Anda di halaman 1dari 116

BAB I

SELAYANG PANDANG KARYA SASTRA

1. Sastra

Sastra pada dasarnyamerupakan ciptaan,sebuah kreasi bukan semata-mata sebuah


imitasi (dalam Luxemburg,1989: 5).Karya sastra sebagai bentukdan hasil sebuah
pekerjaan kreatif,pada hakikatnya adalah suatu media yang mendayagunakan bahasa
untuk mengungkapkan tentang kehidupan manusia. Oleh sebab itu, sebuah karya sastra,
pada umumnya, berisi tentang permasalahan yang melingkupi kehidupan manusia.
Kemunculan sastra lahir dilatar belakangi adanya dorongan dasar manusia untuk
mengungkapkan eksistensi dirinya. (dalam Sarjidu,2004:2).
Karyasastra tidakhanyamerupakan sebuah sistem norma karena sistemini terdiri dari
beberapa strata atau lapis norma.

2. Fungsi Sastra

Dalamkehidupanmasayarakatsastramempunyaibeberapafungsiyaitu:
Fungsirekreatif,yaitusastradapatmemberikanhiburanyangmenyenangkanbagipenikmatatau
pembacanya.
Fungsi didaktif,yaitusastramampumengarahkanataumendidikpembacanyakarenanilai-
nilaikebenarandankebaikanyangterkandungdidalamnya.
Fungsi estetis,yaitusastramampumemberikankeindahanbagipenikmat/pembacanya
karena sifatkeindahannya.
Fungsimoralitas,yaitusastramampumemberikanpengetahuankepadapembaca/peminat
nyasehinggatahumoralyangbaikdanburuk,karenasastra yang baik selalu
mengandungmoralyangtinggi.
Fungsireligius,yaitusastrapunmenghasilkankarya
karyayangmengandungajaranagamayangdapatditeladaniparapenikmat/pembaca
sastra.
2. RagamSastra

Dilihatdaribentuknya,sastraterdiriatas4bentuk,yaitu:

-Prosa
-Puisi
-Irama,dan Persamaanbunyikata.
-Prosaliris

3. Drama
Bentuk sastra yang dilukiskan dengan menggunakan bahasayang bebas dan panjang,
serta disajikan menggunakan dialog
ataumonolog.Dramaadaduapengertian,yaitudramadalambentuknaskahdandramayangdi
pentaskan.

Dilihatdariisinya, sastraterdiriatas4macam,yaitu:

Epik
Lirik
Didaktif
Dramatik

BAB II
KARYASASTRA; DRAMA

1. Pengantar
Berawal dari pemikiran bahwa sastra adalah usaha untuk
memperlihatkanmaknakehidupan,bukansebuahimitasi(peniruan)tetapi
sebuahciptaandankreasi,karenaitusastra dapatmengantarkan kita kepada pengenalan diri
dankehidupan secaramendalam sehingga akhirnya kita menemukan norma-
normadanpemikiranyangterjadidalammasyarakat.
Beberapa orang ahli sastra telah membicarakan masalah di atas dalam
usahamemberikanbatasan-batasanhal-halmanayangtermasukkedalambentukciptasastra.
Esten (1978:11) membedakan empat bentuk cipta sastra yaitu: puisi,cerita
rekaan(fiksi),esseidankritik,dandrama.
Hal yang dimaksudkan dalam kutipan di atas adalah benaradanyanaskahitu dapat
ditinjau secara terpisah, sedangkan yang dimaksud dengan masalah yangdiceritakan itu
adalah premis (tema). Cara penceritaan dalam pengertian di atasdisebut pemanfaatan
perwatakan, alur, dan bahasa. Pemanfaatan bahasa sebagaialat utama untuk menuangkan
masalah dalam sebuah naskah drama terlihat dalamwawankata (dialog) cerita. Brahim
(1968:91) tentang hal ini berpendapat, "...didalam drama wawankata menduduki tempat
yang terutama, dan di dalam kata-
katayangdipergunakaninilahterletakkeindahandramasebagaihasilkesusastraan".

2. DefenisiDramaMenurutParaAhli

Kintoko, drama adalah proses pemeranan diri kita menjadi seseorang yang harus
diperankan di dalam pementasan. Drama adalah kehidupan sehari-hari yang
dipentaskan dengan sistematis dan menarik.
Wiyanto, drama adalah hidup yang dilukiskan dengan gerak. Konflik dari sifat manusia
merupakan sumber pokok drama.
Budianta,drama adalah sebuah genre sastra yang memperlihatkan secara verbal
adanya dialog atau cakapan di antara tokoh-tokoh yang ada.
Moulton Drama merupakan kisah hidup yang dilukiskan dalam bentuk gerakan(life
presentedinaction).
Balthazar Vallhagen Drama merupakan sebuah kesenian yang melukiskan sifat dan
watak manusia dengangerakan.
Ferdinand Brunetierre Menurutnya drama harus melahirkan sebuah kehendak dengan
actionataugerak.
Tim Matrix Media Literata Drama merupakan bentuk kisahan yang menggambarkan
kehidupandanwatak manusiamelaluitingkahlaku (akting)yang dipentaskan.
Seni Handayani & Wil dan Drama adalah bentuk karangan yang berpijak pada dua
cabang kesenian, yakni seni sastra dan seni pentas sehingga drama dibagi dua,yaitu
drama dalam bentuk naskah tertulis dan drama yang dipentaskan.
Anne Civardi Drama adalah sebuah kisah yang diceritakan melalui kata-kata dangerakan.
Wildan, Drama adalah komposisi berdasarkan beberapa cabang seni,sehingga drama
dibagi menjadi dua, yaitu drama dalam bentuk tekstertulisdandramadipentaskan.

3. Hakikat Drama
Secara etimologis (asal usul kata), Drama berasal dari kata Yunani, draomaiyang
berarti berbuat, bertindak, bereaksi, dan sebagainya. Jadi, kata drama
dapatdiartikansebagaiperbuatanatautindakan.
Drama merupakan salah satu karya sastra dalam bentuk adegan atau pertunjukan.
Drama ada yang sifatnya mengkritik,lelucon atau komedi,percintaan,tragedi, pantonim,
dan lain sebagainya . Kejadian-kejadian dalam cerita biasanya dipaparkan dalam bentuk
dialog atau secara lisan. Kehidupan dan watak pelaku digambarkan melalui akting yang
dipentaskan dalam adegan drama tersebut.Umumnya drama terbagi menjadi beberapa
adegan yang berkaitan.

4. SejarahDrama
Sejarahdramasebagaitontonansudahadasejakzamandahulu.Nenekmoyang kita sudah
memainkan drama sejak ribuan tahun yang lalu. Bukti tertulisyang bisa dipertanggung
jawabkan mengungkapkan bahwa drama sudah ada
sejakabadkelimaSM.HalinididasarkantemuannaskahdramakunodiYunani.Penulisnya
Aeschylus yang hidup antara tahun 525-456 SM. Isi lakonnya
berupapersembahanuntukmemohonkepadadewa-dewa.

Sejarah lahirnya drama di Indonesia tidak jauh berbeda dengan kelahirandrama di


Yunani. Keberadaan drama di negara kita juga diawali dengan
adanyaupacarakeagamaanyangdiselenggarakanolehparapemukaagama.Intinya,merekam
engucapkanmantradandoa.
Sejarah perkembangan penulisan drama meliputi: Periode Drama Melayu-Rendah,
Periode Drama Pujangga Baru, Periode Drama Zaman Jepang, PeriodeDrama
SesudahKemerdekaan,danPeriode DramaMutakhir.

5. Naskah Drama
Adanya naskah dalam perkembangan drama Indonesia dimulai pasa tahun1901 dan
berkembang sampai sekarang. Ini menjadi ciri penanda drama Indonesia modern
(memakai naskah dialog).Perkembangan ini tentu dilandasi oleh beberapa later
belakang.Kalau kita lihat pemikiran Rendra(1983:33),ia berpendapat bahwa
adanyanaskah dramaitudiawali oleh karenaseni dramamodern di Indonesia timbul dari
golongan elite yang tidak puas dengan komposisi senidramarakyat dan seni drama
tradisional(dialog dalam drama hanya di improvisasikan dan dijadikan sampiran dalam
cerita). Karena hal itu, naskah sadiwara mulai sangat dibutuhkan karena dialog yang
dalam dan otentik dianggap sebagai mutu yang dipentingkan.
Perkembangan ini tentu mengalami perubahan sesuai dengan perubahanzaman.Mungkin
saja suatu saat bersifat maju,munduratauterombang-ambing antara"kevakuman"dan"
pergeseran bentuk". Masalah ini sempat menjadi ketimpangan para dramawan Indonesia
(bacadalamRadjib,1982).Drama Indonesia dalam perjalanannya untuk mencari wujud
yang diinginkan, baik dari sisi penulis naskah,pemain, atau penonton yang mengalami
keterombang-ambingan menimbulkan ke sangsian.
;m;;;;*Rendra(1983:31-35)membicarakanmasalahpengkajiankembalinyadrama modern
kita kepada pentingnya naskah. Kepentingan ini dilihatnya dari sisipenyutradaraan,
dekorasi, dan kostum dalam proses mengangkat naskah itu
kepentasmenjadisuatupementasanatauteater.
Perkembangan drama itu akhirnya sampai kepada pengaruh sastra
dramamutakhiryanglebihjelas terlihatpada dramawan Putu Wijaya.Pengaruh
inimembawa suatu aliran yaitu naskah bukanlah dimaksudkan untuk dibaca,
tetapiuntuk dimainkanataudipentaskan.Sebelumtahapitu,iabukanapa-apa.
Kalaudemikianhalnyadankitasetuju,wajarlahterjadibahwasastradrama
Indonesia tertinggal jauh dari kemampuan bermainpara dramawannya.Dikatakan
demikian karena perkembangan sastra drama mutakhir ini
merupakanhasiltiruandaribudayabarat.Sementarabilakitalihat,menurutLonescoBec
kett
dalam Sutardjo (1983:66), Sastra Drama Barat anti plot, anti watak, memang
ada,namun merekamengandungmaknayangjelasdan mendalam sebagai
sebuahkarya dan bukan harus disempurnakan diatas pentas kemudian. Naskah
adalahsudahmerupakan bentukyangsatusedangkan pementasan adalah
bentukyanglainyaknisebagaisuatuseniyangsudahkompleks.
Titik tolak yang berdasarkan kepada tradisi ini sebenarnya benar,
namunjanganterjadipengabaianterhadapbentuksastradramanya.Teaterataupementa
san bermula dari sastra. Lebih dari hanya sebagai karya sastra,
dramamemanglebih.
Apabilakitameninjaurelevansi antaratemanaskah dengan kenyataanhidup
yang dihadapi oleh sutradara dalam mementaskan naskah, terlihat
bahwaterwujudnya pementasan nilai naskah itu secara utuh dari sudut karya
sastra. Hal-
halyangsemacaminiakanmelahirkansuatupenilaianbaikburukterhadapsebuahnaska
hdrama.Naskahyangtidakmemilikiisiyangrelevandenganpengalaman penonton
akan sukarmelibatkan perhatian,pikiran,dan perasaanpenonton. Oleh sebab itu,
peristiwa teater tidak akan tercipta disaat pagelaran ataupementasannya.
SainiK.Mmengatakan,"carasamapentingnyadengantujuan,bahwatujuan
yang baik harus dicapai dengan cara yang baik. Inilah salah satu di
antaranilaiyangmenyebabkannaskahiniakansenantiasarelevanselamakitamemasalk
anbaik-buruksebagainilai".Dengandemikian,naskah-naskahitubiasanya mengajak
kita untuk bertanya : dari mana kita datang,mengapa
danuntukapakitaadadidunia,dankemanakitaakanpergi.Karenapertanyaan-
pertanyaanyangtidaklangsungtimbulolehnaskahituabadi,makaabadi pulalahpesona
naskahitubagikita.

PembagianDramaBerdasarkanBeberapaHal

Adabeberapajenisdramatergantungdasaryangdigunakannya.Dalampembagia
njenisdrama,biasanyadigunakantigadasar,yakni:berdasarkanpenyajian lakon
drama, berdasarkan sarana, dan berdasarkan keberadaan naskahdrama.
Berdasarkanpenyajianlakon,dramadapatdibedakan menjadidelapan jenis,

yaitu:

Tragedi:dramayangpenuhdengankesedihan.

Komedi:dramapenggelihatiyangpenuhdengankelucuan.

Tragekomedi: perpaduanantaradramatragedidankomedi.

Opera:dramayangdialognyadinyanyikandengandiiringimusik.

Melodrama: drama yang dialognya diucapkan dengan


diiringimelodi/musik.
Farce:dramayangmenyerupaidagelan, tetapitidaksepenuhnyadagelan.

Tablo:jenisdramayangmengutamakangerak,parapemainnyatidakmengucapkan
dialog,tetapihanyamelakukangerakan-gerakan.
Sendratari:gabunganantara senidramadansenitari.

Berdasarkansaranapementasannya,pembagianjenisdramadibagiantara

lain:
DramaPanggung:dramayangdimainkanolehparaaktor dipanggung.
Drama Radio:drama radio tidakbisa dilihatdan diraba, tetapi hanya
bisadidengarkanolehpenikmat.
DramaTelevisi:hampirsamadengandramapanggung,hanyabedanyadrama
televisitakdapatdiraba.
Drama Film: drama

filmmenggunakanlayarlebardanbiasanyadipertunjukkandibioskop.
Drama Wayang: dramayangdiiringipegelaranwayang.

DramaBoneka:paratokohdramadigambarkandenganbonekayangdimainkanoleh
beberapaorang.
Berdasarkanadaatautidaknyanaskahdrama.Pembagianjenisdramaberdasarka
nini,antaralain:
DramaTradisional: tontonandrama yangtidak menggunakannaskah.

DramaModern: tontonandramamenggunakannaskah.

Unsur-unsurDrama

NaskahDrama

Naskahdramaadalahkaranganyangberisiceritaataulakon.Dalamnaskah
tersebut termuat nama-nama tokoh dalam cerita, dialog yang diucapkanpara
tokoh, dan keadaan panggung yang diperlukan. Bentuk naskah drama
dansusunannyaberbedadengannaskahceritapendekataunovel.Naskahceritapendek
atau novel berisi cerita lengkap dan langsung tentang peristiwa-
peristiwayangterjadi.Sebaliknyanaskahdramatidakmengisahkanceritalangsung.Pen
uturan ceritanyadiganti dengan dialogparatokoh.Jadi naskah
dramaitumengutamakanucapan-ucapanataupembicaranparatokoh.
Permainandramadibagidalambabakdemibabak.Setiapbabakmengisahkanpe
rstiwatertentu.Peristiwaituterjadi di tempattertentu,dalamwaktu tertentu, dan
suasana tertentu pula. Dengan pembagian seperti itu, penontonmemperoleh
gambaran yang jelas bahwa setiap peristiwa berlangsung di
tempat,waktu,dansuasanayangberbeda.
Untuk memudahkan para pemain drama, naskah drama ditulis selengkap-
lengkapnya, bukan saja berisi percakapan, melaikan juga disertai keterangan
ataupetunjuk. Petunjuk itu, misalnya gerakan-gerakan yang dilakukan pemain,
tempatterjadinya peristiwa, benda-benda peralatan yang diperlukan setiap babak,
dankeadaanpanggungsetiapbabak.

Pemain

Pemain adalah orang yang memeragakan cerita. Berapa banyak


pemainyang dibutuhkan dalam drama, tergantung dari banyaknya tokoh yang
terdapatdalam naskah drama yang akan dipentaskan. Sebab, setiap tokoh akan
diperankanolehseorangpemain.
Agar berhasil memerankan tokoh-tokoh tadi, maka pemain harus
dipilihsecaratepat.Jikadalamdramaitupemainnyacampuran,untukmenentukanpema
intentulebihmudahdaripadatidakcampuran.Yangdimaksudpemaincampuran adalah
para pemain terdiri dari anak-anak, remaja, dan orang tua. Jugapemain laki-laki
dan perempuan. Dalam upaya memilih pemain drama yang tepat,cara
berikutinidapatditerapkan.
Naskah yang sudah dipilih harus dibaca berulang-ulang agar semuanyadapat
memahaminya. Dari dialog para tokoh dapat diketahui watak tiap-
tiaptokohdalamnaskahdramaitu.
Setelah diketahui watak tiap tokoh, kemudian memilih pemain yang
cocokdanmampumemerankanmasing-masingtokoh.
Selain mempertimbangkan watak, perlu juga untuk
mempertimbangkanperbandinganusiadanperkiraanperawakan(postur).
Kemampuanpemainmenjadipertimbanganpentingpula.Sebaiknyadalam
memilih pemainharuslahyangmempunyai
kepintaran.Artinya,dalamwaktuyangtidakterlalulamabdalamberlatih,diasud
ahbisamemerankantokohsepertiyangdikehendakinaskah.

Sutradara

Sutradara adalah pempinan dalam pementasan drama. Sebagai


pemimpinyangbertanggungjawabterhadapkesuksesanpementasandrama,iaharusme
mbuatperencanaandanmelaksanakannya.Tugasseorangsutradarasangatbanyakdanb
ebantanggungjawabnyacukupberat.Sutradaraharusmemilhnaskah,menetukan
pokok-pokokpenafsiran naskah,memilihpemain,melatihpemain, bekerja dengan
staf, dan mengkoordinasikan setiap bagian. Semua ituharus dilakukan dengan
cermat. Bila pementasan drama berjalan lancar,
menarik,danmemuaskanpenonton,sutradaramenjadiorangpertamayangberhakmend
apat pujian. Dan begitupun sebaliknya, jika pementasan crama tidak
berjalanlancar yang menyebabkan penonton kecewa, sutradara pasti yang menjadi
sasarankemarahan.
Bagiseorangsutradara,yangmula-
muladilakuakanadalahmemilihnaskah.Naskahyangtelahdipilihkemudiandibacaber
ulang-ulang,untukmemntukan bagaimana watak tokoh-tokonya, tata rias,
pengaturan panggung danseterusnya.Akan tetapi,sutradara tetapharus memberikan
pengarahan karenasemua itu merupakan tanggung jawab sutradara. Meskipun
demikian, sutradaraharusmaumendengarkanusulberbagaipihak dan
memperrtimbangkannya.
Selanjutnya,sutradaramemilihparapemain.Parapemainterpilihkemudian
diberi penjelasan tentang lakon drama yang akan dipentaskan, wataktokoh dan
hal-hal yang berkaitan dengan drama yang akan dipentaskan. Tugassutradara yang
selanjutnya adalah melatih, membimbing, dan mengarahkan
parapemainagardapatmemerankantokohdalamcerita.
Sutradara harus mampu menafsirkan watak dan lagak tokoh cerita
secaratepat kemudian memindahkan watak dan lagak itu kepada para pemain.
Seorangsutradaratidakbolehseganatauragumenegur,mencela,ataumenyalahkanpem
ainyangmemangsalahmengucapkandialogatauberakting.Jikaperlu,dengantegasmen
indakpemainyangtidakdisiplin.
Tugas sutradara sangatlah banyak dan beban tanggung jawabnya
sangatberat.Karenaitu,sutradarasebaiknyamampu:
Memilihnaskahyangbaik

Pandai menafsirkanwatak paratokohcerita

Pandaimemilihpemainyangtepat

Sanggupmelatihparapemain

Bisabekerja sama denganpara petugas

Cekatandalammengkoordinasikansemuabagian
TataRias

Tata rias adalah cara mendandani atau memakepi para pemain. Orang
yangmengerjakan tata rias disebut penata rias. Penata rias boleh seorang pria,
bolehjuga seorang wanita. Karena yang dilihat adalah keahliannya dalam bidang
tatarias.Alat-alatriasitu,berupa bedak,pemerah bibir,bubukhitam dari
arang,pensilalis,gelungpalsu,kumispalsu,danlem.
Seorang penata rias haruslah memiliki rasa seni yang tinggi. Selain
harusmemiliki rasa seni, penata rias harus terampil dan cekatan.Penata rias
harusmampu mengatur waktu sehingga setiap pemain yang akan naik panggung
sudahdiriasdenganbaik.

TataBusana

Tatabusanaadalahpengaturanpakaianpemainbaikbahan,model,maupun cara
mengenakannya. Tata rias sebenarnya memilki hubungan yang eratdengan tata
rias.Karena itu, tugas mengatu pakaian pemain sering dirangkappenata rias.
Artinya, penata rias sekaligus juga menjadi penata busana. Dengankata lain,tata
rias dan tata busanamerupakan dua hal yang
salingberhubungandansalingmendukung.
Akan tetapi, sering pula terjadi tugas penat rias dipisahkan dengan
tugasmengatur pakaian. Artinya, penata rias hanya khusus merias wajah,
sedangkanpenata busana yang mengatur pakaian/busana para pemain dengan
pertimbanganuntuk mempermudah dan mempercepatkerja.Meskipun
demikian,penata riasdan penata busana harus bekrja sama saling memahami,
saling menyesuaikan,
dansalingmembantuagarhasilakhirnyamemuaskan.Penatariasdanpenatabusana
harsmampumenafsirkandanmemantas-
mantaskanriasdanpakaianyangakandipentaskanolehpemain.

Tata Panggung

Panggung adalah tempat para aktor memeragakan lakon drama.


