Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH BIOMEKANIKA

DYNAMOMETER UNTUK MEDIS

Disusun Oleh :

Izmi Hajar Arafah NIM 081811733009


Brian Johanes Reynaldi NIM 081811733024
Alma Maxfira Briliana NIM 081811733031
Muhammad Rizky Alifian NIM 081811733045
Muhammad Amrul Muhafizh NIM 081811733047

Dosen Pengampu :
Drs. Pujiyanto, M.S.

PRODI STUDI S-1 TEKNIK BIOMEDIS


FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
NOVEMBER 2020

Makalah Biomekanika: Aplikasi Dynamometer pada bidang medis


KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esayang telah
melimpahkan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah
dengan judul “Dynamometer untuk Medis” ini dengan baik. Tujuan dari penulisan
makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Biomekanika program Studi
Teknik Biomedis.
Terselesaikannya makalah ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, sehingga
disini kami ingin mengucapkan terimakasih kepada semua pihak tersebut yang telah
memberikan dukungan baik secara moral ataupun materil terutama kepada:
1. Tuhan yang maha esa, atas berkahnya sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah ini tanpa halangan suatu apapun.
2. Bapak Drs. Pujiyanto, M.S, selaku dosen pengampu mata kuliah Biomekanika
yang memberikan wawasan untuk menyelesaikan makalah ini
3. Orang tua yang selalu memberikan dukungan baik moril dan materiel selama
penyusunan makalah ini
4. Dan pihak - pihak lainnya yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, dari segi
penulisan materi maupun penyusunannya, oleh karenanya kami mengharapkan kritik
konstruktif untuk menyempurnakan makalah ini. Akhir kata, kami berharap semoga
dengan disusunnya makalah ini dapat memberikan manfaat untuk pembaca khususnya
bagi mahasiswa Teknik Biomedis Universitas Airlangga.

Surabaya, 12 November 2020

Kelompok 10

Makalah Biomekanika: Aplikasi Dynamometer padaI bidang medis


DAFTAR ISI

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...............................................................................................................I

BAB I PENDAHULUAN........................................................................................................1

1.1. Latar Belakang...........................................................................................................1

1.2. Tujuan........................................................................................................................1

1.3. Manfaat......................................................................................................................1

1.3.1. Manfaat bagi Penulis...............................................................................................1

1.3.2. Manfaat bagi Pembaca.............................................................................................2

BAB II KAJIAN PUSTAKA...................................................................................................3

2.1 Prinsip Kerja Dynamometer......................................................................................3

2.2 Rumusan dasar pada Dynamometer..........................................................................3

2.3 Aplikasi Dynamoter pada rumah sakit.......................................................................3

BAB III DISKUSI dan PEMBAHASAN..................................................................................4

3.1 Awal Penggunaan Dinamometer Isokinetik..............................................................4

3.2 Penggunaan Dinamometer Isokinetik pada Masa Kini..............................................5

3.3 Cara Kerja Dinamometer Isokinetik..........................................................................6

BAB IV PENUTUP..................................................................................................................8

4.1 Kesimpulan...............................................................................................................8

4.2 Saran..........................................................................................................................8

DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................................8

Makalah Biomekanika: Aplikasi Dynamometer pada bidang medis


BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Dinamometer dikembangkan oleh ahli saraf Amerika dan ditujukan sebagai


alat diagnostik dan prognostik dalam pengaturan klinis, seperti menilai kekuatan
otot dan lainnya (Mafi et Al, 2012) . Dengan menggunakan dynaometri kita dapat
mengukur kekuatan otot dengan tepat serta melakukan diagnosis secara akurat
sehingga dapat ditentukan tindakan yang paling tepat untuk mengurangi risiko
cedera lebih lanjut. Pengukuran ini juga digunakan dalam menentukan protokol
rehabilitasi atau fisioterapi yang paling sesuai pada pasien cedera (Robert et Al,
2011).
Dari pemaparan diatas diketahui Dynamometer telah digunakan dalam
berbagai kebutuhan medis yaitu sebagai alat diagnostik dan prognostik. Namun
pengkajian ulang terkait ke-efektif-an Dynamometer sendiri perlu dilakukan,
sehingga meminimalisir terjadinya salah diagnosis (dalam pemeriksaan kekuatan
otot). Untuk itu perlu diketahui secara spesifik keandalan alat (Dynamometer)
ataupun metodenya.
Pada makalah ini, akan dibahas lebih lanjut tentang aplikasi Dynamometer
khususnya pada bidang medis, serta prinsip kerja diagram alur dan rumus yang
digunakan dalam pemeriksaan menggunakan dynamometer.

