Anda di halaman 1dari 9

TEORI AKUNTANSI KEUANGAN

MATERI PERTEMUAN 09
“KESERAGAMAN DAN PENGUNGKAPAN”

KELOMPOK 6

NI KADEK RIA FITRIANI (2081611011)


IDA AYU WAYAN UTTAMAGANA (2081611012)

PROGRAM MAGISTER AKUNTASI


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS UDAYANA
2020
1. KESERAGAMAN
Literatur akuntansi menyatakan bahwa konsep keseragaman dengan konsep
perbandingan adalah saling melengkapi. Hubungan antara keseragaman dan perbandingan
dijelaskan dalam SFAC No.2. Sprouse (1978) melihat perbandingan sebagai suatu proses
akuntansi untuk kondisi yang sesuai dengan persamaan atau perbedaan yang akan digunakan
untuk membandingkan berbagai alternatif dalam pembuatan keputusan. Sedangkan
keseragaman adalah konsep yang mempengaruhi perbandingan. Pengguna laporan keuangan
akan memperhitungkan tingkat daya banding dengan memperhatikan tingkat keseragaman
dari laporan keuangan.
1.1 Sifat dan Kompleksitas Kejadian
Transaksi di dalam suatu perusahaan terjadi dari kejadian internal dan eksternal.
Pengakuan penyusutan, penyelesaian barang dalam proses, serta aturan pengakuan
pendapatan dan biaya yang diterapkan perusahaan merupakan suatu bentuk kejadian internal.
Kejadian eksternal adalah transaksi yang terjadi antara perusahaan dengan karyawan,
investor, dan kreditur. Kejadian yang dialami suatu perusahaan dapat dikelompokkan menjadi
kejadian yang sederhana dan kompleks. Contoh kejadian yang kompleks yaitu:
a. Akuisisi saham biasa untuk tujuan pengendalian di mana persentase saham yang dimiliki
dapat bervariasi.
b. Penggunaan atau manfaat pola aktiva tetap disusutkan berbeda.
c. Kewajiban pajak tangguhan yang timbul dari situasi alokasi pajak penghasilan yang
tumbuh tanpa batas atau menurun.
1.2 Keadaan yang Relevan
Keadaan yang relevan adalah keadaan ekonomi yang secara signifikan dapat
mempengaruhi kejadian yang serupa. Keadaan yang relevan terdiri dari dua tipe, yaitu:
a. Present magnitudes, keadaan yang telah diketahui pada saat terjadinya kejadian.
b. Future contingencies, keadaan yang hanya dapat diketahui setelah terjadinya kejadian.
1.3 Peran Manajemen di Keadaan yang Relevan
Weldom Poewll (1965) menyatakan manajemen memiliki peran dalam menentukan
metode akuntansi yang digunakan oleh perusahaan. Namun, masalahnya adalah pemilihan
metode akuntansi mungkin saja karena motif yang berbeda dari yang ditentukan oleh keadaan
yang relevan. Oleh karena itu, Cadenhead (1970) membatasi keadaan yang relevan pada
elemen diluar kendali manajemen yang disebut kondisi lingkungan. Kondisi lingkungan
berbeda antara perusahaan dan dapat menyebabkan biaya pengukuran yang berlebihan atau
tingkat pemastian yang relatif rendah terhadap metode akuntansi yang disukai. Cadenhead
1
(1970) menetapkan kondisi lingkungan sebagai suatu variabel tak langsung apabila kondisi
lingkungan memiliki salah satu dari dua kualitas tersebut.
1.4 Keseragaman yang Terbatas dan Keseragaman yang Kaku
Keseragaman yang terbatas adalah suatu proses untuk menyamakan metode akuntansi
dengan keadaan yang relevan dalam situasi umum yang sama. Keseragaman yang terbatas
memiliki kelemahan dalam sulitnya menentukan kriteria-kriteria yang tepat untuk keadaan
yang relevan. Muncul alternatif keseragaman yang lainnya untuk mengatasi hal tersebut yaitu
keseragaman yang kaku. Keseragaman yang kaku adalah penentuan satu metode akuntansi
untuk semua transaksi yang serupa meski kemungkinan terdapat keadaan yang relevan.
1.5 Keseragaman yang Terbatas dan Keseragaman yang Kaku Sehubungan dengan
Representational Faitfulness dan Verifiability
Keseragaman yang terbatas lebih mengutamakan representational faitfulness daripada
keseragaman yang kaku. Pendekatan representational faithfulness berdasarkan keseragaman
yang terbatas memandang adanya derajat representational faithfulness. Sterling (1985)
melihat representational faithfulness dalam konteks biner, yaitu terkait dengan apakah
ukuran karakteristik dari sebuah aset itu representational faithfulness atau tidak.
Representational faithfulness merupakan karakteristik utama yang digunakan untuk
kepentingan pengambilan keputusan. Representational faithfulness tidak boleh ditukar
dengan verifiabilitity walaupun terdapat beberapa ukuran karakteristik yang relevan mungkin
kurang tepat.
1.6 Status Keseragaman Saat Ini
Terdapat tiga jenis kualifikasi keseragaman, yaitu:
a. Standar merupakan contoh dari keseragaman terbatas yang tidak memerlukan suatu
penafsiran dalam mengartikan bahwa standar tidak dapat dikembangkan atau bahkan
untuk mengartikan faktor-faktor yang dipilih seperti keadaan yang relevan adalah
cocok.
b. Keseragaman yang kaku dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu: keinginan terhadap
konservatisme, ketidakmampuan organisasi pembuat standar untuk menentukan arti
dari keadaan yang relevan, usaha untuk meningkatkan verifiability dari pengukuran,
pengakuan terhadap fakta bahwa alokasi diperlukan, persepsi bahwa pengungkapan
yang cukup pasti dan pasar sekuritas yang efisien, biaya implementasi yang relevan
dengan keadaan melebihi manfaat yang dihasilkan.