Sebagaiarea pertunjukan, biasanya panggung dibuat edikit lebih tinggi daripada
lantai.Sering pulalebih tinggi daripada tempatduduk penonton agarpenonton
yangplingjauhmasihdapatmelihatdanmenyaksikanpertunjkandramatersebutdengan
jelas.
Tatapanggungadalahkeadaanpanggungyangdibutuhkanuntukpermainandra
ma.Petugasyangmenatapanggungdisebutpenatapanggung.Penatapanggungbiasany
aterdiridaribeberapaorang(tim)supayadapatmengubahkeadaanpanggungdengancep
at.
Panggung menggambarkan tempat, waktu, dan suasana terjadinya
suatuperistiwa. Peristiwa yang terjadi dalam suatu abak berbeda dalam tempat,
waktu,dan suasana yang berbeda dengan peristiwa dalam babak yang lain. Untuk
itu,penataanpanggungharus diubah-ubah.
Penataan panggung tugasnya hanya menururi apa yang diminta
naskah.Meskipundemikian,secarakreatifiabolehmenambahkan,mengurangi,ataume
ngubahletakperabotanasalperubahanitumenambahbaiknyakeadaanpanggung.
Berkaitan dengan itu, penata panggung sebaikinya dipilih orang-
orangyangmengerti keindahan dan tahukomposisiyangbaik,meletakkanbarang-
barangdipanggungtidaksembarangan.Sebab,mengaturpanggungadaseninya.
Komposisiyangtepatakanmenimbulkankeindahandankeindahanmenimbulkanrasa
senang.

TataLampu

Tata lampu adalah pengaturan cahaya di panggung. Karena itu, tata


lampuerathubungannyadengantatapanggung.Pengaturancahayadipanggungmeman
gharusdisesuaikandengankeadaanpanggungyangdigambarkan.Dirumah orang
miskin, di rumah orang kaya, semuanya memerlukan penyesuaian.Demikianpula
denganwaktuterjadinya,apakahpagi,siang,ataumalam.
Yangmengaturseluk-belukpencahayaandipanggungadalahpenatalampu.
Penatalampu biasanyamenggunkn alatyang disebutspot light, yaitusemacam kotak
besar berlensa yang berisi lampu ratusan watt. Karena tata lampuselalu
berhubungan dengan listrik, sebaiknya penata lampu adalah orang yangmengerti
teknik kelistrikan. Sebab, adakalanya lampu tiba-tiba harus
dimatikansejenaklaludihidupkankembali.
Ada kemungkinan tiba-tiba ada gangguan listrik. Untuk menghadapi
halseperti itupenatalampuyangtidakmemahamiteknikkelistrikan tentuakanbingung,
yang akibatnya pencahayaan di panggung menjadi kacau dn
pertunjukandramamenjdigagal.

TataSuara

Tatasuarabukanhanyapengaturapengerassuara(soundsystem),melainkan
juga musik pengiring. Musik pengiring diperlukan agar suasana
yangdigambarkanterasalebihmenyakinkanbagiparapenonton.
Alatmusikyangdigunakanpadasaatsuasanasedihmungkinhanyaserulingyang
ditiupmendayu-dayumenyayathati.Demikiapulajkaadeganpertengkaran,dan
suasananya pana akan lebih terasa bilairingi dengan
musikyangberiramacepatdankeras.
Iringan musik tidak dijelaskan dalam naskah. Penjelasaannya hanya
secaraumum saja, misalkan diringi musik pelan, sendu, atau sedih.
Urusanpengiringamusik ini diserahkan sepenuhnya kepada penata suara atau
penata
musik.Musikpengiringdimainkandibaliklayaragartidakterlihatpenontondantidakme
nggangguparapemaindrama.Kekerasansuarajugaharusdiaturuntukmencitakanperm
ainndramayangindah.

Penonton

Penonton termasuk unsur penting dalam pementasan drama.


Bagaimanasempurnanyapersiapan,kalauidakadapenontonrasanyadramatidakakand
imainkan.Jadi,segalaunsurdramayangtelah disebutkansebelumnyapadaakhirnya
semuanya untuk penonton. Kesuksesan sebuah drama biasanya
dapatdiukurdaribanyak-sedikitnyapenonton.
Penontondramaterdiridariberbagaimacamlatarbelakang,baikpendidikan,
ekonomi, kemampuan mengapresiasi, maupun motivasi. Dilihat darisegi
motivasinya, sedikitnya ada tiga ragam penonto, yaitu penonton
peminat,penontoniseng,danpenontonpenasaran.
PenontonPeminat

Penonton peminat adalah penonton intelektual yang


mampumengapresiasikanseni,terutamasenidrama.
PenontonIseng

Penonton isenng sebenarnya penonton yang tidak punya perhatian


khususpadadrama,tetapimungkinmenyukaisenilain,terutamasenimusik.
PenontonPenasaran

Penonton ini berhasrat menonton karena penasaran, yaitu ingin tahu


aasebenarnyatontonandramaitu.Mungkinmerekapenasaranpadalakonnyaa
taumungkinpadapemainnya.Dengandemikian,dapatdikatakanbahwapenas
araninimenyangkutduahal,yaitupenasaranterhadapsenidanpenasaranterha
daptokoh.

TahapAnalisisDrama

Berangkatdarimatakuliah;KajianDramayangmerupakandasarbagipenganalis
untukmenelaahDramabaikdariseginaskahmaupundarisegipertunjukan(teater),maka
diperlukantahapan-tahapan.Adapuntahapanyangharus dilalui seorang penganalisis
dalam menganalisis sebuah karya sastra dramasebagaiberikut.
Pembacaan

Membaca sebuah naskah drama atau menonton pementasanya berbeda


jikadilakukandengantujuananalisisidengantujuanmenikmatinyasaja.Jikamembaca
atau menonton sebuah drama/naskah drama maka orang tersebut akanhanyut
dengan emosi dan masalah para tokoh dalam drama tersebut sehingga
akansangatsulituntukmemberikanpenilaianyangobjektif.Akantetapi,seorangpengan
alisisyangbaikakanmenjagajarakantaraemosidalamsebuahdramabaik
itunaskahataupunpementasansehingganilaiyangakandiberikanpunnilaiyangsangatob
jektif.

Penginventarisan

Tahapselanjutnyaadalahmenginventarisatau mencatapsetiapadeganbaik itu


dalam naskah maupun saat pementasan. Seorang penganalisis yang baikharus
bersikap objektif dengan cara mencatat setiap detail dari drama tersebut
agarproses penganalisian berjalan baik. Mengabaikan data tertentu dengan alasan
tidaksuka akanmengganggukredibelitasseorangpenganalisis.

Pengidentifikasian

Pengidentifikasian adalah tahap menyususn inventaris yang sudah


dibuattadi.Mengidentifikasidapatdilakukandenganmenyusundataberdasarkankesa
maantertentu.Datatersebutdisusunsedimikianrupauntukkepentingananalisis.

InterpretasidenganPendekatanTertentu

Saatdatasudahterkumpuldansudahdikelompokkanberdasarkankesamaantert
entumakatahapselanjutnyayangharusdilakukanseorangpenganalisisadalahtahapinte
rpretasi.Padatahapiniseorangpenganalisismenganggapsuartukaryadramasebagai
bentufiksionitasyangmemiliki artidalamsetiapdetail.Padatahapinilah
seorangpenganalisimulaimembangunlogikadenganmencarimaksuddarisebuahdata
yangdianggapsebagaiperlambangtentunya
denganperspektifpendekatanyangdigunakan.
KesimpulandanPublikasi

Padatahapterakhirpenganalisiansuatudramabaikteksmaupunpementasanada
lahpadatahappenyimpulanataumemberikankesimpulan.Mencari potongan-
potongan data yang sudah dianalisis kemudian menyusunnyadalam sebuah
kesimpulan yang runtut dan objektif adalah tugas akhir dari
sebuahanalisisdramalalumempublikasikannyadalambentukseminarataupresentasi.
BABIII

ALIRAN-ALIRANDRAMA

Drama juga memiliki beberapa aliran yang dapat dipilah. Berikut


adalahulasanmengenaiklasifikasidrama berdasarkanaliranyangdianut.

AliranKlasik

Aliran klasik dapat kita sebut sebagai aliran pertama yang


berkembangketikanaskahdramamulai
dituliskan.Adasejarahyangbegitupanjangsaatdramayangdulunyamengandalkan
improvisasi sampaikemudianditulisberdasarkan aturan. Dalam aliran ini pun kita
dapat mengenal beberapa tokohseperti Pierre Corneills, Jean Raccine, dan Joost
van de Vondel yang memilikiandildalamperkembanganaliranini.
Ciri-cirialiran inipundapatkitalihatdari.

TundukterhadaphukumtrilogiAristoteles(tempat,waktu,dangerak)
Actingyangbergayadeklamasi

Dramalirikyangbanyakditulis

Iramapermainanyang lamban

Banyakdiselingimonologdanstatis

Bergaya YunanidanRomawi
AliranRomantik

Seiringberkembangnyawaktumakamuncullagialiranyangberbedadengan
aliran klasik yaitu aliran Romantik. Aliran ini mulai muncul pada abad
ke18danberkembangpesatpadaabadke19.Namanamayangmunculsaataliranini
berkembang adalah Victor Hugp, Alfred de Mussed, dan Cristian
Dietriech.Penganut aliran ini tidak lagi mematuhi trilogi Aristoteles dan gaya
berceritanyapundapatkitalihatmemilikicirisebagaiberikut.
Bersifatfantastis

Aspek visual yang sangat ditonjolkan seperti kostum


dansebagainya
Actingyangbersifatbombastis

Biasanya bertemapembunuhandenganlakonyangsentimental

Bersifat bebas

AliranRealisme

Saat masyarakat mulai jenuh dengan aliran romantik yang sentimantal


danberlebihan maka aliran realisme pun muncul dan membawa ciri khas
tersendiri.Aliranyangsatuinitidakmembawakandramayangsentimentaldanpenuhper
asaan namun drama ini membawa relitas ke atas panggung dan
mengolahnyadenganmengedapankanaspekrealitasitusendiri.
Adaduajenisaliranrealismeyangberkembangsaatituyaitualiranrealismesosia
ldanaliranrealismepsikologis.Realismesosialkerapmembicarakan tentang
kepincangan sosial walaupun demikian aliran ini
berbedadenganaliranNaturalismkarenaaliraninibersifaroptimis.Ciriyangditampilka
n
oleh aliran ini pun sangat wajar artinya semua unsur ditampilkan dengan
keadaansewajarnya dantidakberlebihan.
Sedangkanaliranrealismepsikologislebihmenakankanpadaaspekpsikologis
walaudibungkusdenganwajarnamunpenekanandalamunsurpsikologissangatterasa
padaaliranini.

AliranEkspresionalisme

Lebih jauh lagi kita juga mengenal yang namanya aliran


ekspresionalismeyaitu suatu aliran yang sangat menekannkan curahan hati si
pengarang. Aliran iniberkembangsesudahperangdunia pertamayaitupada
tahun1914.
Aliran yang sangat terpengaruhPsikoanalisis Freud ini memiliki
beberapanamabesarsepertiMarxReinhard,Toiroft,danThortonWilder.

AliranEksitensialisme

Dalam aliran ini semuanya dapat berdiri sendiri, artinya aliran in


sangatmengedapankansifatkemandirinyadariseorangindividu.Aliraninimenggamba
rkan seorang gelandangan tidak hanya menjadi gelandangan namunjuga memiliki
kehidupan. Di Indonesia sendiri kita mengenal Iwan
Simatupang,ArifinCNoerbeberapaoranglainyayangmenganutpahaminidalammeny
elenggarakanseni.

AliranKlasisme

Aturansebuahnaskahsangatditaati,antaralain,lakonberjalanlimababak,dante
manyasekitarkutukanakanjatuhkepadamanusiayanglaknat.
PengarangdarikurunklasikYunanidiantaranyaSopochles(OedipusSangRaja;terjemah
anW.S.Rendra),Aristophanes(Lysistrata;terjemahanW.S.Rendra).

AliranNeoklasisme

Bentuk drama dengan tiga segi yang mendasar: kebenaran, kesusilaan,


dankegaiban.SyahadatkaumneoklasikadalahsegenapalamdikuasaiolehsatuTuhan.

AliranSimbolisme

Sebutanlainneoromantisisme danimpresionisme.Aliranini berangkatdari


gerakan kesadaran bahwa hakekat kebenaran hanya mungkin dipahami
olehintuisi. Ia menolak sifat-sifat yang umum tentang pengetian “kenyataan”.
Makakebenaran sebagai suatu kenyataan tidak bisa dirumuskan dengan bahasa
logikasendiri.Iahanyabisadiarahkandengansimbol-
simbol.PengarangaliraniniadalahMauriceMaeterlink(Pelleas danMellisande).

AliranEpikTeater

Bentuk drama sekitar PD II, dibenahi oleh Bertold Brecht. Ia


menganggapteater telah terkulai dalam keadaan lelah, dan oleh sebab itu perlu
adanya tenagayang sanggup mendenyutkan lagi. Ia menggunakan tiga kata kunci:
historifikasiadalah bagian terbesar dari aliensasi, yakni perumusan teori Brecht
tentang teater“HarusJadiAsing”kembali.
AliranAbsurdisme

Bentuk drama dari tahun 50-an sama sekali bersumbu pada


pandanganbahwaduniaininetral.Kenyataandankejadianadalahtakberwujud.Jikaman
usiamengatakansuatuperistiwatakbersusila,halitutidaklahdianggapdengansendiriny
aasusila,tetapiitudisebabkanolehpikirannyasendiriyangmengatakanituasusila.
Tidak ada kebenaran yang obyektif. Setiap insan harus menemukan nilai-
nilai hidup yang sanggup menghidupkan hidupnya, sejauh itu ia pun harus
maumenerimabahwanilai-
nilaiyangditemukannyaitusesungguhnyaabsurd.Pengarang aliran ini adalah
Samuel Beckett, Eugene Ionesco, Arthur
Adamov,JeanGenet,HeroldPinter,EdwardAlbee,danFernandoArrabal.
BABVIIPENDEKATANEK
SPRESIF
Pendekatanekspresifadalahpendekatandalamkajiansastrayangmenitikberatk
ankajiannyapadaekspresiperasaanatautemperamenpenulis(Abrams, 1981 : 189).
Selden (1985 : 52) mengungkapkan bahwa karya
sastraadalahanakkehidupankreatifseorangpenulisdanmengungkapkanpribadipenga
rang.
Pendekatanekspresifadalahpendekatankaryasastradenganjalanmenghubung
kankaryasatradenganpengarangnya.
Pendekatan ekspresif menitikberatkan pengarang, dan orientasi
ekspresifmemandang karya sastra sebagai ekspresi, luapan, ucapan perasaan
sebagai hasilimajinasi pengarang, pikiran-pikiran, dan perasaannya. Orientasi ini
cenderungmenimbangkaryasastradengankeasliannya,kesejatiannya,ataukecocokan
denganvisiumataukeadaanpikirandankejiwaanpengarang.
Teori ekspresif sastra (The expressive theory of literature) adalah
sebuahteoriyangmemandangsebuahkaryasastraterutamasebagai
pernyataanatauekspresiduniabatinpengarangnya.
Atmazaki (1990:34-35) mengatakan bahwa pementingan aspek
ekspresifinidisebabkanolehalasan-alasanberikut.
Pengarangadalahorangpandai;

Kataauthorberartipengarang,yangbiladitambahakhiran–
ityberartiberwenangatauberkuasa;dan
Pengarang adalah orang yang mempunyai kepekaan terhadap persoalan,punya
wawasankemanusiaanyangtinggidandalam.
Pendektanekspresifmengenaibatinatauperasaanseseorangyangkemudian
diekspresikan dan dituangkan ke dalam bentuk karya dan tulisan
hinggamembentuk sebuah karya sastra yang bernilai rasa tersendiri, dan
menurutisikandungan yang ingin disampaikan oleh pengarang (berupa karya seni).
Karenakaryasastra
tidakdapathadirbilatidakadayangmenciptakannya,sehinggapencipta karya sastra
sangat penting kedudukannya dalam kegiatan kajian
danapresiasisastra,pikiran,danperasaanpengarang.
Pikiran dan perasaan pengarang adalah sumber utama dan pokok
masalahdalamsuatunovel.Pendekatanekspresifinidimaksudkanuntukmengetahuisej
auhmanakeberhasilan pengarangdalammengungkapkan gagasan-
gagasan,imajinasi,danspontanitasnya.
Adapun kerangka pendekatan ekspresif sebagaimana diuraikan
Atmazaki(1990:36)sebagaiberikut:
Pendekatan ekspresif berhubungan erat dengan kajian sastra sebagai
karyayang dekat dengan sejarah, terutama sejarah yang berhubungan
dengankehidupanpengarangnya;dan
Karyasastradianggapsebagaipancarankepribadianpengarang.

Teeuw (1984) menyatakan bahwa karya sastra tidak bisa dikaji


denganmengabaikan kajian terhadap latar belakang sejarah dan sistem sastra :
semesta,pembaca, dan penulis. Informasi tentang penulis memiliki peranan yang
sangatpentingdalamkegiatankajiandanapresiasisastra.Inidikarenakankaryasastra
padahakikatnyaadalah tuanganpengalamanpenulis(Teeuw,1984;
Selden,1985;Roekhan,1995;Eneste,1982).
BABVIIIPENDEKATANO
BJEKTIF
Pengantar

Pendekatan objektif merupakan pendekatan sastra yang menekankan


padasegiintrinsikkaryasastrayangbersangkutan(Yudiono,1984:53).Yaitupendekata
n yang sangatmengutamakan penyelidikan karya sastra berdasarkankenyataan teks
sastra itu sendiri. Hal-hal yang diluar karya sastra walaupun masihada hubungan
dengan sastra dianggap tidak perlu untuk dijadikan
pertimbangandalammenganalisis karyasastra.

PrinsipUmumPendekatanObjektif

Dalam pendekatan objektif telah banyak dikembangkan metode-


metodepenelitian,sepertiformalismeRusia,strukturalismePerancis,strukturalismeCe
koslavia,NewCriticiamAmerika,istilahstrukturalismejugaberkembangmenjadi post
strukturalisme, struskturalisme dinamik, intertekstualisme,
namunsemuanyaitutidakakandiperincidalampembicaraanini.

PrinsipTerapanPendekatanObjektif

Berdasarkan prinsip umum pendekatan objektifdi atas dan unsurfiksiyang


telah dikemukakan pada bagian terdahulu maka terapan dalam cerpen dannovel
tidaklah berbeda. Kedua fiksi ini mempunyai unsur yang sama yakni
gayabahasa,sudutpandang,alur,penokohan,latar,dantema/amanat.
Dalam memahami karya sastra secara objektif, tentunya diperlukan
adanyacara untuk mengoperasikan teori itu.Dalam teori ini,terdapat pula
pendekatandanpenilaiansecaraobjektif.
Pendekatanobjektif(pendekatanstruktural)adalahpendekatanyangmendasar
kan pada suatu karya sastra secara keseluruhan, dan memandang karyasastra
adalah sesuatu yang berdiri sendiri. Pendekatan yang dilihat dari eksistensisastra
itu sendiri berdasarkan konvensi sastra yang berlaku. Konvensi tersebutmisalnya,
aspek-aspek intrinsik sastra yang meliputi kebulatan makna, diksi, rima,struktur
kalimat, tema,plot,setting,karakter,dan sebagainya.Penilaian
yangdiberikandilihatdarisejauhmanakekuatanataunilaikaryasastratersebutberdasar
kankaharmonisansemua unsur-unsurpembentuknya.
Telaah struktur yang harus dikaitkan dengan fungsi struktur lainnya
yangdapatberupa pararelisme,pertentangan,inverse,dan kesetaraan.Dalam
karyayang lebih luas seperti novel, struktur tidak hanya hadir melalui kata dan
bahasa,melainkan dapat dikaji berdasarkan unsur-unsur pembentuknya seperti
tema, plot,karakter,setting,point of view.Untukmengetahui keseluruhan
makna,makaunsur-unsurtersebutharusdihubungkansatusamalain.
Penilaian objektif berarti menilai suatu karya sastra secara objektif,
tidakdengan pendapat pribadi (subjektif). Kriteria utama dalam memberikan
penilaiansecaraobjektifitu,menurutGraham
HoughdanWellekWarrenadalahpadaadanya :
Relevansi nilai-nilai eksistensi manusia yang terpapar melalui jalan
seni,imajinasimaupunrekaanyangkeseluruhannyamemilikikasatuanyang
utuh, selaras, serta padu dalam pencapaian tujuan tertentu atau
memilikiintegritas,harmony,danunity.
Daya ungkap, keluasan, serta daya pukauyangdisajikan lewat textureserta
penataan unsur-unsur kebahasaan maupun struktur verbalnya ataupada
adanyaconsonantiadanklantas.
Dari adanya sejumlah kriteria di atas memang pada dasarnya
seseorangdengan mudah dapat menentukan bahwa sebuah bacaan itu adalah teks
sastra.Akan tetapi,satuhal yangharusdiingat,bacaan berupatekssastraitu
tidakselamanyamengandungnilai-nilaisastra.
Ada tiga paham tentang penilaian terhadap karya sastra secara
objektif,yaitu paham relativisme, absolutisme, dan perspektivisme. Penilaian
relativismemenyatakan bahwa bila sebuah karya sastra dianggap bernilai pada
suatu
waktudantempattertentu,padawaktudantempatyanglainjugaharusdianggapbernilai.
Penilaian absolutisme menyatakan bahwa penilaian karya sastra
harusdidasarkanpadaukurandogmatis.Sedangkanpenilaianperspektivismemenyatak
an bahwa penilaian karya sastra harus dilakukan dari berbagai sudutpandang sejak
karya sastra itu tercipta (terbit) sampai sekarang (Pradopo, 1997:49-51).

