Anda di halaman 1dari 11

FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA)

 UNIT KERJA : LABORATORIUM

 TIM FMEA :
1. Pimpinan Tim : dr Elizabeth Vea Noveria ( PMKP Puskesmas)
2. Anggota : Yenny Nurliyani ( Ketua Pokja UKP)
3. Notulen : Fitri Hidayati ( petugas Laboratorium)

 Tujuan Pembentukan Tim FMEA :

Melakukan penilaian, analisis dan menyusun rekomendasi perbaikan terhadap prosedur


pelayanan Laboratorium

 Tanggung Jawab Tim :


1. Melakukan analisis
2. Menyusun rekomendasi perbaikan
3. Melaksanakan perbaikan prosedur jika ada
I. ALUR PROSES YANG DIANALISA : PROSEDUR PELAYANAN LABORATORIUM

Pasien Pasien
Daftar Di membawa
Pendaftaran rujukan

Tidak

Ya
BP KIA

Laboratorium RUJUKAN INTERNAL

Identifikasi
Pasien

Memenuhi kriteria Tidak memenuhi


kriteria

Pasien mengisi
informed
consent

Tidak
Setuju
Setuju

Petugas melakukan
pengambilan sampel

Petugas melakukan
prosedur pemeriksaan

Petugas melakukan
validasi dan verifikasi

Petugas melakukan
pencatatan hasil
Bukan Nilai
Kritis

Petugas Kembali kepada


melakukan perujuk
klasifikasi hasil

Nilai kritis
 Proses yang dianalisa : Prosedur pelayanan Laboratorium

3. tulisan tidak terbaca


Pasien Daftar Pasien 4. rujukan internal tidak lengkap
Di membawa 5. salah menceklis jenis pemeriksaan
Pendaftaran rujukan

1. .kesalahan penulisan Tidak


identitas pasien
2. form permintaan lab
tertukar Ya
BP KIA

Laboratorium RUJUKAN INTERNAL

Identifikasi
Pasien

Memenuhi kriteria Tidak memenuhi


kriteria

Pasien mengisi
informed
consent

Tidak
Setuju
Setuju

6 .kesalahan Teknik pengambilan sampel


Petugas melakukan 7. kesalahan pelabelan
pengambilan sampel 8. darah beku atau lisis
9.sampel tertukar

Petugas melakukan
prosedur pemeriksaan
10. kesalahan prosedur
11. tidak tepat volume
12. penangan specimen salah
Petugas melakukan 13. alat tidak akurat/blm dikalibrasi
validasi dan verifikasi

Petugas melakukan 14. kesalahan pencatatat


pencatatan hasil
Bukan Nilai
Kritis

Petugas Kembali kepada


melakukan perujuk
klasifikasi hasil

Nilai kritis

15.tidak mengklasifikasikan hasil


16. tidak melakukan prosedur
pelaporan nilai kritis
II. TUJUAN MELAKUKAN ANALISIS
Analisis FMEA di laboratorium dilakukan untuk mengenali / mendeteksi kegagalan/ kesalahan yang
mungkin akan timbul serta akibatnyadan mengenali penyebab terjadinya sebelum menjadi masalah yang
berbahaya di Laboratorium bagi pasien dan karyawan.

