Anda di halaman 1dari 11

Karakteristik dan

Perbedaan Individu

BAB I
PENDAHULUAN
 
A. Latar Belakang
Manusia adalah mahluk yang dapat dipandang dari berbagai sudut pandang. Sejak ratusan
tahun sebelum masehi manusia telah menjadi salah satu objek filsafat, baik objek formal
yang mempersoalkan hakikat manusia maupun objek materiil yang mempersoalkan
manusia sebagai apa adanya manusia dan dengan berbagai kondisinya. Sebagaimana
manusia dikenal sebagai mahluk yang berfikir atau “Homo Sapiens”, mahluk yang dapat
dididik atau “Homo Educandum”, dan seterusnya. Hal-hal tersebut merupakan pandangan
tentang manusia yang dapat digunakan untuk menetapkan carapendekatan yang akan
dilakukan terhadap manusia tersebut.

Berbagai pandangan tentang manusia membuktikan bahwa manusia adalah mahluk yang
kompleks. Kini bangsa indonesia telah menganut satu pandangan, bahwa yang diamksud
manusia secara utuh adalah manusia sebagai pribadi tang merupakan pengejawantahan
manunggalnya berbagai ciri atau sifat kodrati manusia yang secara seimbang dari berbagai
segi yaitu, (1) individu dan sosial, (2) jasmani dan rohani, (3) dunia dan akhirat.
Keseimbangan hubungan tersebut menandakan keselarasan hubungan antara manusia
dengan dirinya, manusia dengan sesama manusia, manusia dengan alam atau lingkungan
sekitarnya, dan manusia dengan Tuhan.

Berbagai uraian tentang manusia di atas perlu kita pahami untuk mengetahui karakter dari
masing-masing peserta didik. Maka dari itu kami menyusun makalah dengan judul
Karakteristik Dan Perbedaan Individu.

 
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dari penyusunan makalah dengan judul “Karakteristik Dan
Perbedaan Individu” ini dapat ditarik beberapa rumusan masalah yaitu:

1. Apa pengertian dari individu?


2. Bagaimanakah karakteristik individu?
3. Apa sajakah perbedaan yang ada pada individu?
4. Apa sajakah aspek-aspek yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
individu?
 

C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas dapat disimpulkan tujuan dari penulisan makalah ini
adalah:

1. Menjelaskan definisi individu secara keseluruhan.


2. Menjelaskan karakteristik masing-masing individu.
3. Menjelaskan perbedaan yang ada pada individu.
4. Menjelaskan aspek-aspek yang mempengaruh pertumbuhan dan perkembangan
individu.
 

BAB II
PEMBAHASAN
 
A. Pengertian Individu
Manusia adalah makhluk yang kompleks, dimana dapat disebut sebagai makhluk yang
dapat berfikir (homo sapiens); makhluk yang berbuat (homo faber); mahluk yang dapat
dididik (homo educandum). Manusia merupakan kesatuan dari makhluk individu dan sosial,
kesatuan jasmani dan rohani, dan sebagai makhluk Tuhan. Artinya manusia merupakan
kesatuan individu yang utuh dan tidak dapat dipisahkan.

B. Karakteristik Individu
Setiap individu memiliki karakteristik bawaan (heredity) dan lingkungan (environment).
Karakteristik bawaan merupakan karakter keturunan yang dibawa sejak lahir  baik yang
berkaitan dengan faktor biologis maupun sosial psikologis. Kepribadian, perilaku, apa yang
diperbuat, dipikirkan, dan dirasakan oleh seorang (individu) merupakan hasil dari
perpaduan antara faktor biologis sebagaimana unsur bawaan dan pengaruh lingkungan.

Dikenali bahwa anak mulai masuk sekolah tidak tidak selalu sama umurnya. Mereka selalu
menunjukkaan berbeda karakteristik pribadi dan kebiasaan-kebiasaan yang dibawanya ke
sekolah, pada akhirnya terbentuk pengaruh lingkungan dan hal lain yang mempunyai
pengaruh penting terhadap keberhasilannyadi sekolah, selanjutnya bagi masa depan
kehidupannya.