SejarahPendekatan Objektif

Teori objektif yang di dalamnya terdapat pendekatan struktur


(pendekatanobjektif= strukturalisme), tidaklah dapat dilepaskan dari peran kaum
Formalis.Pendekatan struktur itu sendiri sebenarnya sejak jaman Yunani sudah
dikenalkanolehAristotelesdengankonsepwholeness,unity,complexity,dancoherence
.
Sepertiyangsudahdisebutkandi
atas,bahwamencuatnyapendekatanstrukturtidaklahlepasdariperanankaumFormalis.
Maka,kaumFormalisdipandang sebagai peletak dasar telaah sastra dengan
pendekatan ilmu modern.Ciri khas penelitiansastrakaum Formalismeialah
penelitiannyaterhadapapayang merupakan sesuatu yang khas dalam karya sastra
yang terdapat dalam teksbersangkutan.
Ciri khas penelitiannya terhadap apa yang merupakan sesuatu yang
khasdalam karya sastra yang terdapat dalam teks bersangkutan. Dalam hal ini,
nilaiestetiksuatukaryasastrasepertiyangdikemukakanolehtokohutamanyaJacobson,
adalah didasarkan pada poetic function yang diolah berdasarkan
kodemetrum,rima,macam-
macambentukparalelisme,pertentangan,kiasan,dansebagainya. Dengan kata lain,
Jacobson merumuskan bahwa karya sastra
adalahungkapanyangterarahpadaragamyangmelahirkannyaataufungsipuitikmemus
atkanperhatiannya padapesandandemipesanitusendiri.
Dalam hal ini, karya sastra harus dipandang sebagai sebuah struktur
yangberfungsi.Sebagai
sebuahkaryayangbersifatimajinatif,bisasajahubunganpenanda dan petanda
merupakan suatu hubungan yang kompleks. Dalam karyayang lebih luas,
misalnya saja novel, stuktur tidak hanya hadir melalui kata danbahasa,melainkan
dapatdikaji berdasarkan unsur-unsur pembentuknya
sepertitema,plot,karakter,seting,pointofview,danlainnya.Untukmengetahuikeseluru
han makna, maka unsur-unsur tersebut harus dihubungkan satu sama lain.Apakah
struktur tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh, saling mengikat,saling
menopang yang kesemuanya memberikan nilai kesastraan tinggi.
Telaahsemacaminilahyangditekankanolehkaumstrukturalisme.
Tokoh danKonsep

Aristoteles

TelahdiperkenalkanolehAristotelesdengankonsepwholeness,unity,complexi
ty, dan coherence. Suatu penilaian dikatakan objektif bila penilaian itubertolak
dari suatu nilai atau konvensi yang terlepas dari segi pembaca. Sehingga,nilai itu
adalah nilai yang ada dalam teks sastra, dan bukan nilai yang ada
dalamopinipembacaitusendiri.
Taine

Menurut Taine, sastra tidak hanya sekedar karya yang bersifat


imajinatifdan pribadi, melainkan dapat pula merupakan cerminan atau rekaman
budaya,suatu perwujudanpikirantertentupada saatkaryaitudilahirkan.
Jacobson

Jacabson merumuskan bahwa karya sastra adalah ungkapan yang


terarahpadaragam yangmelahirkannyaataufungsi puitikmemusatkan
perhatiannyapada pesandandemipesanitusendiri.
FerdinanddeSaussure

Pendekatanstruktursecaralangsungatautidaklangsungsebenarnyabanyakdip
engaruhiolehkonsepstrukturlinguistikyangdikembangkanolehFerdinand de
Saussure, yang intinya berkaitan dengan konsep sign dan meaning(bentukdanisi).
Luxemburg

Luxemburgmemilikikonsepsignifiant-signifieddanparadigma-
syntagma.Pengertiannyaadalahtandaataubentukbahasamerupakanunsurepembe
riartidanyangdiartikan.Dariduaunsuritulahakandapatdinyatakan
sesuatu yang berhubungan dengan realitas. Karena itu, untuk memberi makna
ataumemahami makna yang tertuang dalam karya sastra, penelaah harus
mencarinyaberdasarkantelaahstruktur,yang dalam haliniterefleksi
melaluiunsurebahasa.
TerryEagleton

Mengungkapkan bahwa setiap unitdari struktur yang ada,hanya


akanbermaknajikadikaitkanhubungannyadenganstrukturlainnya.Hubungantersebut
bisamerupakanhubunganpararelisme,pertentangan,inversi,dankesetaraan. Yang
terpenting adalah bagaimana fungsi hubungan tersebut
dalammenghadirkanmaknasecara keseluruhan.
Dalam penelitian karya sastra, analisis atau pendekatan obyektif
terhadapunsur-
unsurintrinsikataustrukturkaryasastramerupakantahapawaluntukmenelitikaryasastr
asebelummemasukipenelitianlebihlanjut(Damono,1984:2).
Pendekatanstrukturalmerupakanpendekatanintrinsik,yaknimembicarakan
karya tersebutpada unsur-unsuryangmembangun karya sastradari dalam.
Pendekatan tersebut meneliti karya sastra sebagai karya yang otonomdan terlepas
dari latar belakang sosial, sejarah, biografi pengarang dan segala hatyang ada di
luar karya sastra (Satoto, 1993: 32). Pendekatan struktural mencobamenguraikan
keterkaitan dan fungsi masing-masing unsur karya sastra sebagaikesatuan
struktural yang bersama-sama menghasilkan makna menyeluruh (Teeuw,1984:
135). Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa pendekatan struktural adalahsuatu
pendekatan dalam ilmu sastra yang cara kerjanya menganalisis unsur-
unsurstruktur yang membangun karya sastra dari dalam, serta mencari relevansi
atauketerkaiatanunsur-unsurtersebutdalamrangkamencapaikebulatan makna.
Alur(plot)

Dalamsebuahkaryasastra(fiksi)berbagaiperistiwadisajikandalamurutan
tertentu (Sudjiman, 1992: 19). Peristiwa yang diurutkan dalam
menbangunceritaitu disebutdengan alur(plot). Plotmerupakan unsurfiksiyang
palingpentingkarenakejelasanplotmerupakankejelasantentangketerkaitanantaraperi
stiwayangdikisahkansecaratinierdankronologisakanmempermudahpemahamankita
terhadapceritayangditampilkan.
Tokoh

Dalampembicaraansebuahfiksiadaistilahtokoh,penokohan,danperwatakan.
Kehadiran tokoh dalam cerita fiksi merupakan unsur yang
sangatpentingbahkanmenentukan.Hatinikarenatidakmungkinadaceritatanpakehadir
an tokoh yang diceritakan dan tanpa adanya gerak tokoh yang akhirnyamenbentuk
alur cerita.Rangkaian alur ceritamerupakan hubungan
yanglogisyangterkaitolehwaktu.
Latar(setting)

Latar atau setting adalah sesuatu yang menggambarkan situasi atau


keadaandalam penceriteraan. Panuti Sudjiman mengatakan bahawalatar adalah
segalaketerangan, petunjuk, pengacuan yang berkaitan dengan waktu, ruang dan
suasana(1992:46).Sumardjodan Saini K.M.
(1997:76)mendefinisikanlatarbukanbukanhanyamenunjuktempat,atauwaktutertent
u,tetapijugahal-halyanghakiki dari suatu wilayah, sampai pada pemikiran
rakyatnya, kegiatannya dan lainsebagianya.
Latartempat

Latar tempat menyaran pada lokasi terjadinya peristiwa yang


diceritakandalamsebuahkaryafiksi.

Latarwaktu

Latar waktu menyaran pada kapan terjadinya peristiwa-peristiwa


yangdiceritakandalamsebuahkaryafiksi.
Latarsosial

Latar sosial menyaran pada hal-hal yang berhubungan dengan


perilakukehidupan sosial masyarakatdi suatu tempatyang diceritakan
dalankaryafiksi.
Temadanamanat

Secaraetimologiskatatemaberasaldariistilahmeaning,yangberhubunganarti,
yaitusesuatuyanglugas,khusus,danobjektif.Sedangkanamanatberasaldarikatasignifi
cance,yangberurusandenganmakna,yaitusesuatuyangkias,umundansubjektif,sehing
gaharusdilakukanpenafsiran.
BABIX
PENDEKATANPRAGMATIS

Pengantar

Pendekatan pragmatik adalah pendekatan yang memandang karya


sastrasebagai sarana untuk menyampaikan tujuan tertentu kepada pembaca. Dalam
halini tujuan tersebut dapat berupa tujuan politik, pendidikan, moral, agama
maupuntujuan yang lain. Dalam praktiknya pendekatan ini cenderung menilai
karya
sastramenurutkeberhasilannyadalammencapaitujuantertentubagipembacanya(Prad
opo,1994).
Dalam praktiknya, pendekatan ini mengkaji dan memahami karya
sastraberdasarkanfungsinyauntukmemberikanpendidikan(ajaran)moral,agama,mau
pun fungsi sosial lainnya. Semakin banyak nilai pendidikan moral dan atauagama
yang terdapat dalam karya sastra dan berguna bagi pembacanya,
makintingginilaikaryasastratersebut.
Di Indonesia pendekatan ini pernah dianut oleh Sutan Takdir
Alisyahbana(padamasaPujanggaBaru)yangmengatakanbahwakaryasastrayangbaik
haruslahyangmemberikanmanfaatbagi
masyarakat,yangkemudiandikenaldenganistilahsastrabertendens(Teeuw1978).

PendekatanPragmatisSastra

Dalamkamussosiologikatapragmatik(prgmatics)diartikansebagaitelaah
terhadap hubungan antara tanda-tanda dengan penggunaannya,
sedangkanpragmatisme (pragmatism) diartikan sebagai suatu ajaran yang
menyatakan bahwaartisuatuproposisitergantungpada akibat-akibatpraktisnya.
Pendekatan pragmatik adalah pendekatan yang memandang karya
sastrasebagai sarana untuk menyampaikan tujuan tertentu kepada pembaca. Dalam
halini tujuan tersebut dapat berupa tujuan politik, pendidikan, moral, agama
maupuntujuan yang lain. Dalam praktiknya pendekatan ini cenderung menilai
karya
sastramenurutkeberhasilannyadalammencapaitujuantertentubagipembacanya(Prad
opo,1994).
Pendapat Horatius yang ditulis dalam bukunya Ars Poetica pada tahun
14SMmenyatakanbahwatolokukursastraialahutile‘bermanfaat’dandulce‘nikmat’.
Selain itu, ia pun sekaligus mengungkapkan pendekatan sastra
yangmenitikberatkan pada peran pembaca (pendekatan pragmatik) dalam
pendekatanteori Barat, sering dipermasalahkan urutan utile dan dulce itu, mana
yang harusdidahulukan, ‘bermanfaat’ dahulu baru ‘nikmat’ atau justru sebaliknya
‘nikmat’dulu baru ‘bermanfaat’ masalah antara pendekatan moralis (manfaat) dan
estetik(nikmat), namun hal ini barangkali lebih tepat disebut perbedaan dalam
tekanan(estetikbarutersendiripadazamanromantikdiduniaBarat).
Pendapat bahwa seni sebagai struktur yang dilandasi ciri khasnya
sebagaisign ‘tanda’ yang baru mendapat makna lewat persepsi pembaca
dipelopori olehJan Mukarovsky dan muridnya Felix Vodicka. Meskipun sudah
dilancarkan sejaktahun tiga puluhan, pendapat ini baru dikenal pada tahun enam
puluhan di Eropamelalui terjemahan dalam bahasa Inggris (dari bahasa Rusia) dan
sejak itulahperhatian atau penekanan teks sebagai struktur (strukturalisme)
bergeser ke arahpembacayangdilandasiantara
lainolehteorikonkretisasidariVodicka.
Konsep ini berasal dari Roman Ingarden yang menyatakan bahwa
karyasastramempunyaikemandirianterhadapkenyataandanbersifatskematik-
selektif,
tidakpernahmenciptakangambar(dunia)yangbulatlengkapsetiapmembayangkanken
yataan.DalamsetiapkaryasastraterdapatUnbesttimmtheitsstellen’tempat-
tempatyangtidak tertentu ataukosong’,yangtidak terisi oleh karya sastra dan
pengisiannya terserah kepada pembaca
menurutkemampuandanseleranya.Inilahyangdisebutkonkretisasinamun,menurutIn
garden,halinidibatasiolehstrukturkaryaseniyang singkatsecaraobjektif.
Munculnya pendekatan pragmatik yang bertolak dari teori resepsi
sastradalam khasanah pemahaman karya sastra merupakan reaksi terhadap
kelemahan-kelemahan yang terdapat pada pendekatan struktural. Sebab
pendekatan strukturalternyata tidak mampu berbuat banyak dalam upaya
membantu seseorang da-lammenangkap dan memberi makna karya sastra.
Pendekatan struktural hanya dapatmenjelaskanlapispermukaan dari
tekssastrakarenahanyaberbicaratentangstruktur atau interalasi unsur-unsur dalam
karya sastra. Banyak segi lain yangdiperlukan untuk lebih menjelaskan makna
karya sastra. Untuk dapat menangkapsegi-segilainituparapakarmengemuka-
kansebuahpendekatanbaru,yaitupendekatanprag-matik.
Pendekatanpragmatiksebagaisalahsatubagiandariilmusastramerupakankajia
nsastrayangmenitikberatkandimensipembacasebagaipenangkap dan pemberi
makna karya sastra (Teew, 1984:50). Dengan kajian ini,otonomi karya sastra tidak
relevan; karya sastra memang mempunyai struktur,tetapi struktur saja tidak dapat
berbuat banyak. Dengan munculnya pendekatanpragmatik, maka bermula pula
kawasan kajian sastra ke arah peranan pembacaseba-gaisubjekyangselaluberubah-
ubahsesuaidengankeberadaannya.
Sebagaisuatupendekatanuntukmencari kebenarandalam
tekssastra,pendekatan pragmatik memiliki relevansi dengan sistem kefilsafatan
prag-matik.Heraclitus dalam Graff et.al. (1966:167) me-ngembangkan teori
kefilsafatan yangmirip dengan pragmatik modern. Konsep Heraklitus yang
terkenal adalah ”Tidakada realitas yang bersifat absolut, demikian juga halnya
dengan kebenaran nilai-nilai. Realitas, kebenaran, dan nilai-nilai merupakan
sesuatu yang selalu berubah,sehingga perubahan itu sendirilah yang bersifat
permanen”. Dengan kata lain,hanya dengan indra penyerapan (the sense of
perception) itulah yang
memilikipengetahuandanyangmenyadarikarakterperubahanpengetahuan.
MenurutJ.DonaldButlerdalambukunyaFourPhilosophiesTheirPractice in
Education and Religion (1957:417) menyebutkan bahwa pragmatikberkembang
pada akhir abad ke-20 yang dipelopori oleh Charles Sander
Peirce,WilliamJames,danJonhDewey.MenurutGraffet.al.
(1966:169),Piercemencurigai kemampuan manusia yang mengatakan dirinya
mampu
mengetahuitanpamenempuhbeberapajalandenganmencekpengetahuannyauntukme
mperolehvaliditas.
Salahsatukesulitandalampengetahuanadalahapayangdinamakandengankesu
litansemantik.Kataadalahsimbol,dansimboltidakmampumenyajikansecaraakuratda
nlansungsertacenderungmenjadikanmaknaambiguitas. Untuk itu Pierce berupaya
untuk mengoperasionalkan ide dan makna-makna yang abstrak dari bentuk
Rational Cognation (Knowing) menjadi
rationalpurposeataudoing(power1982:123).DengandemikianPiercemenaruhperhat
ian yang besarterhadapprinsip-prinsiplogikadanepistemologi.
KemudianWilliamJamesmemperluasruanglingkuppragmatikyangdiungkap
kanPierce.Iatidaklagimenganggappragmatiksebagaimetodelaboratorium, tetapi
telah menerapkannya ke bidang-bidangkehidupan
manusiayanglebihluas.Iasangatmenekankanperananpengalamansebagailokuspemb
erimakna.Haldilakukankarenamenurutnyapengalamanpengalamanmerupakan
sesuatu yang di dalamnya sudah tercakup pemikiran atau ide yangselaludiakait-
kandengasubstansitertentu.Pengalamanselalubersifataktif.Dengan demikian,
konsep kebenaran adalah kesuaian antara ide dengan realitas;ada hubungan sifat
objektif (realitas) dengan sifat subjektif(pengalaman)
dankebenaranterletakdalamkeduahubungantersebut.
Pengalamansubjektifhendaknyadiverifikasikanmelaluipengalamanobjektif
untuk mencapai kebenaran (Power 1982:126—127). Kebenaran ide
dapatdiketahui jika dikaitkan dengan sesuatu yang ditunjukan oleh ide tersebut
melaluitindakan-
tindakanyangmembawahasiltertentu.Dengankatalain,ideyangbersifat subjektif
hendaknya dapat diobjektifkan dan proses itu merupakan
suatuyangditangkapdarirealitas.
JohnDeweymengemukakanbahwapencapaiankebenaranakhirnyamerupaka
n mitos. Manusiatidak akan pernah mencapai kebenaran akhir
karenaketerbatasanyangdimilikinya.Karenaituapayangdianggapbenarolehseseoran
g belum tentu benar oleh orang lain. Ini menunjukan bahwa bermaknatidaknya
sesuatu terletak pada persepsi individual terhadap objek yang
menjadiperhatiannya atautergantungpada
siklusperubahanwaktudankontekstertentu.
Berdasarkanpikiran-
pikirandiatas,dapatdiambilpengertianbahwapragmatikadalahcaraatausesuatuyangs
esuaidengankegunaannya(Echolsden
Shadily 1975:442). Sedangkan Morrisdalam Tarigan (1986:33)
mendefinisikanpragmatik sebagaitelaahhubungan denganinterpretatorataupenafsir.
Keterkaitan antara kita dengan penafsiran menurut Van Dijk (1976:87—
112)harusdisikapi secarapragmatisdan kontekstual.Sebab tersebutbersifatarbitrer
dan berbeda antara satu dengan yang lainnya. Kearbitrerannya itulah
yangmenyebabkan ia perludisikapi secara kontekstual. Di dalam sastra ada tiga
salingsignifikan, yaitu bahasa, budaya, dan sastra sendiri atau oleh Teew
diistilahkannyadengankodebahasa,budaya,dankodesastra.
Ketigakodeinitidakseluruhnyadapatdiamatisecaraempirik.Kodebahasa
misalnya, secara realitasmemang dapat diamati oleh indra, tetapi
untukmemahaminyadiperlukansejumlahlokusmaknalainyayangterdapatpadakesada
ran subjektif. Demikian juga dengan kode budaya dan kode
sastratidakterlepasdarilokus pemaknaanlainnya.
Levinson yang dirujuk Nababan (1987:2) mengartikan
pragmatiksebagaikajianhubunganantarbahasadengankonteksyangmendasaripenjel
asanpengertian bahasa. Di dalam pengertian ini terlihatbahwa pemahaman
bahasamerujuk pada faktabahwa untuk mengerti sesuatu ungkapan bahasa
diperlukanjugapengetahuandiluarmaknakatadanhubungantatabahasanya,yaituhubu
ngandengankonteksnya.
Dalamliteraturyangberkaitandenganpragmatik,adapulayangmenekankanke
padastrukturbahasa,aspekmaknatertentu,danhakikatketergantungandengankonteks,
sepertiyangdipaparkanberikutini.
Pragmatikadalahstuditentanghubungan-
hubunganantarbahasadengankonteksyangdigramatikalisasikanataudik
odekandalamstruktursuatubahasa;
Pragmatikadalahstuditentangsemuaaspekmaknayangtidakterliputdalamte
orisemantik;
Pragmatikadalahstuditentanghubunganantarabahasadengankonteksyangm
erupakandasar untuk uraianpemahaman bahasa;
Pragmatik adalah studi tentangkemampuan pemakaian bahasa
untukmemadankankalimatdengankonteks yangtepat;dan
Pragmatik adalah studi tentang dieksis, implikasi, prasuposisi,
tindakujar,danaspekstrukturwacana.
Daribeberapapengertiandiatas,makayangdimaksudkandenganpendekatanpr
agmatikdalamtulisaniniadalahcaramenghubunganbahasasebagaimediaekspresifkar
yasastradenganinterpretatorataupenafsirsebagaimana pengertian pragmatik yang
dirumuskan oleh Morris dalam Tarigandan VanDijk terdahulu, yang dimaksud
adalah bahasa yang dipergunakan dalambanguanan karya sastra. Sedangkan
penafsiran yang dimaksud adalah begaimanapenafsiran atau interpretasi pembaca
terhadap makna tersebut. Dengan demikiandapat dirumuskan bahwa pendekatan
pragmatik adalah suatu pendekatan
yangdipergunakandalammenelaahkaryasastraberdasarkanresepsipersonalpembaca/
penikmat(interpretator)terhadapunsur-unsuryang dibangun.
SejarahPendekatanPragmatikSastra

Pada tahun 1960 muncul dua orang tokoh ilmu sastra di Jerman
Baratkedua tokoh itu adalah Hans Robert dan Wolfgangler. Keduanya
mengembangkanilmusastrayangmemberikanpenekananterhadappembacasabagaip
emberimakna karyasatra.
Pada tahun 1967 (Teeuw, 1984: 5) ia mengatakan bahwa penelitian
sejarahdiEropasejaklamatelahmelaluijalanbuntu.Halinikarenapendekatanpenulisan
sejarah sastra tidak berdasarkan situasi zaman sejak zaman
Romantik,denganadanyapaham
Nasionalisme,makapendekatanpenulissejarahsastradisejajarkandengansejarahnasio
nal,danpendekatanlainyangtidakmenghiraukan dinamikasastra terus
menerus,entah padasuatubangsa,suatuperiode,suatuangkatandansuatuzaman.
Apa yang diterima dan dipahami oleh pembaca berpengaruh besar
padaperkembangan karya sastra selanjutnya, baik dari segi estentik maupun dari
segisejarah, dari segi estentik karya sastra sebagai seni, pembaca akan
menentukanapakah estentik yang mendasari karya sastra diterima atau ditolak.
Oleh sebab ituyang dipentingkan dalam pendekatan yang menekankan peranan
pembaca sebagaipemberi makna bukanlah atau keindahanabadi suatu karya sastra,
melainkanpenerimaankarya sastrapada waktudantempatyangberbeda-beda.
Tokoh utama dalam karya sastra yang menekankan peranan pembaca
ialahHans Robert Jousz dalam makalahnya yang bejudul literature alas
provocation(sejarah sastra sebagai tantangan). Ia melancarkan gagasan-gagasan
baru yangsempat menggoncangkan dunia. Ilmu sastra tradisional setelah memberi
ringkasanmengeanaisejarahsastra antara laindarialiranmarsismedanformalisme.
Menghilangkan faktor yang terpenting dalam proses semiotik yang
disebutkesusastraan sastra, dan sikap komunikasinyayangmrnggambarkan
hubungandialogdanprosesantarakaryasastradanpembaca.Yaitupembacalahyangme
nilai, menafsirkan, memahami dan menikmati karya sastra untuk
menentukannasibdanperanannyadarisegisejarahdanestetis.
Peneliti sejarah sastra bertugas menelusuri resepsi karya sastra
sepanjangzaman,keindahanadalahpengertianyangbergantungpadasituasidanlatarbe
lakang sosiobudayasipembaca dan ilmusastraharusmenelitihal itu.

