Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN PRAKTIKUM

RENAL SYSTEM PHYSIOLOGY

Tanggal praktikum : Rabu, 07 Oktober 2020


Disusun Oleh
Kelompok 1 (Kelas CD)
Moch Davit Abdul Majid 051611133213
Fitriah Salsabila 051911133013
Anisa Amelia Amin 051911133020
Tarissa Sekar Ayunda 051911133040
Anisa Cendekia Muslimah 051911133050
Tika Yuranti 051911133065
Zahra Sania Avanti 051911133078
Nawal Ariqoh Rif’at 051911133089
Nabila Balqish 051911133109
Nafa Nazilatul Fatihah 051911133129
Wynne Tara Elvira 051911133153
Raden Roro Maurien A 051911133163
Arina Inas Maheswari 051911133179
Aulia Firda Salsabila 051911133187
Andika Fajar Fortuna D. K. 051911133196
Alya Saraswati 051911133209
Deapriska Tampake 051911133222
Anggara Satria Putra 051911133226
Nabilah Apsari Devitri 051911133244

FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS AIRLANGGA
2020
BAB I

Latar Belakang

Ginjal adalah organ eksresi dan pengatur. Dengan menyaring air dan zat
terlarut dalam darah, ginjal dapat mengeluarkan kelebihan air, produk limbah, dan
bahkan benda asing dari tubuh. Namun, ginjal juga mengatur (1) osmolaritas
plasma (konsentrasi larutan dinyatakan sebagai osmol zar terlarut per liter
pelarut), (2) volume plasma, (3) keseimbangan asam-basa tubuh, dan (4)
keseimbangan elektrolit tubuh. Semua aktivitas ini sangat penting untuk
mempertahankan homeostasis dalam tubuh.
Ginjal berpasangan terletak di antara dinding perut posterior dan peritoneum
perut. Setiap ginjal manusia mengandung kurang lebih satu juta nefron, unit
fungsi ginjal. Setiap nefron terdiri dari sel ginjal dan tubulus ginjal. Sel ginjal
terdiri dari “bola kapiler”, glomerulus, yang ditutup oleh kapsul berisi cairan,
kapsula bowman, atau kapsul glomerulus. Arteriol aferen memasok darah ke
glomerulus. Saat darah mengalir melalui kapiler glomerulus, filter plasma bebas
protein ke dalam kapsula bowman, proses tersebut disebut filtrasi glomerulus.
Filtrat mengalir dari kapsula bowman ke awal tubulus ginjal, tubulus kontortus
proksimal, kemudian ke dalam lengkung henle, dan akhirnya ke dalam tubulus
kontortus distal sebelum dikosongkan ke dalam saluran pengumpul.
Nefron menjalankan tiga fungsi penting yang memproses darah menjadi
filtrat dan urin : filtrasi glomerulus, reabsropsi tubular, dan sekresi tubular. Filtrasi
glomerulus adalah proses pasif di mana cairan mengalir dari lumen kapiler
glomerulus ke dalam kapsul glomerulus tubulus ginjal. Reabsorpsi tubular
memindahan sebagian filtrat besar kembali ke dalam darah, meninggalkan
sebagian besar air asin dan limbah di lumen tubulus. Beberapa zat terlarut yang
diinginkan atau dibutuhkan, secara aktif direabsorbsi, dan lainnya bergerak secara
pasif dari lumen tubulus ke dalam ruang interstisial.
Sekresi tubular pada dasarnya adalah kebalikan dari reabsorpsi tubular dan
merupakan proses di mana ginjal dapat membersihkan darah dari zat tambahan
yang tidak diinginkan, seperti kreatinin dan amonia. Zat terlarut yang diserap
kembali dan air yang pindah ke ruang interstisial antara nefron perlu
dikembalikan ke darah, atau ginjal akan membengkak dengan cepat seperti balon.
Kapiler peritubular yang mengelilingi tubulus ginjal mengambil kembali zat yang
diserap kembali dan akan mengembalikannya ke sirkulasi umum. Kapiler
peritubular muncul dari arteriol eferen yang keluar dari glomerulus dan bermuara
ke vena ginjal meninggalkan ginjal.
1.1 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan istilah nefron, glomerulus, kapiler
glomerulus, tubulus ginjal, filtrat, kapsul bowman, sel ginjal, arteriol
aferen, arteriol eferen, tekanan kapiler glomerulus, dan laju filtrasi
glomerulus ?
2. Bagaimana pengaruh perubahan radius arteriol aferen dan arteriol
eferen terhadap filtrasi glomerulus?
3. Bagaimana pengaruh perubahan tekanan darah terhadap filtrasi
glomerulus?
4. Bagaimana respon ginjal terhadap perubahan tekanan darah dan
perubahan radius arteriol aferen dan eferen?
5. Bagaimana pengaruh perubahan gradien zat terlarut pada ruang
interstisial terhadap volume dan konsentrasi urine?
1.2 Tujuan
1. Memahami istilah nefron, glomerulus, kapiler glomerulus, tubulus
ginjal, filtrat, kapsul bowman, sel ginjal, arteriol aferen, arteriol
eferen, tekanan kapiler glomerulus, dan laju filtrasi glomerulus.
2. Mengetahui pengaruh perubahan radius arteriol aferen dan arteriol
eferen terhadap tekanan kapiler dan laju filtrasi glomerulus.
3. Mengetahui pengaruh perubahan tekanan darah terhadap tekanan
kapiler dan laju filtrasi glomerulus.
4. Mengetahui pengaruh perubahan tekanan darah dan perubahan
radius arteriol aferen dan eferen terhadap tekanan kapiler dan laju
filtrasi glomerulus.
5. Memahami pengaruh gradien zat terlarut pada ruang interstisial
terhadap volume dan konsentrasi urin; proses reabsorbsi air pada
bagian – bagian nefron; dan peran hormon antidiuretik (ADH)
terhadap proses reabsrobsi pada nefron.
1.3 Sarana
Praktikum ini dilakukan dengan metode praktikum kering
menggunakan sarana software simulasi laboratorium Physio Ex 9.1 pada
Exercise 9. Renal System Physiology dengan mengerjakan :
1. Activity 1 : The Effect of Arteriole Radius on Glomerular Filtration
2. Activity 2 : The Effect of Pressure on Glomerular Filtration
3. Activity 3 : Renal Response to Altered Blood Pressure
4. Activity 4 : Solute Gradients and Their Impact on Urine
Concentration
BAB II
Hasil Diskusi praktikum

