Anda di halaman 1dari 20

MODUL 2

ARUS SEARAH

Nama Praktikan : Salma Noi

NIM : 101120008

Kelas : GP2-B

Tanggal Praktikum : Jumat, 12 Februari 2021

Pimpinan Praktikum : Rendy Elmianto


I. INTISARI

Praktikum Modul 1yang berjudul Arus Searah, bertujuan untuk menentukan besar nilai

tegangan dan arus serta menentukan besar nilai hambatan pada rangkaian. Pada modul ini

memuat memuat tiga percobaan berbeda, yaitu percobaan pertama rangkaian resistor seri

sebgai pembagi tegangan, percobaan kedua rangkaian resistor paralel sebagai pembagi arus,

dan percobaan ketiga energi yang tersimpan dalam kapasitor. Lalu, dilakukan pengukuran

untuk menentukan nilai tegangan dan arus, serta hambatan pada rangkaian listrik. Hasil

pengukuran tegangan total pada percobaan satu, yaitu 2,03 Volt pada 14,8 mA, 3,95 Volt

pada 28,63 mA, dan 5,89 Volt pada 40,2 mA. Sedangkan pada percobaan kedua, nilai arus

totalnya, yaitu 61,6 A pada 2Volt, 114,33 A pada 4 Volt, dan 171,6 A pada 6 Volt. Lalu,

nilai hambatan total pada percobaan pertama, yaitu 161,16 Ohm, 139 Ohm, dan 146,39

Ohm. Sedangkan pada percobaan kedua nilai hambatan totalnya ialah 0,033 Ohm, 0,0347

Ohm, dan 0,0345 Ohm.

Kata kunci : Arus searah, hambatan, tegangan


II. PENDAHULUAN

1. Tujuan

a. Menentukan besar nilai tegangan dan arus pada rangkaian yang telah tersedia.

b. Menentukan besar nilai hambatan pada rangkaian yang telah tersedia.

2. Dasar Teori

Rangkaian listrik dengan arus stasioner (dalam arti polaritas tetap) yang tidak berubah

terhadap waktu disebut sebagai rangkaian arus searah (DC, direct current). Besaran-besaran

yang terdapat dalam listrik arus searah adalah kuat arus (I) dan beda tegangan (V) yang

bekerja pada komponen resistif dengan sumber arus/tegangan konstan. Konsep dasar yang

membahas arus/tegangan listrik harus merujuk pada konsep mengenai hukum Coulomb

atau medan listrik (E) (Sumarna, 2018).

Sumber arus DC yang berasal dari alam dan terbarukan adalah panel surya. Panel surya

memanfaatkan cahaya matarahari dalam penggunaannya. Pemamfaatan arus DC yang

paling sering dijumpai disekitar, yaitu aki mobil, yang menjadi sumber energi listrik bagi

perangkat elektronik di dalam mobil seperti lampu mobil, tape, pemantik rokok dan lain-

lain. Berdasarkan teori, arus DC adalah aliran elektron dari suatu titik dengan energi

potensial listrik yang lebih tinggi ke titik lain dengan energi potensial lebih rendah.

Karakteristik arus DC antara lain:

1) Nilai arus listriknya selalu tetap atau konstan terhadap perubahan waktu;

2) Polaritasnya selalu tetap pada masingmasing terminalnya dan


3) Bentuk gelombang baik I (arus) vs t (waktu) maupun V (tegangan) vs t (waktu)

mendatar, di mana nilai V maupun I selalu tetap terhadap perubahan waktu (Gideon, S &

Saragih, K, P, 2019).

Resistor merupakan pembatas arus listrik dan pembagi tegangan listrik. Oleh karena itu,

nilai dari gabungan 2 resistor yang disusun seri setara dengan nilai penjumlahan dari 2

resistor tersebut. Ketika resistor ( R 1 , R 2 , ..., Rn) disusun paralel, maka semua resistor

tersebut senilai dengan Rx , dimana:

1 1 1 1
= + + …+
R x R 1 R2 Rn

Dalam praktiknya, nilai resistor yang menghambat arus yang melalui suatu rangkaian bisa

dihitung menggunakan hukum Ohm.

