Anda di halaman 1dari 2

Sindikat Penipu Ratusan Miliar Tak Tersentuh Aparat

Appolo Daton Agustinus - POSBALI.co.id

8 July 2019

 Masalah :
I Wayan Purwayasa, lelaki asal Desa Kekeran, Mengwi, Badung merupakan sindikat
penipu kelas kakap. Korbannya sudah ratusan di seluruh Indonesia.
Modus penipuan yang dilakukan Purwayasa, yakni mendatangi calon korban dan
menjelaskan ia punya dana Rp 17 triliun dari orang tua asuh di Jerman yang disimpan di
bank nasional. Agar dana itu bisa cair perlu biaya administrasi ratusan juta, bahkan
miliaran. Untuk meyakinkan korban, Purwayasa membawa buku tabungan Bank Mandiri,
BNI, Bank Danamon, dan BCA. Ia juga membawa sertifikat deposito. Selain membawa
buku tabungan dan sertifikat deposito, Purwayasa menjelaskan kepada calon korban, dana
Rp 17 triliun yang tersimpan di dua rekening bank dan sertifikat deposito ini sudah
diketahui para pejabat dan mereka siap membantu pencairan. Pejabat yang disebut
merupakan nama pejabat yang dicatut menteri dan pejabat OJK.
Paling tidak ada 3 orang yang selalu mendampingi Purwayasa, yaitu Heru alias Iskandar,
Hari Raharjo alias Raharjo Darussalam, dan Sony Parsono, ketiga orang ini punya tugas
masing-masing. Heri alias Iskandar bertugas menyiapkan dokumen perbankan, Hari
Raharjo alias Raharjo Darussalam bertugas menyakinkan calon korban bahwa pengurusan
dana ini dibantu oleh pejabat negara dengan menyebut beberapa orang pejabat sektor
keuangan, Sony Parsono menjelaskan dia tahu persis dana milik Wayan Purwayasa.
Diduga Purwayasa mempunyai orang “kuat”, sehingga aksinya tidak tersentuh aparat dan
badan intelejen bidang keuangan, Pusat Pelaporan Dan Analisis Transaksi Keuangan
(PPATK).

 Saran :
Seharusnya ada peraturan yang lebih ketat mengenai sertifikat deposito untuk menghindari
penipuan seperti ini, ditambah lagi sertifikat deposito ini dapat dipindahtangankan
membuat para penipu lebih leluasa melakukan aksinya. Diharapkan para nasabah juga
lebih berhati-hati dalam hal seperti ini.