Anda di halaman 1dari 15

MODUL DOPS

STASE KDP

“CARA MEMANDIKAN PASIEN DI


ATAS TEMPAT TIDUR”

DISUSUN OLEH :

RAINALDY SANJAYA

2011102412025

PROFESI NERS

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KALIMANTAN TIMUR

TAHUN AJARAN 2020/2021

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan

rahmat dan karunia-Nya, sehingga dapat menyelesaikan modul mata kuliah

KDP, dengan tepat pada waktunya. Salawat dan taslim senantiasa tercurah

kepada junjugan kita Nabi besar Muhammad SAW, keluarga, para sahabat

dan pengikutnya yang senantiasa bertasbih sepanjang masa.

Modul ini berisikan tentang informasi mengenai ilmu keperawatan,

yaitu memandikan pasien diatas tempat tidur. Penulis menyadari bahwa

modul ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari

semua pihak yang bersifat membangun selalu diharapkan demi

kesempurnaan modul ini.

Akhir kata, ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah

berperan serta dalam penyusunan modul ini dari awal sampai akhir. Semoga

Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Aamiin.

Samarinda, 12 Januari 2021

penulis

ii
DAFTAR ISI

COVER......................................................................................................................i

KATA PENGANTAR...............................................................................................ii

DAFTAR ISI..............................................................................................................iii

I. PENDAHULUAN..............................................................................................1

a. LATAR BELAKANG.........................................................................................1

b. TUJUAN.............................................................................................................2

II. TINJAUAN PUSTAKA.....................................................................................4

III. STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR...................................................5

IV. PENUTUP.........................................................................................................10

DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................11

LAMPIRAN
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Menurut Departemen Kesehatan (2005), menjelaskan bahwa kesehatan

merupakan kondisi yang sehat baik dari fisik, mental, spiritual maupun sosial.

Kesehatan individu dapat diupayakan dengan melakukan praktikhygiene.

Hubungan personal hygiene dengan kesehatan adalah tindakan yang dilakukan

untuk memelihara kebersihan, dan kesehatan seseorang untuk mencapai

kesejahteraan fisik dan psikis.

Menurut Departemen Kesehatan (2005), menyebutkan bahwa Personal

hygiene adalah salah satu kemampuan dasar manusia yang harus dipenuhi guna

mempertahankan kehidupannya dengan kondisi yang sehat. Suatu tindakan untuk

memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang dapat diartikan sebagai

perawatan diri seseorang yang mencakup semua aktivitas yang bertujuan untuk

mencapai kebersihan tubuh. Jika hal ini kurang diperhatikan dan dianggap

sepele akan dapat mempengaruhi kesehatan secara umum terutama pada pasien

imobilisasi. Pasien imobilisasi sangat membutuhkan bantuan dalam kebutuhan

merawat diri.

Potter dan Perry (2005), mendefinisikan Imobilisasi adalah suatu keadaan

individu yang mengalami atau beresiko dalam keterbatasan 2 gerakan. Seseorang

yang mengalami keterbatasan gerakan fisik antara lain : lansia, seseorang dengan

penyakit yang mengalami penurunan kesadaranmisalnya pada pasien dengan

kasus stroke.

Perawat bekerja dengan bervariasi klien yang memerlukan bantua hygiene

pribadi atau harus belajar tehnik hygiene yang sesuai. Hygiene adalah ilmu

1
kesehatan, cara perawatan diri manusia untuk memelihara keehatan mereka

disebut hygiene perorangan. Cara perawatan diri menjadi rumit dikarenakan

kondisi fisik atau keadaan emosional klien.

Pemeliharaan hygiene perorangan diperlukan untuk kenyamanan individu,

keamanan dan keehatan.Seperti pada orang sehat memenuhi kebutuhan

kesehatannya sendiri, pada orang ssakit atau tantangan fisik memerlukan perawat

untuk melakukan praktek kesehatan yang rutin.Selain itu, beragam factor pribadi

dan sosial budaya mempengaruhi praktek hygiene klien.

Perawat menentukan kemampuan klien untuk melakukan perawatan diri dan

memberikan perawatan hygiene menurut kebutuhan dan pilihan klien.

