Anda di halaman 1dari 21

01-Apr-17

PPh
Orang Pribadi
Pasal; 21, 4 (1,2,3,6,9), 8, 17

Prepared by : M. Mustafid A

UU PAJAK PENGHASILAN
Berlaku Sejak1 Januari 1984
UU No.7 TAHUN 1983
Berlaku Sejak 1 Januari 1992
UU No.7 Tahun 1991
Berlaku Sejak1 Januari 1995
UU No.10 TAHUN 1994
Berlaku Sejak 1 Januari 2001
UU No.17 Tahun 2000
Berlaku Sejak1 Januari 2009
UU No.36 Tahun 2008

PP PMK PER SE

1
01-Apr-17

Pengertian
PAJAK YANG DIKENAKAN
PPh
TERHADAP SUBJEK PAJAK ATAS
PENGHASILAN YANG DITERIMA
ATAU DIPEROLEHNYA DALAM
TAHUN PAJAK.
-Orang Pribadi
-Warisan yg belum terbagi
DALAM NEGERI
Badan
LUAR NEGERI
Bentuk Usaha Tetap (BUT)
Pasal 1 & 2

SUBYEK PAJAK DALAM NEGERI


ORANG PRIBADI Bertempat Tinggal di Indonesia :
- place of residence untuk :
 berdiam (permanent dwelling place)
-Yang bertempat tinggal di  melakukan kegiatan sehari2 (ordinary
Indonesia, course of life)
atau  Menjalankan kebiasaan (place of
habitual abode
-berada di Indonesia > 183 - place of domicile : lahir & masih berada di
hari dlm jangka waktu 12 Indonesia
bulan, atau
Berada di Indonesia > 183 hari :
-berada & berniat - dpt secara terus menerus atau terputus2
bertempat tinggal di
Indonesia. Berniat bertempat tinggal di Indonesia :
- Visa bekerja, KITAS, Kontrak kerja
- Menyewa rumah, memindahkan
keluarganya di Indonesia
Warisan yang belum Sebagai satu kesatuan merupakan subyek
pajak pengganti menggantikan yang berhak
terbagi
Badan Sekumpulan orang dan/atau modal yg
merupakan satu kesatuan : PT, CV, firma,
- Yang di dirikan & BUMN/D, Koperasi, Kongsi, Persekutuan,
berkedudukan di Indonesia Yayasan, Ormas, Parpol, Asosiasi dll

2
01-Apr-17

SUBYEK PAJAK LUAR NEGERI


ORANG PRIBADI Yang menerima/ memperoleh
Penghasilan dari Indonesia :
-Yang tidak bertempat tinggal
di Indonesia, Bukan dari menjalankan usaha/kegiatan
dan melalui BUT di Indonesia.
- berada di Indonesia ≤ 183 • atlit asing dapat hadiah turnamen di
Indonesia,
hari dlm jk waktu 12 bulan • Artis asing dapat honor konser di Indonesia,
dll
Dari menjalankan usaha/kegiatan melalui
BUT di Indonesia.
BADAN • Cabang, Kantor Perwakilan, Bengkel,
• Pertambangan, Pertanian, Perkebunan,
• Proyek Konstruksi/Instalasi,
- Yang tidak didirikan & tidak • Pemberian jasa oleh pegawai > 60 hari,
berkedudukan di Indonesia • Agen Tidak Bebas, Agen Asuransi, dll
BUT
- menggantikan kewajiban pajak Subyek
Pajak Luar Negeri (LN)
- dipersamakan dgn Subyek Pajak Badan DN

SAAT MULAI SAAT BERAKHIR


SUBYEK PAJAK ORANG PRIBADI DALAM NEGERI
-dilahirkan, berada di Indonesia atau -meninggal dunia atau
berniat bertempat tinggal di Indonesia -meninggalkan Indonesia selamanya
WARISAN YG BELUM TERBAGI
-timbulnya warisan -warisan selesai dibagi
SUBYEK PAJAK BADAN DALAM NEGERI
-didirikan atau berkedudukan di -dibubarkan atau tdk lagi berkedudukan
Indonesia di Indonesia
SUBYEK PAJAK LUAR NEGERI-MELALUI BUT
-menjalankan usaha / kegiatan melalui -tdk lagi menjalankan usaha / kegiatan
BUT di Indonesia usaha melalui BUTdi Indonesia

SUBYEK PAJAK LUAR NEGERI-TIDAK MELALUI BUT


-menerima/memperoleh penghasilan dari -tdk lagi menerima/memperoleh
Indonesia penghasilan dari Indonesia

Pasal 2A

3
01-Apr-17

BUKAN SUBYEK PAJAK

KANTOR PERWAKILAN NEGARA ASING & -Kedubes, Konsulat dll


PEJABATNYA Pejabat dengan syarat
-bukan WNI & tdk ada
penghasilan lain di Indonesia
-asas timbal balik

