Anda di halaman 1dari 10

KESUKSESAN IMPLEMENTASI E-TICKETING

(Studi Kasus Pada Pt. Kereta Api Indonesia (Persero) Tentang Business To Customer
Di Stasiun Kota Malang)

Fadhel Abdullah Alhabsyi


Endang Siti Astuti
Riyadi
Fakultas Ilmu Administrasi
Univеrsitas Brawijaya
Malang
Еmail:fadhel.alhabsyi@gmail.com

ABSTRACT

This Study aims to evaluate the application of raik ticket system of PT. Kereta Api Indonesia in Malang city
train station. This rail ticket system success evaluation was held based on qualitative approach by interviewed
the main character in application of rail ticket system in PT. Kereta Api Indonesia especcially in Malang city
train station. The interview arrangement is based on update measuring the success of information system.
From this evaluation result was known that PT. Kereta Api Indonesia has applied this Rail Ticket System
successfully because all of users have their own positive perception for all factors in the six dimensions, expect
the speed factor and system resilience factor. Success factors among the Rail Ticket System implementation
that founds are to support buying ticket activities, data integration from all online station, frinendly use
appearance for user, quite complete fitures, can give clear and accurate information to passengers, very
impactful to personal and organization progress andadcquate report system.

Key Words : Evaluation, System, Information, Update model DoLone and McLean information system
success.

АBSTRАK

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan Rail Ticket System pada PT. Kereta Api di Stasiun
Kota Malang. Evaluasi Rail Ticket System dilakukan berdasarkan pendekatan kualitatif dengan mewawancarai
pemeran utama dalam penerapan Rail Ticket System di PT. Kereta Api Indonesia khususnya Stasiun Kota
Malang. Wawancara disusun berdasarkan model Update Kesuksesan Sistem Informasi DeLone dan McLean
yang memiliki enam dimensi untuk mengukur kesuksesan dari suatu sistem informasi. Dari hasil evaluasi
diketahui bahwa PT. Kereta Api Indonesia telah menerapkan Rail Ticket System dengan sukses kerena semua
pengguna memiliki presepsi positif pada semua faktor dalam enam dimensi tersebut, kecuali pada faktor
kecepatan dan ketahan sistem informasi. Faktor-faktor kesuksesan dalam pengimplementasian Rail Ticket
System yang ditemukan diantaranya adalah menunjang aktivitas pembelian tiket, integrasi data seluruh stasiun
online, tampilan sudah menunjang pengguna, fitur yang tersedia cukup lengkap, dapat memberikan informasi
kepada penumpang secara jelas dan akurat, sangat berdampak terhadap kinerja individu dan organisasi serta
sistem pelaporan yang memadai.

Kata Kunci : Evaluasi, Sistem, Informasi, Model Kesuksesan Sistem Informasi DoLone dan McLean, Rail
Ticket System.

