABLE COSTING DENGAN METODE HARGA POKOK PROSES

Dalam variabel costing dengan metode harga pokok proses, harga pokok
produk persatuan dihitung setiap akhir periode, misalnya setiap akhir bulan, dengan

16
cara membagi total biaya produksi variabel selama satu bulan dengan total
ekuivalensi produk selama periode yang sama.Dengan demikian biaya overhead
pabrik variabel tidak di bebankan kepada produk berdasarkan tarif yang di tentukan
di muka, namun dibebankan kepada produk menurut biaya yang sesungguhnya terjadi
dalam periode tertentu.

 Rekening Kontrol Yang Digunakan

Rekening kontrol yang di gunakan untuk mencatat aliran biaya dalam metode
variable costing dengan menggunakan metode haraga pokok proses adalah:

Barang Dalam Proses Biaya Bahan Baku

Barang Dalam Proses-Biaya Tenaga Kerja Langsung

Barang Dalam Proses-Biaya Overhead Pabrik Variabel

Biaya overhead Pabrik Sesungguhnya

Biaya overhead Pabrik Tetap Sesungguhnya

Biya Pemasaran

Biaya Administrasi & Umum

Biaya Pemasaran-Variabel

Biaya Pemasaran-Tetep

Biaya Administrasi & Umum-Variabel

Biaya Administrasi & umum-tetap

Karena variabel costing dengan harga pokok proses menghendaki biaya


overhead pabrik dibebeankan kepada produk menurut biaya overhead pabrik variabel
yang sesungguhnya selama periode akuntasi tertentu, tidak sebesar tarif yang di

17
tentukan di muka seperti halnya dengan metode harga pokok pesanan, makam
akuntasi biaya prudoksi di lakukan sebagai berikut:

1. Biaya produksi variabel, seperti biaya bahan baku dan biaya tenega kerja
langsung, di catat langsug pada saat terjadinya mendebit rekening barang
dalam proses yang bersangkutan.
2. Biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi di catat dengan pertama
kalimen debit rekening biaya overhead pabrik sesungguhnya.

Biaya overhead pabrik variabel sesungguhnya xx

Biaya overhead Pabrik Tetap Sesungguhnya xx

Biaya overhead Pabrik Sesungguhnya xx

3. Biaya overhead pabrik variabel dibebenkan kepada produk berdasarkan biaya


yang sesungguhnya terjadi dalam periode akuntasi tertentu dengan jumlah:

Barang dalam proses biaya overhead pabrik xx

Biaya overhead pabrik sesungguhnya xx

4. Biaya pemasaran dan biaya administrasi & umum juga perlu di pisahkan di
pisahkan menurut berlaku biaya tersebut dalam hubunganya dengan
perubahan volume kegiatan. Biaya pemasaran dan biaya administrasi &
umum yang sesungguhnya terjadi pertamakali di catat ke dalam rekening
kontrol biaya pemasaran atau biaya administrasi dan umum.
Biaya pemasaran variabel xx

Biya pemasaran tetap xx

Biaya pemasaran xx

18
Biaya administrasi & umum variabel xx

Biaya administrasi & umum tetep xx

Biaya administrasi & umum xx

Aliran biaya produksi dan biaya non produksi dalam metode variable costing
dengan metode harga pokok proses.

Persedian BDP-Biaya HPP HPP Rugi Laba

Bahan Bahan Baku

Gaji dan BDP-biaya

upah Tenaga kerja

langsung

Berbagai BOP BOP variable BOP variable BDP-BOP persediaan

Rekening yg sesung- sesungguhnya yg dibebankan variabel produk dlm

Dikredit gunhya proses

BOP tetap sesungguhnya

Biaya pemasaran Biaya pemasaran variable

Biaya pemasaran tetap

Biaya adm. & Biaya adm.&

Umum Umum variable

Biaya adm. & BOP=biaya overhead pabrik

Umum teta BDP=barang dalam

19
 Contoh Variable Costing dengan Metode Harga Pokok Proses

Berikut ini disajikan contoh variable costing yang diterapkan dalam


perusahaan yang berproduksi massa. Dalam contoh ini diperhitungkan pengaruh
adanya persediaan produk dalam proses terhadap penentuan harga pokok produksi
per satuan, dan metode costing yang dipakai adalah metode harga pokok rata-rata
tertimbang.