ORGANISASI INTERNASIONAL & -PMK 215/PMK.03/2008 &


PEJABATNYA perubahannya
Pejabat dengan syarat
-Bukan WNI & tdk ada
penghasilan lain di
Indonesia
-Dibentuk berdasarkan UU
UNIT TERTENTU BADAN PEMERINTAH -sumber dana APBN/D
-penerimaan masuk APBN/D
-diperiksa aparat fungsional
negara
Pasal 2 & 3

NPWP ORANG PRIBADI

Subyek Pajak Wajib Pajak Daftar NPWP


-Syarat subyektif terpenuhi -Berpenghasilan -Usaha/Pek Bebas
-Syarat obyektif terpenuhi -SelainUsaha/Pek Bebas dgn
pengh>PTKP
-Wanita kawin yg dikenai
pajak terpisah

NPWP Hapus NPWP


-Syarat subyektif dan atau
obyektif tidak terpenuhi

Prosedur pendaftaran, penghapusan NPWP dll


PER 20/PJ/2013 jo PER 38/PJ/2013

4
01-Apr-17

Setiap tambahan kemampuan ekonomis


P yang diterima atau diperoleh WP
yang berasal dari Indonesia maupun
E dari luar Indonesia
N yg dapat dipakai untuk dikonsumsi atau
G untuk menambah kekayaan
dengan nama dan dalam bentuk apapun
H
A Dari Pekerjaan : Dari Harta/Modal :
-Gaji, Upah, Tunjangan -Sewa, Bunga, Dividen, Royalti
S Dari Pekerjaan Bebas :
-Laba jual harta
Dari Kegiatan :
I -Fee Tenaga Ahli-akuntan, dokter dll
-Hadiah lomba
-Komisi agen asuransi, MLM dll
L Dari Usaha :
-Penghargaan

A -Dagang : Toko kelontong dll


-Jasa : Bengkel, salon dll
Lain-lain :
-Pembebasan hutang
N -Industri : Pabrik roti, tempe dll -Undian

Pasal 4 (1)

OVERVIEW PPh

Penghasilan

Non Obyek Obyek


Pasal 4 (3) Pasal 4 (1)

Pengenaan PPh
Dalam Tahun Berjalan Hitung Di SPT Tahunan

PPh Dipotong Pihak Lain -Penentuan Pengh


Tidak Dipotong Netto
Ps.21,22,23,15,4(2)
Tidak Bayar -Penentuan Pengh
PPh Bayar Sendiri
Sendiri Kena Pajak
Ps.25
-Penghitungan PPh
Terutang & PPh Kurang
Final Tidak Final Kredit Pajak (Lebih) Bayar
-Penghitungan PPh
ps.25 tahun berikutnya
Lapor Di SPT Tahunan

5
01-Apr-17

OVERVIEW PEMOTONGAN PPh


Pasive Income
Active Income
Bunga,Dividen,
Pekerjaan, Jasa Royalti,Sewa,
& Kegiatan
Undian

WP OP &
WP OP WP Badan Badan

PPh
PPh ps.21 PPh ps.23 PPh ps.23
Pasal.4(2)

OVERVIEW BIAYA VS PENGHASILAN

Ps. 6 (1) : Deductible Ps. 4 (1) : Oby-Taxable


Ps. 9 (1) : Non Deductible Ps. 4 (3) : Non Oby-Non Taxable
Biaya Penghasilan
Kerugian Keuntungan

Deductible Taxable Gaji, Bunga, Sewa

Non Deductible Non Taxable Natura, Sumbangan

Deductible Non Taxable Natura/Sumbangan tertentu

Non Deductible Taxable Dividen

6
01-Apr-17

PENGHASILAN OBYEK PAJAK-Ps. 4 (1)


a. Imbalan berkenaan dgn pekerjaan atau jasa
yang diterima /diperoleh termasuk gaji, upah, tunjangan,
honorarium, komisi, bonus, gratifikasi, uang pensiun, atau
imbalan dlm bentuk lain, kecuali ditentukan lain dalam UU ini

-Pekerjaan  Pegawai Tetap/Tidak Tetap (WP OP)  Gaji, Upah, THR, Bonus, dll
-Jasa  Pemberi Jasa (WP OP atau WP Badan)  Honor, Fee, Komisi dll
-Pensiunan  uang pensiun
-Imbalan dlm bentuk natura/kenikmatan – Non Oby (Ps.4 (3))

b. Hadiah dari undian/pekerjaan/kegiatan & Penghargaan


-Hadiah lomba, kontes, turnamen
-Penghargaan Festival Film Indonesia, Anugerah Musik Indonesia
-Hadiah undian Gebyar Tahapan BCA, Durian Runtuh BNI  PPh Final
-PER 11/PJ/2015
c. Laba Usaha
Bagaimana menentukan laba usaha ???
PEMBUKUAN atau PENCATATAN