Memandikan klien merupakan bagian perawatan hygiene total.Mandi dapat

dikategorikan sebagai pembersihan atau terapetik. Mandi adalah salah satu cara

mempertahankan kebersihan kulit. Mandi akan membantu menciptakansuasana

rileks, menstimulasi sirkulas pada kulit, meningkatkan citra diri dan menstmulasi

kecepatan maupun kedalaman respirasi. Ketika klien tidak mampu mandi atau

melakukan perawatan kulit ribadi maka perawat memberikan bantuan hygiene

dengan cara dan pada waktu yang tepat.

Interaksi antara perawat dank lien selama mandi atau perawatan kulit akan

member perawat kesempatan untuk mengembangkan hubungan yang berarti

dengan klien.

B. Tujuan

Tujuan dari memandikan pasien di tempat tidur antara lain;

1. Menjaga kebersihan tubuh,

2. Mengurangi infeksi akibat kulit kotor,

3. Merangsang peredaran darah, otot-otot dan urat saraf bagian periver (saraf

tepi),
2
4. Menambah kenyaman pasien,

5. Mencegah timbulnya luka dan komplikasi pada kulit,

3
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Memandikan pasien

Tindakan yang dilakukan pada klien yang tidak mampu mandi secara mandiri dengan

cara memandikan di tempat tidur (Andi Sitti Jamilah dkk, 2018).

Memandikan pasien merupakan tindakan keperawatan yang dilakukan pada pasien

yang tidak mampu mandi secara mandiri atau memerlukan bantuan dengan cara

membersihkan pasien dengan air dan sabun (Elly Purnamasari dkk, 2017).

B. Tujuan dan manfaat dari memandikan

1. Membersihkan Kulit

Mandi menghillangkan kotoran,keringat,sebum, beberapa bakteri, dan

mengelupaskan sel-sel kulit mati, hal ini dikarenakan membantu mencegah

iritasi dan ruam yang jika tidak berubah menjadi infeksi.

2. Meningkatkan citra diri

Mandi mempromosikan relaksasi dan perasaan segar dan nyaman, hal ini

dikarenakan membantu pasien untuk mempertahankan standar kebersihan

sosial yang diterima, baik penampilan maupun penciuman

3. Mengurangi bau badan

Sekresi keringat yang berlebihan menyebabkan bau badan yang tidak

menyenangkan, dengan adanya tindakan memandikan dan penggunaan

antiperspirant meminimalkan munculnya bau baban

4. Memperomosikan latihan rentang gerak

Hal ini dikarenakan membantu gerakan ekstermitas atas bawah selama

mandi dan mempertahkan fungsi sendi


BAB III
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL


MEMANDIKAN PASIEN DIATAS TEMPAT
TIDUR
No Dokumen No Revisi Halaman

05/FIK.3/B/2019 02 1/5

Tanggal Terbit Ditetapkan


PROGRAM STUDI 02-09-2019 Kaprodi S1 Keperawatan dan Profesi Ners,
S1 KEPERAWATAN
DAN PROFESI
NERS
Ns. Dwi Rahmah Fitriani, M. Kep
NIDN. 1119097601

Capaian Pembelajaran

Mahasiswa mampu mempraktekan tindakan memandikkan pasien diatas tempat tidur


secara benar

Tujuan khusus
Setelah mengikuti praktikum ini mahasiswa mampu:
1. Menjelaskan tujuan memandikan pasien di tempat tidur
2. Menjelaskan tahapan prosedur memandikan pasien di tempat tidur
3. Menerapkan memandikan pasien di tempat tidur secara benar

Pengertian
Tindakan keperawatan yang dilakukan pada pasien yang tidak mampu mandi secara
sendiri dengan cara memandikan di tempat tidur.

Tujuan Melakukan Memandikan pasien di tempat tidur


1. Membersihkan kulit
2. Memberi rasa nyaman
3. Merangsang sirkulasi darah
4. Membersihkan sekresi keringat
5. Memberikan aktivitas ringan
6. Memelihara mobilitas persendian, kondisi kulit, kekuatan otot

NO ASPEK YANG DINILAI Ya Tdk Ket.

