Anda di halaman 1dari 11

BAB II

PEMBAHASAN

LANGKAH 1 : Mengindentifikasi Masalah

a). Masalah

1. Tim GKM App melakukan pertemuan 1 tgl 25 Oktober 2013 untuk menentukan identifikasi

masalah. Setelah melalui pembahasan dengan anggota tim, maka masalah yang di dapat sebagai

berikut :

a. Rendahnya Pencegahan Penularan Infeksi

b. Pasien tidak patuh terhadap tata tertib

c. Kelengkapan Status

Di lanjutkan pada pertemuan ke-2 tgl 26 Oktober 2013, tim melakukan Metode CARL dengan

mendengar pendapat dari anggota tim.

b). Menentukan Prioritas Masalah

Prioritas masalah ditentukan dengan menggunakan metode CARL. Metode CARL didasarkan

pada serangkaian kriteria yang meliputi Capability, Accessibility, Readiness, dan Lavarage yang

dinilai dengan menggunakan skala likert. Hasil prioritas masalah akan menunjukkan masalah

mana yang paling mampu, paling mudah, paling siap dan paling berdaya ungkit untuk gugus kami

selesasikan.

C = Capability adalah ketersediaan sumber daya, dana, sarana, dan peralatan.

A= Accessibility adalah kemudahan, masalah yang ada mudah diatasi atau tidak. Kemudahan

dapat didasarkan pada ketersediaan metode, cara atau teknologi serta penunjang pelaksana

seperti peraturan R. Perawatan Garuda.


R= Readiness adalah kesiapan dari gugus dan sasaran lainnya dalam menyelesaikan masalah

yang diidentifikasi.

L= Lavarage adalah daya ungkit atau seberapa besar daya ungkit masalah tersebut terhadap

peningkatan kesehatan.

Dengan mengingat keterbatasan gugus kami dalam menyelesaikan masalah yang telah

teridentifikasi sebelumnya maka kami menyusun prioritas masalah sebagai berikut.

a. Pencegahan Penularan Infeksi

No Nama C A R L
1 Ztr. Wana 4 3 5 5
2 Ztr. Yati 4 2 5 5

3 Mtr. Fready 4 3 5 5

4 Mtr. Rycho 5 4 5 5

5 Ztr. Siti 4 2 5 5

6 Ztr. Marwah 5 2 5 5
7 Ztr. Ana 4 2 5 5

b. Pasien tidak patuh terhadap tata tertib

N
Nama C A R L
o
1 Ztr. Wana 3 3 4 4
2 Ztr. Yati 4 3 4 4
3 Mtr. Fready 3 3 4 4
4 Mtr. Rycho 4 2 5 5
5 Ztr. Siti 3 3 4 5
6 Ztr. Marwah 1 2 4 3
7 Ztr. Ana 4 3 4 4

c. Kelengkapan Status
N
Nama C A R L
o
1 Ztr. Wana 3 4 4 4
2 Ztr. Yati 3 3 4 4
3 Mtr. Fready 4 3 4 4
4 Mtr. Rycho 2 3 4 4
5 Ztr. Siti 3 3 4 4
6 Ztr. Marwah 4 3 4 4
7 Ztr. Ana 4 3 4 4
Keterangan :

Skala Penilaian 1-5 yang digunakan adalah skala likert yaitu :

1 = Tidak (mampu, mudah, siap, berdaya ungkit)

2 = Kurang (mampu, mudah, siap, berdaya ungkit)

3 = Cukup (mampu, mudah, siap, berdaya ungkit)

4 = Mampu, mudah, siap, berdaya ungkit

5 = Sangat (mampu, mudah, siap, berdaya ungkit)

2. Pada tahap selanjutnya tim melakukan perhitungan menentukan prioritas masalah. Sesuai

hasil perhitungan.