V (Volt)
R( Ω)=
I ( Ampere )

Alat yang berfungsi untuk mengukur besar tegangan (Voltmeter), arus

(Amperemeter) dan resistansi (Ohmmeter) adalah Multimeter. Untuk menggunakannya,

kita harus mengatur skalanya sesuai dengan kebutuhan. Pada umumnya Multimeter dibagi

menjadi dua jenis, yaitu multimeter analog dan multimeter digital. Amperemeter sendiri

merupakan alat yang digunakan untuk mengukur arus listrik. Cara penggunaannya ialah

dengan menghubungkannya secara seri di tempat arus yang akan diukur. Sedangkan

Voltmeter, alat yang digunakan untuk mengukur tegangan, digunakan dengan cara

menghubungkannya secara paralel dengan komponenyang akan diukur. (Panjaitan, I, 2017)


Multimeter yang digunakan untuk mengukur arus dan tegangan membutuhkan 2

kabel probe untuk menghubungkannya dengan rangkaian. Probe tersebut berwarna merah

dan hitam. Probe merah dihubungkan dengan pin/kutub positif pada multimeter, sedangkan

probe hitam dihubungkan dengan pin/kutub negatif pada multimeter. Kesalahan kutub akan

mengakibatkan pembacaan tanda yang salah pada rangkaian berarus DC. Pin/kutub positif

dan negatif pada multimeter sendiri berbeda pada saat mengukur arus atau tegangan, seperti

yang terlihat pada Tabel 1 berikut.

Multimeter Pin/kutub positif Pin/kutub negatif


Amperemeter mA COM
Voltmeter VΩ COM
Tabel 1. Pin/Kutub Positif dan Negatif Pada Multimeter

Pada gambar 1. menunjukkan contoh perangkaian alat pengukur dengan suatu resistor

yang diukur tegangan dan arus yang melaluinya.

Gambar 1. Konfigurasi voltmeter dan amperemeter

Pada praktikum modul ini dilakukan 3 percobaan yaitu rangkaian resistor seri sebagai
pembagi tegangan, rangkaian resistor paralel sebagai pembagi arus, dan
energi yang tersimpan dalam kapasitor.

Gambar 1.2. Rangkaian resistor seri

Gambar 1.3. Rangkaian resistor paralel

Gambar 1.4. Rangkaian kapasitor


3. Daftar Peeralatan

Tabel 2. Alat-alat Percobaan


Nama Alat Jumlah Fungsi

Catu Daya 2 buah Sumber tenaga listrik yang biasanya ada pada baterai atau accu

Saklar SPST 1buah Switch jenis ini dapat menghubungkan dan memutuskan arus
satu arah saja sebagaimana saklar tunggal yang berfungsi
bertugas untuk menghidupkan dan mematikan lampu.
Resistor 50 1 buah Untuk menghambat atau membatasi arus listrik yang mengalir
Ω, 5W ke komponen lainnya dalam
suatu rangkaian elektronika

Resistor 100 1 buah Untuk menghambat atau membatasi arus listrik yang mengalir
Ω, 5W ke komponen lainnya dalam
suatu rangkaian elektronika
Kapasitor 10 1 buah Sebagai penyimpan sebuah arus atau tegangan listrik, sebagai
μF konduktor yang bisa melewatkan arus AC (Alternating
Curren), Sebagai isolator yang bisa menghambat arus DC
(irect Current), Sebagai filter (penyaring) dalam rangkaian
power supply (Catu Daya), dan lain-lain
Jepit buaya 2 buah Untuk mendistribusikan energi listrik dari sumber daya
bersoket adaptor ke konsumen dan menghubungkan alat yang satu
dengan yang lain dalam rangkaian listrik.
Multimeter 1 buah Alat ukur yang telah menggunakan display digital sebagai
digital penampil hasil ukurannya yang digunakan untuk mengukur
tegangan listrik, arus listrik, dan tahanan (resistansi).
Kabel probe 10 buah Digunakan saat melakukan pengukuran benda kerja. Lalu,
menghubungkan arus dan tegangan kedalam rangkaian. Probe
berwarna merah sebagai kutub (+) dan probe berwarna hitam
sebagai kutub negtaif (-).