Activity 1 : The Effect of Arteriole Radius on Glomerular Filtration


Tabel 1. Waktu percobaan

Sel ginjal terdiri dari "bola" kapiler, yang disebut glomerulus, yang tertutup
oleh kapsul berisi cairan, yang disebut kapsul Bowman. Arteriol aferen memasok
darah ke glomerulus. Ketika darah mengalir melalui kapiler glomerulus, plasma
bebas protein menyaring kapsul Bowman, suatu proses yang disebut filtrasi
glomerulus. Kemudian, arteriol eferen yang mengeringkan glomerulus darah yang
tersisa.
Laju filtrasi glomerulus dipengaruhi oleh radius arteriol. Dapat dilihat dari
hasil praktikum bahwa peningkatan radius arteriol aferen berbanding lurus dengan
peningkatan tekanan darah dan laju filtrasi glomerulus. Hal ini terjadi karena
aliran darah akan lebih mudah masuk ke glomerulus melalui arteriol aferen
dengan radius yang besar, sehingga semakin tinggi aliran darah yang masuk ke
glomerulus. Oleh karena itu, proses filtrasi pada glomerulus akan meningkat
sehingga volume urine yang dihasilkan semakin banyak.
Sebaliknya, peningkatan pada radius arteriol eferen berbanding terbalik
dengan tekanan darah dan laju filtrasi glomerulus. Peningkatan radius arteriol
eferen akan menurunkan tekanan darah dan laju filtrasi glomerulus. Hal ini terjadi
karena semakin besar radius arteriol eferen, maka darah akan mudah keluar dari
glomerulus, sehingga tekanan darah di kapiler glomerulus menurun dan
mengakibatkan laju filtrasi glomerulus menurun sehingga volume urine yang
dihasilkan semakin sedikit. Berbeda dengan penurunan radius arteriol eferen.
Radius arteriol eferen yang kecil akan membuat darah sukar keluar, sehingga
darah akan terbendung di dalam kapiler glomerulus. Hal inilah yang akan
membuat tekanan darah di kapiler glomerulus tetap tinggi dan akan
mengakibtakan laju filtrasi glomerulus akan meningkat sehingga volume urine
yang dihasilkan semakin banyak.

