Anda di halaman 1dari 1

List Pertanyaan

1. Mengapa dikatakan operasi obstetri/ginekologi tinggi risikonya untuk terjadi adhesi pascaoperasi?

Pada dasarnya semua operasi pada organ intraabdomen berisiko terjadinya adhesi dimana ada
insisi/luka pada peritoneum. Jika adhesi terjadi di abdomen bagian bawah, bahkan risiko akibat adhesi
tidak hanya obstruksi usus tapi juga infertilitas dan nyeri pelvis kronis

2. Apakah semua kasus iskemia/nekrosis usus di usus halus akibat adhesi dapat langsung dilakukan
reseksi anastomosis?

Tidak, reseksi anastomosis harus memperhatikan faktor lokal dan faktor sistemik untuk mendapatkan
outcome yang baik dan mencegah komplikasi seperti leakage

3. Jika pada keadaan emergency, dimana adhesi sudah menyebabkan obstruksi, hingga pasien keadaan
septik, dan keadaan umum kurang baik, bagaimana tatalaksana konservatif maupun operatif yang dapat
dilakukan?

Harus dipertimbangkan, mana yang lebih emergency, jika syok septiknya, berikan tatalaksana syok
meliputi resusitasi cairan maupun antibiotik yang broadspectrum, jika obstruksi/ strangulatanya, maka
emergency adalah melepas adhesinya dengan laparotomi-adhesiolisis, tidak lupa pasien juga perlu
persiapan untuk ICU pasca operasi karena pasien dimulai dengan keadaan umum yang kurang baik

4. Apakah derajat dari adhesi mempengaruhi tatalaksana yang digunakan secara non-operatif dan
operatif pada pasien?

Derajat Adhesi baru dapat diketahui saat intraoperatif, jika memang adhesi sangat kuat maka lebih ke
perlu hati-hati dalam melakukan adhesiolisis karena risiko komplikasi lebih besar