PENGHASILAN OBYEK PAJAK-Pasal. 4 (1)


d. Keuntungan karena penjualan/pengalihan harta
Termasuk: Harta
-pengalihan harta ke perseroan dll sbg setoran modal
-pengalihan harta kpd pemegang saham,sekutu dll
Aset
-karena likuidasi atau restrukturisasi usaha Tetap
-karena hibah/bantuan/sumbangan yg tidak memenuhi
Kerugian penjualan/pengalihan harta  ps.6 (1)
Pengalihan harta yg dikenakan PPh final : Harga Jual/Harga Wajar 1,000
-Tanah/Bangunan Harga Perolehan/Nilai Buku (800)
-Investasi saham di bursa efek Laba Penjualan Harta 200
Harga Wajar  transaksi hub istimewa

e. Penerimaan kembali pembayaran pajak yang telah


dibebankan sebagai biaya & tambahan pengembalian pajak

Pembayaran pajak sbg beban : Pembayaran pajak sbg uang muka :


-PBB, Pajak Kend Bermotor dll -PPh ps.21,22,23,25
-PPh final -PPN Masukan yg dikreditkan

7
01-Apr-17

PENGHASILAN OBYEK PAJAK-Ps. 4 (1)


f. Bunga, termasuk premium, diskonto &
jaminan pengembalian utang
Premium : Harga Jual Obligasi > Nilai Nominal  bagi Penjual
Diskonto : Nilai Nominal > Harga Beli Obligasi  bagi Pembeli
Bunga yg dikenakan PPh final antara lain:
-Bunga deposito/tabungan
-Bunga obligasi dll

g. Dividen dgn nama & dlm bentuk apapun,


termasuk dividen dari perusahaan asuransi kepada pemegang polis
& pembagian SHU koperasi
Termasuk dividen Tdk termasuk dividen :
- pemberian saham bonus tanpa setoran - Saham bonus dari kapitalisasi
- pembayaran likuidasi > modal disetor agio saham
- biaya perush utk pribadi pemegang saham - Saham bonus dari kapitalisasi
- imbalan bunga > kewajaran kpd pemegang surplus revaluasi aset tetap
saham
Dividen diterima WP OP dikenakan PPh Final
Dividen/ bagian laba tertentu bukan obyek pajak-ps. 4 (3)

PENGHASILAN OBYEK PAJAK-Ps. 4 (1)


h. Royalti atau imbalan atas penggunaan hak

-Hak menggunakan hak cipta di bidang sastra, seni, ilmiah, merek dagang dll
-Hak menggunakan peralatan komersial, industrial, komersial
-Hak menggunakan film
-dll

i. Sewa, dan penghasilan lain sehubungan dgn penggunaan


harta

Penghasilan yang diterima/diperoleh sehub dgn Sewa yg dikenakan PPh Final :


- kesepakatan utk memberikan hak menggunakan -tanah/bangunan
harta -kapal/pesawat (PPh ps.15)
- selama jangka waktu tertentu
- baik dgn perjanjian tertulis maupun tidak
tertulis
sehingga harta tersebut hanya dpt digunakan oleh
penerima hak selama jangka waktu yang telah
disepakati
(SE 35/PJ./2010)

8
01-Apr-17

PENGHASILAN OBYEK PAJAK-Ps. 4 (1)


j. Penerimaan/perolehan pembayaran
berkala
misalnya "alimentasi" atau tunjangan seumur hidup yang dibayar secara
berulang-ulang dalam waktu tertentu

k. Keuntungan pembebasan utang, kecuali s.d.


jumlah tertentu yang diatur PP

PP No.130 Tahun 200 : Pembebasan utang Debitur Kecil bukan obyek pajak
utang usaha yg jumlahnya ≤ Rp 350 juta, termasuk : Kredit Usaha Keluarga
Prasejahtera (KUKESRA), Kredit Usaha Tani (KUT), Kredit Pemilikan Rumah
Sangat Sederhana (KPRSS), Kredit Usaha Kecil (KUK) & Kredit kecil lainnya dlm
rangka kebijakan perkreditan BI dlm mengembangkan usaha kecil & koperasi

PENGHASILAN OBYEK PAJAK-Ps. 4 (1)


l. Keuntungan selisih kurs mata uang asing
Keuntungan & kerugian selisih kurs diakui sesuai SAK yg berlaku
PSAK 10 ttg Pengaruh Perubahan Nilai Tukar
20X1 Pembukuan awal = kurs a (ps.9 PP No.94 tahun 2010)
a vs b
Realisasi = kurs b a vs c
Neraca = kurs c LABA RUGI SELISIH KURS
c vs d
20X2 Realisasi = kurs d c vs e Rugi selisih kurs  ps.6 ayat 1
Neraca = kurs e

m. Selisih lebih karena penilaian kembali aktiva


(revaluasi aset tetap)