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 63 No. 1 Oktober 2018| 148


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
PЕNDАHULUАN dan dapat dilakukan 24 jam dalam sehari yaitu
E-ticketing atau electronic ticketing adalah dengan melakukan pembayaran via ATM atau
suatu cara untuk mendokumentasikan proses melakukan pembayaran dengan akun e-money
penjualan dari aktifitas perjalanan pelanggan tanpa yang dimiliki pengguna seperti kredit card dan
harus mengeluarkan dokumen berharga secara fisik sejenisnya. e-ticketing merupakan teknologi
ataupun ticket yang berupa kertas (Ng-Kruelle dan informasi yang digunakan untuk menunjang
Swatman, 2006). Semua informasi mengenai kualitas pelayanan terhadap konsumen dengan
electronic ticketing disimpan secara digital dalam memanfaatkan kecepatan dalam melakukan
sistem komputer milik perusahaan transportasi. E- penjualan tiket, Salah satu cara yang digunakan
ticketing (ET) adalah peluang untuk meminimalkan untuk meningkatkan pendidtribusian dan penjualan
biaya dan mengoptimalkan kenyamanan tiket oleh PT. Kereta Api Indonesia adalah
penumpang. E-ticketing mengurangi biaya proses penerapan e-ticketing yang di pengaruhi oleh
tiket, menghilangkan fomulir kertas dan media internet. e-ticket dapat didistribusikan
meningkatkan fleksibilitas penumpang dan agen melalui internet dan di download ke smartphone
perjalanan dalam membuat perubahan-perubahan atau media elektronik lainnya atau juga bisa di
dalam jadwal perjalanan. cetak.
Salah satu perusahaan yang menerapkan Agar mencapai tujuan dari penerpan e-
sistem informasi e-ticketing yang bergerak dalam ticketing yang sesuai dengan visi dan misi dari PT
bidang jasa angkutan yaitu PT. Kereta Api Kereta Api Indonesia perlu dilakukan evaluasi
Indonesia, PT. Kereta Api Indonesia adalah untuk menilai tolak ukur dari kesuksesan
perusahaan tunggal yang mengelola transportasi penerapan sistem e-ticketing tersebut. Evaluasi
Kereta Api di Indonesia. Seiring berjalannya waktu adalah suatu kegiatan yang terencana untuk
kereta api di Indonesia mengalami perubahan mengetahui keadaan sesuatu obyek dengan
terutama pada proses penjualan tiket kereta api menggunakan instrumen dan hasilnya
sebelumnya menggunakan penjualan melalui dibandingkan dengan tolak ukur untuk
loket-loket yang ada di setiap stasiun kereta dengan memperoleh kesimpulan (Yunanda, 2009). Dengan
cara yang sangat konvensional, hal ini dirasa dilakukan evaluasi akan mengetahui tolak ukur dari
kurang efisien untuk mencapai pelayanan yang suatu kegiatan dan juga akan memberikan masukan
prima dan dituntut dengan kecepatan dan ketepatan terhadap pengembangan suatu kegiatan atau
saat melayani, dilakukanlah perubahan terhadap program dilakukan.
proses penjualan tiket yaitu dengan menerapkan Menurut Lucas (2003), keberhasilan
penjualan tiket online dengan memanfaatkan implementasi sistem informasi manajemen diliat
teknologi informasi pada penerapannya, kerena dari beberapa faktor, yaitu: kualitas sistem, sikap
dengan diterapkannya tiket online diharapkan pengguna, partisipasi pengguna dan kepuasan
memberikan efek yang lebih efisien dan juga pengguna, apabila sistem informasi tersebut sukses
pelayanan yang lebih prima dengan mengandalkan maka berhasil pula pengembangan dan penerapan
teknologi informasi. sistem tersebu kemudian dikemukakan juga oleh
PT. Kereta Api Indonesia menerapkan DeLone dan McLean (1992) dalam menentukan
penjualan tiket online adalah salah satu bentuk kesuksesan sistem informasi mencakup 6 elemen
dalam meningkatkan kualitas pelayanan pada penting. Elemen tersebut yaitu Kualitas Sistem
penggunanya, aplikasi e-ticketing yang di gunakan (system quality), Kualitas Informasi (information
oleh PT. Kereta Api Indonesia sangat di rasakan quality), Penggunaan (use), Kepuasan Pengguna
atau sangat berdampak pada kemudahan dalam (user satisfaction), Dampak Individu (individual
penjualan maupun pembelian tiket, aplikasi e- Impact) dan Dampak Organisasi (organisation
ticketing tersebut di beri nama Rail Ticket System impact). Pada tahun 2003 Mclean dan Delone
(RTS). PT. Kereta Api Indonesia juga bekerjasama kembali mengembangkan teorinya tentang
dengan beberapa perusahaan dalam penerapan e- kesuksesan sistem informasi dengan
ticketing. Dengan melakukan kerja sama dengan menambahkan kualitas layanan (service quality)
beberapa perusahaan diharapkan agar memberikan dan menggabungkan dampak individu dan dampak
efek kemudahan bagi pengguna. organisasi menjadi manfaat-manfaat bersih (net
Pengguna lebih mudah mendapatkan tiket benefit).
dengan melakukan pembelian melalui agen-agen
atau mengakses pembelian tiket melalui internet.
Pembayaran terhadap tiket menjadi lebih mudah