Activity 2: The Effect of Pressure on Glomerular Filtration


Tabel 2. Waktu percobaan

Proses filtrasi terjadi karena adanya tekanan darah akibat pengaruh dari
mengembang dan mengerutnya arteri yang memanjang menuju dan meninggalkan
glomerulus. Faktor yang memudahkan terjadinya proses filtrasi ini adalah :
 Membran kapiler glomerular lebih permeabel dari membran kapiler lain di
tubuh.
 Tekanan darah dalam kapiler glomerular lebih tinggi dibandingkan
tekanan darah dalam kapiler lain dalam tubuh, hal ini dikarenakan
diameter arteriol aferen lebih kecil dibandingkan diameter arteriol eferen.
Mekanisme filtrasi glomerulus ini dipengaruhi oleh beberapa hal,
antara lain:
 Tekanan hidrostatik (darah) glomerulus, yang mendorong cairan dan zat
terlarut dari glomerulus menuju kapsula bowmann.
 Tekanan hidorstatik (cairan kapsula Bowmann), yang mendorong cairan
dari kapsula bowmann menuju glomerulus.
 Tekanan osmotik koloid dalam glomerulus, yang dihasilkan oleh protein
plasma, adalah tekanan yang menarik cairan dari kapsula Bowmann ke
glomerulus.
Ketika tekanan darah dalam arteri yang menuju glomerulus semakin
meningkat, maka tekanan darah dalam glomerulus juga semakin meningkat. Hal
ini dapat mempengaruhi kemampuan glomerulus dalam mendorong cairan dan zat
terlarut menuju kapsula bowman sehingga laju filtrasi semakin cepat dan volume
urin yang dihasilkan semakin banyak. Begitu sebaliknya ketika tekanan darah
dalam arteri yang menuju glomerulus semakin menurun, maka tekanan dalam
glomerulus juga semakin menurun. Sehingga filtrasi laju filtrasi semakin lambat
dan volume urine yang dihasilkan semakin sedikit. Dapat disimpulkan bahwa
tekanan darah dalam arteri berbanding lurus dengan tekanan dengan tekanan
dalam glomelurus.
Selain itu, Adanya obstruksi aliran urinaria dapa mempengaruhi laju filtrasi
glomerulus (GFR). Misalnya yang disebabkan oleh adanya batu ginjal di ureter,
akan meningkatkan tekanan hidrostatik cairan dikapsula bowmann (tekanan yang
mendorong cairang dari kapsula bowmann menuju glomerulus), akibatnya, GFR
menurun.
Sesuai dengan teori diatas, percobaan dengan mengubah perlakuan pada
katup dapat berpengaruh pada laju filtrasi glomerulus. Perlakuan dengan tekanan
darah yang sama namun kondisi katup berbeda memberikan hasil yang berbeda
pula. Bahwa katup yang tertutup memiliki laju filtrasi yang lebih rendah
dibandingkan dengan katup yang terbuka. Selain itu, perbedaan perlakuan pada
katup ini otomatis mempengaruhi keluarnya urin. Di dalam percobaan ini, yang
mendapatkan perlakuan katup tertutup volume urin yang dihasilkan 0 ml.

Activity 3: Renal Response to Altered Blood Pressure


Tabel 3. Percobaan waktu

Tekanan darah manusia apabila meningkat atau menururn dapat dipengaruhi


oleh kinerja arteriol aferen dan arteriol eferen. Secara tidak langsung arteriol
aferen dan arteriol eferen berdampak pada tekanan glomerulus dan tekanan filtrasi
glomerulus yang nantinya juga akan berpengaruh pada tekanan darah manusia.
Apabila tekanan darah meningkat, arteriol aferen akan mengalami
penambahan radius (vasodilatasi) sebaliknya arteriol eferen akan mengalami
penurunan radius (vasokontriksi) sehingga filtrate glomerulus dan GFR akan
meningkat. Hal ini akan menyebabkan tekanan dalam darah akan menurun. Begitu
pula saat tekanan dalam darah mengalami penurunan, arteriol aferen akan
mengalami vasokontriksi dan arteriol eferen akan mengalami vasodilatasi yang
menyebabkan filtrate glomerulus yang terbentuk dan GFR akan menurun.
Sehingga tekanan dalam darah akan lebih tinggi.
Jika tekanan darah turun, nefron akan merubah radius pada arteriol aferen
dan arteriol eferen untuk mempertahankana laju filtrasi glomerulus pada ginjal
agar tetap normal. Membandingkan laju filtrasi glomerulus dan tekanan kapiler
glomerulus dengan baseline value, pelebaran arteriol aferen efektif dalam
mengembalikan tekanan kapiler glomerulus dan laju filtrasi saat tekanan darah
rendah. Sedangkan penyempitan arteriol eferen hanya meningkatkan sedikit
tekanan kapiler glomerulus dan laju filtrasi glomerulus.