2
c. Fleksibilitas merupakan suatu pendekatan lain pada masalah keseragaman.
Fleksibilitas diterapkan pada saat tidak ada keadaan yang relevan tetapi terdapat lebih
dari satu metode akuntansi,
Contoh dari masing-masing kualifikasi keseragaman diatas adalah sebagai berikut:
a. Keseragaman yang terbatas; contoh keseragaman terbatas adalah sewa jangka panjang
dan kepemilikan saham biasa dari perusahaan lain untuk tujuan kontrol.
b. Keseragaman yang kaku; contoh keseragaman kaku adalah alokasi pajak pendapatan
komprehensif.
c. Fleksibilitas; contoh dari fleksibilitas adalah kebijakan perusahaan dalam menentukan
metode pencatatan persediaan dan akumulasi penyusutan.
1.7 Merumuskan Kebijakan Akuntansi
Dalam pembuatan standar akuntansi maka seoptimal mungkin keadaan yang bersifat
fleksibilitas harus dapat dihilangkan. Apabila keadaan yang relevan mungkin sulit untuk
dibedakan, dihitung, dan diimplementasikan secara cost effective, sebaiknya digunakan
keseragaman yang terbatas. Sedangkan ketika tidak dapat dilaksanakan secara cost-effective,
sebaiknya digunakan keseragaman yang kaku.

