Anda di halaman 1dari 12

REVOLUSI INDUSTRI KEEMPAT DAN INOVASI PELAYANAN

PUBLIK

Di Susun oleh :

Kelompok 1

Anggota :
1. Egita Candra DS F1B017034
2. Hindri Wahidah Munawaroh F1B017009
3. Lintang Cahya Purnama F1B017010
4. Irma Alviana F1B017028
5. Tania Vashti Z S F1B017105
6. Vellicia Miftah Sugita F1B017006
7. Zuhairoh Nurafifah F1B017095

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

ADMINISTRASI PUBLIK

PURWOKERTO
2020

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dunia sekarang sudah sangat berkembang dengan seiringnya
berjalannya waktu, begitu juga mengenai hal-hal yang berhubungan dengan
teknologi dan informasi. Revolusi industri itu sendiri adalah ketika aspek-
aspek kehidupan terpengaruh oleh globalisasi atau masa perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi yang dapat menimbulkan berbagai penemuan baru
baik dalam sistem ekonomi maupun struktur sosial. Saat ini, sedang
berlangsung revolusi industri 4.0 yang menandakan bahwa dunia kali ini
berada dalam masa yang canggih dimana semua berjalan secara masif.
Penerapan sistem informasi digital ke seluruh unit kerja akan meminimalkan
peran manusia sebagai operator dan secara umum pada era revolusi industri
4.0 ini tenaga yang semula banyak dilakukan oleh tenaga manusia sebagai
operator beralih menjadi seorang ahli dengan pertimbangan dan kompetensi
yang tinggi. Revolusi industri 4.0 ini juga berpengaruh terhadap arus dari
perusahaan-perusahaan privat atau swasta dan juga industri-industri kecil
kreatif yang mengembangkan usaha mereka.
Revolusi industri 4.0 merupakan perubahan dalam mekanisme produksi
barang dan jasa yang ditandai dengan sejumlah ciri yaitu melalui penggunaan
Internet of Things (IoT), big data, otomatisasi, robotika, komputasi awan,
hingga inteligensi artifisial. Perubahan tersebut tidak hanya dirasakan oleh
sektor swasta tetapi juga dirasakan oleh organisasi-organisasi pemerintah.
Tuntutan masyarakat adalah pemerintah dapat memberikan pelayanan yang
optimal dan prima. Kemudian, hal seperti itulah yang seharusnya dilakukan
dan dipertimbangkan oleh pemerintah agar dapat menyesuaikan
penyelenggaraan pemerintah melalui pelayanan masyarakat dalam
menghadapi revolusi industri 4.0 ini yaitu dengan penerapan sistem
digitalisasi dalam segala aspek pelayanan. Hal itu dikarenakan transparansi,
teknologi, kecepatan, kemudahan adalah bernagai hal yang menjadi kunci
dalam terwujudnya pelayanan yang baik. Oleh sebab itu, maka dengan
adanya revolusi industri 4.0 ini yang berbasis teknologi dalam
pengaplikasiannya pemerintah itu seharusnya dapat mengelolanya dengan
sebaik mungkin dan dalam hal ini juga diperlukan suatu inovasi yang dapat
menunjang keberhasilan dari penyelenggaraan pemerintahan itu sendiri yang
mana dalam hal ini adalah pelayanan kepada masyarakat. Menurut Asian
Development Bank inovasi adalah sesuatu yang baru, dapat di
implementasikan, dan memliki dampak yang menguntungkan. Inovasi bukan
sebuah kejadian ataupun aktivitas, melainkan ini adalah konsep, proses,
penerapan, dan kapabilitas yang menentukan kesuksesan organisasi. Inovasi
dapat membantu sektor publik untuk membuat nilai untuk masyarakat.
Kemudian, menurut Osborne (2005:116) inovasi merupakan pengenalanan
sesuatu yang baru ke dalam sebuah sistem, akan tetapi tidak selalu seperti itu,
dalam keadaan tertentu dan dengan aplikasi (seringkali invensi) dari sebuah
ide baru. Inovasi tersebut menghasilkan sebuah proses transformasi yang
membawa sesuatu yang terputus dari subjeknya (seperti produk atau layanan)
dan atau linkungannya (seperti organisasi, pasar atau komunitas). Inovasi
pelayanan publik adalah suatu upaya yang dilakukan oleh pemerintah guna
terus meningkatkan pelayanan yang diberikan ke publik. Seiring berjalannya
revolusi industri 4.0 ini, maka memungkinkan adanya inovasi yang banyak
dilakukan oleh pemerintah dalam penyelenggaraan pemerintahan atau dengan
kata lain antara revolusi industri 4.0 dengan inovasi pelayanan publik saling
berkaitan. Oleh karena itu, dalam makalah ini akan dibahas lebih mendalam
mengenai revolusi industri 4.0 dan inovasi pelayanan publik.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah makalah diatas, maka rumusan
masalah makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan revolusi industri 4.0?
2. Apa saja manfaat dan tantangan platform digital di era revolusi industri
4.0?
3. Apa saja keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi revolusi
industri 4.0?
4. Apa yang dimaksud dengan inovasi pelayanan publik?
5. Apa saja jenis-jenis inovasi pelayanan publik?
1.3 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah makalah diatas, maka tujuan dari
makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan revolusi industri 4.0
2. Untuk mengetahui apa saja manfaat dan tantangan platform digital di era
revolusi industri 4.0
3. Untuk mengetahui keterampilan apa saja yang dibutuhjan untuk
menghadapi revolusi industri 4.0
4. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan inovasi pelayanan publik.
5. Untuk mengetahui apa saja jenis-jenis inovasi pelayanan publik.
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Revolusi Industri 4.0

