Anda di halaman 1dari 1

Tempat tidur pasien atau hospital bed dirancang khusus agar pasien merasa nyaman untuk beristirahat

selama masa perawatan di rumah sakit ataupun di rumah. Bedanya pada tempat tidur pasien
mempunyai bagian-bagian yang dapat diatur posisi naik/turun yaitu pada bagian kepala dan bagian kaki,
serta dapat juga diatur ketinggian tempat tidur. Hal ini dapat disesuaikan sesuai kebutuhan pasien dan
kondisi pasien. Hal ini dapat disesuaikan sesuai kebutuhan pasien dan kondisi pasien. Terdapat juga
tempat tidur pasien yang dapat diatur tinggi rendahnya hingga mencapai 20-30cm dari permukaan
lantai. Dalam segi keamanan tempat tidur pasien juga dilengkapi dengan safety rail atau pagar
pengaman pada sisi tempat tidur untuk mencegah pasien jatuh.

Penanganan pasien baru yang datang ke IGD pada saat brankard/tempat tidur tidak tersedia yaitu

1. Petugas triase melakukan pemeriksaan triase dan menentukan kategori triase


2. Jika pasien dinyatakan dalam :
a. Kondisi gawat darurat dan memerlukan tindakan resusitasi segera maka resusitasi dilakukan
di kendaraan yang membawa pasien.
b. Kondisi gawat tidak darurat, maka dokter jaga melakukan pemeriksaan diruangan triase
atau kendaraan yang membawa pasien sehingga dapat memberikan inisial terapi segera
c. Kondisi darurat tidak gawat dan membutuhkan brankard maka dokter jaga melakukan
edukasi kepada keluarga pasien untuk menunggu penanganan selama ± 30 menit dan
melakukan triase ulang setelah melewati setelah melewati waktu tunggu. Jika masih belum
tersedia brankard maka dokter jaga IGD melakukan pemeriksaan di ruang tunggu/ ruang
triase/ kendaraan yang membawa pasien dan memberikan inisial terapi
3. Dokter jaga IGD melakukan pemeriksaan terhadap pasien IGD kemungkinan ada yang bisa
dipulangkan, sudah bisa dipindahkan ke ruang rawat inap/ di rujuk agar brankardnya bisa
digunakan oleh pasien yang baru.