Anda di halaman 1dari 5

KELOMPOK 3

Abyudaya Aslam .P (P07226119001) Muh.Taufiqul Hidayah (P07226119019)

Anggrea Diva Lestari (P07226119004) Nur Muliana (P07226119023)

Ardya Nisfu Maulana (P07226119005) Santa Hotmaria Sianturi (P07226119029)

Dandy Riswanda .O (P07226119006) Serti Melinda Sumawe (P07226119030)

Mey Reta Chandra (P07226119018) Yuliana (P07226119032)

1. Apa hakekat dari komunikasi ?

Hakikat komunikasi adalah sebuah proses pernyataan antar manusia, di mana yang
dinyatakan adalah pikiran atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan
menggunakan bahasa sebagai alat penyalurnya

2. Apa akibat dati komunikasi yang tidak sampai ?

a. Memicu Perselisihan

Perselisihan akibat proses komunikasi yang kurang efektif bisa saja terjadi. Katakanlah
seseorang tidak mampu menyampaikan informasi dengan benar dan tepat, penerima
informasi tersebut tentu saja akan mendapatkan permasalahan dalam menelaah
pemahaman. Ini akan mengakibatkan terjadinya perselisihan akibat kesalahan
penyampaian informasi yang dilakukan selama terjadi interaksi.

b. Menimbulkan Kesalahpahaman

Kesalahpahaman juga bisa muncul akibat dari komunikasi interpersonal yang kurang baik.
Ada baiknya, menyamakan persepsi sebelum berinteraksi dilakukan sehingga tidak akan
terjadi kesalahpahaman. Bagaimana pun juga, komunikasi antar pribadi tentu saja akan
menimbulkan banyak persepsi. Penilaian pribadi bisa saja muncul dan bila tidak ada
kesepahaman di sana justru akan memicu terjadinya perdebatan.

c. Mudah Melakukan Labeling

Labeling atau memberikan penilaian kepada orang lain juga bisa timbul sebagai dampak
komunikasi interpersonal yang tidak efektif. Kita harus belajar untuk tidak mudah
melakukan judgement kepada orang lain. Dengan demikian, labeling tidak akan mudah
terjadi. Manakala komunikasi berlangsung dengan kurang baik, maka bisa saa seseorang
menjadi mudah memberikan penilaian hanya dari satu sudut pandang saja.

d. Memberikan Kesan yang Negatif

Kesan negatif juga merupakan salah satu dampak yang sebenarnya sangat berpengaruh.
Orang akan menjadi enggan untuk berkomunikasi kembali dengan kita karena pesan yang
akan disampaikannya dirasa tidak akan diterima dengan baik. Komunikasi yang kurang
efektif bisa memicu timbulnya permasalahan ini.

e. Menimbulkan Kesalahan Informasi


Kesalahan informasi juga bisa timbul manakala seseorang tidak menyampaikan pesan
dengan baik. Terdapat banyak cara berkomunikasi dengan baikyang bisa dipelajari
sehingga informasi yang akan disampaikan juga bisa diterima oleh orang lain. Kesalahan
informasi ini bisa memicu terjadinya permasalahan-permasalahan lainnya, apalagi kalau
elemen komunikasi interpersonal di dalamnya juga rancu.

f. Merenggangkan Hubungan Sosial Sebagaimana telah dijelaskan pada poin


sebelumnya, seseorang mungkin akan menjadi lebih enggan untuk mengajak kita
berkomunikasi saat proses komunikasi yang berlangsung seringkali kurang efektif.
Akibatnya, hubungan sosial menjadi lebih renggang. Seseorang menjadi lebih dijauhi
orang lain hanya karena komunikasinya yang kurang baik.

3. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi efektifitas komunikasi, sebutkan dan jelaskan ?

Faktor-faktor yang mempengaruhi keefektifan komunikasi organisasi adalah

a. Saluran Komunikasi Formal

Purwanto (2006, hal.40) menjelaskan bahwa di dalam struktur organisasi garis,

fungsional, maupun matriks, akan tampak berbagai macam posisi atau kedudukan

masing-masing sesuai dengan batas tanggung jawab dan wewenangnya.

