Anda di halaman 1dari 4

Nama : Laras Yulianti

NPM : 173112340340071
Prodi : Akuntansi (Karyawan)
Matkul : Auditing 1

3-1 (Tujuan 3-1) Apakah enam prinsip-prinsip etika dasar yang dijelaskan oleh Josephon
Institute? Apa sumber lain dari nilai etika?
Jawaban :
a. Dapat dipercaya. Mencakup kejujuran, integritas, keandalan, dan kesetiaan.
b. Rasa hormat. Mencakup gagasan-gagasan seperti kesopanan,kepatutan, penghormatan,
toleransi, dan penerimaan.
c. Tanggung jawab. Berarti pertanggung jawaban atas tindakan seseorang serta melakukan
pengendalian diri.

m
d. Kewajaran. Mencakup isu-isu tentang kesejajaran,sikap tidak memihak, proporsionalitas,

er as
keterbukaan, dan ketepatan.

co
e. Kepedulian. Berarti secara sungguh-sungguh memperhatiakan kesejahteraan sesamanya

eH w
termasuk di dalamnya adalah tindakan yang selalu memperhatikan kepentingan sesama

o.
serta menunjukkan perbuatan baik.
rs e
f. Kewarganegaraan. Termasuk di dalamnya adalah kepatuhan pada undang-undang serta
ou urc
melaksanakan kewajibannya sebagai warga Negara agar proses dalam masyarakat
berjalan dengan baik.
o

3-2 (Tujuan 3-2) Jelaskan yang dimaksud dengan dilema etika. Bagaimana seseorang mengatasi
aC s

sebuah dilema etika?


vi y re

Jawaban :
Dilema etika merupakan situasi yang dihadapi oleh seseorang di mana ia harus membuat
keputusan tentang perilaku seperti apa yang tepat untuk dilakukannya. Pendekatan yang
ed d

digunakan untuk memutuskan sebuah dilema etika adalah:


1. Memperoleh fakta-fakta yang relevan.
ar stu

2. Mengidentifikasikan isu-isu etika berdasarkan fakta-fakta tersebut.


3. Menentukan siapa yang akan terkena pengaruh dari keluaran dilema tersebut dan
bagaimana cara masing-masing pribadi atau kelompok itu dipengaruhi.
sh is

4. Mengidentifikasikan berbagai alternatif yang tersedia bagi pribadi yang


Th

harusmenyelesaikan dilema tersebut.


5. Mengidentifikasikan konsekuensi yang mungkin terjadi pada setiap alternatif.
6. Memutuskan tindakan yang tepat untuk dilakukan.

3-3 (Tujuan 3-3) Mengapa ada kebutuhan khusus untuk berperilaku etis bagi kalangan
professional? Mengapa persyaratan etika bagi profesi akuntan public berbeda dengan profesi
lain?
Jawaban :
Istilah profesional menunjukkan tanggung jawab untuk bertindak melebihi kepuasan yang
dicapai oleh si profesional itu sendiri atas pelaksanaan tanggung jawab yang diembannya
maupun melebihi ketentuan yang disyaratkan oleh hukum dan peraturan yang berlaku dalam

https://www.coursehero.com/file/52176403/Bab-3-Auditing-Laras-Yuliantipdf/
masyarakat. Alasan utama diperlukannya tingkat tindakan profesional yang tinggi oleh setiap
profesi adalah kebutuhan akan keyakinan publik atas kualitas layanan yang diberikan oleh
profesi, tanpa memandang masing-masing individu yang menyediakan layanan tersebut.
Kantor akuntan publik bertugas dan dibayar oleh perusahaan yang menerbitkan laporan
keuangan, tetapi manfaat utama dari proses audit ini didapat oleh para pengguna laporan
keuangan. Merupakan hal yang penting untuk membuat para pengguna laporan memandang
kantor akuntan publik sebagai pihak yang kompeten dan objektif.

