Anda di halaman 1dari 21

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Direktorat Jenderal Sum ber Daya Air


Balai Wilayah Sungai Sulawes i III Palu
Pelaks anaan Jaringan Pem anfaat an Air WS. Kaluku -
Karam a, WS. Palu - L ariang
Prov. Sulawes i Barat

AQUIFER BUATAN SIMPANAN AIR HUJAN


(ABSAH) DESA MOSSO KAB. MAJENE
SPESIFIKASI KHUSUS (TEKNIS)

PPK
Air Tanah dan Air Baku
2021 Jl. Martadinata No. 09 Mamuju,
PROVINSI SULAWESI BARAT
Prov. Sulawesi Barat
1 SPESIFIKASI KHUSUS (TEKNIS)

I. PEKERJAAN PENDAHULUAN
1. Mobilisasi dan Demobilisasi
a. Umum Yang dimaksud mobilisasi adalah pengangkutan peralatan dan personil sesuai
yang tercantum dalam Kontrak, dari tempat asalnya ke lokasi pekerjaan dimana akan
digunakan. Sedangkan yang dimaksud demobilisasi adalah pengangkutan kembali,
peralatan dan personil dari lapangan pekerjaan ketempat semula.
b. Cara Pelaksanaan
 Penyediaan Peralatan dan Personil
 Penyedia Jasa harus menyediakan peralatan dan personil, sesuai kebutuhan
Kontrak, guna menangani pekerjaan.
 Bila mobilisasi telah lengkap, maka Penyedia Jasa harus segera melaporkan
kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan, dan bila dipandang perlu,
Direksi dapat meminta tambahan peralatan, maupun personil atas
tanggungan Penyedia Jasa.
 Program dan Pemberitahuan Mobilisasi
 Penyedia Jasa harus membuat schedule mobilisasi peralatan dan personil
yang dilengkapi dengan keterangan akan jenis, kapasitas yang akan
didatangakan.
 Penyedia Jasa harus membuat pemberitahuan tertulis kepada Direksi
perihal kedatangan maupun pengangkutan kembali peralatan dan personil.
 Penyedia Jasa harus meminta persetujuan Direksi atas setiap perubahan
jadwal peralatan dan penyediaan personil.
 Semua peralatan yang telah berada di lokasi pekerjaan, bila tidak diperlukan
dapat dipindahkan dari areal pekerjaan tanpa seizin Direksi.
c. Cara Pengukuran dan Pembayaran
 Pengukuran pembayaran dilakukan sebagai berikut :
 Dibayar 50% (lima puluh persen) apabila pekerjaan mobilisasi telah selesai
yang terdiri atas peralatan dan tenaga telah berada seluruhnya di lapangan
dan diterima oleh Direksi.
 Dibayar 50% (lima puluh persen) sisanya setelah pekerjaan demobilisasi
telah selesai seluruhnya.
 Pembayaran didasarkan atas satuan lump sum (ls) sesuai yang tercantum dalam
daftar Kuantitas dan Harga.

2. PENYELENGGARAAN KEAMANAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA KESELAMATAN


KONSTRUKSI (K3)
a. Umum
Penyelenggaraan Keamanan Dan Kesehatan Kerja Serta Keselamatan Konstruksi (K3)
adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan
tenaga kerja melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja
pada pekerjaan konstruksi
b. Cara Pelaksanaan
 Penyedia Jasa wajib mengadakan dan melaksanakan kegiatan
penyelenggaraan K3 Konstruksi yaitu : Pakaian kerja, Sepatu kerja, Kacamata
kerja, Sarung tangan, Helm, Penutup telinga, APAR, P3K, Rambu dan
Petunjuk safety atau perlengkapan K3 sesuai petunjuk dari direksi
c. Cara Pengukuran dan Pembayaran
 Pengukuran pembayaran pekerjaan Penyelenggaraan Keamanan Dan
Kesehatan Kerja Serta Keselamatan Konstruksi (K3) ini berdasarkan
bahan/alat yang telah dipakai ataupun yang telah disediakan dalam
melaksanakan pekerjaan konstuksi.
 Pembayaran pekerjaan Penyelenggaraan Keamanan Dan Kesehatan Kerja
Serta Keselamatan Konstruksi (K3) ini berdasarkan satuan lumpsum (ls)
sesuai yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

II. PEKERJAAN BANGUNAN ABSAH


1. Galian Tanah Biasa
a. Umum
 Galian tanah harus mencakup seluruh galian. Penyedia Jasa harus
melakukan kegiatan galian tanah sesuai garis dan elevasi yang tertera pada
gambar.
 Pekerjaan ini harus mencakup penggalian, pembuatan stok tanah atau
material lain pada lokasi bangunan atau sesuai petunjuk Direksi.
 Material dari hasil galian yang akan digunakan sebagai bahan timbunan
harus mendapatkan persetujuan dari Direksi.
 Apabila pekerjaan galian sudah selesai, Penyedia Jasa harus
memberitahukan kepada Direksi untuk pemeriksaan.
b. Cara Pelaksanaan
 Galian tanah dilakukan secara manual dan hasil galian dibuang ke luar.
Tanah yang dapat dipakai sebagai bahan timbunan menurut Direksi maka
akan dipakai sebagai timbunan kembali.
 Setiap material yang berlebih untuk kebutuhan timbunan maka bahan
timbunan tersebut harus dibuang oleh Penyedia Jasa ke lokasi yang
ditentukan oleh Direksi.
 Penyedia Jasa harus bertanggungjawab untuk seluruh pengaturan dan biaya
pembuangan material yang berlebih tersebut termasuk biaya pengangkutan
dan perolehan izin dari pemilik tanah dimana pembangunan dilakukan.
 Penyedia Jasa dalam melaksanakan galian harus diusahakan cukup aman
dari longsoran dan bila diperlukan diberikan alat-alat penyangga
c. Cara Pengukuran dan Pembayaran
 Pengukuran pembayaran pekerjaan galian tanah biasa ini berdasarkan
jumlah volume yang tertera pada gambar atau yang ditentukan oleh Direksi.
 Pembayaran pekerjaan galian tanah biasa ini berdasarkan satuan meter
kubik (m3 ) sesuai yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