Sejak pembuahan (konsepsi ) kehidupan yang baru itu secara berkesinambungan


dipengaruhi oleh berbagai faktorlingkungan yang merangsang. Setiap rangsangan tersebut,
baik secara terpisan atau terpadu dengan rangsangan yang lain semuanya membantu
perkembangan potensi-potensi biologis demi terbentuknya perilaku maanusia yang dibawa
sejak lahir. Hal tersebut pada gilirannya membentuk suatu pola karakteristik perilaku yang
dapat mewujudkan seseorang sebagai individu yang berkarakteristik beda dengan individu –
individu lain.

C. Perbedaan individu
Pembahasan tentang aspek-aspek perkembangan individu dikenali ada dua hal yang
menonjol, yaitu : umumnya manusia mempunyai unsur kesamaan dalam pola
perkembangannya dan pola yang bersifat umum  itu manusia cenderung berbeda fisik dan
nonfisik.

Individu menunjukkan kedudukan orang perorang atau perseorangan. Sifat individu adalah
sifat yang berkaitan orang perseorangan, berkaitan perbedaan individual dengan 
perseorangan. Ciri atau karakteristik orang yang satu berbedda dengan yang lainnya,
dengan kata lain, makna perbedaan individu menyangkut variasi yang terjadi baik variasi
aspek fisik maupun psikologis. Perbedaan yang segera dikenali oleh guru terhadap siswanya
adalah perbedaan fisiknya,seperti : warna kulit, tinggi badan, berat badan, bentuk muka,
warna rambut, cara berdandannya, sedangkan perbedaan aspek psikilogisnya adalah
perilakunya malas/kerajinannya, kepandaiannya, motivasinya, bakatnya. dsb.

Berikut adalah beberapa perbedaan pada individu.


a) Perbedaan Kognitif
Menurut Bloom, proses belajar, baik di sekolah maupun di luar  sekolah menghasilkan tiga
pembentukan  kemampuan yang dikenal sebagai taxonomi Bloom, yaitu kemampuan
kognitif, afektif dan psikomotorik. Kemampuan kognitif merupakan kemampuan yang
berkaitan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan  teknologi. Pada dasarnya
kemampuan kognitif merupakan hasil belajar. Hasil belajar dalam hal ini merupakan
perpaduan antara pembawaan dengan pengaruh lingkungan. Proses pembelajaran adalah
upaya menciptakan lingkungan yang bernilai positif, diatur dan direncanakan untuk
mengembangkan faktor dasar yang dimiliki oleh anak.

Tingkat kemampuan kognitif tergambar pada hasil belajar yang diukur dengan tes hasil
belajar. Tes hasil belajar menghasilkan kemampuan kognitif yang bervariasi, sebab pada
dasarnya setiap individu memiliki persepsi tentang hasil pengamatan terhadap suatu objek
yang berbeda-beda. Intelegensi (IQ) sangat mempengaruhi kemampuan kognitif seseorang.
Hasil – hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kemampuan kognitif berkolerasi positif
dengan tingkat kecerdasan seseorang.

b) Perbedaan dalam Kecakapan Bahasa


Bahasa adalah salah satu kemampuan individu yang penting sekali dalam kehidupannya.
Kemampuam berbahasa merupakan kemampuan individu untuk menyatakan buah
pikirannya dalam bentuk ungkapan kata dan kalimat yang bermakna, logis, dan sistematis.
Kemampuan berbahasa setiap individu berbeda. Kemampuan ini sangat dipengaruhi oleh
faktor kecerdasan dan faktor lingkungan termasuk faktor fisik (organ untuk bicara).

Lancar atau tidaknya kemampuan berbahasa seseorang bergantung pada kondisi


lingkungan dan pembiasaannya dalam berkomunikasi.

c) Perbedaan dalam Kecakapan Motorik


Kecakapan motorik atau kemampuan psikomotorik merupakan kemampuan untuk
melakukan koordinasi kerja syaraf motorik yang dilakukan oleh syaraf pusat (otak) untuk
melakukan kegiatan. Kegiatan ini terjadi karena kegiatan kerja syaraf yang sistematis. Alat
indra menerima rangsangan, rangsangan tersebut diteruskan melalui syaraf sensoris ke
syaraf pusat (otak) untuk diolah, dan hasilnya dibawa oleh syaraf motorik untuk
memberikan reaksi dlamm bentuk gerakan- gerakan  atau kegiatan. Dengan demikian
ketepatan kerja jaringan syaraf  akan menghasilkan suatu bentuk kegiatanh yang tepat
(sesuai antara rangsangan dan responnya). Kerja ini akan menggambarkan tingkat
kecakapan motorik.

