Anda di halaman 1dari 5

ALMA MAXFIRA BRILIANA

081811733031
TEKNIK BIOMEDIS

PENGAYAAN KESELAMATAN KERJA

1. Jelaskan konsep timbulnya API dan prinsip pemadaman API!


● Konsep timbulnya API
Api timbul dikarenakan adanya reaksi oksidasi secara cepat sehingga
menghasilkan panas dan cahaya. Api dapat terbentuk apabila suatu lingkungan memiliki
3 komponen yaitu: Sumber panas, Oksigen dan bahan bakar.Sumber panas dapat berupa
percikan dari gesekan, arus pendek, reaksi kimia dan lainnya. Adanya oksigen yang
melimpah dilingkungan memungkinkan api untuk dapat menyala. Dan bahan bakar
adalah bahan apapun yang mudah bereaksi dengan reaksi pembakaran, dapat berupa
bahan bakar cair (Minyak tanah, Bensin), Bahan bakar padat (Kayu, Kertas) , maupun
gas (LPG, Gas).
Dalam proses timbulnya api, sebagian panas ,yang dihasilkan dari reaksi ketiga
komponen tersebut, diserap oleh bahan bakar/benda sekelilingnya, sehingga dihasilkan
uap dan gas yang menyala setelah bercampur dengan oksigen di udara, proses ini
disebut reaksi ​tetrahedron​.

● Prinsip pemadaman API


Dalam proses pemadaman api perlu dilakukan pemisahan ketiga komponen
pemicu api (panas, udara, dan bahan bakar). Dalam proses ini dikenal istilah ​Fire
Triangle,​diantaranya:
❏ Smothering​/pengisolasian​, yaitu suatu proses untuk memutus hubungan antara bahan
bakar dengan oksigen. Tindakan yang biasanya dilakukan yaitu: menutupi sumber
api dengan karung basah, pasir, busa, atau bahan lainnya yang dapat menutup jalur
oksigen ke api. Bahan penutup ini disesuaikan dengan sumber apinya.
❏ Cooling​/pendinginan​, ​yaitu mendinginkan permukaan dari bahan yang terbakar
menggunakan semprotan air atau dengan CO​2.
❏ Starving/m ​ emisahkan, yaitu mengurai/mengurangi jumlah bahan yg terbakar untuk
memutus ​supplay ​bahan bakar sehingga tidak memicu api menjadi lebih besar

2. Apa yang dimaksud dengan sarana proteksi kebakaran aktif dan pasif. Jelaskan
dan sebutkan contohnya!
● Sarana proteksi aktif merupakan sistem proteksi kebakaran yang secara lengkap baik
berupa alat ataupun instalasi yang disiapkan untuk mengidentifikasi keberadaan api
dengan memetakan berbagai indikator dan berperan secara aktif untuk memadamkan atau
mengendalikan kebakaran. Dalam praktiknya ​sarana proteksi kebakaran aktif membutuhkan
peran aktif dari manusia untuk mengoperasikan sistem tersebut.
Contoh : detektor, alarm kebakaran, sprinkler, APAR, dan sistem pengendalian asap,
hydrant.
● Sarana proteksi pasif merupakan sarana atau metode pengendalian asap, panas maupun
gas berbahaya apabila terjadi kebakaran.
Contoh: sarana proteksi kebakaran pasif, yaitu sistem kompartementasi (pemisahan
bangunan resiko kebakaran tinggi), sarana evakuasi dan alat bantu evakuasi, sarana dan
sistem pengendali asap dan api (fire damper, smoke damper, fire stopping, dll).

3. Sebutkan bagian dari APAR dan jelaskan fungsi dari masing - masing bagian!

● Safety pin : berfungsi untuk menahan tuas APAR saat APAR tidak digunakan. Sehingga,
jika tuas APAR tidak sengaja tertekan, tidak akan mengakibatkan media pemadam api
keluar.
● Valve : berfungsi untuk menutup dan membuka aliran media (isi) yang berada di dalam
tabung.
● Handle : berfungsi sebagai pegangan untuk menekan serta membantu valve dalam
melakukan fungsinya.
● Pressure gauge : komponen yang digunakan untuk mengecek tekanan di dalam tabung
APAR.
● Tuas/handle : berfungsi untuk membuka spindle. Saat tuas APAR ditekan, maka gas
bertekanan akan membawa media pemadam api keluar dari dalam tabung APAR.
● Selang/hose : berfungsi untuk menyalurkan media pemadam api dari dalam tabung
menuju ke ujung nozzle.
● Nozzle : berfungsi sebagai pegangan untuk mengarahkan media pada sumber api.
● Tabung : berfungsi sebagai tempat di mana media pemadam api disimpan.
● Sabuk tabung : Komponen ini digunakan untuk mengamankan nozzle. Sehingga, nozzle
tidak menggantung dan mudah untuk diambil saat akan digunakan memadamkan api.
4. Bagaimana SOP penggunaan APAR?
Standart Penggunaan APAR adalah menggunakan teknik ​PASS​ sebagai berikut:
● ​Pull​: menarik safety pin dari tabung APAR.
● Aim :​ mengarahkan ujung selang/nozzle ke sumber api.
● Squeeze ​: menekan tuas APAR untuk mengeluarkan media APAR.
● Sweep ​: menyemprotkan media dari kiri ke kanan (atau sebaliknya) untuk memadamkan
sumber api.