1.2. Tujuan

Tujuan dari disusunya makalah ini adalah :


1. Mengetahui prinsip kerja Dynamometer
2. Mengetahui rumus yang digunakan pada dynamometer
3. Mengetahui aplikasi dynamometer di rumah sakit

1.3. Manfaat

Penulisan makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:


1.3.1. Manfaat bagi Penulis
1. Menambah wawasan terkait aplikasi Dynamometer bedasarkan cakupan
prinsip kerja, rumusan dasar, rumus dan aplikasinya dalam bidang medis.

Makalah Biomekanika: Aplikasi Dynamometer pada1 bidang medis


2. Mengembangkan rancangan model Dynamometer yang dapat digunakan
untuk meningkatkan efektifitas dan keakuratan alat.
3. Mengasah kemampuan menganalisis dan menulis utamanya berkaitan
dengan bidang keteknikan biomedis.

1.3.2. Manfaat bagi Pembaca


1. Memberikan informasi terkait aplikasi Dynamometer utamanya dalam
bidang medis.
2. Memberikan informasi terkait cara kerja Dynaometer dalam pemeriksaan
klinis.
3. Sebagai referensi untuk melanjutkan penulisan terkait aplikasi Dynamometer
dalam bidang medis.

Makalah Biomekanika: Aplikasi Dynamometer pada2 bidang medis


BAB II KAJIAN PUSTAKA

2.1 Prinsip Kerja Dynamometer

Dinamometer adalah alat untuk mengukur besar kecilnya gaya. Dalam dunia
medis, salah satu aplikasi dynamometer dapat dilihat dalam alat pemeriksaan
kekuatan genggaman dan kekuatan tangan yaitu Hand-Grip Dynamometer. Hand-grip
dynamometer memanfaatkan prinsip kerja strain gauge dynamometry. Strain gauge
merupakan sebuah perangkat yang digunakan untuk mengukur strain dari suatu objek
di saat terjadi sebuah deformasi (membengkok / berubah bentuk) pada objek tersebut.
Strain gauge akan berubah resistansinya disaat terjadi deformasi, misalnya disaat
terjadi bengkok keluar, area pada strain gauge menjadi luas dan kawat – kawat pada
perangkat menjadi tipis / menyempit, sehingga resistansi naik, pun juga sebaliknya.
Besar tekanan yang dibaca dipengaruhi oleh Gauge Factor (Gf) yang dapat
didefinisikan sebagai :

Dimana: ΔR adalah perubahan resistansi karena regangan

RG adalah resistansi awal dari gauge

ꞓ adalah regangan yang terjadi

Pengukuran menggunakan strain gauge umumnya memanfaatkan terjadinya


deformasi dari sebuah objek untuk dapat mempengaruhi resistansi dari strain gauge
itu sendiri.

2.2 Rumusan dasar pada Dynamometer

2.3 Aplikasi Dynamoter pada rumah sakit

Makalah Biomekanika: Aplikasi Dynamometer pada3 bidang medis


BAB III DISKUSI dan PEMBAHASAN

3.1 Awal Penggunaan Dinamometer Isokinetik

Dinamometer isokinetik (iso = konstan atau seragam, kinetik = gerak)


dikembangkan oleh J. Perrine pada 1960-an. Pada awal nya, penggunaan
dinamometer isokinetik di rumah sakit, digunakan untuk mengukur gaya atau torsi
searah pada lengan atas pasien. Desain dynamometer (pada zaman tersebut)
menggunakan pengaturan tuas pegas mekanis seperti keseimbangan pegas komersial
(Nathan et al. 1976) dan kabel tensiometer (Clarke 1956). Pada gambar 3.1 dapat
dilihat bahwa tubuh bagian atas pasien ditahan dengan strap dan dynamometer
dipasang pada lengan atas pasien. Dimana para dokter saat itu menghubungkan hasil
gaya dan torsi tersebut dengan fungsional stimulasi listrik/saraf pada otot lengan atas
pasien.