4. Prosedur Percobaan

Perobaan 1. Rangkaian resistor seri sebagai pembagi tegangan

*Selama merangkai semua alat benda berada pada kondisi off atau mati. Gambar rangkaian
dapat dilihat di modul pada gambar 1.2.

 Catur daya dihubungkan dengan saklar.


 Saklar disusun seri pada resistor pertama atau R1 dengan hambatan 50Ohm yang
kemudian disusun seri dengan R2 sebesar 100 Ohm.
 Kutub positif dari catur daya dihubungkan ke ujung dari resistror 2.
 Lihat tabel 1.3 pada modul dengan judul data percobaan 1, data yang akan diukur
pertama adalah besaran arus yang melalui rangkaian.
 Multimeter digunakan sebagai amperemeter, sehingga probe merah dicabut dan
dipindahkan pada bagian mA. Karena arus yang digunakan adalah arus searah maka
mode multimeter diubah dan pada angka percobaan tertulis modenya diubah pada
250 Ma.
 Setelah itu multimeter dinyalakan dan sudah dapat berfungsi sebagai amperemeter.
 Untuk mengukur arus pada rangkaian, kabel pada resistor dicabut dan diganti
dengan multimeter/amperemeter.
 Catur daya dan saklar dinyalakan dan diberikan tegangan 2 Volt, lalu amati
amperemeter pada multimeter. Kemudian dicatat hasilnya ketika angkanya sudah
stabil.
 Tegangan diubah menjadi 4 Volt, lalu hasil pengukuran arus dicatat.
 Variasi ketiga tegangan yang diberikan adalah 6 Volt, catat arus yang melilit
rangkaian.

Data selanjutnya yang akan diambil adalah data tegangan. Terdapat tiga buah data tegangan
yang gambarnya terdapat di modul 1, yaitu V AB , V BC ,V AC dengan V AB: tegangan dititik AB,
V BC : tegangan dititik BC, dan V AC : tegangan di titik AC.

 Setelah rangkaian dikembalikan seperti semula, pertama tegangan yang akan diukur
adalah tegangan di titik AB, multimeter diubah dari mode amperemeter menjadi
voltmeter karena yang akan diukur adalah tegangan.
 Setelah dipindahkan ke tombol V, multimeter diubah untuk pengukuran tegangan
DC menjadi 20 Volt maksimal.
 Rangkaian dinyalakan, untuk mengukur tegangan di titik AB, voltmeter disusun
secara paralel dengan rangkaian. Kutub positif dihubungkan ke titik A dan kutub
negatif dititik B.
 Setelah selesai, diberikan tegangan sumber sebesar 2 Volt, lalu hasil pengukuran
dicatat.
 Selanjutnya, tegangan sumber divariasikan menjadi 4 Volt dan 6 Volt.
 Cara yang sama juga dilakukan untuk pengukuran tegangan lainnya pada titik yang
berbeda seperti V AB dan V Bc .
 Setelah selesai, semua rangkaian dimatikan secara teratur.

Percobaan 2. Rangkaian resistor paralel sebagai pembagi arus

Gambar rangkaian terdapat pada gambar 1.3 dengan judul rangkaian resistor di modul 1.

