Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM ANATOMI FISIOLOGI

JENIS RANGSANGAN DAN RESEPTOR PADA KULIT

NAMA : Muhammad khoiri harun arrosyd

No. Pendaftaran : 14201201078

Dosen pengampu : Dr. Singgih nugroho

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS KUSUMA HUSADA SURAKARTA

TAHUN AJARAN 2020/2021


PENDAHULUAN

Judul : Praktikum Reseptor Pada Kulit

1. Latar Belakang
Kulit merupakan reseptor tubuh yang paling luas dan paling pertama
menerima informasi dari lingkungan. Didalam kulit manusia terdapat ujung-
ujung saraf peraba. Sel-sel saraf peraba tersebar tidak merata diseluruh
permukaan kulit. Pada ujung jari terdapat banyak sel saraf peraba, demikian
pula pada telapak tangan, telapak kaki dan bibir. Umumnya, reseptor berada
di bawah folikel akar rambut sehingga diduga ada hubungan antara rambut
dikulit dengan sensitifitas kulit terhadap rasa tertentu. Anda dapat
membuktikan bagaimana rasa sakit akibat rambut kaki yang dicabut jika
dibandingkan dengan rambut di kepala.
Dibawah kulit, setidaknya ada lima jenis sel saraf reseptor yang
menerima informasi yang berbeda, yaitu
1. Ruffini
Ruffini merupakan sel saraf pada kulit yang peka terhadap
rangsangan suhu panas.
2. Krause
Krause adalah sel-sel saraf pada kulit yang peka terhadap
rangsang suhu dingin.
3. Paccini
Paccini merupakan sel saraf yang terdapat pada lapisan kulit.
Sel saraf ini sangat peka terhadap rangsang tekanan dan sentuhan
yang kuat.
4. Meissner
Meissner merupakan sel saraf yang berfungsi hampir sama
dengan sel paccini akan tetapi sel meissner peka terhadap tekanan
dan sentuhan yang ringan.
5. Ujung saraf bebas
 Ujung saraf bebas peka terhadap rangsang rasa sakit.
 Ujung saraf Ruffini, untuk mersakan nyeri;
 Ujung saraf Merkel, untuk merasakan panas,
 Ujung saraf Pacini, untuk merasakan tekanan;
 Ujung saraf Meissner, untuk mersakan rabaaan;
 Ujung saraf Krausse, untuk merasakan dingin.

Kerja kelima sel saraf tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga tipe
reseptor, yaitu termoreseptor (Ruffini dan Krause), mekanoreseptor (Meissner dan
Paccini), dan reseptor rasa sakit (Ujung saraf bebas). Mekanoreseptor banyak terdapat
di ujung jari, bibir, telapak kaki dan alat kelamin. Ujung-ujung reseptor rabaan juga
terdapat pada folikel rambut didalam lapisan dermis. Reseptor rasa sakit atau nyeri
dibedakan dari mekanoreseptor karena memang mempunyai mekanisme kerja yang
berbeda.

Reseptor rasa sakit dapat dikatakan sebagai reseptor kimia yang berada di luar
hidung dan lidah. Reaksi kerja yang terjadi akibat sensasi rasa sakit di kulit
diciptakan oleh pelepasan enzim dari jaringan yang rusak atau terluka sehingga akan
mengubah protein tertentu didalam darah menjadi suatu zat kimia, yaitu brandikinin,
yang mengaktifkan reseptor rasa sakit.

Bila suatu rangsangan tertentu, misalnya panas mengenai kulit tubuh, maka
rangsangam tersebut akan diterima oleh ujung saraf peraba kulit (reseptor untuk
panas). Selanjutnya, rangsangan diteruskan oleh saraf sensori ke pusat peraba di otak.
Di otak, rangsangan diolah dan diartikan sehingga kita dapat merasakan panas.
Demikian pua terhadap rangsangan yang lainnya.

Kulit tidak hanya berfungsi sebagai alat peraba saja akan tetapi kulit juga
mempunyai fungsi lain, yaitu sebagai alat pelindung tubuh, alat pengatur suhu tubuh
dan alat pengeluaran keringat serta minyak.

Salah satu jenis penyakit yang terjadi pada kulit adalah dermatitis. Dematitis
atau eksim merupakan penyakit peradangan kulit. Secara umum ditandai dengan kulit
yang membengkak, memerah, dan gatal-gatal. Dermatitis dapat disebabkan oleh
benda-benda yang menyebabkan alergi pada kulit (misalnya sabun, logam atau
kosmetik), garukan pada kulit atau varises yang menyebabkan gatal-gatal.
Pengobatan dermatitis dilakukan tergantung pada penyebabnya. Misalnya, jika
disebabkan oleh benda-benda penyebab alergi dan disebabkan oleh garukan dapat
diobati dengan obat yang mengandung hydrocortisone. Sedangkan dermatitis yang
disebabkan oleh varises dapat dilakukan operasi untuk menghilangkan varises.

