Anda di halaman 1dari 10

Natasya Azizah Sugondo Puteri

XMIPA1-22
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

ALIRAN ENERGI DALAM EKOSISTEM

A. Tujuan Kegiatan
Peserta didik dapat menganalisis rantai makanan dan jaring-jaring makanan dalam ekosistem
B. Teori
Tingkatan trofik memberikan kerangka yang sederhana untuk mengerti aliran energi
melalui ekosistem, sehingga dapat menentukan tingkatan trofik dalam ikatan kimia tertentu
dengan memperhatikan tingkatan trofik beberapa kali perpindahan energi tersebut mulai dari
tumbuhan (Hadisubroto, 1989:154). Energi akan diterukan dari satu organisme yang lain yang
secara tetap dan sedikit demi sedikit akan hilang dari kehidupan.
Tiap-tiap hubungan dalam rantai makanan menunjukan apa yang dia makan, hal inilah
yang kan menunjukan tingkatan suatu organisme dalam level trofik di suatu ekosistem. Rantai
makanan ini dapat dibedakan dalam 3 macam, yaitu: Rantai predator dimulai dari herbivora,
karnivora dan omnivore, rantai parasitis terjadi bila energi yang hilang dari binatang yang
ukuran tubuhnya lebih besar dipindahkan kepada hewan yang lebih kecil, dan rantai detrivora
energi dari sinar matahari dipindahkan dari materi organik tidak hidup kepada hewan-hewan,
jamur dan mikroorganisme,

C. Pertanyaan

Perhatikan gambar di bawah ini untuk menjawab pertanyaan no. 1-3!


GambarA
GambarB

Gambar C

1. Jelaskanperbedaanantararantaimakanan,jaring-jaringmakanan,danpiramidamakanan
berdasarkan gambar di atas!

Piramida makanan adalah bentuk piramida yang menggambarkan perbandingan


biomassa dan energi dari produsen sampai konsumen tertinggi dalam suatu
ekosistem. Rantai makanan adalah peristiwa makan dan dimakan dalam ekosistem
dan biasanya rantai makanan hanya berada dalam satu arah. Jaring-jaring
makanan adalah rantai-rantai makanan yang saling tumpang tindih di dalam
ekosistem singkatnya jaring-jaring makanan merupakan kumpulan dari beberapa rantai
makanan yang saling terkait.

2. Sebutkan tingkat trofik pada rantai makanan yang terdapat pada gambar C di atas!
- Produsen (tingkat trofik 1)
- Konsumen 1 (tingkat trofik 2)
- Konsumen 2 (tingkat trofik 3)
- Konsumen 3 (tingkat trofik 4)
3. Buatlah piramida makanan serta tingkatan trofik dari ekosistem hutantropis
-Jawaban tertera pada foto
4. Buatlah aliran energi berdasarkan ekosistemtersebut
5. Jelaskan 3 jenis piramidaekologi!
Piramida yang umumnya berhubungan dengan struktur tropi yang dapat diukur dengan energi
yang ditangkap per satuan luas per satuan waktu tertentu atau hasil bawaan berupa jumlah
individu/biomassa suatu populasi pada waktu tertentu. Jenis piramida ekologi :

1. Piramida jumlah  oleh Elton 1927 menggambarkan hubungan kepadatan populasi di


antara tingkat tropi. Jumlah produsen (tingkat tropik 1) lebih banyak dari konsumen 1
(tingkat tropik 2) dan juga T.tropik 2 lebih banyak dari konsumen 2 (tingkat tropik 3)
dan seterusnya. Pola ini dapat didiagramkan dalam bentuk piramida.
2. Pidamida Biomassa  bentuknya semakin kecil untuk setiap tingkat tropik dan bentuk
piramida biomassa dapat berubah-ubah tergantung iklim. Biomassa total ialah jumalh
berat kering dari seluruh organisme dalam suatu ekosistem.
3. Piramida Energi  Terjadi penurunan energi yang tersedia untuk setiap tingkat tropik.
Jumlah energi yang tersedia pada produsen lebih besar dibandingkan dengan persediaan
energi pada tingkat tropik herbivore dan seterusnya. Biasanya dinyatakan dalam
kalori/kilokalori per satuan luas per tahun.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
SIKLUS BIOGEOKIMIA