Activity 4: Solute Gradients and Their Impact on Urine Concentration


Tabel 4. Waktu percobaan

Reabsorpsi adalah pergerakan zat terlarut dan air yang disaring dari tubulus
lumen ginjal lalu dikembalikan ke plasma. Tanpa reabsorpsi, zat terlarut dan air
yang dibutuhkan oleh tubuh akan terbuang percuma. Pergerakan zat terlarut dan
air dari ginjal ke ruang interstisial bergantung pada gradien konsentras zat terlarut
antara ginjal dan ruang interstisial.
Hormon antidiuretik (ADH) dapat meningkatkan permeabilitas air dari
tubulus distal dan tubulus kolektivus dari nefron. Dengan adanya ADH,
konsentrasi urin akan meningkat saat konsentrasi gradien meningkat dan
sebaliknya volume urin akan menurun. Dari data experimen dapat terlihat bahwa
volume urin dan konsentrasi urin sebagai gradien zat terlarut pada tubulus
kolektivus berbanding terbalik.
BAB III
Soal Praktikum

3.1 Actifity 1
Exercise 9: Renal System Physiology: Activity 1: The Effect of Arteriole
Radius on Glomerular Filtration Lab Report
Pre-lab Quiz Results
You scored 100% by answering 5 out of 5 questions correctly.
1. There are approximately __________ nephrons in a healthy human
kidney. You correctly answered: c. 1 × 106
2. Which of the following lists the anatomical structures in the correct
order as they are encountered by the blood and filtered fluid during the
process of filtration? You correctly answered: d. afferent arteriole,
glomerular capillary, Bowman's capsule
3. Bowman's capsule is connected to the beginning of the You correctly
answered: b. proximal convoluted tubule.
4. The functional unit of the kidney is the You correctly.
answered: c. nephron.
5. During the process of renal reabsorption, fluid and solutes move from
the You correctly answered: b. renal tubule into the peritubular
capillaries.

Experiment Results
Predict Question:
1. Predict Question 1: What will happen to the glomerular capillary
pressure and filtration rate if you decrease the radius of the afferent
arteriole? Your answer : b. Both pressure and filtration rate will
decrease.
2. Predict Question 2: What will happen to the glomerular capillary
pressure and filtration rate if you increase the radius of the afferent
arteriole? Your answer : a. Both pressure and filtration rate will
increase.
3. Predict Question 3: What will happen to the glomerular capillary
pressure and filtration rate if you decrease the radius of the efferent
arteriole? Your answer : a. Both pressure and filtration rate will
increase.
4. Stop & Think Questions:
Caffeine consumption leads to increased urine formation. From the
results in this experiment thus far, you might propose that You
correctly answered: d. caffeine dilates the afferent arteriole.
5. When you are in the desert and dehydrating, which of the following
arteriole combinations would benefit you the most? You correctly
answered: c. afferent constriction and efferent dilation

Experiment Data:

Post-lab Quiz Results


You scored 100% by answering 4 out of 4 questions correctly.
1. If you increase the afferent arteriole radius and keep all other variables
constant, the glomerular filtration rate would You correctly.
answered: a. increase.
2. If you decrease the efferent arteriole radius and keep all other variables
constant, the volume of urine flowing into the urinary bladder would
You correctly answered: a. increase.
3. If you increase the efferent arteriole radius and keep all other variables
constant, the glomerular filtration rate would You correctly.
answered: b. decrease.
4. If you decrease the afferent arteriole radius and keep all other variables
constant, the volume of urine flowing into the urinary bladder would
__________You correctly answered: b. decrease.