PrinsipDasarPendekatanPragmatikSastra

Karena pendekatan pragmatikbertolakdari teori resepsi sastra,


makaprinsipdasarnyapundalammengkaji
karyasamadengantempatiaberpijaktersebut. Sebagai suatu pendekatan dalam
memahami karya sastra, pragmatismemempunyaiprinsipbahwa:
Otonomikaryasastradianggaptidakrelevandalamkajiankaryasastra, karena
terlalu menganggap karya sastra sebagai struktur
yangotonom.Padahalkaryasastratersebuttidakmempunyaikewujudann
yasendirisampaidibaca.Karenaituuntukdapatmemahami sebuah karya
sastra, pendekatan pragmatik tidak
terlaluterikatpadastruktursastrasemata,melainkanjugakepadafaktoryan
gadapadadiri
pembacasecarakontekstual.Olehkarenaitu,bentuktelaahnyakompleksd
aripadapendekatanstrukturalyanghanya
tertujupadabangunstruktursaja.
Pendekatan prag-matik memkitang karya sastra sebagai artefak, pem-
bacalah yang menghidupkannya melalui proses konk-retisasi.
Karyasastra hanya menyediakan tkita atau kode makna, sedangkan
maknaitusendiridiberikanolehpembaca.Karyasastratidakmengikatpem
baca, tetapi menyediakan tempat yang kosong untuk diisi
olehpembaca. Maksudnya adalah bahwa teks sastra seperti
puisitidakpernah mempunyai makna yang terumus dengan sendirinya,
sehinggadiperlukantin-dakanpembacauntukmerumuskannya.
Pembaca bukanlah pribadi yang tetap dan sama, melainkan sela-
luberubah dan berbeda. Oleh karena pembaca dalam melakukan
prosespemahamandipengaruhiolehhorisonpenerimaannya,makasubjek
tivitas pembaca mungkin berbedaantara satu dengan
lainnya.Itulahsebabnyatekniktelaahnya pragmatisdandialektik.
Tekssastraselalumenyajikanketidakpastiaanmakna,sehinggamemungkink
an pembaca untuk memaknai dan memahaminya secaraterbukalebar
(Teeuw 1984; Junus 1985; Salden 1986; dan
Jefferson&Robey1988).Ketidakpastiaaniitulahmengapapangkaltolakt
elaah pendekatan pragmatikini dalam mengapresiasi karya sastrapada
persepsipembaca.

KarakteristikPendekatanPragmatikdalamMenelaahKaryaSastra

Bertolakdarihakikatdanprinsipdasarpendekatanpragmatikdi
atas,dapatdirumuskanbahwapendekatanpragmatikdalammenelaahkaryasastraadala
hsebagaiberikut:
Asumsidasarpendekatanpragmatikbahwakaryasastrasesuatuyangbersifat
artefak. Ia merupakan suatu benda yang belum mempunyai
jiwa,danbarumempunyaijiwa bila dinikmatiataudipahami.
Bentuktelaahkompleks,karenadalammenentukanmaknaatauunsurintrinsik,
melainkan juga unsur ekstrinsik seperti pengarang, pembaca
dangenetikkaryasastra.
Dalam menelaah,unsuryangmenjadi objektelaahmencakupseluruhunsur,
baikfisikmaupun unsur batin dan unsur-unsurlain yang
dapatdijadikanacuanuntuk mengkongkretisasikanmaknayangabstrak.
Proses telaah dimulai dari resepsi personal pembaca ke keseluruhan bagiandan
mencari hubungan struktur bagian kemudian menempatkan
strukturkeseluruhan menjadi struktur bagian dalam struktur yang lebih
besar untukdapatdikonkreti-sasikanmelaluiprosesredeskripsi.
Tekniktelaahpragmatisdandialektik,yaitudenganmelibatkanpengalamanpemba
ca,pengarang,disampingunsurintrinsikyangmenjadiacuantelaah.
Dasarpertimbangandalampenentuanmaknaadalahperpaduanunsurintrinsik
dengan unsur ekstrinsik serta faktor genetik dan pengalaman
yangdipunyaipembaca.
Pangkal tolak telaah dari resepsi pembaca terha-dap unsur bangun karyasastra.
Esensi karya sastra adalah makna setiap unsur, hubungan antara unsur
danketerpaduannyadihu-
bungkandengankontekskesemestaandansistemkognisipembaca.
Unsurpengarangdanpembacadipertimbangakandalammenelaahsebagaibagiand
arigenetikuntukkesempurnaanmakna.
BABXPENDEKATANPSI
KOSASTRA
Asal-UsulPsikologiSastra

Sejakkapan psikologi sastramuncul,sebenarnyatidakterlaluprinsip.Wilayah


historis itu biasanya justru membelenggu pemerhati sastra. Hal itu bagiandari
pemikir sejarah sastra yang tak pernah tuntas. Dari realita, sebenarnya
dapatdiduga pemunculan psikologi sastra adalah setelah teori-teori penelitian
intrinsiksastramenemui“jalanbuntu”.Maksudnya,penelitianintrinsiktidakmampum
enjawabseluruhmasalahsastra.Asal-
usulkemunculanpsikologisastraitutampaknyabukandariahlisastra.Orangdiluarsastr
abiasanyajauhlebihmemperhatikan masalah inheren sastra. Akibatnya, sisi-sisi
tertentu dari
sastra,merekaperdalamhinggasampaiadagagagasanpsikologisastra.Sementara“oran
g dalam”sendirisering terlalu asyikdengan penelitian yanglain.
Dugaan sementara, kemungkinan besar sejak Freud sebagai dokter
banyakmembaca sastra sehingga muncul psikologi sastra. Jika hal ini benar,
sampai diNegara kita tentu merasa agak lambat. Beberapa tahun sejak Freud tiada
sampaisaat ini? Mengapa kita justru belum dewasa ketika memahami persoalan
psikologisastra. Hal ini sejalan pemikiran Makaryk (1993:163) bahwa sejak Freud
(1886-
1939),interpretasipsikologisterhadapsastramulaiberkembang.Anehnyagagasan elit
itu tak segera diikuti oleh ahli sastra lain. Buktinya, jika menyimakpendapat Ratna
(2004) bahwa di Indonesia, analisis psikologi sastra lebih
lambatperkembangannyadibandingkan dengan sosiologi sastra.Keadaan
semacaminitakperluditangisilagi.
Yang perlu direnungkan, ada beberapa indikator yang diduga
merupakanpenyebabnya,pesimistispsikologisastraitu,diantaranya
Psikologisastraseolah-
olahhanyaberkaitandenganmanusiasebagaiindividu,kurangmemberikanper
ananterhadapsubjektrans-individualsehingga analisis dianggapsempit.
Dikaitakan dengan tradisi intelektual, teori-teori psikologi sangat
terbatassehingga para sarjana sastra kurang memiliki pemahaman terhadap
bidangpsikologisastra, dan
Berkaitandenganmasalahpertamadankedua,relevansianalisispsikologis pada
gilirannya kurang menarik minta, khususnya di kalanganmahasiswa,yang
dapatdibuktikan dengan sedikitnya skripsi dan
karyatulisyanglain,yangmemanfaatkanpendekatanpsikologisastra.
Psikologi sastra memang bukan ilmu baru. Namun, di Negara kita, ilmu
inimasih relative muda. Paling tidak belum banyak ahli yang terjun ke dunia satu
ini.Dari sisihistoris,psikologi sastrasebenarnyasejajardengansosiologisastra.Hanya
saja sosiologi sastra lebih berkembang karena berkaitan dengan
kehidupanmasyarakat. Mungkin ada yang menganggap sosiologi sastra jauh lebih
entengketimbangpsikologisastra,boleh-
bolehsaja.Beratringansebuahkeilmuansebenarnya tergantung siapa yang
mempelajarinya. Mungkin pula, memang
adaanggapanbahwakehidupanmasyarakatjauhlebihmudahdiaksesdaripadakehidupa
n pribadi. Akibatnya, bukan mustahil jika sosiologi lebih cepay diminatidaripada
psikologi. Padahal, keduanya sama-sama cabang keilmuan yang
menarikgunamempelajarisisikehidupanmanusia.
Disadari atau tidak,dunia penelitian psikologi sastra awal adalah
teoriFreud.Meskipuntidakharusdinyatakandiasebagaipencetusteori,namunperkemb
anganberikutnyamemangagaktersendat.TeoripsikoanalisisFreudtampaknyayangba
nyakmengilhamiparapemerhatipsikologisastra.Diamembedakankepribadian
menjaditigamacam,yaituId,Ego,danSuperEgo.
Ketigaranahpsikologiinitampaknyayangmenjadidasarpijakanpenelitian
psikologi sastra. Memang harus diakui bahwa Freud yang menjadi
titikpangkalkeberhasilanmengkungkapgenesiskaryasastra.Penelitiannyaamatdekat
denganpenelitianproseskreatif.Olehkarenakonsepyangditawarkansebatas masalah
gejolak tiga ranah jiwa itu, relevansi toeri Freud dianggap sangatterbatas dalam
rangka memahami sebuah karya sastra. Hal ini berarti gagasantersebutmasih perlu
dilengkapi dengan bidanglain.Apalagi sastra itu sendiritidak
sekedarmasalahkreativitas.Sastra melingkupianeka rupahidup.
Konsep-konsep Freud, pada awalnya memang bukan ahli sastra.
Freudhampir merambah ke beberapa disiplin, seperti sosiologi, antropologi, dan
filsafat.PadagilirannyaFreudtelah“merajai”dalamstudikeilmuanhumaniora,khusus
nya dengan konsepsi psikoanalisis. Dalam buku Milner (1992: xiii),
yangmembahas
Freud secara panjang lebar, dijelaskan bahwa peranan teori Freud
tidakterbatas sebagaimana dinyatakan sebelumnya. menurutnya, teori Freud
memilikiimplikasi yang sangatluas tergantung bagaimana cara
mengoperasikannya.Disatu pihak, hubungan psikologi dengan sastra didasarkan
atas pemahaman bahwasebagaimana bahasa pasien, sastra secara langsung
menampilakn
ketaksadaranbahasa.Dipihaklain,kenyataanbahwapsikologiFreudmemanfaatkanmi
mpi,
fantasi, dan mite, sedangkan ketiga hal tersebut merupakan masalah pokok
dalamsastra.Hubunganyangeratantarapsikoanalisis,khususnyateori-
teoriFreuddengan sastra juga ditunjukkan melalui penelitiannya yang bertumpu
pada karyasastra,sepertiOedipe-
Roi(OedipusSangRaja)karyaSophoclesdanHamletkarya Shakespeare. Penelitian
yang dilakukan oleh Freud sekaligus
menunjukkanhunganantarailmukedokterandansastra.
Gagasaninitidakterlaluberlebihan,jikamenengokrealitaspsikispenampilan
puisi kolaboratif. Di Borobudur Plaza Yogyakarta, tiap malam SelasaWage
digelar ritual puisi macapat dengan tujuan untuk obat sakit pemilik plaza.Awal
mula sakit stress itu amat berat karena ada masalah bisnis, lama-kelamaanterobati.
Hal ini berari teori Freud memang dapat dimaklumi bahwa sastra
dapatmenjadiobat,sepertihalnyaduniakedokteran.
Teori Freud dengan demikian tidak terbatas untuk menganalisis asal-
usulproseskreatidsepertididugasebelumnya.samadenganmenghadapiseorangpasien
,unutkmengobatipenyakitnya,sorangpsikologtidakmelakukannyadengan
caramenguraikan asal-usul penyakitnya, tetapi dengan cara bercakap-cakap,
berdialog sehingga terungkap seluruh depresi mentalnya,yaitumelaluipernyataan-
pernyataanketaksadaranbahasanya.Bahasainilahyangkemudiandianalisissehingga
menghasilkan kesimpulan dalam pengobatannya.Hal
yangsamajugadilakukandalamanalissiterhadapkaryasastra.
Bahasadalamsastraadalahsimbolpsikologis.Bahasasastraadalahbingkisanm
aknapsikisyangdalam.Maka,peneliti
perlumemahamibahasaestetismenggunakanpsikoanalisis.TeoriFreuddimanfaatkan
untukmengungkapkanberbagaigejalapsikologisdibalikgejalabahasa.Olehkarena
itulah, keberhasilan penelitian tergantung dari kemampuan dalam
mengungkapkankekhasan bahasa yang digunakan oleh pengarang. Benar, yang
sangat dominanadalahtokoh-
tokoh,tetapiperludisadaribahwakeseluruhanunsuredisajikanmelalui bahasa.
Bagaimana tokoh-yokoh, gaya bahasa, latar, dan unsur-unsur lainyang muncul
secara berulang-ulang, jelas menunjukkan ketaksadaran bahasa danmemiliki arti
secara khas. Bagi Freud, asas psikologi adalah alam bawah sadar,yang disadari
secara samar-samar oleh individu yang bersangkutan. Menurutnya,ketaksadaran
justru merupakan bagian yang paling besar dan paling aktif dalamdirisetiaporang.

HubunganPsikologidenganKaryaSastra

Karyasastramerupakanprodukdarisuatukeadaankejiwaandanpemikiranpeng
arangyangberadadalamsituasisetengahatausubcooncius.Setelah mendapat bentuk
yang jelas dituangkan ke dalam bentuk tertentu secarasadar dalam bentuk
penciptaan karya sastra. Jadi, proses penciptaan karya sastraterjadi dalam dua
tahap, tahap pertama dalam bentukmeramu gagasan dalamsituasi imajinatif dan
abstrak kemudian dipindahkan ke dalam tahap kedua
yaitupenulisankaryayangsifatnyamengongkritkanapayangsebelumnyadalambentuk
abstrak.
Karyasastrayangbermutumenurutpandanganpendekatanpsikologisadalah
karya sastra yang mampu menggambarkan kekalutan dan kekacauan batinmanusia
karena hakekat kehidupan manusia itu adalah perjuangan menghadapikekalutan
batinya sendiri. Perilaku yang tampak dalam kehidupan diri merekamasing-
masing.Apayangdiperhatikanbelumtentusamadenganapayang
sesungguhnya terjadi dalam dirinya karena manusia sering berusaha
menutupinya.Kejujuran,kecintaan,kemunafikan,danlain-lainberadadalam
batinmasing-masing yang terkadang terlihat gejalanya dari luar dan kadang-
kadang tidak.Olehsebab itu, kajian tentang dan tokoh harus ditekannya pada aspek
kejiwaan dantentusajatidaklepas dariteoripsikologi.

AsumsiKehadiranPsikologi Sastra

Kehadiran psikologi sastra di tengah-tengah kita sebenarnya telah


lama,hanyabelum
disambutantusias.Meskipunsecararigidagaksulitdipastikan,namun dapat diduga
bahwa psikologi sastra pun sebenarnya berniat
melengkapipemahamansastra.Lebihdariitu,belakanganpsikologisastratampaktelah
menjadikebutuhankhusus dibangku-bangkukuliah.
Menurut Semi (1993), ada beberapa asumsi yang memunculkan
psikologisastratelahdianggappenting,yaitu
Karyasastramerupakanprodukdarisuatukeadaankejiwaandanpemikiranpeng
arangyangberadadalamsituasisetengahsadar(subconcius) setelah
mendapat bentuk yang jelas dituangkan ke
dalambentuktertentusecarasadar(conscious)dalambentukpenciptaankar
ya sastra. Jadi, proses penciptaan karya sastra terjadi dalam
duatahap,yaitutahappertamadalambentukmeramugagasandalamsituasi
imajinatif dan abstrak, kemudian dipindahkan ke dalam tahapkedua,
yaitu penulisan karya sastra yang sifatnya mengkonkretkan
apayangsebelumnyadalambentukabstrak.
Mutusebuah karyasastraditentukan oleh bentukprosespenciptaandari
tingkat pertama, yang berada di alam bawah sadar, kepada
tingkatkedua yang berada dalam keadaan sadar. Bisa terjadi bahwa
dalamsituasi tingkat pertama gagasan itu sangat baik, namun setelah
beradapada situasi kedua menjadi kacau sehingga mutu karya tersebut
akansangat tergantung kepada kemampuan penulis menata dan
mencernaperwatakan, dan menyajikannya dengan bahasa yang mudah
dipahami.Jadi, dalam hal ini penelitian dan analisis ditujukan ke[ada
masalahprosespenciptaan.
Disampingmembahasprosespenciptaandankedalamansegiperwatakan
tokoh, perlu pula mendapat perhatian dan penelitian, yaituaspek
makna, pemikiran,danfalsafahyangterlihatdalamkaryasastra.
Karyayangbermutu,menurutpendekatan psikologis,adalah
karyasastrayangmampumenyajikansimbol-
simbol,wawasan,perkembangan yang bersifat universal yang
mempunyai kaitan denganmitologi,kepercayaan,
tradisi,moral,budaya,danlain-lain.Dalamkarya puisi yang dominan
menggunakan siimbol dan perlambangan,harus diperhatikan
bagaimana hal itu diolah dan bagaimana hal itudapat mencapai
tujuannya. Di dalam karya sastra abstrak atau
absurdbanyakditemuiperilakusetengahsadaryangtindakannyasukardipa
hami,dapatmenimbulkanambiguitasmakna.Parapenelitimestinya
mengkaji hal itu secara mendalam dengan dukungan
psiklogisehinggaambiguitasdankekaburanmaknadapatdipecahkandandi
nalarkanmengapahalituterjadi.
Karya sastra yang bermutu menurut pandangan pendekatan
psikologiadalahkaryasastrayangmampumenggambarkankekalutandank
ekacauan batin manusia karena hakikat kehidupan manusia itu
adalahperjuanganmenghadapikekalutanbatinnyasendiri.Perilakuyangta
mpakdalamkehidupansehari-haribagisetiaporangbelumsepenuhnya
menggambarkan diri mereka masing-masing. Apa yangdiperlihatkan
belum tentu sama dengan apa yang sesungguhnya terjadidi dalam
dirinya karena manusia sering kali berusaha
menutupinya.Kejujuran,kecintaan,kemunafikan,danlain-
lain,beradadidalambatin masing-masing yang kadang-kadang terlihat
gejalanya dari luardankadang-
kadangtidak.Olehsebabitu,penelitiantentangperwatakanparatokohharus
menukikkedalamsegikejiwaan.
Kebebasan individu penulis sangat dihargai, dan kebebasan menciptajuga
mendapat tempat yang istimewa. Dalam hal ini, sangat
dihargaiindividu yang senantiasa berusaha mengenal hakikat dirinya.
Dalamupayamengenaldirinyapulasastrawanmenciptauntukmengonkret
kanapayangbergolakdidalamdirinya.
Dari enam alasan tersebut secara jelas dapat dipahami bahwa
psikologisastra memanglayak dikembangkan.Kehadiran psikologi
sastrayangmelaluiproses kesadaran, setengah sadar, dan bawah sadar merupakan
produk
kejiwaan.Bobotkaryasastraakanditentukanpulaolehpentahapanproseskreasiini.Sem
akintajamdalampengendapan,diharapkankaryatersebutsemakinberkualitas.Kekaca
uanbatinpunakanmenjadipenentukeberhasilansebuah
karya sastra. Kekalutan jiwa mungkin merupakan modal terpenting dalam
kontekspsikissastrawan.
Itulah sebabnya para peneliti psikologi sastra akan bergerak
menemukanproses penciptaan sastra. Proses tersebut merupakan kebebasan
individual yangkadang-
kadangsacral.Sakralitaskejiwaansastrawansatudenganyanglainmemangbisaberbed
a.Pitujustrumenarikdisajikanmenjadi datapsikologis.Bagaimana sastrawan
member warna kehidupan batin tokoh, akan menentukanaspek mutu karya sastra.
Kemampuan memoles watak yang amat mendasar iniyang dicari oleh peneliti.
Asumsi yang dibangun oleh peneliti psikologi sastraadalah tiap sastrawan mampu
memberikan watak yang benar-benar jitu sejalandenganpenalaranannya.
BABXI
PENDEKATANSOSIOSASTRA