III. IDENTIFIKASI AKIBAT JIKA TERJADI FAILURE MODE UNTUK TIAP-TIAP


FAILURE MODE
N FAILURE MODE EFECT/AKIBAT
O
1 Kesalahan penulisan identitas Bisa mengakibatkan tertukarnya hasil
pasien
2 Form permintaan lab tertukar Bisa mengakibatkan tertukarnya hasil
3 Tulisan tidak terbaca Bisa mengakibatkan kesalahan identifikasi jenis
pemeriksaan
4 Rujukan internal tidak lengkap Bisa mengakibatkan kesalahan identifikasi jenis
pemeriksaan, kesalahan identifikasi pasien
5 Kesalahan menceklis jenis Dapat mengakibatkan kesalahan identifikasi jenis
pemeriksaan pemeriksaaan dan melakukan pemeriksaan yang
tidak diperlukan
6 Kesalahan Teknik pengambilan Dapat mengakibatkan sampel menjadi tidak
sampel representative (beku, lisis) sehingga
mengakibatkan hasil tidak akurat
7 Kesalahan pelabelan Dapat mengakibatkan sampel tertukar
8 Darah beku atau lisis Dapat mengakibatkan hasil tidak akurat
9 Sampel tertukar Dapat mengakibatkan hasil tertukar
10 Kesalahan prosedur Dapat mengakibatkan hasil tidak akurat
11 Tidak tepat volume Dapat mengakibatkan hasil tidak akurat
12 Salah menangani spesimen Dapat mengakibatkan sampel menjadi tidak
representative dan hasil tidak akurat
13 Alat tidak akurat karena belum Dapat mengakibatkan hasil salah
dikalibrasi
14 Kesalahan pencatatat Dapat mengakibatkan hasil yang dikeluarkan salah
15 Tidak mengklasifikasikan hasil Dapat mengakibatkan telatnya penanganan medis
berdasarkan nilai kritis terhadap pasien yang hasil pemeriksaan nya kritis
16 Tidak melakukan prosedur Dapat mengakibatkan telatnya penanganan medis
pelaporan nilai kritis terhadap pasien yang hasil pemeriksaan nya kritis

IV. IDENTIFIKASI PENYEBAB DARI TIAP FAILURE MODE DAN UPAYA YANG
TELAH DILAKUKAN UNTUK MENGATASI FAILURE MODE

N FAILURE MODE PENYEBAB UPAYA YANG ADA


O
1 Kesalahan penulisan Petugas kurang banyak
identitas pasien menggali
2 Nama sama, pasien banyak, Melengkapi identitas pasien
Form permintaan lab
identitas pasien kurang di form permintaan
tertukar
lengkap pemeriksaan
3 Menghubungi perujuk untuk
Tulisan tidak terbaca Menulis terburu-buru
mengkonfirmasi
4 Rujukan internal tidak
lengkap
5 Kesalahan menceklis Menghubungi perujuk untuk
Menulis terburu-buru
jenis pemeriksaan mengkonfirmasi
6 Revisi SOP dan
Kesalahan Teknik
Tidak mengikuti SOP meningkatkan kompetensi
pengambilan sampel
petugas
7 Revisi SOP dan
Kesalahan pelabelan Tidak mengikuti SOP meningkatkan kompetensi
petugas
8 Memastikan adanya EDTA
Tidak memasukan EDTA pada tabung sebelum
Darah beku atau lisis
pada tabung darah melakukan pengambilan
darah
9 Memastikan identitas pada
Sampel tertukar Kesalahan Pelabelan
label sesuai
10 Revisi SOP dan
Kesalahan prosedur Tidak mengikuti SOP meningkatkan kompetensi
petugas
11 Revisi SOP dan
Tidak tepat volume Tidak mengikuti SOP meningkatkan kompetensi
petugas
12 Revisi SOP dan
Salah menangani
Tidak mengikuti SOP meningkatkan kompetensi
spesimen
petugas
13 Belum ada MOU antara
Alat tidak akurat karena
pihak kalibrasi dan Pembuatan MOU
belum dikalibrasi
puskesmas
14 Petugas Kelelahan dan tidak
Kesalahan pencatatat Penambahan SDM
konsentrasi
15 Tidak
mengklasifikasikan hasil
berdasarkan nilai kritis
16 Tidak melakukan
prosedur pelaporan nilai
kritis

