Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM

ANATOMI HEWAN
MAMALIA

Disusun Oleh:

Nama : Samuel Prakoso Sejati

NIM : K4319075

Kelas :C

Kelompok : 09

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2020
Laporan Resmi Praktikum

Anatomi Hewan

I. Judul : Mamalia
II. Tujuan :
1) Mengetahui karakteristik dari spesies yang diamati.
2) Mengetahui organ dan sistem organ pada marmut.
III. Pembahasan
a. Gambar + Keterangan

2 3 6 Gambar 8 9
1
7

13

16
5 10 15
14
4
12 11

1) Kelenjar Sub Mandibular 9) Kolon


2) Esofagus 10) Ileum
3) Cor 11) Jejunum
4) Hepar 12) Duodenum
5) Pulmo 13) Vesicaurinaria
6) Vesica Felea 14) Uretra
7) Ventriculus 15) Penis
8) Caecum 16) Anus
b. Identifikasi + Deskripsi
a) Berikut identifikasi dan deskripsi organ pada Cavia cobaya

1) Kelenjar Sub Mandibular : berada di bawah rahang, berguna untuk


menghasilkan air liur, dibawah lingua.

2) Esofagus : merupakan saluran yang menyalurkan makanan menuju


ventrikulus.

3) Cor : merupakan organ yang berfungsi memompa darah. Beruang 4


berwarna merah dan ditutupi lapisan pericardium (Hidayat et al., 2013).

4) Vesica felea : merupakan organ yang terletak pada hepar dan berguna
pada proses pencernaan.

5) Ventriculus : merupakan organ berbentuk kantung dengan cairan


pencernaan

6) Caecum : berguna untuk menyerap sisa air & garam, memiliki katup
untuk mengendalikan jumlah makanan yang masuk dalam kolon.

7) Intestinum : merupakan saluran yang berguna sebagai penyerap nutrisi


dari hasil pencernaan ventrukulus.

8) Hepar : merupakan kelenjar terbesar dalam tubuh, berwarna merah


kecoklatan terletak di rongga perut sebelah kanan atas, di bawah
diafragma dan di sebelah kanan ventriculus.

9) Pulmo : sepasang organ pada sistem pernapasan yang berperan penting


dalam pertukaran gas, terletak di bagian dada.

10) Anus : saluran pendek pada ujung rectum dan menjadi jalur keluarnya
feses. Akhir dari proses pencernaan.

11) Ren : merupakan organ sepasang yang berguna untuk menyaring darah
dan menghasilkan urine (Bani, Amalo, & Selan, 2019)

12) Uretra : saluran yang mengalirkan urin dari kantung kemih (vesica
urinaria)

