Anda di halaman 1dari 6

PENGARUH SISTEM ZONASI TERHADAP KUALITAS PENDIDIKAN DI

INDONESIA DITINJAU DARI PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI


PENGEMBANGAN ILMU

DI SUSUN OLEH :
GIVSON GABRIEL 104118029
DENOKSER
LAELATUL MAGHFIROH
ARDYANATA
DHEA
EGAN SIMANJUNTAK

UNIVERSITAS PERTAMINA
JAKARTA
2019
ABSTRAK
berisi ringkasan atau bahasan pokok dari makalah, tujuan penelitian, metode penelitian, hipotesa,
serta sedikit rangkuman hasil yang diperoleh berdasarkan penelitian yang dilakukan.
Abstrak ditulis dalam dua bahasa atau dua versi, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Untuk penulisan dalam Bahasa Indonesia Anda tidak diperbolehkan menulis lebih dari 250 kata,
sedangkan dalam Bahasa Inggris Anda tidak diperbolehkan menulis lebih dari 200 kata. 

Kata kunci menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, yaitu menyesuaikan bahasa yang
digunakan pada abstrak. Jika abstrak dalam Bahasa Indonesia, maka kata kunci harus dalam
Bahasa Indonesia. Sebaliknya jika abstract menggunakan penulisan dalam Bahasa Inggris, maka
kata kunci harus dalam Bahasa Inggris (keywords). Kata kunci terdiri tidak lebih dari 3 sampai 5
kata. Kata kunci ditempatkan di bawah penulisan abstrak. Pada intinya, penulisan abstrak harus
disesuaikan dengan tema dan tujuan penulisan makalah itu sendiri. Sedangkan kata kunci
merangkum apa yang tertulis di dalam abstrak serta makalah penelitian Anda.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
Puji serta syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang masih
memberikan kita kesehatan, sehingga kita dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah ini
dengan judul “Pengaruh Sistem Zonasi Terhadap Kualitas Pendidikan di Indonesia Ditinjau
dari Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu”.

Makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pendidikan
Kewarganegaraan. Dalam makalah ini mengulas tentang pengaruh sistem zonasi terhadap
kualitas pendidikan di Indonesia ditinjau dari Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan
ilmu.

Kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang


telah membantu kami dalam menyusun makalah ini, diantaranya :

1. Pak Zaky _______ selaku dosen pengampu mata kuliah Pendidikan


Kewarganegaraan di Universitas Pertamina,
2. seluruh anggota kelompok yang bersama-sama berjuang untuk menyelesaikan
makalah ini, dan
3. teman-teman yang selalu memberi dukungan untuk kelancaran dalam pembuatan
makalah ini.

Dengan segala kerendahan hati, kritik dan saran yang konstruktif sangat kami
harapkan dari para pembaca guna untuk meningkatkan dan memperbaiki pembuatan makalah
pada tugas yang lain dan pada waktu mendatang. Terima kasih.

Jakarta, 2 Oktober 2019

Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Sebuah sistem pendidikan sangatlah diperlukan karena hal ini lah yang
nantinya akan mengatur jalannya pendidikan di sebuah negara dan akan menjadi
pedoman untuk jalannya proses pendidikan tersebut. Sesuai dengan UU No. 20 Tahun
2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 2 bahwa “Pendidikan nasional
berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945”. Berarti dalam pelaksanaan pendidikan haruslah mengandung nilai-nilai yang
diajarkan Pancasila yang memiliki tujuan dan harapan untuk membangun Indonesia
yang tetuang dalam UU No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional
Pasal 3, “Bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia
yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,
berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta
bertanggung jawab.”

Sistem zonasi telah dikeluarkan 2017 untuk pertama kalinya dan


disempurnakan di tahun 2018 melalui Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 menjadi
ketetapan sebuah sistem yang baru dalam hal penerimaan peserta didik baru (PPDB)
dengan maksud dapat meratakan akses pada layanan pendidikan juga meratakan
kualitas pendidikan, dan penghilangan pola pikir 'kastanisasi' dan 'favoritisme' dalam
pendidikan. Tetapi niat baik itu tak selamanya mulus saat diterapkan. Ada persoalan
teknis mendasar yang harus dipertimbangkan matang-matang terkait penerapan sistem
zonasi ini. Sosialisasi yang minim dan penerapan sistem yang tidak jelas membuat
masyarakat kesulitan mendaftarkan anak dalam sistem zonasi dan pemerintah juga
belum sanggup menyediakan sekolah yang berada di daerah padat penduduk yang
terlihat dari antrean panjang PPDB di beberapa wilayah padat penduduk sehingga
terjadi kelebihan jumlah calon peserta didik. Sebaliknya, di daerah lain mengalami
kekurangan peserta didik akibat penduduk di wilayah tersebut sedikit. Yang menjadi
masalah adalah ketidakcocokan supply dan demand dalam sistem ini.

Reformasi pendidikan, untuk pembangunan SDM Indonesia, juga berfokus


pada pembangunan karakter bangsa. Pembangunan karakter bangsa dilakukan dengan
menguatkan pendidikan yang difondasikan pada nilai-nilai Pancasila dan budi pekerti
di seluruh Indonesia di seluruh ekosistem pendidikan. Nilai-nilai Pancasila seharusnya
dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pembangunan
karakter bangsa juga ditempuh melalui pemajuan kebudayaan dan iptek, karena
bangsa yang berkarakter adalah bangsa yang menghargai budayanya dan memajukan
iptek untuk bangsanya.

B. Rumusan Masalah
a. Apa yang dimaksud dengan sistem zonasi ?
b. Bagaimana pengaruh sistem zonasi terhadap kualitas pendidikan di Indonesia
yang ditinjau dari Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu ?
c. Apa yang menjadikan Pancasila dari nilai pengembangan ilmu menjadi tolak ukur
sebuah sistem zonasi ?
C. Tujuan
a. Mengetahui pengertian sistem zonasi.
b. Mengetahui pengaruh sistem zonasi terhadap kualitas pendidikan di Indonesia
yang ditinjau dari Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu.
c. Mengetahui alasan dijadikannya Pancasila dari nilai pengembangan ilmu menjadi
tolak ukur sebuah sistem zonasi.

Harususilo, Yohanes Enggar (5 Juni 2018). INI ALASAN KEMENDIKBUD


JALANKAN SISTEM ZONASI. Diakses dari :
https://edukasi.kompas.com/read/2018/06/05/22040311/ini-alasan-kemendikbud-
jalankan-sistem-zonasi?page=all

Kusuma, Irwan. GANTI SISTEM ZONASI UNTUK PENERIMAAN SISWA


BARU. Diakses dari : https://www.change.org/p/presiden-joko-widodo-ganti-sistem-
zonasi-untuk-penerimaan-siswa-baru

Nordiansyah, Eko (17 Agustus 2019). SISTEM ZONASI WUJUD


REFORMASI BIDANG PENDIDIKAN. Diakses dari :
https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/8Ky5Jw3K-sistem-zonasi-
wujud-reformasi-bidang-pendidikan

Anda mungkin juga menyukai