Pengkajian

1 Kaji kemampuan klien untuk mobilisasi di tempat tidur

2 Kaji kebutuhan klien atas penggunaan linen


3 Tentukan jumlah dan tipe linen yang akan digunakan

Fase Pre Interaksi


5 Menyiapkan alat
1) Baskom mandi dua buah, masing-masing berisi air dingin dan air
hangat
2) Pakaian pengganti
3) Kain penutup
4) Handuk besar
5) Handuk kecil untuk mengeringkan badan
6) Sarung tangan biasa
7) Waslap 2 buah
8) Tempat untuk pakain kotor
9) Sampiran
10) Sabun.
Lotion/baby oil (jika diperlukan)

6 Mencuci tangan

Fase Orientasi

7 Memberi salam dan memperkenalkan diri

8 Melakukkan identifikasi pasien dengan menanyakan (nama, tanggal


lahir, dan mencocokan dengan gelang identitas pasien)

9 Melakukan kontrak

10 Menjelaskan Tujuan dan Prosedur pelaksanaan

11 Menanyakan kesediaan klien untuk dilakukan tindakan

12 Mendekatkan alat-alat

Fase Kerja

13 Meninggikan tempat tidur jika perlu

14 Menutup pintu dan sampiran

15 Memasang sarung tangan bersih

16 Mengganti selimut dengan selimut mandi

17 Menanggalkan baju klien

17 Cuci bagian muka , telinga, leher


Letakkan handuk dibawah kepala klien
Bersihkan mata dari cantus dalam ke cantus luar menggunakan
waslap, dan tidak diberi sabun
Penggunaan sabun muka disesuaikan dengan kebiasaan klien,
kemudian dibilas dan dikeringkan
Bersihkan daun telinga menggunakan waslap dan sabun
Bersihkan leher menggunakan waslap dan sabun

18 Cuci lengan klien:


Letakkan handuk dibawah lengan klien yang jauh dari perawat dan
meninggikan lengan dengan cara memegang bagian siku , kemudian
mencuci lengan dari pergelangan tangan ke ketiak, bilas dengan air
bersih lalu dikeringkan.
Ulangi lagi untuk tangan yang lain

19 Mencuci dada dan perut klien


Miringkan klien kearah membelakangi perawat, lalu letakkan handuk
besar melintang di bawah punggung klien
Kembalikan klien pada posisi supine
Turunkan selimut mandi hingga batas atas pubis,
Cuci dada hingga perut menggunakan waslap dan sabun
Bilas dada dan perut dengan air bersih, stlh selesai dikeringkan.

20 Mencuci punggung
Miringkan pasien membelakangi perawat
Cuci dengan sabun, bilas dan keringkan punggung sampai pantat
Massage punggung dapat dilakukan pada tahap ini

21 Oleskan lotion atau baby oil pada bagian-bagian penonjolan tulang


Jika terdapat luka decubitus, oleskan antiseptik

22 Mencuci kaki
Membuka selimut mandi 1 sisi kaki (mulai dari bagian kaki yang
terjauh dari perawat)
Letakkan handuk dibawah kaki yang akan dicuci
Cuci dengan sabun, bilas dan keringkan
Cuci kaki yang satu dengan cara yang sama.

23 Mencuci genitalia
Ganti air
Buka selimut mandi hingga didaerah pubis
Atur klien pada posisi litotomi
Cuci organ genital dengan sabun, bilas dengan air bersih dan
keringkan
Kembalikan pada posisi supinasi

Bantu klien memakai baju bersih


Fase Terminasi

24 Membaca hamdalah

25 Merapikan klien dan memberikan posisi yang nyaman

26 Mengevaluasi respon klien

27 Memberi reinforcement positif

28 Membuat kontrak pertemuan selanjutnya

29 Mengakhiri pertemuan dengan baik: bersama klien membaca doa

Artinya (Ya Allah. Tuhan segala manusia, hilangkan segala


klienannya, angkat penyakitnya, sembuhkan lah ia, engkau maha
penyembuh, tiada yang menyembuhkan selain engkau,
sembuhkanlah dengan kesembuhan yang tidak meninggalkan sakit
lagi) dan berpamitan dengan mengucap salam pada pasien.