Pengantar

Sosiologi sastra berasal dari kata sosiologi dan sastra. Sastra


merupakanpencerminanmasyarakat.Melaluikaryasastra,seorangpengarangmengun
gkapkanproblemakehidupan.Karyasastramenerimapengaruhdarimasyarakatdansek
aligusmampumemberipengaruhterhadapmasyarakat.Sosiologi dapat diartikan
sebagai ilmuatau pengetahuan yang sistematis tentangkehidupan berkelompok
manusia dalam hubungannya dengan manusia-
manusialainnyayangsecaraumumdisebutmasyarakat.
Sosiologisastramerupakanpendekatanyangbertitiktolakdenganorientasikepa
dapengarang.Abramsviainternet(1981:178)mengatakansosiologi sastra dikenakan
pada tulisan-tulisan para kritikus dan ahli sejarah sastrayangutamanya ditujukan
pada cara-cara seseorang pengarang dipengaruhi
olehstatuskelasnya,ideologimasyarakat,keadaan-
keadaanekonomiyangberhubungandenganpekerjaannya,danjenispembacayangdituj
u.
Kesemuanyaituterangkumdalamaspekyangmembangunsebuahciptasastra,s
alahsatuaspekyangmembangunkeutuhansebuahceritaadalahmenyangkutperwataka
ntokoh-tokohnya.Ciri-
ciriperwatakanseorangtokohselaluberkaitandenganpengarangdanlingkungandiman
aiahidup.Demikianjugamenyangkuttipeorangatautokohnya.Biasanyadalamsetiapce
ritaselaluterdapatbeberapatokoh,dalamhalinilahpengetahuansosiologiberperanmen
gungkapkanisisebuah karyasastra.
Konsepsosiologisastradidasarkanpadadalilbahwakaryasastraditulisolehseora
ngpengarang,danpengarangmerupakanasalientbeing,makhlukyang
mengalamisensasi-
sensasidalamkehidupanempirikmasyarakatnya.Dengandemikian, sastra juga
dibentuk oleh masyarakatnya, sastra berada dalam jaringansistem dan nilai dalam
masyarakatnya. Dari kesadaran ini muncul pemahamanbahwasastramemiliki
keterkaitantimbal-balikdalamderajattertentudenganmasyarakatnya;dansosiologi
sastraberupayameneliti
pertautanantarasastradengankenyataanmasyarakatdalamberbagaidimensinya.
Sosiologisastraberkembangdenganpesatsejakpenelitian-
penelitiandenganmemanfaatkanteori
strukturalismedianggapmengalamikemunduran,stagnasi,bahkandianggapsebagaiin
volusi.Analisisstrukturalismedianggapmengabaikan relevansi masyarakat yang
merupakan asal-usulnya. Rahmat DjokoPradopo (1993:34) menyatakan bahwa
tujuan studi sosiologis dalam kesusastraanadalah untuk mendapatkan gambaran
utuh mengenai hubungan antara pengarang,karya sastra, dan masyarakat. Ratna
via Sutri (2006: 332-333) mengemukakanbahwasastra
memilikikaitaneratdenganmasyarakatsebagaiberikut:
Karyasastraditulisolehpengarang,diceritakanolehtukangcerita,disalin oleh
penyalin, sedangkan ketiga subjek tersebutadalah anggotamasyarakat.
Karya sastra hidup dalam masyarakat, menyerap aspek-aspek kehidupanyang
terjadi dalam masyarakat, yang pada gilirannya juga difungsikan
olehmasyarakat.
Mediumkaryasastra,baiklisanmaupuntulisan,dipinjammelaluikompetansimasy
arakat,yangdengansendirinyatelahmengandungmasalah-
masalahkemasyarakatan.
Berbeda dengan ilmu pengetahuan, agama, adat-istiadat, dan tradisi
yanglain,dalamkaryasastraterkandungestetika,etik,bahkanlogika.Masyarak
atjelassangatberkepentinganterhadapketigaaspektersebut.
Sama dengan masyarakat, karya sastra dalah
hakikatintersubjektivitas,masyarakatmenemukancitra
dirinyadalamsuatukarya.
SosiologiSastratidakhanyamembicarakankaryasastraitusendirimelainkanhu
bunganmasyarakatdanlingkungannyasertakebudayaanyangmenghasilkannya.
Atmazaki via Sutri (1990: 7) menyatakan bahwa pendekatanSosiologi Sastra
mempunyai tiga unsur di dalamnya. Unsur-unsur tersebut
antaralainsebagaiberikut:
Kontekssosialpengarang

Faktor-faktor yangmempengaruhi pengarang dalam menciptakan


karyasastra.Faktor-
faktortersebutantaralainmatapencaharian,profesikepegawaian,danmasyarak
atlingkunganpengarang.
Sastrasebagaicerminanmasyarakat

Karya sastra mengungkapkan gejala sosial masyarakat dimana karya


itutercipta dalam sastra akan terkandung nilai moral, politik, pendidikan,
danagama dalamsebuahmasyarakat.
Fungsisastra

Fungsi sastra dalam hal ini adalah nilai seni dengan masyarakat, apakah
diantaraunsurtersebutada keterkaitanatausaling berpengaruh.
SosiologisebagaiPendekatanSastra

Pendekatansosiologisastrayangpalingbanyakdilakukansaatinimenaruhperh
atianyangbesarterhadapaspekdokumentersastradanlandasannya
adalah gagasan bahwa sastra merupakan cermin zamannya. Dalam hal itu
tugassosiologisastraadalahmenghubungkanpengalamantokoh-
tokohkhayaldansituasiciptaanpengarangitudengankeadaansejarahyangmerupakana
salusulnya.
Pedekatan yang dilakukan terhadap karyasastra pada dasarnya ada
dua,yaitupendekatanintrinsikdanpendekatanekstrinsik.Unsur-
unsurmerupakanunsur-unsur dalam yang diangkat dari isi karya sastra, seperti
tema, alur atau plot,perwatakan,gayabahasadanpenokohan.Sedangkanunsur-
unsurekstrinsikberupapengaruhdariluaryangterdapatdalamkaryasastraitudiantarany
asosiologi,politik,filsafat,antropologidanlain-lain.
Ilmu-ilmu ini merupakan pendukung dalam pengembangan karya
sastra,dengandemikianilmu-
ilmutersebuterathubungannyadengankaryasastra.Analisisaspek ekstrinsik karya
sastraialah analisis karya sastra itu sendiri
darisegiisinya,dansepanjangmungkinmelihatkaitannyadengankenyataan-
kenyataandariluarkaryasastraitusendiri.
Pendekatansosiologisataupendekatanekstrinsikbiasanyamempermasalahka
n sesuatu diseputar sastra dan masyarakat bersifat sempit
daneksternal.Yangdipersoalkanbiasanyamengenaihubungansastradansituasisosial
tertentu, sistem ekonomi, sosial, adat istiadat, dan politik. Dapat dipahamibahwa
bilamana seseorangingin mengetahui keadaan sosiologis dari suatu
masakaryatertentuditulis,kitamemangbelumtentudapatmengenaltatakemasyarakata
nyangadapadawaktuitu,tetapisetidak-tidaknyakitadapatmengenal tema mana yang
kira-kira dominan pada waktu itu melalui pendekatansosiologis.
Suatu hal yang perlu dipahami dalam melakukan pendekatan sosiologi
iniadalahbahwawalaupunseorangpengarangmelukiskankondisisosialyangberadadil
ingkungannya,namuniabelumtentumenyuarakankeinginanmasyarakatnya.Dariartii
atidaklahmewakiliataumenyalurkankeinginan-keinginan kelompok masyarakat
tertentu, yang pasti pengarang menyalurkan ataumewakili hati nuraninya sendiri,
dan bila ia kebetulan mengucapkan sesuatu yangbergejolak dimasyarakat, hal ini
merupakan suatu kebetulan ketajaman batinnyadapatmenangkapisyarat-
isyarattersebut.
Dariberbagaipandangandiatasdapatdisimpulkanbahwaanalisissosiologisastr
abertujuanuntukmemaparkandengancermatfungsidanketerkaitanantarunsuryangme
mbangunsebuahkaryasastradariaspekkemasyarakatanpengarang,pembaca,dangejal
a sosialyangada.

Teori-teoriSosiologiSastra

Sosiologi sastra bertolak dari orientasi kepada semesta, namun bisa


jugabertolak dari orientasi kepada pengarang dan pembaca. Wilayah sosiologi
sastracukup luas, dan para tokoh sosiologi sastra pun cukup banyak. Teori-teori
yangberkembang mengenai sosiologi sastra pada umumnya mengikuti pemikiran
daritokohnya. Studi sosiologi tentang sastra Indonesia telah cukup banyak
dilakukan.Tokoh-tokohnya antara lain adalah Subagio Sastrowardoyo, A.H.
Johns, UmarKayam, Goenawan Muhammad, Sapardi Djoko Damono, Jakob
Sumardjo, C.W.Watson,NidhiAeusrivongse,KeithFoulcher,danArielHeryanto.
“Sosiologisastradiklasikfikasikanmenjaditigabagian:
Sosiologi pengarang yang mempermasalahkan status sosial,
ideologisosial,dan yangmenyangkutpengarang sebagaipenghasilsastra,
Sosiologikaryasastrayangmengetengahkanpermasalahankaryasastraitusend
iri,yangmenjadi
pokokpermasalahanyaadalahapayangtersifatdalamkaryasastradanapaya
ngmenjaditujuannya,dan
Sosiologiyangmempermasalahkanpembacadanpengaruhsosialkarya
sastra”(WelekdanWeren,1933:111).
Klasifikasi tersebut tidak jauh berbeda dengan bagan yang diperoleh
IanWatt. Telaah suatu karya sastra menurut Ian Watt akan mencakup tiga hal,
yaknikontekssosialpengarangsastrasebagaicerminmasyarakatdanfungsisosialsastra
.HalinidijelaskanDamonosebagaiberikut:“IanWattmenjelaskanhubungantimbalbali
k sastrawan,sastra danmasyarakatsebagaiberikut:
Kontekssosialmasyarakatyangberhubunganantaraposisisosialsastrawan
dalam masyarakat dengan masyarakat pembaca. Termasukfaktor-
faktorsosialyangbisamempengaruhisipengarangsebagaiperseorangansel
ainmempengaruhikarya sastra.
Sastrasebagaicerminmasyarakat,yangdapatdipahamiuntukmengetahuisamp
aisejauhmanakaryasastradapatmecerminkankeadaanmasyarakatketikak
aryasastraituditulis,sejauhmanagambaranpribadipengarangmempengar
yhigambaranmasyarakatataufakta
sosialyangingindisamapaikan,dansejauhmana
karyasastrayangdigunakanpengarangdapatdianggapmewakilimasyaraka
t.
Fungsi sosio sastra, untuk mengetahui sampai berapa jauh karya
sastraberfungsi sebagai perombak, sejauh mana karya sastra berhasil
sebagaipenghibur dan sejauh mana nilai sastra berkaitan dengan nilai
sosial”(Damono,2004:3).
Junus (1985: 84-86) mengemukakan, bahwa yang menjadi
pembicaraandalam telaah sosiologi sastra adalah karya sastra dilihat sebagai
dokumen sosialbudaya.Iajugamenyangkutpenelitianmengenai
penghasilandanpemasarankarya sastra. Termasuk pula penelitian tentang
penerimaan masyarakat terhadapsebuahkaryasastra
seorangpenulistertentudanapasebabnya.
Sosiologi sastra berkaitan juga dengan pengaruh sosial budaya
terhadappenciptaan karya sastra, misalnya pendekatan Taine yang berhubungan
denganbangsa,dan pendekatan Marxisyang berhubungan dengan pertentangan
kelas.Takbolehdiabaikanjugadalamkaitanini
pendekatanstrukturalismegeneticGoldman dan pendekatan Devignaud yang
melihat mekanisme universal dari seni,termasuk sastra. Sastra bisa dilihat sebagai
dokumen sosial budaya yang mencatatkenyataansosiobudaya
suatumasyarakatpada suatumasa tertentu.
Pendekatan ini bertolak dari tanggapan bahwa karya sastra tidak lahir
darikekosongan budaya bagaimanapun karya sastra itu mencerminkan
masyarakatnyadansecaratidakterhindarkandipersiapkanolehkeadaanmasyarakatda
nkekuatan-kekuatan pada zamannya. Dibandingkan dengan teori-teori sosial
yanglain, teori sosial Marxis menduduki posisi yang dominan dalam segala
diskusimengenai sosiologi sastra (John Hll 1979). Sekurangnya terdapat tiga
faktor yangmenyebabkanhalitu.
Pertama, Marx sendiri pada mulanya adalah seorang sastrawan
sehinggateorinya tidak hanya memberikan perhatian khusus pada kesusastraan,
melainkanbahwa dipengaruhi oleh pandangan dunia romantik dalam kesusastraan
(Wessel,Jr.1979).
Kedua teori sosial sastra Marx tidak hanya merupakan teori yang
netral,melainkanmengandungpulaideologiyangpencapaiannyaterusmenerusdiusah
akanolehparapenganutnya.
Ketiga,di dalam teori sosialMarx terbangunsuautotalitaskehidupansecara
integral dan sistematik yang di dalamnya kesusastraan ditempatkan sebagaisalah
satu lembaga sosial yang tidak berbeda dari lembaga-lembaga sosial
lainnyasepertiilmupengetahuan,agama,politikdansebagainya.Sebabsemuanyatergo
longdalamsatukategorisosial,yaitusebagaiaktivitasmentalyangdipertentangkan
dengan aktivis material mansuia. Secara garis besar teori
MarxtersebutdikemukakanolehdeGeorgedandeGeorge(1972)sebagai berikutini.
Menurut Marx, manusia harus hidup lebih dahulu sebelum dapat
berpikir.Bagaimana mereka berpikir dan apa yang mereka pikirkan secara erat
bertaliandengan bagaimanamerekahidup karena apayang diekspresikan manusia
dancara-carapengekspresikannyatergantungpadaapadanbagaimanamerekahidup.

SasaranSosiologiSastra

Sasaransosiologisastradapatdiperincikedalambeberapabidangpokok,antara
lainsebagaiberikut(Jabrohim,2001:169-171).
KonteksSosialSastrawan
Konteks sosial sastrawan ada hubungannya dengan posisi
sosialsastrawan dalam masyarakat dan kaitannya dengan masyarakat
pembaca.Dalambidanginitermasukjugafaktor-
faktorsosialyangdapatmempengaruhi karya sastranya. Oleh karena itu
yang terutama ditelitiadalah: (1) bagaimana sastrawan mendapatkan mata
pencaharian;
apakahiamenerimabantuandaripengayom,ataudarimasyarakatsecaralangsu
ng,ataubekerjarangkap;(2)profesionalismedalamkepengarangan, sejauh
mana sastrawan menganggap pekerjannya sebagaisuatu profesi; (3)
masyarakat yang dituju oleh sastrawan. Dalam hal inikaitan antara
sastrawan dan masyarakat sangat penting, sebab seringkalididapati bahwa
macam masyarakat yang dituju itu menentukan
bentukdanisikaryasastramereka.

SastraSebagaiCerminMasyarakat

Sejauhmanasastradianggapsebagaimencerminkankeadaanmasyara
katnya. Kata “cermin” disini dapat menimbulkan gambaran yangkabur,
dan oleh karenanya sering disalahtafsirkan dan disalahgunakan.Dalam
hubungan ini terutama harus mendapat perhatian adalah: (1)
sastramungkin tidak dapat dikatakan mencerminkan masyarakat pada
waktu iaditulis, (2) sifat “lain dari yang lain” seorang pengarang atau
sastrawansering mempengaruhi pemilihan dan penampilan fakta-fakta
sosial dalamkaryanya,
(3)genresastraseringmerupakansikapsosialseluruhkelompok tertentu, dan
bukan sikap sosial seluruh masyarakat, (4)
sastrayangberusahamenampilkankeadaanmasyarakatyangsecermat-
cermatnyamungkinsajatidakbisadipercayaatauditerimasebagaicermin
masyarakat. Demikian juga sebaliknya, karya sastra yang samasekali
tidak dimaksudkan untuk menggambarkan masyarakat secara
telitibarangkalimasihdapatdipercayasebagaibahanuntukmengetahuikeada
an masyarakat. Pandangan sosial sastrawan harus
dipertimbangkanapabila sastraakandinilaisebagaicerminmasyarakat.

FungsiSosialSastra

Padadimensiini,pendekatansosiologisberusahamenjawabpertanyaa
n-
pertanyaanseperti“Samapaiseberapajauhnilaisastraberkaitandengannilaiso
sial?”dan“Sampaiberapajauhnilaisosialmempengaruhinilaisastra?”Adatig
ahalyangharusdiperhatikan,yaitu
sudut pandangan yang menganggap bahwa sastra sama derajatnyadengan
karyapendetaataunabi.Dalam pendanganini
tercakupjugapandanganbahwasastraharusberfungsisebagaipembaharuatau
perombak,(2)sudutpandanganlainyangmenganggapbahwasastrabertugas
sebagai penghibur belaka. Dalam hal ini gagasan “seni
untukseni”misalnya,takadabedanyadengan
usahauntukmelambungkandagangan agar menjadi best seller, (3) sudut
pandangan kompromistisseperti tergambar dalam slogan “Sastra harus
mengajarkan dengan caramenghibur”.
MenurutMarxadalahsuatukesalahanuntukmenganggapkesadaranmerupaka
nsesuatuyangselaludimilikimanusiadenganberbagaibunga-
bunganyadanbahwamanusiasecaraintelektualmampumenentukankondisi-
kondisi kehidupannya. Kesadarannya, seperti manusia sendiri, berkembang
sesuaidenganperkembangankehidupannya.Pemikirandangagasanberkembangbersa
ma-sama denganaktivitasdankehidupanmanusia.
Aktivitas intelektual manusia tampak muncul terpisah dari aktivitas
praktismanusia hanya apabila pembagian kerja sudah berkembang cukup jauh,
sehinggaterbukakemungkinan baginyauntukhanyamenjadi pemikirsebab
kebutuhanfisik-praktisnya diurus olehoranglain.
Setiapzamandicirikandandistukturkanolehtipe-tipeproduksidanpemilikan
yang berhubungan dengannya. Pembagian masyarakatmenjadi tuandan budak,
bangsawan dan hamba, pengusaha dan buruh, tidak berakhir hanyapada tatanan
produksi, melainkan menjalar ke wilayah-wilayah kehidupan yanglain. Suatu
masyarakatyang secara mendasar dibagi oleh hubungan-hubunganproduksi terus
dibagi dalam hubungan-hubungan sosial lainnya. Oleh karena itu,hubunan-
hubungan sosial, lembaga-lembaga, hukum-hukum, agama, filsafat,
dankesusastraan sebagai superstruktur masyarakat mencerminkan dan terutama
sekaliditentukanoleh infrastrukturmasyarakatyangberupahubunganproduksidiatas.

BABXII
PENDEKATANMIMETIK

PengertianPendekatanMimetik

IstilahmimetikberasaldaribahasaYunani‘mimesis’yangberarti‘meniru’,‘tiru
an'atau‘perwujudan’.Secaraumummimetikdapatdiartikansebagaisuatupendekatany
angmemandangkaryasastrasebagaitiruanataupembayangan dari dunia kehidupan
nyata. Mimetik juga dapat diartikan
sebagaisuatuteoriyangdalammetodenyamembentuksuatukaryasastradengandidasar
kanpadakenyataankehidupansosialyangdialamidankemudiandikembangkanmenjad
i suatukaryasastradengan penambahan
skenarioyangtimbuldaridayaimajinasidankreatifitaspengarangdalamkehidupannyat
atersebut.
Plato Mengungkapkan bahwa sastra atau seni hanya merupakan
peniruan(mimesis) atau pencerminan dari kenyataan. Aritoteles juga berpendapat
bahwamimetik bukan hanya sekedar tiruan, bukan sekedar potret dan realitas,
melainkantelahmelaluikesadaranpersonalbatinpengarangnya.Selainitu,RaverztBer
pendapatbahwamimetikdapatdiartikan sebagai sebuah
pendekatanyangmengkajikaryasastrayangberupayauntukmengaitkankaryasastrade
nganrealitasataukenyataan.Sejalahdenganketigapendapatdiatas,Abramsmengungka
pkanpendekatanmimetikadalahpendekatankajiansastrayangmenitik beratkan
kajiannya terhadap hubungan karya sastra dengan kenyataan diluarkaryasastra.\

SejarahPemunculanMimetik
Pandangan tentang mimetik pertama kali diungkapkan oleh filsuf
terkenalyaitu Plato yang kemudian diungkapkan lagi oleh muridnyayaitu
Aristoteles.Plato berpendapat bahwa seni hanyalah tiruan alam yang nilainya jauh
di bawahkenyataan dan ide. Menurutnya lagi, seni adalah sesuatu yang rendah,
yang hanyamenyajikan suatu ilusi tentang kenyataan dan tetap jauh dari
kenyataan. Berbedadengan Plato, Aristotelesmenyatakan bahwa tiruan itujustru
membedakannyadarisegalasesuatuyangnyatadanumumkarenasenimerupakanaktivi
tasmanusia.
Dalam sebuah penciptaan sastrawan tidak semata-mata meniru
kenyataanmelainkan sekaligus menciptakan. Mimetik berasal dari bahasa Yunani
‘mimesis’yang berart itiruan. Dalam hubungannya dengan kritik sastra mimetik
diartikansebagai sebuah pendekatan yang dalam mengkaji karya sastra selalu
berupayauntukmengaitkankaryasastradenganrealitasataukenyataan.Perbedaanpand
anganPlatodanAristotelesmenjadisangatmenarikkarenakeduanyamerupakan awal
filsafat alam, merekalah yang menghubungkan antara
persoalanfilsafatdengankehidupan(Ravertz,2007:12).Pengertianmimesis(Yunani:p
erwujudan atau peniruan) pertama kali dipergunakan dalam teori-teori tentangseni
seperti dikemukakan Plato(428-348) dan Aristoteles(384-322),dan dariabad ke
abad sangat memengaruh iteori-teori mengenai seni dan sastra di
Eropa(VanLuxemburg,1986:15).
TokohTeoriMimetik

1. Plato(427-347SM)

DilahirkandilingkungankeluargabangsawankotaAthena.Semenjak
mudaiasangatmengagumiSocrates(470-399),seorang
filsufyangmenentangajaranparasofis,sehinggapemikiranPlatosangatdipe
ngaruhisosokyangdikemudianharimenjadigurunyatersebut.Salahsatupe
mikiranpemikiranPlatoyangterkenalialahpandangannyamengenairealitas
.Menurutnyarealitasseluruhnyaterbagi atas dua dunia: dunia yang
terbuka bagi rasio dan unia yanghanya terbukabagipancaindra.
Dunia pertama terdiri atas idea-idea dan dunia berikutnya
ialahduniajasmani.BahkanpemikiranPlatotersebutbahkanberhasilmenda
maikanpertentanganantarapemikiranHeraKleitosdanParmenides(Bartnes
s.1979:14).PandanganPlatomengenaiduniatersebutsterkaitjuga dengan
konsepmimesis.Aristoteles (384-322)Lahir di Stagirus, Macedonia, di
daerahTharke, Yunani Utara tahun 384SM. Ia belajar di sekolah filsafat
yang didirikan Plato dan tinggal
diAkademiahinggaPlatomeninggaldunia.
2.MH(Meyer Howard) Abrams

Lahir di Jewis, 23 juli 1912. Class of 1916 Profesor


EmeritusSastraI nggris, telah menjadi anggotadari Departemen Bahasa
Inggrisdi Cornell University sejak 1945. Dia adalah otoritas pada
literatureabadke-
18dan19,kritiksastra,danRomantisismeEropa.Tokohmimetiklainnyayait
uLevindanRavertz.
SasaranPendekatanMimetik

Dalam teori mimetik terdapat tiga metode yang dapat digunakan


dalampendekatanmimetik,yaitu:
Kepadakelompokmasyarakattertentu,terutamamasyarakatyangdisebut
dalam karya sastra diberi angket tentang keadaan sosio-
budayamasyarakatnya,baikmasalalumaupunmasakini.Angketdiolahsec
ara kualitatif,yangada dalamkarya sastratersebut.
Denganmenghubungkansuatuunsuryangadadalamkaryasastradenganunsurt
ertentubersamaandenganyangterdapatdalammasyarakat. Sejauh mana
unsur-unsur itu benar-benar berfungsi
dalamkaryasastra,sejauhitupulahubunganantarakaryasastradenganmasy
arakat.
Kepadaanggotamasyarakattertentuyangdimintamembacakaryasastra,diberi
beberapapertanyaan.Pertanyaandiarahkankepadamasalahsosialyangtela
hbergeseratauhilangdalammasyarakat.Pengolahan secara kualitatif
akan dapat menjawab tentang hubungankarya
sastradengankeadaansosialnya.