Dalam kaitannya dengan proses penyampaian informasi dari manager kepada bawahan

ataupun dari karyawan ke manager, pola transformasi informasinya dapat berbentuk

komunikasi dari atas ke bawah (top down atau downward communications), komunikasi

dari bawah ke atas (bottom-up atau upward communications), komunikasi horizontal

(horizontal communication), dan komunikasi diagonal (diagonal communications).

b. Struktur Organisasi

Struktur organisasi adalah suatu diagram yang menggambarkan rantai perintah,

hubungan pekerjaan, tanggung jawab, rentang kendali dan pimpinan organisasi berfungsi

sebagai kerangka kerja dan tugas pekerjaan yang dibagi, dikelompokkan dan dikoordinasi

secara formal. Struktur organisasi menunjukkan alur perintah yang mengindikasikan

jabatan pekerjaan yang harus dipertanggung jawabkan oleh masing-masing tipe

karyawan. Berikut definisi dan pengertian struktur organisasi dari beberapa sumber buku:

Menurut Robbins dan Coulter (2007), struktur organisasi adalah kerangka kerja formal

organisasi yang dengan kerangka kerja itu tugas-tugas pekerjaan dibagi-bagi,

dikelompokkan dan dikoordinasikan.


Menurut Hasibuan (2004), struktur organisasi adalah suatu diagram yang

menggambarkan tipe organisasi, perdepartemenan organisasi, kedudukan dan jenis

wewenang pejabat, bidang dan hubungan pekerjaan, garis perintah dan tanggungjawab,

rentang kendali dan sistem pimpinan organisasi.

c. Speseialis Jabatan

Menurut Mathis dan Jackson 2004:32, spesialisasi kerja adalah penempatan sesorang ke

posisi pekerjaan yang tepat, hal ini difokuskan dengan kesesuaian dan pencocokan antara

pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan knowledge, skill, and abilities orang-orang

dengan karakteristik-karakteristik pekerjaan. Para manajer dalam suatu organisasi

umumnya memusatkan perhatian mereka pada 2 dua macam tingkat spesialisasi yaitu:

Spesialisasi menurut desain pekerjaan berupa pengalokasian tugas-tugas pekerjaan

tertentu sesuai dengan bidang masing-masing individu atau kelompok-kelompok,

Spesialisasi menurut departemenisasi, berupa penciptaan unit-unit kerja atau kelompok-

kelompok kerja, dengan jalan menempatkan berbagai macam pekerjaan, di bawah

kekuasaan pimpinan organisasi. Berdasarkan pendapat tersebut dapat dijelaskan bahwa

spesialisasi tugas di dalam suatu organisasi disebabkan karena banyaknya tugas yang

harus dilaksanakan oleh tidak hanya satu orang atau beberapa orang saja, selain itu jenis

pekerjaan beraneka ragam, serta untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil kerja

dan produktifitas.

d. Pemilikan Informasi

Kepemilikan Informasi akan diartikan sebagai Informasi Yang Tidak Terbuka yang telah

didaftarkan, mendapat izin, diketahui, dikenal ataupun diakui secara hukum atau secara

hukum harus diperlakukan sebagai rahasia dan rahasia atau yang, karena keadaan di

mana itu diungkapkan, orang yang berakal akan menyimpulkan sebagai rahasia dan yang

diinginkan oleh para pihak melindungi dari pengungkapan tidak terbatas atau penggunaan

kompetitif atau yang ditetapkan sebagai seperti itu.

e. Jaringan Komunikasi Dalam Organisasi

Jaringan Komunikasi Organisasi Komunikasi dapat ditransmisikan dalam sejumlah arah

dalam suatu organisasi: bawah atau ke atas rantai organisasi. Horizontal untuk rekan-
rekan di dalam atau di luar unit organisasi, atau dari unit luar lokasi organisasi formal itu.

