Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM

ANATOMI HEWAN
AMPHIBIA

Disusun Oleh:

Nama : Samuel Prakoso Sejati

NIM : K4319075

Kelas :C

Kelompok : 13

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2020
Laporan Resmi Praktikum

Anatomi Hewan

I. Judul : Amphibia
II. Tujuan :

1) Mengetahui topografi Amphibia melalui Bufo sp

2) Mengetahui fungsi masing-masing organ

3) Mengetahui organ dan system organ pada Bufo sp

III. Alat dan Bahan


A. Alat
1. Jarum Pentul
2. Kapas
3. Pinset
4. Gunting
B. Bahan
1. Bufo sp
IV. Cara Kerja
1) Menyiapkan alat dan bahan
2) Membius kodok (Bufo sp.)
3) Melakukan sigle pitting
4) Melakukan pembedahan pada katak
5) Mengidentifikasi bagian-bagian organ dalam katak
6) Melakukan dokumentasi
V. Pembahasan
a. Gambar + Keterangan

Gambar Keterangan

4
1. Cavum Oris
1
2. Esophagus

2
3. Hepar
5
4. Cor

3 5. Vesica felea
6. Ventriculus
6
7. Intestinum
7 8. Kloaka

3 2 1 9 1. Rima Oris
2. Nares
4 3. Organon Visus
4. Antebranchium
5 5. Branchium
6. Femur
6
7. Digiti
8. Kloaka
7
9. Membran Tymphani
10. Crus
8 10

b. Identifikasi + Deskripsi
Identifikasi Morfologi Bufo sp

1) Mulut (Rima oris): Terdapat pada ujung anterior, lebar dan berfungsi untuk
menangkap mangsa dengan bantuan lidah yang berlendir.

2) Lubang hidung (Nares eksterna-nares anterior): Merupakan sepasan lubang


kecil yang terdapat diatas mulut dan lubang ini berhubungan dengan rongga
mulut melelui hidung dalam (nares interna – nares posterior = choanae).

3) Mata (organon visus): Mata menonjol dan dilindungi oleh dua kelopak mata
yang tidak dapat bergerak, bagian atas disebut valvebra superior, bagian
bawah disebut valvebra inferior serta kelopak mata ketiga berupa selaput
bening yang dapat digerakkan dari bawah keatas disebut membrane nictitans
yang berfungsi untuk melindungi mata dari gesekan air.

4) Telinga (membrane thympanium): Merupakan gendang pendengaran yang


berfungsi untuk menerima getaran suara, terletak caudal dari mata dan pada
bagian permukaan. Pada telinga tidak terdapat daun telinga (pinna
auricularis).

Deskripsi Bufo sp

Kodok ini terdiri dari kepala (caput), badan (truncus), dan anggota depan
belakang (ekskrimitas anterior dan posterior). Selain itu, ditemukan bagian-
bagian antara lain lubang hidung bagian luar (nares eksterna), mata, membrane
thympanium, Antebranchium, Branchium, Digiti, Femur, dan Kloaka (Satria, D.
2017).

Identifikasi Bufo sp

5) Pulmo (paru-paru) : berjumlah sepasang berwarna kemerahan dan


mengembang yang terletak di dekat hepar (kanan dan kiri). Sebagian besar
dinding paru-paru pada katak dan kodok berisi lipatan alveoli sehingga
dapat meningkatkan permukaan pernafasan (Huda , 2017). Sepasang paru-
paru yang berbentuk gelembung tempat bermuaranya kapiler darah
(Purnamasari & Santi, 2017).