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 63 No. 1 Oktober 2018| 149


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
KAJIAN PUSTАKА implementasi sistem informasi dalam suatu
Sistem Informasi Manajemen perusahaan antara lain :
Sistem informasi manajemen merupakan a) Dukungan manajemen eksekutif
penerapan sistem informasi didalam organisasi b) Keterlibatan pemakai terakhir (end user)
untuk mendukung informasi-informasi yang c) Kejelasan penggunaan kebutuhan perusahaan
dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen. d) Kematangan perencanaan
Definisi sistem informasi manajemen menurut e) Harapan perusahaan yang nyata
pendapat ( Holmes, 1989:112 ) Sistem informasi
Manajemen adalah suatu sistem yang dirancang Sedangkan yang menyebabkan kegagalan
untuk menyajikan informasi pilihan yang menurut Rosemary Casafaro dalam O’brien (2005)
berorientasi kepada keputusan yang diperlukan ialah :
oleh manajemen guna merencanakan, mengawasi, a) Kurangnya input dari pemakai terakhir (end
dan menilai aktivitas organisasi. Dirancangnya itu user)
didalam kerangka kerja yang menitikberatkan pada b) Tidak lengkapnya pernyataan kebutuhan dan
perencanaan keuntungan, perencanaan spesifikasi
penampilan, dan pengawasan pada semua tahap. c) Pernyataan kebutuhan dan spesifikasi yang
sering beruba-ubah
E-Ticketing d) Kurangnya dukungan eksekutif
Menurut Lee dan Wan (2010) E-Ticketing e) Inkompetensi secara teknologi
atau electronic ticketing adalah bentuk inovasi f) Perencanaan yang tidak tepat dan tidak
teknologi dalam bidang e-commerce dimana matang.
proses penjualan dari aktifitas perjalanan
pelanggan dapat diproses tanpa harus Model Kesuksesan Sistem Informasi Delone dan
mengeluarkan paper ticket. Semua informasi Mclean
mengenai electronic ticketing disimpan secara Pada tahun 1992 delone dan mclean
digital dalam komputer. E-ticketing dapat melakukan penelitian lebih dalam terkait
mengurangi biaya proses tiket, menghilangkan kesuksesan sistem informasi yang golongkan
formulir kertas dan meningkatkan fleksibilitas dalam beberapa variable yaitu : kualitas dari sistem
penumpang. informasi (system quality), kualitas output dari
E-ticketing memliki beberapa kelibihan sistem informasi (information quality), konsumsi
menurut Bienz (2008), yaitu: terhadap output (use), kepuasan pengguna (user
a) Mengurangi biaya yang berkaitan dengan satisfaction),kebiasaan pengguna (individual
pencetakan surat tiket. impact) dan pengaruhnya terhadap kinerja
b) Mengurangi tenaga kerja yang berkaitan organisasi (organitational impact). Model ini
dengan pencetakan surat dan tiket. disebut sebagai “Model Kesuksesan Sistem
c) Keamanan terjamin, karena barcode validasi Informasi Delone dan Mclean”.
dan menghilangkan kemungkinan tiket palsu Seiring dengan berjalan nya waktu Delone
atau duplikat. dan Mclean melakukan pembaruan terhadap model
d) Pemesanan e-ticketing oleh konsumen berarti yang sudah ada yaitu “Model Update Kesuksesan
mengetahui berapa banyak konsumen sistem informasi Delone dan Mclean (2003)”. Pada
perusahaan, karena perusahaan menyimpan model yang baru, Delone dan Mclean
data konsumen di database perusahaan. menambahkan variable kualitas layanan (service
e) Memberikan informasi tambahan yang perlu quality) dan juga menggabungkan dua variable
diketahui bagi pelanggan. pengaruh individu dan pengaruh organisasi
f) Menyediakan kemampuan untuk beriklan, menjadi variabel keuntungan bersih (netbenefit).
dapat menambah pendapatan perusahaan
dengan menawarkan ruang iklan di portal situs
MЕTODE PЕNЕLITIАN
perusahaan.
Pеnеlitiаn ini mеrupаkаn pеnеlitiаn dеskriptif
dеngаn pеndеkаtаn kuаlitаtif. Penelitian ini
Kesuksesan dan kegagalan sistem informasi
dilakukan di PT. KAI yang terletak di kota malang.
Dalam hal ini Rosemary Cafasaro dalam
Tеknik pеngumpulаn dаtа yаng digunаkаn olеh
O’brien (2005) bahwa ada beberap faktor yang
pеnеliti аntаrа lаin: interview, dokumentasi,
menyebabkan kesuksesan atau kegagalan

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 63 No. 1 Oktober 2018| 150


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
observasi dan studi pustaka. Adapun focus pelanggan akan dapat melakukan check in pada
penelitian sebagai berikut: saat jam keberangkatan.
1. Implementasi e-ticketing oleh PT. KAI di kota Pada bagian ketiga yaitu pemesanan yang
malang. dapat dilakukan penumpang pada agen-agen yang
2. Kesuksesan implementasi e-ticketing oleh PT. sudah melakukan kerjasama dengan PT. Kereta
KAI di kota malang terkait penjualan tiket Api Indonesia dalam penjualan tiket kereta api.
antara customer dengan perusahaan (B2C). Agen-agen yang sudah bekerja sama dengan PT.
Kereta Api Indonesia telah di berikan hak akses
HАSIL DАN PЕMBАHАSАN berupa username dan password untuk menjalankan
Implementasi E-ticketing PT. Kereta Api e-ticketing. Dengan menggunakan e-ticketing
Indonesia (Persero) di Stasiun Kota Malang. agen-agen tersebut dapat melakukan proses
a. Proses Bisnis E-ticketing penjulan tiket secara langsung kepada penumpang.
Adapun bisnis proses dalam implementasi Penumpang setelah melakukan pemesanan pada
e-ticketing di PT. Kereta Api Indonesia, Proses agen-agen tersebut akan melakukan pembayaran
bisnis e-ticketing yang terdapat pada PT. Kereta secara langsung terhadap agen-agen tersebut,
Api Indonesia secara garis besar dimulai dari setelah melakukan pembayaran penumpang akan
proses pemesanan tiket hingga penumpang naik ke mendapatkan bukti pembayaran yang nantinya
dalam kereta api. Bisnis proses yang dimaksud akan dilakukan penukaran dengan menggunakan
akan disajikan dalam Gambar 4.2 berikut ini : vending machine yang ada di setiap stasiun. setelah
mendapatkan tiket fisik penumpang dapat
melakukan check in pada saat waktu
keberangkatan.
Setelah penumpang mendapatkan tiket
fisik, penumpang akan melakukan check in agar
dapat naik ke kereta api, setelah melakukan check
in penumpang akan mendapatkan boarding pass
Gambar 1 Alur Proses Bisnis e-ticketing yang digunakan untuk naik ke atas kereta api.
Sumber : Data di olah Sebelum naik ke atas kereta api penumpang akan
Gambar 1diatas menjelaskan tentang alur dilakukan pengecekan oleh petugas kondektur
proses bisnis e-ticketing dimana pemesanan tiket yaitu nama yang tertera pada boarding pass harus
dibagi menjadi 3 (tiga) bagian, yang pertama sesuai dengan identitas yang dimiliki penumpang.
adalah pemesalan langsung melalui PT. Kereta Api Setelah dilakukan pengecekan barulah penumpang
Indonesia yang dapat dilakukan di seluruh stasiun. dapat naik ke atas kereta api.
Pemesanan yang dapat dilakukan berupa pemsanan
Go show, Reservasi langsung dan pemesanan b. Pengoperasian Sistem
melalui Vending machine. Setelah penumpang a) Halaman Login
melakukan pemesanan akan langsung bisa Agar bisa masuk ke dalam sistem
melakukan pembayaran tunai, dan setealah pengoperasian e-ticketing user harus melakukan
melakukan pembayaran penumpang akan login, user harus memilih unit, memasukan ID dan
mendapatkan tiket fisik yang nantinya akan password yang telah dimiliki oleh user. Unit yang
digunkan pada saat melakukan check in. dimaksud adalah divisi atau jabatan yang dimiliki
Pada bagian kedua yaitu pemesanan yang oleh user. Setelah memasukan ID dan password,
dapat dilakukan sendiri oleh pelanggan atau yang user akan menekan tombol sign-in untuk masuk ke
dimaksud adalah penumpang. Pelanggan dapat dalam sistem e-ticketing
melakukan pemesanan melalui aplikasi mobile,
internet dan juga melalui call center, setelah
melakukan pemesanan pelanggan akan melakukan
pembayaran melalui mesin ATM. Setelah
melakukan pembayaran pelanggan akan
mendapatkan kode booking yang nantinya akan
dilakukan penukaran dengan menggunakan
vending machine untuk mendapatkan tiket fisik.
Setelah pelanggan mendapatkan tiket fisik Gambar 2 Halaman Login e-ticketing

