Anda di halaman 1dari 24

DOKUMENTASI KEBIDANAN

“DOKUMENTASI ASUHAN KELUARGA BERENCANA (KB)”

Dosen Pembimbing : Bekti Yuniyanti, S.SiT, M.Kes.

Di susun oleh:
1. Annisa Dwi Indah Lestari (P1337424519041)
2. Fida Anggriyani (P1337424519096)
3. Hanun Qisthia Rahma (P1337424519097)
4. Maghfiroh Solikhah Fitriana (P1337424519047)
5. Nadila Annisa Handayani (P1337424519011)
6. Raisya Dyah Yumna (P1337424519093)
7. Ulya Rahmawati (P1337424519021)

PROGRAM STUDI
D IV KEBIDANAN MAGELANG DAN PROFESI BIDAN
POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
TA 2020/2021
KATA PENGANTAR

PujisyukurataskehadiratTuhan Yang MahaEsa yang


telahmencurahkanrahmatdanhidayah-Nya, sehingga kami
dapatmenyelesaikanmakalahiniuntukmemenuhitugasdarimatakuliah  DOKUMENTA
SI KEBIDANAN denganjudul“DOKUMENTASI ASUHAN KELUARGA
BERENCANA (KB)” inidapatterselesaiakan,
walaupunmengalamiberbagaikesulitan.
            Makalahinidapatterselesaikandenganbaikdantepatwaktu,
selainkarenausahadari kami selakupenulis, melainkan
jugabanyakmendapatbantuandariberbagaipihak.Untukitu kami
mengucapkanterimakasihpadapihak-pihak yang telahmembantukamibaikitudosen
kami dansemuapihak yang telahmembantu kami dalammenyelesaikanmakalahini.
            Kami menyadaribahwamakalahinijauhdarisempurna, untukitu kami
selakupenulismakalahinimengharapkan saran dankritik yang membangun demi
kesempurnaantugas kami selanjutnya.
            Demikian kami selakupenulismakalah,
mohonmaafbiladalampembuatanmakalahiniadahal-hal yang
kurangberkenan.Semogamakalah yang kami
buatinidapatbermanfaatdanbergunabagisemuapihak.

Magelang, 12 Oktober 2020

Penyusun

2
DAFTAR PUSTAKA

KATA PENGANTAR..............................................................................................................................2
DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................................................3
BAB I........................................................................................................................................................3
PENDAHULUAN....................................................................................................................................4
1.1 LATAR BELAKANG............................................................................................................4
1.2 RUMUSAN MASALAH...............................................................................................................4
1.3 TUJUAN................................................................................................................................4
BAB II......................................................................................................................................................4
2.1 KONSEP KB..................................................................................................................................5
2.2 KONTRASEPSI DEPOPROGESTIN............................................................................................6
2.3. KONSEP MANAJEMEN VARNEY..........................................................................................10
BAB III...................................................................................................................................................16
TINJAUAN KASUS..............................................................................................................................16
3.1 Pengkajian Data....................................................................................................................16
Identifikasi Diagnosa/Masalah...........................................................................................................19
Identifikasi Diagnosa / Masalah Potensial..........................................................................................20
Intervensi............................................................................................................................................20
D. PENATALAKSANAAN..........................................................................................................21
BAB IV..................................................................................................................................................23
PENUTUP..............................................................................................................................................23
4.1    Kesimpulan............................................................................................................................23
4.2    Saran......................................................................................................................................23
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................................................24

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Kesehatan reproduksi merupakan bagian penting dari program kesehatan
dan merupakan titik pusat sumber daya manusia mengingat pengaruhnya
terhadap setiap orang dan mencakup banyak aspek kehidupan sejak dalam
kandungan sampai pada kematian. Oleh karena itu pelayanan kesehatan
reproduksi harus mencakup empat komponen esensial yang mampu memberikan
hasil yang efektif dan efisien bila dikemas dalam pelayanan yang terintegrasi.
Salah satu dari empat komponen esensial yaitu Keluarga Berencana.
Pelayanan Keluarga Berencana perlu mendapatkan perhatian yang serius,
karena dengan mutu pelayanan Keluarga Berencana berkualitas diharapkan akan
dapat meningkatkan tingkat kesehatan dan kesejahteraan. Dengan telah
berubahnya paradigma dalam pengelolaan masalah kependudukan dan
pembangunan dari pendekatan pengendalian populasi dan penurunan fertilitas
menjadi pendekatan yang terfokus pada kesehatan reproduksi serta hak
reproduksi, maka pelayanan KB harus menjadi lebih berkualitaas serta
memperhatikan hak – hak dari klien dalam memilih metode kontrasepsi yang
diinginkan. (Buku Panduan Praktik Pelayanan Kontrasepsi, 2003)

1.2 RUMUSAN MASALAH


1. Bagaimana konsep KB ?
2. Apa yang dimaksud KontrasepsiDepoprogestin ?
3. Bagaimana Konsep Manajemen Varney ?
4. Bagaimana Konsep Asuhan Kebidanan dalam kasus Akseptor KB ?