2. Timbunan Tanah Kembali Dipadatkan


a. Umum
Yang dimaksud timbunan tanah kembali dipadatkan adalah pekerjaan menimbun
kembali pada bagian pekerjaan galian tanah dan dipadatkan dimana timbunan tanah
kembali dipadatkan dari hasil galian tersebut harus sesuai dengan syarat teknis.
b. Cara Pelaksanaan
 Material dari timbunan diambil dari hasil galian yang memenuhi syarat
teknis maupun dari area lain atau sesuai petunjuk Direksi.
 Material timbunan tanah harus dipadatkan dengan menggunakan alat
pemadat (stamper) atau pemadat lainnya sesuai syarat kepadatan
timbunan.
 Ukuran dan dimensi ditentukan berdasarkan gambar rencana.
 Timbunan tidak boleh dilaksanakan pada waktu hujan karena kadar air
dalam material tersebut melewati kadar air optimum yang disyaratkan.
c. Cara Pengukuran dan Pembayaran
 Pengukuran pembayaran pekerjaan ini berdasarkan jumlah volume yang
tertera pada gambar atau yang ditentukan oleh Direksi.
 Pembayaran pekerjaan timbunan tanah kembali ini berdasarkan satuan
meter kubik (m3) sesuai yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

3. Urugan Pasir
a. Umum
Apabila tidak ditentukan di dalam gambar, semua lantai bangunan harus di urug
dengan pasir di bagian bawah lantai setebal 10 cm. Urugan pasir ini kemudian
dipadatkan.
b. Cara Pelaksanaan
 Pasir yang digunakan sebagai bahan urugan pasir harus pasir alam yang
komposisinya baik, tidak bergumpal-gumpal, bebas dari bara, abu, sampah
atau bahan lainnya dan harus mendapat persetujuan Direksi.
 Pasir urug tidak boleh di dalamnya terdapat lebih dari 10% (berat) tanah liat.
 Tebal urugan pasir sesuai dengan gambar rencana atau atas persetujuan
Direksi.
 Pengurugan pasir untuk dasar lantai baru dinyatakan selesai setelah
disetujui oleh Direksi.
 Kelebihan pasir setelah pengurugan menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa
dan harus diangkut jauh-jauh dan dibersihkan dari tempat pekerjaan sesuai
dengan petunjuk Direksi.
 Urugan pasir harus dipadatkan dengan cara memberi air pada tiap lapisan
pasir urug.
 Urugan pasir tidak boleh dilaksanakan pada waktu hujan karena kadar air
dalam material tersebut melewati kadar air optimum yang disyaratkan.
c. Cara Pengukuran dan Pembayaran
 Pengukuran pembayaran pekerjaan urugan pasir ini berdasarkan jumlah
yang tertera pada gambar atau yang ditentukan oleh Direksi.
 Pembayaran pekerjaan urugan pasir ini berdasarkan satuan meter kubik
(m3) sesuai yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga.
 Harga satuan untuk pekerjaan urugan pasir ini telah mencakup seluruh
upah/tenaga dan peralatan.

4. Beton K-100
a. Umum
Beton K-100 adalah material yang terdiri dari campuran antara semen, pasir dan
kerikil dalam ukuran tertentu yang telah ditetapkan. Proporsi campuran beton akan
ditentukan oleh Direksi agar didapatkan produksi beton yang awet dan ekonomis.
b. Cara Pelaksanaan
 Pasir/material halus yang dipergunakan adalah material dengan ukuran
maksimum 5 mm. Pasir harus diambil dari sungai atau tambang pasir.
Penambahan bahan lain seperti pasir dari batu pecah akan diijinkan, apabila
menurut pendapat Direksi, pasir yang ada tidak memenuhi gradasinya atau
selain yang disetujui oleh Direksi.
 Kerikil / material kasar yang dipergunakan adalah material dengan ukuran
lebih besar dari 5 mm dan mempunyai gradasi yang baik dari 5 mm sampai
ukuran maksimum yang dibutuhkan dan tergantung dari klas betonnya.
Agregat kasar untuk beton adalah batu alam kecuali jika di instruksi oleh
Direksi dan harus disediakan oleh Penyedia jasa Pelaksana.
 Air yang digunakan untuk mencampur adalah air bersih, bebas dari minyak,
asam, alkali, sampah, bau, serta tidak berwarna.
 Beton dan adukan harus dibuat dari semen, pasir, kerikil dan air
sebagaimana ditentukan. Tidak boleh ada campuran bahan-bahan lain
dengan beton atau adukan tanpa persetujuan Direksi. Penyedia Jasa boleh
memakai zat pelambat untuk memudahkan persiapan pembuatan
sambungan-sambungan cor, sebagaimana susunannya zat pelambat dan
cara pemakaiannya harus mendapat persetujuan dari Direksi.
 Semen yang dipergunakan dalam pekerjaan adalah Portland Cement
Composit yang sesuai dengan SNI – 15-7064-2004.
 Campuran beton yang digunakan adalah kelas K-100 dengan menggunakan
concrete mixer.
 Penyedia Jasa tidak boleh mengecor beton pada waktu hujan deras tanpa
perlindungan, Penyedia Jasa harus menyiapkan alat pelindung beton
terhadap hujan dan terik matahari sebelum pengecoran. Apabila suhu udara
melebihi 35 derajat celcius Penyedia Jasa tidak boleh mengecor tanpa
persetujuan Direksi dan tanpa mengambil tindakan pencegahan seperlunya
untuk menjaga supaya suhu beton pada waktu pencampuran dan
penuangan kurang dari 35 derajat celcius misalnya dengan menjaga bahan-
bahan beton agar terlindung dari matahari, atau menyemprot air ada bahan
batuan.
c. Cara Pengukuran dan Pembayaran
 Pengukuran pembayaran dilakukan mengikuti presentase kumulatif
progress pekerjaan dengan ketentuan akan dibayar 100% bilamana
keseluruhan pekerjaan beton sudah sesuai dan mutu beton disetujui oleh
direksi.
 Pembayaran pekerjaan pada beton K-100 ini berdasarkan satuan meter
kubik (m3) sesuai yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga yang
terdapat dalam kontrak.