Gambar 3.1. Penggunaan dynamometer isokinetic lengan atas pada tahun 1960-an

Sejak saat itu, pengujian isokinetic mulai berkembang dan dapat digunakan pada
hampir setiap kelompok otot telah yang menjadi ukuran kekuatan otot yang diterima
secara luas dalam pengaturan klinis dan penelitian. Dinamometer isokinetik telah
berpengaruh dalam mendokumentasikan keseimbangan kekuatan antara kelompok
otot yang berlawanan (Grace, 1985). Ada jurnal (Isokinetics and Exercise Science)
dan beberapa buku (misalnya, Brown, 2000; Perrin, 1993) yang berfokus pada banyak
kegunaan pengujian isokinetik. Mesin isokinetik, bagaimanapun, tidak benar-benar
isokinetik di seluruh rentang gerak, karena harus ada percepatan ke kecepatan set di
awal gerakan yang sering menghasilkan torsi overshoot karena mesin secara negatif
mempercepat tungkai (Winter, Wells, & Orr, 1981) serta percepatan negatif lain di
akhir rentang gerak.

Makalah Biomekanika: Aplikasi Dynamometer pada4 bidang medis


3.2 Penggunaan Dinamometer Isokinetik pada Masa Kini

Pada tahun 2020, dinamometer isokinetic merupakan sebuah alat yang digunakan
pada fisoterapi dalam konteks kebugaran olahraga yang sering menyerupai posisi
kursi yang melekat pada mesin kekuatan yang bisa diatur dan komputer unit kontrol.
Hal yang sangat utama, alat tersebut mengukur kinerja kelompok otot yang berbeda.
Klinisi dapat memprogram sebuah rangkaian tes dan jenis latihan yang menargetkan
seluruh perifer sendi tubuh. Pengukuran dapat meliputi kekuatan,torsi,tahanan,serta
kelelahan.

Gambar 3.2. Dinamometer Isometrik

Kinerja otot yg menjadi sasaran direkam ke dalam computer,diekspresikan


sebagai torsi, atau gaya yang diaplikasikan pada jarak tetentu dari axis rotasi sendi.
Dinamometer isokinetik dapat mengakomodasi berbagai macam pergerakan
otot,seperti gerakan isometrik,isotonik,dan isokinetik. Dinamometer  mengatur force
untuk mencegah cedera ,sebagaimana hal tersebut memberi reaksi terhadap external
force dan berhenti berfungsi ketika pemberian force dihentikan. Kemampuan ini
membuat mesin menjadi komponen yang vital dalam uji fisioterapi dan rehabilitasi.

Teknologi tersebut menyesuaikan/mencocokkan banyak metode evaluatif dan


rehabilitatif pada semua sendi utama tubuh. Di antara gerakan-gerakan yang mungkin
terjadi, dinamometer isokinetik dapat digunakan untuk mengukur
fleksi,pronasi,abduksi,dan gerakan lainnya,serta menghitung masing-masing tenaga
pada tiap gerakan. Komputer dan kontrol panel sentuh memungkinkan operator
membuat penyesuaian terhadap force,kecepatan,dan ROM untuk persyaratan khusus

Makalah Biomekanika: Aplikasi Dynamometer pada5 bidang medis


pasien. Data biofeedback dikumpulkan dan dibuat tersedia untuk analisis dan hasil
print komputer.

Batas force otomatis diprogram ke dalam dinamometer isokinetik memungkinkan


gerakan pada rentang yang aman tidak melebihi tingkat force yang diinginkan. Hal ini
memungkinkan alat tersebut membantu dalam mengurangi efusi sendi dan
mengembangkan ROM serta kekuatan. Motor dinamometer dapat berputar/berotasi
dan berpindah agar sesuai dengan posisi yang diperlukan, dan bekerja dengan
penyesuaian tempat duduk dan stabilisasi untuk memberikan posisi yang optimal.

Dinamometer isokinetik dapat digunakan untuk menguji dan mengevaluasi kinerja


otot untuk atlet profesional. Organisasi olahraga profesional menggunakan teknologi
dynamometer ini untuk menilai kesehatan, kinerja, dan risiko cedera atlet dengan
lebih baik, dan juga untuk menemukan area potensial untuk memperbaiki cedera.
Dengan mengisolasi persendian individu, kelompok otot tertentu dapat ditargetkan
dan kinerja dibandingkan.

Peralatan ini tidak hanya membantu pasien dalam rehabilitasi dari cedera, namun
juga dapat membantu mereka mengembangkan fungsi pada anggota tubuh atau
jaringan otot baru. Dengan pengukuran torsi dan rentang gerak yang tepat, performa
otot tetap aman di bawah kendali yang akurat. Pengujian kemudian menawarkan data
yang dapat diandalkan untuk menerapkan hasil yang lebih efektif.