1.3 TUJUAN
2. Untuk mengetahui Konsep KB.
3. Untuk mengetahuipenjelasan mengenaiKontrasepsiDepoprogestin.

4
4. Untuk mengetahui Konsep Manajemen Varney.
5. Untuk mengetahui Konsep Asuhan Kebidanan dalam kasus Akseptor KB.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 KONSEP KB

1. Pengertian
a. KB Secara Umum
Suatu usaha mengatur banyaknya kelahiran sedemikian rupa, sehingga bagi ibu
maupun bayinya dan bagi ayahnya serta keluarga dan masyarakat yang bersangkutan
tidak menimbulkan kerugaian sebagai akibat langsung dari kelahiran tersebut.
b. KB Secara Khusus
Suatu tindakan yang dilakukan untuk mencegah terjadinya pembuahan atau
mencegah pertemuan antara sel mani dan ovarium.(Manuaba , 1998)
2. Jenis Suntikan KB
a. Upyhon Company ( 1958 )
1)Depo provera yang mengandung medoxy progesterone asetat 150mg
2). Cyclofem yang mengandung medoxy progesterone asetat 50 mg dan
komponen estrogen. (Manuaba, 1998)
b. Schering AG ( 1957 )
1)      Suntikan Kombinasi
Jenis suntikan kombinasi adalah
- 25 mg dan 5 mg estradiol spionat. Diberikan injeksi IM sebulan sekali
( cyclofem ).
- 50 mg norition enantat dan 5 mg estradiol valerat. Diberikan secara IM sebulan
sekali.
2)       Suntikan Progestin
- Depo medioksiprogesteron asetat (DMPA); Depo provera injeksi secara IM tiap
3 bulan sekali, mengandung 150 mg DMPA
- Depo noretisteran enantat ( Depo Noristerat ); mengandung 200 mg noretindron
enantat, diberikan setiap 2 bulan sekali untuk suntikan pertama sampai ke empat

5
dan untuk suntikan kelima dan suntikan pertama sampai ke empat dan untuk
suntikan kelima dan selanjutnya berinterval 3 bulan.

2.2 KONTRASEPSI DEPOPROGESTIN

1. Pengertian

Suatu sintesa progesteron yang mempunyai efek seperti progesteron asli


dari tubuh wanita.
2. Mekanisme Kerja
a. Menghambat sekresi hormon – hormon gonadatropin terutam LN sehingga
mencegah ovulasi.
b. Lendir servik menjadi kental dan sedikit, sehingga merupakan barier
terhadap sperma.
c. Membuat endometrium menjadi kurang baik / layak untuk implantasi dari
ovum yang telah dibuahi.
d. Mempengaruhi kecepatan transport ovum di dalam tubafalopi.
3. Efektifitas
Kontrasepsi tersebut memiliki efektifitas yang tinggi dengan 0,3
kehamilan per 100 perempuan per tahun, asal penyuntikannya dilakukan
secara teratur sesuai jadwal yang telah ditentukan.
4. Keuntungan
1. Sangat efektif.
2. Pencegahan kehamilan jangka panjang.
3. Tidak berpengaruh terhadap hubungan suami istri.
4. Tidak mengandung esterogen sehingga tidak berdampak serius terhadap
penyakit jantung dan gangguan pembekuan darah.
5. Sedikit efek samping.
6. Klien tidak perlu menyimpan obat suntik.
7. Dapat digunakan oleh perempuan usia > 35 tahun sampai perimenopause.
8. Mencegah kanker endometrium dan kehamilan ektropik.
9. Menurunkan kejadian penyakit jinak payudara.
10. Mencegah beberapa penyebab penyakit radang panggul.