V. PERHITUNGAN RPN

TAHAPA S
O D RPN
(KEMUNGKI (KEMUNGKI
N FAILURE MODE AKIBAT (SEVERITY
NAN NAN (SxOx
PROSES )
TERJADI) DIDETEKSI) D)
Kesalahan Bisa
III penulisan mengakibatkan 10 6 2 120
identitas pasien tertukarnya hasil
Form Bisa
V permintaan lab mengakibatkan 5 4 2 40
tertukar tertukarnya hasil
VI Tulisan tidak Bisa 2 6 2 24
terbaca mengakibatkan
kesalahan
identifikasi jenis
pemeriksaan
Bisa
mengakibatkan
kesalahan
Rujukan
identifikasi jenis
IV internal tidak 2 5 10 100
pemeriksaan,
lengkap
kesalahan
identifikasi
pasien
Dapat
mengakibatkan
kesalahan
Kesalahan identifikasi jenis
XIV menceklis jenis pemeriksaaan 2 2 2 8
pemeriksaan dan melakukan
pemeriksaan
yang tidak
diperlukan
Dapat
mengakibatkan
sampel menjadi
Kesalahan tidak
Teknik representative
XV 2 4 1 8
pengambilan (beku, lisis)
sampel sehingga
mengakibatkan
hasil tidak
akurat
Dapat
Kesalahan
VII mengakibatkan 10 2 1 20
pelabelan
sampel tertukar
Dapat
Darah beku atau mengakibatkan
XIII 2 1 5 10
lisis hasil tidak
akurat
Dapat
VIII Sampel tertukar mengakibatkan 10 2 1 20
hasil tertukar
Dapat
Kesalahan mengakibatkan
IX 5 2 2 20
prosedur hasil tidak
akurat
Dapat
Tidak tepat mengakibatkan
X 5 2 2 10
volume hasil tidak
akurat
Dapat
mengakibatkan
Salah sampel menjadi
XVI menangani tidak 2 2 1 4
spesimen representative
dan hasil tidak
akurat
I Alat tidak Dapat 10 6 3 180
akurat karena mengakibatkan
belum
hasil salah
dikalibrasi
Dapat
mengakibatkan
Kesalahan
II hasil yang 9 5 3 135
pencatatat
dikeluarkan
salah
Dapat
mengakibatkan
Tidak telatnya
mengklasifikasi penanganan
XI kan hasil medis terhadap 5 1 2 10
berdasarkan pasien yang
nilai kritis hasil
pemeriksaan nya
kritis
Dapat
mengakibatkan
Tidak telatnya
melakukan penanganan
XII prosedur medis terhadap 5 1 2 10
pelaporan nilai pasien yang
kritis hasil
pemeriksaan nya
kritis

VI. FAILURE MODE YANG AKAN DISELESAIKAN


Bedasarkan nilai RPN diambil cut off point 1 sampai 5

S O D RPN
N
O
FAILURE MODE AKIBAT (SEVERITY (KEMUNGKINA (KEMUDAHA (SxOxd %
) N TERJADI) N DIDETEKSI) )

1 Alat tidak akurat Dapat


karena belum mengakibatka 10 6 3 180
dikalibrasi n hasil salah
Dapat
mengakibatka
Kesalahan
2 n hasil yang 9 5 3 135
pencatatat
dikeluarkan
salah
Bisa
Kesalahan
mengakibatka
3 penulisan identitas 10 6 2 120
n tertukarnya
pasien
hasil
Bisa
mengakibatka
n kesalahan
identifikasi
Rujukan internal
4 jenis 2 5 10 100
tidak lengkap
pemeriksaan,
kesalahan
identifikasi
pasien
5 Form permintaan Bisa 5 4 2 40
lab tertukar mengakibatka
n tertukarnya
hasil
Bisa
mengakibatka
Tulisan tidak n kesalahan
6 2 6 2 24
terbaca identifikasi
jenis
pemeriksaan
Dapat
Kesalahan mengakibatka
7 10 2 1 20
pelabelan n sampel
tertukar
Dapat
8 Sampel tertukar mengakibatka 10 2 1 20
n hasil tertukar
Dapat
Kesalahan mengakibatka
9 5 2 2 20
prosedur n hasil tidak
akurat
Dapat
Tidak tepat mengakibatka
10 5 2 2 10
volume n hasil tidak
akurat
Dapat
mengakibatka
n telatnya
Tidak
penanganan
mengklasifikasika
medis
11 n hasil 5 1 2 10
terhadap
berdasarkan nilai
pasien yang
kritis
hasil
pemeriksaan
nya kritis
Dapat
mengakibatka
n telatnya
Tidak melakukan penanganan
prosedur medis
12 5 1 2 10
pelaporan nilai terhadap
kritis pasien yang
hasil
pemeriksaan
nya kritis
Dapat
Darah beku atau mengakibatka
13 2 1 5 10
lisis n hasil tidak
akurat
14 Kesalahan Dapat 2 2 2 8
menceklis jenis mengakibatka
pemeriksaan n kesalahan
identifikasi
jenis
pemeriksaaan
dan
melakukan
pemeriksaan
yang tidak
diperlukan
Dapat
mengakibatka
n sampel
menjadi tidak
Kesalahan Teknik
representative
15 pengambilan 2 4 1 8
(beku, lisis)
sampel
sehingga
mengakibatka
n hasil tidak
akurat
Salah menangani Dapat
spesimen mengakibatka
n sampel
menjadi tidak 2 2 1 4
representative
dan hasil tidak
akurat