BABXPENDEKATANSE
MIOTIK
Pengantar

Dalamterminologisastrateorisemiotiksangatpentingkarenasistembahasa
dalam sastra merupakan sistem bahasa kedua, sisana terdapat penanda
danpetanda, sistem bahasa adalah lambang/tanda, sehingga dalam sastra, bahasa
yangdi konsumsi bukan bahasa biasa terutama bahasa puitika. Lebih jelasnya
teorisemiotikini meliputi; historitas,pendekatan, teori,prosedur (metode),
asumsitentangtentangkarya sastra dankelebihanjuga kekurangannya.
Dilihat dari aspek historisnya kemunculan teori dan pendekatan
semiotikini,munculdariketidakpuasanterhadappendekatanstrukturalyanghanyaterb
atas pada aspek kajiaan interistik saja. Padahal sastra dipandang
mempunyaisistemsendiritidakterlepasdarimasalahpenciptaan,ekspresipenulis,dan
masalahpenerimaankaryasastraolehpembaca.
TokohyangpalingberpengaruhdalamperkembangansemiotikialahFerdinand
Sauser(1857-1913) seorangahlilinguisticdari Francis dan
seorangahlifilsafatbermadhabAngloAmerikayangbernamaCharlesSanderPriece(18
39-1913). Sausere menyebut ilmu tersebut dengan istilah semiologi,
sedangkanPriece menyebutnya dengan istiah semiotika. Belum lagi ada refatie
yang kajiansemiotiknyasangatrelefanuntukmenganalisisbahasadalampuisi.

SemiotikSastra

Pendekatan semiotik merupakan sebuah pendekatan yang memiliki


sistemsendiri,berupasistemtandaataukode.Tandadankodeitudalamsastradapat
disebutestetis,yang secara potensial diberikan dalam suatu komunikasi,baikyang
terdapat di dalam struktur teks maupun luar strukturnya teks karya tersebut.Kode
yang bersifat tanda itu mempunyai banyak interpretasi makna dan
memilikipluralitas makna yang luas tergantung tingkat repertoa sipembaca ketika
memberipenilaianterhadaptekskaryayangdikaji.
Setiap pembaca dan penikmat sastra mesti menyadari bahwaia
sedangberhadapan denga teks yang berbeda dengan teks yang lain. Secara
spesifikanyadalampenelitiaansastrapendekatansemiotikkhususmenelitisastrayangd
ipandangmemilikisistemsendiri,sedangkansistemituberurusandenganmasalah
tekhnik, mekanisme penciptaan, masalah ekspresi dan komunikasi. Danbila
kajiannya sudah dikaitkan dengan masalah ekspresi dan manusia, bahasa,situasi,
isyarat, stalistika, style dan sebagainya, Hal itu sudah mencapai
kajiaansemiotikmenyangkutaspekeksteristik daninteristik karya sastra.
Teori semiotik yang dipaparkan adalah teori yang dirumuskan oleh
duatokoh yang hidup sezaman, namun mereka tidak pernah bertemu, bekerja
secaraterpisah(tidaksalingmempengaruhi).yakniseorangahlilinguistikyaituFerdina
ndSauser(1857-
1913)danseorangahlifilsafatbermadhabAngloAmerikayangbernamaCharlesSander
Priece (1839-1913).
SauseremenyebutilmutersebutdenganistilahsemiologidanPrieecemenyebut
nya semiotik. Tapi yanglebih spesifik dan relefan dalam kajianpuisidan prosa
terutama karya cerpen, novel dan romans adalah punyanya CharlesSander Priece
(1839-1913) menyebutkan tiga jenis antara tanda dan apa
yangditandakansebagaiberikut:
Icon
Yaitu tanda yang secara inheren mempunya kesamaan dalam ari
yangdi tunjuk, yakni hubungan tanda dengan objek karena serupa
misalnyafoto.
Indeks

Yaitutandayangmemilkihubungankausaldenganapayangditandakan,
yakni hubungan tanda dengan objek karena ada
hubungansebabakibatmissal:ada asapada api.
Symbol(sigh proper)

Yaitu suatu tanda yangmemiliki hubungan makna dengan yang


ditandakan bersifatarbiter, sesuai denga konvensi sebuah
lingkungansasialtertentu,yaknihubungantandadanobjekkarenaadakesep
akatanmissalbahasa,benderadll.
Metodeatauprosedurlangkahkerjanyayangpertama;penelitiharusmemiliki
pemahaman tentang karya sastra secara menyeluruh. Tentang wawasankarya
sastra yang akan diteliti, memiliki pandangan yang tajam terhadap menelitikarya
tersebut, dan harus memiliki sensitifitas tinggi, yang merupakan senjatapaling
ampuh utama dalam memedah suatu karya dengan menggunakan
metodesemiotikini.Kedua;setelahtahappertamadilakukanbarulahdilakukanpenelitia
an atau analisis yang lebih rinci dan mendalam menyangkut tehnik,
style,stalistika,sertakekuatan-
kekuatanataukeistimewaanlainyangmenyebabkankarya itu memiliki system
sendiri. Ketiga mengaitkan hal-hal yang berada dalamtubuh struktur karya
tersebut dengan system yang berada diluar tubuh strukturtersebut,dan sistem
yangberadadiluarnnya(mengaitkan aspekinteristikdanekterinsik).
MenurutAminuddinasumsisemiotikdalamstudisastraterbagiatastigacakupan:
Karyasastramerupakangejalakonsumsiyangberkaitandenganpengarang,wuj
udsastra sebagaisistemtanda,danpembaca.
Karyasastramerupakansalahsatubentukpenggunaansistemtandayangmemili
kistrukturdalamtatatingkattertentu.
Karyasastramerupakanfaktayangharusdirekrontruksikanpembacasejalande
nganduniapengalamandanpengetahuan yang dimilikinya.
Asumsi tentang teori semiotik ini adalah merupakan sebuah teori
yangrelevan pembedahannya untuk menganalisis sebuah karya dalam bahasa
keduapada dunia sastra. Dimana di sana terdapat bahasa simbolik yang
pemaknaannyahanyabisadipahamidandibedaholehteoriini,bukanhanyaitusemiotic
merupakan bahasa yang mencerminkan bahasa sastra yang estetis, sistematis,
danmemilikipluralitasmaknaketikadibacaolehpembacadalammemberipemahamant
erhadapteks karyasastra.

KelebihandanKelemahanSemiotikSastra

Kelebihansemiotik dalammenelaahkaryasastra:

Memperindahkarya sastra

Mengetahuikeindahankarya sastra

Dalampenelitiananalisisnyalebihspesifikdankomperhensif

Memberikanpemahamanmaknadarisimbolikbarudalammembacakarya
sastra
Kitapembaca minimalmengetahuiduamakna
yaitumaknabahasasecaraliterlagdanmaksna simbolik(global).
Adapunyangmenjadikelemahanpadateorisemiotikdalammenelaahkarya
sastraantaralain.
Kurang memperhatikanstruktur,mengabaikanunsurintrinsik

Memerlukanbanyakdukunganilmubantulainsepertilinguistik,sosiolog
i,psikologi,dll
Perlu kematangan konsep luas tentang sastra wawasan luas,
danteorinya
Peranan peneliti sangat penting, ia harus jeli, teliti, dan
menguasaimateriyangakanditelitisecaratotalitas,karenakalautidakitu
tidakterpenuhi maka makna yang ada dalam teks cenderung
kurangtereksplor untuk diketahui oleh pembaca, justru
cenderungmenggunakan subjektifitasnya yang menampilkan itu
semua dan itusangatrisjanuntukmenelitidenganteoriini.

BAB XIV
ANALISISPENDEKATANDRAMA

PendekatanSosiologiSastra

AnalisisNaskahDrama “Pelangi”KaryaN.Riantiarno

Sinopsis

Mama (nyonya Lattumahina) adalah janda yangmemiliki empat oranganak


yang sudah beranjak dewasa yaitu Siska, Rody, Gina dan si bungsu Diana.Diana
mengatakan pada sang mama bahwa ia sudah mempunyai calon suami yangakan
datang untuk melamar dan menikahinya. Mama menyetujui niat
putrinyatersebutuntuksegeramenikahdenganHasan,laki-
lakipujaanhatinyayangseorang dokter. Namun niat Diana untuk menikah tidak
mulus lantaran Siska,kakak pertamanya tidak stentang niatnya untuk menikah dan
kedatangan
HasanyangakanmelamarnyameskipunmamadanRodykakakketiganyatelahmenduk
ungniatnyatersebut.
Suatu hari siska menemukan karangan bunga anggrek dan kartu
ucapanyang ditujukan untuk Diana dan kelurganya dari Hasan yang isinya bahwa
nantimalamia akan datang untuk melamarresmi Diana.Seketikaitu emosi
Siskameningkat dan mengintrogasi Diana tentang maksud dari karangan bunga
anggrekdansuratyangdikirimolehHasantersebut.Dianaakhirnyamengakuidanmenga
takanpadaSiskabahwaiamemangberniatuntukmenikahdannantimalamHasanakanda
tanguntukmelamarnya.Siskatetaptidaksetuju,iamenghendaki Dianajangan terlebih
dahulumenikah dan
harusmenyelesaikankuliahnyaterebihdahulu,namunDianamembantah.Baginyausia
nyasudahcukup matang untuk menikah dan menentukan masa depannya sendiri
dan Siskatidakberhakuntukmengaturmasadepannya.Sangmamapunmembantu
meluluhkanhatiSiskadenganmengatakanbahwaiasebenarnyasudahinginmenggendo
ng cucu dengan harapan Siska akan mengijinkan adiknya menikahterlebih dahulu.
Sesuai dengan surat yang dikirimnya, malam itu Hasan datangbesama Suruh
untukmelamarDiana.Namun sayang,Siska tetap kekeh padapendiriannya untuk
tidak menjinkan Diana menikah terlebih dahulu dan
justrumenyuruhHasanuntukpulang.HalinimembuatRody sebagaikakakkeduaDiana
kecewahingga terjadi perdebatan sengit antara dirinya yang membela
niatDianadanSiskayangmenentang.
DuabulankemudiantanpapersetujuanSiska, Diana
akhirnyamenikahdengan Hasan dan berangkat ke Banjarmasin. Seluruh keluarga
Dianaberharap ia bahagia disana dengan pernikahannya. Diana bercerita kepada
mamatentang mimpinya. Ia bermimpi tentang seekor buruh layang-layang yang
inginterbangtinggimenembuspelanginamunjatuhketanahdanakhirnyamati.Setelah
itu datang nenek dengan laxie anjinya yang telah sembuh dari sakitnyasetelah si
anjing dinikahkan dan ingin berterimakasih kepada Rody yang telahmemberinya
saran untuk menikahkan anjingnya tersebut. Tiba-tiba Siska
menjeritbegitutahukeadaanmama.Sangmama telahmeninggal.

TokohdanPenokohan

SebelummenganalisismenggukanapendekatanSosiologipenuliasmengkajia
n terhadap tokoh dan penokohan akan penilis kaji berdasarkan
tokohutama,yaitutokohantagonis,protagonis,wirawan/antiwirawan.Dalamteksdram
a “Pelangi” karya N.Riantiarno jumlah tokohnya ada delapan, yaitu
Mama,Siska,Gina,Rody,Diana,Oma,Hasandansuruh.Namundikaitkandengan
pengkajian berdasarkantokoh utama hanya akan dikaji enam tokoh, yaitu
Mama,Siska,Rody,Gina,DianadanHasan.
Mama

Mama atau nyonya Lattumahinaadalah janda dan ibu dari empat


oranganak yang lumpuh berusia 57 tahun. Mempunyai penyakit asmatis. Ia hanya
bisaduduk terbaring di kursi roda untuk melakukan segala aktivitasanya. Tokoh
mamatermasuk wirawan karena mama sangat bijak dalam menanggapi
permasalahanyang terjadi pada anak-anaknya. Ia membela niat Diana untuk
menikah berusahamembantu meluluhkan hati Siska, tanpa memaksa. Seperti
tampak pada kutipanberikut.
“Mama: Sudah waktunya ibu-ibu seumur aku menggendong cucu laki-laki
atauperempuan.Alangkahbahagianyamerasakanbayikencingdipangkuanku,men
angiskeras-keras,melihat kaliansibukmembuat susuuntukanakkalian”

Dari kutipan tersebut dapat dilihat dialog tokoh mama sangat bijak
dalammenanggapi ketidaksetuan Siska terhadap pernikahan Diana. Ia
tidakmengatakansecaralangsungagarSiskamenyetujui,namundengankata-
katayanghalussehingga tidakakanmenyinggungperasaanSiska.
Siska

Siska adalah anak pertama mama yang berusia 31 tahun. Penokohan


Siskatermasuk tokoh yang antagonis karena Siska sangat menentang niat Diana
untukmenikah.Selainitu,sebagaianaktertuaSiskamerasadirinyaberhakuntukmengat
urmasa depan adik-adiknya.Ia sesalumenganggapapayangmenjadikeputusannya
benar dan harus ditaati oleh adik-adiknya, termasuk masalah
masadepan.Halinitampakpadakutipanberikut.
“Siska:Ya,itujugabisa,tapibukanituyangkuinginkan.Akumaukaumenyelesaikansek
olahmudulu.Selesaidarirumahini,sepertipesanpapasebelum meninggal. Dan juga
supaya kau merasa bersedia, rela banting tulanguntuk kauDiana.Untukkau!”

DarikutipantersebuttampakSiskaadalahtokohantagoniskarenatindakannya
sangatmengekangmasa depan Diana dan sangatmenentang apayang
diinginkanolehadik-adiknya,juga sangatinginberkuasa.
Gina

Gina adalah anak kedua mama, adik pertama Siska yang berusia 30
tahun.Penokohan Gina dalam teks drama ini sebenarnya sangat terbatas, namun
daribeberapadialogyangadaGinatermasukkedalamtokohwirawankarenaiamenjadi
penengah keributan antara Siska dan Rody, seperti tampak pada kutipanberikut.
“ Gina: Rody, kau tahu, karena kau bisa merelakan Diana kawin lebih dulu
darikakak? (Rody menggeleng)karena kau laki-laki, kau bisa melakukan apa
sajaasalkaumau.TapiSiska,diaperempuan.Dannasibperempuanadalahmenunggui
tudaridulu,biarbagaimanapunrasanyatabubaginyauntukmencari.”

Dalam kutipan tersubut tampak tokoh Gina mempunyai budi pekerti


yangluhur,iadapatmeleraidan menjadipenengahkeributanantaraSiskadanRody.

Rody
Rodyadalahkakaklaki-
lakiDianaberusia28tahun.TokohRodytermasuktokohprotagoniskarenaiaberusaham
embelakeinginandankebahagiaan Diana untuk menikah.Bahkan demi membela
keinginan
adiknyatersebutiasampaibertengkardenganSiska,kakaknya.Halinitampakpadakutip
anberikut.
“ Rody:Tapi kau tak berhak melarang. Kau Cuma kakak.Cuma mama yangboleh
melarangdanakhirnyatergantungDianasendiri.”

Dari kutipan tersebuttampak Rody sangatmembelaniatDiana untukmenikahdan


berusaha memberi pengertian pada Siska tentang sikapnya yang keras
kepalatidakmengijinkanDianamenikah.
Diana

Diana adalah anak bungsu dari mama Lattumahina. Adik ketiga dari
Siskayang usianya 27 tahun. Diana termasuk kedalam tokoh protagonis dan
menjadisentral cerita,yaitukeinginannyauntukmenikahmendahului kakak-
kakaknyanamun mendapat pertentangan dari Siska, Kakaknya. Dengan sabar ia
berusahamemberikan pengertian kepada Siska bahwa pernikahan tidak akan
mengganggusekolahnya.Halinitampakpadakutipanberikut.
“Diana: Akujanjiakanlanjutkansekolahkusetelahkawin.”

Kutipan tersebut menunjukan sikap Diana tentang keinginannya menikah


namuntanpa mengganggu sekolahnya dan ingin berjanji kepada Siska, dengan
harapanSiskamenyetujuiniatpernikahannya.

Hasan
HasanadalahkekasihDiana,Dokteryangbarusajalulusdanberumur35tahun.
HasantermasuktokohprotagoniskarenadengansabariamenantiDiana,walaupunSis
ka,kakaknyatidakmerestuinya.BahkanketikadatanguntukmelamarDianadandiusir
olehSiskaiatidaklantasmarahtetapisabarmenunggusampai semua keluarga Diana
setuju. Seperti tampak pada kutipan
berikut.“Hasan:Apabolehbuat.Pintumasihterkuncimudah-
mudahanlusasudahterbuka
sedikithinggaakaumendugaapaisinya,baiklah,sayapermisi.

Dari kutipan tersebuttampaksekalisikapsabarHasan,bahkan ketikadatang


untuk melamar Diana dan diusir oleh Siska ia tidak lantas marah
tetapisabarmenunggusampaisemuakeluarga Diana setuju.

Analisisnaskah drama “Pelangi” karyaN. Riantiarno


denganpendekatansosiologi
KonteksSosialKaryaSastra

Didalamteksdrama“Pelangi”karyaN.Riantiarnoterkandungbeberapakontekss
osialtentangrealitasyangterjadidimasyarakat,realitasituantaralain:
KeributanyangDapatMenggangguTetangga

Dalam drama diceritakan pasangan muda Norma dan Ferry yang


selalubertengkarsetiapharidengansuarayangkerashinggamenggangguparatetanggan
ya. Hal ini bertambah semakin parah kerena tinggal disekitar
kompleksdenganrumahyanghampirtakadajarakantararumahyangsatudenganyangla
in.
Mama: Dan juga kemarinnya, kemarinnya lagi. Hampir setiap hari selalu
adapertengkaran(menghelanafas)Ah,kadang-kadangmamainginkitasemua
pindahdarikompleksiniketempatyanglebihenak,lebihtenang,jauhdarikebisingante
tangga-tetanggayangsukausildanberceloteh.”

Dari kutipan tersebut tampak adanya ketidaknyamanan mama tinggal


dikomples yang selalu ada keributan setiaphari. Hal ini banyakjuga terjadi
dimasyarakat, terutamamasyarakatyangtinggaldi komples perumahan
denganhampir tidak ada jarak antar rumah. Sedikit saja saja terjadi keributan
disalah
saturumahakanterdengardirumahtetangganya,danitusangatmenggangguketentrama
nsitetangga.Bahkankejadianinitakjarangdapatmenimbulkankeributanbaruantarteta
ngga.
UsiaPernikahanMudaBanyakMenimbulkanMasalah

Berkaitandenganteksdrama“Pelangi”initerdapatanggapanbahwamenikah
muda banyak menimbulkan banyak masalah. Adanya tokoh simbolisNorma dan
Ferry dalam drama ini yang memicu munculnya anggapan
tersebut.Halinitampakpadakutipanberikut.
Mama: (Menggumam) Norma dan Ferry. Itulah akibatnya kalau kawin
terlalumuda,selalucekcok,tidakpernahtentram.

Dari kutipan tersebut muncul anggapan bahwa menikah muda hanya


akanbanyak menimbulkan masalah. Realitas ini pula yang berkembang di
masyarakat.Menikahdiusiayangterlalumudadianggapsebagaipilihanyangakanmeni
mbulkanmasalahdalamrumahtangga.Anggapaninimunculkarenabanyaknyapasanga
nnikahdiusiamudayangtidakbisasalingmengontrolemosinyayangmasihrelatifsangat
tinggi.Akibatnyapercekcokandanpertengkaran pun tidak bisa dihindarkan. Bagi
wanita, menikah dibawah usia
20tahunmembawaresikotersendiri,yaituresikomeninggalketikamelahirkanyang
lebihbesardaripada wanitaberusia 20 tahun keatas.Namun menikah di usiamuda
juga memiliki dampak positif, antara lain menikah dapatmenghindarkandiri dari
perbutan dosa yang yang dilarang oleh agama, bahkan dikatakan
bahwapernikahan dapat membuka pintu rejeki seseorang. Pada akhirnya menikah
mudaadalahsuatupilihanyangbutuhkeberanianuntukmenjalankannyakarenamemili
kidampakpositifdannegatifyangsama-samabesar.