2. PENGUNGKAPAN
Menurut SFAC No.5 pengungkapan merupakan suatu bentuk penyajian informasi
dengan tujuan selain pengakuan dalam laporan keuangan yang dibandingkan dengan
pengakuan dalam laporan keuangan itu sendiri. Dalam penjelasan yang lebih luas,
pengungkapan lebih berhubungan dengan suatu informasi baik itu berupa laporan keuangan
dan komunikasi tambahan yang meliputi catatan kaki, poststatement events, analisis
manajemen terhadap operasi untuk tahun-tahun yang akan datang, prediksi keuangan,
kegiatan operasi dan pernyataan keuangan tambahan yang menutup sebagian pengungkapan
dan memperluas hingga melebihi biaya historis. Pelaporan keuangan sering digunakan
sebagai istilah payung untuk menutup baik laporan keuangan sendiri dan tipe informasi
tambahan tersebut.
2.1 Fungsi Pengungkapan dari SEC
Securities and Exchange Commission (SEC) yakni suatu organisasi di Amerika
Serikat memberikan definisi mengenai fungsi dari pengungkapan, di mana fungsi
pengungkapan selalu diakui secara implisit. SEC mengimpretasikan pengungkapan dengan
dua aspek yaitu pengungkapan perlindungan dan pengungkapan informatif. Pengungkapan
perlindungan oleh SEC dihubungkan dengan perlindungan investor yang tidak rumit dari
3
perlakuan yang tidak fair. Sedangkan pengungkapan informatif oleh SEC merupakan
jangkauan informasi yang lengkap dan bermanfaat untuk tujuan analisis investasi.
2.2 Pergeseran ke Arah Pengungkapan Informatif
Mengenai topik pengungkapan, SEC lebih memilih untuk menghindarkan diri dari
sebuah keharusan pengungkapan yang bersumber dari informasi yang lemah, walaupun
dalam aspek protektif dan informatif cenderung telah overlap. Selama usulan dari komite
pengungkapam informatif menghasilkan prediksi dengan suatu ketentuan yang aman yakni
akan melindungi pihak manajemen dari hukuman hutang (liability pinalties) dari undang-
undang sekuritas federal, di mana proyeksi yang telah diberikan adalah rasional dan dibuat
dengan tepat. Selain itu terdapat pengungkapan informatif lain yang direkomendasikan oleh
komite tersebut yakni meliputi standar klasifikasi produk lain untuk pelaporan segmental
yang ditentukan berdasarkan masing-masing industri, dan pengungkapan sosial, dan
informasi lingkungan jika hal itu diperkirakan mempengaruhi kinerja keuangan yang akan
datang. Data informatif untuk masa depan yang direkomendasikan oleh komite meliputi
pengeluaran modal yang direncanakan pendanaannya, perencanaan dan tujuan manajemen,
serta kebijakan deviden dan kebijakan yang berhubungan dengan struktur modal perusahaan.
2.3 Ketidaksepurnaan Proses Pengungkapan
Saat ini sistem pengungkapan telah mempunyai pengaruh yang sangat luas, sistem
pengungkapan ini disebut dengan pengungkapan diferensial (differential disclosure).
Meskipun telah informatif, pengungkapan harus perlu memperbaiki evaluasi dari risiko dan
return sebuah perusahaan. Brownlee dan Young pada tahun 1987 melihat analis finansial
sebagai aggressive seekers dari informasi yang bisa menguntungkan untuk dijual kepada
konsumen (yang mempunyai keunggulan diatas konsumen lain yang memiliki informasi tepat
waktu). Akan muncul persepsi di mana timbulnya keinginan untuk membayar sebuah
informasi akan dipandang lebih baik dari pada tidak membayar informasi. Terdapat argumen
lain mengenai peraturan yang akan membutuhkan pembuatan yang lebih dari informasi yang
dikandung dalam pengungkapan, yakni kemungkinan timbulnya information overhead.
Dalam hal ini information overhead merupakan ketidakmampuan user (pengguna informasi)
untuk memproses dan menggunakan semua informasi yang disediakan dalam laporan
keuangan secara bijak dan cerdas.
2.4 Pengungkapan dan Analisis Manajemen
SEC meminta perusahaan untuk memasukkan diskusi dan analisis manajemen dalam
laporan tahunan. Hal ini dilakukan SEC sejak tahun 1968 yang akan memberikan gambaran

