Anda di halaman 1dari 3

NAMA : NANDA MIA FERNADYA

NIM : 151910383018
PRODI : D4 TEKNOLOGI RADIOLOGI PENCITRAAN
MATA KULIAH : RADIOGRAFI INTERVENSI DASAR

RESUME
PRINSIP TEKNIK RADIOLOGI INTERVENSI DASAR

Radiologi Intervensional (IR) adalah spesialisasi yang menggunakan panduan gambar


untuk membantu dalam kinerja prosedur invasif minimal. Angiografi adalah yang pertama
dijelaskan oleh Moniz pada tahun 1927 setelah dia menyuntikkan kontras langsung melalui
jarum ke dalam pembuluh darah. Angiografi diagnostik berkembang pada tahun 1953, ketika
Seldinger menjelaskan akses arteri femoralis dengan jarum dan guidwire untuk
memungkinkan lewatnya kateter angiografi.
Prosedur radiologi intervensi pertama dipelopori oleh Dotter dan Judkins pada tahun
1964 dengan menggunakan dilator sekuensial di atas guidwire untuk memulihkan patensi
arteri. Perbaikan penting awal lainnya termasuk pengembangan balon kateter angioplasti,
penambahan CT dan ultrasound untuk panduan, penggunaan mikrokateter koaksial (kateter
berdiameter kecil ditempatkan melalui kateter dasar yang lebih besar), dan perbaikan dalam
teknologi guidewire.
Aplikasi IR semakin diperluas dengan pengembangan dari kumparan embolisasi, obat
trombolitik yang diarahkan oleh kateter, stent, dan vena cava filter. Kualitas dan efisiensi
gambar ditingkatkan dengan peralatan angiografi khusus yang menggunakan pencitraan
digital.

A. Pengertian Angiografi
Angiografi adalah adalah jenis pencitraan medis yang menggunakan sinar-X untuk
memeriksa kondisi pembuluh darah. Pada pemeriksaan ini akan dimasukkan kontras ke
dalam pembuluh darah untuk menilai alirannya agar dokter dapat menilai di pembuluh
darah bagian mana permasalahan yang menyebabkan seseorang menderita sakit. Hasil
angiografi akan disebut normal jika aliran darah di dalam pembuluh darah lancar dan
tidak ada penyumbatan.

B. Teknik Pencitraan Angiografi

1. Fluoroscopy

Fluoroscopy adalah teknik pencitraan yang menggunakan sinar-X untuk


mendapatkan gambar bergerak secara real-time dari bagian dalam suatu objek.
Pesawat Fluoroscopy merupakan pesawat radiodiagnostik yang pada awalnya
dilakukan atas modalitas radiografi yang cenderung bersifat analog, seiring
perkembangan zaman teknologinya menjadi lebih praktis. Fluoroscopy merupakan
suatu teknik pencitraan yang real-time dengan resolusi temporal yang tinggi. Teknik
Fluoroscopy digunakan untuk melihat citra struktur, organ atau cairan dalam tubuh
pasien. Teknik Fluoroscopy ini dapat juga membantu dokter untuk mendiagnose
berbagai penyakit dan memandu prosedur intervensional.
Cara kerja Fluorocopy yaitu sinar-x yang dipancarkan dari tabung sinar-X
akan diterima oleh screen fluoroscent, selanjutnya ditangkap oleh kamera (CCTV).
Dari kamera sinyal diperkuat kemudian dimasukan kedalam rangkaian LPF (Low
power frekuensi). Keluaran dari rangkaian LPF yang masih berupa sinyal analog,
selanjutnya diperkuat dan dimasukan kedalam Automatic Brightness Control (ABC)
untuk dirubah menjadi sinyal digital. Proses selanjutnya dari Automatic Brightness
Control (ABC) dimasukan ke sistem komputer untuk diolah menjadi sebuah gambar
dari obyek.