Revolusi Industri 4.0 merupakan fenomena yang mengkolaborasikan


teknologi cyber dan teknologi otomatisasi. Konsep penerapannya berpusat
pada konsep otomatisasi yang dilakukan oleh teknologi tanpa memerlukan
tenaga kerja manusia dalam proses pengaplikasiannya. Hal tersebut tentunya
menambah nilai efisiensi pada suatu lingkungan kerja di mana manajemen
waktu dianggap sebagai sesuatu yang vital dan sangat dibutuhkan oleh para
pemain industri. Selain itu, manajemen waktu yang baik secara eksponensial
akan berdampak pada kualitas tenaga kerja dan biaya produksi. Contoh
konkrit yang dapat diambil dari pemanfaatan teknologi pada bidang industri
adalah proses pembukuan dan produksi yang kini sudah dapat dengan mudah
diakses oleh siapa saja dan kapan saja. Terlepas dari peran teknologi dalam
bidang industri, manfaatnya juga bisa didapatkan oleh seluruh lapisan
masyarakat. Saat ini, pengambilan dan pertukaran informasi dapat dengan
mudah dilakukan kapan saja dan di mana saja melalui jaringan internet.

Saat ini, Indonesia sudah mulai menggarap Revolusi Industri 4.0,


terlihat dari banyaknya pabrik-pabrik yang telah menerapkan sistem jaringan
internet untuk memudahkan akses-akses informasi internal, pengawasan
karyawan, dan pembukuan. Pabrik-pabrik tersebut sering disebut dengan
istilah Smart Factory. Untuk menghadapi era Revolusi Industri 4.0 yang
masih tergolong baru ini, diperlukan persiapan khusus yang mendukung
terutama jika Sobat Jagoan adalah pemain industri, web developer, atau
pemilik blog. Salah satunya adalah pemilihan web hosting handal untuk
kebutuhan standar era kekinian.