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 63 No. 1 Oktober 2018| 151


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
Sumber : PT. Kereta Api Indonesia Stasiun Kota Sumber : PT. Kereta Api Indonesia Stasiun Kota
Malang Malang

Dari gambar 2 diatas dapat di lihat kolom Dari gambar 4. diatas dapat di lihat Fitur
berupa ID dan Password, untuk mendapatkan ID yang dapat di akses berupa Admin, Controller,
dan Password, user harus didaftarkan oleh bagian Penjualan, Cetak Tiket, Laporan dan P3K, terdapat
IT pusat untuk mendapatkan ID dan Password juga kolom untuk melakukan pengecekan terhadap
yang di tentukan agar dapat menggunakan e- tiket yang sudah di booking melalui loket atau
ticketing. agen-agen penjualan tiket kereta api. Dapat di
ketahui juga informasi berupa identitas dari user
b) Notifikasi Login yang melakukan login terhadap e-ticketing.
Setelah masuk ke dalam e-ticketing user Penjelasan terkait fitur-fitur utama yang ada di
akan mendapatkan notifikasi. Notifikasi yang halaman utama akan di jelaskan lebih detail di sub
dimaksud adalah pemberitahuan nomor tiket yang bab selanjutnya.
ada di fisik harus sesuai dengan nomor yang tertera
di notifikasi. d) Fitur ADMIN
Dalam Fitur Admin terdapat sub menu yang
menampilkan informasi terkait Unit dari user yang
login ke e-ticketing, dan juga terdapat sub menu
permintaan fitur, sub menu tersebut di gunakan
untuk melakukan permintaan fitur tambahan.

Gambar 3 Notifikasi Login


Sumber : PT. Kereta Api Indonesia Stasiun Kota
Malang
Dari gambar 3 diatas dapat dilihat contoh
nomor tiket yang akan tertera pada tiket fisik ketika
akan dilakukan cetak tiket. Kode yang tertera pada
gambar 4.4 diatas merupakan ID dari user yang Gambar 5 Fitur ADMIN
login sedangkan nomor dibelakang adalah ID Sumber : PT. Kereta Api Indonesia Stasiun Kota
untuk kode tiket kereta api. Malang

c) Menu Utama Dari gambar 5 diatas dapat di lihat sub


Dalam menu utama terdapat beberapa sub menu unit dan juga permintaan fitur. Sub menu unit
menu sistem yang dapat di akses tergantung hak hanya terdapat informasi yang melibatkan unit atau
akses user yang di berikan. Berikut merupakan hak divisi dari user sedangkan permintaan fitur
akses operator sistem yang memiliki fitur hampir berkaitan dengan hak akses yang diberikan kepada
semua fitur yang ada pada divisi yang lain. setiap user. User yang melakukan permintaan fitur
Informasi yang di tampilkan berupa pengumuman harus di validasi oleh bagian IT pusat, jika itu
dan juga pesan dari kantor pusat. Fitur yang dapat sesuai dengan tugas dan wewenang divisi atau unit
di akses berupa Admin, Controller, Penjualan, dari user tersebut.
Cetak Tiket, Laporan dan P3K.
e) Fitur CONTROLLER
Dalam fitur controller tersedia beberapa
informasi tambahan berupa info jadwal kereta api
beserta tampilan tempat duduk kereta api. Dengan
adanya info jadwal kereta api seorang ticketing
officer atau customer service dapat memberikan
informasi yang dibutuhkan oleh calon penumpang
dalam pemesanan tiket kereta api.