N Skor
Masalah Hasil Rank
C A R L
o
1 Pencegahan penularan Infeksi 4 2 5 5 200 I
2 Pasien tidak patuh terhadap tata tertib 3 3 4 4 144 II
3 Kelengkapan Status 3 3 4 4 144 III
Jumlah 10 8 13 13

3. Tim GKM melanjutkan pada tahap Stratifikasi

No Masalah N % NK %
1 Pencegahan penularan Infeksi 200 40,98 200 40,98
2 Pasien tidak patuh terhadap tata tertib 144 29,50 344 70,48
3 Kelengkapan Status 144 29,50 488 99,98

Berdasarkan prioritas masalah dengan menggunakan metode CARL, maka gugus App

menyimpulkan bahwa rendahnya pencegahan infeksi menjadi masalah prioritas karena masalah ini

sangat mampu, sangat mudah, sangat siap dan sangat berdaya ungkit untuk diselesaikan bagi

upaya mempersingkat hari rawat perawatan pasien pasca operasi dengan kasus penyakit

Apendisitis & Hernia.

Untuk mempertegas prioritas masalah dapat dilihat pada diagram pareto dan diagram pie

berikut ini.

4. Diagram Pareto

5. Diagram Pie
Pencegahan Penularan Infeksi
Pasien tidak patuh terhadap tata
ertib
Kelengkapan Status

Berdasarkan Diagram Pareto Dan Diagram Pie diatas menunjukkan bahwa pressentase

pencegahan Penularan Infeksi mencapai 40,98%. Sedangkan Kepatuhan Pasien Terhadap Tata

Tertib dan Kelengkapan Status mencapai nilai yang sama yaitu 29,50%.

c). Data Masalah

1). Checksheet Data Masalah

Untuk melihat data tentang Rendahnya Pencegahan Penularan Infeksi di RS. Anutapura

Perawatan Bedah R. Garuda, gugus App menyusun checksheet data masalah yang dihitung

berdasarkan data yang ada di buku register rekam medidk pasien di Ruangan Garuda selama bulan

September 2013.

Judul : Rendahnya Pencegahan Penularan Infeksi di R. Perawatan Bedah

Pengumpul Data : Ztr. Hj. Marwah,S.Kep & Mtr. Rycho,S.ST

Waktu Pengumpulan : 30 Oktober 2013


Sumber Data : Buku Register Pasien

Tempat : Ruang Garuda

Penanggung Jawab : Ztr. Hj. Marwah, S.Kep

No Pasien di Rawat Pasca Operasi Jumlah %


1 >3 hari 17 77,27
2 ≤3 hari 5 22,73
Jumlah 22

Ini berarti terdapat 17 orang yang pasca operasi dirawat >3 hari.

2). Stratifikasi Masalah

No Pasien di Rawat Pasca Operasi N % NK %


1 >3 hari 17 77,27 17 77,27
2 ≤3 hari 5 22,73 22 100
Jumlah 22 100

Dari tabel stratifikasi di atas disimpulkan bahwa selama bulan September 2013 pasien yang

lama rawat >3 hari ssebanyak 77,27%, sedangkan ≤3 hari hanya mencapai 22,73% dari 22 jumlah

pasien.

3. Diagram Pareto

Untuk memperjelas pasien dengan perawata pasca operasi selama bulan september dapat

dilihat pada Diagram Pareto dan Diagram Pie di bawah ini.


Sales

>3 hari
≤3 hari

Berdasarkan hal tersebut diatas, maka kami dalam gugus App sepakat mengangkat masalah

dalam risalah GKM ini dengan judul Rendahnya Pencegahan Penularan Infeksi di ruang rawat

garuda RSU. Anutapura Palu.