6) Hepar (hati) : berwarna merah coklat dengan bagiannya lobus dexter dan
lobus sinister. Lobus dexter ( bagian kanan lebih kecil, terdapat 3 lobuli )
dan lobus sinister ( bagian kiri lebih besar terdiri dari 2 lobuli )

7) Cor (jantung) : terbungkus selaput pericardium berwarna merah tua yang


terletak di anterior hepar/ diantara pulmo. Jantung memiliki bentuk kerucut
dengan puncaknya apexordis. Untuk mengurangi geseran natara cor dengan
pericardium terdapat cairan liquo pericardi. merupakan tempat untuk
memompa darah keseluruh bagian tubuh dan organ lainnya (Imam Bachtiar
& Kusmiyati, 2017).

8) Vesica fellea : terletak di dekat hati, berwarna kehijauan

9) Intestinum (usus halus) : berwarna putih berkelok-kelok terletak setelah

10) Ventriculus (lambung) : berwarna keputihan terdapat di bagian sebelah kiri


linea mediana. Lambung adalah ruang sederhana yang berfungsi sebagai
tempat pencernaan dan penyimpanan pakan sementara. Lambung
mempunyai tiga bagian yaitu kardia, fundus dan pilorus. Bagian tengah
(fundus) adalah bagian utama yang mensekresikan getah lambung.

11) Kloaka : merupakan muara dari saluran pencernaan. Tempat berkumpulnya


sisa-sisa dari proses pencernaan.

12) Pancreas : merupakan kelenjar endokrin penghasil hormon utama. Selain


hormon, pankreas juga memiliki fungsi sebagai penghasil enzim-enzim
pencernaan.

A. Sistem Pencernaan
Sistem pencernaan dimulai dari mulut, dari mulut makanan melalui faring,
kemudian esophagus menghasilkan sekresi alkali mendorong makanan masuk
ke lambung, di lambung makanan di cerna dan diproses dengan enzim.
Lambung juga menghasilkan asam klorida untuk mengasamkan
makanankemudian makanan masuk ke dalam usus melalui pyloris, kemudian
sari-sari makanan masuk ke hati yang besar terdiri atas beberapa lobus dan
bilus, yang kemudian ditampung dalam kantung empedu kemudian menuju ke
rectum kemudian dikeluarkan melalui kloaka.

B. Sistem Pernafasan

Sistem ini terdiri atas paru-paru dari kulit serta rongga kulit. Oksigen yang
berasal dari udara larut dalam cairan permukaan respirasi atau alat dengan jalan
difusi masuk ke pembuluh darah. Paru-paru katak terdiri atas dua saku elastis
yang berisi lipatan membentuk kamar-kamar kecil yang masing-masing diliputi
oleh pembuluh kapiler. Dari paru-paru kemudian disalurkan ke trakea dan
menuju ke bronkiolus kemudian menuju alveolus.

C. Sistem Reproduksi

Sistem genitalis masculinus yang berupa sepasang testis berbentuk oval


berwarna keputih–putihan, terletak di sebelah anterior dari dari ren; diikat oleh
alat penggantungnya yang kita sebut mesorchium yang terjadi dari lipatan
peritoneum. Di sebelah cranial testis melekatlah corpus adiposum suatu zat
lemak berwarna kekunin –kuningan, sedang di sebelah median dataran testis
terdapat saluran–saluran halus yang disebut vasa efferentia yang bermuara pada
saluran kencing, kemudian menuju kloaka.

Sistem genitalis feminus yang terdiri atas sepasang ovarium diletakkan


dengan bagian dorsal coelom oleh alat penggantung yang disebut mesovarium ,
yang terjadi dari lipatan peritoneum. Pada hewan yang telah dewasa kadang–
kadang terdapat ova yang berwarna hitam dan putih berbentuk bintik–bintik.
Pada ovarium juga terdapat corpus adiposum yang berwarna kekuning–
kuningan. Ova yang telah masak menembus dinding ovarium untuk masuk ke
dalam oviduk, selanjutnya ovum menuju ke kloaka pada suatu papillae.