Saluran komunikasi dapat bersifat formal atau informal, tergantung cara mereka

menghubungkan jaringan. Jaringan adalah sistem jalur komunikasi yang menghubungkan

pengirim dan penerima menjadi organisasi sosial yang berfungsi. Jaringan ini

mempengaruhi perilaku individu yang bekerja di dalamnya, dan posisi yang ditempati

individu dalam jaringan memainkan peran kunci dalam menentukan perilaku mereka dan

perilaku orang-orang yang mereka pengaruhi. (Abdullah : 2010). Ada beberapa cara untuk

melihat jaringan komunikasi, pertama kita bisa memikirkan semua komunikasi organisasi

yaitu internal, eksternal keatas, ke bawah, dan horizontal sebagai jaringan yang dikelola

dari arus informasi. Kedua kita dapat melihat sistem komunikasi organisasi sebagai jumlah

dari kelompok subsistem jaringan komunikasi fungsional yang terkait dengan satu atau

lebih tujuan organisasi. Ketiga kita dapat memeriksa kategori utama untuk

mengklasifikasikan tujuan yang berbeda dari anggota organisasi. Empat kita bisa

mempertimbangkan efek jaringan komunikasi tertentu pada kinerja kelompok.

4. Ada beberapa tipe jaringan komunikasi. Menurut saudara tipe mana yang paling efektif,

baik untuk komunikasi sentralisasi maupun de sentralisasi. Berikan alasannya !

Beberapa jaringan komunikasi

1. Roda : misal si A akan menyampaikan informasi ke pada si B, C, D, E, F, kemudian


mendapatkan feedback

2. Y, misal tiga orang

anggota dalam kelompok organisasi dapat


berkomunikasi satu sama lain, tetapi ada dua
orang yang hanya dapat melakukan
hubungan komunikasi di dengan seorang di sampingnya.

3. Lingkaran, misal si A memberikan pesan ke si B, si B kemudian meneruskan ke si C


hingga kembali ke si A.

4. Rantai, misal si A akan menyampaikan ke si B, kemudian si B menyampaikan ke si C,


kemudian seterusnya berhenti di terakhir....

5. Bintang, jaringan semua saluran yang dapat saling memberikan informasi dan
mendapatkan feedback.

Yang efektif pada sentralisasi yaitu "roda".

Mengapa?

Pola roda merupakan sistem terpusat yang dilakukan seorang pemimpin mampu
memberikan informasi secara menyeluruh ke pada anggotanya yang kemudian
mendapatkan feedback.
Yang efektif pada di-sentralisasi yaitu "bintang"

Mengapa?

Pola Bintang merupakan dimana adanya saling interaksi setiap anggota, baik itu sebagai
komunikator maupun mendapat feedback yang mana akan memunculkan karakter
tranparansi.

"Namun kembali lagi dalam mengambil/menentukan keputusan, pola atau jaring komunikasi
yang digunakan melihat situasi kondisi suatu permasalahan"

5. Buatlah saluran komunikasi formal dalam.

6. Buatlah contoh komunikasi dengan lambang (gerak, warna, suara ) sesuai dengan 6

langkah proses komunikasi.

a. Misal A memiliki suatu ide untuk mengcat pot dari botel Bekas..

Tak lama kemudian ia melihat B datang..

b. A melambaikan tangan kepada B, (arti lambang gerak, memanggilnya) seraya berkata

hai B kemarilah..

c. B. Mendengar ada suara teriakan yang memanggilnya (arti lambang suara), ternyata ia

dipanggil A, dan iapun pergi menghampirinya.

d. A lalu menyampaikan idenya untuk mengecak pot dari botol bekas agar terlihat lebih

cantik dan berwarna merah muda (arti lambang warna) dan ia mengajak B untuk

mengecatnya bersama.

e. . Karena tertarik atas apa yang disampaikan A, B memilki kemauan untuk membantu A

mengecat botol bekas agar terlihat indah.

f. B. Mengatakan kepada A bahwa ia mau untuk membantunya merealisasikan ide A.