 Catur daya dihubungkan dengan saklar, kemudian saklar disusun secara seri dengan
resistor pertama (R1), lalu R1 dihubungkan secara paralel dengan R2.
 Setelah terhubung paralel, ujung R2 dihubungkan dengan kutub negative dari catur
daya. Selesai rangkaian dibuat, jangan lupa untuk diverifikasi kembali oleh asisten
untuk melengkapi tabel 1.4 dengan judul data percobaan 2.
 Arus yang diukur adalah arus yang melalui rangkaian, yaitu I 1 , I 2 , dan I 3 .
 Arus yang diukur pertama kali adalah I 1 dan rangkaian disambungkan dengan
amperemeter.
 Multimeter diubah menjadi amperemeter.
 Dengan maksimal pengukuran 200 mA, amperemeter dihubungkan secara seri
dengan rangkaian. Lalu, catur daya dan saklar dinyalakan.
 Tegangan sumber diberikan 2 Volt, jika angka tidak terbaca dengan baik maka
posisikan kembali, setelah itu arus I 2 diukur.
 Power supply dimatikan terlebih dahulu, kemudian rangkaian diatur kembali seperti
semula dan dihubungkan ke amperemeter secara seri pada bagian yang mengukur
arus I 2 . Hasil pengukuran amperemeter dicatat.
 Power supply dan saklar dinyalakan kemudian tegangan sumber diberikan sebesar 2
Volt. Lalu, hasil pengukuran dicatat.
 Tegangan sumber divariasikan menjadi 4 Volt, arusnya berubah. Variasi terakhir
tegangan sumber yang diberikan sebesar 6 Volt. Kemudian dicatat.
 Arus I 3 diukur, power supply dibuat 0 atau dimatikan, setelahnya rangkaian disusun
kembali.
 Amperemeter dihubungkan secara seri untuk mengukur I 3 .
 Tegangan sumber diberikan sebesar 2 Volt, lalu hasil pengukuran pada
amperemeter dicatat. Selanjutnya, tegangan divariasikan menjadi 4 Volt dan 6 Volt.
 Demikian data yang digunakan untuk percobaan 2.

Percobaan 3. Energi yang tersimpan dalam kapasitor

Menggunakan catur daya, saklar, dan kapasitor.

 Menghubungkan catur daya dengan saklar.


 Saklar dihubungkan dengan kapasitor sesuai dengan gambar 1.4 pada modul.
 Untuk mengukur tegangan pada kapasitor, voltmeter disusun secara paralel dengan
kapasitor. Sebelumnya kapasitor harus dikosongkan terlebih dahulu dengan cara
menghubungsingkatkan antara terminal-terminalnya.
 Untuk mengukur tegangan pada kapasitor, voltmeter disusun secara paralel.
 Rangkaian dinyalakan dan sumber tegangan diberikan sebesar 4 Volt.
 Mencatat tegangan yang terbaca pada voltmeter.
 Setelah beberapa saat saklar dimatikan, besar perubahan tegangan pada voltmeter
diamati.
 Setelah jelas, semua rangkaian dimatikan.
 Terakhir, olah semua data dan jawaban pertanyaan analisa yang terdapat dimodul.

III. DATA DAN PENGOLAHAN DATA


1. Percobaan ke-1

Tabel 3. Data percobaan 1

Vs I VAB = VBC = VAC = Vt = V1 V2 Vx R +R


R 1= ( Ω) R2= (Ω)R x = (Ω) 1 2
(mA) V1 (V) V2 (V) Vx (V) V1 +V2 I I I (Ω)
(V)
2V 14,8 1,33 0,7 2 2,03 89,86 72,30 135,13 162,16

4V 28,63 2,62 1,372 3,99 3,947 = 91,51 47,92 139,36 139,43


3,95
6V 40,2 3,93 1,955 5,892 5,885 = 97,76 48,63 146,57 146,39
5,89

Pengolahan data percobaan 1 (sampel 1)