Review Sheet Results


1. What are two primary functions of the kidney?
Answer : The two primary functions of the kidney are excretion and
regulation.
Ginjal adalah organ ekskresi dan pengatur. Ginjal berfungsi
mengeluarkan kelebihan air, produk limbah, dan bahkan benda asing
dari tubuh dengan cara menyaring air dan zat terlarut dalam darah.
Selain itu, ginjal juga berfungsi sebagai organ pengatur, yaitu
mengatur:
1) osmolaritas plasma (konsentrasi larutan dinyatakan sebagai
osmol zat terlarut per liter pelarut)
2) volume plasma,
3) keseimbangan asam-basa tubuh, dan
4) keseimbangan cairan dan kadar elektrolit dalam tubuh.
Semua aktivitas ini sangat penting untuk mempertahankan homeostasis
dalam tubuh
2. What are the components of the renal corpuscle?
Answer: The two components of the renal corpuscle are the Bowman’s
capsule and the glomerular capillaries (glomerulus).
Renal corpuscle adalah komponen awal dalam penyaringan darah dari
nefron. Renal corpuscle terdiri dari kapsul Bowman dan kapiler
glomerulus yang bertanggung jawab untuk filtrasi plasma. Glomerulus
adalah berkas kapiler kecil yang mengandung dua jenis sel yaitu sel
endotel dan sel mesangial. Kedua sel tersebut mengatur aliran darah
dengan aktivitas kontraktil dan mengeluarkan matriks ekstraseluler,
prostaglandin, dan sitokin. Sedangkan kapsula Bowman membentuk
ujung tubulus ginjal yang membengkak dan berisi lapisan visceral sel
epitel (podosit) yang dipantulkan di batang vaskular glomerulus.
3. Starting with the renal corpuscle, list the components of the renal as
they are encountered by filtrate.
Answer
Renal Corpuscle, Tubulus Proksimal, Lengkung Henle, Tubulus
Distal, Ductus Collecting.
4. Describe the effect of decreasing the afferent arteriole radius on
glomerular capillary pressure and filtration rate. How well did the
results compare with your prediction?
Dari hasil percobaan yang telah dilakukan saat radius arteriol afferen
diturunkan maka tekanan kapiler glomerulus dan laju filtrasi akan ikut
menurun. Hal ini sesuai yang sudah diprediksikan oleh kelompok
kami, yaitu baik tekanan kapiler glomerulus maupun laju filtrasi akan
menurun jika radius arteriol aferen diturunkan.
5. Describe the effect of increasing the afferent arteriole radius on
glomerular capillary pressure and filtration rate. How well did the
results compare with your prediction?
Dari hasil percobaan yang telah dilakukan saat radius arteriol afferen
ditingkatkan maka tekanan kapiler glomerulus dan laju filtrasi akan
ikut meningkat. Hal ini sesuai yang sudah diprediksikan oleh
kelompok kami, yaitu baik tekanan kapiler glomerulus maupun laju
filtrasi akan mengalami peningkatan jika radius arteriol aferen
dinaikkan.
6. Describe the effect of decreasing the efferent arteriole radius on
glomerular capillary pressure and filtration rate. How well did the
results compare with your prediction?
When effernt arteriole radius is decreased, the glomerular capillary
pressure and filtration rate will both increase. In this case, the changes
in efferent radius will give an opposite result in pressure and filtration
rate. This was a good comparishment to my predictions.
Ketika radius arteriol eferen menurun, maka tekanan kapiler
glomerulus dan laju filtrasi akan meningkat. Dalam kasus ini,
perubahan radius eferen akan memberikan hasil yang berlawanan
dalam tekanan dan laju filtrasi. Hasil pengamatan ini sesuai dengan
prediksi kelompok kami
7. Describe the effect of increasing the efferent radius on glomerular
capillary pressure and filtration rate.
An increase in efferent radius will decrase both capillary pressure and
filtration rate. This is due to the fact that with an increased radius, the
blood will be able to flow faster out of the glomerular and by that
decrease filtration rate(less urine is produced) and the pressure will
drop when the blood volume is decreased.
Peningkatan radius eferen akan menurunkan tekanan kapiler dan laju
filtrasi. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa jika jari-jari yang
meningkat, darah akan dapat mengalir lebih cepat dari glomerulus dan
dengan menurunkan laju filtrasi (lebih sedikit urin yang diproduksi)
dan tekanan akan turun saat volume darah menurun.

3.2 Actifity 2
Exercise 9: Renal System Physiology: Activity 2: The Effect of Pressure
on Glomerular Filtration Lab Report.
Pre-lab Quiz Results.
You scored 100% by answering 4 out of 4 questions correctly.
1. Which of the following forces promotes filtration? You correctly
answered: c. blood pressure in the glomerular capillaries.
2. The glomerular filtration rate can be altered by You correctly
answered: b. changing the afferent arteriole resistance.
3. In 24 hours human glomerular capillaries can filter as much as
__________ liters of filtrate. You correctly answered: c. 180.
4. Which of the following statements about the filtrate in the renal
corpuscle is false? You correctly answered: d. Normally, more than
40% of the blood that enters the glomerular capillaries becomes
filtrate.
Experiment Results
Predict Question:
1. Predict Question 1: What will happen to the glomerular capillary
pressure and filtration rate if you increase the blood pressure in the
left source beaker? Your answer : b. Both pressure and filtration
rate will decrease.
2. Predict Question 2: What will happen to the filtrate pressure in
Bowman's capsule (not directly measured in this experiment) and
filtration rate if you close the one-way valve between the collecting
duct and the urinary bladder? Your answer : b. Both pressure and
filtration rate will decrease.
3. Stop & Think Questions:
What is the important relation that underlies the observed increase
in glomerular filtration rate when the blood pressure is increased?
You correctly answered: c. pressure and flow are directly
proportional.
4. What medical condition is analogous to the closed valve? You
correctly answered: b. a tumor obstructing the renal tubule
Experiment Data:

Post-lab Quiz Results


You scored 100% by answering 4 out of 4 questions correctly.
1. In humans, the glomerular filtration rate normally ranges from
You correctly answered: b. 80 to 140 ml/min.
2. Which of the following does not have a significant impact on the
glomerular filtration rate?
You correctly answered: d. renal tubule length
3. In the absence of any regulatory mechanisms, what do you think
would happen to the glomerular filtration rate of a person who
experiences an increase in blood pressure?
You correctly answered: a. The glomerular filtration rate could
increase.
4. What would happen to the glomerular filtration rate of a person
who experiences a large hemorrhage?
You correctly answered: b. The glomerular filtration rate would
decrease.