VII. RENCANA TINDAK LANJUT UNTUK MENGATASI FAILURE MODE

TAHAPA RPN KEGIATAN YANG


FAILURE PENANGGUN WAKT
N AKIBAT S O D (SxOx DIREKOMENDASIK
MODE G JAWAB U
PROSES D) AN

 Pembuatan MOU Kapus


Alat tidak dengan pihak
akurat yang
Dapat melaksanakan
karena
I mengakibatk 10 6 3 180 kalibrasi
belum  Membuat jadwal
an hasil salah PJ Lab
dikalibras kalibrasi alat dan
i maintenance
secara rutin
Kesalaha  Petugas lebih Petugas
n teliti dalam Lab
Dapat mengisi form
pencatata mengakibatk hasil
II t an hasil yang 9 5 3 135 pemeriksaan
dikeluarkan  Penambahan
salah SDM
 Memperbaiki
SOP
Kesalaha Bisa Petugas
n mengakibatk  Membuat daftar Lab
tilik kesesuaian
III penulisan an 10 6 2 120
identifikasi
identitas tertukarnya pasien
pasien hasil
IV Rujukan Bisa 2 5 10 100  Konfirmasi ulang Petugas
internal mengakibatk ke Lab
pengirim/pemeri
tidak an kesalahan ksa
lengkap identifikasi  Memperbaiki
jenis SOP rujukan
pemeriksaan, internal
kesalahan laboratorium
identifikasi
pasien
Bisa Petugas
Form  Konfirmasi ulang Lab
mengakibatk
permintaa ke
V an 5 4 2 40
n lab pengirim/pemeri
tertukarnya ksa
tertukar
hasil

VIII. PELAKSANA KEGIATAN DAN EVALUASI


Dalam lembar terpisah……………….NARASI

IX. PROSEDUR YANG BARU SEBAGAI HASIL DARI ANALISI FMEA : PELAYANAN
LABORATORIUM
1. Dokter mengisi form permintaan pemeriksaan laboratorium dengan lengkap yang berisi :
a. Nama Pasien
b. Status Pasien
c. Umur dan Jenis Kelamin Pasien
d. Alamat Pasien
e. Nomor Rekam Medis Pasien
f. Diagnosa
g. Poli Pengirim
h. Jenis Pemeriksaan
i. Tanggal
j. Dokter Pemeriksa
k. Tanda Tangan
2. Apabila ditemukan tulisan yang kurang jelas petugas mengkonfirmasi ulang ke
pengirim/pemeriksa
3. Pasien membawa formulir permintaan pemeriksaan dari dokter/pemeriksa ke ruang
laboratorium
4. Petugas menerima form permintaan, kemudian mencatat di buku register laboratorium
5. Petugas memanggul pasien
6. Petugas mengkonfirmasi identitas pasien melalui daftar tilik yang ada
7. Petugas menjelaskan mengenai jenis pemeriksaan yang akan dilakukan serta meminta
persetujuan tindakan melalui informed consent. Jika pasien setuju,
8. Petugas menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan
9. Petugas melakukan pengambilan specimen
10. Petugas memberi label identitas pada specimen
11. Petugas melakukan pemeriksaan specimen sesuai dengan jenis specimen
12. Petugas melakukan validasi hasil pemeriksaan laboratorium
13. Petugas melakukan peng-inputan hasil pemeriksaan pada format yang telah disediakan pada
e-puskesmas dan mencatat di buku register laboratorium
14. Petugas memberikan hasil pemeriksaan laboratorium kepada dokter pemeriksa untuk
diserahkan ke pasien
15. Setiap periode tertentu dilakukan kalibrasi alat dan maintenance untuk memastikan alat dapat
bekerja dengan baik

Sumedang, 16 Juli 2019


Wakil Manajemen Mutu/Ketua Ketua Tim FMEA
Tim Mutu UPT Puskesmas
(……………………….) (……………………….)
NIP…………………… NIP……………………

Mengetahui
Ka. UPTD Puskemas Sukamantri

(……………………….)
NIP……………………

Anda mungkin juga menyukai