Anda di halaman 1dari 25

PENULISAN AKADEMIK Sodikin, M.

Kes

*PARAGRAPH*
PENGERTIAN PARAGRAF
Paragraf Secara visual, paragraf atau alinea ditandai oleh dua hal: (1)
baris pertama ditulis/diketik menjorok ke dalam sebanyak lima
ketukan dari margin kiri dan (2) selalu diawali baris baru.

Paragraf merupakan bagian karangan tulis yang membentuk


satu-kesatuan pikiran/ide/gagasan.

Adapun kesatuan pikiran/ide/gagasan yang dilisankan disebut


paratone.
PARAGRAF
Paragraf Jadi, paratone dan paragraf sesungguhnya
merujuk pada hal yang sama, yakni kesatuan
pengungkapan pikiran/ide/gagasan.

Kealpaan pemahaman paragraf dan


paratone menyebabkan penulisan atau
pelisanan tidak beraturan dan bahkan bisa
jadi berantakan.
UNSUR-UNSUR PARAGRAF
Unsur-unsur paragraf adalah bagian-bagian yang membangun paragraf
sehingga paragraf tersebut tersusun secara logis dan sistematis.
(1). KALIMAT TOPIK (TOPIC SENTENCE)

Topic Kalimat topik merupakan kalimat yang mendasari sebuah


paragraf dan mengandung pikiran utama sebuah paragraf.
sentence
Setiap paragraf hanya mempunyai sebuah kalimat topik. Namun,
terdapat paragraf yang biasanya tidak terdapat kalimat topik di
dalamnya. Paragraf tersebut biasanya termasuk paragraf narasi.
(2). KALIMAT PENJELAS/PENGEMBANG (SENTENCE
DEVELOPMENT)
Sentence
development Tugas dari kalimat penjelas/pengembang adalah
menjelaskan, mengembangkan, atau menjabarkan
secara langsung kalimat topik.
(3). KALIMAT PENEGAS
Kalimat penegas dalam paragraf berfungsi sebagai penguat dan
sebagai daya tarik bagi pembaca.
Keberadaan kalimat penegas dalam paragraf tidak bersifat
mutlak.
FUNGSI PARAGRAF

Fungsi Mengekspresikan gagasan tertulis dengan memberi


bentuk suatu pikiran dan perasaan ke dalam serangkaian
kalimat yang tersusun secara logis dalam suatu kesatuan.

Menandai peralihan gagasan baru bagi karangan yang


terdiri beberapa paragraf, ganti paragraf berarti ganti
pikiran.

Memudahkan pengorganisasian gagasan bagi penulis dan


memudahkan pemahaman bagi pembacanya.
FUNGSI PARAGRAF

Fungsi Memudahkan pengembangan


topik karangan ke dalam satuan-
satuan unit pikiran yang lebih kecil.
Memudahkan pengendalian
variabel terutama karangan yang
terdiri atas beberapa variabel.
TEKNIK PEMAPARAN PARAGRAF
Paragraf Paragraf jenis ini disebut juga paragraf lukisan, yakni
melukiskan atau menggambarkan apa saja yang dilihat di
deskriptif depan mata penulisnya.

Jadi, paragraf deskriptif ini bersifat loyal terhadap tata ruang


atau tata letak objek yang dituliskan itu.

Penyajiannya dapat berurutan dari atas ke bawah atau


sebaliknya, dari depan belakang atau sebaliknya, dari pagi ke
petang atau sebaliknya, dari siang ke malam atau sebaliknya.
TEKNIK PEMAPARAN PARAGRAF
Paragraf Jadi, pelukisan untuk paragraf deskriptif ini
deskriptif berkaitan dengan segala sesuatu yang ditangkap
atau diserap oleh pancaindra. Misalnya, deskripsi
mengenai ruangan kuliah ini, auditorium, dan lain
sebagainya.
CONTOH
Dari tahun 2001-2004, penyakit diare pada anak-anak usia
kurang dari 3 tahun (batita) di Rumah Sakit Dr. sarjito, Yogyakarta
54%-nya disebabkan oleh Rotavirus (RV) (Wilopo et al., 2009).
PARAGRAF EKSPOSITORIS
Paragraf Paragraf ini disebut juga paragraf paparan. Tujuannya adalah
menampilkan atau memaparkan sosok objek tertentu yang hendak
ekspositoris dituliskan.