2.2 Manfaat dan Tantangan Platform Digital di Era Revolusi Industri 4.1

2.2.1 Manfaat Platform di Era Revolusi Industri 4.0


1. Inovasi
Munculnya model-model bisnis baru tidak lepas dari kemampuan
para inovator untuk merancang strategi lewat platform digital. Di
Indonesia sendiri, inovasi digital yang terjadi tidak hanya di dunia
ritel, tapi juga di bidang pendidikan, katering, kesehatan, bahkan di
dunia hukum. Semakin banyak orang yang berpartisipasi, maka
akan timbul persaingan sehat yang berdasarkan inovasi, sehingga
memberikan nilai tambah bagi masyarakat
2. Inklusivitas
Lewat platform digital, segala macam layanan dapat dengan mudah
menjangkau banyak orang di berbagai daerah. Hasilnya, terjadi
inklusivitas yang menguntungkan orang-orang yang bertempat
tinggal jauh dari daerah metropolitan, sehingga mereka turut
menikmati layanan digital
3. Efisiensi
Tentu dengan berkembangnya inovasi platform digital, otomatis
akan ada efisiensi, baik dari segi manufaktur maupun pemasaran.
Hal ini tentunya memerlukan kecerdasan dari pebisnis untuk
mengoptimalkan strategi mereka di dunia digital
2.2.2 Tantangan Platform Digital di Era Revolusi Industri 4.0
1. Masalah Kendali
Ekonomi digital yang mengendalikan masyarakat pastinya
mempengaruhi perilaku publik yang tadinya masyarakat belanja ke
toko ritel, saat ini mulai beralih ke belanja online. Aspek sosial dan
kultural seperti ini juga perlu mendapatkan perhatian dari pihak
seperti pemerintah maupun masyarakat agar toko ritel tidak banyak
yang berguguran satu persatu
2. Ketidaksetaraan
Di antara semua hal positif, kehilangan pekerjaan karena
digantikan robot atau semua pekerjaan saat ini bisa dikerjakan oleh
sebuah sistem adalah momok yang paling mengerikan. Otomatisasi
yang disebabkan Revolusi Digital 4.0 perlu disikapi dengan serius
agar masyarakat dapat menyiapkan skill untuk ke depannya
sehingga angka pengangguran di Indonesia bisa ditekan
3. Kompetisi
Kompetisi yang tidak sehat patut diwaspadai. Contoh, bila ada
satu platform yang melakukan monopoli, dikhawatirkan akan tidak
adanya check and balance. Bila satu platform terlalu mendominasi,
maka pengguna tidak dapat melakukan pilihan layanan yang paling
cocok untuk mereka

Jika tidak melakukan peningkatan kemampuan dan daya saing di sektor


(industri) prioritas, kita bukan saja tidak akan mampu mencapai aspirasi,
namun akan digilas oleh negara negara lain yang lebih siap di pasar global
maupun domestik. Tentunya tantangan ini tidak mudah, namun bukan berarti
mustahil untuk dilakukan. Hal utama yang harus dipersiapkan adalah harus
mampu bersaing dan kompetitif. Lebih terbuka terhadap segala jenis inovasi
baru dan siap mengadopsi sistem teknologi terbaru kedalam bisnis yang
dimiliki. Tidak lupa, kreatifitas dan kejelian sangat diperlukan dalam melihat
peluang bisnis yang ada. Salah satu contoh kasus nyata adalah saat ini sistem
pembelian secara online lebih diminati masyarakat jika dibandingkan dengan
pembelian secara konvensional. Masyarakat lebih menghargai waktu, dimana
waktu ini dapat ditawarkan sebagai sebuah solusi oleh berbagai layanan e-
commerce yang ada. Dengan adanya teknologi, tentunya kebutuhan manusia
akan dapat terpenuhi tanpa harus mengeluarkan effort berlebih. Hal inilah
yang dicari oleh masyarakat digital. Dimana pekerjaan menjadi lebih mudah,
cepat, dan efisien.

2.3 Keterampilan yang dibutuhkan untuk Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Untuk menghadapi revolusi industri 4.0, ada beberapa keahlian yang


dibutuhkan agar dapat sukses dalam menghadapi dinamika dunia kerja yang
terus berubah. Terdapat 4 keahlian utama yang dibutuhkan untuk menghadapi
industri 4.0. Pertama, kita harus memiliki keterampilan informasi, media, dan
teknologi. Dengan istilah lain, kita harus melek teknologi. Yang dimaksud
dengan keterampilan informasi, media, dan teknologi meliputi literasi media,
keaksaraan visual, literasi multikultural, kesadaran global, dan literasi
teknologi. Kedua, keterampilan belajar dan berinovasi yang meliputi
kreativitas dan keingintahuan, pemecah masalah (problem solving), dan
pengambil resiko. Ketiga, terampil dalam hidup dan belajar seperti memiliki
jiwa kepemimpinan dan bertanggung jawab, memiliki nilai etis dan moral,
produktivitas dan akuntabilitas, fleksibilitas dan adaptasi, sosial dan lintas
budaya, inisiatif dan mengarahkan diri. Keempat, memiliki kemampuan
dalam berkomunikasi yang efektif seperti mampu bekerja dalam tim dan
berkolaborasi, memiliki tanggung jawab pribadi dan sosial, dalam
berkomunikasi harus interaktif, memiliki orientasi nasional dan global.