V t ( 2 V )=V 1 +V 2=1,33+ 0,7=2,03 Volt


V 1,33
R1 ( 2V ) = = x 1000(dari mA ke A)=89,86Ohm
I 14,8

V 0,7
R2 ( 2V ) = = x 1000 ( darimA ke A )=72,297=72,3 Ohm
I 14,8

V 2
R x ( 2 V )= = x 1000 ( dari mA ke A ) =135,135=135,13 Ohm
I 14,8

Rt =R1 + R2=0,08986+ 0,0472972973=0,137157297=0,14 Ohm

2. Percobaan ke-2

Vs I1 (A) I2 (A) I3 It = V V V Rt (Ω)


R 1= (Ω) R 2= (Ω) R x= (Ω)
I1 I2 I3
(Volt) (A) I1 + I 2
(A)
2V 20 41,6 59,2 61,6 0,1 0,0480769231 0,034 0,033
= 0,05
4V 39,53 74,8 110 114,33 0,10118897 0,0534759358 0,0363 0,0347
= 0,101 = 0,053
6V 57,8 113,8 166 171,6 0,103806228 0,0527240773 0,0361 0,0345
= 0,103 = 0,052
Tabel 4. Data percobaan II

Pengolahan data percobaan 2 (sampel 1)

V 2
R1 ( 2V ) = = =0,1Ohm
I 1 20

V 2
R2 ( 2V ) = = =0,0480=0,05 Ohm
I 1 41,6
V 2
R x ( 2 V )= = =0,03378=0,034 Ohm
I 1 59,2

I t ( 2V ) =I 1 + I 2=20+ 41,6=61,6 A

1 1 1
Rt ( 2 V )= = = =0,033 Ohm
1 1 1 1 30
+ +
R1 R2 0,1 0,05

3. Percobaan ke-3

Tabel 5. Data percobaan III

Waktu Pengamatan Kapasitor saat Saklar Dimatikan


T1 4,3 V
T2 3,2 V
T3 2,4 V
T4 1,3 V
T5 0V

Tegangan sumber yang diberikan 4 V.

Tegangan kapasitor sesaat sebelum saklar dimatikan bernilai 4,3 V. Mula-mula kapasitor

dikosongkan dan diberi arus lagi lalu diukur, jadi awalnya 0 pada kapasitornya, nanti lama-

lama tegangannya akan meningkat sampai dia tidak meningkat lagi itu berarti dia

maksimalnya adalah sesuai dengan tegangan sumber yang diberikan. Jika tegangan sumber

yang diberikan adalah 4 volt maka tegangan maksimalnya adalah 4 volt. Lalu diamati apa

yang terjadi setelah diisi muatan, kita perhatikan saklarnya, ternyata ketika saklarnya

dimatikan terdapat juga pada video percobaan, tegangan sumbernya masih mendekati.

IV. PEMBAHASAN
Percobaan modul 1 yang berjudul “Arus searah” memuat tiga percobaan yang berbeda.

Pada percobaan pertama memuat resistor seri sebagai pembagi tegangan. Resistor ini

merupakan komponen elektronika pasif yang paling sering ditemukan pada rangkaian

elektronika dan memiliki nilai resistansi atau hambatan yang berfungsi untuk membatasi

dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian eletronika (Nawali, 2015). Pada rangkaian

elektronika terdapat dua rangkaian seri dan paralel. Rangkaian Seri merupakan salah satu

rangkaian listrik yang disusun secara sejajar (seri) dan berfungsi sebagai metoda pembagi

tegangan pada potensiometer serta kuat arus yang mengalir pada setiap beban adalah sama.

Sedangkan rangkaian seri adalah rangkaian listrik yang disusun secara berderet (paralel)

dan berfungsi untuk mengalirkan arus rangkaian paralel serta digunakan sebagai metoda

pembagi arus pada Rheostat (Vovi, dkk, 2019).

Kapasitor atau kondensator yang digunakan pada percobaan ketiga dilambangkan

dengan huruf "C". Kapasitor merupakan suatu alat yang dapat menyimpan energi/muatan

listrik di dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari

muatan listrik (Supatmi, S, 2010).