Syaraf pusat (otak) yang melaksanakan fungsi sentral dalam proses berfikir merupakan
faktor penting dalam koordinasi kecakapan motorik. Ketidak tepatan dalam pembentukan
persepsi dan penyampaian perintah akan menyebabkan kekeliruan respon atau kegiatan
yang kurang sesuai dengan  tujuan.

Bertambahnya umur seseorang mengindikasikan adanya kematangan. Hal ini akan


menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam berbagai hal, seperti kekuatan untuk
mempertahankan perhatian, koordinasi  otot, kecepatan berpenampilan, keajegan untuk
mengontrol, dan resisten terhadap kelelahan. Sehingga semakin bertambahnya usia 
seseorang akan menunjukkan kecakapan motorik yang makin tinggi.

Dapat disimpulkan bahwa kemampuan motorik  dipengaruhi oleh kematangan fisik dan
tingkat kemampuan berfikir. Karena kematangan fisik dan kemampuan berfikir setiap
individu berbeda sehingga kecakapan motorik setiap individu akan berbeda pula.

d) Perbedaan dalam Latar Belakang


Sekelompok individu dengan perbedaan latar belakang dan pengalaman dapat
memperlancar atau sebaliknya menghambat prestasi belajar mereka. Misalnya,
pengalaman-pengalaman belajar yang dimiliki anak dirumah mempengaruhi prestasinya
dalam situasi belajar yang disajikan di sekolah.

Latar belakang individu dapat dipengaruhi oleh faktor dalam dan luar. Faktor dari dalam
misalnya, kecerdasan, kemauan, bakat, minat, emosi, perhatian, kebiasaan bekerja sama,
dan kesehatan yang mendukung belajar.  Anak-anak juga berbeda diapandang dari segi
latar belakang budaya dan etnis. Motivasi untuk belajar berbeda antara budaya yang satu
dengan budaya yang lainnya. Perbedaan latar belakang, yang mliputi perbedaan sisio-
ekonomi sosio cultural, amat penting artinya bagi perkembangan anak. Akibatnya anak-
anak pada umur yang sama tidak selalu berada pada tingkat kesiapan yang sama dalam
menerima pengaruh dari luar yang lebih luas.

e) Perbedaan dalam Bakat


Bakat adalah kemampuan khusus yang dibawa sejak lahir. Bakat dapat juga diartikan
sebagai kemampuan dasar yang menentukan sejauh mana keberhasilan seseorang untuk
memperoleh keahlian atau pengetahuan tertentu bilamana seseorang diberi latihan-latihan
tertentu. Misalnya seseorang yang mempunyai bakat numerical yang baik, bila diberi
latihan-latihan akuntansi keuangan, akan mudah untuk menguasai masalah akuntansi,
begitu pula sebaliknya.

Bakat adalah kemampuan alamiah untuk memperoleh pengetahuan atau ketrampilan yang
relatif bisa bersifat umum (misalnya bakat intelektual umum) atau khusus (bakat akademis
khusus). Bakat khusus juga disebut juga talent.

Anak yang memiliki bakat istimewa sering kali memiliki tahap perkembangan yang tidak
serentak. Ia dapat hidup dalam berbagai usia perkembangan, misalnya: anak berusia tiga
tahun, kalau sedang bermain seperti anak seusianya, tetapi kalau membaca seperti anak
berusia 10 tahun, kalau mengerjakan matematika seperti anak usia 12 tahun, dan kalau
berbicara seperti anak berusia lima tahun. Yang perlu dipahami adalah bahwa anak
berbakat umumnya tidak hanya belajar lebih cepat, tetapi juga sering menggunakan cara
yang berbeda dari teman-teman seusianya. Hal ini tidak jarang membuat guru di sekolah
mengalami kesulitan, bahkan sering merasa terganggu dengan anak-anak seperti itu. Di
samping itu anak berbakat istimewa biasanya memiliki kemampuan menerima informasi
dalam jumlah yang besar sekaligus.