Contoh 2

PT X memproduksi produknya melalui dua departemen produksi: departemen


1 dan departemen 2. Perusahaan menggunakan metode variable costing dalam
penentuan harga pokok produksinya. Penentuan harga pokok produk jadi dilakukan
dengan menggunakan metode harga pokok rata-rata tertimbang. Data produksi, biaya
produksi, dan biaya non produksi bulan januari 20XI tsb. Disajikan dalam gambar
sbb.:

Data Produksi, Biaya Produksi, Biaya Nonproduksi, dan data penjualan bulan
januari 20XI.

PT X

Data Produksi, Biaya Produksi, Dan Biaya Nonproduksi

Bulan Januari 20XI

Dept. 1 Dept. 2

Data produksi:

Produk dalam proses awal:

BBB 100%; BKV 40% 4.000 kg

BTK 20%; BOPV % 6.000kg

20
Dimasukkan dalam proses bulan ini 40.000kg

Unit yang ditransfer ke Dept. 2 35.000kg

Unit yang diterima dari Dept.1 35000kg

Produk jadi yang ditransfer ke gudang 38000kg

Produk dalam proses akhir:

BBB 100%; bkv 70%* 9000kg

BTK 40%; BOPV 80% 3000kg

Harga pokok produk dalam proses awal:

Harga pokok dari Dept. 1 Rp 11150000

Biaya bahan baku Rp 1800000

Biaya tenaga kerja Rp 1200000 Rp 1152000

Biaya overhead pabrik variable Rp 1920000 Rp 4140000

Biaya produksi:

Biaya bahan baku Rp 20200000

Biaya tenaga kerja Rp 29775000 Rp37068000

Biaya overhead pabrik variable RP 37315000 Rp 44340000

Biaya overhead pabrik tetap Rp 22000000 Rp 33000000

Biaya nonproduksi:

21
Biaya pemasaran variable Rp 10200000

Biaya pemasaran tetap Rp 15000000

Biaya administrasi & umum variable Rp 7000000

Biaya administrasi & umum tetap Rp 12000000

Data penjualan:

Jumlah produk yang dijual 30000kg

Hasil penjualan 30000 x Rp 8.000 Rp240000000

* BBB = biaya bahan baku BTK= Biaya tenaga kerja

BOPV= Biaya overhead pabrik variable BKV= biaya konversi variable

Metode harga pokok rata-rata tertimbang departemen pertama

Rumus perhitungan harga pokok produksi variable per satuan produk departemen
pertama dengan menggunakan metode harga pokok rata-rata tertimbang

Biaya bahan baku yang biaya bhan baku yg klur

Melekat pada produk + luarkan dalam periode


dalam proses awal sekarang.

1. Biaya bahan baku perunit =


Unit ekuivalensi biaya bahan baku

22
biaya tenaga kerja langsung biaya tenaga kerja lang-
yang melekat pada produk + sung yang dikeluarkan
dalam proses awal dalam periode sekarang
2. Biaya tenaga kerja

Langsung perunit =

Unit ekuivalensi biaya tenaga kerja langsung

3. Biaya overhead biaya overhead pabrik yang biaya overhead pabrik

Pabrik variable melekat pada produk dalam + variable yang dikeluarkan

Perunit = proses awal dlm periode sekarang

Unit ekuivalensi biaya overhead pabrik pariable

Perhitungan biaya produksi variabel per satuan Departemen 1 bulan januari


20XI

Elemen Yang Yang ditambah Total biaya Unit Biaya


biaya melekat kan dalam ekuivale Per kg
Pada produk periode nsi
Dlm proses sekarang

