Anda di halaman 1dari 3

LEARNING JOURNAL

Program Pelatihan : Pelatihan Dasar CPNS


Angkatan : XIV
Nama Mata Pelatihan : Whole of Government
Nama Peserta : dr. Radhiyana Putri
Nomor Daftar Hadir :2
Lembaga Penyelenggara Pelatihan : BPSDM Provinsi Kalimantan Timur

A. Pokok Pikiran
Whole of Government (WoG) juga dikenal sebagai pendekatan interagency, yaitu
pendekatan yang melibatkan sejumlah kelembagaan yang terkait dengan urusan-
urusan yang relevan. WoG dipandang menunjukkan atau menjelaskan bagaimana
instansi pelayanan publik bekerja lintas batas atau lintas sektor guna mencapai
tujuan bersama dan sebagai respon terpadu pemerintah terhadap isu-isu tertentu.
Sebagai contoh, WoG yang dilakukan negara Australia meliputi tiga hal yaitu
pengembangan kebijakan, manajemen program dan pemberian layanan. WoG
merupakan pendekatan yang menekankan aspek kebersamaan dan menghilangkan
sekat-sekat sektoral yang selama ini terbangun dalam model NPM. Bentuk
pendekatannya bisa dilakukan dalam pelembagaan formal atau pendekatan
informal. WoG tidak hanya merupakan pendekatan yang mencoba mengurangi
sekat-sekat sektor, tetapi juga penekanan pada kerjasama guna mencapai tujuan-
tujuan bersama. Karakteristik pendekatan WoG dapat dirumuskan dalam prinsip-
prinsip kolaborasi, kebersamaan, kesatuan, tujuan bersama, dan mencakup
keseluruhan aktor dari seluruh sektor dalam pemerintahan.
Beberapa alasan yang menyebabkan mengapa WoG menjadi penting dan tumbuh
sebagai pendekatan yang mendapatkan perhatian dari pemerintah. Pertama,
adalah adanya faktor-faktor eksternal seperti dorongan publik dalam mewujudkan
integrasi kebijakan, program pembangunan dan pelayanan agar tercipta
penyelenggaraan pemerintahan yang lebih baik. Selain itu perkembangan
teknologi informasi, situasi dan dinamika kebijakan yang lebih kompleks juga
mendorong pentingnya WoG dalam menyatukan institusi pemerintah sebagai
penyelenggara kebijakan dan layanan publik. Kedua, terkait faktor-faktor internal
dengan adanya fenomena ketimpangan kapasitas sektoral sebagai akibat dari
adanya nuansa kompetisi antar sektor dalam pembangunan. Perbedaan-perbedaan
orientasi sektor dalam pembangunan bisa menyebabkan tumbuhnya ego sektoral
yang mendorong perilaku dan nilai individu maupun kelompok yang menyempit
pada kepentingan sektornya. Oleh karena itu, diperlukan WoG. Ketiga, khususnya
dalam konteks Indonesia, keberagaman latar belakang nilai, budaya, adat istiadat,
serta bentuk latar belakang lainnya mendrong adanya potensi disintegrasi bangsa.
Dalam hal ini WoG menjadi penting, karena diperlukan sebuah upaya untuk
memahami pentingnya kebersamaan dari seluruh sektor guna mencapai tujuan
bersama.
Kategori hubungan kelembagaan dalam sebuah kontinuum dibagi menjadi
kategori koordinasi, kategori integrasi, dan kategori kedekatan dan pelibatan.
Pelaksanaan WoG dilakukan mulai dari sebatas koordinasi tanpa ada dampak
perubahan institusi atau kelembagaan sampai dengan proses merger atau
penyatuan beberapa lembaga menjadi satu unit organisasi baru. Perbedaan
masing-masing kategori terletak dari posisi masing-masing kelembagaan yang
terlibat atau dilibatkan dalam WoG. Untuk kategori koordinasi, maka
kelembagaan yang terlibat dalam pendekatan WoG tidak mengalami perubahan
struktur organisasi. Sedangkan dalam kategori integrasi, kelembagaan yang
terlibat mulai cair, dan terdapat penyamaan perencanaan jangka panjang serta
kerjasama. Adapun dalam kategori kedekatan dan pelibatan, kelembagaan
menyatukan diri dalam wadah yang relatif lebih permanen.
Contoh penerapan WoG :
Kaltim Raih Bhumandala Award 2020
Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kembali meraih penghargaan dua tahunan
dari Badan Informasi Geospasial (BIG) berupa Anugerah Bhumandala Award
Tahun 2020. Kali ini, Kaltim meraih anugerah Bhumandala Rajata atau Medali
Perak bersama Provinsi Jawa Barat untuk kategori provinsi. Didampingi Kepala
Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kaltim, HM Aswin, Gubernur
Isran Noor tidak bisa menyimpan rasa gembira dan bangga atas kinerja Bappeda
Kaltim selaku Unit Pengelolaan dan Penyebarluasan melalui UPTB Pusat Data
dan Informasi untuk Geoportal One Data One Map.
Bagi mantan Bupati Kutai Timur ini, Bhumandala Award atau penghargaan
Simpul Jaringan Informasi Geospasial telah mampu memotivasi Kaltim dalam
menyajikan informasi satu data satu peta.
Adanya program One Data One Map Kalimantan Timur yang dikelola melalui
UPTB Pusat Data dan Informasi membuktikan hal tersebut.
Selain Kaltim, dua daerah meraih Bhumandala Award 2020 berupa Bontang
kategori kota dan Kutai Kartanegara kategori kabupaten untuk Bhumandala Ariti
(perunggu).

B. Penerapan
Dokter memiliki peran penting dan ikut menentukan kelancaran dan keberhasilan
suatu rumah sakit. Agar para dokter dan tenaga kesehatan lainnya dapat
melaksanakan tugasnya dengan baik dan efektif, maka diperlukan kerjasama dari
berbagai elemen. Pada dasarnya, tujuan dari kerjasama itu adalah untuk
meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien dan agar terpenuhinya kebutuhan
yang diperlukan oleh pasien.
Sebagai contoh adalah kasus yang sedang merebak saat ini yaitu pandemi covid
19. Angka kejadian yang terus meningkat membuat mustahil jika pasien-pasien
covid-19 hanya ditangani oleh satu rumah sakit. Oleh karena itu, diperlukan
korrdinasi beberapa rumah sakit terkait perawatan pasien covid-19. Agar
koordinasi berjalan dengan lancar, maka dibentuklah satgas covid-19 wilayah
samarinda. Satgas covid ini sendiri dibawahi langsung oleh dinas kesehatan kota
samarinda. Sehingga dinas kesehatan kota pun dapat mendata jumlah dan kondisi
pasien covid-19 di seluruh kota samarinda. Satgas covid ini pun berhubungan
dengan pasien dan menjelaskan kepada pasien langkah-langkah apa saja yang
perlu dilakukan saat pasien mengalami keluhan. Kemudian tim satgas juga
berkomunikasi kepada pihak rumah sakit jika nantinya, pasien tersebut
memerlukan perawatan yang lebih intensif di rumah sakit. Seperti inilah bentuk
penerapan WoG dalam bidang kesehatan.

Anda mungkin juga menyukai