 Perkembangan bakat dimiliki secara individual. Bakat akan berkembang dengan baik jika
mendapat rangsangan atau kesempatan dan pemupukan secara tepat. Sebaliknya, bakat
tidak dapat berkembang sama sekali manakala lingkungan tidak memberikan kesempatan
untuk berkembang.

f) Perbedaab dalam Kesiapan Belajar


Belajar adalah sebuah proses yang berkesinambungan dari sebuah pengalaman yang akan
membuat suatu individu berubah dari tidak tahu menjadi tahu (kognitif), dari tidak mau
menjadi mau (afektif) dan dari tidak bisa menjadi bisa (psikomotorik), misalnya seseorang
anak yang belajar mengendarai sepeda akan terlebih dahulu diberi pengarahan oleh orang
tuanya lalu anak tersebut mencoba untuk mengendarai sepeda hingga menjadi bisa.

Proses belajar dipengaruhi kesiapan murid, yang dimaksud dengan kesiapan ialah kondisi
individu yang memungkinkan ia dapat belajar. Berkenaan dengan hal itu terdapat berbagai
macam taraf kesiapan belajar untuk suatu tugas khusus. Seseorang siswa yang belum siap
untuk melaksanakan suatu tugas dalam belajar akan mengalami kesulitan atau malah putus
asa. Yang termasuk kesiapan ini ialah kematangan dan pertumbuhan fisik, intelegensi latar
belakang pengalaman, hasil belajar yang baku, motivasi, persepsi dan faktor-faktor lain
yang memungkinkan seseorang dapat belajar. Sedangkan Proses kematangan dan belajar
akan sangat menentukan kesiapan belajar pada seseorang, misalnya seseorang yang proses
kematangan dan belajarnya baik akan memiliki kesiapan belajar yang jauh lebih baik
dengan seseorang yang proses kematangan dan belajarnya buruk. Perbedaan kesiapan
individu tidak saja disebabkan oleh keragaman dalam rentang kematangan tetapi juga oleh
keragaman dalam latar belakang sebelumnya.

Kondisi fisik yang sehat dalam kaitanya dengan kesehatan dan penyesuaian diri yang
memuaskan terhadap pengalaman-pengalaman disertai dengan rasa ingin tahu yang amat
besar terhadap orang-orang dan benda-benda membantu perkembangan berbahasa dan
belajar yang diharapkan. Sikap apatis, pemalu dan kurang percaya diri akibat dari
kesehatan yang kurang baik, cacat tubuh dan latar belakang yang miskin pengalaman,
mempengaruhi perkembangan pemahaman dan ekspresi diri.

D. Aspek-aspek Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Dan Perkembangan Individu


1) Pertumbuhan Fisik
Pertumbuhan fisik adalah perubahan fisik dari kecil atau pendek menjadi besar dan panjang
yang prosesnya terjadi sejak sebelum lahir hingga dewasa. Berikut masa-masa pada
pertumbuhan fisik.

 Pertumbuhan sebelum lahir


Pertumbuhan sebelum lahir dimulai ketika proses pembuahan (pertemuan sel telur dan
sperma) yang membentuk suatu sel kehidupan yaitu embrio. Embrio yang berumur satu
bulan berukuran sekitar setengah sentimeter, kemudian pada umur dua bulan membesar
menjadi dua setengah sentimeter (disebut janin). Kemudian umur tiga bulan janin sudah
membentuk bayi dalam ukuran kecil. Masa ini merupakan masa pertumbuhan dan
perkembangan manusia yang sangat kompleks, karena merupakan awal terbentuknya
organ-organ tubuh dan tersusunnya jaringan syaraf membentuk system yang lengkap.
Masa ini berakhir setelah kelahiran.

 Pertumbuhan setelah lahir


Pertumbuhan ini merupakan kelanjutan dari pertumbuhan sebelum lahir. Dalam tahun
pertama pertumbuhannya, ukuran panjang badan bertambah sekitar sepertiga dari panjang
badan dan beratnya akan bertambah menjadi tiga kalinya. Pertumbuhan fisik yang paling
cepat adalah ketika usia 8 sampai 15 tahun yang biasanya disebut ledakan pertumbuhan
pubertas. Selanjutnya akan memasuki periode tenang sampai tahap dewasa lalu tua. Tinggi
badan manusia akan tetap, namun berat badan bisa berubah-ubah.