(2) + (3) (4) : (5)


(1) (2) (3) (4) (5) (6)

Biaya Rp 1.800.000 Rp 20.200.000 Rp22.000.000 44000* Rp500


bahan
baku

23
Biaya 1.200.000 1.200.000 30.975000 41300** 750
tebaga
kerja

Biaya 1.920.000 37.315.000 39.235.000 41300 ** 950


Ov.pabrik
var

 *(100%x35000)+ (100%x9000)=44000
 **(100%x35000)+ (70%x9000)=41300

Atas dasar perhitungan biaya persatuan produk Departemen 1 di atas tsb., dapat
dihitung harga pokok produk selesai yang ditransfer oleh Departemen 1 ke
Departemen 2 dan harga pokok persediaan produk dalam proses di Departemen 1
pada akhir bulan januari 20XI seperti yang di sajikan atau ditampilkan dibawah
ini:

Perhitungan harga pokok produk selesai dan persediaan produk dalam proses
Departemen 1

Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke Dept. 2

Biaya bahan baku 35.000xRp 500 Rp 1.750.000


Biaya tenaga kerja 35.000x Rp 750 26.250.000

Biaya Ov.pabrik Var. 35000xRp 950 33.250.000

Total harga pokok 35000units @ Rp2200 Rp 77.000.000

Harga pokok persediaan produk dalam proses akhir:

24
BBB= 100%X9000 unitsxRp500 Rp 4.500.000

BTK= 70%x9000 unitsxRp750 4.725.000

BOPV= 70%x9000unitsxRp950 5.985.000

Rp 15.210.000

Jumlah biaya produksi var. Yg dibebankan dlm Dept.1 Rp 92.210.000

Laporan biaya produksi variabel Departemen pertama-Metode Harga Pokok Rata-rata


Tertimbang sbb.:

PT X

Laporan biaya produksi variabel Departemen 1

Bulan Januari 20XI

Data Produksi:

Produk dalam proses awal 4.000kg

Dimasukkan dalam proses 40.000

Jumlah produk yang diolah dalam bulan april 44.000kg

Produk selesai yang ditransfer ke Dept.2 35.000kg

Produk dalam proses akhir 9.000kg

Jumlah produk yang dihasilkan 44.000kg

Biaya yang dibebankan dalam Dept.1

Total Perunit

25
Biaya bahan baku Rp22.000.000 Rp 500

Biaya tenaga kerja 30.975.000 750

Biaya overhead pabrik variabel 39.235.000 950

Jumlah Biaya Var. yg Dibebankan dlm Dept.1 Rp 92210000 Rp 2.200

Perhitungan Biaya

Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke Dept.2

35000units @Rp 2200 Rp77.000.000

Harga pokok persediaan produk dalam proses akhir(9000kg)

Biaya bahan baku Rp4.500.000

Biaya tenaga kerja 4.725.000

Biaya overhead pabrik variabel 5.985.000

Rp15.210.000

Jumlah biaya produksi Var. Yang dibebankan dalam Dept.1 Rp92.210.000

Metode harga Pokok Rata-rata Tertimbang Departemen setelah


Departemen Pertama

26
Rumus perhitungan biaya produksi Variabel per satuan produk yang
dihasilkan oleh departemen ke 2 dengan menggunakan Metode Harga pokok
Rata-rata tertimbang:

Harga pokok persatuan yang dibawa dari departemen sebelumnya

Harga pokok produk Harga pokok produk yg

Dlm proses awal yg + ditransfer dari departemen

berasal dari departemen sebelumnya

(1) harga pokok produk = Produk dalam proses awal + Produk yang ditafsirkan
per unit yg di bawa dari departemen sebelumnya

dari Dept. Sblumnya.