3-4 (Tujuan 3-4) Sebutkan tiga bagian dari Kode Etik dan jelaskan tujuan setiap bagiannya.
Jelaskan pula prinsip prinspi dasar dari etika professional?
Jawaban :
a. Prinsip-prinsip. standar etika ideal yang dinyatakan dalam istilah filosofi. Prinsip-prinsip
ini bersifat teoritis

m
b. Peraturan etika. standar etika minimum yang dinyatakan sebagai peraturan spesifik.

er as
Peraturan ini bersifat praktis

co
c. Interpretasi atas peraturan etika. Berbagai interpretasi atas peraturan etika yang disusun

eH w
oleh Divisi Etika Profesi AICPA. interpretasi ini harus bersifat teoritis, tetapi praktisi harus

o.
menyesuaikan penyimpangannya
rs e
ou urc
3-5 (Tujuan 3-5) Bedakan antara independensi dalam kenyataan dan independensi dalam
penampilan. Sebutkan tiga perbuatan yang tidak memengaruhi independensi dalam kenyataan
tapi bisa memengaruhi independensi dalam penampilan
o

Jawaban :
aC s

a. Independensi dalam kenyataan : mucul ketika auditor secara nyata menjaga sikap objektif
vi y re

selama melakukan audit


b. Independensi dalam penampilan : interpretasi orang lain terhadap independensi auditor
tersebut
ed d

Tiga perbuatan yang memengaruhi independensi dlm penampilan :


1. Ukuran kantor akuntan public
ar stu

2. Ikatan kepentingan keuangan dan hubungan usaha dengan klien


3. Lamanya hubungan audit antara akuntan publik dengan klien
sh is

3-6 (Tujuan 3-5) Kenapa independensi seorang auditor itu penting?


Th

Jawaban :
Karena ekspektasi mereka atas sudut pandang yang tidak bisa dari auditor. Jika auditor
dipengaruhi oleh karyawan atau manajemen klien, maka kreditor atau individu-individu yang
berkepentingan tersebut akan memandang auditor tidak memiliki independensi atau pun
objektivitas.

3-7 (Tujuan 3-5) Apakah jasa konsultasi dan non-audit dilarang untuk auditor dari perusahaan
publik? Apa larangan dan persyaratan lain yang diterapkan untuk auditor ketika memberikan
jasa non-audit kepada perusahaan publik?
Jawaban :

https://www.coursehero.com/file/52176403/Bab-3-Auditing-Laras-Yuliantipdf/
KAP masih dapat memberikan jasa-jasa lain yang tidak dilarang untuk klien audit yang rnerupakan
perusahaan publik. Sebagai contoh, Bapepam-LK membolehkan akuntan publik untuk
memberikan jasa konsultasi pajak untuk para klien auditnya, kecuali jasa konsultasi pajak untuk
para eksekutif perusahaan yang mengawasi pelaporan keuangan, dan jasa perencanaan
penghindaran pajak. Sebuah KAP tidak independen jika partner audit menerima kornpensasi dari
menjual jasa kepada klien, selain dari audit, peninjauan, dan jasa atestasi.

3-8 (Tujuan 3-6) Jelaskan bagaimana aturan terkait kepemilikan saham diterapkan untuk
partner dan staf professional. Beri contoh kapan kepemilikan saham dilarang untuk keduanya.
Jawaban :
Merupakan pelanggaran atas peraturan jika seseorang melakukan sesuatu atas nama anggota
yang merupakan pelanggaran jika anggota tersebut yang melakukannya. Contohnya: sebuah
Kantor Akuntan Publik (KAP) dapat memberikan jasa manajemen kepada perusahaan yang

m
sebagian sahamnya dimiliki oleh partner KAP itu. Tentu saja, kantor akuntan publik itu juga

er as
memberikan jasa audit kepada perusahaan tersebut, hal itu melanggar persyaratan independensi

co
bagi jasa – jasa atestasi.

eH w
o.
3-9 (Tujuan 3-7) Setelah menerima kontrak kerja, seorang CPA menemukan bahwa industri dari
rs e
klien lebih teknis dari yang ia sadari dan ia tidak kompeten di sejumlah bidang audit tersebut.
ou urc
Apa sajakah pilihan sang CPA tersebut?
Jawaban :
Anggota staf audit tidak boleh menyerahkan penilaiannya kepada penyelia dalam suatu
o

penugasan audit. Auditor staf bertanggung jawab atas penilaianmereka sendiri yang
aC s

didokumentasikan dalam arsip audit, dan tidak bolehmengubah kesimpulan tersebut atas
vi y re

permintaan penyelia kecuali auditor stafitu setuju dengan kesimpulan penyelia.