Gambar 4 Menu Utama

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 63 No. 1 Oktober 2018| 152


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
Sumber : PT. Kereta Api Indonesia Stasiun Kota
Malang

f) Fitur PENJUALAN
Berikut adalah fitur penjualan yang sering
digunakan oleh para petugas ticketing officer,
customer service dan operator dalam menjalankan
aktivitas operasional sehari-hari. Dalam menu fitur
penjualan terdapat beberapa sub menu yang dapat
Gambar 6 Fitur CONTROLLER digunakan sebagai aktivitas transaksi penjualan
Sumber : PT. Kereta Api Indonesia Stasiun Kota tiket kereta api. Sub menu pemesanan dalam fitur
Malang penjualan digunakan sebagai reservasi atau
Dari gambar 6 diatas dapat diketahui dalam pemesanan tiket kereta api. Sub menu ini hanya
menu controller terdapat juga sub menu yang bersifat sebagai reservasi sementara dan kemudian
berfungsi sebagai setup atau pengaturan berupa akan di lakukan pembayaran untuk mendapatkan
perpanjangan waktu penjualan, reduksi harga tiket tiket kereta api.
dan juga informasi berupa status shift dan laporan Selanjutnya sub menu pemesanan ticket
transaksi pada shift tersebut. thermal KA lokal adalah sub menu yang berfungsi
Berikut dapat di lihat pada gambar 6 hampir sama dengan menu pemesanan sebelumnya
dibawah adalah tampilan sub menu info jadwal akan tetapi penggunaan sub menu ini hanya
kereta api untuk semua jurusan. Di dalam sub menu digunakan pada pemesanan KA lokal saja. Adapun
ini terdapat tanggal keberangkatan kereta api, asal sub menu pemesanan dengan poin untuk pegawai,
keberangkatan dan juga tujuan keberangkatan. sub menu ini digunakan sebagai pemesanan tiket
Setelah menginputkan tanggal , asal dan tujuan kereta api bagi seseorang yang bekerja sebagai
keberangkatan kereta user akan mengklik tombol pegawai PT Kereta Api Indonesia.
search untuk menampilkan kereta yang tersedia
pada jadwal yang telah di inputkan.

Gambar 9 Fitur PENJUALAN


Sumber : PT. Kereta Api Indonesia Stasiun Kota
Malang

Gambar 7 sub menu Info jadwal Sub menu penjualan pada gambar 9 diatas
Sumber : PT. Kereta Api Indonesia Stasiun Kota merupakan sub menu yang digunakan sebagai
Malang transaksi penjualan tiket kereta api, dalam sub
Ada pun sub menu yang dapat di lihat pada menu tersebut terdapat kolom nama untuk
gambar 8 dibawah adalah berupa tampilan tempat mengiputkan nama penumpang, stasiun awal,
duduk kereta api yang sudah terisi dan belum terisi. penumpang dewasa dan nomor telepon
penumpang.
Selanjut nya terdapat juga ID penumpang
yang akan terinputkan secara otomatis apabila
terjadi penjualan tiket dan juga terdapat kolom
stasiun tujuan yaitu kolom yang akan di inputkan
untuk stasiun tujuan yang nanti nya akan
mengakumulasi harga tiket sesuai dengan jarak
stasiun awal dan juga stasiun tujuan. Berikut dapat
di ketahui lebih lanjut tampilan sub menu
Gambar 8 sub menu tampilan tempat duduk kereta penjualan pada gambar 10 dibawah ini.
api