Direct Current atau yang biasa disingkat DC adalah tipe arus listrik yang searah.

Sedangkan Alternating Current atau AC merupakan tipe arus listrik bolak-balik. Pada

rangkain listrik DC, tegangan (V) dan arus (I) yang mengalir pada rangkaian tetap,

dihubungkan dengan beban yaitu hambatan (R) yang dirangkai seri, paralel atau majemuk

antara seri sama palalel. Pada rangkaian seri berlaku hambatan pengganti rangkaian secara

seri, arus yang mengalir melewati tiap resistor sama besar, dan besar beda potensial antara
ujung-ujung hambatan berbeda-beda. Lalu, rangkaian listrik DC yang paralel dihubungkan

dengan beban menggunakan sistem paralel. Hambatan pengganti rangkaian paralel adalah

1 1 1 1
= + + …+
R x R 1 R2 Rn

Besar arus yang mengalir melewati masing-masing hambatan berbeda, tetapi besar beda

potensialnya sama besar (Kholifudin, M, 2014).

Nilai hambatan saat pengukuran langsung berbeda dengan nilai hambatan secara

teori. Sebagai contoh nilai hambatan secara teori untuk rangkaian seri R1 50 Ohm dan R2

sebesar 100 Ohm. Sedangkan pada saat pengukuran secara langsung, nilai hambatan pada

rangkaian seri yaitu R1 89,86 Ohm dan R2 72,30 Ohm. Perbedaan nilai tersebut sangat

wajar terjadi karena pada dasarnya setiap pengukuran besaran dalam fisika tidak memiliki

nilai mutlak dan tidak luput dari ketidakpastian. Ketidakpastian yang disebabkan oleh

kesalahan dalam pengukuran. Lalu, pada saat perhitungan data percobaan, angka yang

digunakan adalah angka yang telah dibulatkan agar mudah diolah. Jadi, sangat wajar jika

terdapat perbedaan nilai momen inersia teori dan nilai momen inersia berdasar data

percobaan.

Perhitungan data pada percobaan satu dan percobaan dua menggunakan hukum

Ohm yang menyatakan bahwa beda potensial berbanding lurus dengan kuat arus listrik.

Hukum Ohm dinyatakan oleh persamaan V = I . R dengan V adalah beda potensial, I kuat

arus, dan R adalah hambatan. Dari persamaan tersebut maka hasil perhitungan percobaan

satu dan dua sudah sesuai dengan hukum Ohm.


Tegangan kapasitor sebelum saklar dimatikan akan terus berjalan hingga mencapai

titik maksimalnya. Ketika sebuah kapasitor dihubungkan dengan sumber arus searah maka

dalam beberapa saat akan ada arus listrik yang mengalir masuk ke dalam kapasitor tersebut.

Apabila muatan yang berada di dalam kapasitor sudah penuh, maka aliran arus listrik akan

berhenti. Nilai tegangan akan terus naik secara eksponensial, lalu setelah dalam kurung

waktu yang lumayan lama tegangan akan mencapai puncaknya dan kembali lagi menurun

secara eksponesial atau sedikit demi sedikit. Berkaca dari video pengolahan data maka

sesaat setelah saklar dimatikan tegangannya tidak jauh berbeda dari tegangan sebelum

saklar dimatikan.

Kapasitor tegangan AC memiliki sifat resistansi yang berubah-ubah sesuai dengan

frekuensi kerja dan menimbulkan pergeseran fasa ketika arus 90° mendahului tegangannya.

Siklus kerja kapasitor terdiri dari dua siklus, yaitu siklus pengisian dan pengosongan.