2) Perkembangan Intelektual
Intelektual atau pola pikir seseorang berkembang sejalan dengan pertumbuhan syaraf
otaknya. Karena berpikir pada dasarnya menunjukkan fungsi otak, maka kemampuan
intelektual dipengaruhi oleh kematangan syaraf otak yang mampu menunjukkan fungsinya
secara baik. Perkembangan intelektual diawali dengan kemampuan mengenal dunia luar.
Awalnya respon  terhadap rangsangan dari luar merupakan aktivitas reflektif, seiring
dengan bertambahnya usia aktivitas tersebut berkurangterhadap setiap rangsangan dari
luar dan selanjutnya mulai terkoordinasikan. Perkembangan berikutnya ditunjukkan pada
perilakunya, yaitu tindakan memilih dan menolak sesuatu (proses analisis, evaluasi,
membuat kesimpulan dan diakhiri dengan pembuatan keputusan.

Menurut Piaget (Fatimah, 2006: 24) perkembangan kognitif seseorang mengikuti tahapan
berikut ini.

 Masa sensorik motorik (0,0-2,5 tahun)


Masa ini adalah masa ketika bayi menggunakan system penginderaan dan aktivitas motorik
untuk mengenal lingkungannya. Ia memberikan reaksi motorik terhadap rangsangan yang
diterimanya dalam bentuk refleks, seperti refleks mencari putting susu ibu, refleks
menangis, refleks kaget, dan lain-lain. Refleks-refleks ini kemudian berkembang menjadi
gerakan-gerakan yang lebih canggih, misalnya berjalan.

 Masa pra-operasional (2,0-7,0 tahun)


Ciri khas masa ini adalah kemampuan anak dalam menggunakan simbol yang mewakili
suatu konsep. Kemampuan simbolik ini memungkinkan seorang anak melakukan tindakan-
tindakan yang berkaitan dengan hal-hal yang telah dilihatnya. Misalnya, seorang anak yang
pernah melihat dokter sedang praktik, ia akan bermain dokter-dokteran.

 Masa konkreto pra-rasional (7,0-11,0 tahun)


Pada tahap ini, anak sudah dapat melakukan berbagai tugas yang konkret. Ia mulai
mengembangkan tiga macam operasi berpikir, yaitu identifikasi (mengenali
sesuatu), negasi (mengingkari sesuatu), dan reprokasi (mencari hubungan timbal-balik
antara beberapa hal).
 Masa operasional (11,0-dewasa)
Pada usia remaja dan seterusnya, seseorang akan mampu berpikir abstrak dan hipotesis.
Pada tahap ini, ia mampu memperkirakan hal-hal yang mungkin terjadi. Ia dapat
mengambil kesimpulan dari suatu pernyataan. Misalnya mainan A lebih mahal daripada
mainan B dan mainan C lebih murah daripada mainan B, maka ia dapat menyimpulkan
mainan yang paling mahal dan yang paling murah.

3) Bakat Khusus
Bakat adalah kemampuan khusus yang dimiliki oleh setiap individu yang memerlukan
rangsangan atau latihan agar berkembang dengan baik. Seseorang yang memiliki bakat
akan mudah diamati karena kemampuan yang dimilikinya berkembang dengan pesat.
Sedangkan menurut Guilford, bakat mencakup tiga dimensi, yaitu dimensi perseptual,
dimensi psikomotor, dan dimensi intelektual. Ketiga dimensi tersebut mengilustrasikan
bahwa bakat mencakup kemampuan dalam penginderaan, ketepatan dan kecakapan
menangkap makna, kecepatan dan ketepatan bertindak, serta kemampuan berfikir
intelegen. Atas dasar bakat yang dimilikinya seorang individu akan mampu menunjukkan
kelebihan dalam bertindak dan menguasai serta memecahkan masalah dibandingkan
dengan orang lain. Bakat khusus merupakan salah satu kemampuan untuk bidang tertentu
seperti bidang seni, olahraga, atau keterampilan.

4) Sosial
Manusia adalah makluk social. Manusia tidak mampu hidup seorang diri tanpa bantuan
orang lain. Sejak lahir manusia yang belum mengenal orang-orang di sekitarnya,
berangsur- angsur mulai berkembang untuk mengenal dunia luar, meresponnya dan
akhirnya saling kenal mengenal saling membantu satu sama lain.