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 63 No. 1 Oktober 2018| 153


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
bahan laporan transaksi yang terjadi pada user
tersebut.
Sub menu cetak bukti pembatalan yang ada
pada gambar 10 diatas merupakan sub menu yang
digunakan untuk mencetak bukti pembatalan atas
pembelian tiket yang sudah dilakukan pembayaran.
Sub menu manual refund yang terdapat
pada gambar 10 diatas merupakan sub menu yang
Gambar 10 tampilan sub menu penjualan
Sumber : PT. Kereta Api Indonesia Stasiun Kota digunakan untuk membatalkan sejumlah tiket yang
Malang sudah dilakukan pembelian tiket oleh penumpang.
Selanjutnya sub menu penjualan go show
KA jarak jauh dan menengah yang dapat dilihat g) Fitur CETAK TIKET
pada gambar 10 di atas adalah sub menu yang Berikut adalah fitur yang digunakan untuk
digunakan untuk penjualan tiket kereta api melakukan pencetakan beberapa bukti hasil
terhadap perusahaan atau corporate yang transaksi penjualan tiket melalui pemesanan offline
melakukan pembelian tiket, dalam hal ini terdapat maupun pemesanan online, adapun sub menu
juga sub menu penjualan go show KA lokal bekukan pemesanan yang digunakan untuk
thermal yang fungsinya hampir sama dengan sub membatalkan pemesanan tiket yang belum terjadi
menu sebelumnya cuman yang berbeda dalam pembayaran oleh penumpang. selain itu, sub menu
submenu ini adalah penjualan kereta hanya dengan cetak ulang boarding pass yaitu sub menu yang
jarak dekat saja. digunakan untuk mencetak ulang boarding pass
Sub menu cek info penjualan KA yang yang gagal cetak atau terjadi masalah pada saat
terdapat pada gambar 10 diatas merupakan sub penukaran boarding pass.
menu yang digunakan sebagai informasi transaksi
penjualan yang sudah berlangsung berdasarkan
kereta api yang dipilih sedangkan sub menu cek
info asal tujuan merupakan tampilan informasi
penjualan yang sudah berlangsung berdasarkan
stasiun asal dan stasiun tujuan.
Sub menu pencarian yang terdapat pada
gambar 10 diatas merupakan sub menu yang
digunakan untuk mencari informasi berkaitan
dengan informasi penjualan tiket berdasarkan kode
booking atau kode tiket yang sudah dimiliki oleh Gambar 11 tampilan fitur CETAK TIKET
penumpang. Selanjut nya terdapat sub menu Sumber : PT. Kereta Api Indonesia Stasiun Kota
pemesanan saya, dalam sub menu ini menampilkan Malang
informasi terkait pemesanan yang dilakukan oleh
user, sub menu ini berkaitan dengan pemesanan h) Fitur LAPORAN
dengan poin untuk pegawai. Fitur berikut ini adalah fitur laporan yang
Sub menu pengembalian biaya merupakan digunakan untuk membuat pelaporan secara
sub menu yang dilakukan apabila terjadi otomatis dan tersistem dari data transaksi penjualan
pembatalan tiket kereta api dan harus tiket kereta api. Sub menu yang terdapat pada fitur
mengembalikan sejumlah biaya atas pembelian laporan antara lain adalah sub menu laporan
tiket yang sudah berlangsung. Dalam sub menu ini penjualan harian, laporan harian rekapitulasi
tercantum jumlah biaya yang harus dikembalikan penukaran tiket, laporan pendapatan unit, laporan
kepada penumpang berdasarkan harga tiket yang pendapatan stasiun, laporan manifest, laporan
sudah di beli. perincian penjualan dan pemesanan tiket, laporan
Selanjutnya sub menu history transaksi, perincian pembatalan karcis, laporan penjualan
yaitu sub menu yang menampilkan rekap hasil KA, laporan penukaran tiket KA dan laporan
transaksi yang sudah berlangsung berdasarkan user pengembalian biaya.
yang melakukan login terhadap e-ticketing. Dalam Secara garis besar sub menu yang terdapat
hal ini sub menu tersebut merupakan data rekap pada fitur laporan adalah sub menu yang digunakan
transaksi yang nantinya akan dijadikan sebagai untuk memudahkan petugas dalam membuat
pelaporan, dan fitur pelaporan ini juga dapat