Review Sheet Results


1. As blood pressure increased, what happened to the glomerular
capillary pressure and the glomerular filtration rate? How well did
the results compare with your prediction?
Jawaban :
Describe the effect of increasing the efferent radius on glomerular
capillary pressure and filtration rate. An increase in efferent radius
will decrase both capillary pressure and filtration rate. This is due
to the fact that with an increased radius, the blood will be able to
flow faster out of the glomerular and by that decrease filtration
rate(less urine is produced) and the pressure will drop when the
blood volume is decreased.
Peningkatan radius eferen akan menurunkan tekanan kapiler dan
laju filtrasi. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa jika jari-jari yang
meningkat, darah akan dapat mengalir lebih cepat dari glomerulus
dan dengan menurunkan laju filtrasi (lebih sedikit urin yang
diproduksi) dan tekanan akan turun saat volume darah menurun.
2. Compare the urine volume in your baseline data with the urine
volume as you increased the blood pressure. How did the urine
volume change?
Jawaban :
Describe the effect of increasing the efferent radius on glomerular
capillary pressure and filtration rate.
An increase in efferent radius will decrase both capillary pressure
and filtration rate. This is due to the fact that with an increased
radius, the blood will be able to flow faster out of the glomerular
and by that decrease filtration rate(less urine is produced) and the
pressure will drop when the blood volume is decreased.
Peningkatan radius eferen akan menurunkan tekanan kapiler dan
laju filtrasi. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa jika jari-jari yang
meningkat, darah akan dapat mengalir lebih cepat dari glomerulus
dan dengan menurunkan laju filtrasi (lebih sedikit urin yang
diproduksi) dan tekanan akan turun saat volume darah menurun.

3. How Could the change in urine volume with the increase in blood
pressure be viewed as being beneficial to the body?
Jawaban :
Peningkatan tekanan darah terjadi akibat dari peningkatan volume
darah. Maka dari itu peningkatan tekanan darah berpengaruh pada
peningkatan volume urin yang menjadikannya stabil.
Hal tersebut akan jumlah mengurangi garam dan air yang
diekskresikan dalam urin dan akibatnya adalah peningkatan
volume darah dan tekanan darah (Campbell, et al. 2004)
4. When the one-way valve between the collecting duct and the
urinary bladder was closed, what happened to the filtrate pressure
in Bowman's capsule (this is not directly measured in this
experiment) and the glomerular filtration rate? How well did the
results compare with your prediction?
Jawaban :
Jika katup antara duktus koletktivus dan kandung kemih ditutup,
tekanan dalam celah Bowman akan meningkat sehingga
menyebabkan kecepatan filtrasi akan menurun
5. How did increasing the blood pressure alter the results when the
valve was closed?
Jawaban :
Dengan meningkatnya tekanan dan tertutupnya katup antara
duktus koletktivus dan kandung kemih, kecepatan filtrasi akan
menurun tatapi tekanan glomerulus akan tetap sama sehingga tidak
ada urin yang dikeluarkan

3.3 Actifity 3
Exercise 9: Renal System Physiology: Activity 3: Renal Response to
Altered Blood Pressure Lab Report
Pre-lab Quiz Results
You scored 75% by answering 3 out of 4 questions correctly.
1. If all other variables are kept constant, how does the afferent arteriole
radius affect the rate of glomerular filtration (select all that apply)?
Your answer : c. An increased afferent arteriole radius will increase the
rate of glomerular filtration. Correct answer: c. An increased afferent
arteriole radius will increase the rate of glomerular filtration. d. A
decreased afferent arteriole radius will decrease the rate of glomerular
filtration.
2. If all other variables are kept constant, how does the efferent arteriole
radius affect the rate of glomerular filtration (select all that apply)?
You correctly answered: a. An increased efferent arteriole radius will
decrease the rate of glomerular filtration. b. A decreased efferent
arteriole radius will increase the rate of glomerular filtration.
3. If all other variables are kept constant, how does blood pressure affect
the rate of glomerular filtration (select all that apply)? You correctly
answered: b. If blood pressure goes up, the rate of glomerular filtration
goes up. d. If blood pressure goes down, the rate of glomerular
filtration goes down.
4. In the absence of other renal processes (including tubular reabsorption
and secretion), more glomerular filtration leads to a larger urine
volume. You correctly answered: a. True