Nilai
Pasar
Selisih Obyek PPh Final
Lebih PMK 79/PMK.03/2008
Nilai
Buku

9
01-Apr-17

PENGHASILAN OBYEK PAJAK-Ps. 4 (1)


n. Premi Asuransi
Penghasilan bagi perusahaan asuransi

o. Iuran yg diterima/diperoleh perkumpulan dari


anggotanya yg terdiri dari WP yg menjalankan usaha/pekerjaan bebas
Perkumpulan/asosiasi yg anggotanya WP usaha/pekerjaan bebas, a.l :
-IKPI = Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (pekerjaan bebas)
-SPS = Serikat Penerbit Surat Kabar (Usaha)

p. Tambahan kekayaan neto yg berasal dari


penghasilan yang belum dikenakan pajak
20X1 20X2
Harta 5.000.000 10.000.000
Hutang -500.000 -700.000
Harta Bersih 4.500.000 vs 9.300.000 = 4.800.000
Penghasilan Netto= Obyek+Non Obyek 3.500.000 =
2.750.000
Biaya Hidup -750.000
Penghasilan Belum Dilaporkan = 2.050.000

PENGHASILAN OBYEK PAJAK-Ps. 4 (1)


p. Penghasilan dari usaha berbasis Syariah
-PP No.25 Tahun 2009
-PMK 137/PMK.03/2013

q. Imbalan bunga yang diatur UU KUP


PMK 226/PMK.03/2013 jo PMK 186/PMK.03/2015
Imbalan bunga diberikan a.l :
-keterlambatan pengembalian kelebihan pembayaran pajak (Pasal 11 (3) UU KUP
-keterlambatan penerbitan SKP LB (Pasal 17B (3) UU KUP

r. Surplus Bank Indonesia


-PMK 100/PMK.03/2011 jo
-PMK 86/PMK.010/2015

10
01-Apr-17

PENGHASILAN FINAL-Ps. 4 (2)


a. bunga deposito/tabungan lain, bunga PPh FINAL
obligasi/surat utang negara, & bunga
simpanan yg dibayarkan oleh koperasi
kpd anggota koperasi orang pribadi PPh LUNAS
b. hadiah undian Diatur dgn PP
c. transaksi saham & sekuritas lain, - Pengh final tdk dihitung
transaksi derivatif yg diperdagangkan di kembali di SPT Tahunan PPh
bursa, & transaksi penjualan - Biaya utk 3M pengh final tdk
saham/pengalihan penyertaan modal dpt dibebankan
pada perusahaan pasangannya yang - PPh final tdk dpt dikreditkan
diterima oleh perusahaan modal
PPh final selain ps.4 (2)
ventura - ps.21 : pesangon,manfaat pensiun
d. transaksi pengalihan harta berupa - ps.22 : penjualan BBM ke penyalur
tanah dan/atau bangunan, jasa - ps.15 : pelayaran DN,
Pelayaran/penerbangan LN
konstruksi, real estate, & persewaan - ps.17 (2.c) : Dividen WP OP
tanah dan/atau bangunan - ps.19 : revaluasi aset
e. dll

PENGHASILAN NON OBYEK PAJAK-Ps. 4 (3)


a.1. Bantuan/Sumbangan, termasuk zakat
PP No.18 tahun 2009 : yang diterima badan/lembaga amil zakat yg
- zakat & sumbangan dibentuk/disahkan pemerintah & yang diterima
keagamaan bukan obyek penerima zakat yang berhak atau
PER 33/PJ/2011-PER 15/PJ/2012 sumbangan keagamaan yang sifatnya
- Lembaga penerima zakat &
sumbangan keagamaan wajib bagi pemeluk agama yang diakui di
Indonesia, yg diterima oleh lembaga keagamaan
PMK 245/PMK.03/2008 yang dibentuk/disahkan pemerintah & yang
Sedarah lurus satu derajat diterima penerima sumbangan yg berhak, yg
ketentuannya diatur degan PP
Ortu Anak
a.2. Harta hibahan, yg diterima keluarga
Badan keagamaan, sosial, sedarah dlm garis keturunan lurus satu derajat,
pendidikan  non profit badan kegamaan, badan pendidikan, badan sosial
OP usaha mikro & kecil : termasuk yayasan, koperasi, atau orang pribadi yg
-kekayaan bersih max 500 jt menjalankan usaha mikro & kecil yg ketentuannya
(excl tanah/bangunan usaha)atau diatur dengan PMK
-penjualan max Rp.2,5 M/thn
Sepanjang tdk ada hubungan usaha, pekerjaan,
kepemilikan atau penguasaan diantara pihak2 yg
bersangkutan