3-10 (Tujuan 3-7) Misalkan seorang auditor membuat persetujuan dengan seorang klien bahwa
ed d

imbalan jasa audit akan bergantung pada jumlah hari yang diminta untuk menyelesaikan
kontrak kerja. Apakah ini melanggar Kode Etik? Apa esensi dari aturan etika professional
ar stu

terkait biaya kontinjen, dan apa pertimbangan dari aturan itu?


Jawaban :
Terkait dengan penetapan imbalan jasa audit, biaya kontinjen, penetapan biaya berdasarkan
sh is

hasil akhir dari kontrak kerja dilarang dalam Kode Etik sub bagian 290.210-290.212 termasuk
Th

dengan praktek lowballing.

3-11 (Tujuan 3-7) Data audit milik seorang auditor biasanya bisa diberikan untuk orang lain
hanya dengan izin dari klien. Berikan tiga pengecualian untuk aturan umum ini.
Jawaban :
o Apabila pengungkapan dijinkan. Jika persetujuan untuk mengungkapkan diberikan oleh
penerima jasa, kepentingan semua pihak termasuk pihak ketida yang kepentingannnya
dapat terpengaruh harus dipertimbangkan.
o Pengungkapan diharuskan oleh hukum, misal untuk menghasilkan dokumen atau
memberikan bukti dalam proses hukum dan untuk mengungkapkan adanya pelanggaran
hukum kepada public

https://www.coursehero.com/file/52176403/Bab-3-Auditing-Laras-Yuliantipdf/
o Ketika ada kewajiban atau hak profesional untuk mengungkapkannya. Misal : untuk
mematuhi standar teknis dan aturan etika.

3-12 (Tujuan 3-7) Indetifikasi dan jelaskan faktor-faktor yang harus dijaga untuk menjaga
kualitas audit tetap tinggi walaupun iklan dan penawaran kompetitif dibolehkan.
Jawaban :
1. Pengalaman
Hal ini dikarenakan pengalaman akan membentuk keahlian seseorang baik secara teknis
maupun secara psikis (Martini: 2011).
2. Independensi
Menurut Supriyono (1988), pentingnya independensi bagi seorang auditor adalah
independensi merupakan syarat yang sangat penting bagi profesi akuntan publik untuk
memulai kewajaran informasi yang disajikan oleh manajemen kepada pemakai informasi.

m
3. Obyektifitas

er as
Prinsip perilaku obyektifitas berbunyi: “Auditor harus menjunjung tinggi

co
ketidakberpihakan professional dalam mengumpulkan, mengevaluasi, dan memproses

eH w
data/informasi audit.

o.
4. Integritas
rs e
Integritas berarti bertindak konsisten sesuai dengan nilai-nilai dan kebijakan organisasi
ou urc
serta kode etik profesi. Auditor yang tinggi integritasnya adalah yang dapat menerima
kesalahan yang tidak disengaja atau yang disebabkan oleh kelalaian manusia (human
error) dan perbedaan pendapat yang jujur, tetapi tidak dapat menerima kecurangan atau
o

peniadaan prinsip.
aC s

5. Kompetensi
vi y re

Kompetensi diukur dari kemampuan auditor, misalnya tingkat pengalaman, spesialisasi


auditor, jam audit, dan lain-lain; sedangkan independensi diukur dari sejauh mana auditor
dapat bersikap independen dalam melakukan proses audit dan memberikan opini
ed d

(Fitriany, 2010).
ar stu
sh is
Th

https://www.coursehero.com/file/52176403/Bab-3-Auditing-Laras-Yuliantipdf/

Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)