6
11. Menurunkan krisis anemia bulan sabit ( sickle cell )
5. Keterbatasan
1. Sering ditemukan gangguan haid, seperti :
a. Siklus haid yang memendek atau memanjang.
b. Perdarahan yang banyak atau sedikit.
c. Perdarahan tidak teratur atau perdarahan bercak ( spotting ).
d. Tidak haid sama sekali
2. Klien sangat bergantung pada tempat sarana pelayanan kesehatan (harus
kembali untuk suntikan).
3. Tidak dapat dihentikan sewaktu–waktu sebelum suntikan berikut.
4. Permasalahan berat badan merupakan efek samping tersering.
5. Terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian.
6. Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan infeksi menular
seksual, hepatitis B atau virus HIV.
7. Pada penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan :
a. Kekeringan pada vagina
b. Gangguan emosi (jarang terjadi)
c. Perubahan pada lipit serum.
d. Nervositas, jerawat.
e. Menurunkan libido.
f. Menurunkan kepadatan tulang.
g. Sakit kepala.
6. Efek Samping dan cara penanganan
1. Gangguan Haid
a. Gejala dan keluhan : amenorhea, spoting, metrorrhagia,Menorrhagia
b. Penanggulangan :
- Konseling è akibat pengaruh hormonat tidak berlangsung lama
- Bila ingin haid beri pil KB hari 1 – 11, 3 tablet per hari, selanjutnya 1
tablet per hari selama 5 hari.
2. Depresi ( Jarang terjadi )
a. Gejala dan keluhan : lesu, tidak semangat dalam bekerja.
b. Penanggulangan :
- Konseling è hindari perasaan bersalah.

7
- Pengobatan è terapi psikologis, vitamin.
3. Keputihan
a. Gejala dan keluhan : flour albus yang berlebihan, gangguan rasa
nyaman, tidak berbahaya kecuali ada bau, panas dan gatal.

b. Penanggulangan :
- Konseling è cari penyebab.
- Pengobatan è konsulasi medis, terapi.
4. Jerawat
a. Gejala : timbul jerawat di wajah / badan, dapat infeksi ataupun tidak.
b. Penanggulangan :
- konseling dan vitamin E dosis tinggi
5. Perubahan Libido
a. Gejala : meningkat dan menurunkan libido bersifat dan sulit  dinilai
b. Penanggulangan :
- Pengobatan medis tidak dianjurkan.
6. Perubahan Berat Badan
a. Gejala dan keluhan : berat badan bertambah setelah pemakaian
b. KB karena sifat hormone resisten
7. Indikasi KB Suntik Depoprogestin
1. Usia reproduksi.
2. Nulipara dan telah memiliki anak.
3. Menghendaki kontrasepsi jangka panjang dan yang memiliki
efektifitastinggi.
4. Menyusui dan membutuhkan kontrasepsi yang sesuai.
5. Setelah melahirkan dan tidak menyusui.
6. Setelah abortus atau keguguran.
7. Telah banyak anak, tetapi belum menghendaki tubektomi.
8. Perokok.
9. Tekanan Darah < 180 / 110 mmHg, dengan masalah gangguan
pembekuan darah atau anemia bulan sabit.
10. Menggunakan obat untuk epilepsy atau obat tuberkulosis
11. Tidak dapat memakai kontrasepsi yang mengandung estrogen.

8
12. Sering lupa menggunakan pil kontrasepsi.
13. Anemia defisiensi besi.
14. Mendekati usia menopause yang tidak mau atau tidak boleh
menggunakan pil kontrasepsi kombinasi.

8. Kontra Indikasi
1.        Hamil atau dicurigai hamil.
2.        Perdarahan pervoginam yang belum jelas penyebabnya.
3.        Tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid, terutama amenorea.
4.        Menderita kanker payudara atau riwayat kanker payudara.
5.        Diabetes Melitus disertai komplikasi.
9. Waktu dan menggunakan
1. Setiap saat selama siklus haid, asal ibu tersebut tidak hamil.
2. Mulai hari pertama sampai hari ke 7 siklus haid.
3. Pada ibu yang tidak haid, injeksi pertama dapat diberikan setiap saat,
asalkan saja ibu tersebut tidak hamil. Selama 7 hari setelah suntikan
tidak boleh melakukan hubungan seksual.
4.  Ibu yang menggunakan kontrasepsi hormonal lain dan ingin
menggantikan dengan kontrasepsi suntikan. Bila ibu telah menggunakan
kontrsepsi hormonal sebelumnya secara benar dan ibu tersebut tidak
hamil, suntikan pertama dapat diberikan tidak menunggu sampai haid
berikutnya datang.
5. Bila ibu sedang menggunakan kontrasepsi jenis lain dan ingin
menggantinya dengan jenis kontrasepsi suntikan yang lain lagi,
kontrasepsi yang akan diberikan dimulai pada saat jadwal kontrasepsi
suntikan yang sebelumnya.
6. Ibu yang ingin menggunakan kontrasepsi non hormonal dan ingin
menggantinya dengan kontrasepsi hormonal, suntikan pertama
kontrasepsi hormonal yang akan diberikan dapat segera diberikan, asal
ibu tidak hamil, dan pemberiannya tidak perlu menunggu haid
berikutnya datang. Bila ibu disuntik setelah hari ke 7 haid, ibu tersebut
selama 7 hari suntikan tidak boleh melakukan hubungan seksual.