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 63 No. 1 Oktober 2018| 154


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
diakses secara real time. Petugas sangat penumpang akan dicocokan pada daftar manifest
dipermudah untuk membuat laporan yang diminta yang tersedia.
oleh atasan disetiap masing-masing divisi atau unit. Selanjutnya sub menu laporan perincian
penjualan dan pemesanan tiket adalah sub menu
yang digunakan untuk membuat laporan secara
rinci terhadap penjualan dan pemesanan tiket
kereta api, dalam sub menu ini laporan yang dibuat
bisa harian, mingguan dan juga bulanan tergantung
permintaan atasan.
Sub menu laporan perincian pembatalan
karcis adalah sub menu yang digunakan untuk
membuat laporan yang lebih rinci tentang
pembatalan karcis atau tiket kereta api. Dalam hal
Gambar 12 tampilan fitur LAPORAN ini tiket yang sudah dibeli oleh penumpang dapat
Sumber : PT. Kereta Api Indonesia Stasiun Kota dibatalkan karena terjadi bebrapa hal yang
Malang mungkin saja terjadi, informasi terkait pembatalan
Dapat dilihat pada gambar 12 diatas Sub tiket tersebut akan di rekap dalam bentuk laporan
menu laporan penjualan harian adalah sub menu menggunakan sub menu laporan rincian
yang digunakan untuk membuat pelaporan pembatalan karcis.
penjualan tiket dalam jangka waktu harian, di Sub menu selanjutnya adalah laporan
dalam laporan penjualan terdapat total tiket yang penjualan KA adalah sub menu yang digunakan
terjual dan juga jumlah pemasukan penjulan tiket untuk membuat pelaporan penjualan tiket kereta
pada hari itu. api go show atau penjualan tiket terhadap suatu
Selanjutnya sub menu laporan harian perusahaan. Sub menu ini menampilkan rincian
rekapitulasi penukaran tiket, sub menu ini penjualan tiket beserta total jumlah penjulan
digunakan untuk membuat laporan rekapan terhadap perusahaan yang membeli tiket tersebut.
penukaran tiket yang terjadi. Sub menu ini juga Ada pun sub menu penukaran tiket KA
bisa di buat pelaporan secara harian, mingguan dan adalah sub menu yang digunakan untuk membuat
bulanan tergantung permintaan dari atasan divisi pelaporan penukaran tiket secara rinci. Penukaran
yang bersangkutan. tiket yang dimaksud adalah penukaran kode
Sub menu pelaporan pendapatan unit booking menjadi tiket kereta api dalam bentuk
digunakan untuk membuat pelaporan pendapatan fisik. Karena bisa saja terjadi tiket yang sudah di
dari unit atau divisi yang bersangkutan. Pada dasar beli tetapi tidak dapat di tukarkan oleh penumpang
nya setiap transaksi yang terjadi pada penjualan karena terjadi sesuatu hal yang membuat
tiket berdampak pada pendapatan setiap unit atau penumpang tersebut tidak dapat menukarkan tiket.
divisi. Sub menu laporan pengembalian biaya
Sub menu laporan pendapatan stasiun adalah sub menu yang digunakan untuk membuat
adalah sub menu yang digunakan untuk membuat laporan pengembalian biaya tiket yang dibatalkan
pelaporan pendapatan stasiun. Dalam hal ini setiap oleh penumpang. Dalam sub menu ini terdapat
stasiun juga mempunyai pemasukan pendapatan laporan pencairan atau pengembalian sejumlah
berdasarkan transaksi penjualan tiket kereta api uang kepada penumpang dan juga tanggal
dari sistem penjualan offline atau pun penjualan pengembaliannya.
secara online.
Sub menu manifest adalah sub menu yang i) Fitur P3M
digunakan untuk membuat daftar list penumpang Fitur P3M merupakan fitur yang digunakan
pada setiap kereta api yang di berikan kepada setiap untuk mendapatkan informasi terkait pendapatan
kondektur kereta api. Dalam hal ini manifest operasional, non operasional dan pendapatan lain-
berguna bagi kondektur kereta api untuk lain. Dalam fitur ini terdapat bebrapa sub menu
melakukan pengecekan apabila terjadi kehilangan antara lain daftar harian karcis tercetak, daftar
tiket pada penumpang, tidak cuman mengatasi harian karcis pasepartu, pengembalian bea
kehilangan tiket tetapi juga dapat mengecek penumpang, pendapatan suplisi, entry bagasi dan
penumpang yang tidak memiliki tiket, identitas history P3M.

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 63 No. 1 Oktober 2018| 155


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
Kesuksesan Implementasi E-ticketing
Dalam implementasi e-ticketing terdapat
aplikasi pendukung implementasi e-ticketing dan
manfaat yang dirasakan serta kendala dalam
implementasi e-ticketing oleh pihak PT. Kereta Api
Indonesia.
a) Aplikasi pendukung
1. Aplikasi Knowledge Base
2. Aplikasi Customer Relation Management