Tujuan :
1. Siswa mampu mengetahui siklusBiogeokimia
2. Siswa mampu menjelaskan siklusBiogeokimia
Petunjuk

1. Bacalah materi yang sudah diberikan tentang Siklus Air, Siklus Karbon dan
Oksigen, Siklus Nitrogen, Siklus Sulfur, Siklus Fosfor.
2. Jawablah pertanyaan berikut di bawah ini

1. Siklus Air
a. Dengan mengamati gambar siklus air, deskripsikan bagaimana air beredar di
permukaan bumi.
Siklus hidrologi merupakan siklus atau sirkulasi air yang berasal dari Bumi kemudian menuju
ke atmosfer dan kembali lagi ke Bumi yang berlangsung secara terus menerus. Karena
bentuknya memutar dan berlangsung secara terus-menerus inilah yang menyebabkan air seolah-
olah tidak pernah habis . Berdasarkan gambar bisa kita lihat bahwa siklus air dimulai
dari lautan, air di laut kemudian mengalami evaporasi. Evaporasi terjadi karena adanya sinar
matahari yang memberikan energi panas, sehingga terjadi penguapan air laut (Evaporasi). Pada
proses evaporasi terjadi perubahan bentuk air yang awalnya cair menjadi uap air, uap air ini
lama-kelamaan akan berkondensasi membentuk awan. Kemudian awan tertiup ke daerah
pegunungan, saat awan jenuh dengan uap air maka uap air akan diubah menjadi titik air
kemudian menjadi hujan. Air hujan turun ke bumi, kemudian air hujan mengalir di
permukaan tanah yang selanjutnya air hujan akan mengalir ke laut dan terjadi kembali
proses evaporasi, begitu seterusnya.

b. Cobalah lakukan analisis dengan menggunakan siklus air mengapa banjir dan
kekeringan dapat terjadi. Bagaimanakah solusinya?
Banjir terjadi karena adanya gangguan terhadap siklus air. Dalam prosesnya, siklus hidrologi
memerlukan vegetasi sebagai agen penahan aliran air. Mengapa aliran air perlu ditahan?
Lalu bagaimana peran vegetasi dalam menangani gangguan siklus air?
Pada saat musim penghujan, presipitasi air terjadi dengan intensitas yang tinggi. Air yang
turun melalui proses presipitasi akan mengalami infiltrasi atau perkolasi dan sebagiannya
lagi akan mengalir di permukaan (run off). Vegetasi memiliki kemampuan menyerap air
melalui perbedaan tekanan osmotik akar dengan tanah, sehingga air yang terdapat dalam
pori-pori tanah sebagian masuk ke dalam perakaran vegetasi.
Pada saat musim kemarau, air evaporasi air terjadi dengan intensitas yang tinggi. Hal
tersebut dapat mengakibatkan kadar air tanah menjadi berkurang dan membuat lingkungan
menjadi lebih kering. Namun keberadaan vegetasi dapat mengurangi intensitas evaporasi
dengan mekanisme fisiologi vegetasi akibat adanya rangsangan kekeringan.
Ketiadaan vegetasi dalam siklus air dapat menyebabkan genangan permukaan (banjir).
Genangan permukaan terjadi karena pori-pori tanah telah mencapai titik jenuh untuk
menampung air akibat infiltrasi air dalam jumlah besar saat musim penghujan.
Solution:
Diperlukan penanganan khusus terkait penyelesaian permasalahan banjir baik dari sisi gaya
hidup masyarakat maupun sisi kebijakan pemerintah. Salah satu faktor yang mempengaruhi
gaya hidup terkait lingkungan masyarakat adalah media, khususnya media kehutanan.
Keberadaan media mengenai air, hutan dan lingkungan dapat mempengaruhi pola pikir
masyarakat terlebih bila berita dalam media tersebut viral di internet. Terkadang manusia
sendirilah yang mengacaukan system alam, namun ada salah satu hokum yang menyebutkan
bahwa ‘nature knows best’ and ‘there is no such thng as a free lunch’. Dimana alam selalu
akan menuju kepada keadaan equilibrium dan jika system dikacaukan akan selalu ada
konsekuensinya.
2. Siklus Karbon

a. Deskripsikan bagaimana CO2 dan O2 berada dalam keseimbangan di udara.

