Anda di halaman 1dari 9

PROJECT

PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA


PENGGUNAAN BAHASA DISOSIAL MEDIA

(Dosen Pengampu: WAHYU WIJI ASTUTI S.pd,M.A

DISUSUN OLEH :

NAMA : Andrian Ricy Hutapea

NIM : 5193121004

FAKULTAS TEKNIK

PRODI PENDIDIKAN TEKNIK MESIN

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

TAHUN 2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kekepada Tuhan Yang Maha Esa,yeng telah memberikan
nikmatnNya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah ini yaitu makalah tugas KKNI
dengan golonga tugas PROJECT.

Adapun maksud dan tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk menyelesaikan tugas
yang diberikan dosen mata kuliah PENDIDIKAN BAHSA INDONESIA, dalam menyelesaikan
tugas ini saya menyelesaikan tugas ini saya mendapat dukungan dan arahan Dari dosen
pengampu mata kuliah Bahasa Indonesia Ibu [ wahyu wiji astuti , S.Pd., M.A ] kepada ibu saya
ucapkan banyak terima kasih.

Saya sebagai penulis juga menyadari banyak kesalahan baik kesalahan dalam
penggunaan bahasa maupun dalam materi yang terdapat dalam makalah ini. Maka dari itu saya
mengharapkan anjuran baik, saran ,maupun kritik dari pembaca yang bersifat membangunagar
membantu saya sebagai penulis memperbaiki diri agar lebih baik kedepannya.

Medan, 27 Desember 2020

Penulis
BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG

Dalam perkembangan komunikasi dapat dilakukan melalui berbagai media , antara lain
internet .Melalui internet komunikasi antar orang semain mudah , baik dengan orang yang
sudaha dikenal maupun orang yang belum dikenal dari berbagai belahan dunia . Fasilitas yang
terdapat diinternet ,antara lain jejaring dimedia social yang dikenal dengan istilah face book .
Pada face book bahasa yng dipakai oleh pengguna ternyata memiliki berbagai varian. Varian
tersebut,antara lain adanya istilah-istilah khusus ,misalnya OL kependekan dari online “dalam
jaring”,gpp kependekan dari “tidak apa-apa”. Penelitian sengaja membatasi penelitian pada
media social face book supaya lebih terpokus pembahasannya .Penelitian ini bersifat
sosiolinguistik . Pembahasan yang dibahas adalah bagaimana pemakaian varian-varian bahasa
yang digunakan pada status dan komentar face book diinternet ? Tujuan pelaksanaan penelitian
ini adalah menemukan dan menjelaskan pemakaian varian-varian bahasa pada status dan
komentar face book diinternet.

B. RUMUSAN MASALAH

a) Apakah yang dimaksud dengan bahasa sosmed ?


b) Bagaimana gejala variasi bahasa pada commawiki dimedia sosial ?
c) Apa saja dampak negative dan posituf dari menggunakan bahasa sosmed ?

C. TUJUAN

a) Untuk mengetahui apa yang dimaksud bahasa sosmed


b) Untuk mengatahui bagaimana gejala variasi bahasa pada commawiki dimedia sosial
c) Untuk mengetahui dampak neagatif dan positif dari menggunakan bahasa sosmed

D. MANFAAT

a) Untuk menyelesaikan tugas KKNI mata kuliah Bahasa Indonesia.


b) Sebagai bahan ajar bagi para pembaca
c) Sebagai bahan referensi
BAB II

PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN BAHASA SOSMED

Disosial media ( sossmed ) sering dijumpai netizen yang menggunakan bahasa/kata gaul
dan kekinian seperti baper ,hugel, woles, cecan hingga abcdefgh. Sebenarnya apa sih artinya ?

Ternyata kata-kata gaul itu adalah kata –kata akronim atau singkatan dari dua kata atau
lebih. Semula itu hanya digunakan untuk menyingkat kalimat dalam SMS atang messenger
seperti BBM atau Line.

Tetapi saat ini singkatan gaul itu tidak jarang digunakan orang-orang keninian disosmed
bahkan dalam kehidupan sehari-hari didunia nyata . Berikut 25 kata gaul yang kerap digunakan
disosmed terutama face book beserta artinya.