9
7. Ibu ingin menggantikan AKDR dengan kontrasepsi hormonal. Suntikan
pertama dapat diberikan pada hari pertama sampai hari ke 7 siklus haid
atau dapat diberikan setiap saat setelah hari ke 7 siklus haid, asal saja
yakin ibu tersebut tidak hamil.
8. Ibu tidak haid atau ibu dengan perdarahan tidak teratur. Suntikan
pertama dapat diberikan setiap saat asal ibu tidak hamil, dan selama 7
hari setelah suntikan tidak boleh melakukan hubungan seksual.  
10. Teknik Penyuntikan
1. Injeksi dalampada musculus gluteus maximus atau musculus gleteur
deltoideus.
2. Tidak melakukan masase agar tidak mengurangi keefektifan obat.

2.3. KONSEP MANAJEMEN VARNEY

1.. Pengkajian
1.      Biodata
a.  Nama ibu / suami     : untuk mengetahui identitas,
mengenal/memanggil penderita agar tidak keliru dengan
penderita – penderita lain serta untuk menjaga keakraban.
b. Umur            : untuk mengetahui keadaan ibu apakah termasuk
primi biasa atau primi para tua, deteksi resiko kehamilan.
c. Agama          : untuk mengetahui kepercayaan klien terhadap
agama yang dianutnya dan mengenali hal – hal yang berkaitan
dengan masalah asuhan yang diberikan.
d. Suku bangsa            : untuk mengetahui dari suku mana ibu
berasal dan menentukan cara pendekatan serta pemberian asuhan.
e. Pekerjaan      : untuk mengetahui bagaimana taraf hidup dan
sosial ekonomi klien dan apakah pekerjaan ibu / suami dapat
mempengaruhi kesehatan klien/tidak.
f. Pendidikan   : untuk mengetahui tingkat pengetahuan sebagai
dasar dalam memberikan asuhan/
g. Penghasilan : untuk mengetahui status ekonomi penderita dan
mengetahui pola kebiasaan yang dapat mempengaruhi kesehatan
klien.

10
h. Alamat         : untuk mengetahui tempat tinggal klien dan menilai
apakah lingkungan cukup aman bagi kesehatannya.
i. Alasan datang          : mengetahui alasan klien mengapa datang ke
klinik dan mengetahui bagaimana kondisi saat klien pertama
datang.
j. Riwayat Haid           : untuk mengetahui apakah haidnya
berjalan  normal atau tidak, dan mengetahui keadaan alat kelamin
dalam apakah normal atau tidak.
k. Riwayat kesehatan yang lalu : untuk mengetahui penyakit yang
pernah diderita ibu sebelumnya apakah merupakan kontraindikasi
kontrasepsi suntik atau tidak.
l. Riwayat kesehatan keluarga : untuk mengetahui apakah dalam
keluarga ada yang menderita penyakit menular atau tidak, adakah
penyakit keturunan yang dapat mempengaruhi efektifitas
kontrasepsi.
m. Riwayat pernikahan :untuk mengetahui keadaan kelamin dalam
ibu dan mengetahui berapa lama ibu menikah.
n. Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu :Untuk
mengetahui apakah kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu
berjalan normal atau adakah komplikasi selama kehamilan,
persalinan dan nifas.
o. Riwayat KB             : untuk mengetahui adanya keluhan selama
ibu menjadi akseptor KB dan berapa lama ibu menjadi akseptor
Kb.
p. Pola kebiasaan di rumah : untuk mengetahui bagaimana
kebiasaan ibu di rumah yang dapat mempengaruhi efektifitas dari
kontrasepsi.
2.      Pemeriksaan Umum
Untuk mengetahui keadaan ibu secara keseluruhan.
3. Pemeriksaan Fisik
a. Rambut       : untuk mengetahui apakah rambut ibu tampak
bersih atau kotor, ada kutu atau tidak.

11
b. Kepala        : untuk mengetahui kebersihan, bentuk, adakah
benjolan yang abnormal atau tidak.
c. Mata           : untuk mengetahui apakah konjungtiva anemis,
ikterus pada  sclera.
d. Telinga        : untuk mengetahui kebersihan atau ada pengeluaran
secret dan bentuk kesimetrisannya.
e. Mulut          : untuk mengetahui apakah mukosa bibir kering dan
adakah stromatitis.
f. Leher      : untuk mengetahui apakah ada pembesaran kelenjar
tiroid dan vena jugularis.
g. Perut           : untuk mengetahui apakah ada pembesaran
abnormal.
h. Ekstermitas : untuk mengetahui apakah ada kelainan atau tidak
(polidaktil atau sindaktil), adanya oedema, adakah varices.
i. Integumen : untuk mengetahui kebersihan.