13) Penis : organ vital jantan sebagai saluran keluarnya urin dan sperma
b) Berikut sistem organ pada marmut Cavia cobaya :
1) Sistem Respirasi
Sistem respirasi marmut terdiri dari laring, trachea, bronchus,
bronchiolus dan paru-paru. Trachea disokong oleh cincin-cincin rawan yang
terbuka pada bagian dorsalnya, bekerja sebagai jalan nafas, pangkal dari
trachea berupa rongga yang disebut larink, cabang dari trachea adalah
brobchiolus. Paru-paru terdiri atas beberapa lobi terdapat dalam rongga
pleural, selaput yang membungkusnya yang disebut pleura.
2) Sistem Pencernaan
Sistem pencernaan marmut terdiri dari esophagus, gastrum yang
terdiri dari pars cardia, fundus dan pars pylorica, duodenum, jejunum,
illeum, caecum (usus buntu), colon (usus besar) yang terdiri dari colon
ascenden (mengarah ke atas), colon trasnversum (mengarah melintang),
colon descenden (mengarah ke bawah), rectum merupakan usus akhir dari
kotoran (feses) yang dikeluarkan melalui anus. Hepar (hati), terdiri dari 7
lobi, menghasilkan cairan empedu melalui ductus hepaticus dan disimpan
dalam vesica felea (kantong empedu). Pancreas, terletak di antara
duodenum yang berbentuk huruf U. Lien (limpa) letaknya dekat dengan
lambung, berwarna merah seperti keping biji kacang. Gastrum pada C.
porcellus merupakan bentuk kantong sebagai lanjutan dari oesophagus.
Lambung dapat dibedakan atas pars cardia yang merupakan tempat muara
oesophagus kemudian pars pylorica sebagai bagian akhir yang selanjutnya
bersambung dengan duodenum, selain pars cardia dan pars pylorica, ada
juga fundus sebagai ruang sebelah caudal dari cardia. Dindingnya banyak
mengandung kelenjar-kelenjar yang mengeluarkan sekresi berupa pepsin
dan HCl. Fundus mempunyai lengkung yang kecil disebut curvatura minor
dan lengkung yang besar disebut curvatura mayor. C. porcellus mempunyai
kelenjar-kelenjar pencernaan yaitu hati dan pankreas. Hati merupakan suatu
kelenjar yang besar dan berwarna merah kecoklatan yang terbagi atas
beberapa lobi. Tiap lobi terdapat duktus hepatikus yang mengeluarkan
sekresi ke vesica felea (kantong empedu). Pankreas terletak antara pars
ascenden dan pars descenden dari duodenum berwarna merah muda dan
bersaluran membentuk duktus pankreatikus, dimana didalamnya terdapat sel
yang disebut insulae langerhensi (Island of Langerhans) yang menghasilkan
sekresi (hormon) berupa insulin yang langsung masuk ke pembuluh darah.
3) Sistem Genitalia
Pada sistem ini organ genitalia terbagi menjadi 2 yaitu jantan dan
betina. Pada betina terdiri dari betina terdiri dari ureter, osteum tuba, tuba
falopi, uterus, vesica urinaria, vulva, dan clitoris. Pada jantan terdiri dari
sepasang testis yang bentuknya bulat telur berwarna putih, terletak dalam
rongga perut. Epididimis terdiri dari caput, corpus dan cauda. Ductus
defferens berupa saluran berjalan di sebelah dorsal dari kantong urin dan
bermuara pada ductus spermaticus yang terdapat pada batang penis.
4) Sistem Sirkulasi
Pada sistem sirkulasi terdiri dari cor, pulmo, arteri, vena, dan kapiler.
Sistem peredaran darah pada marmut disebut dengan peredaran darah
tertutup ganda. Dengan sistem portae hepatica. Circulatio magna (peredaran
darah besar) ialah peredaran darah dari ventrikel sinister melalui aorta dan
cabang-cabangnya menuju ke seluruh tubuh kemudian kembali melalui
vena cava (v.cava cranialis dan v.cava caudalis) menuju ke atrium dextrum.
Circulatio parva (peredaran darah kecil) ialah peredaran darah ventrikel
dexter melalui a.pulmonalis menuju ke pulmo kanan dan kiri untuk
kemudian kembali melalui v.pulmonalis menuju ke atrium sinistrum.
5) Sistem Eksresi
Organ ekskresi (urinaria) pada marmut yaitu berupa sepasang ginjal
(unipapila) yang terletak didaerah lumbalis sebelah atas peritoneum
(Candra, dkk., 2015). Cairan urine akan keluar dari masing-masing ginjal ke
bawah melalui pembuluh ureter dan ditampung sementara dalam vesica
urinaria yang berkontraksi sehingga urine akan keluar melalui pembuluh
uretra. Urine pada marmut juga banyak mengandung kalsium karena
pengaruh makanannya dan dapat berubah warnanya yang dipengaruhi oleh
makanannya. Ginjal pada mamalia termasuk marmut adalah sepasang organ
berbentuk biji kacang merah. Urine keluar meninggalkan ginjal melalui
ductus yang disebut ureter. Kedua ginjal tersebut mengosongkan isinya ke
dalam kandung kemih (urinary bladder atau vesica urinaria). Selama
urinasi, urine meninggalkan tubuh dari kandung kemih melalui saluran yang
disebut uretra.
IV. Kesimpulan
Pada topografinya ditemukan berbagai organ seperti cavum oris atau rongga
mulut, cor atau jantung, hepar atau hati, vesica felea atau kantong empedu,
ventrikulus atau lambung, intestinum atau usus, testis dan anus. Berikut sistem
organ pada marmut Cavia cobaya :
1) Sistem respirasi merupakan sistem yang digunakan untuk bernafas, terdapat
organ cavum oris atau rongga mulut, pulmo atau paru-paru, dan trakea.
2) Sistem sirkulasi merupakan sistem yang berfungsi untuk mengedarkan
darah, terdapat organ cor (jantung).
3) Sistem digestoria merupakan sistem yang berfungsi untuk mencerna
makanan di dalam tubuh. Terdapat organ cavum oris atau rongga mulut,
intestine atau usus, vesica felea atau kantong empedu, ventrikulus atau
lambung, hepar atau hati, anus dan esofagus atau kerongkongan.
4) Sistem urogenital dibagi menjadi 2 yaitu sistem genital atau sistem kelamin
yang terdapat testis, epididimis, vas deferens, uretra, dan penis yaitu alat
perkembangbiakan pada marmut jantan.
5) Sistem Sekresi merupakan sistem ekskresi yang menghasilkan urin.
Terdapat organ ren atau ginjal, ureter, dan vesica urinaria atau kantong urin
dan kloaka atau anus sebagai tempat pembuangan kotoran.
V. Daftar Pustaka
1) Bani, R. F. M., Amalo, F. A., & Selan, Y. N. (2019). Gambaran Anatomi
Dan Histologi Ginjal Dan Vesika Urinaria Pada Musang Luwak
(Paradoxurus Hermaphroditus) Di Pulau Timor. Jurnal Veteriner Nusantara,
3(1).
2) Candra, A., Heru F. T., dan M. In’am I. (2015). Gambaran Histologis
Korteks Ginjal Tikus (Rattus norvegicus) Pasca Penghentian Pajanan
Monosudium Glutamat per Oral. Jurnal Cerebellum, 1(3) : 202-220.
3) Hidayat, T., Wahyuni, E. S., & Karyono, S. S. (2013). Pengaruh Ekstrak
Buah Mengkudu ( Morinda Citrifolia ) Terhadap Aorta Terpisah Marmut
( Cavia Porcellus ) Tanpa Endotel The Effect Of Noni Fruit ( Morinda
Citrifolia ) Extract To Isolated Guinea Pig Aorta Without Endotheli.
VI. Lampiran

VII. Lembar Pengesahan

Surakarta, 15 Januari 2021

Asisten Praktikum Praktikan

Jonanda Fatah Anugerah Samuel Prakoso Sejati


NIM. K4317033 NIM. K4319075