4
kepada pengguna mengenai kegiatan operasi dan arus kas di masa mendatang. Adapun
rincian spesifik dari informasi yang diminta oleh SEC adalah sebagai berikut:
a. Hasil operasi (informasi perubahan harga penjualan, kos, dan volume penjualan).
b. Taksiran likuiditas di masa mendatang.
c. Modal dan rencana pengeluaran modal.
d. Prediksi tren, ketidakpastian, dan kejadian di masa mendatang yang memberi dampak
material.
2.5 Signaling dan Perkiraan Penghasilan Manajemen
Terkait dengan penyajian pengungkapan, dalam penyajiannya juga berlaku teori
signaling (Signaling Theory). Bentuk signaling dalam hal pengungkapan yakni termasuk
dividen dan pembelian saham kembali. Ketika terdapat suatu perusahaan yang tidak
menyajikan pengungkapan maka akan dianggap menyembunyikan kabar buruk dari
perusahaan tersebut, sehingga hal ini akan dapat menurunkan harga saham.
2.6 Pengungkapan Segmen dan Laporan dari Komite Khusus tentang Pelaporan
Keuangan AICPA (Laporan Komite Jenkins)
Pada tahun 1991 AICPA membentuk Komite Khusus untuk Pelaporan Keuangan,
atau Komite Jenkins (Edmond L. Jenkins sebagai ketua). Komite ini ditugaskan untuk
menentukan hakikat dan tingkatan informasi yang disediakan oleh manajemen bagi pihak
lain, serta tingkatan sampai di mana auditor hendaknya memberikan laporannya atas berbagai
elemen dari informasi tersebut. Setelah dua tahun melakukan riset mengenai kebutuhan dari
pengguna pelaporan eksternal, komite pada bulan November 1995 mengeluarkan laporannya
The Information Needs of Investors and Creditors. Laporan ini mengidentifikasikan area-area
berikut ini dalam laporan keuangan yang sebaiknya ditingkatkan lagi untuk memenuhi
kebutuhan para pengguna akan informasi.
a. Meningkatkan pengungkapan dari informasi segmen bisnis.
b. Menangani pengungkapan dan akuntansi untuk instrumen keuangan yang inovatif.
c. Meningkatkan pengungkapan mengenai identitas, peluang, dan resiko dari rencana-
rencana pembiayaan di luar buku dan mempertimbangkan akuntansinya.
d. Melaporkan secara terpisah dampak-dampak dari aktivitas dan peristiwa inti dan non-inti
dan mengukur aktiva dan kewajiban non-inti dengan nilai wajar.
e. Meningkatkan pengungkapan mengenai ketidakpastian pengukuran atas aktiva dan
kewajiban tertentu.
f. Meningkatkan pelaporan triwulan dengan memberikan pelaporan pada triwulan keempat
secara terpisah dan memasukkan data segmen bisnis.
5
Laporan tersebut juga mengusulkan model komprehensif dalam lima kategori besar
informasi yang dirancang untuk sesuai dengan proses pengambilan keputusan yang
diterapkan oleh para pengguna, elemen-elemen tersebut adalah:
a. Data keuangan dan non keuangan.
b. Analisis manajemen terhadap data keuangan dan nonkeuangan.
c. Informasi yang menatap masa depan.
d. Informasi mengenai manajemen dan para pemegang saham.
e. Latar belakang perusahaan.
2.7 SFAS No. 131
Sesuai dengan SFAS No. 131, pelaporan segmen dengan pendekatan manajemen
berdasarkan cara manajemen mengatur segmen dalam sebuah perusahaan untuk mengambil
keputusan operasi dan menaksir kinerja. Fitur baru dari SFAS No. 131 adalah bahwa
informasi segmental dalam periode tertentu harus mencakup pendapatan segmen, laba rugi
segmen, dan asset yang dimiliki oleh segmen. Dalam penerapannya SFAS No.131 ini terbukti
sukses, dilihat dari meningkatnya jumlah perusahaan yang menyajikan pengungkapan setelah
mengadopsi SFAS ini. Namun di sisi lain, para pengusaha juga khawatir, dengan adanya
laporan segmen ini dapat membocorkan rahasia vital perusahaan kepada para kompetitornya.
2.8 Informasi Kuartalan
SEC meminta perusahaan publik untuk mengungkapkan data keuangannya setiap
empat bulan sekali (per kuarter). Terdapat dua pandangan mengenai data per kuarter ini
adalah apakah ia harus dipandang secara terpisah satu sama lain (discrete view) atau secara
satu kesatuan (integral view). APB Opinion No. 28 lebih memilih integral view yang lebih
memiliki validitas karena banyak kejadian satu tahun yang tidak dapat dipisahkan satu sama
lain, misalnya tarif pajak yang dihitung per tahun. Interim report harus mencakup income
statement data dan basic and full diluted EPS numbers.
2.9 Differential Disclosure Proposals (Perusahaan Kecil vs Perusahaan Besar)
FASB mempertimbangkan implikasi pengungkapan bagi perusahaan kecil dengan
mengungkapkan tujuan bahwa pengungkapan hanya diharuskan apabila relevan dan cost
effective. Namun penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan dari perusahaan kecil, seperti
informasi mengenai laba, memiliki informasi yang lebih komprehensif bila dibandingkan
dengan perusahaan besar. Kemungkinan ini terjadi karena informasi publik mengenai
perusahaan kecil lebih sedikit bila dibandingkan dengan perusahaan besar. Oleh sebab itu,
pengungkapan pada perusahaan kecil merupakan salah satu sumber informasi yang
diandalkan sehingga harus disajikan secara lengkap dan komprehensif.
6
DAFTAR REFERENSI:

Wolk, Tearney dan Dodd. 2001. Accounting Theory, A Conceptual and Institutional
Approach. 5th Ed. South-Western College Publising

Management discussion and analysis:


Hasil operasi
Informasi perubahan biaya
Informasi perubaya volume

Penilaian likuiditas yang akan datang dari perusahaan (soft data)

Sumber modal dan rencana kapital expenditure (pengeluaran modal) darimana sumber
dananya
Tren ketidakpastian peristiwa di masa yang akan dating yang memiliki pengaruh poin 1
sampai 3
Pengguna informasi menggunakan informasi saat ini untuk keputusan masa yang akan dating.

Pengungkapan segmentasi

Pengungkapan kuartalan
Discreated view (3 bulan terpisah dengan 3 bulan berikutnya)
Intergral view (3 bulan pertama kedua dan ketiga adalah bagian dari pelaporan 1 tahun)

Pengungkapan perusahaan kecil dan perusahaan besar


SFAS nomor 33
Standar yang diadopsi negara Indonesia: IFRS dan ETAP

Pengungkapan: penyampaian informasi yang disampaikan kepada pengguna


Suajono: pengungkapan adalah metode, teknik, penyampaian informasi dari penyedia ke
pengguna informasi.

Pasar efektif:
Harga saham mencerminkan seluruh informasi yang dipublikasikan di pasar.

7
Ketika ada informasi baru yang dipublikasikan maka pasar bereaksi dengan instan.

Anda mungkin juga menyukai