5. Beton Bertulang K-175


a. Umum
Beton bertulang k-175 adalah material yang terdiri dari campuran antara semen,
pasir dan kerikil yang diberi tulangan besi dan bekisting sebagai cetakan beton
bertulang dalam ukuran tertentu yang telah ditetapkan sehingga diperoleh kekuatan
tekan 175 kg/cm2 atau lebih yang ditunjukkan melalui pengujian yang berlaku sesuai
SNI. Proporsi campuran beton, pembesian dan bekisting akan ditentukan oleh
Direksi agar didapatkan produksi beton yang awet dan ekonomis dan mempunyai
kekuatan yang setara dengan waktu dan derajat kekuatan, dengan perhitungan
kondisi tekanan, alam terbuka dan pertimbangan lain
b. Cara Pelaksanaan
 Beton K-175
 Pasir / material halus yang dipergunakan adalah material dengan ukuran
maksimum 5 mm. Pasir harus diambil dari sungai atau tambang pasir.
Penambahan bahan lain seperti pasir dari batu pecah akan diijinkan, apabila
menurut pendapat Direksi, pasir yang ada tidak memenuhi gradasinya atau
selain yang disetujui oleh Direksi.
 Kerikil / material kasar yang dipergunakan adalah material dengan ukuran
lebih besar dari 5 mm dan mempunyai gradasi yang baik dari 5 mm sampai
ukuran maksimum yang dibutuhkan dan tergantung dari kelas betonnya.
Agregat kasar untuk beton adalah batu alam kecuali jika di instruksi oleh
Direksi dan harus disediakan oleh Penyedia jasa / Pelaksana.
 Air yang digunakan untuk mencampur adalah air bersih, bebas dari minyak,
asam, alkali, sampah, bau, serta tidak berwarna.
 Beton dan adukan harus dibuat dari semen, pasir, kerikil dan air
sebagaimana ditentukan. Tidak boleh ada campuran bahan-bahan lain
dengan beton atau adukan tanpa persetujuan Direksi. Penyedia Jasa boleh
memakai zat pelambat untuk memudahkan persiapan pembuatan
sambungan-sambungan cor, sebagaimana susunannya zat pelambat dan
cara pemakaiannya harus mendapat persetujuan dari Direksi.
 Semen yang dipergunakan dalam pekerjaan adalah Portland Cement
Composit yang sesuai dengan SNI – 15-7064-2004.
 Campuran beton yang digunakan adalah kelas K-225 dengan menggunakan
concrete mixer.
 Kontraktor harus memberikan jaminan atas kemampuannya membuat
kualitas beton dengan membuat Job Mix Design di laboratorium yang telah
mendapat persetujuan direksi
 Penyedia Jasa tidak boleh mengecor beton pada waktu hujan deras tanpa
perlindungan, Penyedia Jasa harus menyiapkan alat pelindung beton
terhadap hujan dan terik matahari sebelum pengecoran. Apabila suhu udara
melebihi 35 derajat celcius Penyedia Jasa tidak boleh mengecor tanpa
persetujuan Direksi dan tanpa mengambil tindakan pencegahan seperlunya
untuk menjaga supaya suhu beton pada waktu pencampuran dan
penuangan kurang dari 35 derajat celcius misalnya dengan menjaga bahan-
bahan beton agar terlindung dari matahari, atau menyemprot air ada bahan
batuan.
 Selimut beton minimum diukur dari sisi luar batang tulangan harus sesuai
dengan gambar atau daftar dibawah ini :

Selimut Beton
Jenis Pekerjaan Minimum (cm)

1. Balok 2,5
2. Pelat 1,5
3. Dinding 2,5
4. Kolom 3,0
5. Bangunan yang masuk dalam tanah atau nampak 5,0
dan terpengaruh cuaca atau kena gerusan

 Uji Beton
- Pengujian contoh beton, pembuatan, perawatan, baik di lapangan atau
di laboratorium harus mengikuti dengan standar yang berlaku, seperti
PBI 1971, ATM C 172, ASTM C 31, ASTM C 192, ASTM C 39, dan SNI
1974:2011
- Uji beton dilakukan pada umur 3 hari, 7 hari dan 28 hari harus dibuat
pada silinder berdiameter 10 cm, tinggi 30 cm untuk setiap campuran,
dengan korelasi kekuatan Antara 7 hari dan 28 hari harus dibuat di
laboratorium
- Jumlah uji silinder
- Jumlah minimum benda uji per hari pelaksanaan pengecoran = 1 benda
uji.
- Saat awal pelaksanaan sampai terkumpulnya 20 benda uji = 1 benda uji
per 3 m3
- Setelah terkumpulnya 20 benda uji pertama :
- volume total pengecoran di atas 60 m3 : 1 benda uji per 5 m3 beton
- volume total pengecoran 60 m3 atau lebih kecil : diatur pembagiannya
supaya dalam keseluruhan pekerjaan diperoleh minimal 20 benda uji
dengan randomisasi yang baik dan merata.
- Apabila volume pengecoran sangat kecil sehingga tidak memungkinkan
membuat 20 benda uji, maka pembuatan benda uji boleh kurang dari 20
buah, namun harus menjamin keterwakilan secara keseluruhan beton
yang digunakan (dalam interval jumlah pengecoran yang sama)

 Tindakan jika mutu beton tidak memenuhi syarat


- Tindakan yang diambil jika terjadi hasil evaluasi menunjukkan mutu
beton tidak memenuhi syarat :
o pengujian non destruktif dengan palu beton (hammer test)
o pengambilan benda uji dengan dibor (coring)
- Jika dari salah satu atau lebih hasil dua percobaan tersebut memberikan
nilai kuat tekan beton tidak kurang dari 80% kuat tekan beton
karakteristik yang disyaratkan untuk elemen struktur terkait, maka
beton yang bersangkutan dianggap memenuhi syarat. Jika masih tidak
memenuhi syarat juga, maka dilakukan percobaan pembebanan
langsung (syarat penerimaan tidak kurang dari 70% kuat tekan
karakteristik)jika masih tidak memenuhi syarat juga, maka alternatif
yang bisa dilakukan adalah :
o analisa kemampuan beban layan aktual, apakah dengan mutu beton
yang ada masih mampu mendukung beban kerja yang akan dipikul
oleh struktur yang bermasalah tersebut ditambah perkuatan pada
struktur yang bermasalah, jika memungkinkan dan diijinkan oleh
Pengawas
o struktur yang bermasalah dibongkar dan dicor ulang

 Perawatan (curing) beton


- Perawatan harus dilaksankan minimum selama 7 hari setelah
pengecoran atau sampai beton mencapai kekuatan minimum yang
disyaratkan pada hari ke-28. Dilakukan dengan menggunakan karung
goni basah ataupun dapat menggunakan zat aditif yang sesuai dengan
kegunaan untuk perawatan
 Pembesian
 Pekerjaan pembesian yang dimaksudkan dalam hal ini, adalah pekerjaan
pada pembuatan struktur beton bertulang. Beton bertulang adalah beton
yang ditulangi dengan luas dan jumlah tulangan yang tidak kurang dari nilai
minimum, yang disyaratkan dengan atau tanpa prategang yang
direncanakan berdasarkan asumsi bahwa kedua material dapat menahan
beban dan gaya – gaya yang bekerja. Beton hanya diperhitungkan dalam
memikul gaya tekan sedangkan tulangan diperhitungkan memikul gaya tarik
dan sebagian gaya tekan, selain itu ada gaya – gaya lain yang dipikul oleh
tulangan seperti, gaya puntir (torsi), gaya geser, dan lain – lain. Baja tulangan
harus terdiri dari besi beton berulir atau besi beton polos sesuai ketentuan-
ketentuan berikut ini:

Besi beton berulir Besi beton polos


U – 32 U – 24
- Kekuatan tarik, kg/mm2 49 – 63 29 – 53
- Titik leleh, kg/mm2 30 atau lebih 24 atau lebih
- Penambahan panjang, % 14 atau lebih 20 atau lebih

 Potongan melintang dari setiap batang tulangan yang akan digunakan harus
mempunyai bentuk yang tetap dengan diameter yang sama pada setiap titik
sepanjang batang tersebut.
 Diameter rata-rata tulangan-tulangan yang dipilih dari contoh setiap kiriman
dengan ukuran yang sama dari setiap tulangan beton yang dikirimkan
kelokasi pekerjaan, tidak boleh lebih besar atau lebih kecil dari 2 (dua)
persen dari diameter yang ditentukan. Tulangan-tulangan harus bebas dari
sisik, minyak, karat, kotoran dan kerusakan-kerusakan struktur.
 Jika diperlukan oleh direksi, penyedia jasa harus menyampaikan 3 (tiga) copy
keterangan teknis (mill-sheet) tentang baja-baja tulangan yang dikeluarkan
oleh pabriknya untuk mendapat persetujuan direksi sebelumnya.Setiap
pengiriman dan pemeriksaan di lokasi harus dilakukan oleh direksi
berdasarkan spesifikasi dan keterangan teknis (mill-sheet) di atas.
 Penyiapan Gambar Tulangan Beton
- Penyedia Jasa atas biayanya sendiri harus menyiapkan semua gambar
detail tulangan beton yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan.
Gambar-gambar tulangan beton ini harus meliputi gambar penempatan
tulangan, gambar pembengkokan tulangan, daftar besi dan gambar-
gambar penulangan lainnya yang mungkin diperlukan untuk
memudahkan pembuatan dan pemasangan besi tulangan.Semua
gambar penulangan harus diajukan kepada direksi untuk mendapat
persetujuan. Persetujuan direksi tersebut tidak membebaskan penyedia
jasa dari tanggung jawabnya atas kebenaran detail atau untuk
penyesuaian dengan keperluan menurut persyaratan.
 Penempatan Tulangan Beton
- Semua tulangan beton harus dibersihkan sebelum pemasangan dari sisi
yang lepas, karat yang lepas, minyak, gemuk, kotoran dan bahan-bahan
asing lainnya. Tulangan harus dipasang dan dikuatkan dalam posisi yang
pasti/tepat sesuai dengan yang ditunjukkan dalam gambar dan tidak
berubah pada posisinya didalam cetakan tanpa penggeseran selama
proses penggetaran, pengisian dan penumbukan beton ditempat.
Semua ujung yang bebas dari tulangan bulat yang licin harus dibuat kait
sebagaimana ditunjukkan dalam gambar atau menurut petunjuk direksi.
- Penyedia jasa harus menyediakan semua ganjal pengatur jarak yang
diperlukan atas biayanya sendiri untuk memelihara tulangan beton
dalam posisi yang tepat.Setiap pengikat, sambungan, atau sambungan
sengkang tulangan harus kencang sehingga tulangan-tulangan benar-
benar kokoh. Sebelah dalam bagian-bagian yang melengkung harus
bersentuhan langsung dengan tulangan-tulangan disekitar mana akan
tercapai kekuatan yang baik. Tulangan-tulangan harus diikat bersama-
sama dengan menggunakan kawat baja hitam yang harus mendapatkan
persetujuan direksi, dan pengikatan harus dililit kuat-kuat dengan
tang/pengunci kawat beton. Ujung kawat ikat harus dilipat ke dalam.
Pengelasan besi tulangan tidak diperbolehkan kecuali ada ketentuan lain
terutama disetujui direksi.
- Jika tulangan beton telah dipasang dan telah siap untuk dilakukan
pengecoran, maka harus diperiksa dulu oleh direksi dan tidak boleh
dilakukan pengecoran sampai tulangan beton telah disetujui.Penyedia
jasa harus melaporkan kepada direksi selambat-lambatnya 24 (dua
puluh empat) jam sebelumnya, tentang maksudnya untuk meminta
dilakukan pemeriksaan atas penulangan yang telah disiapkan.
 Sambungan Tulangan Beton
- Jika dianggap perlu untuk meyambung batang tulangan pada titik-titik
lain dari pada yang diperlihatkan dalam gambar, posisi dan metode
penyambungan harus ditetapkan berdasarkan perhitungan kekuatan
dan disetujui oleh direksi. Dalam hal ini sambungan lewatan, panjang
lewatan harus memenuhi ketentuan gambar atau tabel dibawah ini :
Diameter tulangan (mm) 10 12 16 19 22 25 28 32

Panjang sambungan lewatan


43 43 45 65 84 109 136
minimum (cm)
177

- Batang tulangan harus diikat pada beberapa tempat diatas sambungan


lewatan dengan menggunakan kawat besi pengikat dengan diameter
lebih dari 0,9 milimeter atau pengikat yang cocok. Untuk sambungan
lewatan, diperlukan kait pada batang tulangan licin dan kait tidak
diperlukan pada tulangan berulir. Satuan berat batang tulangan harus
seperti berikut, kecuali ada ketentuan lain.
Tulangan Polos
Diameter (mm) 10 12 16 19 22 25 28 32
Satuan Berat (kg/m) 0,617 0,888 1,58 2,23 2,98 3,85 4,83 6,31
Tulangan Berulir
Ukuran Nominal D10 D12 D16 D19 D22 D25 D28 D32
(diameter dalam mm)
Satuan Berat (kg/m) 0,56 0,995 1,56 2,25 3,04 3,98 5,04 6,23