Experiment Results
Predict Question:
1. Predict Question: What will happen to the glomerular capillary
pressure rate and glomerular filtration rate if both of these arteriole
radii changes are implemented simultaneously with the low blood
pressure condition?
Your answer : a. Glomerular filtration rate and pressure will only
increase to the levels measured in the dilated afferent arteriole
experiment.
2. Stop & Think Questions:
If blood pressure were to drop (for example, as the result of blood
loss), what changes in the nephron would allow the kidney to
maintain its normal glomerular filtration rate (select all that apply)?
You correctly answered: a. afferent arteriole dilation d. efferent
arteriole constriction
3. Comparing the glomerular filtration rate and glomerular capillary
pressure with the baseline values (from the first run), how effective
was the increased afferent arteriole radius in compensating for the
low blood pressure?
You correctly answered: c. The afferent arteriole dilation returned
the low glomerular capillary pressure and filtration rate almost to
baseline values.
4. Comparing the glomerular filtration rate and glomerular capillary
pressure with the baseline values (from the first run), how effective
was the decreased efferent arteriole radius in compensating for the
low blood pressure?
You correctly answered: b. The efferent arteriole constriction
improved the low glomerular capillary pressure and filtration rate
marginally.
Experiment Data:

Post-lab Quiz Results


You scored 75% by answering 3 out of 4 questions correctly.
1. If all other variables are kept constant, when blood pressure
decreases, glomerular filtration.
Your answer: b. remains approximately the same. Correct
answer: c. decreases.
2. If afferent arteriole radius decreases in response to an increase
in blood pressure, then glomerular filtration.
You correctly answered: b. remains approximately the same.
3. If all other variables are kept constant, when the efferent
arteriole radius decreases, glomerular filtration.
You correctly answered: a. increases.
4. With blood pressure held at a constant value, which of the
following combinations will raise the glomerular filtration rate
above baseline values?
5. You correctly answered: b. afferent arteriole dilation and
efferent arteriole constriction

Review Sheet Results


1. List the several mechanisms you have explored that change the
glomerular filtration rate. How does each mechanism
specifically alter the glomerular filtration rate?
Jawab:
Hal-hal yang dapat mengubah glomerular filtarion rate, yaitu:
a. Peningkatan radius affrent arteriole akan meningkatkan
glomerular filtration rate.
b. radius affrent arteriole akan menurunkan glomerular
filtration rate.
c. Peningkatan radius efferent arteriole akan menurukan
glomerular filtration rate.
d. Penurunan radius efferent arteriole akan menaikkan
glomerular filtration rate.
2. Describe and explain what happened to the glomerular capillary
pressure and glomerular filtration rate when both arteriole radii
changes were implemented simultaneously with the low blood
pressure condition. How well did the results compare with your
prediction?
Jawab:
Perkiraan kelompok kami mengenai apa yang terjadi pada
tekanan kapiler glomerulus dan laju filtrasi glomerulus apabila
kedua perubahan jari-jari arteriol diimplementasikan secara
bersamaan dengan kondisi tekanan darah rendah adalah tekanan
kapiler dan laju filtrasi glomerulus hanya akan meningkat
menuju tingkat yang diukur dalam percobaan aferen yang
melebar. Setelah dilakukan percobaan, tekanan kapiler dan laju
filtrasi glomerulus hampir kembali menuju ke nilai awal. Hal
itu berarti peningkatan jari-jari arteriol aferen dan penurunan
jari-jari arteriol eferen dapat membantu menstabilkan tekanan
kapiler dan laju filtrasi glomerulus untuk melindungi diri dari
tekanan darah rendah. Hasil dari percobaan tersebut tidak
sesuai dengan perkiraan kami.
3. How could you adjust the afferent or efferent radius to
compensate for the effect of reduced blood pressure on the
glomerular filtration rate?
Jawab:
Laju filtrasi glomerulus dapat dipengaruhi oleh jari-jari arteriol
yang dapat mengatur aliran darah dalam glomerulus. Saat
terjadi penurunan tekanan darah, maka laju filtrasi glomerulus
juga akan turun. Tekanan pada glomerulus dapat ditingkatkan
menjadi normal melalui pelebaran arteriol aferen yang
memungkinkan darah masuk lebih banyak ke dalam
glomerulus. Laju filtrasi glomerulus juga dipengaruhi oleh
vasokonstriksi atau penyempitan arteriol eferen.
4. Which arteriole radius adjustment was more effective at
compensating for the effect of low blood pressure on the
glomerular filtration rate? Explain why you think this
difference occurs.
Jawab :
The afferent arteriole dilation was the most effective at
compesating for the effect of low blood pressure. As we can see
from the experiments’s result that the afferent arteriole dilation
returned the low glomerular capillary pressure and filtration
almost to the baseline value.
5. In the body, how does a nephron maintain a near-constant
glomerular filtration rate despite a constantly fluctuating blood
pressure?
Jawab :
A nephron maintain a near-constant glomerular filtration rate
despite a constantly fluctuating blood pressure because of the
extrinsic and entrinsic regulatory mechanism. There can be also
a stimulation of the sympathetic nervous system such ADH,
which may constrict the afferent arteriole as a response to an
increase in blood pressure.
3.4 Actifity 4
Exercise 9: Renal System Physiology: Activity 4: Solute Gradients and
Their Impact on Urine Concentration Lab Report
Pre-lab Quiz Results
You scored 100% by answering 4 out of 4 questions correctly.
1. As filtrate passes through the nephron, the renal process of
reabsorption describes.
You correctly answered: d. the movement of water and solutes from
the tubule lumen, into the interstitial space, and, finally, into the
peritubular capillaries.
2. The maximum solute concentration refers to the amount of solutes
You correctly answered: b. in the interstitial space.
3. Antidiuretic hormone (ADH) affects the permeability of
You correctly answered: c. the collecting duct.
4. ADH aids the reabsorption of
You correctly answered: a. water.

