Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH

AKHLAK TASAWUF

SUMBER AJARAN AKHLAK DARI AL-QUR’AN DAN HADIST

Dosen Pengampu :
Asman, S. Pd. I, M. Ag

OLEH:

INDAH YULIANA
NIM. 302.2019.012
DEDI YANSYAH
NIM. 302.2019.015
Semester : III
Kelompok : 2

PROGRAM STUDI HUKUM TATA NEGARA


FAKULTAS SYARIAH
INSTITUT AGAMA ISLAM SULTAN MUHAMMAD SYAFIUDDIN
SAMBAS
2020 M/ 1442 H
DAFTAR ISI

Halaman :

DAFTAR ISI...................................................................................................i
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.....................................................................................1
B. Rumusan Masalah................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN
A. Dasar – Dasar Qurani Tentang Ajaran Akhlak, Moral, dan Etika.......2
B. Hadist Rasullah SAW Tentang Akhlak, Moral, dan Etika..................2
C. Urgensi Dari Akhlak, Moral, dan Etika...............................................4
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan..........................................................................................5
B. Saran....................................................................................................5
DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................6

i
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Al-Qur'an sebagai dasar (rujukan) Ilmu Akhlak yang pertama, hal ini
dinilai karena konteksnya yang lebih tinggi, dibandingkan dengan dasar-dasar
yang lain. Mengingat al-Qur'an merupakan firman Tuhan, sehingga tidak ada
keraguan baginya untuk dijadikan sebagai dasar atau asas.
Nilai-nilai yang ditawarkan oleh al-Qur'an sendiri sifatnya komprehensif.
Perbuatan baik dan buruk sudah dijelaskan di dalamnya. Hanya saja, ada yang
perlu diperhatikan. Mengingat ada banyak ayat-ayat al-Qur'an yang
membutuhkan penafsiran. Sehingga untuk mememudahkan, orang-orang akan
merujuk kepada al-Hadits ( sebagai Asbabun Nuzul suatu ayat) dan al-Aqlu
(penalaran akal). Sejauh manakah campur tangan kedua dasar tersebut pada
persoalan Ilmu Akhlak. Pastinya al-Hadits dan al-Aqlu tidak akan merubah
pesan yang ingin disimpaikan oleh al-Qur'an.1
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia selalu bergaul dengan manusia
yang lain. Karena manusia mempunyai fitrah sebagai makhluk sosial. Dalam
pergaulannya itulah, manusia dituntut untuk senantiasa menjalankan interaksi
dengan sesamanya dengan penuh keharmonisan dan tentunya semua itu harus
dilandasi dengan akhlak dan etika terpuji.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian dari latar belakang di atas makadapat dirumuskan
permasalahan sebagai berikut:
1. Apa dasar – dasar tentang ajaran akhlak, moral, dan etika?
2. Apa hadits Rasullah SAW tentang akhlak, moral, dan etika ?
3. Bagaimana Urgensi dari akhlak, moral, dan etika?

1
Al-Mahally, Imam Jalaluddin, Imam Jalaluddin al-Suyuthi, Terjemah Tafsir Jalalain
Berikut Asbabun Nuzul, terj.

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Dasar – Dasar Qurani Tentang Ajaran Akhlak, Moral, dan Etika


Sumber akhlak adalah wahyu (al-Qur’an dan al-Hadits). Sebagai sumber
akhlak, wahyu menjelaskan bagaimana berbuat baik. al-Qur’an bukanlah
hasil renungan manusia, melainkan firman Allah s.w.t. yang Maha Pandai dan
Maha Bijaksana. Oleh sebab itu, setiap muslim berkeyakinan bahwa isi al-
Qur’an tidak dapat dibuat dan ditandingi oleh buatan manusia. Sumber akhlak
yang kedua yaitu al-Hadits meliputi perkataan, ketetapan dan tingkah laku
Rasulullah s.a.w.
Sedangkan etika Secara sederhana hal itu kemudian diartikan sebagai
ajaran tentang perikelakuan yang didasarkan pada perbandingan mengenai
apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk, sedangkan Moral
tindakan yang mempunyai nilai positif.Manusia yang tidak memiliki moral
disebut amoral artinya dia tidak bermoral dan tidak memiliki nilai positif di
mata manusia lainnya.Sehingga moral adalah hal mutlak yang harus dimiliki
oleh manusia.2

B. Hadist Rasullah SAW Tentang Akhlak, Moral, dan Etika


Dalil-Dalil Yang Berhubungan Dengan Akhlak, Moral dan Etika Firman
Allah swt:
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya
malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal” (QS.
Ali Imran: 190)2.
“Tidak ada kebaikan dari banyak pembicaraan mereka, kecuali
pembicaraan rahasia dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah,
atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia. Dan
barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka
kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.” (QS. An-nisa: 114).