Harga Pokok Produk Per Unit yang Ditambahkan Dalam Departemen Setelah
Departemen Pertama
Biaya bahan baku yang me- + Biaya bahan baku yang
Lekat pada produk dalam dikeluarkan dalam pe-
Proses awal riode sekarang
(2)Biaya bahan baku =
per unit
Unit ekuivalen biaya bahan baku

Biaya tenaga kerja yang me- + Biaya tenaga kerja yang

mekat pada prodak dalam dikeluarkan dalam pe-

27
Proses awal riode sekarang
(3) Biaya tenaga kerja =

per unit

Unit ekuivalen biaya tenaga kerja

Biaya overhead pabrik vari- Biaya overhead pabrik

Abel yang melekat pada pro- + variabel yang dikeluar-


duk dalam proses awal kan dalam periode se-
karang
(4) Biaya overhead pabrik =
per unit
Unit ekuivalen biaya overhead pabrik

(5) Total biayaproduksi variabel = (1) + (2) +(3) + (4) + (5)

per satuan

Perhitungan Biaya Produksi Variabel Komulatif Per Satuan Departemen 2


dengan Menggunakan Metode Harga Pokok Rata-Rata Tertimbang

Elemen biaya Yang melekat Yang ditambah Total Biaya Unit Biaya
Pada produk kan dalam ekoivaluas per
Dlm proses periode skrg i satuan

(1) (2) (3) (2) + (3) (5) (4) :


(4) (5)
(6)

28
Harga pokok yang Rp 11.150.000 Rp77.000.000 Rp88.150.000 41.000* Rp2.150
Berasal dr Dept. 1
Biaya yang ditam- 1.152.000 37.068.000 38.220.000 39.200** 975
Bahkan dlm Dep.2
Biaya tenaga kerja 4.140.000 44.340.000 48.480.000 40.400*** 1.200
Biaya Ov. Pabrik
Variabel

* (100%x38000)+(100%x3000)=41000
** (100%x38000)+(40%x3000)=39200
*** (100%x38000)+(80%x3000)=40400

Harga pokok produk jadi dan persediaan produk dalam proses Departemen 2

Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke gudang


Biaya dari departemen 1 38.000xRp2.150 Rp 81.700.000
Biaya tenaga kerja departemen 2 38.000xRp 975 37.050.000
Biaya Ov.pabrik Var. Dept.2 38.000xRp1.200 45.600.000
Total harga pokok 38000xRp4325 Rp164.350.000

Harga pokok persediaan produk dalam proses akhir:


Yang berasal dari dept.1:
3000units x Rp 2150 Rp6.450.000
Yang ditambahkan dlm dept.2:
BTK=40%X3000unitsX Rp975 1.170.000
BOPV=80%X3000unitsX Rp1200 2.880.000
10.500.000

29
Jumlah biaya produksi variabel yang dibebankan dlm Dept.2 Rp 174.850.000

Laporan biaya produksi departemen 2 Bulan Januari 20XI, dengan


menggunakan metode Harga Pokok Rata-rata Tertimbanng:

PT Risa Rimendi
Laporan Biaya Produksi variabel Departemen 2
Bulan Januari 20X1

Data Produksi
Produk dalam proses awal 60.00kg
Diterima dari departemen 1 35.000
Jumlah produk yg diolah dlm bln april 41.000kg
Produk selesai yang ditransfer ke Dept.2 38.000kg
Produk dalam proses akhir 3.000
Jumlah produk yang dihasilkan 41.000kg

Biaya yang dibebankan dalam Dept.2


Total Per Kg
Biaya yang berasal dari Dept.1 Rp 88.150.000 Rp 2.150

Biaya yang ditambahkan dalam Dept.2:


Biaya tenaga kerja 38.220.000 975
Biaya overhead pabrik Variabel 48.480.000 1.200
Jumlah biaya variabel yg dibebankan dlm Dept.2 Rp 17.4850.000 Rp 4.325

Perhitungan Biaya
Harga pokok produk selesai yg ditransfer ke gudang

30
38000 units @ Rp 4325 Rp 164.350.000
Harga pokok persediaan produk dalam proses akhir:
Yang berasal dari dept.1: Rp 6.450.000
Yang ditambahkan dlm Dept.2:
Biaya tenaga kerja 1.170.000
Biaya Ov.pabrik variabel 2.880.000
10.500.000