- Penjepit, pengikat atau bahan-bahan lain yang digunakan untuk


mengatur dan mengikat batang-batang tulangan ditempatnya tidak
akan diukur untuk pembayaran. Batang-batang tulangan lewatan yang
dinyatakan pada gambar atau dianggap perlu oleh direksi harus
dimasukkan dalam pengukuran untuk pembayaran
 Bekisting
 Pekerjaan bekisting merupakan pekerjaan pembuatan cetakan beton segar
yang sesuai dengan bentuk dan dimensi rencana. Bekisting umumnya terdiri
dari perancah dan cetakan beton. Bekisting yang dimaksud disini adalah
menggunakan multiflex 12 mm atau 18 mm
 Bekisting harus dibuat dan dipasang sesuai dengan bentuk, ukuran dan
posisi seperti yang diisyaratkan pada gambar atau sesuai dengan perintah
direksi.
 Bekisting harus cukup kuat untuk memikul tekanan atau beban yang
diakibatkan oleh beton basah, beban pelaksanaan dan beban – beban
lainnya.
 Bekisting harus cukup kaku (stabil) artinya harus dapat menghasilkan bentuk
yang tetap bagi struktur beton sesuai yang direncanakan.
 Bekisting yang dimaksud disini adalah menggunakan multiflex 12 mm atau
18 mm
 Perancanaan bekisting harus didasarkan oleh kemudahan pemasangan
kemudahan pembongkaran, kecepatan pemasangan dan biaya yang efisien.
 Sambungan bekisting harus baik sehingga tidak rusak / bocor pada saat
pelaksanaan pengecoran dan juga tidak merusak beton.
 Bahan bekisting harus terbuat dari bahan yang tidak menyerap air semen
dan juga tidak merusak beton.
 Pemasangan bekisting harus benar – benar sesuai dengan gambar rencana
baik secara vertikal maupun horisontal.
c. Cara Pengukuran dan Pembayaran
 Pengukuran pembayaran Beton Bertulang K-175 dilakukan mengikuti
presentase kumulatif progress pekerjaan dengan ketentuan akan dibayar
bilamana pekerjaan beton sudah selesai dilakukan pengecoran terhadap
cetakan bekisting dan tulangan /pembesian yang sudah sesuai dan disetujui
oleh direksi. Jadi item beton bertulang K-175 ini akan dibayarkan ketika
beton sudah terbentuk sesuai dengan gambar dan disetujui oleh direksi
 Pembayaran pekerjaan beton bertulang ini berdasarkan satuan meter kubik
(m3) sesuai yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga.
 Pembayaran untuk pekerjaan ini termasuk biaya pengadaan material, upah,
buruh, peralatan, dan semua yang diperlukan termasuk untuk penyelesaian
pekerjaan ini.

6. Pasangan Batu Bata 1:4


a. Umum
 Pekerjaan yang termasuk pekerjaan pasangan batu bata 1:4 adalah semua
pekerjaan konstruksi yang menggunakan material utama batu bata. Ukuran,
ketinggian, ketebalan (dimensi) pekerjan pemasangan batu bata 1:4 ini
ditentukan dalam gambar rencana atau petunjuk Direksi.
b. Cara Pelaksanaan
 Batu bata marah yang digunakan batu bata merah dengan kualitas terbaik
yang disetujui direksi.
 Pasangan batu bata/batu merah, dengan menggunakan aduk campuran 1
PC : 4 pasir pasang.
 Sebelum digunakan batu bata harus direndam dalam bak air atau drum
hingga jenuh.
 Pemasangan dinding batu bata dilakukan bertahap, setiap tahap terdiri
maksimum 24 lapis setiap harinya, diikuti dengan cor kolom praktis
 Bidang dinding 1/2 batu yang luasnya lebih besar dari 12 m2 ditambahkan
kolom dan balok penguat (kolom praktis) dengan ukuran 12 x 12 cm,
dengan tulangan pokok 4 diameter 10 mm, beugel diameter 6 mm jarak 20
cm.
 Pembuatan lubang pada pasangan bata yang berhubungan dengan setiap
bagian pekerjaan beton (kolom) harus diberi penguat stek-stek besi beton
diameter 6 mm jarak 75 cm, yang terlebih dahulu ditanam dengan baik
pada bagian pekerjaan beton dan bagian yang ditanam dalam pasangan
bata sekurang-kurangnya 30 cm kecuali ditentukan lain.
 Tidak diperkenankan memasang bata merah yang patah dua melebihi dari
5 %. Bata yang patah lebih dari 2 tidak boleh digunakan.
 Pasangan batu bata untuk dinding 1/2 batu harus menghasilkan dinding
finish setebal 15 cm. Pelaksanaan pasangan harus cermat, rapi dan benar-
benar tegak lurus.
c. Cara Pengukuran dan Pembayaran
 Pengukuran pembayaran pekerjaan pasangan batu bata 1:4 ini berdasarkan
jumlah volume yang tertera pada gambar atau yang ditentukan oleh Direksi.
 Pembayaran pekerjaan pasangan batu bata 1:4 ini berdasarkan satuan
meter persegi (m²) sesuai yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga.
Pembayaran untuk pekerjaan ini termasuk biaya pengadaan material, upah,
buruh, peralatan, dan semua yang diperlukan termasuk untuk penyelesaian
pekerjaan ini.
7. Plesteran 1 : 3 Termasuk Acian
a. Umum
 Pekerjaan ini harus mencakup finishing / topi pasangan batu kali, plesteran
bangunan, acian atau sesuai dengan gambar rencana dan petunjuk Direksi.
b. Cara Pelaksanaan
 Plesteran 1 : 3
 Sebelum pekerjaan plesteran dimulai seluruh permukaan pasangan batu
yang akan diplester harus basah / disiram. Pekerjaan plesteran dan acian ini
harus dikerjakan oleh tukang yang ahli. Segala kekurangan akibat
kecorobohan pelaksanaan, pembongkaran dan penggulangan kembali
menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa.
 Apabila tidak ditentukan lain dalam gambar, maka untuk seluruh campuran
yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan plesteran ini adalah 1 Pc: 3
Pp.
 Pasir yang digunakan dalam pekerjaan plesteran ini adalah pasir yang lewat
ayakan 3 mm.
 Material
- Semen Portland (PC)
o Semen untuk pekerjaan plesteran dan siaran sama dengan yang
digunakan untuk pekerjaan beton.
- Pasir
o Pasir yang digunakan harus pasir yang berbutir tajam dan keras,
kadar lumpur yang terkandung dalam pasir tidak boleh lebih dari 5
% atau sama dengan pekerjaan pasangan batu kali.
- Air
o Air yang digunakan untuk plesteran dan siaran sama dengan yang
digunakan untuk pekerjaan pasangan batu kali.
 Adukan Semen
- Untuk pekerjaan plesteran dan siaran ini digunakan campuran 1 bagian
semen (PC) : 3 bagian pasir. Untuk semua bagian yang akan diplester
harus bersih dari kotoran dan disiram dengan air. Tebal plesteran 2 cm.
Selama proses pengeringan plesteran harus disiram air agar tidak terjadi
retak-retak akibat proses pengeringan yang terlalu cepat. Pencampuran
adukan dilakukan dengan mesin pengaduk (Molen) atau dengan cara
lain.
 Acian
 Pekerjaan ini harus mencakup finishing plesteran bangunan, atau sesuai
dengan gambar rencana dan petunjuk Direksi.
 Sebelum pekerjaan Acian dimulai seluruh permukaan plesteran yang akan di
Aci. PekerjaanAcian ini harus dikerjakan oleh tukang yang ahli. Segala
kekurangan akibat kecorobohan pelaksanaan dan pengulangan kembali
menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa
 Apabila tidak ditentukan dalam gambar, maka untuk seluruh material yang
digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan ini adalah semen acian
 Seluruh pekerjaan acian harus diratakan
c. Cara Pengukuran dan Pembayaran
 Pengukuran pembayaran pekerjaan plesteran 1 : 3 termasuk acian
berdasarkan jumlah yang tertera pada gambar atau yang ditentukan oleh
Direksi.
 Pembayaran pekerjaan plesteran 1 : 3 termasuk acian berdasarkan satuan
meter persegi (m2) sesuai yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga.
 Pembayaran untuk pekerjaan ini termasuk biaya pengadaan material, upah,
buruh, peralatan, dan semua yang diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan
ini.

