Anda di halaman 1dari 4

ANALISIS INVESTASI PROYEK B

Dalam bahasan ini akan dibahas menganai perhitungan kriteria investasi yang
erat hubungannya dengan studi kelayakan bisnis. Tujuan dari perhitungan kriteria
investasi adalah untuk mengetahui sejauh mana gagasan usaha / proyek yang
direncanakan dapat memberikan manfaat (benefit), baik dilihat dari financial benefit
maupun social benefit.

Hasil perhitungan kriteria investasi merupakan indikator dari modal yang


diinvestasikan, yaitu perbandingan antara total benefit yang diterima dengan total biaya
yang dikeluarkan dalam bentuk present value selama umur ekonomis proyek.

Apabila hasil perhitungan telah menunjukan feasible (layak), pelaksanaannya


akan jarang mengalami kegagalan. Kegagalan hanya terjadi karena factor – faktor
uncontrollable seperti banjir, gempa bumi, perubahan peraturan pemerintah disamping
data yang digunakan tidak relevan.

Perkiraan benefit (cast in flows) dan perkiraan cost (cash out flows) yang
mengambarkan tentang posisi keuangan dimasa yang akan datang dapat digunakan
sebagai alat control dalam pengendalian biaya untuk memudahkan dalam mencapai
tujuan usaha / proyek. Dipihak lain, dengan adanya perhitungan kriteria investasi,
penanam modal dapat menggunakannya sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil
keputusan, apakah modal yang ditanam lebih baik pada proyek atau lembaga keuangan
seperti bank dan lain sebagainya.

Kriteria investasi yang digunakan dalam analisis ini adalah :

1. Net present Value (NPV)


2. Net Benefit Cost Ratio (Net B/C)
3. Gross Benefit Cost Ratio (Gross B/C)

Seperti yang telah diuraikan sebelumnya, hasil perhitungan kriteria investasi


merupakan salah satu peralatan dalam mengambil keputusan, apakah gagasan usaha /
proyek yang dinilai dapat diterima atau ditolak. Diterima dalam pengertian studi
kelayakan bisnis adalah feasible untuk dilaksanakan dan dikembangkan karena dapat
menghasilkan benefit dilihat dari segi finansial benefit sesuai dengan rencana yang telah
ditetapkan dalam studi kelayakan. Dalam pengertian evaluasi proyek, feasible adalah
memberikan indikasi bahwa proyek tersebut telah masuk kedalam urutan prioritas untuk
dikerjakan karena proyek tersebut layak, sesuai dengan analisis proyek. Pelaksanaan
proyek sangat tergantung pada kemampuan investasi yang tersedia.

Berdasarkan pada uraian ini, keputusan yang timbul dari hasil analisis proyek
secara umum dapat digolongkan atas 3 bagian, yaitu :

1. Menerima atau menolak proyek


2. Memilih satu atau beberapa proyek yang paling layak untuk dikerjakan.
3. Menetapkan skala prioritas dari proyek yang layak.

Kebenaran dari hasil perhitungan sangat tergantung pada data atau informasi
yang digunakan, oleh karenanya dalam menggunakan data harus benar – benar teliti
sehingga tidak terjadi kesalahan dalam hasil perhitungan maupun keputusan. Untuk
lebih jelasnya cash flow dapat dilihat pada tabel berikut ini.

ANALISIS FINANSIAL DAN EKONOMI PROYEK B


Thn Modal Rutin Benefit Net Benefit DF (5%) NPV (5%) PV (B) PV(C)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
1 5.540.000 0 0 - 5.540.000 0,952 -5.276.190 0 5.276.190
2 0 1.000.000 5.000.000 4.000.000 0,907 3.628.118 4.535.147 907.029
3 0 1.000.000 3.000.000 2.000.000 0,864 1.727.675 2.591.513 863.838
4 0 1.000.000 2.000.000 1.000.000 0,823 822.702 1.645.405 822.702
5 0 1.000.000 1.500.000 500.000 0,784 391.763 1.175.289 783.526
Ttl 5.540.000 4.000.000 11.500.000 1.960.000 1294068,2 9.947.354 8.653.286

1. NPV (Net Present Value)

Net Present Value (NPV) adalah kriteria investasi yang banyak digunakan dalam
mengukur apakah suatu proyek feasible atau tidak. Perhitungan Net Present Value
(NPV) merupakan Net Benefit yang telah didiskon dengan menggunakan social
opportunity cost of capital (SOCC) sebagai diccount factor. Secara singkat, formula
untuk Net Present Value (NPV) adalah sebagai berikut :

Apabila hasil perhitungan Net Present Value lebih besar dari 0 (nol), dikatakan
usaha / proyek tersebut feasible (go) untuk dilaksanakan dan jika lebih kecil dari nol
(nol) tidak layak untuk dilaksanakan. Hasil perhitungan Net Present Value sama dengan
0 (nol) ini berate proyek tersebut berada dalam keadaan Break Even Point (BEP)
diamana TR = TC dalam bentuk Present Value.

NPV = I (1 + i)-n

Hasil perhitungan menunjukan NPV > 0 (nol), ini berarti gagasan usaha / proyek
tersebut layak untuk diusahakan, apabila NPV < 0 (nol) berarti tidak layak untuk
dikerjakan, dan NPV = 0 (nol) berarti berada dalam keadaan break even point.
Demikian pula dengan menggunakan formula, hasilnya juga sama dengan hasil
perhitungan ini, hanya saja dalam perhitungan formula cost maupun benefit langsung
dikalikan dengan discount factor seperti dalam contoh tabel berikut.

NPV = i - Ci

NPV = NPV = -5.276.190 + 3.628.118 + 1.727.675 + 822.702 + 391.763

NPV = 1.294.068

2. Net Benefit Cost Ratio (Net B/C)

Net benefit cost ratio merupakan perbandingan antara net benefit yang telah
didiscount positif (+) dengan net benefit yang telah didiscount negative (-), dengan
formula sebagai berikut :

Net B/C =

Jika nilai B/C lebih besar dari 1 (satu) berarti gagasan usaha / proyek tersebut
layak untuk dikerjakan dan jika lebih kecil dari 1 (satu) berarti tidak layak untuk
dikerjakan. Utnuk Net B/C sama dengan 1 (satu) berarti cash in flows sama dengan
cash out flows, dalam present value disebut dengan break even point (BEP), yaitu total
cost sama dengan total revenue.
Net B/C =

Net B/C = = 1,245265632 = 1,245

Berdasarkan pada perhitungan diatas, jika Net B/C > 1 berarti proyek tersebut
layak (feasible) untuk dikerjakan, namun jika Net B/C < 1 tidak layak untukl
dikerjakan, dan untuk Net B/C = 1 tercapai break even point, dalam hal ini tergantung
pada investor.

3. Gross Benefit Cost Ratio (Gross B/C)

Gross Benefit Cost Ratio (Gross B/C) adalah perbandingan antara benefit kotor
yang telah didiscount dengan cost secara keseluruhan yang telah didiscount.

Gross B/C =

Berdasarkan pada tabel, Gross B/C layak sangat feasible atau layak untuk
dikerjakan sesuai dengan perhitungan sebagai berikut :

Gross B/C = = 1,149544646 = 1,149

Ratio ini juga menunjukan :


Gross B/C > 1 = feasible (go)
Gross B/C < 1 = tidak feasible (not go)
Gross B/C = 1 = berada dalam kedaan BEP