Anda di halaman 1dari 2

Jack R.

Gibb (1961) mengemukakan adanya enam perilaku yang


membedakan seseorang itu berada dalam sikap defensive atau sikap
sportif

1. Evaluasi vs Deskripsi
Evaluasi adalah penilaian terhadap orang lain yang dapat berupa pujian atau kecaman.
Seseorang akan merasa terancam bila dievaluasi, hal inilah yang akan menimbulkan sikap
defensife. Sedangkan deskripsi adalah penyampaian penjelasan tentang perasaan dan
persepsi seseorang tanpa ada unsure penilaian. Mendeskripsikan seseorang tentang sesuatu
merupakan bentuk penghargaan dan perhatian kepada mereka.

2. Control vs Orientasi Masalah


Control adalah Perasaan terganggu dan tidak nyaman muncul ketika ada orang yang
memantau atau mengawasi perilaku kita. Kita merasa tidak tenang dan berusaha
menghilangkan dan menentang seseorang yang mengomtrol kehidupan kita. Sikap
mengontrol orang lain akan menyebabkan hubungan tidak jalan karena salah satu pihak
merasa terancam otoritasnya. Orientasi masalah adalah upaya untuk memecahkan masalah
dengan mengkomunikasikan persoalan kepada orang lain untuk bekerjasama mencari
pemecahannya. Dalam orientasi masalah kita tidak mendikte alternative yang kita tawarkan
namum kita menawarkan dan mengajak orang lain untuk bersama-sama mencari,
menetapkan dan memutuskan cara yang paling tepat untuk mencapai tujuan bersama.

3. Strategi vs Spontanitas
Strategi adalah cara yang digunakan untuk mempengaruhi orang lain. Strategi ini biasanya
digunakan melalui perencanaan khusus karena adanya maksud atau tujuan yang hendak
dicapai. Seseorang akan menghindar, bersikap defensive dalam berkomunikasi bila mereka
mengetahui kalau kita melakukan strategi dalam berkomunikasi. Sebaliknya, spontanitas
merupakan respon langsung, jujur, dan bebas dari motif yang tersembunyi. Spontanitas
menunjukkan karakter dan kejujuran seseorang. Mereka akan lebih membuka diri dalam
berkomunikasi dengan orang lain seperti ini.
4. Nertalitas vs Empati
Nertalitas berarti sikap impersonal, memperlakukan orang lain tidak sebagaimana mestinya,
menunjukkan sikap acuh tak acuh, cuek tidak menghiraukan perasaan orang lain. Bila lawan
komunikasi kita seperti itu , maka kita akan bersikap defensive untuk berhubungann dengan
mereka. Sebaliknya empati merupakan sikap memahami orang lain, tidak secara emosianal,
menempatkan diri secara imajinatif pada posisi orang lain, seakan-akan merasakan apa yang
dirasakan oleh orang lain. Empati menimbulkan rasa percaya dan mengembangkan sikap
positif dalam berkomunikasi.

5. Superior vs Persamaan
Superior adalah Sikap yang menunjukkan diri lebih tinggi karena status, kekuasaan,
kemampuan, kecerdasan, kekayaan, kecantikan, atau sebagainya dibanding orang lain
merupakan sikap yang membatasi diri dari hubungan atau interaksi dengan orang lain. Sikap-
sikap superior akan menimbulkan orang lain menutup diri, sebaliknya pengaku persamaan,
tidak membeda-bedakan satu sama lainakan membuka kran komunikasi. Sikap ini dapat
meningkatkan harga diri dan menghilangkan perasaan rendah diri orang lain.

6. Kepastian vs Provinsialisme
Di dunia ini tidak ada sesuatu yang bersifat pasti. Seseorang yang merasa memiliki kepastian
umumnya bersifat dogmatis, ingin menang sendiri, dan menilai pendapatnya sebagai
kebenaran mutlak yang tidak bisa di ganggu gugat. Sebaliknya provinsialisme adalah
kesediaan meninjau kembali pendapat orang lainhingga memunculkan kesadaran bahwa
amnesia tidak ada yang sempurna. Pendapatnyayang diyakini bisa benar tapi juga bisa salah
sehingga tidak menutup informasi yang disampaikan oleh orang lain.