2.4 Inovasi Pelayanan Publik

Dikutip dari berita elektronik ombudsman.go.id (2018), Revolusi industri


4.0 merupakan fase keempat perjalanan sejarah dunia yang sudah dimulai
sejak abad ke-18 dan dunia kini telah mengalami 4 revolusi Industri yang saat
ini mengalami puncaknya dengan kehadiran teknologi digital secara masif.
Saat ini perkembangan teknologi begitu pesat dan tidak bisa terbendung lagi.
Digitalisasi sudah mulai memasuki celah-celah kehidupan kita sehari-hari.
Kemajuan teknologi tersebut kemudian banyak dimanfaatkan oleh sektor
privat/ swasta. Banyak perusahaan bahkan industri kecil kreatif yang
menggunakan teknologi digital dalam mengembangkan usaha mereka.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan


Publik, Pelayanan Publik merupakan kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam
rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-
undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa dan/ atau
pelayanan administrasi yang diselenggarakan oleh penyelenggara pelayanan
publik. Kemudian keterkaitan dengan pelayanan publik dan era revolusi
industri 4.0 saat ini, sebetulnya telah jelas terdapat di dalam Undang-Undang
Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik ada Pasal yang mengatur
bahwasanya Pelayanan Publik harus memilki sistem yang dapat memberikan
kemudahan kepada masyarakat.

Menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang  Pelayanan 


Publik  Reformasi  birokrasi  menjadi  bagian  penting dalammewujudkan 
good  governance  (tata  kelola  pemerintahan  yang  baik)  dengan 
peningkatan  kualitas  pelayanan  publik, 
serta pemberantasan korupsi secara terarah, sistematis, dan terpadu. Upaya 
pencapaian tujuan bernegara dalam konsep welfare state dalam memajukan 
masyarakatnya secara demokratis, baik di bidang politik, ekonomi, maupun 
sosial  budaya,  membutuhkan  birokrasi  yang  reformis, efisien,  kreatif, 
inovatif,  profesional  dan  yang  mampu  menjawab  tantangan  perubahan 
masyarakat.  

Inovasi menjadi salah satu upaya bagi instansi pemerintah untuk terus
meningkatkan kualitas pelayanan publik. Menurut Peraturan Menteri PANRB
Nomor 30 Tahun 2014, inovasi pelayanan publik adalah terobosan jenis
pelayanan publik baik yang merupakan gagasan/ide kreatif orisinal dan/atau
adaptasi/modifikasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat, baik secara
langsung maupun tidak langsung (ombudsman.go.id, 2020). Kini daerah-
daerah di Indonesia semakin berpacu dengan menciptakan berbagai inovasi
dalam bidang pelayanan publik, terlebih lagi Kementerian Pendayagunaan
Aparatur Negara Reformasi Birokrasi setiap tahunnya mengadakan Kompetisi
Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) yang bertujuan agar setiap daerah dapat
memberikan dampak dan perubahan positif dalam memberikan pelayanan
kepada masyarakat.

2.5 Jenis-Jenis Inovasi Pelayanan Publik

Menurut agus Dwiyanto jenis-jenis inovasi pelayanan publik terbagi


menjadi empat jenis yaitu :

1. Inovasi Kebijakan
Jenis inovasi ini berarti instansi tersebut berupaya memberikan
pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat dengan adanya perubahan-
perubahan dalam pelayanan.
2. Inovasi dalam proses
Inovasi dalam proses ini berarti terdapat perubahan di pengelolaan
pelayanan agar dapat memberikan pelayanan terbaik dari sebelumnya.
3. Inovasi Sistem
Inovasi sistem ini adanya penambahan penggunaan komputerisasi
dalam pelayanan publik.
4. Inovasi Konseptual
Inovasi konseptual adalah inovasi perubahan konsep atau mindset dari
instansi tersebut, sebagai contoh yang tadinya birokrat adalah penguasa
sekarang menjadi pelayan publik.

BAB III

KESIMPULAN

Revolusi industri 4.0 merupakan perubahan dalam mekanisme produksi


barang dan jasa, dimana Revolusi Industri 4.0 ini fenomena yang
mengkolaborasikan teknologi cyber dan teknologi otomatisasi. Konsep
penerapannya berpusat pada konsep otomatisasi yang dilakukan oleh teknologi
tanpa memerlukan tenaga kerja manusia dalam proses pengaplikasiannya.
tentunya dalam menghadapi revolusi industri 4.0 terdapat beberapa Manfaat dan
tantangan, dimna manfaat utamnya yaitu, inovasi, inklusivitas dan efisiensi.
Sedangkan tantangan yang dihadapi pada era revolusi indistri 4.0 adalah masalah
kendali, ketidaksetaraan dan kompetisi. Dalam menghadapi revolusi Industri
tentunya kita harus memilki keahlian, keahlian yang dibutuhkan agar dapat sukses
dalam menghadapi dinamika dunia kerja yang terus berubah diantaranya harus
memiliki keterampilan informasi, media, dan teknologi, keterampilan belajar dan
berinovasi, terampil dalam hidup dan belajar, dan memiliki kemampuan dalam
berkomunikasi yang efektif.