D. Sistem Sirkulasi

Sistem sirkulasi terdiri atas aorta kiri, kemudian ke serambi kiri menuju
pada pembuluh nadi dan kemudian menuju ke bilik dan kembali lagi pada
serambi kanan selanjutnya menuju aorta kanan. Pada umumnya diduga bahwa
valvea spiralis dan truncus arteriousus memasukkan darah dan darah yang
beroksigen (sebelah kanan) ke archus pulmocunatneus dan darah yang
beroksigen (sebelah kiri) masuk ke archus sistimaticus dan arteri coratis.

VI. Kesimpulan
Ciri morfologi dan anatomi kodok (Bufo sp) termasuk hewan amphibi
yaitu mempunyai tubuh diselubungi kulit yang berlendir, meerupakan hewan
berdarah dingin (poikilotem), mempunyai jantung yang terdiri dari tiga ruang
yaitu dua serambi dan satu bilik, mempunyai dua pasang kaki dan pada setiap
kakinya terdapat selaput renang yang terdapat diantara jari-jari kakinya dan
kakinya berfungsi untuk melompat dan berenang, matanya mempunyai selaput
tambahan yang diebut membrane niktilans yang sangat berfungsi waktu
menyelam. Kodok ini terdiri dari kepala (caput), badan (truncus), dan anggota
depan belakang (ekskrimitas anterior dan posterior). Selain itu, ditemukan
bagian-bagian antara lain lubang hidung bagian luar (nares eksterna), mata,
membrane thympanium, Antebranchium, Branchium, Digiti, Femur, dan
Kloaka.
Pada topografi ditemukan berbagai organ seperti Cavum oris atau
rongga mulut , cor atau jantung, hepar atau hati, vesica felea atau kantong
empedu, ventrikulus atau lambung, intestinum atau usus, testis dan
kloaka atau anus.
Sistem respirasi merupakan sistem yang digunakan untuk bernafas,
terdapat organ Cavum oris atau rongga mulut, Pulmo atau paru paru, dan
Derma atau kulit.
Berikut fungsi sistem organ :
1) Sistem Sirkulasi : berfungsi untuk mengedarkan darah, terdapat organ Cor
(Jantung) dan ventrikel.
2) Sistem Pencernaan : berfungsi untuk mencerna makanan di dalam
tubuh.
3) Sistem Reproduksi : berfungsi untuk reproduksi.
4) Sistem respirasi : berfungsi untuk bernafas, terdapat organ Cavum oris
atau rongga mulut, Pulmo atau paru paru, dan Derma atau kulit.
VII. Daftar Pustaka
1) Huda , S. A. (2017). Jenis Herpetofauna Di Cagar Alam Dan Taman Wisata
Alam Pengandaran Jawa Barat. Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains,
6(1), 41-46.
2) Imam Bachtiar, I. W. M. S. A., & Kusmiyati, K. (2017). Perbandingan
Antara Frekwensi Denyut Jantung Katak (Rana Sp.) Dengan Frekwensi
Denyut Jantung Mencit (Mus Musculus) Berdasarkan Ruang Jantung.
Journal Of Biota, 1(3), 126–131.
3) Purnamasari, R., & Santi, D. R. (2017). Fisiologi Hewan. Surabaya:
Program Studi Arsitektur Uin Sunan Ampel.
4) Satria, D., Dkk. (2017). Keanekaragaman Jenis Katak Dan Kodok
(Amphibia: Anura) Di Sungai Gadjah Wong, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Biota. 2(2): 53-61.
5) Yudha, D. S., Eprilurahman, R., & Setyaningrum, A. M. S. S. A. (2019).
Keanekaragaman Jenis Katak Dan Kodok (Amphibia: Anura) Di Sungai
Gadjah Wong, Daerah Istimewa Yogyakarta. Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu
Hayati, 2(2), 53-61.
VIII. Lampiran (Screenshoot Abstract Jurnal Referensi)
IX. Lembar Pengesahan

Surakarta, 18 Desember 2020

Asisten Praktikum Praktikan

Jonanda Fattah Samuel Prakoso Sejati


NIM. K4317033 NIM. K4319075