2. Identifikasi Diagnosa/Masalah
Diagnosa : Ny. “....“ P...... Ab....... dengan akseptor baru KB Suntik 3
bulanan, diperoleh dengan didasarkan pada :
1.      Data subyektif
2.      Data Obyektif
3. Identifikasi Masalah Potensial
Masalah potensial yang mungkin terjadi pada kontrasepsi KB Suntik yaitu
efek samping yang ditimbulkan dan keluhan dari pasien.
4. Identifikasi KebutuhanSegera
Menentukan tindakan yang akan segera dilakukan berdasarkan pada masalah
potensial yang terjadi (kolaborasi dengan dokter atau tenaga kesehatan
lainnya).
5. Intervensi
DX                 :   Ny. “....“ P...... Ab....... dengan akseptor baru KB Suntik 3
bulanan g

12
Tujuan            :   Setelah dilakukan asuhan kebidanan diharapkan
ibu mendapatkan pelayanan KB suntik 3 bulanan sesuai
dengan yang diinginkan ibu
Kriteria hasil  :   Ibu dapat menggunakan KB suntik 3 bulanan dan program
KB yang ibu gunakan berhasil sesuai dengan tujuan
Intervensi
1.      Nilai kembali status kesehatan klien
R/  Status kesehatan sangat menentukan ketepatan akan tindakan yang
dilakukan.
2.      Kaji keluhan – keluhan subyektif ibu.
R/  Keluhan yang diungkapkan dapat menjadi parameter untuk
menetukan apakah tindakan boleh dilakukan atau tidak.
3.      Bina hubungan baik dengan ibu.
R/ Persiapan yang baik akan mendukung keberhasilan tindakan yang
akan dilakukan.
4.      Siapkan spuit 3 cc, vial Depoprogestin dan kocok sehingga endapan
bercampur.
R/  Menempatkan kadar homogen sehingga kadar maksimal.
5.      Siapkan ruangan tertutup dan klien.
R/  Ruangan yang aman dan nyaman akan mempermudah prosedur kerja
dan privasi klien dapat terjaga.
6.      Lakukan penyuntikkan secara IM sesuai prosedur.
R/  Tindakan sesuai prosedur akan menekan / mengurangi terjadinya
komplikasi.
7.      Buang alat – alat dan sampah ke tempat yang disediakan
R/     Menjaga kebersihan dan kerapian.
8.      Beritahu klien untuk segera datang ke tenaga kesehatan apabila
dirasakan ada keluhan.
R/  Penanganan yang cepat dan tepat akan menghindari timbulnya
komplikasi yang berlanjut.
9.      Beritahu klien tanggal kembali untuk suntik ulang dan catat di kartu
KB klien.

13
R/  Informasi yang tepat dapat menghindari kesalahan atau kelainan yang
mungkin terjadi.
10.  Ingatkan klien agar kembali tepat waktu untuk suntik ulang.
R/  Untuk menghindari kegagalan kontrasepsi.
11.  Berikan kartu akseptor KB dan minta klien untuk membawanya lagi
saat suntik ulang.
R/ Sebagai tanda bukti dan acuan dalam memberikan petunjuk
penyuntikan berikutnya.      
6.      Implementasi
Pada langkah ini bidan memberikan intervensi langsung baik mandiri
maupun kolaborasi :
1.      Melihat kartu KB ibu untuk mengetahui jenis KB suntik apa yang
dipakai, dan tanggal, waktu untuk kembali suntik. Kaji BB dan
TD ibu.
2.      Menanyakan pada ibu apakah selama menggunakan KB suntik,
ibu merasa ada keluhan atau tidak.
3.      Sapa ibu dengan ramah dan beritahu ibu keadaannya cukup baik
untuk dilakukan suntik KB ulangan.
4.      Mengkocok vial Depoprogestin, disinfeksi tutup vial dengan kapas
alkohol, masukkan larutan Depoprogestin dalam spuit 3 cc,
pastikan tidak ada gelembung udara dalam tabung spuit.
5.      Membeeritahu ibu untuk berbaring telungkup pada tempat tidur
periksa, tutup tirai supaya ibu merassa nyaman dan terlindungi
privasinya.
6.      Mendisinfeksi daerah pantat klien (1/3 sias) dengan kapas alkohol.
Suntikkan secara IM dengan sudut 90 0, lakukan aspirasi,
semprotkan atau suntikkan DMPA secara perlahan – lahan, fiksasi
dengan kapas alkohol kemudian keluarkan jarumnya.
7.      Membuang alat – alat ke tempat yang telah disediakan.
8.      Setelah selesai beritahu ibu untuk segera kembali bila ibu
merasakan keluhan seperti pusing atau lainnya ke tenaga
kesehatan.