5) Bahasa
Bahasa merupakan alat komunikasi yang bias berupa tanda, gerak, suarayang berguna
untuk menyampaikan isi pikiran kepada orang lain. Kemampuan berbahasa seseorang mulai
ada dan berkembang sejak ia dilahirkan. Kemampuan itu mulai tampak dengan adanya
ungkapan-ungkapan sederhana yang berupa tangisan yang menggambarkan rasa sedih dan
kecewa, sennyum sebagai ungkapan rasa senang dan ekspresi-ekspresi lainnya yang
terlihat pada masa bayi. Kemampuan berbahasa itu berangsur-angsur mulai berkembang
seiring dengan bertambahnya usia hingga ungkapan itu dapat dimengerti dan bias
berkomunikasi dengan orang lain.

6) Sikap, nilai dan moral


Dalam perjalanan hidup seorang manusia, pembelajaran terhadap nilai, moral, dan sikap
tidak serta merta muncul sejak lahir. Hal itu disebabkan karena pada masa itu belum ada
kemampuan untuk berinteraksi dan mengenal dunia luar. Seiring dengan perkembangan
usia, mereka mulai berinteraksi dengan dunia luar. Dalm hal ini khususnya orang tua yang
memegang peranan penting dalam upaya penanaman nilai, sikap dan moral pada diri anak.
Walaupun pada masa ini upaya ini masih berupa paksaan saja, dalam artian anak masih
belum mengerti akan maknanya, anak lama klelamaan akan terbiasa dan pada akhirnya
dapat terbawa dalam jiwa mereka saat mereka dewasa kelak.

BAB III
PENUTUP
 
A. Kesimpulan
Manusia merupakan kesatuan dari makhluk individu dan sosial, kesatuan jasmani dan
rohani, dan sebagai makhluk Tuhan. Artinya manusia merupakan kesatuan individu yang
utuh dan tidak dapat dipisahkan.

Setiap individu memiliki karakteristik bawaan (heredity) dan lingkungan (environment).


Karakteristik bawaan merupakan karakter keturunan yang dibawa sejak lahir  baik yang
berkaitan dengan faktor biologis maupun sosial psikologis. Kepribadian, perilaku, apa yang
diperbuat, dipikirkan, dan dirasakan oleh seorang (individu) merupakan hasil dari
perpaduan antara faktor biologis sebagaimana unsur bawaan dan pengaruh lingkungan.

Pembahasan tentang aspek-aspek perkembangan individu dikenali ada dua hal yang
menonjol, yaitu : umumnya manusia mempunyai unsur kesamaan dalam pola
perkembangannya dan pola yang bersifat umum  itu manusia cenderung berbeda fisik dan
nonfisik. Disini dibahas perbedaan individu dalam hal perbedaan kognitif, perbedan dalam
kecakapan bahasa, perbedaan dalam kecakapan motorik, perbedaan dalan latar belakang,
perbedaan dalam bakat, dan perbedaan dalam kesiapan belajar.

Aspek yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan individu adalah pertumbuhan


fisik, perkembangan intelektual, bakat khusus, sosial, bahasa, sikap, nilai dan moral.

 
DAFTAR PUSTAKA
BruderFIC, Admin. 2010. Deteksi Dini Terhadap Anak-Anak Berbakat, (Online),
(http://www.infokerja-jatim.com/img/favicon.ico), diakses 24 Oktober 2010)
Enikekawati. 2010. Pertumbuhan dan Perkembangan, (Online),
(http://www.Perkembangan Peserta Didik.htm, diakses 24 Oktober 2010)
Rosidi, Imron. 2009. Perbedaan Individual Dalam Pembelajaran Bahasa, (Online),
(http://www.kajian-bahasa_15.html, diakses 24 Oktober 2010)
Hazhar Fachrial, Nur Fadli. 2010. Perbedaan Individual. (Online),( http://www. Perbedaan-
Individual.html, diakses 24 Oktober 2010)
Yudi Prayudi, Yudi. 2007. Gaya Belajar Individu. (Online),
(http://www.Yusuf Yudi Prayudi.html, diakses 24 Oktober 2010)

Beri Nilai