Anda di halaman 1dari 3

7

BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Seni Tari
Menurut Sumandiyo Hadi seorang guru besar Fakultas Seni Pertunjukan
ISI Yogyakarta, ‘Seni tari sebagai ekspresi manusia yang bersifat estetis
merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia dalam masyarakat
yang
penuh makna (
meaning
)’.
(2007:13).
Keindahan yang dimaksud dalam tari ini yaitu bagaimana tarian tersebut
menyampaikan pesan yang terkandung dalam tarian tersebut. Hal ini diperjelas
oleh Sumandiyo yang mengatakan bahwa ‘Keindahan tari tidak hanya ke
selarasan
gerakan
-
gerakan badan dengan iringan musik saja, tetapi seluruh ekspresi itu
harus mengandung maksud
-
maksud isi tari yang dibawakan’. Dari penjelasan
diatas maka dapat dikatakan bahwa tari adalah ungkapan ekspresi manusia yang
dituangkan melalui
gerak anggota tubuh dimana gerakan
-
gerakan tersebut
mengandung arti/makna. Tari
Maengket: maowey kamberu
adalah ungkapan rasa
syukur masyarakat Minahasa yang di ekspresikan melalui gerak. Gerak dalam
tarian merupakan gerak yang menyimbolkan sesuatu sehin
gga mengungkapkan
apa isi yang terkandung di dalamnya. Isi yang terkandung dalam suatu tarian
itulah dapat mengungkapkan makna yang terkandung dalam suatu tarian.
2.2 Tari Tradisional
8
Tari
Maengket: maowey kamberu
merupakan tari tradisional yang secara
turun
-
temurun dilaksanakan dari generasi
-
kegenerasi. Mengutip dari pengertian
tari tradisional menurut Robby Hidajat yang menyatakan bahwa tari tradisional
‘Sebuah tata cara menari atau menyelenggarakan tarian yang dilakukan oleh
sebuah komunitas etnik se
cara turun
-
temurun dari satu generasi ke generasi
selanjutnya’. (2008:25).
Selain itu tari tradisional dikelompokkan menjadi tiga bagian : Tari tradisional
kerakyatan, tari tradisional kebangsaan, dan tari modern. Dari ketiga pelembagaan
tari diatas, tari
Maengket
tergolong tari tradisional kerakyatan dimana tari
Maengket:maowey kamberu
ini tumbuh dan berkembang dikalangan masyarakat
Minahasa yang sudah menjadi tradisi dari generasi
-
kegenerasi. Robby Hidajat
mengatakan bahwa ‘Tari tradisional kerakyatan
yakni tari yang tumbuh secara
turun
-
temurun dalam lingkungan masyarakat etnis, atau berkembang dalam rakyat
(etnik), sering sebutan
Folkdance
’. (2008:25).
2.2 Tari Upacara
Tari upacara yang pada umumnya bersifat sakral dan magis disebut
tari wali. Dalam u
pacara
-
upacara pada suku
-
suku bangsa primitive
tarinyalah yang memegang peranan terpenting. Dalam hal ini tarinya
tidak merupakan unsure yang mutlak harus ada, tetapi cenderung
untuk melengkapi saja. Misalnya sehabis potong padi, sebagai
pernyataan terima
kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, telah menjadi
tradisi bagi rakyat di desa
-
desa merayakannya.
( Supartha, 1980:26)
9
Berdasarkan pengertian diatas memiliki hubungan erat dengan pertunjukan tari
Maengket:maowey kamberu
dalam lingkungan masyarakat Mina
hasa yang
merupakan bagian dari tari upacara. Pelaksanaanya pada upacara pengucapan rasa
syukur masyarakat Minahasa pada panen hasil.
Tari
Maengket:maowey kamberu
menggunakan nyayian serta memiliki
cerita dari kehidupan masyarakat Minahasa itu sendiri, i
ni terlihat dari tiga babak
tari
Maengket
yang telah diuraikan diatas. Tari
Maengket
:
maowey kamberu
terdiri kurang lebih dari 20 orang penari yang menarikan tarian ini.
2.3 Bentuk Pertunjukan
Bentuk pertunjukan tari
Maengket:maowey kamberu
merupakan ba
gian dari
bentuk seni pertunjukan yang dapat dilihat dari keseluruhan sisi pertunjukannya,
karena tarian yang dipentaskan di areal yang terbuka Secara umum bukan hanya
dilihat dari satu sisi tetapi harus keseluruhan sisi yang terkait didalam seni yang
dip
ertontonkan tersebut. Hal ini diperjelas dengan pengertian bentuk menurut
Sumandiyo Hadi.
Berbicara mengenai bentuk, berarti berbicara tentang sesuatu yang bisa
terlihat oleh indra penglihatan manusia. Seperti halnya dalam sebuah seni
tari, akan diakui ke
beradaanya jika telah menjadi sebuah gerak, bukan
dalam bentuk imajinasi. Bentuk gerak tidak akan terlepas dari prinsip
-
prinsip bentuk, antara lain kesatuan mengandung pengertian merupakan
satu kesatuan yang utuh,variasi, repitisi atau ulangan, perpindahan
,
rangkaian, perbandingan, dan klimaks.
(2007:25)
10
Adapun aspek
-
aspek atau elemen
-
elemen dalam sebuah bentuk
pertunjukan tari yang dikemukakan oleh Sumandiyo Hadi yakni: ‘Gerak tari,
ruang tari, iringan musik tari, judul tari, tema tari, tipe/jenis tari
, mode atau cara
penyajian, serta jumlah penari’ (2007:86)
Aspek
-
aspek yang telah dipaparkan diatas, berkaitan erat dalam pertunjukan
tari
Maengket: maowey kamberu
.
a.
Gerak tari
Maengket:maowey kamberu
merupakan gerak yang selaras dengan
iringan musik peng
iring, selain itu dalam tari
Maengket
mengandung makna yang
di simbolkan melalui gerak. Menurut Sumandiyo Hadi ‘Gerak di dalam tari adalah
bahasa yang dibentuk menjadi pola
-
pola gerak dari seorang penari’ ( 2007 : 25).
b.
Ruang tari
Maengket:maowey kamberu
D
alam sebuah pertunjukan tari, hal
yang harus diutamakan yakni ruang tari, sehingga seorang penari bisa
mengeksplorasi gerak dengan ruang yang telah ditentukan, ruang dapat diartikan
sebagai salah
-
satu bagian dari unsur pertunjukan itu sendiri.
Sehubungan d
engan
itu, dalam pertunjukan tari
Maengket:maowey kamberu
menggunakan ruang yang
terbuka. Menurut Sumandiyo Hadi ‘catatan konsep ruang tari harus dapat
menjelaskan alasan ruang tari yang dipakai, misalnya dengan
stage proscenium,
ruang bentuk
pendhapa,
b
entuk arena, dan sebagainya’ (2007: 87).