Gambar 13 tampilan fitur P3M b) Manfaat Implementasi E-ticketing


Sumber : PT. Kereta Api Indonesia Stasiun Kota 1. Menunjang Aktivitas Pembelian Tiket
Malang 2. Integrasi Data Seluruh Stasiun Online
3. Tampilan Sudah Menunjang Pengguna
Sub menu daftar harian karcis tercetak yang 4. Fitur Yang Tersedia Cukup Lengkap
dapat dilihat pada gambar 11 diatas terdapat 5. Dapat Memberikan Informasi Kepada
informasi terkait berapa jumlah karcis yang Penumpang Secara Jelas Dan Akurat
tercetak pada hari tersebut, yang dimaksud adalah 6. Sangat Berdampak Terhadap Kinerja Individu
karcis yang tecetak dalam bentuk fisik. Dan Organisasi
Selanjutnya adalah sub menu daftar harian 7. Sistem Pelaporan Yang Memadai
karcis pasepartu ialah daftar tiket manual pengganti
tiket komputer yang hilang akibat kesalahan c) Kendala Dalam Implementasi E-ticketing
penumpang. Dalam sub menu ini user 1. Trouble dari jaringan pusat
mendapatkan informasi berupa daftar list tiket 2. Kecepatan sistem bergantung pada sistem
pasepartu yang diberikan kepada penumpang. pusat
Sub menu pengembalian bea penumpang 3. Setup aplikasi hanya ada pada bagian IT pusat
ialah sub menu yang digunakan untuk 4. Masih terjadi salah input (human eror)
menampilkan informasi atas sejumlah
pengembalian bea penumpang yang sudah tecatat KЕSIMPULАN DАN SАRАN
pada pembatalan tiket. Tiket yang sudah Kеsimpulаn
dibayarkan oleh penumpang mencakupi bea 1. Penerapan e-ticketing belum mencapai tingkat
penumpang didalam nya, dalam hal ini ketika kesuksesan implementasi sistem informasi
penumpang membatalkan tiket tersebut ada dengan memenuhi beberapa kriteria kesuksesan
sejumlah dana dan juga bea penumpang yang harus sistem informasi mengacu pada metode
dikembalikan. Sub menu ini digunakan untuk kesuksesan Delon dan Mclean. Khususnya pada
menginputkan informasi bea pengembalian aspek kualitas sistem yaitu kecepatan e-
penumpang dan juga inputan tersebut dapat dilihat ticketing masih bergantung pada jaringan pusat
pada sub menu ini. dan sering terjadi trouble apabila terjadi
Berikut adalah sub menu pendapatan gangguan pada jaringan pusat serta sistem yang
suplisi adalah sub menu yang digunakan untuk di gunakan kurang fleksibel dalam melakukan
mendapatkan informasi terkait tiket suplisi yang perubahan terkait informasi yang di butuhkan.
diberikan kepada penumpang. Tiket suplisi yang 2. Dalam penerapan e-ticketing, user yang
dimaksud adalah tiket yang diberikan oleh menggunakan mendapatkan manfaat dan juga
kondektur kepada penumpang karena penumpang kendala dalam menjalankan aktivitas di setiap
tidak memiliki tiket dan harga tiket suplisi bisa dua divisi masing-masing. Manfaat yang didapatkan
sampai tiga kali lipat dari harga tiket normal. user antara lain Menunjang aktivitas pembelian
Selanjutnya adalah sub menu history P3M tiket, Integrasi data seluruh stasiun online,
adalah sub menu yang menapilkan seluruh Tampilan sudah menunjang pengguna, Fitur
transaksi pendapatan yang terjadi pada sub-sub yang tersedia cukup lengkap, Dapat
menu sebelum nya yang terdapat pada fitur P3M. memberikan informasi kepada penumpang
dalam sub menu ini hanya terdapat informasi secara jelas dan akurat, Sangat berdampak
berupa daftar history transaksi yang terjadi sub-sub terhadap kinerja individu dan organisasi dan
menu yang ada pada fitur P3M. sistem pelaporan yang memadai. Kendala yang
di hadapi ialah trouble dari jaringan pusat,

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 63 No. 1 Oktober 2018| 156


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
kecepatan sistem bergantung pada sistem pusat, O’Brien, James. A. (2005). Pengantar Sistem
setup aplikasi hanya ada pada bagian IT pusat Informasi Perseptif Bisnis dan
dan masih terjadi salah input (human eror). Manajerial. Salemba.
Raymond Mcleod,Jr., 2001, Sistem Informasi Edisi
Sаrаn 7 jilid 2. Jakarta, Prenhaliondo.
1. Sebaiknya perusahaan melakukan sedikit
penambahan untuk kapasitas kuota internet dan Roger S. Pressman, 2002. Rekayasa Perangkat
juga perbaikan untuk jaringan yang digunakan Lunak Pendekatan Praktisi (Buku Satu),
dalam mengakses e-ticketing atau membangun ANDI Yogyakarta
suatu jaringan khusus dengan kapasitas server Stake, R.E. 1995. The Art of Case Study Research.
yang lebih besar sehingga dalam proses Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
operasional pada seluruh stasiun dan user yang
menggunakan e-ticketing untuk proses Sunarto, 2006. Pengantar Manajemen Pemasaran.
penjualan tiket akan mengoperasikan sistem Cet. 1. Yogyakarta : Ust Press.
dengan lebih cepat dalam menyampaikan Yunanda, M. 2009. Evaluasi Pendidikan. Jakarta:
informasi kepada penumpang. Balai Pustaka
2. Untuk mengatasi terjadinya salah input (human
eror), diharapkan agar para petugas yang
hendak mengoperasikan e-ticketing agar lebih
teliti dalam menginputkan data atau informasi
yang berhubungan dengan e-ticketing.

DАFTАR PUSTАKА
DeLone, W.H., dan McLean, E.R. (1992),
“Information Systems Success. The
Quest for the Dependent Variable”,
Information Systems Research, No.3,
hal. 60- 95.
DeLone, W.H., dan McLean, E.R. (2003), “The
DeLone and McLane of Information
Systems Success: a ten-year update”,
Journal of Management Information
Systems, Vol. 19, No. 4, hal. 9-30.
Hendry C. Lucas, Jr., Information Systems Concept
for Management, McGraw-Hill
Kogakusha, 2003.
Holmes, Douglas, (2001) eBusiness Strategies for
Government. London: Nicholas Brealey
Publishing.
Lucas, Henry J. 2000, Information Technology for
Managemen, Edisi ke -7, McGraw-Hill
Moon. Sik. Jong, Lee. Im-Yeong, Yim. Bin. Kang.
2010. An Authentication and
Authorization Protocol Using Ticket in
Pervasive Environment. University of
Asan, Korea Selatan.
Nicholas, Bienz, (2008). Electronic Ticketing:
Electronic Business Course; Fribourg,
Project Paper

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 63 No. 1 Oktober 2018| 157


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id