Anda di halaman 1dari 2

Komitmen dai sejati

"Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah
kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu,
jika kamu mengetahui." 
(QS. At Taubah: 41)

Assalamu’alaikum..
Dakwah merupakan jalan hidup yang membuat kita mulia dan menjadikan kita adalah salah
seorang dari tentara Allah yang berjuang di jalanNya. Maka perlulah kit a berbangga dan
tegar dalam jalan terjal ini. Dan aktivitas dakwah yang dilakukan oleh para da’i dan da’iyah
itu merupakan bentuk sebuah kesadaran tentang peran mereka dan kita. mungkin kita
memiliki aktifitas yang luar biasa. Tak hanya kegiatan yang diperuntukkan kepentingan
pribadi namun kegiatan sosial bahkan dakwah mengisi hari-hari kita. begitulah waktu demi
waktu, hari demi hari dilewati dengan aktifitas yang telah menyita waktu, pikiran, tenaga
hingga materi. 
Demikian adalah isi dari buku “Komirmen Da’i Sejati” yang merupakan sebuah bentuk
susunan kata renungan :
• Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus…, maka tidak akan banyak da’i yang
berguguran di tengah jalan. Dakwah akan terus melaju dengan mulus untuk meraih tujuan-
tujuannya dan mampu memancangkan prinsip-prinsipnya dengan kokoh.
• Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus…, niscaya hati sekian banyak orang
akan menjadi bersih, dan fenomena ingin menang sendiri saat berbeda pendapat, akan
jarang terjadi.
• Jika komitmen da’i benar-benar tulus…, maka sikap toleran akan semarak, rasa saling
mencintai akan merbak, hubungan persaudaraan semakin kuat, dan barisan para da’i akan
menjadi bangunan yang berdiri kokoh dan saling menopang.
• Jika komitmen da’i benar-benar tulus…, maka dia tidak akan peduli saat ditempatkan di
barisan depan atau belakang. Komitmennya tidak akan berubah ketika ia diangkat menjadi
pemimpin yang berwenang mengeluarkan keputusan dan ditaati atau hanya sebagai jundi
yang tidak dikenal atau tidak dihormati.
• Jika komitmennya benar-benar tulus…, maka hati seorang da’i akan tetap lapang untuk
memaafkan setiap kesalahan saudara-saudara seperjuangannya, sehingga tidak tersisa
tempat sekecil apa pun untuk permusuhan dan dendam.
• Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus…, maka sikap toleran dan saling
memaafkan akan terus berkembang sehingga tidak ada momentum yang bisa menyulut
kebencian, menaruh dendam, dan amarah. Namun sebaliknya, semboyan yang diusung
bersama adalah “Saya sadar bahwa saya sering melakukan kesalahan, dan saya yakin
Anda akan selalu memaafkan saya.”
• Jika komitmen da’i benar-benar tulus…, maka tidak mungkin akan terjadi kecerobohan
dalam menunaikan kewajiban dan tugas dakwah. Namun yang terjadi adalah fenomena
berlomba-lomba untuk melakukan kebaikan dan bersungguh-sungguh untuk mencapai
derajat yang lebih tinggi.
• Jika komitmen da’i benar-benar tulus…, maka semua ornag akan sangat menghargai
waktu. Bagi setiap da’i, tidak ada waktu yang terbuang sia-sia karena dia akan selalu
menggunakannya untuk beribadah kepada Allah di sudut mihrab, atau berjuang
melaksanakan dakwah dengan menyeru kepada kebaikan atau mencegah kemungkaran.
Atau, menjadi murabbi yang gigih mendidik dan mengajari anak serta istrinya di rumah. Da’i
yang aktif di masjid untuk menyampaikan nasihat dan membimbing masyarakat.
• Jika komitmennya benar-benar tulus…, maka setiap da’i akan segera menunaikan
kewajiban keuangannya untuk dakwah tanpa dihinggapi rasa ragu sedikit pun.
Semboyannya adalah “Apa yang ada padamu akan habis dan apa yang ada di sisi Allah
akan kekal.”
• Jika komitmennya benar-benar tulus…, maka setiap da’i akan patuh dan taat tanpa
merasa ragu atau bimbang. Di dalam benaknya, tidak ada lagi arti keuntungan pribadi dan
menang sendiri.
• Jika komitmen da’i benar-benar tulus…, maka akan muncul fenomena pengorbanan yang
nyata. Tidak ada kata “ya” untuk dorongan nafsu atau segala sesuatu yang seiring dengan
nafsu untuk berbuat maksiat. Kata yang ada adalah kata “ya” untuk setiap perbuatan yang
mendekatkan diri kepada Allah.
• Jika komitmen da’i benar-benar tulus…, maka setiap anggota akan menaruh kepercayaan
yang tinggi kepada pemimpin fikrah. Setiap yang bergabung akan melaksanakan kebijakan
pimpinannya dan menegakkan prinsip-prinsip dakwah di dalam hatinya.
• Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus…, maka setiap orang yang kurang
teguh komitmennya akan menangis, sementara yang bersungguh-sungguh akan menyesali
dirinya karena ingin berbuat lebih banyak dan berharap mendapat balasan serta pahala dari
Allah.
• Jika ada yang bertanya kepada dirinya sendiri, “Apa sebenarnya bentuk komitmen saya
terhadap dakwah?” (Komitmen Da’i Sejati)

Sebenarnya apa yang telah dilakukan? Bisa saja semua itu hanyalah rutinitas yang tak
bernilai. Sungguh telah merugi diri yang melakukan aktifitas tapi tak bernilai dan bermakna.
Semoga kita dapat merefleksi atas teguran-teguran itu dan memperbaharui komitmen
terhadap dakwah.

"Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam
keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik
dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik
dari apa yang telah mereka kerjakan." (QS.An Nahl:97)