Jumlah biaya Produksi Variabel yang dibebankan dlm Dept.2 Rp174.850.000

 Akuntansi variable costing dengan metode harga pokok pesanan

Akuntansi biaya produksidan biaya nonproduksi dalam metode variable costing


dibagi menjadi tahap berikut:

1. Pencatatan pemakaian bahan baku dan bahan penolong.


2. Pencatatan biaya tenaga kerja.
3. Pencatatan biaya overhead pabrik sesungguhnya.
4. Pencatatan harga pokok produksi jadi departemen produksi pertama yang
ditransfer ke departemen produksi berikutnya.
5. Pencatatan harga pokok produk dalam proses departemen produksi pertama
pada akhir periode.
6. Pencatatan harga pokok produk jadi ditransfer ke gudang.
7. Pencatatan harga pokok produk dalam proses dalam departemen setelah
departemen produksi pertama pada akhir periode.
8. Prncatatan penjualan produk.
9. Pencatatan biaya komersial.

Pencatatan pemakaian bahan baku dan bahan penolong

31
Pemakaian bahan baku selama bulan januari sebagai berikut:

BDP-Biaya bahan baku dep. 1 Rp 20.200.000

Persedian bahan baku Rp 20.200.000

Pencatatan biaya tenaga kerja

Biaya tenaga kerja di departemen produksi dalam bulan januari 20X1 dijurnal sebagai
berikut:

Barang dalam proses-biaya tenaga kerja dept.1 Rp 29.775.000

Barang dalam proses-biaya tenaga kerja dept. 2 37.068.000

Gaji dan upah Rp 66.843.000

Pencatatan biaya overhead pabrik sesungguhnya

Pencatatan biaya overhead pabrik sesungguhnya terjadi dalam bulan januari 20X1
dicatat oleh PT X dengan jurnal sebagai berikut:

Biaya overhead pabrik sesungguhnya dept. 1 Rp 59.315.000

Biaya overhead pabrik sesungguhnya dept. 2 77.340.000

Berbagai rekening yang dikredit Rp 136.655.000

Pembagian biaya overhead pabrik menurut perilakunya dicatat dengan jurnal sebagai
berikut:

BDP-biaya overhead pabrik variabel-dept. 1 Rp 37.315.000

Biaya overhead pabrik tetap-dept. 1 22.000.000

32
Biaya overhead pabrik sesungguhnya dept. 1 Rp 59.315.000

BDP-biaya overhead pabrik variabel-dept. 2 Rp 44.340.000

Biaya overhead pabrik tetap-dept. 2 Rp 33.000.000

Biaya overhead pabrik sesungguhnya dept. 2 Rp 77.340.000

Pencatatan harga pokok produk jadi departemen pertama yang ditransfer ke


dalam departemen berikutnya

Haraga pokok produksi jadi departemen 1 yang ditransfer ke departemen 2dalam


bulan januari 20X1 dicatat sebagai berikut:

BDP-biaya bahan baku dept. 2 Rp 77.000.000

BDP-biaya bahan baku dept.1 Rp 17.500.000

BDP-biaya tenaga kerja dept. 1 26.250.000

BDP-biaya overhead pabrik variabel dept. 1 33.250.000

Pencatatan harga pokok produk dalam proses departemen pertama pada akhir
periode

Haraga pokok persediaan produk dalam proses di departemen 1 pada akhir bulan
januari 20X1 dicatat sebagai berikut:

Persediaan produk dalam proses-dept. 1 Rp 15.210.000

BDP-biaya bahan baku dept. 1 Rp 4.500.000

BDP-biaya tenaga kerja dept. 1 4.725.000

BDP-biaya overhead pabrik variabel dept. 1 5.985.000

Pencatatan harga pokok produk jadi yang ditranfer ke gudang

33
Harga pokok produk jadi yang ditranfer ke gudang dalam bulan januari 20X1 dicatat
sebagai berikut:

Persediaan produk jadi Rp 164.350.000

BDP-biaya bahan baku dept. 2 Rp 81.700.000

BDP-biaya tenaga kerja dept. 2 37.050.000

BDP-biaya overhead pabrik variabel dept. 2 45.600.000

Pencatatan harga pokok produk dalam proses di departemen setelah pertama


pada akhir periode

Haraga pokok persediaan produk dalam proses di departemen 2 pada akhir bulan
januari 20X1 dicatat sebagai berikut:

Persediaan produk dalam proses-dept. 2 Rp 10.500.000

BDP-biaya bahan baku dept. 2 Rp 6.450.000

BDP-biaya tenaga kerja dept. 2 1.170.000

BDP-biaya overhead pabrik variabel dept. 2 2.880.000

Pencatatan penjualan produk

Hasil penjualan produk selama bulan januari 20X1 dicatat sebagai berikut:

Piutang Rp 240.000.000

Hasil penjualan Rp 240.000.000

Harga pokok produk yang dijual dalam bulan januari 20X1 dicatat sebagai berikut:

Harga pokok penjualan Rp 129.750.000

34
Pesedian produk jadi Rp 129.750.000

Pencatatan biaya komersial

Biaya nonproduksi yang terjadi dalam bulan januari 20X1 dicatat dengan jurnal
sebagai berikut:

Biaya pemasaran Rp 10.200.000

Biaya pemasaran tetap 15.000.000

Biaya administrasi dan umum variable 7.000.000

Biaya administrasi dan umum tetap 12.000.000

Biaya pemasaran Rp 25.200.000

Biaya administrasi dan umum 19.000.000

Jurnal-jurnal tersebut diatas diposting dalam rekening-rekening yang bersangkutan


dalam buku besar, maka aliran biaya dapat dilihat sebagai berikut:

Aliran biaya variable costing dengan metode proses:

BDP-biaya bahan baku dept.1 BDP-biaya bahan baku dept.2

SA Rp 1.800 PDP Rp 4.500 SA Rp 11.150 PJ Rp 81.700

35
20.000 Trsf 17.500 77.000 6.450

Rp 22.000 Rp 22.000 Rp 88.150 Rp 88.150

BDP-biaya tenaga kerja dept. 1 BDP-biaya tenaga kerja dept. 2

SA Rp 1.200 PDP Rp 4.725 SA Rp 1.152 PJ Rp 37.050

Jan 29.775 Trsf 26.250 37.068 1.170

Rp 30.975 Rp 30.975 Rp 38.220 Rp 38.220

BDP-BOP variabel dept. 1 BDP-BOP variabel dept. 2

SA Rp 1.920 PDP Rp 5.985 SA Rp 4.410 PJ Rp 45.600

37.315 33.250 44.340 2.880

Rp 39.235 Rp 39.235 Rp 48.480 Rp 48.480

Persediaan produk jadi harga pokok penjualan

Rp 164.300 Rp 129.750 Rp 129.750

34.600

Rp 164.300 Rp 164.350 Rp 129.750 Rp 38.220

Persediaan produk dalam proses Hasil penjualan

SA Rp 15.210 Rp 240.000

36
10.500

Rp 25.710

Piutang

Rp 240.000

Biaya pemasaran Biaya pemasaran variabel

Rp 25.000 Rp 25.000 Rp 10.000

Biaya pemasaran tetap

Rp 15.000

Biaya adm. Dan umum Biaya adm. Dan umum variabel

RRp 19.000 Rp 19.000 Rp 7.000

Biaya adm. Dan umum tetap

Rp 12.000

Catatan: SA= saldo awal Trsf=tranfer

PDP=produk dlm pros PJ=produk jadi

PT X

Laporan rugi laba untuk bulan yang berkhir tanggal 31 januari 20X1

37
Hasil penjualan 30.000kg x Rp 8.000 Rp 240.000.000

Biaya variabel

Persediaan produk dalam proses:

Departemen 1 Rp 4.920.000

Departemen 2 16.442.000

Jumlah Rp 21.362.000

Biaya produksi:

Biaya bahan baku Rp 20.200.000

Biaya tenaga kerja langsung 66.843.000

Biaya overhead pabrik variabel 81.655.000

Jumlah biaya produksi variabel Rp 168.698.000

Rp 190.060.000

Persediaan produk dlm. Proses akhir 25.710.000

Harga pokok produk tersedia dijual Rp 164.350.000

Persediaan akhir prod. Jadi 8000xRp4.325 34.600.000


harga pokok penjualan variabel Rp 129.750.000

Biaya komersial variabel:

Biaya pemasaran variabel 10.200.000

Biaya administrasi dan umum variabel 7.000.000


total biaya variabel Rp 146.950.000

38
Laba kontribusi Rp 93.050.000
Biaya tetap:

Biaya overhead pabrik tetap Rp.55.000.000

Biaya pemasaran tetap 15.000.000

Biaya administrasi dan umum tetap 12.000.000

Total biaya tetap Rp 82.000.000

Laba bersih Rp 11.050.000

BAB III

PENUTUP

39
1. KESIMPULAN
Biaya produksi dikumpulkan dengan salah satu dari dua metode
pengumpulan biaya produksi: metode harga pokok pesanan dan metode harga
pokok proses. Dalam metode harga pokok pesanan, harga pokok produk
dihitung pada saat pesanan selesai diproduksi, sehingga biaya Overhead
pabrik harus dibebankan kepada produk atas dasar tarif yang ditentukan
dimuka. Dalam metode harga pokok proses, harga pokok produk ditentukan
setiap akhir periode, sehingga biaya Overhead pabrik dapat dibebankan pada
produk berdasarkan biaya yang sesungguhnya terjadi dalam periode akuntansi
yang bersangkutan.
Variable costing menggolongkan biaya menurut perilakunya dalam
hubungannya dengan perubahan volume kegiatan. Biaya overhead pabrik
yang diperhitungkan kedalam harga pokok produk hanya yang berperilaku
variable saja. Biaya overhead pabrik yang berperilaku tetap tidak
diperlakukan sebagai elemen harga pokok produk, namun diperlakukan
sebagai biaya periode. Oleh karena itu, variable costing dengan metode harga
pokok pesanan, membebankan biaya overhead pabrik variable kepada pesanan
dengan menggunakan tarif yang ditentukan dimuka. Biaya overhead pabrik
yang sesungguhnya terjadi pertama kali dicatat dalam rekening biaya
overhead pabrik sesungguhnya pada saat terjadinya, untuk selanjutnya pada
akhir periode akuntansi dianalisis kedalam biaya overhead pabrik tetap dan
biaya overhead pabrik variable. Analisis biaya overhead pabrik menurut
perilakunya ini dimaksudkan untuk menentukan biaya overhead pabrik
variable yang lebih atau kurang dibebankan kepada produk.
Variable costing dengan menggunakan metode harga pokok proses
membebankan biaya overhead pabrik variable sesungguhnya kepada produk.
Biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi pertama kali dicatat dengan
rekening biaya overhead pabrik sesunggguhnya pada saat terjadinya, untuk
selanjutnya pada akhir periode akuntansi dianalisis kedalam biaya overhead

40
pabrik tetap dan biaya overhead pabrik variable. Analisis biaya overhead
pabrik menurut perilakunya ini dimaksudkan untuk menentukan biaya
overhead pabrik variable yang dibebankan kepada produk.

DAFTAR PUSTAKA

Mulyadi.2010.Akuntansi Biaya.Edisi 5.UPP STIM YKPN:Yogyakarta.

41
Carter k.william.Akuntansi Biaya.buku 1 edisi 14.Salemba Empat:Jakarta

42

Anda mungkin juga menyukai