3.3 Cara Kerja Dinamometer Isokinetik

Istilah 'isokinetika' didefinisikan sebagai kontraksi otot dinamis ketika kecepatan


gerak dikontrol dan dipertahankan konstan oleh alat khusus (Thistle et al. 1967).
Hambatan perangkat sama dengan torsi otot yang diterapkan selama rentang gerakan.
Jelas dari definisi bahwa gerakan isokinetik memerlukan penggunaan perangkat
elektromekanis yang mampu mempertahankan kecepatan gerakan yang konstan.
Thistle dkk. (1967) mempresentasikan kontraksi isokinetik sebagai penyempurnaan
dari konsep gerak terkontrol, di mana kecepatan gerakan tidak lagi menjadi variabel
yang tidak terkontrol tetapi dapat diatur sesuai dengan aktivitas fungsional spesifik
dari kelompok otot yang berkontraksi.

Makalah Biomekanika: Aplikasi Dynamometer pada6 bidang medis


Mekanisme kontrol kecepatan dinamometer biasanya berupa motor servo
elektronik atau katup hidrolik. Vokalitas pergerakan telah diatur sebelumnya dan
mekanisme kontrol diaktifkan hanya jika kecepatan preset dicapai oleh anggota gerak
yang bergerak. Setiap peningkatan torsi otot di atas tingkat ini menghasilkan
pengembangan gaya resistif yang sama besarnya dengan mekanisme kontrol
dinamometer (Mof-froid et al. 1969).

Gaya otot bervariasi pada sudut sendi yang berbeda karena perbedaan sifat
biomekanik dari sistem muskuloskeletal. Dengan metode isokinetik, jika gaya
maksimum diterapkan pada dinamometer pada suatu rentang gerakan, tahanan
dinamometer sebanding dengan kapasitas otot pada sudut sendi yang berbeda,
menawarkan pembebanan otot yang optimal dalam kondisi dinamis. Lebih lanjut,
dinamometer isokinetik, tidak seperti sistem beban gravitasi, tidak menyimpan energi
potensial dan oleh karena itu gerakan balik tidak memerlukan kontraksi eksentrik
untuk mengontrol kembalinya sistem lengan tuas ekstremitas ke posisi awal (Thistle
et. al. 1967). Hislop dan Perrine (1967) membandingkan beban otot selama pengujian
isokinetik dan isotonik (kecepatan tidak terkontrol).

Gambar 3.3. Gerak otot (Fm) dan Gaya Gravitasi (Fg) saat pengetesan
ekstensi lutut

Beban yang diterapkan pada otot yang berkontraksi selama gerakan isotonik
maksimal pada titik-titik di mana keunggulan mekanis otot minimal (misalnya pada
batas rentang gerakan dalam gerakan fleksi-fleksi lutut). Di sisi lain, selama gerakan
isokinetik, resistansi sama dengan kapasitas otot dan oleh karena itu pembebanan otot
maksimal pada titik-titik di mana keuntungan mekanisnya maksimal. Dengan metode

Makalah Biomekanika: Aplikasi Dynamometer pada7 bidang medis


isokinetik, gaya otot maksimum yang dapat diterapkan pada berbagai gerakan dapat
diukur dalam kondisi dinamis, asalkan kecepatan preset telah dicapai oleh anggota
gerak yang bergerak.

BAB IV PENUTUP

4.1 Kesimpulan

4.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA

Baltzopoulos V. and Brodie D.A. 1989. Isokinetic Dynamometry: Applications and


Limitations. Journal of Sports Medicine. University of Liverpool: School of
Movement Science
Nathan R.H. 1979. A Dynamometer for Biomechanical Use. Journal of Biomedical
Engineering
Mafi P, Mafi R. Hindocha S. et Al. 2012. Systematic Review of Dynamometry and its
Role in Hand Trauma Assessment. The Open Orthopaedics Journal. University
of Manchester: Manchester Interdisciplanary Biocentre
Robert H.C.. Patel H. Denison H. 2011. A review of the measurement of grip strength
in clinical and epidemiological studies: Towards a standardised approach.
Academic Geriatric Medicine. University of Southampton: Published by
Oxford University

Makalah Biomekanika: Aplikasi Dynamometer pada8 bidang medis