1) Mager = Malas Gerak


2) Boam = Bodo Amat
3) Baper = Bawa Perasaan
4) Paper = Panar Perasaan
5) Kemal = Kepo Maksimal
6) Gaje = Gak Jelas
7) Madu Or = Mata Duitan Ogah Rugi
8) Lelli = Lelah Sekali
9) Gece = Gerak Cepat
10) Cecan = Cewe Cantik
11) PHP = Pemberi Harapan Palsu
12) Woles = Selow( Pelan-pelan )
13) Gapatar = Gerakan Apa-Apa Ntar
14) Apeng =Apa Saja Pengen
15) Koper =Korban Perasaan
16) Modus = Modal Dusta
17) Jojoba = Jomblo-Jomblo Banyak Suka
18) Kudet = Kurang Update
19) Biper = Bikin Lapar
20) Mupeng = Muka Pengen
21) IGO = Indonesia Girl Only
22) Bondan = Bocah Edan
23) Hugel = Hubungan Gelap
24) DL = Derita Loe
25) Andilau = Antara Dilema dan Galau
B. GEJALA VARIASI BAHASA PADA COMMAWIKI DIMEDIA SOSIAL

Gejala variasi dapat ditemukan pada pemggunaan bahasa dimedia social . Fenomena
kebahasaan tersebut dapat dikaji dengan kajian variasi bahasa . Data yang digunakan dalam
penelitian ini diperoleh dari salah satu akun media social di face book. Objek dalam penelitian
ini adalah bahasa yang digunakan dalam commawiki dimedia social .

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan (1) Variasi bahasa
yang terdapat dalamcommawiki berdasarkan segi penutur , segi pemakaian, segi keformalan ,dan
segi sarana ; (2) Perubahan bahasa yang dilihat yang berdasarkan perubahan semantic; (3)
Persepsi pembaca dan pengguna commawiki berdasarkan indicator persepsi. Pendekatan
yangdilakukn dalam penelitian ini adalah sosiolingistik , sedangkan metode yang digunakan
adalah metode deskriptif kuaalitatif.

Adapun hasil penelitian ini adalah (1) Berdasarkan variasi dari segi penutur , penggunaan
bahasa dalam commawiki dipengarusi oleh jenis kelamin laki-laki , unia penutur yang termasuk
dewasa awal, tingkat pendidikan sarjana dengan kemampuan bahaa bilingualnya;(2) Berdasarkan
variasi dari segi pemakaian ,commawikki menggunakan ragam bahasa rumor ; (3) Berdasarkan
variasi dari segi keformalan,commawiki menngunakan santai gaya bahasa akkrab ;(4)
Berdasarkan variasi sagi sarana ,commawiki menggunakan sarana tulisan ;(5) Perubahan makna
total lebih mendominasi pada penggunaan bahasa dalam commawiki dimedia soaial ddengan
dipengaruhi 4 faktor , yaitu faktor social,faktor sosiologis, faktor pengaruh bahasa asing,dan
faktor kenutuhan bahasa baru ; (6) Berdasarkan indicator perspeksi ,bahasa dalam commawiki
lebih banyak dapat diketahui,dipahami, dan dinilai pada usia remaja hingga dewasa awal . Hasil
penelitian tersebut menjawab dugaan peneliti mengena gejala variasi bahasa yang terjadi dalam
commawiki dimedia social .
D. DAMPAK NEGATIF DARI BAHASA SOSMED DIKALANGAN REMAJA

1) Bahasa di Kalangan Remaja dalam Media Sosial

Kalangan remaja yaitu kalangan muda yang berusia berkisar antara 13-17
tahun,kalangan remaja merupakan usia yang sedang berkembang menuju dewasa .Masaa
remaja merupakan masa perkembangan segala hal ,sehingga menjadi labill atau mudah
dipengaruhi merupakan suatu ciri dari remaja itu sendiri .Oleh karena itu ,dimasa teknologi
informasi yang semakin canggih ini ,kalangan remaja perlu mendapatkan pendidikan yang
serius dalam penggunaan bahasa dan penempatan bebahasa ,karena penggunaan bahasa akan
berakibat fatal bagi kalangan remaja lainnya

Pada saat ini bahasa bia berpengaruh dengan sangat cepat dimedia sosial .Bahasa yang
sedang booming saat ini maka hampir setiap remaja menggunakan bahsa tersebut , namun
apbila ada bahasa lain atau bahsa baru , maka bahasa yang digunakan akan berubah menjadi
baahsa terbaru. Maka dari itu ,kedudukan bahasa menjadi berubah ,hal ini dikarenakan
remaja memiliki bahasa tersendiri dalam mengungkapkan ekspresi dini disetiap kesempatan
yang mereka miliki.