Selain itu dalam penggunaan APAR perlu diperhatikan beberapa hal seperti arah angin
agar media pemadam dapat digunakan secara efektif menuju pusat api dan jilatan api tidak
mengenai tubuh petugas pemadam. dan perlu dipertimbangkan penggunaan APAR yang
sesuai dengan klasifikasi sumber kebakaran.

5. Gambarkan organisasi tanggap darurat dan jelaskan fungsinya!


● Struktur Organisasi Tanggap darurat

● Tugas dan Fungsi organisasi tanggap darurat


★ Menentukan dan menanggulangi keadaan darurat perusahaan
★ Melaksanakan Latihan tanggap darurat bersama serta melibatkan seluruh karyawan
secara berkala
★ Melaksanakan pertemuan rutin dan non rutinkinerja unti tanggap darurat

● Fungsi masing-masing posisi


★ Ketua
➢ Menentukan dan memutuskan Kebijakan Tanggap Darurat Perusahaan
➢ Mengajukan anggaran dana yang berkaitan dengan sarana dan prasarana
tanggap darurat Perusahaan.
➢ Mengundang partisipasi seluruh karyawan untuk melangsungkan latihan tanggap
darurat di lingkungan Perusahaan.
➢ Menjadwalkan pertemuan rutin maupun non-rutin Unit Tanggap Darurat. •
Menyusun rencana pemulihan keadaan darurat Perusahaan.

★ Wakil Ketua
➢ Membantu ketua dalam menjalankan tugas dan fungsinya

★ Regu Pemadam Kebakaran


➢ Melangsungkan pemadaman kebakaran menggunakan semua sarana pemadam
api di lingkungan Perusahaan secara aman, selamat dan efektif.
➢ Melaporkan segala kekurangan/kerusakan sarana dan prasarana pemadam api di
lingkungan Perusahaan kepada Koordinator, Wakil maupun Ketua Unit Tanggap
Darurat.

★ Regu Evakuasi
➢ Memimpin prosedur evakuasi secara aman, selamat dan cepat. • Melaporkan
segala kekurangan/kerusakan sarana dan prasarana evakuasi di lingkungan
Perusahaan kepada Koordinator, Wakil maupun Ketua Unit Tanggap Darurat.
➢ Melaporkan adanya korban tertinggal, terjebak ataupun teruka kepada Regu P3K,
Koordinator maupun wakil Unit Tanggap Darurat.

★ Regu P3K
➢ Memimpin prosedur evakuasi secara aman, selamat dan cepat. • Melaporkan
segala kekurangan/kerusakan sarana dan prasarana evakuasi di lingkungan
Perusahaan kepada Koordinator, Wakil maupun Ketua Unit Tanggap darurat.
➢ Melaporkan adanya korban tertinggal, terjebak ataupun teruka kepada Regu P3K,
Koordinator maupun wakil Unit Tanggap Darurat.

★ Logistik
➢ Mengakomodasi kebutuhan umum tanggap darurat (makanan, minuman, pakaian,
selimut, pakaian, dsb).

★ Transportasi
➢ Mengakomodasi sarana transportasi darurat dari dalam/luar lingkungan
Perusahaan.

★ Komunikasi Internal
➢ Memantau perkembangan penanganan kondisi darurat dan menjembatani
komunikasi antar regu Unit Tanggap Darurat.
➢ Memastikan alur komunikasi antar regu Unit Tanggap Darurat dapat
dilangsungkan secara baik dan lancar.

★ Komunikasi Eksternal
➢ Memantau seluruh informasi internal dan mengakomodasi informasi/pemberitaan
untuk pihak luar.
➢ Menghubungi pihak eksternal terkait untuk kepentingan tanggap darurat
(Kepolisian/Warga).

★ Keamanan
➢ Melaksanakan tindakan keamanan internal maupun eksternal selama
berlangsungnya tanggap darurat Perusahaan.