14
9.      Mengecek kembali kartu KB ibu, pastikan tanggal ibu kembali
untuk suntik ulang.
10.  Mengingatkan ibu untuk kembali pada tanggal yang telah
ditetapkan untuk suntik ulang dan anjurkan ibu agar tidak
terlambat untuk suntik.
11.  Memberi kembali kartu KB pada ibu dan ingatkan ibu untuk
membawa kembali kartunya bila waktu suntik tiba.
7.      Evaluasi
Pada langkah ini bidan menilai kembali dari seluruh asuhan yang
telah diberikan

15
ASUHAN KEBIDANAN PADA KASUS KELUARGA BERENCANA GPA NY.N

BAB III

TINJAUAN KASUS

3.1 Pengkajian Data

DENGANKASUS :KBSuntik3 Bulan


DI :PuskesmasBojongRawalumbu
Tanggal :8 Oktober 2020
Jam :10.00 WIB
No. Register : 216606           

A.    DATA SUBYEKTIF
1.      Biodata
Nama ibu  : Ny. ”N” Nama suami      :  Tn”K”
Umur : 24 tahun Umur                 :  25 tahun
Agama  : Islam Agama              :  Islam
Suku  : Jawa Suku/Bangsa     : Jawa
Pendidikan  : SMA Pendidikan        : SMA
Pekerjaan : IRT Pekerjaan          : Swasta
Alamatt  : Magelang Alamat              : Magelang
2.      Alasan Datang
Ibu mengatakan ingin menggunakan KB suntik 3 bulan.
3.      Keluhan Utama
Ibu mengatakan tidak ada keluhan
4.      Riwayat Haid
Menarche : 13 tahun
Lama haid : 6- 7 hari

16
Siklus :28 hari
Flour Albus  : Tidak ada
Keluhan  : Tidak ada
HPHT  : 17 Oktober 2011 (UNTUK MENGETAHUI
BAHWA DIA SDG TDK HAMIL)
5.      Riwayat Perkawinan
Nikah : 1x
Lama Nikah : 1,5 tahun
Umur pertama kali nikah  : 22 tahun
Jumlah Anak :1
6.      Riwayat Kesehatan Sekarang
Ibu dalamkeadaansehat, tidak sedang menderita penyakit yang
merupakan kontraindikasi kontrasepsi suntik, seperti : penyakit
jantung dankencingmanis. (FOKUSKAN PD KB SUNTIK
KSAITANNY DG APA)
7.      Riwayat Kesehatan Keluarga
Ibu mengatakan dalam keluarga baik dari keluarga ibu dan suami
tidak ada yang menderita penyakit menurun seperti asma, jantung, darah
tinggi, dan tidak ada yang menderita penyakit menular seperti
hepatitis,malaria, TBC atau  penyakit menular lainnya.
8.      Riwayat Kehamilan, Persalinan dan nifas yang lalu (DIBIKIN KOLOM
MENGGUNAKAN FLOWSIT)
- Kehamilan cukup bulan (9 bulan) periksa kehamilan 5x di BPS,
suntik TT 2x, selama hamil tidak ada kelainan/keluhan.
- Persalinan dilakukan di rumah bidan dan ditolong oleh dokter.
Lahir SC. Ibu melahirkan bayi laki- lakidengan BB lahir 3000
gr (sekarang umur 2 bulan).
- Nifas ibu berjalan normal, bayi dan ibu dalam kondisi sehat, ibu
memberi ASI sendiri kepada bayinya sampai sekarang.
9.      Riwayat KB
Ibumengatakantidakpernahmenggunakankontrasepsiapapun.
10. Pola Kebiasaan Sehari – hari (TDK USAH DIBUAT KOTAK, CUKUP
NARASI SJ KRN GADA MANFAATNYA)

17
POLA Keiasaan
Nutrisi Ibu makan 3x sehari dengan porsi sedikit, terdiri dari
nasi, sayur, lauk, kadang-kadang disertai buah dan
minum  air putih 6-7 gelas / hari
Eliminasi BAB teratur tiap hari (1x tiap pagi) konsistensi lunak
BAK 5x sehari, tidak ada keluhan
Istirahat Ibu tidak bekerja, tidur siang ± 2 jam/hari, jam 13.00-
15.00 WIB dan tidur malam ± 7-8 jam/hari, jam
21.00-04.00 WIB
Personal Ibu mandi 2x sehari, memakai sabun, gosok gigi 2x
Hygiene sehari, ganti baju dan celana dalam tiap habis
mandi,keramas 3x seminggu..
Aktifitas Ibu mengerjakan pekerjaan rumah tangga di
rumahnya seperti mencuci, memasak, membersihkan
rumah
Kebiasaa Ibu tidak merokok atau minum minuman beralkohol,
n bila sakit ibu pergi ke Balai Pengobatan atau
Puskesmas
Waktu luang ibu digunakan untuk menonton TV dan
Rekreasi jalan – jalan bersama suami dan anaknya.