2. TUJUAN PERCOBAAN
a. Untuk mengetahui dan mengukur seberapa peka perasaan pada kulit
orang percobaan (OP).
b. Untuk mengetahui respon orang percobaan (OP) terhadap reseptor
tekanan, sakit, panas dan dingin.
3. BAHAN dan METODE
Percobaan : Jenis Perangsang
Nama Percobaan : Reseptor pada kulit
Waktu Percobaan : Minggu, 18 Oktober 2020
Tempat Percobaan : Telapak tangan dan punggung tangan
4. ALAT-ALAT dan BAHAN YANG DIGUNAKAN
a. Spidol
b. Es batu
c. Baskom
d. Korek api
e. Hammer reflek
f. Pinset
5. JALANNYA PERCOBAAN

Metode atau Cara Kerja:

Detail metode serta analisis yang digunakan : dengan cara memberi sedikit tekanan
ringan dan kuat,nyeri panas,dingin dengan menusukkan,meraba.

(i).Prosedur praktikum

1).Buatrlah kotak masing-masing sebanyak 12 kotak di punggung dan telapak tangan.

2).Lalu dengan memberi sedikit tekanan ringan dan kuat tusuk,raba,serta


menempelkan pada benda yang sudah diberi hantaran panas,menempelkan es batu
pada masing-masing kotak.

3).Rasakan tekanan pada kepekaan kulit yang setelah dilakukan hal-hal tersebut.
HASIL PRAKTIKUM

1.Perangsangan tekanan ringan

 Telapak tangan

- ✓✓ ✓✓ ✓✓

- ✓✓ ✓ ✓

✓ ✓✓ ✓ ✓
 Punggung tangan

- - ✓ ✓✓
- - ✓ ✓
- - - ✓

2.Perangsangan tekanan kuat

 Telapak tangan

- ✓✓ ✓✓ ✓✓
- ✓ ✓ ✓

✓ ✓✓ ✓ ✓✓

 Punggung tangan

- ✓ ✓✓
- ✓ ✓ ✓
- - - ✓
3.Perangsangan nyeri

 Punggung tangan

- ✓ ✓✓ ✓

✓✓ ✓ ✓✓ ✓

✓ ✓✓ ✓✓ ✓✓

 Telapak tangan

✓✓ ✓ ✓✓ ✓

✓ ✓✓ ✓✓ ✓

✓ ✓✓ ✓✓ ✓
4.Perangsangan panas

 Telapak tangan

✓✓ ✓✓ ✓✓ ✓✓

✓✓ ✓✓ ✓✓ ✓✓

✓✓ ✓✓ ✓✓ ✓✓

 Punggung tangan

✓✓ ✓✓ ✓✓ ✓✓

✓✓ ✓✓ ✓✓ ✓✓

✓✓ ✓✓ ✓✓ ✓✓

5.Perangsangan raba

 Telapak tangan

- √ √√ √√

√ √ √ √

√ √ √ √

 Punggung tangan

- - √ √

- √ √ -

- - - -

6.Perangsangan dingin
 Telapak tangan

✓✓ ✓✓ ✓✓ ✓

✓✓ ✓✓ ✓✓ ✓✓

✓ ✓✓ ✓✓ ✓✓

 Punggung tangan

✓✓ ✓✓ ✓✓ ✓✓

✓✓ ✓✓ ✓✓ ✓✓

✓✓ ✓✓ ✓✓ ✓✓

6. HASIL
1. Apabila kulit ditekan atau terkena duri maka sel-sel yang ada didalam
kulit (Paccini, Meissner, dan ujung saraf bebas) akan merespon rangsang
tersebut dan disalurkan didalam otak sehingga seseorang akan
merasakannya.
2. Apabila kulit terkena / terangsang suhu panas dan dingin maka sel yang
ada didalam kulit (Ruffini dan Krause) akan merespon rangsangan
tersebut dan menyalurkannya ke otak sehingga seseorang dapat merasakan
rangsangan tersebut.
7. KESIMPULAN
Dari percobaan yang telah dilakukan, dapat dibuktikan bahwa tubuh
memiliki tingkat kepekaan yang berbeda-beda pada tiap bagiannya. Hal ini
disebabkan kepadatan titik-titik reseptor disetiap bagian kulit tidaklah sama.
Padahasil percobaaan kami, dapat dilihat bahwa daerah yang memiliki
kepekaan palingtinggi adalah pipi, diikuti dengan kuduk, lengan bawah, dan
telapak tangan. Padapemberian rangsangan dingin, lengan bawah terdapat 21
titik reseptor, dengankata lain rangsangan dingin paling dirasakan oleh lengan
bawah pada percobaanini. Pada pemberian rangsangan panas, kuduk
mempunyai titik reseptor rasapanasyang lebih banyak. Sedangkan pada
pemberian rangsangan nyeri, pipi dantelapak tanganlebih terasa. Pada
semua pemberian rangsangan tersebut jugadirasakan rasa tekan

DAFTAR PUSTAKA

Aryulina, Diah., dkk.(2005).Biologi – Jilid 2.Jakarta : ESIS

Mikrajuddin, A., Saktiyono., Lutfi.(2007).IPA Terpadu.Jakarta : Erlangga

P, Fiktor Ferdinand., Moekti Ariebowo.(2009).Praktis Belajar Biologi 2.Jakarta : PT.


Grasindo Pratama

Urbayatun, Siti.(1997).Buku Pedoman Praktikum Psikologi Faal II.Yogyakarta :


Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan

Anda mungkin juga menyukai