Penyajiannya tertuju pada satu unsur dari objek itu saja dan teknik
pengembannya dapat menggunakan analisis kronologis ataupun
analisis keruangan.

Untuk melatih ketajaman Anda terhadap jenis-jenis paragraf,


termasuk di dalamnya paragraf ekspositoris, silakan dicari paragraf-
paragraf dalam karangan ilmiah yang memiliki konstruksi semacam
itu.
CONTOH
Ada banyak faktor yang menyebabkan angka kematian ibu masih tinggi. Salah satu
faktor penting adalah masih banyaknya persalinan yang ditolong dengan cara
tradisional oleh dukun dengan segala keterbatasannya. Sebagian masyarakat masih
menggunakan jasa dukun bayi jika melahirkan. Mereka menganggap bahwa dukun
memberi rasa mantap, rasa aman ditunggui orang yang dianggap telah tua,
ditambah kehadiran sanak keluarga. Selain itu mengundang dukun berarti babar
pindah (sekaligus). Maksudnya, setelah selesai bersalin, dukun bayi sekaligus memijat
ibu dan bayinya, dan melakukan upacara yang berkaitan dengan kelahiran,
misalnya membuat bubur merah-putih, mencukur rambut bayi, dan menindik. Biaya
dukun bayi dianggap lebih murah daripada bidan, meskipun hal ini tidak selalu
benar. Akan tetapi, yang jelas pembayaran jasa dukun dapat diangsur dan tidak
harus berupa uang kontan. Pasien kadang-kadang hanya memanggil dukun ketika
bayinya sudah keluar dan sehat, tidak ada gangguan berarti.
PARAGRAF ARGUMENTATIF
Argumentatif
Paragraf ini sering disebut juga paragraf
persuasif.

Tujuanya adalah membujuk dan meyakinkan pembaca tentang


arti penting dari objek tertentu yang dijelaskan dalam paragraf,
seperti kepentingan propaganda, demonstrasi, promosi,
negosiasi, dan lain sebagainya.
Paragraf argumentatif ini banyak digunakan. Misalnya, anjuran
memakai jamu tertentu, alat tertentu, pesawat tertentu, dan lain
sebagainya.
CONTOH
Tindakan pendinginan secara tradisional, seperti memakaikan pakaian
minimal, memajam kulit dengan udara, menurunkan suhu kamar, meningkatkan
sirkulasi udara, dan pemberian kompres dingin dan lembap pada kulit
(misalnya di dahi) efektif jika diberikan ± 1 jam setelah pemberian antipiretik
sehingga set point dapat menurun. Tindakan-tindakan tersebut dikenali
sebagai metode fisik (Caruso, 1992; Axelord, 2000).
Pemberian kompres yang disepakati saat ini adalah pemberian kompres
dengan air suam-suam kuku (air hangat), setelah pemberian anti piretik pada
kasus demam yang cukup tinggi. Kompres tubuh anak di sekitar daerah dahi,
dada, dan ketiak. Kompres dengan air dingin (es) atau alcohol sangat tidak
disarankan mengingat anak dapat menggigil atau dapat juga menyebabkan
keracunan alcohol.
PARAGRAF NARATIF
Naratif Paragraf naratif berkaitan sangat erat dengan penceritaan atau
pendongengan dari sesuatu paragraf naratif banyak ditemukan
di dalam cerita-cerita pendek, novel, hikayat, dan lain-lain.

