Anda di halaman 1dari 4

TUGAS ESSAY

HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

BLOK UROREPRO I

Disusun Oleh:
Favian Audrey Fahmy (016.06.0031) (Kelas B)

Dosen : Rusmiatik, S.Si, M.Biomed.(AAM)

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM AL-AZHAR
MATARAM
2020
1. Latar Belakang

Reproduksi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menghasilkan keturunan


dengan tujuan untuk mempertahankan jenisnya. Untuk dapat melakukan proses
reproduksi, manusia memerlukan alat-alat reproduksi dan kelenjar reproduksi yang sehat.
Hal penting yang harus diketahui mengenai kesehatan reproduksi adalah memahami
embriologi, anatomi, fisiologi dan histologi sistem reproduksi. Apabila secara umum
kondisi organ reproduksi sehat, maka proses mempertahankan keturunan akan lebih
mudah. Sistem reproduksi meliputi kelenjar (gonad) dan saluran reproduksi. Organ
reproduksi primer atau gonad terdiri dari sepasang testes pada pria dan sepasang ovarium
pada wanita. Gonad yang matang berfungsi menghasilkan gamet (gametogenesis) dan
menghasilkan hormon seks, khususnya testosteron pada pria dan estrogen & progesteron
pada wanita. Setelah gamet diproduksi oleh gonad, ia akan melalui saluran reproduksi
(sistem duktus). Pada wanita juga terdapat payudara yang termasuk organ pelengkap
reproduksi. Bagian eksternal sistem reproduksi sering juga disebut genitalia eksternal.

2. Pembahasan

Sistem reproduksi pria terdiri dari organa genitalia interna, organa genitalia
eksterna, dan glandula genitalis accessoriae. Organa genitalia interna terbagi menjadi
testis dan traktus genitalis. Terdapat sepasang testis berbentuk ovoid pipih berlokasi di
ekstra abdominal, tepatnya di dalam kantong skrotum. Testis dibungkus oleh tunica
vasculosa testis (jaringan pengikat longgar, anyaman vascular), tunica albugenia
(jaringan pengikat padat fibrosa), tunica vaginalis (tunica serosa) yaitu jaringan pengikat
dilapisi mesotel yang terdiri atas lamina parietalis dan laimna visceralis. Testis
dipisahkan oleh septulum testis (berbentuk priamid) dan terdapat jaringan parenkim
seperti insterstitium testis dan tubulus seminiferous (dinding epitel berlapis) seperti sel
spermatogenik, sel penyokong, dan membrane baslis. Fungsi dan struktur testis diatur
oleh hormone gonadotropin yaitu kelenjar endokrin sebagai sekresi hormone testosterone
yang diperlukan dalam proses pembentukan sperma (spermatogenesis) dan kelenjar
eksokrin sebagai penghassil sel sperma. Epididymis merupakan saluran transport sperma
pertama yang terdiri atas caput, corpus, dan cauda. Epididymis memiliki 4 fungsi yaitu,
transport sperma, konsentrasi sperma, penyimpanan sperma, dan maturasi sperma
(khususnya di daerah cauda). Epididymis berbentuk sebagai bulan sabit, menempel pada
testis, berlokasi di sisi dorsal testis, dibungkus oleh tunica vaginalis.

Traktus genitalis intra testicularis memiliki fungsi sebagai transpotrasi produk


kelenjar, terdiri atas tubulus seminiferous rectus berlokasi di ruangan yang dibatasi oleh
septula testis, memiliki lumen yang lebih sempi dengan dinding epitel kuboid selapis
berfungsi sebagai ductus excretorius dan menyalurkan sperma, kemudian rete testis
berfungsi sebagai ductus excretorius, berlokasi di mediastinum testis yang dikelilingi
oleh jarirngan pengikat padat, kemudian dilanjutkan ke ductulus efferentis, dan ductus
epididymis dengan lapisan otot polos berbeda pada tiap bagian. Ductus deferens dibagi
dalam pars epididymis, pars funicularis, pars inguinalis, pars pelvina, dan ampula ductus
deferens. Dinding ductus deferens terdiri atas membrane mucosa (epitel silindris semu
berlapis dan lamina propia), tunica muscularis (stratium circulare, longitudinal internum
dan externum), dan jaringan adventitia (jaringan pengikat longgar). Ductus ejakulaotius
terdiri atas membarana mucosa (epitel silindris selapis atau silindris semu berlapis dan
lamina propria) dan tunica muscularis. Uretra masculine terbagi atas uretrta pars
prostatica berbentuk pipih, uretrta pars membranacea yang dibatasi epitel silindris semu
berlapis, dan uretrta pars cavernosa.

Organa genitalia eksterna terdiri atas scrotum berfungsi melindungi testis yang
memiliki tunica dartos, fascia cremasterica, dan musculus cremastes. Kemudian penis
memiliki 3 bangunan silindris (terbentuk oleh jaringan seperti spons) yaitu corpus
cavernosum uretra diselubungi oleh tunica albuginea lebih tipis, dan 2 corpora
cavernosum penis yang diselubungi oleh tunica albuginea. Penis memiliki struktur yaitu
pars occulta (radix penis) dan pars libera terdiri atas 2 corpus penis dan glans penis terdiri
atas preputium dan orificium preputium. Fossa navicularis berada dalam glans penis,
bermuara sebagai orificium externum uretra. Fossa navicularis memiliki membrane
mucosa yang terdiri atas lacuna morgagni, epitel silindris semu berlapis, dan lamina
propria.

Glandula genitalis accessoriae terdiri atas sepasang glandula vesiculosa berfungsi


sebagai sekresi kental kaya kandungan fructosa, glandula prostata terletak di bawah
vesica urinaria berfungsi sebagai ductus excretorius, glandula bulbouretralis cowperi
bersifat sekresi mucus yang terletak di kiri dan kanan bulbus uretra, glandula
parauretralis sebagai kelenjar penghasil mukosa yang berada di sekitar uretra pars
cavernosa, dan glandula intraepithelial sebagai kelenjar penghasil mukosa dalam epitel
uretra pars cavernosa

3. Kesimpulan

Sistem reproduksi meliputi organ-organ yang terbagi menjadi genitalia interna


dan eksterna, kelenjar dan saluran reproduksi. Organ reproduksi primer terdiri dari
sepasang testes pada pria dan sepasang ovarium pada wanita. Gonad yang matang
berfungsi menghasilkan gamet (gametogenesis) dan menghasilkan hormon seks,
khususnya testosteron pada pria dan estrogen & progesteron pada wanita. Setelah gamet
diproduksi oleh gonad, kemudian akan melalui saluran reproduksi (sistem duktus).