30 Mengumpulkan dan membersihkan alat

31 Melepaskan sarung tangan & mencuci tangan

Evaluasi

32 Kulit klien bebas dari keringat yang berlebihan, sekresi, bau

33 Merubah posisi tubuh, melatih persendian dan otot secara aktif dan
pasif selama mandi

34 Klien merasa nyaman dan tidak ada keluhan nyeri, lemah, gatal, atau
iritasi/kekeringan kulit

35 Klien berpartisipasi terhadap prosedur memandikan sesuai


kemampuan

36 Mengkaji integritas dan kondisi kulit serta tingkat mobilitas serta


kenyamanan/nyeri

Dokumentasi

37 Catat tanggal dan waktu memandikan

38 Catat toleransi klien terhadap prosedur memandikan

39 Kondisi kulit klien dan intervensi yang dilakukan untuk menangani


masalah integritas kulit

40 Catat kemampuan perawatan diri klien dan kemampuan ROM


41 Laporkan hal-hal yang penting yang ditemukan pada saat
memandikan

Unit Terkait
1. Departemen Keterampilan dasar profesi
2. Bagian Laboratorium Keperawatan

Referensi
1. Kozier, B., Erb, G.,Berwan, A.J., & Burke,K. (2008). Fundamentals of
Nursing:Concepts, Process, and Practice. New Jersey: Prentice Hall Health.
2. Lynn, P (2011). Taylor’s Handbook of Clinical Nursing Skills. 3rd ed. Wolter
Kluwer, Lippincott Williams & Wilkins.Philadelphia.
3. Mosby. (2014). Mosby’s Nursing Video Skills DVD Package: Basic, intermediate
and advanced. 4th Edition. Mosby:Elsevier Inc.
4. Potter, P.A. & Perry, A.G. (2010). Fundamental Keperawatan (3-vol set) . Edisi
Bahasa Indonesia 7.Elsevier (Singapore) Pte.Ltd.
1. Rebeiro G., Jack L., Scully N., Wilson D., Novieastari E., Supartini Y. (2015).
Keperawatan Dasar:Manual Keterampilan Klinis. Edisi Indonesia. Elsevier
(Singapore) Pte Ltd.
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Beberapa pasien mungkin harus dimandikan ditempat tidur. Pasien lain dengan izin dokter

diperbolehkan untuk mandi tub atau mandi shower. Perawatan mandi dengan air hangat dan

sabun yang lembut diberikan untuk menghilangkan kotoran dan ringat, meningkatkan sirkulasi

danmemberikan latihan ringan pada pasien.

Mandi parsial atau mandi sebagian ditempat tidur termasuk memandikan hanya bagian

badan yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan atau bau jika tidak mandi (misalnya tangan,

muka, daerah parineal dan axilla).

Kamar pasien tanpa melihat tempat tidurnya adalah rumah bagi pasien selama ia berada di

rumah sakit. Tempat tidur yang rapi memberikan keamanan dan kenyamanan yang sangat

berperan penting bagi kesejahteraan pasien.

Sikap baring pasien sebaiknya diusahakan yang menyenangkan baginya. Pasien yang

tidak dapat bergerak aktif sendiri karena lumpuh atau pingsan harus diubah sikap baringnya 2

sampai 3 jam karena daerah yang tertekan terus menerus dapat terganggu aliran darahnya

sehingga mudah timbul dekubitus.

B. Saran

Sebagai perawat kita wajib menjaga privasi klien, jangan menimbulkan rasa malu pasien

dan tetap menjaga kesopanan.


DAFTAR PUSTAKA

Depkes RI, 2005; Undang-Undang Republik Indonesia Nomor : 23 tahun


2005 Tentang Kesehatan; Jakarta; Hal 1. Fisioterapi Indonesia;
Jakarta; Hal.5.

Jamilah, Andi Sitti dkk. 2018. Buku Ajar KDTK. Bogor: In Media

Potter PA & Perry AG. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep,
Proses dan Praktik Edisi 4, Jakarta: EGC.

Purnamasari, Elly dkk. 2017. Buku Panduan Praktikum 18 Kompetensi


Asisten Keperawatan Edisi Revisi. Bogor: In Media