LANGKAH III : Menentukan Penyebab Dominan

a) Paired Comparison

Pada langkah ini dengan menggunakan bantuan Paired Comparison kami akan melihat

keterkaitan antara penyebab yang telah di identifikasi pada langkah sebelumnya. Dengan

cara ini gugus App berharap dapat mengetahui penyebab mana yang paling berkontribusi

terhadap masalah Rendahnya Pencegahan Penularan Infeksi di Ruang Rawat Garuda

RSU. Anutapura. Adapun penilaian besaran kontribusi menggunakan skala likert 1-5.
No A B C D E Total
I 4 4 4 4 16
II 4 5 1 1 11
III 4 5 4 3 16
IV 4 1 4 1 9
V 4 1 3 1 9
Keterangan :

1. (A) – I : Petugas bekerja tidak sesuai prosedur

2. (B) – II : Ruang perawatan masih digabung antara luka steril dan non steril

3. (C) – III : Alat merawat luka digunakan untuk semua jenis luka

4. (D) – IV : Bahan habis pakai sering tidak cukup

5. (E) –V : SOP hanya disimpan dalam lemari

Skala Penilaian :

1 = Tidak terkait

2 = Kurang terkait

3= Cukup terkait

4 = Terkait

5 = Sangat Terkait

Berdasarkan Paired Comparasion maka gugus App menemukan dua penyebab dominan yang

memiliki nilai kontribusi paling tinggi terhadap masalah Rendahnya Pencegahan Penularan Infeksi

di Ruang Perawatan Garuda RSU. Anutapura yaitu petugas tidak bekerja sesuai prosedur dan alat

perawatan luka yang masih digunakan untuk semua jenis luka.

Selanjutnya untuk melihat akibat yang di timbulkan dari masing-masing penyebab masalah

yang telah di susun berdasarkan besaran kontribusi pengaruh, gugus App melakukan analasis

sebab akibat sehingga akan didapatkan kesimpulan apakah ada penyebab tersebut terhadap

masalah Rendahnya Pencegahan Penularan Infeksi di Ruang Perawatan Garuda RSU. Anutapura.

b) Analisi Sebab Akibat


Tabel Analisis Sebab Akibat

No Faktor Penyebab Akibat Kesimpulan


Manusia Petugas bekerja tidak sesuai Bisa Berpengaruh

1 prosedur menimbulkan

kesalahan kerja
Lingkungan Ruang perawata msih digabung Pasien tidak Berpengaruh
2
antara luka steril dan non steril nyaman
Mesin Alat Perawata luka masih Resiko terjadi Berpengaruh

3 digunakan untuk semua jenis penularan infeksi

luka
Material Bahan habis pakai sering tidak Perkerjaan Berpengaruh

4 cukup menjadi

terhambat
Metode SOP hanya disimpan dalam Perawat tidak Berpengaruh
5
lemari menbaca SOP

Dari factor diatas diketahui bahwa pada factor mesin menyebabkan alat perawatan luka masih

digunakan untuk semua jenis luka telah mengakibatkan resiko terjadi penularan infeksi. Dan

factor manusia menyebabkan petugas bekerja tidak sesuai prosedur mengakibatkan kesalahan

dalam melakukan tindakan.

c) Stratifikasi Faktor Penyebab

Tabel Stratifikasi Faktor Penyebab Dominan

No Faktor Penyebab N % NK %
1 Petugas bekerja tidak sesuai prosedur 16 26,23 16 26,23
2 Alat Perawatan luka masih digunakan 16 26,23 32 52,46
untuk semua jenis luka
Ruang perawata msih digabung antara
3 11 18,03 43 70,49
luka steril dan non steril
4 Bahan habis pakai sering tidak cukup 9 14,75 52 85,24
5 SOP hanya disimpan dalam lemari 9 14,75 61 100
Jumlah 61 100

Berdasarkan table stratifikasi di atas penyebab dominan diketahui terdapat dua dimana

petugas bekerja tidak sesuai SOP dengan nilai 16 (26,23%) dan Alat Perawatan luka masih

digunakan untuk semua jenis luka dengan nilai 16 (26,23%).

d) Diagram Pareto

e). Diagram Pie

Petugas tidak bekerja sesuai


prosedur
Ruang Perawatan masih
digabung
Alat Perawatan luka msih
digunakan untuk semua luka
Bahan Habis Pakai Sering Tidak
Cukup
SOP Hanya di Simpan Dalam
Lemari