8. Pemasangan Roster 1 : 4
a. Umum
 Pemasangan Roster 1:4 digunakan sebagai lubang air untuk mengaliran air
dari 1 bak saringan ke bak saringan yang lain
b. Cara Pelaksanaan
 Roster yang digunakan berukuran 20 x 20 cm sesuai yang tertera pada
gambar kerja atau sesuai petunjuk dari direksi
 Proses pemasangan roster ini dilakukan bersamaan dengan pemasangan
batu bata pada dinding bak saringan. Ketika mencapai bagian yang akan
dipasangi roster, penyedia jasa dapat menghentikan sementara proses
pemasangan batu bata. Lanjutkan dengan pemasangan roster ke tempat
sesuai dengan pola yang telah direncanakan atau sesuai yang tertera pada
gambar kerja
 Bahan perekatnya yang dipakai yakni adukan semen. Penyedia jasa harus
melakukannya dengan hati-hati agar adukan semen tidak menutupi lubang-
lubang pada roster.
c. Cara Pengukuran dan Pembayaran
 Pengukuran pembayaran pekerjaan pemasangan roster 1:4 berdasarkan
jumlah yang tertera pada gambar atau yang ditentukan oleh Direksi.
 Pembayaran pekerjaan pemasangan roster 1:4 berdasarkan satuan meter
persegi (m2) sesuai yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga.
 Pembayaran untuk pekerjaan ini termasuk biaya pengadaan material, upah,
buruh, peralatan, dan semua yang diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan
ini.

9. Pemasangan Paving Block t = 8 cm


a. Umum
 Paving block adalah material yang terdiri dari campuran semen, air, abu batu,
agregat halus dan agregat kasar dengan ketebalan 8 cm yang digunakan di
area bangunan ABSAH
b. Cara Pelaksanaan
 Pada pemasangan paving block t = 8 cm penyedia jasa harus berdasarkan
pada standard SNI 03-2403-1991 atau sesuai petunjuk dari direksi
 Penyedia jasa harus terlebih dahulu membersihkan lahan/lokasi yang akan
dipasang paving block
 Penyedia jasa harus meratakan permukaan tanah dan melakukan pemadatan
 Setelah permukaan tanah tersebut rata dan padat, penyedia jasa mengurug
pasir setebal ± 5cm atau sesuai yang tertera pada gambar atau sesuai
petunjuk dari direksi/pengawas
 Pada pemasangan paving block, penyedia jasa harus memasang dengan rata,
rapi dan kuat
 Padatkan paving block dengan menggunakan stamper kodok atau sesuai
petunjuk dari direksi
 Penyedia jasa harus mengisi celah naat antar susunan paving block
menggunakan pasir atau bahan lain sesuai petunjuk dari direksi
 Penyedia jasa harus memastikan susunan paving block tersebut saling
mengunci, tidak bergeser dan tidak bergelombang dan disetujui oleh direksi.
c. Cara Pengukuran dan Pembayaran
 Pengukuran pembayaran pekerjaan Pemasangan Paving Block t = 8 cm
berdasarkan jumlah yang tertera pada gambar atau yang ditentukan oleh
Direksi.
 Pembayaran pekerjaan Pemasangan Paving Block t = 8 cm berdasarkan
satuan meter persegi (m2) sesuai yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan
Harga.
 Pembayaran untuk pekerjaan ini termasuk biaya pengadaan material, upah,
buruh, peralatan, dan semua yang diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan
ini.

10. Material Pengisi Bak Saringan


 Pengadaan dan Pengisian Lapisan Ijuk, untuk Bidang Resapan
 Pengadaan dan Pengisian Pasir Silika Halus
 Pengadaan dan Pengisian Kerikil
 Pengadaan dan Pengisian Arang
 Pengadaan dan Pengisian Pecahan Batu Bata Merah
 Pengadaan dan Pengisian Batu Gamping
 Pengadaan dan Pengisian Pasir Silika Kasar
a. Umum
 Meterial pengisi bak saringan yaitu lapisan ijuk, pasir silika halus, kerikil,
arang, pecahan batu bata merah, batu gamping dan silika kasar yang
bertujuan sebagai saringan air yang terletak di bak saringan pada bangunan
ABSAH
b. Cara Pelaksanaan
 Pengisian lapisan ijuk, pasir silika halus, kerikil, arang, pecahan batu bata
merah, batu gamping dan silika kasar pada bak saringan harus dilakukan
secara rapi dan sesuai yang tertera pada gambar atau sesuai petunjuk dari
direksi
c. Cara Pengukuran dan Pembayaran
 Pengukuran pembayaran pekerjaan Material Pengisi Bak Saringan
berdasarkan jumlah yang tertera pada gambar atau yang ditentukan oleh
Direksi.
 Pembayaran pekerjaan Pengadaan dan Pengisian Lapisan Ijuk, untuk Bidang
Resapan dan pekerjaan Pengadaan dan Pengisian Arang berdasarkan satuan
kilogram (kg) sesuai yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga.
 Pembayaran pekerjaan Pengadaan dan Pengisian Pasir Silika Halus,
Pengadaan dan Pengisian Kerikil, Pengadaan dan Pengisian Pecahan Batu
Bata Merah, Pengadaan dan Pengisian Batu Gamping, Pengadaan dan
Pengisian Pasir Silika Kasar berdasarkan satuan meter kubik (m³) sesuai yang
tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga.
 Pembayaran untuk pekerjaan ini termasuk biaya pengadaan material, upah,
buruh, peralatan, dan semua yang diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan
ini.