Secara bahasa media berarti penngantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan .
Begitiupun tujuan dari media social yaitu media yang digunakan untuk melakukan
komunikasi, namun pada dasarnya media social merupakan perkembangan dari web yang
berbasis internet , yang memudahkan semua orang untuk berkomunikasi dan saling berbagi
dengan public. Sarana komunikasi diperlukan oleh kalangan remaja untuk menyampaikan
hal-hal yang bersifat penting bagi mereka dan dianggap tertutup orang lain . Penyebaran
informasi ,ilmu pengetahuan dan perkembangannya ,hal tersebut tidak terlepas dari peran
berbagai media yang berdar dari masa kemasa. Media yang paling dominan dan memegang
peranan penting dalam penyebaran informasi adalah media cetak dan media elektronik.

Media social khususnya face book berfungsi sebagai sarana komunikasi bagi para
pengguna khususnya bagi kalangan remaja namun penggunaan bahasa para remaja memiliki
hal negative dan positip. Orang-orang sebagai pengguna media social ini beragam ,maka agar
bahasa para remaja dapat diterima oleh public, mereka menggunakan bahasa yang mudah
diterima.
Bahasa-bahasayang kini digunakan disosial media dapat mengancam bahasa Indonesia
itu sendiri, dan menghilangkan rasa sopan santun terhadap orang lain.

Adapun pengaruh negatip yang ditimbulkan akibat bahasa yang banyak dimedia sossial :

1. Pafra remaja kurang mengenal bahasa baku ,sehingga tidak lagi menggunakan bahasa
Indonesia yang baik dan benar .
2. Para remaja tidak lagi menggunakan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).
3. Para remaja menganggap remeh bahasa Indonesia , dan tidak ingin mempelajari bahasa
Indonesia yang baik dan benar .
4. Para remaja tidak terbiasa menggunakan bahasa Indonesia baku , sementara bahasa
Indonesia bahrus dipahami karena dilakukan untuk berbagai macam pekerjaan ,surat
menyurat ,pembicaraan resmi dan lain-lain.
5. Pudarnya rasa bangga pada diri akan bahasa nasional bahasa Indonesia.

Namun ,tidak setiap bahasa media social berpengaruh negative , adapun pengaruh positip
dari adannya media social :

1. Menciptakan sebuah kekreatifitasan para remaja menciptakan bahasa baru.


2. Menciptakan suasan menjadi lebih asik,dalam artian apabila menggunakan bahasa baku
teres menerus akan terasa cepat bosan.
BAB III

PENUTUP
KESIMPULAN

Dillihat dari pemaparan diatas ,bahwa bahasa dalam media social mempunyai pengaruh yang
sangat besar bagi kalangan remaja . Bahasa yang digunakan dimedia social banyak macamnya
dari bahasa gaul, alay ,bahasa bilingual atau multibilingual dan bahasa yang digunakan tidak
melihat unsur kebahasannya. Pengaruh bahasa seperti itu berdampak pada kalangan remaja baik
berdampak positip maupun berdampak negative. Maka daari itu , pembelajaran bahasa yang baik
dan benar harus benar-benar diterapkan sejak dini.

SARAN.

Karena semakin berkembangnya globalisasi terutama dibidang komunikasi ,maka bahasa social
media semakin banyak dan menjadi-jadi. Kita sebagai pennguna media social khususnya remaja
membatasi penggunaan bahasa tersebut ,supaya bahasa Indonesia tidak tersingkirkan.Dan juga
kita sebagai remaja tau tempat dan kapan bahasa sosmed digunakan,terutama berbicicara kepada
orang orang tua.
DAFTAR PUSTAKA
Chaer , A. (2010). Sosiolongistik. Jakarta: Rineka Cipta.

Nurhasanah, N. (2014). Pengaruh Bahasa Gaul Terhadap Bahasa Indonesia. Forum


Ilmiah,//(1),15-21.

Permana, I. (2017). Majas Kiasan dalam Naskah Berita Sepak Bola di Harian Berita Olahraga
Topskor. Semantik , 3(1) ,87-96.

Putri, W .S. R., Nurwati, R. N., & S, M. B. (2016), Pengaruh media social terhadap perilku
remaja . Prosiding Ks:Riset & pkm, 3(1),1-154.

Rahardi, K. (2006). Dimensi-dimensi Kebahasaan. (Erlangga, Ed.). Yogyakarta.