3).IstriHarus PatuhdanBerbaktiKepadaSuami

Realitas sosial bahwa istri harus patuh pada suami ditunjukan tokoh
Dianadan Hasan. Setelah menikah dengan Hasan, Diana kemudian mengikuti
suaminyapindahke Banjarmasin.Sepertitampakpada kutipanberikut.
Ditempat yang sama. Dua bulan kemudian. Diana akhirnya kawin juga
denganHasanMiscounttanpapersetujuanSiska.Kakaknya.Hariinidiaberangkatbers
ama suaminyake Banjarmasin.(Pelangi:31)

Kutipantersebutsebagaibuktiempirissekaligusmenunjukanrealitassosial
yang terjadi di masyarakat. Istri setelah menikah harus tunduk dan berbaktikepada
suaminya. Mengikuti suami dan meninggalkan rumah keluarganya adalahwujud
bakti seorang istri kepada suaminya. Bagi seorang wanita, terutama
anakbungsuinibukan perkaramudah.Wanitasebagai
anakbungsulebihbanyakmempunyai ikatan emosional dan keterikatan yang tinggi
dengan
keluarganya,terutamadengansangibusehinggaseringkaliterjadipergolakanbatindala
mdirinya.Namuninimenjadiresikodankonsekuensiwanitadarisebuahpernikahan.
Nilai-nilaiKaryaSastra

Didalamteksdrama“Pelangi”karyaN.Riantiarnoterkandungbeberapanilai-
nilaiyangadadimasyarakat.Nilai-nilaiituantaralain:
Nilai Moral

“MenjagaTaliKekeluargaandanSilaturahmi”

Dalamteksdrama“Pelangi”menunjukaanadanyapertengkaranantaraRodyda
nSiskayangmembelaDiana.Sepertiterlihatpadakutipan berikut.
Siska:Katakan,katakan sajaakutidak takut!

Rody: Jauh dilubuk hatimu, jauh didalam situ (Gina muncul diambang
pintu,memperhatikan Rody yang sudah kalap)...kau tidak rela adik-adikmu
mendahuluikau untuk kawin. Kau berpikir picik tapi tidak mau berterus terang
tentang hargadirimu.

Pertengkaran ini harusnya tidak terjadi, karena hanya akan merusak


talikekeluargaan. Disini ada nilai moral yang bisa kita petik yaitu walaupun
berbedapendapat,jangansampaimenyelesaikandenganpertengkaran.Bukanantarkel
urga, di dalam bermasyarakat pun kita harus bisa saling menghargai
perbedaanpendapatdanmenyelesaikannyadenganjalanyangsebaikmungkin.Halinip
enting untuk tetap menjaga keharmonisan tali silaturahmi, baik didalam
keluargamaupundidalammasyarakat.

NilaiSosial

“JanganBertengkarBerlebihanYangDapatMenggangguTetangga”
Dalam drama diceritakan pasangan muda Norma dan Ferry yang
selalubertengkarsetiapharidengansuarayangkerashinggamenggangguparatetanggan
ya. Hal ini bertambah semakin parah kerena tinggal disekitar
kompleksdenganrumahyanghampirtakadajarakantararumahyangsatudenganyangla
in.
Mama: Dan juga kemarinnya, kemarinnya lagi. Hampir setiap hari selalu
adapertengkaran(menghelanafas)Ah,kadang-
kadangmamainginkitasemuapindahdarikompleksiniketempatyanglebihenak,lebi
htenang,jauhdarikebisingantetangga-tetanggayangsukausildanberceloteh.”

Disiniharusmunculsuatukesadarandaripasangantersebutbahwabertengkar
berlebihan dan dengan suara keras dapatmengganggu ketentramantetangganya,
terlebih dengan kondisi kompleks perumahan yang hampir tidak adajarak antara
rumah yang satu dengan rumah yang lain. Tak jarang karena
keadaaninidapatmenimbulkankeributan.Denganmenjagadiridarikeributanyangberl
ebihan,halitujugaakandapatmenjaga keharmonisan bertetangga.

Nilai Budaya

“TradisiMelamarKepadaKeluargaWanita”

Nilai budaya ini muncul dalam cerita. Hal ini dilakukan oleh Hasan
danperwakilankeluarganya(Surun)ketikadatangkepadakeluargaDianauntukmelama
rnya.Sepertitampakpada kutipanberikut.
Surun: Kami datanguntukmelamar.Barangkaliitu sudahdiketahui.

Pada acara lamaran ini, Keluarga calon mempelai pria mendatangi


(ataumengirimutusan)kekeluargacalonmempelaiperempuanuntukmelamarputri
keluargatersebutmenjadiistriputramereka.Biasanyadenganmembawaseserahan atau
barang bawaan untuk si perempuan. Pada acara ini, kedua
keluargajikabelumsalingmengenaldapatlebihjauhmengenalsatusamalain,danberbin
cang-bincang mengenai hal-hal yang ringan. Biasanya keluarga dari
calonmempelai perempuan yang mempunyai hak menentukan lebih banyak,
diterimaatautidaknyalamarantersebut.

NilaiReligi

“PenikahanBerbedaAgama”

Dalam teks drama ini nilai religi muncul ketika Diana yang seorang
nonmuslim akan menikah dengan Hasan yang seorang muslim. Seperti tampak
padakutipanberikut.
Mama: islam ia. (cepat) ahh, tetapi tak apa, banyak orang yang kawin
berlainanagama tapi bisa hidup bahagia itu artinya kamu mesti kawin di catatan
sipil.
Lalukaudiatidakkeberatan,kalaumauulangsajadigereja,kitaulanglagiupacaranya.

DidalamIslamsendirisebenarnyatidakdiijinkanadanyapernikahanberbedaag
ama,bahkanmenjadisesuatuyangdiharamkan.Denganadanyapernikahan berbeda
agama antara Diana dan Hasan, sebenarnya menjadi
unsurpelanggaranterhadapnormaagama.

NilaiPsikologis

“NilaiPsikologisSeorangAnak”
Nilai psikologis dalam drama ini muncul ketika Diana menikah
denganHasan dan harusmeninggalkan keluarganya setelah menikah untuk
mengikutiHasan,suaminya.Halinimunculdalamkutipanberikut.
Ditempat yang sama. Dua bulan kemudian. Diana akhirnya kawin juga
denganHasanMiscounttanpapersetujuanSiska.Kakaknya.Hariinidiaberangkatbers
ama suaminyakeBanjarmasin.

Disini tentu mempunyai nilai psikologis yang tinggi, yaitu Diana


sebagaianakbungsulebih banyakmempunyai ikatan emosional dan keterikatan
yangtinggi dengan keluarganya, terutama dengan sang ibu sehingga seringkali
terjadipergolakanbatindalamdirinya.
“NilaiPsikologisSeorangIbu”

NilaipsikologiskembalimunculketikamamamenerimatelepondariDiana,sep
ertikutipanberikut.
Mama: Tadi Diana menangis, tapi aku yakin, itu lantaran dia bahagia
seoranglaki-
lakiakanmenjagadiaseumurhidupnya.Ahanakitunasibnyabaik,dokteritu tampan
lagi. Bukankah bisa kita lihat, Hasan betul-betul mencintainaya, Sis?Sis?

Nilai psikologis muncul pertama kali ketika mama harus merelakan


putribungsunya pergi bersama suaminya dan meninggalkan kelurganya. Kedua
ketikamama mendapat telepon dari Diana yang menangis dan ia berusaha
meyakinkandirinyasendiribahwaputrinyatersebutmenangiskarenabahagia.Padahal
mungkindalampikirannyaiasangatkhawatirakankeadaanDianabersamasuaminyadis
ana.TentangbahagiaatautidaknyaDianasetelahlepasdaripelukannya,keluargayangse
lalumenyanyanginya.
PendekatanSemiotikSastra

AnalisisNaskahDrama“BonekaSetengahWaras”KaryaConnieC

Sema

Sinopsis

NaskahdramaBonekaSetengahWaraskaryaConnieCSemamenceritakan
tentang intrik-intrik realita kehidupan yang dialami oleh masyarakatpada saatini.
Cerita drama ini berawal dari kegelisahan seorang tokoh
dalamnaskahtersebutyaituBonekaI,iamendeklamasikankegelisahannyakepadaselur
uh dunia yang ada di hadapannya. Ia tetap berdeklamasi dan berteriak
walautangan, kaki, bahkan seluruh tubuhnya terikat oleh tali-tali yang menjerat
dandikendalikan oleh sang Dalang. Si Dalang sendiri diperankan oleh tokoh
yangbernama Bingkai. Si Bingkai memperlakukan Boneka I layaknya sebuah
wayangyangtakmampuberbuatapa-
apa.BonekaIhanyabisaberteriakdanberdeklamasi. Tak lama kemudian muncul
tokoh berikutnya yaitu Koor, yangmencemooh dan mencaci Bingkai. Koor tidak
mau bernasib seperti Boneka I yanghanya bisa bergerak dan bertindak sesuai
kemauan si dalang (Bingkai), walaupunsi Bingkai tak mampu untuk mencegah
Boneka I untuk berbicara sesuka hati. TapiBoneka
tetaplahBonekaiataklebihdariitu.
Sosok I dan sosok II merupakan tokoh yang tak peduli akan keadaandunia,
mereka hanya mau mencari dan mewujudkan mimpi mereka. Tak pedulipada
kesukaran yang tengah melandah. Mereka kemudian berseteruh dengan Koordan
mulai bertengkar juga antar sesamanya (Sosok I dan Sosok II). Ketiga
tokohinidibuaidalampertengkaranyangmengangkatpermasalahanmimpiyang
diinginkan oleh masing-masing individu yaitu Koor, Sosok I dan Sosok II.
Ditengah pertengkaran mereka, kemudian muncul Boneka II yang datang
denganmengejutkan. Boneka II tertawa terbahak hingga seisi panggung sesak
dengantawa tersebut. Ia datang dengan mimpi-mimpi yang diinginkan oleh Koor,
Sosok Ijuga Sosok II. Dengan mengumbar mimpi ia menarik simpati dan
mengumpulkandukunganuntukmerobohkankekuasaandaripenguasayangtengahberj
aya(Bingkai). Boneka II mulai mendesak tokoh Bingkai untuk memberi ia
kekuasaanagar ia dapat memenuhi setiap mimpi yang diharapkan oleh setiap
tokoh yang adadi panggung. Bingkai sendiri tidak mau melepaskan kekuasaan
yang dimilikinya,ia tetapberkerasmempertahankanposisitersebut.
Merasa tak bisa merebut kekuasaan dengan jalan damai, maka Boneka
IIpun mulai memaksa dan melakukan kudeta terhadap Bingkai yang dianggap
tidakbecus untuk memimpin.Ia memperlakukan Bingkai dengan
tidaksenonoh,iahukum tokoh Bingkai dengan alasan si Bingkai tak mau
bekerjasama membentuksebuahpemerintahanbaruyanglebihkuatdantangguh.
Dengan merebut puncak kekuasaan dari tangan Bingkai, kini Boneka
IImenjadipemimpinyangarogandansombong.Iabahkanmemintasemuabudaknya
(Koor, Sosok I, dan Sosok II) untuk memanggilnya dengan sebutanTUHAN. Ia
ingin merubah sejarah peradaban manusia. Tapi tak ada kekuasaanyang sempurna,
tak lama berselang ketika Boneka II sedang mengadakan
ritualpenyiksaanterhadapbudaknya.BonekaIkembalimasukkedalampanggung,deng
an bercucur air mata Boneka I melihat hal yang diperbuat oleh Boneka II.Boneka
II mulai menyadari bahwa seakan ia melihat dirinya, seperti berkaca
disebuahcermin.IamerasabahwaBonekaIyangadadihadapannyamerupakan
gambaran dirinya. Gambaran diri yang terlihat dari sisi baik. Walau tubuh,
wajah,mata,bahkanlengandankakisamapersisdengandirinya,tapimerekamempunyai
tabiat yang sungguh berbeda. Boneka II baru menyadari bahwa iatelah melanggar
etika, adat istiadat, norma bahkan hukum dari kehidupan yangada. Ia merasa
kehilangan sebagian dari dirinya yaitu sisi baik, arif dan bijak. Iamulai menangis
dan tertunduk di kaki Boneka I, kini Boneka II menemukan siapaia sesungguhnya.
Diri yang bukan ia rasakan sekarang, diri yang penuh dengannafsu, penuh dengan
intrik, naif dan tak mampu lagi bagaimana menggambarkanburukdirinyakini.

AnalisisNaskah Drama“Boneka Setengah Waras” Karya Connie


CSemadenganPendekatanSemiotikSastra
Pada adegan pertama, cerita ini berawal dari kegelisahan seorang
tokohdalamnaskahtersebutyaituBonekaI,iamendeklamasikankegelisahannyakepad
a seluruh dunia yang ada di hadapannya. Ia tetap berdeklamasi dan berteriakwalau
tangan, kaki, bahkan seluruh tubuhnya terikat oleh tali-tali yang menjeratdan
dikendalikan oleh sang Dalang. Si Dalang sendiri diperankan oleh tokoh
yangbernamaBingkai.Kisahini berlajutdengan cemohoanyangdilontarkan
olehtokoh koor. Tak lama berselang sosok I dan sosok II pun muncul dengan
mimpi-mimpiyangmenginginkan
kehidupanyanglebihbaik,merekaterusmencariruanguntukmendapatkankedudukany
angterhormatdenganmenaruhpengharapanpada
ruangkosong.Halinidapatdilihatdarikutipanberikut.
BonekaI:
(Ada dalam bingkai yang bergerak) waranggana…waranggana…suara
sumbangmusimsumbing,adawangsitorangjawa.Mbalelo..tolonglahmereka,beris
angkur untuk nyangkul, beri pil kalem biar tak onar, lalu tidurkan mereka
semuadi Monpera. Lantas bopong ke dalam sebuah mobil jenazah. Mereka
bertamasyadari mimpi ke mimpi, sementara bunyi gamelan pangeran menemani
semalamsuntuk dari balik semak-semak yang berkeringat. Akh…waranggana,
otot lehermereka nyaris putus di meja pengadilan kata”. Panggil kampret,
panggil
dedemit,perintahkanparabegundaldankaumbajinganmenulisgraffitiditembokpen
gasingan.

Koor :

(Kepadabonekadanbingkai) Mbalelo…mbalelo! Ini teater musimsumbing!

BonekaI:

Gendeng, kowe! Gendeng,


kowe!Koor :

Mbalelo…mbalelo!Inigeraknusantara,panggungnegeriIndonesia.Heepta!Heepta!
Mainkandongengkebangsaan!

Sosok I :

Akumencariruangkosong(kepadabingkai)akumaubercinta,bantulahaku.Beriakuci
nta!

Sosok II:

Aku mencari bentuk, kemana bentukku yang hilang entah kemana?. Beri
kamibulan, cahaya, dan dongeng yang terputus, agar bentukku akan nampak
lebihjelas!.
Semua :

Dongengkan kami ruang yang kosong. Dongengkan rumah hijau dan anak ajaib.
(BonekaSetengahWaras)

Secara semiotikkutipan di atasmerupakan


penandayangmenunjukanpetandayangberupagambaran
kehiduapanmanusiayangmeninggalkan
ataumelupakanadatistiadatdankebudayaannyasendiri.Haliniterjadiakibatkemajuan
zaman yang semakin pesat dan sudah tercampur baur dengan budayaasing yang
tidak selaras dengan budaya bangsa. Di sini juga digambarkan bahwamanusia-
manusiasekarangtakpedulilagiakanetikaketimuranyangselaludijunjung tinggi.
Kesemuanya ini seakan banjir besar yang tidak bisa dilawan danmau tidakmau
harus dijalankan.Jika dihubungkan dengan kenyataan yang ada,ini merupakan
realita yang tidak bisa dielakkan lagi. Kelunturan budaya baik itudari segi adat
istiadat maupun dari segi politik pancasila yang arif. Telah banyakditemukan di
tengah masyarakat bagaimana politik kini hanya menjadi
polemikyangmenggerogotikeutuhanbangsa.
Polemikpolitikiniterlihatjelasdarigambaranperilakuparaoknumpemerintah
an baik itu sipil maupun aparat. Maraknya kasus-kasus penyogokandemi
memperoleh kedudukan, sampai pada budaya korupsi, kolusi dan
nepotisme(KKN). Dan kesemuanya telah merasuk ke berbagai dimensi kehidupan
negarakita.
Dari penjelasan ini dapat disimpulkan bahwa alur pada adegan
pertamaadalah alur maju. Hal dapat kita lihat dari dialog yang terdapat pada
kutipan diatas.Padabagianinidijelaskanbahwaterdapattahappengenalankonflikyang
menjadi klimaks dalam naskah drama Boneka Setengah Waras karya Connie
CSema.

Pada adegan kedua, konflik berawal dari munculnya tokoh Boneka II


yangmembawa mimpi-mimpi kosong. Si Boneka II mulai membangun konflik
untukmencapai ambisinya merebut tampuk kekuasaan. Hal ini tergambar dari
kutipandialogberikut.
Koor :

Jaman telah berubah. Bisnis berjalan


lancar.Bingkai :

Jangan terlalu
sempit.Koor
:

Jangan bermata
sempit.BonekaII :

Benar, ini kan cuma soal rejeki dan bagaimana


mendapatkannya.Bingkai :

Berusaha dan
berjuang.BonekaII :

Pakai apa?

Koor :

Sangkurrrrrr!!

BonekaII :
O, seperti kodok-kodok botak berdasi
itu.Koor :

BenarsepertiDharmaPutra yangagung.
Bingaki :

Janganngelantur.Jamantelahberubah(kepadaboneka).Sekarangcepatkatakan
siapayangkirimkabar kepadamu!

BonekaII :

Mimpi.Ya.Sangmimpi.(Boneka SetengahWaras)

Dari kutipan di atas, jika dilihat secara semiotik dapat dijelaskan bahwa
sitokoh (boneka II) mempunyai ambisi untuk menjatuhkan kekuasaan dari
Bingkai.Hal ini sama artinya dengan kudeta yang terjadi pada masyarakat kita dari
zamanke zaman hingga kini. Secara tersirat pada adegan ini terdapat semacam
usahapenghasutan yang dilakuka oleh tokoh Boneka II kepada tokoh-tokoh lain.
Padakalimat “Benar, ini kan cuma soal rejeki dan bagaimana cara
mendapatkannya?”dari kalimat ini terlihat jelas tabiat dari boneka II yang mulai
menghasut tokohlain. Dengan kata lain kalimat tersebut menyatakan bahwa
dewasa ini mempunyaitaraf ekonomi yang riskan atau mengkhawatirkan, hal ini
terjadi akibat kelalaianpemimpinyangtidakbertanggungjawab.
Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa alur yang terdapat
padaadegan kedua ini mulai mengalami penanjakan. Konflik-konflik yang
dibanguntelah lebih mengarah pada klimaksyang ingin dicapai yaitu intrik poitik
danperebutankekuasaan.
Adegan ketiga merupakan klimaks dari seluruh rangkaian konflik
yangdibangun. Adegan ini juga merupakkan bagian terpenting yang ingin
disampaikanpengarang dalam naskah drama Boneka Setengah Waras. Konflik
yang terjadiadalah perebutan puncak kekuasaan dan secara nyata menimbulkan
intrik politikyangterjadi.Haliniterlihatdaripenggalandialogberikut.
BonekaII:

(Kepadabingkai)Nah!Dengarkegelisanmereka?Sekarangsegeraberiakumimpi!
Agar aku bisa mengabulkan segala keinginan mereka, karena aku adalahseorang
calon pemimpin agung yang dikirim sang mimpi untuk meninabobokanmereka.
Kau.... kau sudah tak berguna lagi, kau hanya tinggal onggokan
tulangberbalutkulitkeriputyangsudahtakadagunanya.

Bingkai : Baik. Tapi jangan libatkan aku dalam


mimpimu.BonekaII: Solositanpatekanan.Panggilsayaraksasa!

Koor : Raksasaaaaa!

BonekaII: Panggilsayajenderal!

Koor : Jenderaaaaaaaaall!

BonekaII: PanggilsayaTuhan!

Koor : (Ragu)Tu…Tu…Tu…Haaaaaaann!
(BonekaSetengahWaras)

Secara semiotik kutipan di atas merupakan penanda yang menunjuk


kepetanda bahwa, kekuasaan merupakan hal yang selalu diperebutkan oleh
setiaporang. Semuamanusiamenginginkan kekuasaan yang paling
tinggi,walaupuncaramendapatkankekuasaantersebutdenganmengorbankanoranglai
n.Takpeduli apakah orang lain akan menderita atau terluka. Hal yang sama juga
terjadipada masyarakat kita sekarang, para pemimpin bahkan telah berani
meniadakanTuhanYangMahaEsa.Banyakyangmenjadikorbankarenakeserakahante
rsebut.
Pada adegan keempat, alur tetap merupakan alur maju. Pada adegan
initerjadipeleraiandariadegansebelumnyadengankatalainterjadinyapenurunan
klimaks. Hal ini merupakan kelemahan yang cukup mencolok dari naskah
dramaini, jika hanya dilihat dari segi penaskahan karena peleraian yang terjadi
begitudrastis.Halinidapatdilihatpadakutipanberikut.
BonekaII :

(Padacahayadanbunyi)Segalanyatelahkumuliki.Lihatlah!
Akutakubahnyatokohfaustyangdungudantaklebihbijakdariseorangpecundang.M
engapaakuditurunkanditempatini?Tempattakber-
Tuhan.Akusesak.Mimpiinimenyiksaku.TakadaTuhandisini.Tuhantelahterlambang
kanolehkebutuhan.Lidahkukeluh, karena‘kata’telahberubahkekuasaan…
oh,sangwaktu,mengapakaumintamerekamemainkansejarah.Mengapakaubiarka
nmerekamenyebutkuTuhan?
Mengapakausuruhmereka,kausuruhmerekamengabdi?(pause)Hai!
Cahaya,bunyidanwaktu!Akubutuhkebebasan.Lepaskanakudaribingkaimu! Aku
butuh kematian. Beri aku KEMATIAN! (Boneka Setengah
Waras)Sepertiyangtelahdijelaskandiatasbahwaadeganini
merupakankelemahandarinaskahdramaBonekaSetengahWaraskaryaConnieCSem
ajikadilihatdarisegi penaskahan,namun sebaliknyaadeganini merupakan
keunggulantersendiri jika dilihat dari segi tampilan panggung. Hal ini disebabkan
karena
padaadeganinidapatdilakukanpenggarapanpentasteatrikalyangmenyiratkanmakn
a

yangbegitubanyak.