Siklus karbon adalah sirkulasi dan transformasi karbon bolak-balik antara makhluk hidup


dan lingkungan. Selama siklus karbon, hewan dan tumbuhan menambahkan karbon
dioksida ke atmosfer melalui respirasi sel, dan tanaman menghilangkan karbon dioksida
melalui fotosintesis. Berdasarkan gambar bisa kita lihat bahwa karbon berasal dari
proses pembakaran (aktivitas manusia), dari pernapasan seluler, dan dari peristiwa
penguraian atau pembusukan. CO2 berkumpul di atmosfer, yang kemudian akan
ditangkap atau diserap oleh tumbuhan untuk proses fotosintesis (fiksasi CO2). Hasil dari
proses fotosintesis yakni glukosa, di mana glukosa ini dimanfaatkan atau dikonsumsi
oleh manusia atau pun hewan (herbivora).

b. Keseimbangan daur karbon dan oksigen cenderung mengalami gangguan.


Sebutkan gangguan yang terjadi dan dampaknya bagi manusia atau lingkungan.

Gangguan keseimbangan karbon dan oksigen terlihat pada semakin banyaknya jumlah
karbon di udara dibandingkan oksigen , sehingga hal ini menyebabkan Global warming
yang berakibat pada :
 - perubahan cuaca yang tidak menentu.
- suhu permukaan bumi yang semakin meningkat
- serta punahnya sebagian hewan di kutub

3. Siklus Nitrogen
Deskripsikan bagaimana Nitrogen beredar di ekosistem.

Siklus nitrogen adalah proses di mana nitrogen dari atmosfer diubah menjadi bentuk yang dapat
digunakan oleh tanaman dan hewan. Berdasarkan gambar bisa kita lihat bahwa sumber nitrogen
ada di udara (Atmosfer) dalam bentuk N2. Pertama N2 yang ada di atmosfer akan difiksasi
nitrogen oleh bakteri yang ada di akar, contohnya bakteri akar yang ada pada tanaman kacang-
kacangan. Kedua, oksigen yang ada di atmosfer akan diambil oleh bakteri fiksasi nitrogen untuk
melakukan proses amonifikasi, yakni perubahan N2 menjadi NH4.

4. Siklus Fosfat
Deskripsikan bagaimana fosfat beredar diekosistem
Siklus fosfor dapat didefinisikan sebagai siklus biogeokimia yang memberikan gambaran
tentang pergerakan fosfor dengan bidang ekosistem melalui litosfer dan hidrosfer termasuk
juga biosfer. Berdasarkan gambar bisa kita lihat bahwa sumber fosfor alami adalah batu,
kemudian batuan mengalami pelapukan dan berubah menjadi tanah, sehingga kandungan
fosfatnya ada di tanah. Kemudian fosfat diserap oleh tanaman, dan tanaman dikonsumsi
hewan sehingga fosfatnya berpindah ke hewan. Dan hasil sekresi zat sisa berupa fosfat, zat
sisanya ini kemudian kembali ke dalam tanah yang nantinya akan terbawa ke laut.
Selanjutnya akan mengalami pembatuan atau terjadi proses sedimentasi di laut, lama-
kelamaan batuannya terangkat menjadi batuan yang ada di bumi yang nantinya akan
mengalami pelapukan kembali.
5. Siklus Sufur

Deskripsikan bagaimana belerang/sulfur beredar di ekosistem


Sulfur adalah unsure penting dalam pembentukan protein karena memungkinkan
terbentukmya rantai polipeptida dalam molekul protein, itu sebabnya makhluk hidup
memerlukannya meskipun tidak sepenting fosfor. Di alam dijumpai sebagai bentuk
unsure bebas; senyawa seperti H2S, SO2, SO4. Senyawa sulfur organic dalam
binatang dan tumbuhan dirombakmenjadi gas H2S oleh bakteri selanjutnya
dioksidasi menjadi SO4 oleh bakteri sulfur. Ion sulfat inilah yang dapat diserap
tumbuhan sebagai nutrisi utama. H2S sering terjadi pada proses perobakan protein.
Konsentrasi H2S dan H2SO4 yang cukup tinggi dijumapai di dasar laut hitam hingga
tak ada kehidupan kecuali bakteri sulfur. Bau yang menyengat di sungai yang
tercemar berat juga disebabkan tertimbunnya H2S. Dalam minyak bumi dan batu
bara dijumpai adanya unsure tersebut yang dapat terlepas keudara jika dibakar
berupa SO4.