11
01-Apr-17

PENGHASILAN NON OBYEK PAJAK-Ps. 4 (3)


b. Warisan

c. Harta termasuk setoran tunai, yang diterima oleh badan sebagai


pengganti saham atau penyertaan modal

Sesuai perlakuan akuntansi


– setoran modal diakui di Neraca disisi Ekuitas, bukan sbg
pendapatan

d. Imbalan sehubungan dgn pekerjaan atau jasa


dalam bentuk natura dan atau kenikmatan yg
diberikan WP atau Pemerintah,
kecuali yg diberikan oleh
-bukan WP
-WP yg dikenakan PPh final
- WP yg menggunakan norma khusus (deemed profit)-ps.15

PENGHASILAN NON OBYEK PAJAK-Ps. 4 (3)


e. pembayaran dari perusahaan asuransi kpd orang pribadi
sehub dengan asuransi kesehatan, kecelakaan, jiwa, dwiguna, & bea siswa
PPh telah dikenakan pada saat pemi asuransi dibayar
-Premi asuransi dibayar perusahaan Obyek pajak bagi pegawai
– WP OP/Pegawai bayar premi non deductible
Ps.9 ayat 1.d

f. dividen atau bagian laba yg diterima/diperoleh PT sbg WP DN,


koperasi, atau BUMN/D, dari penyertaan modal pada badan usaha yg didirikan
& bertempat kedudukan di Indonesia dgn syarat
-dividen berasal dari cadangan laba ditahan &
-bagi PT & BUMN/D kepemilikan saham ≤ 25% dari jml modal disetor

PT. X

PT. A BUMN B Koperasi Tn. C


Pemegang Saham
(30%) (20%) (10%) (40%)

Oby tdk Oby


Non Oby Non Oby
final final

12
01-Apr-17

PENGHASILAN NON OBYEK PAJAK-Ps. 4 (3)

g. iuran yang diterima/diperoleh dana pensiun yg


pendiriannya telah disahkan Menkeu, baik yg dibayar oleh
pemberi kerja maupun pegawai
Agar tidak mengurangi hak peserta pensiun. PPh akan dikenakan
pada saat peserta pensiun menerima uang pensiunnya kelak

h. Penghasilan dari modal yg ditanamkan oleh dana


pensiun pada huruf g, dalam bidang-bidang tertentu yang ditetapkan
dengan PMK
PMK 234/PMK.03/2009, bidang-bidang tertentu
-bunga,diskonto & imbalan deposito & tabungan pada bank di Indonesia
-bunga, diskonto & imbalan obligasi , sukuk, SPN yg diperdagangkan di
bursa efek di Indonesia
-dividen dari saham PT yg tercatat di bursa efek di Indonesia

PENGHASILAN NON OBYEK PAJAK-Ps. 4 (3)


i. bagian laba yg diterima/diperoleh anggota dari
-perseroan komanditer yg modalnya tdk terbagi atas saham2,
persekutuan, perkumpulan, firma, & kongsi, termasuk
pemegang unit penyertaan kontrak investasi kolektif
badan-badan tsb yg merupakan himpunan para anggotanya dikenai
pajak sebagai satu kesatuan, yaitu pada tingkat badan tersebut.
Kontrak investasi kolektif
Oby Pajak -KEP 147/PJ/2003
Laba PT Dividen Pemegang
Oby Pajak PT
Saham
Entitas terpisah

Non Oby Pajak


Laba CV Bag Laba
Oby Pajak CV Anggota CV

Satu kesatuan

j. dihapus

13
01-Apr-17

PENGHASILAN NON OBYEK PAJAK-Ps. 4 (3)


k. bagian laba yg diterima/diperoleh perusahaan
modal ventura dari badan pasangan usaha yg didirikan &
menjalankan usaha atau kegiatan di Indonesia, dgn syarat badan
pasangan usaha tersebut :
-merupakan perusahaan mikro, kecil, menengah, atau yg menjalankan
kegiatan dalam sektor2 usaha yg diatur dgn PMK, dan
-sahamnya tdk diperdagangkan di bursa efek di indonesia
KMK 250/KMK.04/1995, Perusahaan kecil & menengah pasangan usaha
adalah perusahaan yg penjualan bersihnya setahun ≤ Rp 5 M

l. beasiswa yang memenuhi persyaratan tertentu


yang ketentuannya diatur dgn PMK PMK 246/PMK.03/2008 jo
PMK 154/PMK.03/2008
Penerima Beasiswa : WNI & tdk punya hubungan istimewa dgn
Pemilik, Komisaris, Direksi/Pengurus dari WP Pemberi beasiswa
Tempat pendidikan : dalam atau luar negeri
Jalur pendidikan : formal atau non formal
Komponen beasiswa : biaya pendidikan, ujian, penelitian,
pembelian buku & biaya hidup wajar sesuai lokasi