2. Cine Camera

Cine Camera atau Cinematography menghendaki adanya kecepatan yang


tinggi pada saat exposure. Penggunaan Cine Camera pada pesawat rontgen biasa
dikenal dengan nama CAT LAB (Catheter Laboratorium). Cath Lab Angiography
adalah tindakan/prosedur diagnostik invasif menggunakan sinar-x untuk
menggambarkan pembuluh darah di berbagai bagian tubuh termasuk jantung, otak,
dan ginjal untuk melihat adanya penyakit, penyempitan, pelebaran, atau
penyumbatan pada pembuluh darah.
Skala yang dipergunakkan pada saat ini adalah frame perdetik, dan nilai
minimum yang dipergunakan saat exposure adalah + 16 Frame/detik. Cine Camera
termasuk dalam Indirect Radiography dan kualitas gambar pada film yang
menggunakkan Cine Camera tergantung dari mutu gambar yang dihasilkan oleh
image intensifier.
Cat Lab terdiri dari :
1. X – ray Generator untuk Control Table.
2. Pasien Table
3. ECG monitor
4. Video medic
5. Image Intensifier
Ketika X- ray tube bekerja, sinar x akan menembus pasien dan diterima oleh
Image Intensifier yang kemudian diubah menjadi cahaya tampak. Melalui lensa
optic sinar ini diteruskan menuju camera untuk direkam.

3. Digital Subtraction Angiography (DSA)

DSA merupakan alat radiografi digital, yang merubah gambaran bayangan


hasil serapan sinar-x pada layar fluoroscopy menjadi data digital. DSA merupakan
pengembangan dari alat angiografi konvensional yang menampilkan gambaran
seluruh serapan sinar-x pada semua jaringan tubuh yang dilewatinya, kemudian
seiring berkembangnya teknologi digital, citra sinar-x ditangkap oleh image
intensifier dan diubah menjadi digital. Hasil digital diolah menggunakan perangkat
lunak dengan menyimpan data citra awal ke dalam memori yang disebut “masking”,
kemudian pengambilan data citra kedua menggunakan zat kontras disimpan di
memori berikutnya, lalu data citra awal dikurangi atau subtraction dari citra kedua,
menghasilkan citra pembuluh darah yang terlihat kontras, bebas dari tampilan latar
belakang. DSA memiliki kemampuan dalam menampilkan citra yang terang, jelas
dengan resolusi tinggi dibanding dengan pencitra pembuluh darah lainnya, selain itu
kemampuan dalam mendiagnosis penyakit serebrovaskular masih menjadi yang
utama.
DSA menjadi pencitra medis yang popular karena memiliki tingkat resolusi
spatiotemporal yang tinggi, berarti citra dapat terlihat lebih detail dibanding dengan
teknik lainnya seperti magnetic resonance imaging (MRI) atau custom tissue imaging
(CTI). Ketidaknormalan pada pembuluh darah seperti penyempitan, penyumbatan
atau cacat pada pembuluh darah dapat dilihat secara jelas pada DSA. DSA memang
masih invasif namun tergolong minim, biaya terjangkau, risiko relatif kecil, dan juga
pelaksanaan waktu pengoperasian yang relatif cepat. Aplikasi diagnosis DSA dapat
digunakan untuk memvisualisasikan struktur dari pembuluh darah intrakranial,
kelainan pembuluh darah seperti malformasi arteriovenosa, aneurisma, stenosis
karotis, serta gradasi penyakit Moyamoya dan aliran kolateral pada oklusi arteri
serebral akut. Peran DSA sangat penting dalam prosedur angiografi, sebagai
penunjang dalam menampilkan citra jalur alat mekanis atau kateter pada pembuluh
darah saat melakukan prosedur terapi endovaskular seperti trombektomi, coiling atau
stenting pada stroke iskemik atau stroke perdarahan dan penyakit vaskular lainnya.

Sumber Materi :
1. Angiografi. Alodokter.com.
2. Angiografi-Elektro Medik. djokosoeprijanto.blogspot.com.
3. Fluoroscopy (Mobile C-Arm) di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin. Makassar:
Universitas Hasanuddin.
4. Teknologi Citra Medis Digital SubtractionAngiography (DSA) untuk Diagnostik dan
Therapy Intervensi Penyakit Pembuluh Darah. ejournal2.litbang.kemkes.go.id.