Ketika kedua logam konduktor yang melalui sebuah dielektrikum dialiri oleh sebuah arus

listrik, maka salah satu kaki kapasitor yang menempel pada arus negatif akan mendapat

banyak elektron, sebaliknya pada kaki kapasitor yang menempel pada kutub positif akan

kehilangan banyak elektron. Hal tersebut disebabkan adanya dielektrik yang berada

diantara kedua kaki kapasitor sehingga arus dari muatan positif ke muatan negatif tidak

akan mengalir. Muatan ini akan tertahan (tersimpan) pada kedua ujung dielektrik kapasitor,

pada saat seperti ini kapasitor dalam keadaan siklus pengisian muatan (Chanif, M, M, dkk,

2014).
V. KESIMPULAN

1. Nilai tegangan total pada percobaan satu, yaitu 2,03 Volt pada 14,8 mA, 3,95 Volt pada

28,63 mA, dan 5,89 Volt pada 40,2 mA. Sedangkan pada percobaan kedua, nilai arus

totalnya, yaitu 61,6 A pada 2Volt, 114,33 A pada 4 Volt, dan 171,6 A pada 6 Volt.
2. Nilai hambatan total pada percobaan pertama, yaitu 161,16 Ohm, 139 Ohm, dan 146,39

Ohm. Sedangkan pada percobaan kedua nilai hambatan totalnya ialah 0,033 Ohm,

0,0347 Ohm, dan 0,0345 Ohm.

DAFTAR PUSTAKA
1. Chanif, M, M, dkk,. (2014). Analisa pengaruh penambahan kapasitor terhadap proses

pengisian baterai wahana bawah laut. Surabaya : Institut Teknologi Sepuluh

November.

2. Gideon, S & Saragih, K, P. (2019). Analisis karakteristik listrik arus searah dan arus

bolak-balik. Medan : Regional Development Industry & Health Science, Technology

and Art of Life.

3. Kholifudin, M. (2014). Konsep berpikir anababe sebagai solusi pembelajaran fisika

pada materi listrik dc dan listrik ac di SMA. Diakses tanggal 11 Februari 2021 dari

https://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/fisika/article/view/5394

4. Nawali. (2015).

5. Panjaitan, I. (2017). Laporan praktikum rangkaian arus searah dan nilai statistik

resistansi. Diakses tanggal 11 Februari 2021 dari

https://www.academia.edu/36334272/Laporan_Praktikum_Rangkaian_Arus_Searah_da

n_Nilai_Statistik_Resistansi

6. Sugriwan, I, dkk. (2016). Fabrikasi sistem alat ukur temperatur lapisan buah mangga

dengan menggunakan sensor waterproof lm3. Diakses tanggal 11 Februari 2021 dari

http://ppjp.unlam.ac.id/journal/index.php/f/

7. Nawali, Erixon Dedy; Sherwin R.U.A. Sompie, dan Novi M. Tulung. 2015. Rancang

Bangun Alat Penguras dan Pengisi Tempat Minum Ternak Ayam Berbasis Mikrokontroler

Atmg 16. E-Jurnal Teknik Elektro dan Komputer. Vol.4 No.7.


8. Sumarna. (2018). Bahan kuliah listrik arus searah. Diakses tanggal 11 Februari 2021

dari http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/drs-sumarna-msi-meng/bahan-

kuliah-listrik-arus-searah.pdf.)

9. Supatmi, S. (2010). Kapasitor. Diakses tanggal 11 Februari 2021 dari

https://repository.unikom.ac.id/34122/1/kapasitor.pdf

10. Vovi, dkk. (2019). Karakteristik arus dan tegangan pada rangkaian seri dan rangkaian

paralel dengan menggunakan resistor. Diakses tanggal 11 Februari 2021 dari

https://journal.uncp.ac.id/index.php/computare/article/view/1472

11. Wirdiani, dkk. (2015). Rancang Bangun Aplikasi Pendeteksi Tipe Dan Nilai Resistor

Berbasis Android. Diakses tanggal 11 Februari 2021 dari

file:///C:/Users/user/Downloads/16586-1-31326-2-10-20170711.pdf

Anda mungkin juga menyukai