Pelayanan Publik merupakan kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka


pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan
bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa dan/ atau pelayanan
administrasi yang diselenggarakan oleh penyelenggara pelayanan publik.
Kemudian keterkaitan dengan pelayanan publik dan era revolusi industri 4.0 saat
ini, sebetulnya telah jelas terdapat di dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun
2009 tentang Pelayanan Publik ada Pasal yang mengatur bahwasanya Pelayanan
Publik harus memilki sistem yang dapat memberikan kemudahan kepada
masyarakat. Inovasi menjadi salah satu upaya bagi instansi pemerintah untuk terus
meningkatkan kualitas pelayanan publik. Jenis jenis inovasi pelayanan publik
diantaranya, inivasi kebijakan, inovasi dalam proses, inovasi sisten, dan inovasi
konseptual.

DAFTAR PUSTAKA

Anggraini, A,D. 2018. Keteranpilan untuk Menghadapi Revolusi Industri 4.0.


(http://indonesiabaik.id/infografis/keterampilan-untuk-hadapi-revolusi-
industri-40). Di akses pada 21 Oktober 2020

Azhar. 2018. Manfaat dan Tantangan Platform Digital Di Era Revolusi Industry
4.0.(https://digitalentrepreneur.id/revolusi-industri-4-0/?bot_test=1). Di
akses 21 Oktober 2020

Humas Ombudsam RI. 2018. Proyeksi Pelayanan Publik Era 4.0.


https://ombudsman.go.id/artikel/r/artikel--proyeksi-pelayanan-publik-era-
40. Di akses 21 oktober 2020

Humas Ombudsam RI. 2020. Tahap Akhir Kompetisi, Siapakah Peraih Top 45
dan Top 5 Inovasi Pelayanan Publik 2020.
https://www.menpan.go.id/site/berita-terkini/tahap-akhir-kompetisi-
siapakah-peraih-top-45-dan-top-5-inovasi-pelayanan-publik-2020 Di akses
21 oktober 2020

Junior, P. M., 2016. INOVASI PELAYANAN PUBLIK (STUDI KASUS


PERIZINAN PENANAMAN MODAL di BPPT KOTA SEMARANG).
Jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Diponegoro Semarang. 1-20. (https://www.google.com/url?
sa=t&source=web&rct=j&url=https://media.neliti.com/media/publications/
108594-ID-inovasi-pelayanan-publik-studi-kasus-
per.pdf&ved=2ahUKEwj88-
_a3sXsAhXD6XMBHXmQAAMQFjACegQIARAB&usg=AOvVaw1fR2
LVueZSevnP2ZHFTTB0). di akses 21 Oktober 2020

Muharam, Riki Satia dan fitri melawati. 2019. Inovasi Pelayanan Publik dalam
Menghadapi Revolusi Industri 4.0. Jurnal Administrasi Publik.Vol.1 No.1:
39-47.

Olla, Kevin. 2019. Era Revolusi Industri 4.0. (


https://www.jagoanhosting.com/blog/era-revolusi-industri-4-0/ ) di akses 22
Oktober 2020

Pratama, M. Rizki. 2013. Inovasi Pelayanan Publik (Studi Deskriptif Tentang


Nilai Tambah (Value Added) Inovasi Pelayanan Perizinan Bagi Masyarakat
Di Kota Kediri). Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik. Vol 1 Nomor 2:
218-225.

Pebriasari, Ren. 2020. Tantangan dan Implementasi Revolusi Industri 4.0 di


Indonesia.(https://blog.wowrack.co.id/2019/10/tantangan-dan-
implementasi-revolusi.html). Di akses 21 Oktober 2020

Rahayu, Ning. 2019. Mengenal Revolusi Industri dari 1.0 hingga 4.0.
https://www.wartaekonomi.co.id/read226785/mengenal-revolusi-industri-
dari-10-hingga-40 Di akses 21 oktober 2020