11. Pengadaan dan Pemasangan Talang Rumah


a. Umum
 Pengadaan dan Pemasangan Talang Rumah digunakan untuk menampung
dan mengarahkan air hujan ke bak penampungan.
b. Cara Pelaksanaan
 Sebelum melaksanakan pekerjaan ini, penyedia jasa harus meneliti dan
mempelajari dengan seksama Gambar kerja atau sesuai petunjuk direksi
 Bahan yang digunakan untuk pengadaan dan pemasangan talang rumah
yaitu seng plat/talang spandek
 Pemasangan dan penyetelan talang harus tegak lurus terhadap
permukaan. Bagian talang yang miring dengan sudut tertentu harus sesuai
dengan Gambar kerja atau sesuai petunjuk dari direksi
 Semua talang pada saat terpasang harus rapi, tidak boleh ada retak, pecah,
maupun ada goresan
 Apabila terlihat adanya cacat tersebut diatas maka talang tersebut harus
dibongkar dan diperbaiki/diganti hingga disetujui Direksi/Pengawas. Biaya
untuk hal ini adalah tanggung jawab penyedia jasa.
c. Cara Pengukuran dan Pembayaran
 Pengukuran pembayaran pada pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan
Talang Rumah berdasarkan jumlah yang tertera pada gambar atau yang
ditentukan oleh Direksi.
 Pembayaran pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Talang Rumah
berdasarkan satuan meter (m) sesuai yang tercantum dalam Daftar Kuantitas
dan Harga.
 Pembayaran untuk pekerjaan ini termasuk biaya pengadaan material, upah,
buruh, peralatan, dan semua yang diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan
ini.

12. Pengadaan dan Pemasangan Pipa PVC Ø 3"


a. Umum
 Pengadaan dan Pemasangan Pipa PVC Ø 3" digunakan sebagai pipa limpasan
atau sesuai yang tertera pada gambar
b. Cara Pelaksanaan
 Pipa PVC yang digunakan harus sesuai standar PVC SNI 03-6419-2000 atau
sesuai petunjuk dari direksi
 Penyedia jasa harus memasang pipa PVC maupun sambungan pipa PVC
secara baik dan benar sesuai yang tertera pada gambar dan tidak ada cacat
pipa PVC
 Khusus pada pemasangan pipa air buangan/limpasan harus disediakan pipa
leher angsa untuk pengecekan bila terjadi penyumbatan dikemudian hari
 Pengetesan dilakukan sebelum digunakan dan dipastikan tidak terjadi
kebocoran
c. Cara Pengukuran dan Pembayaran
 Pengukuran pembayaran pada Pengadaan dan Pemasangan Pipa PVC
berdasarkan jumlah yang tertera pada gambar atau yang ditentukan oleh
Direksi.
 Pembayaran pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Pipa PVC berdasarkan
satuan meter (m) sesuai yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga.
 Pembayaran untuk pekerjaan ini termasuk biaya pengadaan material, upah,
buruh, peralatan, dan semua yang diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan
ini.

13. Pengecatan Tembok


a. Umum
 Pekerjaan pengecatan tembok meliputi Pekerjaan pengecatan permukaan
dinding pasangan batu bata dan dinding beton atau yang tertera pada
gambar
b. Cara Pelaksanaan
 Sebelum pelaksanaan pengecatan, seluruh permukaan harus dibersihkan
dari debu , lemak, kotoran atau noda lain, bekas- bekas cat yang terkelupas
bagi permukaan yang pernah dicat dan dalam kondisi kering
 Tahapan pada pengecatan tembok meliputi, Plamur, cat dasar dan cat
penutup
 Pengecatan harus rata, tidak bertumpuk, tidak bercucuran , atau ada
bekas yang menunjukkan tanda-tanda sapuan, roller maupun semprotan
 Apabila dari cat yang dipakai ada yang mengandung bahan dasar
beracun atau membahayakan keselamatan manusia, maka Kontraktor
harus menyediakan peralatan pelindung, misalnya : masker, sarung tangan
dan sebagainnya, yang harus dipakai waktu pelaksanaan pekerjaan
 Tidak diperkenankan melaksanakan pekerjaan ini dalam keadaan cuaca yang
lembab atau hujan atau dalam keadaan angin berdebu bertiup
 Peralatan seperti kuas, roller, sikat kawat, kape, pompa udara
tekan/vacuum cleaner, semprotan dan sebagainya harus tersedia dari
mutu/kualitas terbaik dan jumlahnya cukup untuk pekerjaan pengecatan
tembok ini
 Khusus untuk semua cat dasar harus memakai dengan kuas, Penyemprotan
hanya boleh dilakukan bila disetujui oleh direksi/pengawas
 Hasil pekerjaan yang tidak disetujui oleh direksi/pengawas harus diulang dan
diganti. Penyedia jasa harus melakukan pengecatan kembali bila ada cat
dasar atau cat finish yang kurang menutupi atau lepas sebagaimana yang
telah tertera pada gambar atau petunjuk dari direksi. Semua biaya untuk hal
ini ditanggung oleh penyedia jasa
c. Cara Pengukuran dan Pembayaran
 Pengukuran pembayaran pada pekerjaaan pengecatan tembok berdasarkan
jumlah yang tertera pada gambar atau yang ditentukan oleh Direksi.
 Pembayaran pekerjaan pengecatan tembok berdasarkan satuan meter
persegi (m²) sesuai yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga.
 Pembayaran untuk pekerjaan ini termasuk biaya pengadaan material, upah,
buruh, peralatan, dan semua yang diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan
ini.

14. Pengadaan dan Pemasangan Pompa Air Tangan dan Dudukan Pompa
a. Umum
 Pompa Air Tangan berfungsi sebagai alat pompa untuk menaikkan air dari
bangunan ABSAH. Pompa air yang dilakukan secara manual.
b. Cara Pelaksanaan
 Sebelum dilakukan pemasangan pompa air tangan, penyedia jasa terlebih
dahulu memasang dan menyambung pipa hisap dengan pompa air tangan
 Penyedia jasa memasang pompa dengan dudukan pompa dengan memberi
packing agar tidak terjadi kebocoran
 Penyedia jasa harus memastikan semua sambungan terpasang dengan baik
dan tidak ada kebocoran
 Hasil pekerjaan yang tidak disetujui oleh direksi/pengawas harus diulang dan
diganti. Semua biaya untuk hal ini ditanggung oleh penyedia jasa
c. Cara Pengukuran dan Pembayaran
 Pengukuran pembayaran pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Pompa Air
Tangan dan Dudukan Pompa berdasarkan jumlah yang tertera pada gambar
atau yang ditentukan oleh Direksi.
 Pembayaran pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Pompa Air Tangan dan
Dudukan Pompa berdasarkan satuan buah (bh) sesuai yang tercantum dalam
Daftar Kuantitas dan Harga.
 Pembayaran untuk pekerjaan ini termasuk biaya pengadaan material, upah,
buruh, peralatan, dan semua yang diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan
ini.