11.  Data psikososial
- Psikologis
Respon Ibu dan keluarga terhadap metode KB yang
digunakan sangat mendukung ibu ikut KB suntik 3 bulanan.
- Sosial (KB 3 BULAN UNTUK KB HORMON ADA ,
BUDAYANY BGMN MASYARA MENGANU KB ITU)
1. Ibu tinggal serumah dengan suami dan anaknya
2. Ibu mengatakan hubungan diantara mereka rukun dan
harmonis
3. Ibu berkomunikasi bersama dengan keluarga
menggunakan bahasa jawa (X salah)
12.  Data sosial budaya

18
Ibu mengatakan dalam keluarganya masih melaksanakan upacara
kehamilannya, namun keluarga tidak ada yang melarang ibu untuk makan
makanan tertentu selama hamil dan di keluarga tidak percaya dengan
tahayul.

B.     DATA OBYEKTIF
1.      Pemeriksaan Umum :
Keadaan Umum          : Baik
Kesadaran                   : Composmentis.
Tekanan Darah           : 130/90 mmHg        
Nadi                            : 80 x/menit
Berat Badan                : 48,5 kg      
Tinggi Badan : 153 cm       
Respirasi Rate           : 20 x/ menit (TTV JDI SATU BARU DI
BWAHNYA BB DAN TB)
2.      Pemeriksaan Fisik : (MULAI DRI HEAD TO TOE
¨      Inspeksi :
Ø  Rambut : Bersih, hitam dan lurus.
Ø  Kepala : Bersih, tidak tampak benjolan abnormal.
Ø  Wajah : Tidak pucat, tidak ada oedema
Ø  Mata : Simetris, konjungtiva tidak anemis, sklera tidak
ikterus.
Ø  Telinga : Simetris, bersih, tidak ada pengeluaran sekret.
Ø  Mulut : Mukosa bibir tidak kering, tidak
ada Stomatitis, gigi tidak caries.
Ø  Leher :Tidak tampak pembesaran tyroid,
vena Jugularis dan kelenjar limfe
Ø  Payudara :Simetris
Ø  Abdomen :Bersih, tidak tampak pembesaran
abnormal, tidak ada luka bekas operasi.
Ø  Ekstermitas : Atas dan bawah normal, tidak ada kelainan.
Ø  Integumen : Bersih
¨      Palpasi :

19
Ø  Leher                   :Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid
dan pembesaran kelenjar limfe
Ø  Payudara :Lembek, tidak ada benjolan abnormal, tidak ada
nyeri tekan.
Ø  Perut :Tidak ada pembesaran uterus, dan tidak ada
nyeri tekan.
PEMERIKSAAN PENUNJANG (TAMBAHKAN PP TES BAHWA
PASIEN MMG TIDAK SDG HAMIL DLM
MELAKUKAN PEMASSANGAN KB)
C. ANALISA

Identifikasi Diagnosa/Masalah

Dx : Ny. “N” G1 P1001 Ab000  Akseptor Baru = YG BARU MEMAKAI


KB. KB suntik 3  bulan.

IdentifikasiDiagnosa / MasalahPotensial

Tidak ada
IdentifikasiKebutuhanSegera  
Tidak Ada
  

D. PENATALAKSANAAN

1. Memberitahuibutentanghasilpemeriksaan, yaituBB:48,5 kg, TB:150


cm,TD: 130/90 mmHg. Ibumengertimengenaihasilpemeriksaan.
2. Menyapa  ibu dengan ramah dan beritahu ibu keadaannya cukup baik
untuk dilakukan suntik KB. Ibu mengerti keadaanya baik dan boleh
untuk dilakukan suntik KB
3. PENKES PRE
4. IBU SETUJU MELAKUKAN PEMASANGAN KB SUNTIK 3
BULAN
5. Kocok vial KB suntik 3 bulanan, disinfeksi tutup vial dengan kapas
alkohol, masukkan larutan KB suntik dalam spuit 3 cc, pastikan tidak