PENGHASILAN NON OBYEK PAJAK-Ps. 4 (3)


m. sisa lebih yg diterima/diperoleh badan/lembaga
nirlaba yg bergerak dlm bidang pendidikan dan/atau
bidang penelitian dan pengembangan, yg telah terdaftar pada
instansi yg membidanginya, yg ditanamkan kembali dlm bentuk sarana &
prasarana kegiatan pendidikan dan/atau penelitian & pengembangan, dlm
jangka waktu paling lama 4 (empat) tahun sejak diperolehnya sisa lebih
tersebut, yg ketentuannya diatur dgn PMK
-PMK 80/PMK.03/2009
-PER 44/PJ./2009
n. bantuan atau santunan yg dibayarkan
oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
kpd WP tertentu, yang ketentuannya diatur dgn -PMK 247/PMK.03/2008
PMK
Badan Penyelenggara: JAMSOSTEK, TASPEN, ASABRI, ASKES dll
WP Tertentu:
-WP/Masayarakat tdk mampu
-WP/Masyarakat yg sdg mengalami bencana
-WP/Masyarakat yg tertimpa masalah

14
01-Apr-17

PENGHASILAN LUAR NEGERI


Penggabungan Penghasilan & Kerugian Luar Negeri
• Contoh : laba cabang di LN
Penghasilan Usaha • Pada tahun pajak diperolehnya (accrual basis)

• Contoh : dividen, bunga, royalti, hadiah dll


Penghasilan Lain • Pada tahun pajak diterimanya (cash basis)

Dividen ps.18 (2) • Dilakukan saat ditetapkan Menkeu

Kerugian • Tidak dapat digabungkan di Indonesia

Kredit Pajak Luar Negeri (ps.24)


Maks Kredit Pajak LN = (Pengh Luar Negeri/Pengh Kena Pajak)xPPh Terutang
Jika Pengh Kena Pajak<Pengh Luar NegeriKredi Pajak LN = PPh terutang

-KMK 164/KMK.03/2002

suami PENGGABUNGAN PENGHASILAN ISTERI &


isteri

anak
ANAK BELUM DEWASA-Ps.8
Suami Isteri
Penghasilan/kerugian (juga kompenasi rugi)
SPT wanita yg telah kawin Kary PT.X Kary PT.Y
pada awal tahun/bagian tahun pajak, tdk digabung
dianggap sbg penghasilan/kerugian suaminya Kary PT.X Kary
PT.Y & PT.Z
Kecuali
Digabung. 2 perush
-penghasilan tsb semata-mata Kary
Kary PT.X
diterima/diperoleh dari 1 pemberi kerja PT.YPT. Z
yang telah dipotong PPh ps.21, & Digabung. 2 perush
-pekerjaan tsb tdk ada hubungannya dgn Kary PT.X Kary Kedubes
usaha/pekerjaan bebas suami atau anggota Digabung.tdk dipotong ps.21
keluarga lainnya Kary PT.X Usaha salon
Digabung.isteri usaha
Penghasilan anak belum dewasa
(blm 18 tahun & blm pernah menikah) Usaha Manajer
Catering usaha suami
Digabung dgn penghasilan ortunya Digabung. Ada hub usaha
Pemegang
Kary PT.X
Saham PT.X
Tanpa Syarat !! tdk Digabung.suami bkn usaha

15
01-Apr-17

SUAMI-ISTERI DIKENAKAN PAJAK


TERPISAH-Ps.8

Hidup Berpisah (HB) Hitung PPh sendiri-sendiri

Isteri menjalankan
hak & kewajiban
pajak sendiri (MT)
Penghasilan Neto suami+isteri
Mengadakan PPh masingmasingporsi pengh neto
perjanjian pisah
harta & penghasilan Rp.000
(PH)
Suami Isteri Jml
Pengh Neto 300.000 200.000 500.000
PTKP K/I/1 117.000
PKP 383.000
PPh terutang 39.450 26.300 65.750
Porsi 300/500 200/500

PENENTUAN PENGHASILAN NETO


Pensiun Usaha /
Pegawai Tetap
Umum Bulanan Pekerjaan
ps.21 (3) Bebas
ps. 21 (3)
• Pengh Bruto • Pengh Bruto • Pengh Bruto • Pembukuan
• -/- • -/- • -/- • Pencatatan
• Biaya 3M • By jabatan • By Pensiun
(ps.6 (1)) • Iuran Pensiun
-Mendapatkan
-Menagih
-Memelihara

-/-
Zakat & Sumbangan Keagamaan Wajib
Yg Dibayarkan Ke Lembaga Yg Dibentuk/Disahkan Pemerintah
PP No.60 Tahun 2010; PMK 245/PMK.03/2010; PER 6/PJ/2011
PER 33/PJ/2011 jo PER 15/PJ/2012