Secara semiotik, kutipan di atas merupakan penanda yang menunjuk


kepetandayangmenyatakanbahwa,terjadinyapenurunandariklimaksyangmenunjuka
n perebutan kekuasaan, intrik politik bahkan keserakahan. Pada adeganini
terlihatbagaimana terjadinya peleraian atau penurunan konfikyang
terjadipadatokohutama.Jikadihubungkandengankehidupansehari-harihalinisering
terjadi, hanya saja pengarang mengkontrastifkan dengan kejadian nyata.
Dalamnaskahtersebutdijabarkanbahwatokohutamamengalamipenyesalanataupeny
adaran disaat si tokoh utama telah mendapat segala sesuatu yang
menjadiambisinya, namun dalam kehidupan nyata sering terjadi penyadaran
seperti yangdialami tokoh utama pada saat segalah sesuatu seperti jabatan, harta
benda jugamartabattelahhilang.
Adegan kelima adalah adegan terakhir dalam susunan naskah drama
ini.Pada adegan ini merupakan penyelesaian dari klimaks yang terjadi dalam
naskahdrama Boneka Setengah Waras karya Connie CSema.Hal
dapatdilihatdarikutipanberikut.
BonekaI :

O, panggung berbeban berat. Boneka tambun, ia bukan Godot, bukan Godlob!


Tuhan, mereka semua seperti binatang dungu yang mati enggan hidup tak mau!
Beri mereka ‘ruang kosong’. Tanpa keingainan, tanpa nafsu. O….
waranggana.Tidurkanmerekadiruangitu.

BonekaI :

Waranggana…waranggana!
Inilahperjalanansejarahyangputus.Manusiameninggalkanpertapaanmoyangnya.
MerekamenaikikeretaTrans-Nasional,bermuatanpuing-
puingkepercayaanyangberceceran.SenjakalaKiwaridanabadyangsesat.

BonekaI :

Astaga! Kereta segera menjemput. Terompetnya memecah telinga. O,


SenjakalaKiwari yang sesat. Mahluk-mahluk simbolik, boneka yang lamban.
Kereta Trans-Nasional.Kereta-keretasetengahwaras.Bawalahmerekakea
badyanggila.
BonekaII :

Kematian….BeriakuKEMATAIN!(BonekaSetengahWaras)

Secara semiotik kutipan di atas merupakan penanda yang menunjuk


padapetandayangmenyatakan bahwamanusiabukanlah mahlukyang paling
kuatyangtidakterkalahkan.Padakutipandiatasterdapatkalimat“O,panggungberbeba
n berat. Boneka tambun, ia bukan Godot, bukan Godlob!” pada kalimattersebut
dinyatakan secara tersirat bahwa manusia bukanlah sesuatu yang palingsempurna.
Dapat dijelaskan dari kalimat tersebut bahwa, kalimat “O,
panggungberbebanberat.”berartisekarangbumiatauduniatelahpenuhdenganparapen
dosa(manusia).Padakalimat”Bonekatambun,iabukanGodot,bukanGodlob!”,yangbe
rartimanusiabukanlahsesuatuyangpalingagunghinggamampu mengalahkan
keagungan Tuhannya. Sedangkan kata ”Godot” adalah juduldari sebuah naskah
drama yang sangat terkenal pada zaman italia kuno
tepatnyapadamasakejayaanKonstantinStanilavsky,naskahtersebutdikarangolehSa
muel Pickett salah seorang tokoh dramawan terkemuka dunia. Dan
”Godlob”sendiri merupakan karya dari salah seorang dramawan Indonesia yaitu
Danartoyangmengisahkanperjuanganseorang pemudamembelanegaranya.

PendekatanObjektif

AnalisisNaskah Drama“Roh”Karya Wisran Hadi

Sinopsis

Dalam drama Roh, tokoh yang muncul ada lima belas orang, dua
orangmanusia biasa, sedangkan yang sebelas tokoh lainnya adalah roh. Dua orang
ituadalahMandadanIbuSuri.Padabagianpertamanaskahinidiawalidengan
pemunculan tokoh yang bernama Manda, Ibu Suri, Tokoh I, dan Tokoh II. Tokoh-
tokoh inilah yang pertama kali membuka jalan cerita dari naskah Roh ini,
yangditandai dengan tampilnya Manda dan Ibu Suri di tengah pentas. Manda
mulaimembacamantra,tubuhnyamenggigiluntukmemanggilrohparatokohdanarwah
nenekmoyang.
Manda melakukan ritual itu karena memenuhi permintaan Ibu Suri
yangingin mencari atau mengetahui keberadaan anaknya yang bernama Suri,
sebabtokoh dipanggil Ibu Suri karena dia sangat mencintai Suri anaknya yang
entahdimana. Mandalah yang menjadi perantara untuk memanggil roh-roh yang
akanmembantumencariSuri.
RohyangpertamadipanggilMandaadalahTokohI,padaawalkemunculannya,
dia memperkenalkan dirinya terlebih dahulu ternyata Tokoh
IyangadadalamnaskahbernamaDatukKatumanggungan.Diapunmulaimelakukan
pencariannya untuk menemukan di mana keberadaan Suri. Tokoh Imeminta Ibu
Suri bersumpah agar anaknya bisa ditemukan, tetapi Ibu Suri
tidakmampumelaksanakansyaratyangdiberikanTokohItersebut.TokohImenghilang
Mandamemanggilrohyanglain,munculTokohIIdiapunmemperkenalkandiriyangme
ngakusebagaiDatukPerpatihNanSebatang.Begitulah seterusnya tokoh-tokoh yang
muncul mereka selalu memperkenalkandirinya terlebih dahulu. Datuk Perpatih
pun melakukan pencariannya. Namun,pencarianyang dilakukanhasilnyapuntidak
ada,Suritidak kunjungditemukan.
Manda selalu membantu Ibu Suri memanggil roh-roh nenek
moyangnyauntukmenemukanSuribahkanIbuSurimaumembayarMandaberapasajaa
salkanSurianaknyaditemukan.Mandapunmulaimemanggilrohyanglainnya,
tokoh berikutnya muncul namun hasilnya juga tidak ada. Begitulah kerja tokoh-
tokoh yang dipanggil Manda, pencariannya selalu tidak membuahkan hasil
samasekaliuntuk Ibu Suri, tokoh-tokoh yang muncul selalu menyangsikan
keberadaanSuri.
Kemarahan Ibu Suri pun mencapai puncak dan menganggap roh-roh
yangdipanggil Manda adalah roh para banditdan penipu karenamenyangsikan
Suridan mengaburkan keberadaan Suri. Manda yang awalnya digelari Ibu Suri
sebagaiperantara dua dunia sudah tidak dia percayai lagi bahkan Manda digelari
perantaradustaataumediummesumdalammemanggilroh-
rohnenekmoyangnya.Akhirnya dengan kepercayaan yang tinggi Ibu Suri sendiri
yang memanggil rohpara tokoh untuk menemukan anaknya Suri. Usaha yang
dilakukan Ibu Suri selaludibayang-bayangi oleh Manda bahkan Manda selalu
menasehati Ibu Suri
bahwaorangyangbertemandengansetansyirikhukumnyadannerakajahanamancaman
nya. Ibu Suri tidak menghiraukan perkataan Manda, dia tetap
melakukanritualyangMandalakukanuntukmemanggirohdanarwahnenekmoyang.
Roh-roh yang dipanggil Manda dan Ibu Suri yang terdiri dari Tokoh
Ihingga tokoh XIII adalah roh nenekmoyang dan orang terkenal sebagian
besardari tokoh-tokoh Minangkabauyang entah kapan dan bagaimana
meninggalnyaberhasil dipanggil Manda dan Ibu Suri. Akan tetapi ada seorang
tokoh yang selaludisebut-sebut dari awal hingga akhir yaitu Suri anak yang dicari-
cari Ibu Surikeberadaannya kalau masih hidup di mana rimbanya dan jika sudah
meninggal dimana kuburannya,pada akhirnya diatidakpernahmuncul.

AnalisisNaskahDrama “Roh”KaryaWisran Hadi


Alur

Alur adalah rangkaian peristiwa yang satu sama lain dihubungkan


denganhukum sebab-akibat (Sumardjo, 1994: 139). Alur merupakan salah satu
aspekpentingdalamdramakarenaalurmerupakanpembentukkerangkacerita.Aristotel
es bahkan menyatakan bahwa alur adalah roh drama (Sumardjo,
1994:141).AlurRoh adalah alurmaju atau linearyaitu peristiwayang
dikisahkandimulai pertama kali oleh Ibu Suri yang mencoba menggunakan jasa
perantarayaitu Manda untuk menanyakan Suri kepada roh-roh yang dipanggil.
Karena
Suribelumdiketahuidenganjelas,makaIbuSuriterusmemakasaMandauntukmemang
gil roh, Ibu Suri merasa dibohongi akhirnya dia sendiri yang memanggilroh dan
arwah nenek moyang yang dipanggil-panggil Manda pada awal ceritahingga
mencapai tiga belas roh yang dipanggil. Ibu Suri selalu tidak puas denganroh yang
dipanggil, hingga akhirnya ia menggali sebuah makam yang ia
yakiniadalahkuburanSuri.
Ternyatasetelahdigali,dandibukakainkafannya,ituadalahjenazahManda. Di
bagian akhir cerita juga diungkapkan Ibu Suri bahwa Suri yang ia cari-cari, yang
diakuinya sebagai anak satu-satunya pelanjut keturunan dan yang akanmewarisi
harta dan tanah pusaka pada awal cerita ternyata bukan siapa-siapa
bagibagiIbuSuri.
Manda:

Nah,kan.Akulagiyangdisalahkan.Nyatanyamenemukanaku.Perempuanbegini
selalu menginginkan aku terus jadi perantara. Padahal aku sudah
dikubur.Tapi,diatetapsajamemungkiri.O,perempuan.
Para roh datang berputar-putar mengelilingi Ibu Suri. Manda ikut
menghilangdalamputaranpararohitu.merekaterusberputar-
putardansuaramerekaterdengarsepertisuaratelapakkakikudaberlari.

Ibu Suri bangkit dan berputar-putar di tengah putaran para roh dengan
selembarkain putih yang lebih besar. kain putih itu mengembang di udara,
membawahipararohyangbergulung-gulung.dengankainhitammereka.

perlahan diturunkannya kain putihnya, dan kini yang kelihatan hanya wajah
IbuSuriyangletihmemandangkekejauhan.

IbuSuri:

Suri. Ya, aku bukan Ibumu. Dan juga kau bukan anakku. Tak mungkin kau
kuanakkan, kau pun tidak mungkin diperanakkan. Suri, bagiku kau hanya satu.
Satuuntuk segalanya.Satuuntuksemuanya.

Perlahan membeku. Matanya redup. Ada sesungging senyum di bibirnya.


Manissekali.

Latar

Lataradalahsegalaketerangan,petunjuk,pengacuanyangberkaitandengan
waktu, ruang, dan suasana terjadinya peristiwa dalam suatu karya
yangmembangun cerita (Sudiman dalam Teeuw, 2003: 44). Latar dibedakan atas
duamacam yaitu latar sosial dan latar fisik atau material (Hudson dalam Teeuw,
2003:44).Latarsosialmencakuppenggambarankeadaanmasyarakat,kelompok-
kelompok sosial dan sikapnya, adat kebiasaan, cara hidup, dan bahasa. Latar
fisikadalahtempatdidalamwujudfisiknya,yaituruang,bangunan,lokasidansebagainy
a.
LatarsosialdalamRohyaitulingkunganyangmasihkentaladatdantradisi yaitu
pengobatan tradisional yang memakai jasa perantara. Bahasa yangmereka
gunakan kasar dan kurang sopan. Guru agamaku tak mampu
menerangkandimanaSuri.PenghuluadatkutakdapatmenjelaskankemanaSuri.Mesinh
itungku tak kunjung mengurai. Sansai kah Suri?. Manda, kemana lagi aku
harusbertanya. Berita Koran tak lagi menyakinkan. Siaran televisi sulit diyakini.
Iklanmajalahsusahdipercaya.
LatarfisikdalamdramaRohyaitudisebuahperkampungandaerahMinangkaba
u, Sumatera Barat. Penggambaran latar fisik dalam drama ini sangatjelasdan
mendetail,sepertiyang dicirikandalamsebuahkarya dramarealis.
Latar tempatdalam naskah drama Roh ini tidak dideskripsikan denganjelas
yaitu penulis hanya menuliskan bahwa tampah-tampah yang berisi sesajianseperti
buah-buahan, bunga, daun-daunan, kemenyan, dan lainnya yang
diletakkandipinggirdansudut-sudutpentas.

TokohdanPenokohan

Ibu Suri

IbuSurimemilikikarakterkeraskepala,egois,dankasarterbuktidar
idialog-
dialognyayangseringmemaksaMandauntukmemanggilrohwalaupunMa
ndatidakmau,bahkanketikapermintaannyatidakdikabulkanolehManda,
makadiasendiriyang
akanmemanggilroh,danrohyangtidakiaperlukaniausirdengankasar.
Manda

Manda, tokoh yang dapat menjadi perantara untuk


memanggilroh-roh, dia bukanlah seorang tabib ataupun dukun. Manda
memilikikarakter yang mistis dan suka membantu untuk memanggil
roh-roh,walaupun begitu dia selalu mengingatkan Ibu Suri bahwa
perbuatansyirikdenganmemanggilroh adalahdosa.
TokohI,DatukKetumanggungan

TokohII,Datuk PerpatihNanSebatang

TokohIII,Sutan

TokohIV,Raja Kaciak

TokohV,MengakusebagaiSuri

TokohVI, RohWayang

TokohVII,MengakusebagaiSuri

TokohVIII,RohKembar

TokohIX, RohKembar

TokohX, RohAnjing

TokohXI,RohAsing

TokohXII,MalinKundang

TokohXIII,MalinDeman
TemadanAmanat
Tema adalah gagasan, ide, atau pikiran utama yang mendasari suatu
karyasastra itu (Sudjiman, 1991:50). Amanat adalah pesan yang ingin
disampaikan olehpengarang dalam sebuah karya sastra. Tema yang diangkat
adalah tentang sebuahadatpemanggilanrohdenganmenggunakanjasa perantara.
WisranHadimenyebutkanbahwapengobatandemikianmasihberlangsungsam
paisekarang.Tidakhanyapadamasyarakattradisionalsaja,tetapi juga pada
masyarakat modern saat ini. Pada umumnya kegiatan pengobatanbegini masih
berlangsung di kampung-kampung dalam kawasan pesisir (rantau)timur
Minangkabau, seperti daerah Kuantan. Cara pengobatan seperti itu
disebutmasyarakatdisanadengannama tagakbalian.
Dalam tahapan cerita berikutnya, dikembangkan pula bentuk sebuah
acaratradisional yang lain, yaitu meminta berkah ke tempat-tempat yang dianggap
sucidan keramat. Upacara minta berkah ini juga masih berlangsung sampai
sekarang,terutama dalam masyarakat tradisi yang berada di kawasan pesisir
(rantau) timurMinangkabau, seperti di daerah Kuantan. Di Pariaman misalnya
upacara mintaberkahsepertiinidisebutbasapa.
Selain itu penceritaan Roh ini diselingi dengan randai dan
indang,duabentuk kesenian yang tradisi Minangkabau yang masih populer sampai
sekarang.Berikutinicontohdarirandaidanindang:
“Suri. Jika rindu kampungmu
tibaJanganpulangke kampung
asalYangkinijadiasalkampungDim
amah lurahdirancahpunah.

…………………………………”
Amanatyangingimdisampaikanpengarangkepadapembacaantaralain:

Lewat naskah dramanya ini, Wisran Hadi telah


mendokumentasikanperistiwasosialyangterjadidimasyarakat,sekaliguss
ebagaialatpenghiburdanpendidikanbagipembacanya.
Di zaman yang modern dan canggih seperti sekarang ini, orang-
orangmasih mempercayai hal-hal yang mistis sebagai mana yang ada
pasamasa dahulu kala. Seperti meminta sesuatu hal kepada roh-roh
nenekmoyangyangdianggapmempunyaikekuatanyangbesar.
Meminta pertolongan kepada roh-roh nenek moyang merupakan halyang
sangat dibenci Allah SWT, karena merupakan perbuatan
yangsyirik.Orangyangmelakukanhalyangdemikiansamadenganmendua
kan Alla SWT perbuatan yang demikian sangat dilaknat Tuhandan
diancam akan dimasukkan ke dalam neraka jahanam kelak.
Sertameminta kepada roh dan arwah tidak pasti hasilnya antara ada
dantiada.

DAFTAR PUSTAKA

Achmad,A.Kasim.1990.PendidikanSeniTeater:
BukuGuruSekolahMenengahAtas.Jakarta:Depdikbud.
Ahmadi,Muksin.1990.Strategi Belajar Mengajar KetrampilanBerbahasa
danApresiasiSastra.Malang:YA3Malang.

Anirun,Syatna.1998.MenjadiAktor;PenantarSeniPeranuntukPentasdanSinema.Ban
dung:StudiklubTeaterBandung.

Asul, Wiyanto. 2007. Terampil Bermain Drama.


Jakarta:PTGramediaWidiasarana Indonesia.

Aminudin.1987.PengantarApresiasiKaryaSastra. Bandung:SinarBaru.

Burns,TomdanElizabeth.1973.SociologyLiteratureandDrama.England:Pngui
nBooks.

Brahim.1968.DramadalamPendidikan. Jakarta:GunungAgung.

Damono,SapardiDjoko.1983.KesusastraanIndonesiaModern:BeberapaCatatan.Jak
arta:Gramedia.

Esten,Mursal.1978.Kesusasteraan:PengajaranTeoridanSejarah.Bandung:Angkasa.

HasanudinW.S.1997.Drama:SenidalamDuaDimensi.Bandung:Angkasa.Hamidy,U.U.
1984.PengantarKajian Drama.Pekanbaru: BumiPustaka.

Harymawan,RMA;Dramaturgi.CV.Rosyda.Bandung.1988.

Hardjana,Andre.1981.KritikSastra:SebuahPengantar. Jakarta:Gramedia.

J. Waluyo Herman, Prof, Dr. Drama (Teori dan Pengajarannya).


PT.ManinditaGraha Widya.Yogyakarta.2001.

Luxemburg,JanVan&MiekeBalWillemG.W.1984.PengantarIlmuSastra.

DiterjemahanolehDickHartoko. Jakarta:GramediaDaftar Pustaka.


Martoko,Dick. 1984.PengantarIlmuSastra. Jakarta:Gramedia.

M.SainiK.1985. DramawandanKaryanya.Bandung:Angkasa.
Munir,EmhaSyamsul.1983."MengenalTeater".DalamMajalahSahabatPena,No.143.
Jakarta.

Noer,ArifinC.2005.TeaterTanpaMasaSilam:SejumlahEsaiBudaya.Jakarta:DewanKes
enianJakata.

Nurgiyantoro,Burhan.2010.TeoriPengkajianFiksi.Yogyakarta:GadjahMadaUniversit
yPress.

Nio,BoKimHoa.1981.PengajaranApresiasiDrama.Jakarta:PenataranLokakaryaTah
ap II.P3G.DepartemenPendidikan danKebudayaan.
Padmodarmaya, Pramana. 1989. Teknik dan Tata Pentas. Jakarta: Balai
Pustaka.Padmodarmaya,Pramana.1990.PendidikanSeniTeater:BukuGuruSekolah

Dasar.Jakarta:Depdikbud.

Rendra. 1982.TentangBermainDrama.Jakarta:PustakaJaya.

Ratna,NyomanKutha,2004.Teori,Metode,danteknikPenelitianSastra.

Yogyakarta:Pustakapelajar.

Rendra.W.S.1983. Mempertimbangkan Tradisi.Jakarta:Gramedia.Rosidi,


Ajip. 1982. Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia. Bandung: Binacipta.Saini
K.M. 1996.Peristiwa Teater. Bandung: Institut Teknologi
Bandung.SainiK.M.TanpaTahun.AnalisisNaskah Drama.KertasKerja.

Semi,M.Ater.1984.MateriSastra.Padang:Sridarma.

Sutardjo, U.M. 1987. Bagi Masa Depan Teater Indonesia. Bandung:


Gramedia.Syam,Syahlinar.1984.BinaDrama.Bandung:JurusanSendraTasikFPBSIKIP

Padang.
Tambajong Japi; Dasar-dasar Dramaturgi. CV. Pustaka Prima. Bandung.
1981Tarigan,HenryGuntur.1984.Prinsip-prinsipDasarSastra. Bandung:Angkasa.
Udin,Syahlinar.1982.RencanadanPelaksanaanPengajaranSeniDrama.

Padang:JurusanSendratasikFPBSIKIPPadang.

Wirajaya,AsepYudhadanSudarmawati.2008.BerbahasadanBersastraIndonesia.Jakarta:Pus
atPerbukuan.

Waluyo,Herman.J.2001.TeoriDramadanPengajaran.Yogyakarta:Hanindita.

/Wiyanto,Asul. 2007.TerampilBermainDrama.Jakarta:Grasindo.

Yudiaryani, MA Drs; Panggung Teater Dunia.Pustaka Gendho Suli.

Yogjakarta.2002.