Experiment Results
Predict Question:
1. Predict Question: What will happen to the urine volume and
concentration as the solute gradient in the interstitial space is
increased?
Your answer : b. The urine volume will decrease and the
concentration will increase.
2. Stop & Think Questions:
Why is the solute concentration (mOsm) in the proximal tubule the
same as in the blood?
You correctly answered: d. Because water and many plasma solutes
filter into Bowman's capsule.
3. In the presence of ADH, what component of the tubule fluid moves
out of the collecting duct and into the interstitial space?
You correctly answered: b. water
Experiment Data:

Post-lab Quiz Results


You scored 100% by answering 3 out of 3 questions correctly.
1. Tubule fluid osmolarity will always be the greatest in which of
these locations?
You correctly answered: b. the bottom of the loop of Henle
2. Tubule fluid volume will always be the greatest in which of these
locations?
You correctly answered: a. the proximal convoluted tubule
3. Where does ADH directly alter the urine volume?
You correctly answered: d. in the collecting duct

Review Sheet Results


1. In the body, how does a nephron maintain a near-constant
glomerular filtration rate despite a constantly fluctuating blood
pressure?
Jawab :
A nephron maintain a near-constant glomerular filtration rate
despite a constantly fluctuating blood pressure because of the
extrinsic and entrinsic regulatory mechanism. There can be also a
stimulation of the sympathetic nervous system such ADH, which
may constrict the afferent arteriole as a response to an increase in
blood pressure.
2. In the body, how does a nephron maintain a near-constant
glomerular filtration rate despite a constantly fluctuating blood
pressure?
Jawab :
A nephron maintain a near-constant glomerular filtration rate
despite a constantly fluctuating blood pressure because of the
extrinsic and entrinsic regulatory mechanism. There can be also a
stimulation of the sympathetic nervous system such ADH, which
may constrict the afferent arteriole as a response to an increase in
blood pressure.
3. In the body, how does a nephron maintain a near-constant
glomerular filtration rate despite a constantly fluctuating blood
pressure?
Jawab :
A nephron maintain a near-constant glomerular filtration rate
despite a constantly fluctuating blood pressure because of the
extrinsic and entrinsic regulatory mechanism. There can be also a
stimulation of the sympathetic nervous system such ADH, which
may constrict the afferent arteriole as a response to an increase in
blood pressure.
4. In the body, how does a nephron maintain a near-constant
glomerular filtration rate despite a constantly fluctuating blood
pressure?
Jawab :
A nephron maintain a near-constant glomerular filtration rate
despite a constantly fluctuating blood pressure because of the
extrinsic and entrinsic regulatory mechanism. There can be also a
stimulation of the sympathetic nervous system such ADH, which
may constrict the afferent arteriole as a response to an increase in
blood pressure.
5. In the body, how does a nephron maintain a near-constant
glomerular filtration rate despite a constantly fluctuating blood
pressure?
Jawab :
A nephron maintain a near-constant glomerular filtration rate
despite a constantly fluctuating blood pressure because of the
extrinsic and entrinsic regulatory mechanism. There can be also a
stimulation of the sympathetic nervous system such ADH, which
may constrict the afferent arteriole as a response to an increase in
blood pressure.
BAB IV
PUSTAKA

Campbell, Neil A. 2004. Biologi. Edisi Kelima Jilid 3. Jakarta : Erlangga


Ganong, WF. 2005. Review of Medical Physiology. 22th Edition., Appleton &
Lange A Simon & Schuster Co., Los Altos, California
Sherwood, L. 2010. Human Physiology: From Cells to Systems. 7th ed.
California: Brooks/Cole Cengange Learning.

Anda mungkin juga menyukai