16
01-Apr-17

PEMBUKUAN PENCATATAN
Suatu proses pencatatan yg dilakukan scr Terdiri atas data yg dikumpulkan scr teratur
teratur utk mengumpulkan data & info ttg peredaran/penerimaan bruto dan/atau
keuangan yg meliputi harta, kewajiban, penghasilan bruto sbg dasar utk menghitung
modal, penghasilan & biaya, serta jumlah jumlah pajak yg terutang, termasuk
harga perolehan & penyerahan barang/jasa, penghasilan yg bukan objek pajak dan/atau
yg ditutup dgn menyusun lapkeu : neraca, & yg dikenai pajak yg bersifat final.
laporan RL utk periode Tahun Pajak tsb. ps.28 (9) UU KUP
ps.1 UU KUP

RL Komersial +/- Korfis Pengh Netto Peredaran Bruto x % Norma


WP Wajib Pembukuan WP Boleh Norma
-WP Badan -WP OP dgn Peredaran bruto < Rp.4,8 M
-WP OP dgn Peredaran bruto ≥ Rp.4,8 M
Ketentuan Pembukuan Ketentuan Pencatatan & Norma
-memperhatikan itikat baik & -ps.14, PER17/PJ/2015, PER 4/PJ/2009
mencerminkan keadaan sebenarnya -pemberitahuan paling lambat 3 bln awal
-angka arab, huruf latin, bhs Indonesia, tahun, jika tdk  dianggap pembukuan
Rupiah (Inggris & USD dgn izin) -3 kel wilayah norma
-taat asas (metode penyusutan dll) > 10 ibu kota Prop (BJDS2M3P2)
-akrual atau kas basis (kec utk penjualan, > ibu kota prop lain
HPP, penyusutan & amortisasi) > daerah lain
-disimpan 10 tahun -penerapan sesuai wilayah & jenis usaha

PENGHASILAN KENA PAJAK &


PPh KURANG (LEBIH) BAYAR
Pengh Neto-Usaha/Pek Bebas 855,000,000
Pengh Neto-Pekerjaan 87,153,960
Pengh Neto-Dalam Negeri Lain 35,000,000
Pengh Neto-Luar Negeri 100,000,000
1,077,153,960
Zakat -
1,077,153,960
Kompensasi Rugi - ps.6 (2)
PTKP (121,500,000) ps.7
Pengh Kena Pajak 955,653,960
PPh Terutang 231,695,900 ps.17
PPh Dipotong Pihak Lain
- Kredit Pajak DN (44,707,650) ps.21,22,23
- Kredit Pajak LN (24,244,773) ps.24
PPh Harus Dibayar Sendiri 162,743,477
PPh Dibayar Sendiri (170,000,000) ps.25
PPh Kurang (Lebih) Bayar (7,256,523)

17
01-Apr-17

PTKP (2016 s.d sekarang


Rp.54.000.000 setahun Tidak Kawin : TK/…
Diri Sendiri WP Kawin : K/…
Isteri Gabung : K/I/…
Rp.4.500.000 setahun
Hidup Berpisah : HB/…
Status Kawin
Pisah Harta : PH/…
Rp.54.000.000 setahun
Sedarah Lurus
Tambahan seorang isteri yg pengh digabung -Ortu, Kakek/Nenek dst
-Anak, Cucu dst
Rp.4.500.000 setahun Semenda Lurus
Tambahan setiap anggota keluarga -Mertua, Kakek/Nenek dst
sedarah/semenda dlm garis keturunan lurus & -Anak Tiri, Cucu dst
anak angkat yg jadi tanggungan sepenuhnya,
maksimal 3 orang
Keadaan yang menentukan:
-Awal tahun bagi WP OP DN
-Awal bulan kedatangan bagi WP yg baru datang & menetap di Indonesia

TARIF Ps.17 UU PPh


Penghasilan Kena Pajak Rp.599.999.999
(Dibulatkan ke ribuan penuh kebawah)

5% • PKP≤Rp.50 jt x Rp.50.000.000 = Rp. 2.500.000

15% • Rp.50 jt<PKP≤Rp.250 jt x Rp.200.000.000 = Rp.30.000.000

25% • Rp.250 jt<PKP≤ Rp.500 jt x Rp.250.000.000 = Rp.62.500.000

30% • PKP>Rp.500 jt x Rp.99.999.000 = Rp.29.999.700

Rp.599.999.000 = Rp.124.999.700
Dibulatkan !

18
01-Apr-17

Imbalan Cash vs Natura/ Kenikmatan


Pasal 6 (1)-Biaya Deductible Pasal 9 (1)-Biaya Non Deductible
a.2. biaya berkenaan dgn pekerjaan/jasa e. Penggantian/imbalan sehubungan dgn
termasuk upah, gaji, honorarium, bonus, pekerjaan/jasa yg diberikan dlm bentuk natura
gratifikasi, dan tunjangan yang diberikan & kenikmatan, kecuali
dalam bentuk uang. -penyediaan makanan & minuman bagi seluruh
pegawai serta
-penggantian/imbalan dalam bentuk natura &
kenikmatan di daerah tertentu &
-yg berkaitan dgn pelaksanaan pekerjaan yg
diatur dengan PMK
Pemberi Penerima Komersial Korfis Fiskal
Penjualan 1,000 1,000
Imbalan Cash Deductible Taxable Biaya2 (600) (600)
Natura Non Deductible Non Taxable Natura (50) 50 0
Laba 350 400