20
ada gelembung udara dalam tabung spuit. Telah dilakuksan
menempatkan kadar homogen hingga kadar maksimal. (SDH
MASUK PADA BGMN KB SUNTIK DILAKUKAN)
6. PENKES PRA
7. Beritahu ibu untuk berbaring telungkup pada tempat tidur periksa,
tutup tirai supaya ibu merassa nyaman dan terlindungi privasinya. Ibu
berbaring tengkurap, ruangan aman dan nyaman dan privasi klien
terjaga.
8. Mendisinfeksi daerah pantat klien (1/3 sias) dengan kapas alkohol.
Suntikkan secara IM dengan sudut 90 0, lakukan aspirasi, semprotkan
atau suntikkan DMPA secara perlahan – lahan, fiksasi dengan kapas
alkohol kemudian keluarkan jarumnya.Penyuntikantelahdilakukan.
9. MenjelaskanpadaibutentangkeuntunganKBsuntik 3
bulanyaitusangatefektif, pencegahankehamilanjangkapanjang,
tidakmempengaruhiterhadaphubunganseksual,
klientidakperlumenyimpanobat.
IbumengertitentangkeuntunganKBsuntik 3 bulan.
10. MemberitahuibumengenaiefeksampingKB suntik3
bulanyaitusakitkepala, kenaikanBB, payudaranyeri, perdarahan,
danmenstruasitidakteratur.IbumengertimengenaiefeksampingdariKBs
untik 3 bulan.
11. Setelah selesai penyuntikan beritahu ibu untuk segera kembali bila
ibu merasakan keluhan seperti pusing atau lainnya ke tenaga
kesehatan. Ibubersediadatangketenaga kesehatanapabilaadakeluhan.
12. Melihat kembali kartu KB ibu, pastikan tanggal ibu kembali untuk
suntik ulang. (tanggal 10 Januari 2012) dan meganjurkan ibu agar
tidak terlambat untuk suntik. Ibu akan kembali suntik ulang
tanggal 10 januari 2012 dan tidak akan terlambat.
13. Memberi kembali kartu KB pada ibu dan ingatkan ibu untuk
membawa kembali kartunya bila waktu suntik tiba. Ibu akan kembali
suntik ulang dengan membawa kembali kartu KB.

21
BAB IV

PENUTUP

4.1    Kesimpulan

Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan. Upaya


ini dapat bersifat sementara atau permanent. Kontrasepsi suntik di Indonesia
merupakan salah satu kontrasepsi yang popular. Jenis suntikan progestin
adalah Depo medioksiprogesteron asetat (DMPA) injeksi secara IM tiap 3 bulan
sekali, mengandung 150 mg DMPA.
Setelah dilakukan Asuhan Kebidanan pada Ny. “N“
P1001 Ab000 dengan Akseptor baru KB suntik 3 bulanan, penulis
menyimpulkan tidak ada kesenjangan antara teori dan kasus di lapangan baik
dalam pengkajian, pemeriksaan maupun konseling sehingga Asuhan Kebidanan
yang diberikan baik secara mandiri maupun kolaborasi bisa membawa klien pada
kenyamanan dan kepuasan klien.

4.2    Saran

1.      Bagi petugas kesehatan :


a. Diharapkan dalam memberikan asuhan / pelayanan kesehatan sesuai
dengan kebutuhan klien.
b. Diharapkan petugas mempunyai pengetahuan dan kemampuan serta
ketrampilan dalam melakukan tindakan asuhan kebidanan pada klien.

22
c. Memberi waktu kepada klien dan keluarga untuk bertanya serta
memberikan keterangan dan informasi yang jelas dan tepat.
2.      Bagi Keluarga :
a. Keluarga diharapkan selalu bekerjasama dengan petugas kesehatan dalam
proses pelayanan kesehatan sehingga asuhan dapat berjalan dengan baik.
b. Melaksanakan saran dan petunjuk yang diberikan oleh petugas kesehatan.
c. Segera datang / memeriksakan diri kepada petugas kesehatan jika
mengalami suatu kelainan atau ketidaknyamanan.

DAFTAR PUSTAKA

Manuaba, Ida Bagus Gede.2000. Ilmu Kebidanan dan Keluarga


Berencana.  Jakarta: EGC.
Prawirohardjo Sarwono. 2003. Buku Acuan Pelayanan Kesehatan
Maternal. Yayasan Bina Pustaka.:Jakarta.
Saifuddin Bari.A. 2001.Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi.Jakarta:
YBP-SP.
Hartono, Hanafi. 2004. Keluarga Berencana dan Kontrasepsi. Jakarta : Pustaka
Sinar Harapan
http://aouraito.blogspot.com/2015/04/makalah-tentang-pendokumentasian-kb_14.htm
http://artiasofftiyani.blogspot.com/2015/10/makalah-asuhan-kebidanan-pada-
akseptor.html

23
24