2
Mahyudin Syaf, Bahrun Abu Bakar Lc., Bandung: sinar baru.

2
3

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut


nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya
bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka
bertawakkal.” (QS. Al Anfal:2).
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut
nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya
bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka
bertawakkal.” (QS. Al Anfal:2).
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mumin, diri dan
harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang
pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi)
janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al-Quran. Dan siapakah
yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah
dengan jual 2 “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih
bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang
berakal” (QS. Ali Imran: 190).3
“Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya
kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata
bagi kamu” (QS. Yasin: 60).
“Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan
(menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu
mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat.” (QS. Sad: 46).
Sabda Rasulullah: ‘Sesungguhnya aku Muhammad s.a.w. tidak diutus
melainkan untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.’ ‘Ketahuilah kamu di
dalam badan manusia terdapat segumpal darah. Apabila baik maka baiklah
keseluruhan segala perbuatannya dan apabila buruk maka buruklah
keseluruhan tingkah lakunya. Ketahuilah segumpal darah itu adalah hati’
‘Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa paras kamu dan tidak
kepada tubuh badan kamu, dan sesungguhnya Allah tetap melihat kepada hati

3
Al-Maraghi, Ahmad Mustafa, Terjemah Tafsir al-Maraghi, juz 18, Semarang: CV. Toha
Putra, 1993
4

kamu dan segala amalan kamu yang berlandaskan keikhlasan hati.’


‘Seseorang itu tidak beriman sehinggalah dia mengasihi terhadap saudaranya
seperti mana dia kasih terhadap dirinya sendiri’ (Riwayat Bukhari dan
Muslim) ‘Sesunggubnya amalan yang sangat dicintai Allah selepas
melakukan ibadat fardhu oleh hambanya ialah mengembirakan hati
saudaranya sesama Islam’ (Riwayat Baihaqi).

C. Urgensi Dari Akhlak, Moral, dan Etika


Apabila etika dan moral dihubungkan maka dapat dikatakan bahwa antara
etika dan moral memiliki obyek yang sama yaitu sama-sama membahas
tentang perbuatan manusia untuk selanjutnya di tentukan posisinya baik atau
buruk. Tolak ukur yang di gunakan dalam moral untuk mengukur tingkah
laku manusia adalah adat istiadat, kebiasaan, dan lainnya yang berlaku
dimasyarakat.4
Manfaat etika, moral dan akhlak dalam kehidupan:
1. Menjadikan insan yang lebih taqwa kepada Allah.
2. Dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
3. Memperbaiki tingkah laku manusia untuk menjadi pribadi yang baik.
4. Mengetahui dampak positif  hidup rukun  dalam kehidupan.
5. Memahami pentingnya arti persatuan di dalam kehudipan.
6. Menumbuhkan kesadaran pribadi untuk membentuk nuansa
kebersamaan dalam kehidupan sosial.
7. Dapat berperilaku mahmudah yaitu berakhlak terpuji dan mampu
mennghindari akhlak madzmumah.

4
Ar-Rafa'I, Muhammad Nasib, Taisiru al-Aliyul Qadirr li Ikhtishari Tafsir Ibnu Katsir, jilid
I, terj.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas saya simpulkan bahwa etika merupakan
suatu pola perilaku yang dihasilkan oleh akal manusia dan suatu paham
keilmuan yang berguna untuk menentukan pakah perbuatan manusia itu
dikatakan baik atau buruk berdasarkan pendapat akal pikiran. Definisi moral
merupakan nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pegangan bagi
seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Dan definisi
Akhlak merupakan sifat yang tertanam dalam jiwa yang mendorongnya untuk
melakukan perbuatan tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.
Keterkaitan Etika Moral dan Akhlak sangatlah penting bagi kehidupan
sehari hari dan Kesemuanya itu juga dapat menjadi pedoman bagi kita untuk
mengevaluasi keadaan di sekitar kita serta kita dapat dengan mudah
memfilterisasi segala sesuatu yang kita dapatkan, agar kita menjadi pribadi
yang ber-etika, moral, dan akhlak yang baik.

B. Saran
Sebelum kita mempelajari agama islam lebih jauh, terlebih dahulu kita
harus mempelajari sumber-sumber ajaran agama islam agar agama islam yang
kita pelajri sesuia dengan al-qur’an dan tuntunan nabi Muhammad SAW yang
terdapat dalam as-sunnah (hadist).

5
DAFTAR PUSTAKA

Al-Mahally, Imam Jalaluddin, Imam Jalaluddin al-Suyuthi, Terjemah Tafsir


Jalalain Berikut Asbabun Nuzul, terj.
Mahyudin Syaf, Bahrun Abu Bakar Lc., Bandung: sinar baru.
Al-Maraghi, Ahmad Mustafa, Terjemah Tafsir al-Maraghi, juz 18,
Semarang: CV. Toha Putra, 1993
Ar-Rafa'I, Muhammad Nasib, Taisiru al-Aliyul Qadirr li Ikhtishari Tafsir
Ibnu Katsir, jilid I, terj.

Anda mungkin juga menyukai