15. Pengadaan dan Pemasangan Nomenklatur Marmer Uk. 0.40 x 0.60 m


a. Umum
 Untuk pemasangan nama bangunan diperlukan nomenklatur bangunan.
b. Cara Pelaksanaan
 Nomenklatur bangunan harus dibuat dan dipasang pada dinding bangunan
ABSAH yang terbuat dari marmer ukuran 0,40 m x 0,60 m. Nama bangunan
pada dinding bangunan ABSAH sesuai perintah Direksi. Pekerjaan dapat
dinyatakan selesai setelah nama bangunan dipasang dilapangan.
c. Cara Pengukuran dan Pembayaran
 Pengukuran dan pembayaran pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan
Nomenklatur Marmer uk. 0.40 x 0.60 m berdasarkan jumlah yang tertera
dalam gambar atau ditentukan oleh Direksi Lapangan.
 Pembayaran pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Nomenklatur Marmer
uk. 0.40 x 0.60 m berdasarkan Buah (bh) sesuai yang tercantum dalam Daftar
Kuantitas dan Harga.

16. Pengadaan dan Pemasangan Tutup Manhole uk. 60 x 60 cm


 Pengadaan dan Pemasangan Besi baja L.50.50.5
 Pengadaan dan Pemasangan Besi Plat t = 3 mm
 Pengadaan dan Pemasangan Engsel
 Pengadaan dan Pemasangan Gembok
 Pengecatan Besi
a. Umum
 Pengadaan dan Pemasangan tutup Manhole uk. 60 x 60 cm adalah lubang di
bangunan ABSAH yang berfungsi sebagai akses orang untuk maintenance
atau pemeliharan bangunan ABSAH bertipe pintu baja dengan ukuran
manhole 60 cm x 60 cm termasuk gembok dan engsel berserta pengecatan
sesuai dengan gambar rencana dan petunjuk Direksi.
b. Cara Pelaksanaan
 Pengerjaan Manhole di kerjakan setelah pekerjaan bangunan ABSAH telah
terlaksana dengan menyisahkan lubang pintu ukuran 60 cm x 60 cm
kemudian penyedia jasa melanjutkan pekerjaan pintu baja manhole dengan
ketentuan – ketentuan yang telah di setujui oleh direksi.
 Pekerjaan Manhole di lakukan dengan tenaga ahli dengan pemasangan pintu
baja,engsel dan gembok serta dilakukan pengecatan sebagai bahan
pekerjaan ini.
 Setelah manhole terpasang, direksi akan mengecek kembali pekerjaan ini
sesuai gambar dan syarat yg telah di tetapkan adapun kekurangan dari
pekerjaan ini adalah tanggungan penyedia jasa
c. Cara Pengukuran dan Pembayaran
 Pengukuran pembayaran pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Tutup
Manhole uk. 60 x 60 cm ini berdasarkan jumlah yang tertera pada gambar
atau yang ditentukan oleh Direksi.
 Pembayaran pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Besi baja L.50.50.5
berdasarkan satuan Kilo Gram (Kg) sesuai yang tercantum dalam Daftar
Kuantitas dan Harga.
 Pembayaran pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Besi Plat t = 3 mm
berdasarkan satuan Kilo Gram (Kg) sesuai yang tercantum dalam Daftar
Kuantitas dan Harga.
 Pembayaran pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Engsel berdasarkan
satuan Buah (Bh) sesuai yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga.
 Pembayaran pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Gembok berdasarkan
satuan Buah (Bh) sesuai yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga.
 Pembayaran pekerjaan Pengecatan Besi berdasarkan satuan meter persegi
(m²) sesuai yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

17. Pengadaan dan Pemasangan Pipa Hisap dan Pipa Limpasan


 Pengadaan dan Pemasangan Pipa PVC Ø 1 1/4"
 Pengadaan dan Pemasangan Pipa PVC Ø 3"
 Pengadaan dan Pengisian Kerikil
a. Umum
 Pengadaan dan Pemasangan Pipa PVC Ø 1 1/4" dan Pipa PVC Ø 3" digunakan
sebagai pipa hisap dan pipa limpasan atau sesuai yang tertera pada gambar
 Pengadaan dan Pengisian Kerikil sebagai bahan pengisi yang berada didasar
permukaan pipa limpasan
b. Cara Pelaksanaan
 Pipa PVC yang digunakan harus sesuai standar PVC SNI 03-6419-2000 atau
sesuai petunjuk dari direksi
 Penyedia jasa harus memasang pipa PVC maupun sambungan pipa PVC
secara baik dan benar sesuai yang tertera pada gambar dan tidak ada cacat
pipa PVC
 Pengetesan dilakukan sebelum digunakan dan dipastikan tidak terjadi
kebocoran
 kerikil sebagai bahan pengisi yang dipakai harus sesuai dengan petunjuk dari
direksi
c. Cara Pengukuran dan Pembayaran
 Pengukuran pembayaran pada Pengadaan dan Pemasangan Pipa PVC Ø 1
1/4", Pengadaan dan Pemasangan Pipa PVC Ø 3" dan Pengadaan dan
Pengisian Kerikil berdasarkan jumlah yang tertera pada gambar atau yang
ditentukan oleh Direksi.
 Pembayaran pekerjaan pada Pengadaan dan Pemasangan Pipa PVC Ø 1 1/4",
Pengadaan dan Pemasangan Pipa PVC Ø 3" berdasarkan satuan meter (m)
sesuai yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga.
 Pembayaran pekerjaan pada Pengadaan dan Pengisian Kerikil berdasarkan
satuan meter kubik (m³) sesuai yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan
Harga.
 Pembayaran untuk pekerjaan ini termasuk biaya pengadaan material, upah,
buruh, peralatan, dan semua yang diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan
ini.

18. Pekerjaan Tangga


 Pengadaan dan Pemasangan Besi Hollow 40 x 40
a. Umum
 Pekerjaan tangga adalah tangga akses yang di gunakan untuk pengambilan
air bersih pada bangunan absah maupun dalam pengecekan dan
pemeliharaan pada bangunan absah sesuai dengan gambar rencana dan
petunjuk Direksi.
b. Cara Pelaksanaan
 Pekerjaan ini menggunakan bahan besi hollow 40x40 dengan ketentuan –
ketentuan yang telah di setujui oleh direksi.
 Pekerjaan ini di lakukan oleh tenaga profesional dibidang pengelasan.
 Setelah terpasang, direksi akan mengecek kembali pekerjaan ini sesuai
gambar dan syarat yang telah di tetapkan adapun kekurangan dari pekerjaan
ini adalah tanggungan penyedia jasa.
c. Cara Pengukuran dan Pembayaran
 Pengukuran pembayaran pekerjaan ini berdasarkan jumlah yang tertera
pada gambar atau yang ditentukan oleh Direksi.
 Pembayaran pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Besi Hollow 40 x 40 ini
berdasarkan satuan kilogram (kg) sesuai yang tercantum dalam Daftar
Kuantitas dan Harga.
 Pembayaran untuk pekerjaan ini termasuk biaya pengadaan material, upah
tenaga, peralatan, dan semua yang diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan
ini.