Tujuannya yang lebih utama adalah menghibur para pembaca,


bahkan para pembaca berpetualang bersama, membawa
mereka terbang ke awang-awang karena demikian terpesona
dengan apa yang dinarasikan.
LANGKAH PENYUSUNAN PARAGRAF
Paragraf Paragraf ini merupakan pembuka atau pengantar untuk
sampai pada pembicaraan yang akan menyusul kemudian
pembuka di dalam sebuah karangan sebagai pengantar.

Paragraf pembuka harus benar-benar menarik, kadang


kala diawali dengan sebuah sitiran dari pendapat tokoh
tertentu.

Maksudnya, untuk memikat dan memusatkan perhatian


dari pada pembacanya.
LANGKAH UNTUK MENARIK PEMBACA DALAM
PARAGRAF PEMBUKA.
1. Menyampaikan berita hangat.
2. Menyampaikan anekdot.
3. Memberikan latar belakang dengan suasana yang pas.
4. Memberikan contoh konkret berkenaan denga pokok pembicaraan.
5. Mengawali karangan dengan suatu pernyataan yang tegas.
6. Menyentak pembaca dengan pertanyaan tajam.
7. Menyentak pembaca dengan perbandingan yang kontras.
8. Mengungkapkan isu misteri yang belum terungkap.
9. Mengungkapkan peristiwa luar biasa.
PARAGRAF PENGEMBANGAN

Jumlah paragraf
pengembang ini tidak ada
batasan yang menjadi
ukuran atau pembatas,
Paragraf ini yaitu ketuntasan
mengugkapkan inti pengungkapan
persoalan yang hendak pikiran/gagasan karangan
dikemukakan di dalam secara keseluruhan.
Paragraf ini sebuah karangan.
mengembangkan ide pokok
pembicaraan yang sudah
dirancang.
PARAGRAF PENGEMBANGAN

Menguraikan, mendeskripsikan, membandingkan, mengontraskan


menjelaskan, memaparkan, dan menceritakan ide pokok karangan.

Menolak konsep tertentu untuk menopang ide pokok karangan:


alasan, argumentasi, contoh, dan rincian dukungan.

Mendukung konsep tertentu untuk menopang ide pokok karangan:


alasan, argumentasi, contoh, rincian, dan dukungan.
PARAGRAF PENUTUP

Paragraf penutup ini merupakan kesimpulan pembicaraan yang telah dipaparkan pada bagian
sebelumnya.

Paragraf penutup mungkin hanya merupakan sebuah rangkuman atau mungkin jika sebuah
penegasan ulang halhal pokok yang dipaparkan pada paragraf-paragraf sebelumnya.

Kalimat-kalimat reflektif, pertanyaan-pertanyaan retorik sering kali dipakai untuk mengakhiri


paragraf penutup untuk meninggalkan bekas-bekas akhir yang tidak mudah dilupakan dan
menuntut pemikiran lanjutan.
LANGKAH UNTUK MEMBUAT KESAN KUAT
TENTANG PARAGRAF PENUTUP.
Menegaskan kembali Meringkas atau
ide pokok karangan merangkum hal-hal
menggunakan kata-kata penting yang telah
yang berbeda. disampaikan dalam
karangan.

Memberikan pertanyaan
Memberikan kesimpulan, reflektif dan/atau
saran, dan/atau pertanyaan retoris yang
proyeksi ke depan. tidak menuntut jawaban
sekarang.
PARAGRAF PENUTUP

Lazimnya, paragraf penutup dari sebuah tulisan terdiri atas satu paragraf saja.

Akan tetapi, sesungguhnya tidak selalu harus demikian dalam sebuah karya ilmiah yang panjang, misalnya
bagian kesimpulan dan saran itu merupakan penutup.

Bisa jadi bagian itu terdiri atas sejumlah paragaraf.

Dalam sebuah makalah ilmiah atau mungkin naskah pidato yang cukup panjang, bisa jadi diakhiri dengan
bagian yang disebut ‘catatan penutup’. Lazimnya pula, catatan penutup itu terdiri atas sejumlah paragraf.