Penyediaan makan dll Deductible Non Taxable


WP Final Komersial Korfis Fiskal
Penjualan 1,000 -1,000 0
Natura o/ WP final dll Non Deductible Taxable
Biaya2 (600) 600 0
Natura (50) 50 0
Penyediaan makan dll Laba 350 0
Non Deductible Taxable
o/ WP final dll

Pensiun vs Asuransi
Pasal 6 (1)-Biaya Deductible Iuran Pensiun dibyr Pemberi Kerja
c. iuran kepada dana pensiun yg telah Tidak termasuk penghasilan yg dipotong
disahkan oleh Menkeu PPh ps. 21 :
Pasal 9 (1)-Biaya Non Deductible - iuran pensiun yg dibayarkan kpd dana
d. premi asuransi kesehatan / kecelakaan / jiwa pensiun yg telah disahkan oleh Menkeu,
/ dwiguna, & asuransi bea siswa, yg dibayar oleh iuran THT atau iuran JHT kpd badan
WP orang pribadi, kecuali jika dibayar oleh penyelenggara THT/ badan penyelenggara
pemberi kerja & premi tersebut dihitung sbg Jamsostek yg dibayar oleh pemberi kerja
penghasilan bagi WP yg bersangkutan

Pengh Bruto Sebulan :


-Gaji dll Rp6,912,250 Iuran=non oby Investasi
Dana Investasi
-Premi Asuransi dibyr Perush Rp500,000 Pensiun tertentu
-Iuran Pensiun dibyr Perush Rp200,000 Uang Pensiun=oby Hasil=non oby
Rp7,412,250
Pengurangan : Premi=oby Investasi
-By Jabatan -Rp370,613 Perush
Investasi
-Premi Asuransi dibyr Pegawai -Rp200,000 Asuransi
-Iuran Pensiun dibyr Pegawai -Rp100,000 Klaim Asuransi=non oby Hasil=oby
-Rp470,613
Pengh Neto Sebulan Rp6,941,638
PPh ps.21 Sebulan Rp122,079

19
01-Apr-17

Hubungan Usaha, Pekerjaan, Kepemilikan &


Penguasaan-Ps.4 (3.a)Ps.8 PP No.94 Tahun 2010
HUBUNGAN USAHA
terdapat transaksi yang bersifat rutin antara kedua belah pihak: pembelian,
penjualan, atau pemberian imbalan lain dengan nama & dlm bentuk apapun

HUBUNGAN PEKERJAAN
Terdapat hubungan yg berupa pekerjaan, pemberian jasa, atau pelaksanaan
kegiatan secara langsung atau tidak langsung antara kedua pihak

PT.X
Perush
Asuransi

Tn. C
Tn. A Tn. B
Agen
Direktur Pegawai
Asuransi

Hub Pekerjaan Hub Pekerjaan


Langsung Tdk Langsung

Hubungan Usaha, Pekerjaan, Kepemilikan &


Penguasaan-Ps.4 (3.a)Ps.8 PP No.94 Tahun 2010
HUBUNGAN PENGUASAAN
WP menguasai Wajib Pajak lainnya atau dua atau lebih WP berada di bawah
penguasaan yg sama baik langsung maupun tdk langsung

Tn B Tn F Tn G
Direktur Direktur Direktur

Tn A Tn C Tn C Tn B Tn B Jr Tn E
DIrektur Komisaris Direktur Komisaris DIrektur Komisaris

PT X PT Y PT Z

PT.X & PT.Y ada hub penguasaan PT. X/PT.Y & PT.Z ada hub penguasaan
manajemen secara langsung karena Tn.B manajemen secara langsung karena Tn.B
& Tn.C & Tn.B Jr
hubungan penguasaan manajemen hanya terjadi antara entitas yg
pengurusnya sama/memiliki hubungan keluarga. Sedangkan antara
pengurus dlm entitas tersebut tdk memilki hubungan penguasaan

20
01-Apr-17

Hubungan Usaha, Pekerjaan, Kepemilikan &


Penguasaan-Ps.4 (3.a)Ps.8 PP No.94 Tahun 2010
HUBUNGAN KEPEMILIKAN
WP mempunyai penyertaan modal langsung atau tidak langsung paling rendah
25% pada WP lain;
hubungan antara WP dgn penyertaan paling rendah 25% pada dua Wajib Pajak
atau lebih; atau
hubungan antara dua WP atau lebih yang disebut terakhir
A & C Hub Tdk Langsung

A & B Hub Langsung B & C Hub Langsung

PT A 50% PT B 50%
PT C B,C & D
Hub karena A
atau
Tn A 25% PT D
A & D Hub Langsung

21